Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH FALSAFAH

“TEORI KEPERAWATAN MENURUT KATIE ERIKSSON”


Disusun untuk memenuhi tugas UAS mata kuliah Falsafah & Teori Keperawatan
pada Program Studi S1 Keperawatan

Dosen pengampu:
Ns.Aditiya Puspanegara, S.Kep.,M.Kep

Oleh:
Indy Mutia Teguh Puspita
CKR0190100

JURUSAN KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KUNINGAN
2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa senantiasa bergetar di hati saya
karena berkat rahmat,serta karunia Nya-lah saya dapat menyelesaikan tugas
makalah dengan judul Falsafah & Teori Keperawatan menurut Katie Eriksson.
Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi
tugas UAS di kampus STIKKU
Dalam kesempatan ini perkenankanlah saya menyampaikan rasa terimakasih
kepada yang terhormat: Bapak Ns.Aditiya Puspanegara, S.Kep.,M.Kep selaku dosen
tugas ini yang senantiasa tak bosan memberikan masukan dan arahan yang
bermanfaat bagi saya.
Tentu saja, dalam penyusunan tugas makal ini,saya menyadari masih banyak
kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,dengan rendah hati saya
menanti saran dan kritik yang sifatnya membangun dari semua pembaca.
Satu harapan yang saya inginkan semoga makalah ini dapat berguna bagi
pembaca khususnya dan bagi kampus STIKKU tercinta.

Kuningan,14 Januari 2020

Indy Mutia Teguh Puspita

ii
DAFTAR ISI
Halaman judul
Kata pengantar...................................................................................................... i
Daftar isi................................................................................................................. ii
BAB 1 PENDAHULUAN..........................................................................................1
1.1 Latar Belakang.................................................................................................2
1.2 Tujuan..............................................................................................................2
BAB II TINJAUAN TEORI......................................................................................3
2.1 Pengertian Teori Katie Eriksson(teori caritative caring)...................................3
2.2 Pembahasan Ruang Lingkup Filsafat..............................................................5
BAB III PENATALAKSANAAN...............................................................................6
BAB IV KEKURANGAN & KELEBIHAN.................................................................7
4.1 Kelebihan..........................................................................................................7
4.2 Kekurangan......................................................................................................7
BAB V KESIMPULAN DARI MAHASISWA............................................................7
BAB VI SARAN ......................................................................................................7
DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Ilmu dan praktik keperawatan adalah dua hal yang sangat perlu diperlajari
dan dikembangkan oleh perawat untuk dapat memberikan asuhan keperawatan
yang profesional.Perawat diharapkan harus dapat mengembangkan usaha serta
memahami penerapan teori keperawatan yang sudah ada.Falsafah keperawatan
merpakan keyakinan terhadap nilai-nilai keperawatan menjadi pedoman dalam
memberikan asuhan keprawatan.
Dalam praktik/penelitian harus diterapkan dengan benar,sebenarnya teori
keperawatn yang sudah ada dapat membantu memudahkan perawat untuk
mengarahkan praktik keperawatan dalam asuhan keperawatan yang lebih baik
karena kebutuhan klien yang holistik dan unik menuntuk kemampuan perawat
untuk menganalisis kebutuhan klien.Bisa kita lihat sekarang masih kurang usaha
penerapan teori keperawatan,akibatnya praktik keperawatan saat ini hanya lebih
mengarah pada praktik yang berdasarkan order/pesanan dari medis atau praktik
yang hanya rutinitas semata .
Banyak teori yang dihasilkan oleh pakar-pakar/ilmuan yang telah
dipublikasikan dalam bentuk buku-buku maupun di media sosial tap jarang
sekali dari perawat yang membaca ataupun memahami teori tersebut.
Maka dari itu usaha yang perlu dilakukan perawat saat ini adalah
mempelajari dan memahami lebih mendalam,lalu menegmbangkannya dari teori
tersebut yang dianggap mudah dipahami dan dapat di terapkan dalam praktik
keperawatan.Salah satu teori filosofi keperawatan adalah teori Katie Eriksson
dan di makalah ini saya akan memaparkan teori keperawatan yaitu teori Katie
Eriksson meliputi ontologi,aksiologi,epistemologi serta cara pelaksanaannya.

1.2. Tujuan
a. Menjelaskan mengenai teori Caritative Caring
b. Menjelaskan teori caritative Caring dipandang dari filsafat ilmu (ontologi,
aksiologi, dan epistemologi)

iv
BAB II
TINJAUAN TEORI

2.1. TEORI CARITATIVE CARING


A. Pengertian
Katie Eriksson merupakan salah satu pelapr ilmu pengetahuan di
negara bagian utara.Beliau memngembangkan caring sebagai disiplin
ilmu.Katie Eriksson lahir 18 November 1943 di Jakobstrad Fiandia,beliau
menjadi orang swedia minoritas di Fiandia.Tahun 1965 lulus sekolah ilmu
keperawatan di Helsinki Swedia,tahun 1967 melanjutkan pendidikan pada
institusi yang sama tahun 1970 beliau lulus dari program guru mengajar
keperawatan di sekolah Helsinki dan mempeoleh lisensinya 1976 dan
mempertahankan disertasi doktornya di bidang padagogy (pendidikan).Sejak
awal tahun 1970 eriksson secara sistematis mendalami masalah caring
“Caritative Caring”
Teori Eriksson lebih menekankan pada caritative caring dimana
perawat dituntut untuk membina hubungan yang saling percaya dengan
pasien,dan memahaminya agar perawat mudah diterima oleh pasien. Konsep
dari katie eriksson yaitu:
1. Caritas, mengandung makna cinta dan kemurahan hati,termasuk motif
dasar ilmu caring artinya bahwa keyakina dan harapan bisa dicapai dengan
bagaimana kita bertindak kepada pasien melakukan
pemeliharaan,pelaksanaan,pembelajaran dengan kemurahan hati atau
ikhlas.
2. Caring Communion, menjadi struktur yang menentukan realitas caring,yang
terdiri dari intensitas dan vitalis yaitu
kehangatan,keakraban,ketenangan,ketanggapan,kejujuran,dan toleransi.
Caring Communion adalah bagaimana cara menyatukan dan mengikat
perawat dan pasien agar saling akrab
3. Tindakan Caring,merupakan cara bagaimana membuat hal yang biasa
menjadi luar biasa
4. Etika Caritative Caring,di mulai dari perawat dan pasien,dimana saat
perawat menemui pasien harus menggunakan etika yang baik.Sikap yang
dikakukan tentunya harus melalu pendekatan terlebih dahulu
v
5. Martabat ,perawat harus memperhatikan martabat pasien.
6. Menerima panggilan/invitasi,perawat datang mengobati pasien atas
permintaan dari pasien/keluarga
7. Penderitaan
- Penderitaan dengan kondisi sakit dimana pasien mengalami penderitaan
karena sakitnya tersebut
- Penderitaan dengan perawatan hal ini bisa terjadi akibat saat pasien
sakit diberi tindakan perawatan yang kurang keramahan oleh petugas,
salah tindakan dll.
8. Penderitaan Manusia,pasien mengalami sakit disaat sedang memikul
penderitaan
9. Rekonsiliasi,drama dari penderitaan dimana pasien ingin memastikan
penderitaan yang dialami dan diberi kesempatan untuk mencapai
rekonsiliasi/kedamaian.
10. Budaya Caring, dilihat dari lingkungan berdasar elemen budaya.Suatu
communion dilihat dari etos dan buaya.

B. Falsafah Keperawatan,merupakan pandangan dasar atau keyakinan


dasar tentang hakikat manusia.
Komponen falsafah Keperawatan
1. Pemberian pelayanan keperawatan yang berfokus pada pemenuhan
kebutuhan manusia secara komprehensif
2. Lebih memfokuskan pada aspek kemanusiaan dalam memberikan
pelayanan keperawatan sehingga hakikat manusia menjadi unsur yang
sangat penting.

C. Asumsi Dasar Caritative Caring


Eriksson mengemukakan bahwa axioms/asumsi adalah dasar dari
kebenaran,sedangkan tesis adalah ungkapan umum yang berfokus dari
ilmu caring itu sendiri.
1. Dasar dari caring adalah caritas (kasih sayang)
2. Kategori dasar dari caing adalah penderitaan
3. Caring Communion adalah bagaimana cara menyatukan dan
mengikat perawat dan pasien agar saling akrab

vi
4. Sehat berati sehat raga dan jiwa bisa melakukan pekerjaan dari
keadaan semula
5. Caring dapat membantu proses penyembuhan kepada pasien
mengekspresikan melalui hadir dan melakukan hubungan caring

D. Empat Konsep Metaparadigma


Terdapat empat konsep metaparadigma menurut Katie Erikson
diantaranya sebagai berikut:
1. Manusia
2. Lingkungan
3. Kesehatan
4. Keperawatan

2.2. PEMBAHASAN RUANG LINGKUP FILSAFAT


A. Ontologi
Kata ontologis berakar dari nahasa yunani.Onto berarti ada dan logos
berarti ilmu. Dengan demikian ontologi adalah Ilmu yang membahas tentang
keberadaan atau memahami hakikat.Ontologi sendiri merupakan cabang ilmu
filsafat mengenai sifat(wujud) yang ingin diketahui manusia.Dalam ilmu sosial
ontologi berkaitan dengan sifat pada interaksi sosial dan komunikasi.Dalam
aspek ontologi,ilmu komunikasi dapat dipelajari dengan 2 objek yaitu objek
materi dan objek formal.Objek materi bisa dilihat dari dalam kesatuan dan
kesamaannya sebagai makhluk hidup atau benda sedangkan objek formal
bisa dilihat dari sudut pandang yang mampu menentukan cakupan studi
didalamnya
B. Epistemologi
Adalah salah satu cabang filsafat yang mempelajari tentang
asal,sifat,metode,dan batasan pengetahuan manusia.Epistemologi sendiri
diartikan sebagai teori pengetahuan.Kata epistemologi berasal dari yunani
terdiri dari dua gabungan yaitu episteme artinya cara dan logos artinya
ilmu.Dengan adanya aspek epistemologi,maka dapat membuat berita lebih
mendekati kejadian yang akurat
C. Aksiologi
Berasal dari bahasa yunani.Terdiri dari 2 gabungan yaitu axios berarti
nilai,dan logos bermakna ilmu atau teori.Jadi aksiologi adalah teori nilai yang
vii
berhubungan dengan kegunaan dari prngrthuan yang didapatkan.Ilmu ini
dibagi menjadi 3 bagian yaitu : moral conduct yaitu tindakan moral yang
melahirkan etika, esthetic expression, atau ekspresi keindahan, sosio political
life yaitu kehidupan sosial politik.

BAB III
PENATALAKSANAAN

Selain konsep Eriksson yang telah disebutkan diatas penatalaksanaan juga bisa
dilakukan tahapan-tahapan di bawah ini:
1. Tahapan Oral Sensorik,rasa percaya dan rasa tidak percaya
2. Tahapan Muskular Anal Otonomi dan Keraguan
3. Tahapan Lokomotor-Gental,prakarsa dan rasa bersalah
4. Tahapan Latensi,kematangan hati dan rasa rendah diri
5. Tahapan Pubertas
6. Tahapan awal masa dewasa
7. Tahapan masa dewasa generativita
8. Tahapan kematangan
9. Tahapan efigenesis

viii
BAB IV
KEKURANGAN DAN KELEBIHAN
4.1 Kelebihan
Terdapat kelebihan dari teori Katie erikson sebagai berikut:
 Mencakup seluruh perkembangan manusia
 Lebih realistis
4.2 Kekurangan
Selain kelebihan, terdapat kekurangannya sebagai berikut:
 Penelitian yang menghasilakan nilai ilmiah yang tidak terlalu akurat

BAB V
KESIMPULAN DARI MAHASISWA

Katie eriksson adalah perawat Finlandia-Swedia.Setelah menjadi perawat


beliau dapat mempraktikan keperawatan,menjadi instruktur keperawatan di Helsinki
Swedish Medical Institute.Saat ini beliau bekerja sebgai profesor ilmu kesehatan di
Universitas Abo Akademi dan membangun program magister ilmu kesehatan,dan
program studi pascasarjana 4 tahun yang mengarah gelar doktor.Etika keperawatan
memerlukan perhatian terdiri dari cinta dan kasih sayang(caritas).Menurut eriksson
penderitaan terjadi akibat kurangnya perawatan karitatif.

BAB VI
SARAN
Menurut saya sebagai perawat yang profesional seharunya lebih meningkatkan
pengembangan sains keperawatan dalam berbagai bidak di dunia keperawatan.Dan
saya berharap konsep keperawatan lebih mengedepankan prinsip analisis dan
sistematis,sehingga dapat menjadi panduan dalan pelayanan keperawatan

ix
DAFTAR PUSTAKA
https://id.scribd.com/document/387510023/Teori-Katie-Erikson
Potter, P.A., dan Perry, A.G. (2009). Fundamental of Nursing. Seven Edition.
(diterjemahkan oleh Andrina Ferderika). Jakarta: Salemba Medika.
Sarwoko, S. (2008). Pengantar filsafat ilmu keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.