Anda di halaman 1dari 37

ELLY ROSILA WIJAYA

Psikiater
RS Jiwa Mataram
 Penyakit yang mengenai tubuh,mood dan pikiran.
 Mempengaruhi cara makan tidur seseorang
 Mempengaruhi cara seseorang mmandang dirinya
 Mempengaruhi cara seseorang memikirkan
sesuatu
 Tidak sama dengan „passing blue mood‟
Depresi …. Lanjutan

 Bukan merupakan tanda kelemahan seseorang


atau keadaan tanpa harapan
 Tanpa pengobatan, gejala dapat berlangsung
berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan
bertahun-tahun.
 Pengobatan yang memadai,dapat membantu
penderita depresi
 Prevalensi depresi tinggi
 24 % wanita
 15% pria

 Depresi berat pada populasi umum: 5%


 Pasien yang datang ke pelayanan kes
primer : 10,3%
Prevalensi gangguan psikiatrik di
Pelayanan Keehatan Primer (WHO)

24% 36%

0gejala

beberapa gejala

gg tidak nyata
9%
diagnosis ICD-10
31%
Penderita depresi yang
diperiksa psikiater

Penderita depresi yang


diperiksa di
Puskesmas/umum

Penderita depresi yang


tidak pernah konsultasi
Depresi …. Lanjutan
Depresi …. Lanjutan

Manifestasi
 Kombinasi gejala-gejala yang mempengaruhi
kemampuan bekerja, belajar, tidur, makan dan
menikmati aktifitas yang menyenangkan.

 Episode ini dapat muncul hanya sekali dalam


hidupnya. Tetapi lebih sering muncul beberapa
kali dalam hidupnya.
Depresi …. Lanjutan

 Gejalanya kronis dan lama


 Tidak mengganggu
 Fungsi dan perasaan tetap baik
 Suatu saat mengalami episode depresi
mayor
Depresi …. Lanjutan

Disebut juga Manic-Depressive


 Khas ada “cycling mood changes” : sangat tinggi
(mania) dan rendah (depresi)
 Kadang perubahan mood sangat dramatik dan
cepat, tetapi yang sering perubahan mood ini
terjadi pelahan-lahan (gradual)
 Pada siklus depresi  muncul sebagian atau
seluruh gejala depresi.
 Pada siklus manie  overaktif, banyak bicara, dan
tidak merasa lelah (have a great deal of energy)
Depresi …. Lanjutan

 Mania kadang mempengaruhi daya fikir,


pengambilan keputusan dan tingkah laku sosial
yang dapat menimbulkan masalah serius dan
kesulitan.
 Misalnya : penderita pada fase mania dapat
merasa sangat gembira (elated), penuh perasaan
kebesaran yang bervariasi dari pengambilan
keputusan bisnis yang tidak bijaksana sampai
berfoya-foya.
 Bila dibiarkan, mania dapat menjadi lebih buruk
kearah psikotik
 Perasaan
sedih, cemas dan perasaan
kosong yang menetap
 Merasa putus asa dan pesimis
 Perasaan bersalah, tak berguna, dan tak
berdaya
 Hilangminat terhadap hobi dan kesenangan
serta aktivitas yang sebelumnya sangat
disukai, termasuk masalah sex.
GEJALA-GEJALA DEPRESI ….. lanjutan

 Kurang bertenaga, capai dan „slowed down‟


 Sulit berkonsentrasi, sulit mengingat-ingat dan
membuat keputusan.
 Sulit tidur, terbangun terlalu pagi atau terlalu
banyak tidur.
 Tidak dapat istirahat, mudah tersinggung
GEJALA-GEJALA DEPRESI …. lanjutan

 Nafsu makan dan BB turun atau sebaliknya nafsu


makan dan BB meningkat.
 Perasaan mau mati atau mau bunuh diri, dan
mencoba bunuh diri.
 Gejala-gejala fisik yang menetap dan tidak dapat
diatasi dengan obat, misalnya sakit kepala, sakit
maag,gagguan nyeri
 Emosi tidak stabil
 Menarik diri/mengurung diri
 Terlalu banyak tidur/kurang
 Sering bilang ingin mati saja
 Cenderung agresif
 Berat badan ber kurang banyak
1. Faktor Biologis :
• faktor genetik/keturunan.
• gangguan neurotransmitter di otak :NA,DA, 5HT
• ketidak seimbangan hormonal
• gangguan kelenjar Thyroid, hyper/hypo.
• kekurangan vit.B6,B12,Asam Folat.
• penyakit Alzheimers, stroke.
• penyakit infeksi virus ; hepatitis, mononucleosis.
• akibat pengobatan yang lama dari obat ;
steroid, antihipertensi (serpasil)dll.
2.Faktor Psikologis :
Kehilangan / “ loss “
• Faktor kognitif/ pola pikir tertentu
3.Peristiwa yang sangat menekan/stressful
Reaksi terhadap stres – 85%
• Perceraian, kehamilan, kematian
• Penganiayaan anak
• Kemiskinan, kekerasan, janda dg anak banyak
Bagaimana terjadinya depresi?
PIKIRAN-PIKIRAN:
Menafsirkan peristiwa dengan
sederetan pikiran yang mengalir
terus dalam diri Anda:
“DIALOG INTERNAL”

DUNIA:
MOOD: peristiwa
Perasaan-perasaan yang positif,netral
diciptakan oleh pikiran-pikiran dan negatif
Anda, bukan oleh
peristiwanya.
Diproses oleh otak, diberi
makna secara sadar
RESPON EMOSI
 Pilihan pengobatan bergantung kepada
hasil evaluasi.

 Terapi antidepresan

 Psikoterapi
PENATALAKSANAAN……… lanjutan

 Penderita dengan depresi ringan cukup dengan


hanya psikoterapi
 Penderita dengan depresi sedang sampai berat,
memerlukan obat antidepresan
 Paling baik dengan kombinasi terapi
 Terapimedikamentosa untuk mengatasi gejala
dengan cepat
 Psikoterapi
untuk belajar cara yang lebih efektif
mengenai masalah kehidupan, termasuk depresi
PENATALAKSANAAN……… lanjutan

 Electroconvulsivetherapy (ECT) efektif :


 Untuk depresi berat
 Mengancam kehidupan
 Penderita tidak mau minum obat
 Obat antidepresan tidak dapat memperbaiki
gejala-gejalanya
PENATALAKSANAAN……… lanjutan

 Pengobatan/Medikasi :
Ada beberapa obat antidepresan
 Selective Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRIs) 
tricyclic
 Monoamine Oxidase Inhibitors (MAIs)
 SSRIs dan obat baru lainnya yang mempengaruhi
neurotransmitter seperti misalnya dopamine atau
norepinephrine  mempunyai side efek lebih kecil
daripada obat-obatan tricyclic.
PENATALAKSANAAN……… lanjutan

 Jangan menghentikan minum obat tanpa

konsultasi dahulu dengan dokter, bagaimana

caranya berhenti minum obat secara aman.


Bagaimana menghadapi
penderita depresi

 Tidaklah mudah
 40% keluarga yang merawat
penderita depresi, mengalami
depresi juga (NIMH)
Apa yang dirasakan keluarga?
 Bingung karena perubahan prilakunya
 Serba salah, karena tak paham bahwa ia depresi
 Ada rasa bersalah, hilang percaya diri,
menyalahkan diri sendiri
 Merasa sia-sia karena tidak berhasil menolongnya
 Merasa tidak berharga, marah emosi tak terarah
 Jika tak diatasi dengan baik, hal-hal buruk bisa
terjadi
BAGAIMANA KELUARGA DAN TEMAN
DAPAT MEMBANTU PENDERITA DESPRESI

 Yang paling penting adalah membantunya


mendapatkan DIAGNOSIS dan TERAPI yang
TEPAT
 Meliputi
 Mendorong penderita untuk meneruskan pengobatan
sampai gejala-gejalanya menghilang (beberapa
minggu/bulan)
 Mencari cara pengobatan lain bila tidak ada
perubahan.
BAGAIMANA KELUARGA DAN TEMAN
DAPAT MEMBANTU PENDERITA DESPRESI

 Temani penderita depresi pergi ke dokter.


 Mengawasi apakah penderita minum obatnya.

 Harus mendorong untuk mematuhi nasihat

dokter untuk tidak mengkonsumi produk-

produk alkohol/obat selain dari dokter


BAGAIMANA KELUARGA DAN TEMAN
DAPAT MEMBANTU PENDERITA DESPRESI

 Hal ke dua yang terpenting adalah


memberikan SUPPORT EMOSIONAL
 Meliputi :
 Pengertian
 Kesabaran
 Affection
 Encouragement
 Engage penderita depresi dalam percakapan
dan dengarkan baik-baik.
 Jangan disparage feelings expressed, tapi
tunjukkan kenyataan dan berikan harapan.
 Jangan abaikan tanda-tanda niat bunuh diri.
Laporan ke terapist.
 Ajak penderita depresi berjalan-jalan, outing,
nonton bioskop dan kegiatan lain.
 Be gently insistent bila ajakan anda ditolak.
BAGAIMANA KELUARGA DAN TEMAN
DAPAT MEMBANTU PENDERITA DESPRESI

 Dorong untuk mengikuti kegiatan-kegiatan


yang menyenangkan
 Hobi
 olah raga
 aktifitas budaya dan keagamaan
Tetapi jangan paksa melakukan terlalu
banyak dalam waktu singkat.
BAGAIMANA KELUARGA DAN TEMAN
DAPAT MEMBANTU PENDERITA DESPRESI

 Penderita depresi perlu diversi dan teman,


tetapi terlalu banyak permintaan dapat
meningkatkan perasaan gagal
 Jangan menuduh penderita depresi pura-
pura sakit atau malas, atau mengaharap
penderita „to snap out of it‟.
BAGAIMANA KELUARGA DAN TEMAN
DAPAT MEMBANTU PENDERITA DESPRESI

 Dengan pengobatan, sebagaian besar


penderita dapat menjadi lebih baik
 Camkan dalam hati, dan tetap reassuring
penderita depresi bahwa dengan
berjalannya waktu dan bantuan, ia akan
menjadi lebih baik.
PENATALAKSANAAN……… lanjutan

Tips menghadapi penderita depresi

 Hal yang menyulitkan: penderita


seringkali tidak bereaksi terhadap segala
usaha
 Membuat keluarga ikut stres
Tips menghadapi penderita depresi
 Maka:

 Pahami keadaan itu bukan salah kita

 Perhatian keluarga sangat perlu tapi bukan

pengobatan
Tips menghadapi penderita depresi

 Hal yang perlu diperhatikan:


1. Tunjukkan kepedulian dengan empati bukan
simpati
2. Jangan bersikap sinis
3. Jangan merasa bersalah atas sikap
penderita
4. Dorong untuk mencari pertolongan
profesional (psikiater, dokter, psikolog)
Tips menghadapi penderita depresi

– Untuk dirimu sendiri :


1. Jaga jarak emosional
2. Tetap jaga kontak dengan orang lain
3. Pertahankan hobi dan minat anda
4. Nikmati hidup
5. Aktif mencari kegembiraan
6. Lakukan konseling bila perlu