Anda di halaman 1dari 36

BAB I

BERSUCI

Bersuci adalah amalan yang dikerjakan dengan tujuan


untuk menghilangkan hadas kecil atau besar, sebagai syarat sahnya
sholat. Rasulullah saw bersabda :

)‫صالَاةٌابِغَِْْيطُ ُه ْوٍارا(رواهامسلم‬
َ ‫َالتََُُْ اُُا‬
“ Tidak akan diterima sholat tanpa bersuci”(HR. Muslim)
Bersuci untuk sholat dibedakan menjadi 2 berdasarkan sarana yang
digunakan, yaitu : bersuci dengan air (wudlu‟ dan mandi) dan
bersuci dengan debu (tayamum).

A. Wudlu
1. Pengertian Wudlu‟
Wudlu adalah menggunakan air yang suci dan menyucikan
dengan cara tertentu untuk menyucikan hadas kecil. Adapun dalil
wajibnya wudlu‟ adalah firman Allah:

         

…       


“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak
mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu
sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu
sampai dengan kedua mata kaki…” (QS. Al Maidah [5]:6).

Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 1


2. Tata Cara Wudlu‟
Tata cara wudlu‟ menurut Rasulullah saw adalah sebagai
berikut :
a. Niat dalam hati dan tidak dilafadzkan (bisa menggunakan
bahasa apapun).

‫واِمَّنَالِ ُك ِّاُا ْااماِر ٍا‬,


‫ئا َاماانَاُاَوى‬ ُ ‫اِمَّنَاااْلَ ْع َم‬
‫الابِاالنُِّايم ِا‬
‫ات َا‬
“Sesungguhnya setiap amalan itu bergantung kepada
niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan
apa yang ia niatkan” (HR. Bukhari dan Muslim).

b. Mengucapkan “bismillah” ( ‫اهلل‬ ‫( بِ ْس ِم‬


Rasulullah bersabda:

‫اللُا َاعالَْاي ِوا‬ ‫وءَاالِ َام ْانا َالْاايَاْذ ُاكاِر ْا‬


‫اس َاما ا‬ ‫ضا‬‫الَُاو ُا‬
“Tidak sah wudhu orang yang tidak menyebut nama Allah”
(Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dan dinilai hasan oleh Al-
Albani di dalam kitab Al-Irwa (81).

c. Mencuci kedua telapak tangan dimulai dari tangan


kanan dengan menyela-nyela jari-jari kedua tangan.

Gb. 1. Mencuci telapak tangan


Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 2
d. Berkumur-kumur sambil memasukkan air ke dalam
hidung dengan cara dihirup tangan kanan (istinsyaq) dan
mengeluarkan air dari hidung dengan tangan kiri
(istintsar).

Gb. 2. Berkumur-kumur, instinsyaq, dan istintsar

e. Membasuh muka tiga kali berturut-turut (batasan muka


adalah dari telinga yang satu ke telinga yang lain, dan
dari batasan tempat tumbuhnya rambut kepala di atas
kening/dahi hingga dagu).

Gb. 3. Batas muka yang wajib dibasuh

Jika rambut yang tumbuh di muka tipis, maka wajib dicuci


hingga pada kulit dasarnya. Tetapi jika tebal maka cukup
mencuci bagian atasnya saja, dan disunnahkan mencelah-
celahi rambut yang tebal tersebut. Karena Rasulullah selalu
Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 3
mencelah-celahi jenggotnya pada saat berwudlu‟. (HR. Abu
Daud.)

f. Membasuh tangan kanan tiga kali kemudian membasuh


tangan kiri tiga kali, dengan cara:

1. Dimulai dari ujung jari dengan menyela-nyela jari-jemari


lalu menggosok-gosokkan air ke lengan, kemudian
mencuci siku. Demikian pula dengan tangan kiri sama
dengan tangan kanan.
2. Boleh juga dimulai dari siku hingga ke ujung jari tangan
kanan 3 kali kemudian tangan kiri 3 kali.
Allah Subhanahu wa Ta‟ala berfirman :
“… dan kedua tanganmu hingga siku”.(QS.Al Maidah : 6).

Gb. 4. Membasuh tangan

g. Menyapu seluruh kepala satu kali.


Kedua tangan yang masih basah dijalankan dari depan
kepala ke belakang hingga tengkuk lalu kembali lagi ke
depan/tempat semula, kemudian langsung membasuh telinga
dengan air sisa usapan kepala, yaitu dengan memasukkan
Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 4
kedua jari telunjuk ke dalam telinga dan kedua ibu jari
digerakkan dari bawah ke atas bagian luar daun telinga.

Gb. 5. Menyapu kepala

h. Membasuh kaki kanan tiga kali dari ujung jari ke mata


kaki, dengan cara mencuci mata kaki dan menyela-
nyela di antara jari-jemari dengan kelingking tangan
kanan atau kiri. Kemudian membasuh kaki kiri tiga
kali seperti memasuh kaki kanan.

Allah berfirman:“….dan kedua kakimu hingga dua mata


kaki”.(QS. Al-Maidah : 6).

Gb. 6. Membasuh kaki

Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 5


i. Membaca do a setelah berwudhu .

‫اَ ْش َه ُاد ااَ ْان الَاِٰل اوَ ااِلم ا‬


‫اللُ ا َو ْح َداهُ الَ َش ِرَاك الَاوُ ا َواَ ْش َه ُاد ااَ مان ا ُُمَ مم ًدا ا َعَْ ُداهُ ا َوَر ُس ْولُاوُا‬
‫نا ِم َاناالْ ُمتَطَ ِّاه ِريْ َانا‬
‫اج َعلْ ِ ْا‬
ْ ‫يا و‬‫نا ِم َاناالتمُ موابِ ْ َا‬ ْ ‫اَلالم ُه ماما‬
‫اج َعلْ ِ ْا‬
"Aku bersaksi bahwa sesungguhnya tiada tuhan yang berhak
disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya
Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah
aku termasuk orang yang bertobat dan jadikanlah aku sebagai
bagian dari orang-orang yang bersuci".
3. Pembatal Wudlu‟
Hal-hal yang dapat membatalkan wudlu‟ adalah sebagai
berikut :
a. apa-apa yang keluar dari kemaluan depan atau belakang berupa
kotoran cair, padat, atau angin.
b. tidur nyenyak.
c. hilangnya akal sebab mabuk atau gila.
d. menyentuh kemaluan tanpa penghalang.
e. makan daging unta.

B. Tayamum
1. Pengertian
Tayamum adalah cara menghilangkan hadas kecil dengan
menggunakan sho‟id (tanah kering/debu) yang suci. Dilarang
bertayamum dengan tanah berlumpur, bernajis atau berbingkah.
Tayamum merupakan pengganti wudhu atau mandi wajib. Allah
Subhanahu wa Ta‟ala berfirman :

Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 6


              …

        

…  
… dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari
tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu
tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang
baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu
.… (QS. Al Maidah : 6)

Orang yang melakukan tayamum lalu shalat, apabila air


sudah tersedia maka ia tidak wajib mengulang sholatnya.
Tayamum untuk hadas hanya bersifat sementara dan darurat
hingga air sudah ada. Tayamum yang telah dilakukan bisa batal
apabila telah ada air.

2. Sebab/alasan melakukan tayamum :


a. dalam perjalanan jauh (safar).
b. tersedia air tetapi jumlahnya sangat sedikit.
c. telah berusaha mencari air tapi tidak menemukan.
d. air yang ada suhu atau kondisinya dapat menyebabkan
kemudharatan.
e. air yang ada hanya untuk minum.
f. air berada di tempat yang jauh yang dapat membuat telat
shalat.
g. pada sumber air yang ada terdapat bahaya.
h. sakit dan tidak boleh terkena air.
Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 7
3. Syarat sah tayamum :
a. telah masuk waktu shalat.
b. memakai tanah berdebu yang bersih dari najis dan kotoran.
c. memenuhi alasan atau sebab melakukan tayamum.
d. sudah berupaya/berusaha mencari air namun tidak ketemu.
e. tidak haid maupun nifas bagi wanita/perempuan.
f. menghilangkan najis yang yang melekat pada tubuh.

4. Tata cara tayamum :


Tata cara tayamum dijelaskan di dalam hadis Rasulullah
saw. sebagai berikut :

‫اعلَْي ِاو ا َاو َاسالم َام اابِ َاك مافْاي ِاو ااْ الَْار ِا‬ ِ ِ
‫ضا‬ َ ُ‫اص مُ االل‬
َ ‫مِب‬ ُّ ِ‫ب االن‬ َ ‫ضَر‬ َ َ‫اى َك َذااف‬
َ ‫ك‬َ ‫امَّنَا َكا َن ايَ ْكفْي‬
‫ك مافْاي اوِ ا‬
‫ااو ْاج َاه اوُ اَوَا‬ ِِ ‫ااثما ام ا‬ ِِ
‫ا‬
َ‫س َاحا اب َام ا‬
َ َ ‫َاوناَُ َاف َاخاافايْ اه َام ُا‬
“Sebenarnya kamu cukup melakukan seperti ini, Rasulullah saw
memukulkan kedua telapak tangan beliau ke muka bumi satu
kali, kemudian beliau meniupnya dan dengan kedua tangannya
beliau mengusap wajah dan (mengusap) dua telapak tangannya.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Adapun tata cara/rukun tayamum adalah sebagai


berikut:
1. Berniat,
Niat merupakan rukun setiap ibadah. Niat tidak perlu
diucapkan, tetapi cukup dikemukakan dalam hati.

Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 8


2. Memukulkan dua telapak tangan ke tanah/debu dengan
sekali pukulan, kemudian meniupnya.

Gb.7. Tata cara tayamum

3. Mengusap wajah terlebih dulu kemudian mengusap dua


telapak tangan masing-masing 1 kali.

… sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu ... (QS. Al


Maidah : 6)

Gb.8. Tata cara tayamum

Batasan wajah yang harus diusap sama dengan batasan wajah pada
saat berwudlu‟, adapun batasan tangan adalah hanya dua telapak
tangan (luar maupun dalam).

Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 9


C. Mandi
1. Pengertian
Mandi adalah aktivitas membasahi seluruh tubuh dengan
air suci dan menyucikan dengan cara khusus. Mandi disyari‟atkan
berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta‟ala,

 …      …


… dan jika kamu junub maka mandilah,…” (QS. Al Maaidah
[5]:6).

2. Beberapa Hal yang Mewajibkan Mandi


a. Keluarnya sperma karena rangsangan syahwat,
Seseorang yang mengeluarkan sperma karena syahwat baik
dalam keadaan tertidur maupun terjaga, baik laki-laki maupun
perempuan, maka ia wajib mandi. Rasulullah SAW bersabda,

‫اِمَّنَااالْ َماءُ ِام َناالْ َم ِااء ا‬


“Sesungguhnya mandi itu karena keluarnya air (mani/sperma).”
(HR. Muslim).
b. Bertemunya dua kelamin (junub),
Laki-laki dan perempuan yang melakukan hubungan intim
yang ditandai dengan bertemunya kelamin keduanya, wajib mandi
walaupun tidak mengeluarkan sperma. Allah Subhanahu wa
Ta‟ala berfirman,

 …      …


… dan jika kamu junub maka mandilah,…” (QS. Al Maaidah
[5]:6).
Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 10
c. Berhentinya haid dan nifas,
Haid adalah darah kotor yang dikeluarkan oleh seorang
perempuan dengan siklus yang rutin. Nifas adalah darah yang
dikeluarkan oleh seorang perempuan ketika melahirkan. Jika telah
sampai waktunya haid dan nifas berhenti, maka ia harus mandi
(wajib). Rasulullah SAW bersabda,

‫سالِ ْايا َاو َا‬


‫صالِّ ْاي ا‬ ‫الََاةاَاواَِاذاااَْادبَاُاَر ْا‬
‫تاافَا ْاغاتَ ِا‬ ‫صا‬ ‫ض اةُاافَ َاد ِاعياال ما‬ ‫افَاِ َاذااَقْاََُاُالَ ِا‬
‫تاا ْالَايْ َا‬
“Jika masa haid itu datang, maka tinggalkanlah shalat. Dan jika
telah selesai, maka mandi dan shalatlah.” (HR. Muslim)

d. Meninggal dunia,
Para ulama‟ sepakat jika seorang muslim meninggal, maka
ia wajib dimandikan.

e. Orang kafir yang masuk Islam,


Apabila orang kafir masuk Islam, maka ia wajib mandi.
Ketika Tsumamah bin Utsal masuk Islam, Nabi SAW bersabda,

‫احائِ ِطابَِ ْنافُالَ ٍنافَ ُم ُرْوهُااَنُْيمُ ْغتَ ِس َُا‬ ِ ِِ ِ


َ ‫ا ْذ َىَُُ ْواابواا ََل‬
‫ا‬
“Bawalah ia ke kebun bani fulan, dan surhlah ia untuk mandi.”
(HR. Ahmad).

f. Shalat Jum’at,
Menurut pendapat ulama yang paling shahih, mandi jum‟at
hukumnya wajib. Rasulullah SAW bersabda,
Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 11
‫اُمْتَلِ ٍما‬
‫اعلَيا ُك ُِّ ُا‬ ِ ِ ْ ‫غُسُايُوِم‬
َ ‫ب‬ٌ ‫ااْلُ ُم َعة َاواج‬ َْ ُ ْ
‫ا‬
“Mandi Jum‟at itu wajib bagi setiap orang yang sudah baligh.”
(HR. al-Bukhari dan Muslim).
3. Rukun Mandi
a. Niat,
b. Mengguyur seluruh badan dengan air.
Dalam hadits Jubair bin Muth‟im disebutkan, Rasulullah
SAW bersabda,

‫با َعلَىااَراأْ ِاس ْايا ُاثمااأَافِْاي ُا‬


‫ضابَاُ ْاع ُادا َاعالَى َسائِِارا‬ ‫أَماأَنَاافَاأَ ُاخ ُاذ ِام ْاُاءَ َاك ِّاف ْايااثَ ا‬
‫الَثاًافَاأَ ُا‬
‫ص ُّا‬
‫س ِاد ْا‬
‫يا‬ ‫َاج َا‬
“ Adapun aku, maka aku mengambil air sepenuh telapak tanganku
sebanyak tiga kali, lalu menyiramkannya ke atas kepalaku.
Kemudian setelah itu mengguyurkan air ke seluruh tubuhku.” (HR.
al-Bukhari dan Muslim).
4. Tata Cara Mandi
Mandi merupakan aktivitas ibadah, oleh karena itu tata cara
mandi harus sesuai dengan contoh dari Nabi SAW. Adapun tata
cara mandi (disarikan dari hadits Aisyah ra. dan hadits Maimunah
ra. yang di riwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim) adalah sesuai
urutan sebagai berikut :
a. mencuci kedua telapak tangan tiga kali,
b. mencuci kemaluan dan tempat yang terkena mani (sperma)
dengan tangan kiri,
c. mencuci tangan,
Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 12
d. berwudlu‟ dengan sempurna seperti wudlu‟ untuk shalat,
e. menuangkan air ke atas kepala tiga kali hingga air membasahi
tempat tumbuh rambut,
f. memulai bagian kanan kepala kemudian yang kiri sambil
menyela-nyela rambut,
g. menuangkan air ke seluruh tubuh, mulai dari bagian kanan
kemudian kiri.
5. Beberapa Hal yang Haram Dilakukan oleh Orang yang Junub
Ada beberapa hal yang haram dilakukan bagi orang yang
junub, diantaranya adalah :
a. Mengerjakan shalat,
b. Melaksanakan thawaf,
c. Berdiam di dalam masjid (QS. An Nisa‟ [4]:43).

Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 13


BAB II
SHOLAT

1. Pengertian
Sholat merupakan ibadah yang terdiri dari perkataan dan
perbuatan secara khusus, yang dimulai dengan takbir dan diakhiri
dengan salam. Sholat merupakan rukun Islam yang kedua. Oleh
karena itu setiap muslim wajib melaksanakan sholat.

2. Syarat-syarat Sah Sholat


Orang yang akan melaksanakan sholat harus memenuhi
syarat-syarat sah sholat, jika salah satu darinya tidak dipenuhi,
maka shalatnya tidak sah. Diantara syarat-syarat sah shalat adalah
sebagai berikut,
a. Islam,
Tidak sah shalat yang dilakukan oleh orang kafir. Allah
Subhanahu wa Ta‟ala berfirman:
“Tidaklah pantas bagi orang-orang musyrik itu untuk
memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang mereka mengakui
bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia
pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka.” (At-Taubah:
17).

b. Berakal Sehat,
Tidaklah sah shalat shalat yang dilakukan orang gila,
sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 14


“Ada tiga golongan manusia yang telah diangkat pena darinya
(tidak diberi beban syari‟at) yaitu; orang yang tidur sampai dia
terjaga, anak kecil sampai dia baligh dan orang yang gila sampai
dia sembuh.” (HR. Abu Daud dan lainnya, hadits shahih).
c. Baligh,
Anak kecil tidaklah wajib shalat sampai dia baligh,
sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas. Akan tetapi anak
kecil itu hendaknya diperintahkan untuk melaksanakan shalat
sejak berumur tujuh tahun dan shalatnya itu sunnah baginya,
sebagaimana sabda Rasulullah SAW,
“Perintahkanlah anak-anak untuk melaksanakan shalat apabila
telah berumur tujuh tahun, dan apabila dia telah berumur sepuluh
tahun, maka pukullah dia kalau tidak melaksanakannya.” (HR.
Abu Daud dan lainnya, hadits shahih).
d. Suci dari Hadas Kecil dan Hadas Besar,
Tidak sah shalat seseorang yang sedang berhadas, baik
kecil maupun hadas besar. Hadas kecil disucikan dengan wudlu‟
dan hadas besar dengan mandi (mandi junub). Dalilnya telah
disebutkan pada bab bersuci.

e. Suci Badan, Pakaian, dan Tempat untuk Shalat


Dalil tentang suci badan adalah sabda Rasulullah SAW.
terhadap perempuan yang keluar darah istihadhah:
“Basuhlah darah yang ada pada badanmu kemudian
laksanakanlah shalat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 15


Dalil tentang suci pakaian, yaitu firman Allah SWT,
“Dan pakaianmu, maka hendaklah kamu sucikan.” (Al-
Muddatstsir : 4)

Dalil tentang keharusan sucinya tempat shalat yaitu hadits


Abu Hurairah ra, ia berkata:
“Telah berdiri seorang laki-laki dusun kemudian dia kencing di
masjid Rasulullah SAW, sehingga orang-orang ramai berdiri
untuk memukulinya, maka bersabdalah Rasulullah SAW,
„Biarkanlah dia dan tuangkanlah di tempat kencingnya itu satu
timba air, sesungguhnya kamu diutus dengan membawa
kemudahan dan tidak diutus dengan membawa kesulitan.” (HR.
Al-Bukhari).
f. Mengetahui telah masuk waktu shalat
Siapa yang yakin bahwa waktu shalat telah masuk baik
dengan mendengar adzan, diberitahu seseorang, melakukan ijtihad
sendiri atau dengan cara lainnya, maka ia diperbolehkan
melaksanakan shalat.

3. Tatacara Sholat
Dalam melaksanakan sholat seorang muslim harus
mengikuti tuntunan yang diajarkan oleh Rasullullah saw.
Rasulullah saw bersabda :

‫صلِّ ْيا‬ ‫ااراَايُْتُ ُم ْوِ ا‬


َ ُ‫نْاا‬ َ ‫صُالُّ ْواا َك َم‬
‫َا‬
“Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat.” (HR.
Al-Bukhari)

Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 16


Terdapat beberapa perbedaan cara (bacaan dan gerakan)
dalam melaksanakan sholat yang dilakukan di kalangan kaum
muslimin, akan tetapi hal itu tidak perlu dipertentangkan selagi
mempunyai landasan (dalil) yang shohih baik dari Al Qur an
maupun Sunah Rasullullah SAW. Berikut ini adalah ringkasan
tuntunan sholat menurut Rasulullah SAW. Apabila seorang
muslim hendak mengerjakan sholat, maka wajib baginya :

a. Berdiri menghadap kiblat (bagi yang mampu)


Allah Subhanahu wa Ta‟ala berfirman,

    …

“Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'. (QS.


Albaqarah : 238).

Rasulullah SAW bersabda,

ِ ‫ىاجْن‬
‫با‬ ِ ِ ِ ِ ِ
َ َ‫ص ُِّاقَائَ ًمافَا ْنا َلْاتَ ْستَط ْعافَُ َْاع ًداافَا ْنا َلْاتَ ْستَط ْعافَُ َعل‬
َ
“Shalatlah dengan berdiri, jika tidak mampu maka dengan duduk,
jika tidak mampu maka dengan tidur miring.” (HR. Al Bukhari).

b. Menempatkan sutrah (pembatas


yang berada di depan orang
shalat).
c. Niat dalam hati (tidak dila-
fadzkan) boleh memakai baha-
sa apa saja.

Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 17


Gb.9. Cara berdiri dalam shalat

d. Membaca takbiratul ihram (mengucapkan Allahu Akbar sambil


mengangkat kedua tangan),

‫تااِ ََلاال م‬
...‫صالَةِافَ ِّكِ ِْبا‬ ِ
َ ‫ا َذااقُ ْم‬
“Jika kamu berdiri untuk mengerjakan shalat, maka
bertakbirlah!”
dengan cara :

 Telapak tangan meng-


‫اَهللُ اَ ْكبَ ُر‬ hadap kiblat, jari-jari
tidak terlalu rapat dan
juga tidak terlalu
renggang, dan sejajar
dengan bahu atau teli-
nga.

 Pandangan mata ke
tempat sujud.

Gb.10. Cara mengangkat tangan dalam bertakbir


d. Setelah takbir, kemudian bersedekap di atas dada.

Gb.11. Cara bersedekap


Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 18
Bersedekap yaitu meletakkan tangan kanan di atas pergelangan
tangan kiri. Pandangan mata tetap ke tempat sujud.

f. Membaca do‟a iftitah,


Sebelum membaca surah al Fatihah, disunnahkan
membaca do‟a iftitah sebagai berikut :

‫ا‬،‫ب‬ ِ ‫يااْمل ْش ِر ِكاواْملغْ ِر‬


َ ‫تابَُ ْ َا‬ ‫اع ْد َا‬ َ َ‫ايا َك َماب‬ ‫يا َخطَ اايَ َا‬ ‫اَللّ ُه مامابَاعِ ْدبَُيْ ِ ْا‬
‫نا َوبَُ ْ َا‬
َ َِ
‫م‬
‫ اَلل ُه ماما‬,‫س‬ ْ َ‫بااْلَبُْايَُ ُادا امُ َاناال مدن‬ ‫ايا َكماَُايُُنَ ماقاالثُ ْمو ُا‬ ‫ِّنا ِم ْانا َخطَايَ َا‬ ‫اَللّ ُه مامانَُْ ِ ْا‬
‫ايابِالْ َم ِا‬
‫اءا َوالثمُ ْل ِاجا َواْلَََُرِاد‬ ‫نا ِم ْانا َخطَايَ َا‬ ‫ا ْغ ِسلْ ِ ْا‬
Artinya;
“Ya Allah, jauhkanlah diriki dari kesalahan-kesalahanku
sebagaimana Engkau telah menjauhkan timur dari barat. Ya
Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku seperti
kain putih yang dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah
diriku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, es, dan
embun”.
e. Membaca surah Al-Fatihah pada setiap rakaat,
Diawali dengan membaca ta‟awwudz dan basmalah
(ta‟awwudz dibaca hanya pada rakaat pertama saja sedangkan
pada rakaat berikutnya cukup dengan basmalah). Rasulullah SAW
bersabda,

ِ َ‫لَصالَةَالِمنا َلايُْرأبَِف ِاِتَةِاالْ ِكت‬


‫ابا‬ َ َْ َْ َ
“Tidak sah shalat seseorang yang tidak membaca al-Fatihah.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 19
Adapun bacaan surah Al Fatihah adalah sebagai berikut :

    

         

        

         

 
1) dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha
Penyayang. 2)segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. 3)
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 4) yang menguasai di hari
pembalasan. 5) hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya
kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. 6) Tunjukilah kami
jalan yang lurus, 7) (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau
beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai
dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
Disunnahkan membaca surah Al Fatihah dengan suara jahar
(keras) pada saat sholat Maghrib, Isya‟, dan Subuh. Sedangkan
pada saat sholat Dzuhur dan „Ashar Al Fatihah dibaca dengan
suara sirr (pelan) dan cukup terdengar oleh telinga kita sendiri.

f. Membaca surah atau ayat-ayat pilihan.


Setelah membaca surah Al Fatihah disunnahkan membaca
surah atau ayat-ayat suci Al Qur‟an pilihan. Sebagaimana
membaca surah Al Fatihah, disunnahkan pula membaca dengan
suara jahar (keras) ketika membaca surah atau ayat-ayat pilihan
pada saat sholat Maghrib, Isya‟, dan Subuh . Sedangkan pada saat
Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 20
sholat Dzuhur dan „Ashar surah atau ayat-ayat pilihan dibaca
dengan suara sirr (pelan) dan cukup terdengar oleh telinga kita
sendiri.

g. Ruku‟ dengan tuma‟ninah.


Ruku‟ adalah membungkukkan badan sedemikian rupa
sehingga tegak lurus dengan kaki kita. Tuma‟ninah adalah berhenti
sejenak sehingga posisi anggota tubuh kita kembali seperti
semula. Allah Subhanahu wa Ta‟ala berfirman,

    


“Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu, sujudlah
kamu…”. (Al Hajj [22]:77)

Rasulullah SAW bersabda,


‫ىتاتَطْ َمئِ من َاراكِ ًاعا‬
‫اح م‬
َ ‫اارا َك ْع‬
ْ ‫ثُم‬
“Kemudian ruku‟lah hingga kamu ruku‟ yang tenang.” (HR. al-
Bukhari).
Adapun lamanya kira-kira seperti lamanya mengucapkan
kalimat subhanallah satu kali.

Gb.12. Cara ruku‟


Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 21
Ketika hendak ruku‟ disunnahkan bertakbir sebagaimana
pada saat memulai shalat dengan mengangkat tangan dan
mem-baca takbir, kedua tangan di lutut, jari-jari terbuka dan
pandangan ke tempat sujud seraya membaca :

(3x) ‫ِّباالْ َع ِظيْ ِما‬


َِّ‫ُسَْ َحا َن َار‬
Artinya : Maha Suci Allah Rabb Yang Maha Agung

i. I‟tidal dengan tuma‟ninah


I‟tidal adalah gerakan shalat berupa berdiri bangun dari
ruku‟. Rasulullah SAW bersabda,

‫ىتاتَطْ َمئِ من َارافِ ًعا ا‬


‫اح م‬
َ ‫اارفَ ْع‬
ْ ‫ثُم‬
“Kemudian bangunlah hingga kamu bangun dengan tenang.”
(HR. al-Bukhari).

Dalam hadits Abu Humaid tentang sifat shalat Nabi SAW


disebutkan, “Apabila beliau mengangkat kepalanya, beliau berdiri
lurus hingga seluruh persendian punggung kembali ke tempatnya.”
(HR. al-Bukhari).
Ketika I‟tidal disunnahkan mengangkat tangan seperti
ketika bertakbir sambil membaca sami’allahu liman hamidah

kemudian membaca : ‫د‬


‫كاا ْلَ ْم ُا‬
َ َ‫ربمناَاول‬
َ َ atau

.ِ‫اافِْاياو‬
‫حْ ًاداا َاكاثِْياُاًراا اطَياَِّاًا ُاماََا َارًاك ا‬
‫كاا ْالَ ْام ُاد َا‬
‫اَرابمنُاَا َاوالَ َا‬
“Wahai Tuhan kami, bagiMu segala puji, aku memujiMu dengan
pujian yang banyak, yang baik dan penuh dengan berkah.”
Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 22
Gb. 13. Cara i‟tidal
Posisi kedua tangan setelah i‟tidal boleh lurus ke bawah atau
sedekap.

j. Sujud dengan tuma‟ninah


Setelah i‟tidal gerakan selanjutnya adalah sujud dengan
tuma‟ninah. Rasulullah SAW bersabda,

ً‫ىتاتَطْ َمئِ مناساَ ِجدا‬


‫اح م‬
َ ‫ااس ُج ْد‬
ْ ‫ثُم‬
“Kemudian sujudlah hingga kamu sujud dengan tenang.” (HR.
al-Bukhari).

Ketika bersujud disunnahkan mengucapkan takbir (Allahu


Akbar). Adapun urutan gerakan ketika bersujud adalah sebagai
berikut :
1. Mendulukan tangan kemudian lutut atau mendulukan lutut
kemudian tangan.
2. Telapak kaki ditegakkan, jari-jari kaki dibengkokkan
menghadap kiblat dan kedua tumit dirapatkan. Jari-jari
Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 23
tangan dirapatkan sejajar dengan bahu / daun telinga.
3. Kedua siku direntangkan, tidak menempel pada lantai.
Sebagaimana gambar berikut ini.

Gb. 14. Cara sujud

4. Kemudian membaca :‫لىاا‬


‫( اسَْحنارِِّّبااْلَ ْع ا‬3x)
َ َََ ُ
k. Duduk diantara dua sujud dengan tuma‟ninah
Duduk diantara dua sujud adalah duduk bertumpu pada
kaki kiri dan kaki kanan ditegakkan (duduk iftirasy) dengan
meletakkan kedua tangan di atas paha dan ujung jari tangan di
lutut. Rasulullah SAW bersabda,

‫ااس ُج ْدا‬ ِ ‫ثُمااسج ْداحىتاتَطْمئِ مناساَ ِجداًاثُماارفَعاحىتاتَطْمئِ من‬


ْ ‫اجال ًسااثُم‬
َ َ ‫ْْ َم‬ َ ‫ُْ َم‬
ً‫ىتاتَطْ َمئِ مناساَ ِجدا‬
‫َح م‬
“Kemudian sujudlah hingga engkau sujud dengan tenang. Lalu
bangkitlah hingga engkau duduk dengan tenang. Kemudian
sujudlah hingga engkau sujud dengan tenang.” (HR. al-Bukhari).

Diriwayatkan dari „Aisyah ra., ia berkata, “Jika Rasulullah SAW


mengangkat kepalanya dari sujud, beliau tidak langsung sujud

Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 24


hingga duduk dengan tenang.” (HR. Muslim).

Gb. 15. Cara duduk di antara dua sujud


ِ
Kemudian membaca :
ْ ِ‫( َربُِّغْف ْر‬2x). Sebelum duduk diantara dua
‫لا‬
sujud disunnahkan membaca takbir.

l. Sujud yang kedua


Sujud kedua adalah sujud setelah duduk diantara dua sujud.
Cara sujud kedua sama dengan sujud pertama baik gerakan
maupun bacaannya. Sebelum sujud membaca takbir.

m. Bangkit/berdiri
Setelah sujud yang kedua kemudian bangkit dan berdiri.
Ketika bangkit telapak tangan bertumpu di lantai dalam keadaan
terbuka atau mengepal. Sebelum bangkit disunnahkan duduk
sejenak dengan tuma‟ninah (duduk istirahat). Pada saat berdiri
disunnahkan membaca takbir dan tanpa mengangkat tangan.
Sampai dengan tahap ini, sholat telah dihitung satu rakaat. Rakaat

Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 25


kedua dan seterusnya dikerjakan dengan urutan seperti rakaat
pertama.

n. Duduk tahiyyat/tasyahud awal dan bacaannya.


Duduk tahiyyat awal disebut duduk iftirasy. Cara
duduknya seperti duduk diantara dua sujud. Rasulullah SAW
bersabda,

…‫تالِلمِاو‬ ِ ِ ‫اِ َذااقَُع َدااَح ُد ُكم ِاِفاال م‬


ُ ‫ااَلتمحيم‬:‫صالَةافَُ ْليَُ ُْ ُْا‬ ْ ْ َ َ
“Jika salah seorang diantara kalian duduk dalam shalat, maka
ucapkanlah : at tahiyytulillah….” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Ketika duduk, tangan kanan


menggenggam, ibu jari dan
kelingking dipertemukan se-
hingga membentuk lingkaran,
dan telunjuk dibuka lurus
(boleh digerak-gerakkan atau
diam). Tangan kiri tetap lurus
Gb. 16. Cara duduk tahiyyat di atas paha kiri. Kemudian
awal
membaca bacaan berikut :

‫مِب ا َوَر ْحَةُ االلِا‬ ُ ََِّ‫ات َاوالطمي‬


‫ اال مسالَ ُم ا َعلَى االنِ ِّا‬،‫ات‬ ُ ‫صلَ َو‬ ‫ َاوال م‬،‫ات الِلم ِو‬ ِ
ُ ‫التمحيم‬
‫اأَ ْش َه ُداأَ ْنالَاإِلَُوَاإِلمااللُا‬.‫ي‬ ِِ ‫ادااللِاال م‬
َ ْ ‫صال‬ ‫ىاعََ ِا‬
ِ َ‫اال مسالَماعلَيُنَااوعل‬،‫وبُرَكاتُو‬
ََ َْ ُ ُ ََ َ
‫اُمَ مم ٍادا‬ ِ َ‫ىاُمَ مم ٍد او َعل‬
ُ ‫ىاآل‬ َ ُ َ‫اعل‬ َ ‫ااعَْ ُدهُ َاوَر ُس ْولُوُ ااَللم ُه مم‬
َ ُِّ ‫اص‬ ُ ‫َوأَ ْش َه ُد اأَ من‬
َ ‫اُمَ مم ًد‬
Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 26
‫ااَللم ُه ممابَا ِرْكا‬،‫احْي ٌادا مِاَمْي ٌاد‬
َِ ‫ك‬ ِ ‫َكمااصلميتاعلَىاإِبُر ِاىيماوعلَ ِا‬
َ ‫ىاآلاإِبَُْراىْي َماإِنم‬ َ َ َ ْ َْ َ َ ْ َ َ
‫ىاآل اإِبَُْر ِاىْي َما‬
ِ َ‫اعلَىاإِبُر ِاىيم او َعل‬
َ َ ْ َْ َ ‫ت‬
ٍ ُ ‫ىاآل‬
َ ‫اُمَ ممد ا َك َماابَ َارْك‬
ِ َ‫ىاُمَ مم ٍد او َعل‬
َ ُ َ‫َعل‬
.‫احْي ٌادا مِاَمْي ٌاد‬
َِ ‫ك‬
َ ‫إِنم‬
“Segala penghormatan hanya milik Allah, juga segala
pengagungan dan kebaikan. Semoga kesejahteraan terlimpahkan
kepadamu, wahai Nabi, begitu juga rahmat dan berkah-Nya.
Kesejahteraan semoga terlimpahkan kepada kita dan hamba-
hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi “Ya Allah, berilah rahmat
kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah
memberikan rahmat kepada Ibrahim dan keluarganya.
Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. Berilah
berkah kepada Muhammad dan keluarganya (termasuk anak dan
istri atau umatnya), sebagaimana Engkau telah memberi berkah
kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha
Terpuji dan Maha Agung.”
o. Duduk tahiyyat/tasyahud akhir dan bacaannya.
Duduk tahiyyat akhir disebut duduk tawaruk. Cara
duduknya berbeda dengan duduk iftirasy. Ketika duduk tawaruk
telapak kaki kiri dikeluarkan melalui bawah kaki kanan sedangkan
kaki kanan ditegakkan. Adapun posisi tangan kanan dan kiri sama
seperti ketika duduk iftirasy. Kemudian membaca bacaan berikut :

‫مِبا َوَر ْحَةُااللِ َاوبََُرَكاتُاوُا‬ ِ ِ ‫محيم‬ ِ


‫اال مسالَ ُما َعلَىاالنِ ِّا‬،‫ات‬ ُ ََِّ‫ات َاوالطمي‬
ُ ‫صلَ َو‬ َ ‫اتاللمو‬
‫اوال م‬، ُ ‫الت‬
‫أَ ْش َه ُد اأَ ْن الَاإِلَُوَ اإِلمااللُ َاوأَ ْش َه ُدا‬.‫ي‬‫صالِِ ْ َا‬ ِ ‫ىاعَ ِاد‬
‫االل اال م‬ ِ
َ َ‫ااو َعل‬ َ َ‫اعلَْيُن‬
َ ‫ال مسالَ ُم‬
‫اُمَ مم ٍاد ا َك َماا‬ُ ‫اآل‬ِ ‫اُمَ مم ٍد او َعلَى‬
َ ُ ‫اعلَى‬ َ ُِّ ‫اص‬ َ ‫اعَْ ُدهُ َاوَر ُس ْاولُوُ ااَللم ُه مم‬ ُ ‫أَ من‬
َ ‫اُمَ مم ًدا‬
ِ َِ ‫ك‬ ِ ِ َ‫صلميتاعلَىاإِبُر ِاىيماوعل‬
‫اعلَىا‬ َ ‫ااَللم ُه ممابَا ِرْك‬،‫احْي ٌادا مَميْ ٌاد‬ َ ‫ىاآلاإِبَُْراىْي َماإِنم‬ َ َ َ ْ َْ َ َ ْ َ
Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 27
ِ ‫اُم مم ٍد ا َكماابارْكت اعلَىاإِبُر ِاىيم اوعلَ ِا‬ ِ َ‫ُُمَ مم ٍد او َعل‬
َ ‫ىاآل اإِبَُْراىْي َم اإِنم‬
‫كا‬ َ َ َ ْ َْ َ َ َ َ َ َُ ‫ىاآل‬ َ
.‫حْي ٌادا مِاَمْي ٌد‬
َِ
Disunnahkan pula membaca baca-an
berikut ini sebelum salam :

‫مما ِوِم ْنا‬


َ ‫اج َهن‬
ِ َ ‫ك ِامن‬
َ ‫اع َذاب‬
ِ ُ ‫اَللم مماإِ ِّناأ‬
ْ َ ‫َعوذُاب‬
ِ ‫حياوالْمم‬
‫اتا‬ ِ ِ ِ ِ ِ
َ َ َ َ‫َع َذاب االْ َْ ْاِب ا َوم ْن افْتُنَة االْ َم ْا‬
‫اشِّرفِْتُنَ ِةاالْ َم ِسْي ِحاال مد مج ِا‬
‫ال‬ َ ‫َوِم ْن‬
“Ya Allah, aku berlindung kepada-
Mu dari adzab neraka jahannam,
dari siksa kubur, dan dari fitnah
kehidupan dan fitnah al-masih
Gb. 17. Cara duduk
tahiyyat akhir. dajjal.”

15. Salam
Salam merupakan gerakan terakhir dalam sholat.
Rasulullah SAW bersabda,

‫يما‬ ِ
ُ ‫مسلْا‬
ْ ‫َوَِْتلْيُلُ َهاالت‬
“dan akhiri (shalat) dengan salam.”
Diriwiyatkan dari „Aisyah ra., ia berkata, “Rasulullah SAW
menutup shalatnya dengan mengucapkan salam.” (HR. Muslim).
Gerakan salam dilakukan dengan menengokkan wajah ke
‫اللِ ا اوبُاَرَا‬
kanan terlebih dulu seraya membaca‫كاا‬ ‫حَاةُا ا‬
ََ ‫الَُام ا َاعالَْاي ُاك ام ااوار ْا‬
ََ ْ ‫سا‬ ‫اَل ما‬
ِ
‫ اتُاوُا‬kemudian ke kiri dan membaca ُ‫اللا َاوبُاََرَاكاااتُاو‬
‫حَاةُا ا‬
‫الَُاما َاعالَْاي ُاك ْاماَاواَر ْا‬
‫سا‬ ‫اَل ما‬.
Ketika menengokkan wajah, separuh pipi terlihat dari belakang.
Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 28
1. Ke Kanan

2. Ke Kiri

Gb. 17. Cara melakukan salam

Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 29


BAB III
DZIKIR SETELAH SHOLAT

Dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah telah diterangkan tentang


keutamaan berdzikir kepada Allah, diantaranya adalah di dalam
QS. Al Baqoroh (2) : 152,

     

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula)


kepadamu[98], dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah
kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
Hadits :
1. Dari Abu Musa Al Asy‟ari ra. Nabi saw bersabda,

‫ىايَاْذ ُاكاُراَرابماوُاَاواالم ِاذىا الَاايَاْذ ُاكاُراَرابماوُا ِاماثْ ُاُاا ْالَ ِّاياَاواالْ َامايِّ ِا‬
‫تاا‬ ‫َاماثَ ُاُااالم ِاذ ا‬
‫ااااا ا‬
“Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dengan
orang yang tidak berdzikir kepada Tuhannya adalah seperti
orang yang hidup dan mati.” (HR. Muttafaq‟alaih).
2. Dari Abu Hurairah ra. dan Abu Sa‟id ra. bahwa Nabi saw
bersabda,
‫تا‬
‫اونَاُامزالَ ْا‬,
‫حَاةُ َا‬ ‫او َاغ ِا‬,
‫شايَْتاُ ُاه ُام االامر ْا‬ ‫الَائِ َاكاةُ َا‬ ‫لَيَُْ ُع ُد اقَُ ْوٌم ايَ ْذ ُك ُرْو َن االلُااِلم َا‬
‫اح مافْتاُ ُاه ُام ااالْ َام ا‬
)‫اللُاافِْاي َام ْانا ِاعانْ َاداهُا(رواهامسلم‬ ‫س اكِْياُانَاةُ َا‬
‫اواذَ َاكاَرُاى ُاما ا‬, ‫َاعالَْاي ِاه ُاماال ما‬
“Tidaklah duduk suatu kaum yang berdzikir kepada Allah kecuali
para malaikat mengelilingi mereka, dan Allah akan selalu
menyebutnya kepada siapa saja yang ada di sisinya.” (HR.
Muslim).

Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 30


Ketentuan berdzikir baik yang sifatnya muqayyad maupun
muthlaq telah diatur dalam ajaran Islam. Dzikir muqoyyad adalah
dzikir yang telah ditentukan jumlah bilangan dan caranya, serta
waktu pelaksanaannya. Sedangkan dzikir muthlaq adalah dzikir
yang tidak ditentukan baik jumlah bilangan maupun waktu
pelaksanaannya. Dzikir muthlaq bisa dilakukan pada setiap
keadaan, kecuali pada saat buang hajat dan ketika berada di
tempat-tempat yang kotor dan najis seperti kamar mandi atau
wc. Adapun dzikir setelah kita melakukan sholat adalah sebagai
berikut;

1. Setelah salam mengucapkan istighfar sebanyak 3 kali lalu


membaca ;

َ ‫ َاوِمْن‬,‫ت اال مسالَ ُم‬


‫كا‬ َ ْ‫ااَللم ُه مم اأَن‬ ,َ‫ ااَ ْستَُ ْغ ِف ُرالل‬,َ‫ ااَ ْستَُ ْغ ِف ُرالل‬,َ‫اَ ْستَُ ْغ ِف ُرالل‬
‫ا‬ ‫تايَاذَا ْْلَالَِل َاواْ ِإل ْكَرِاام‬ َ ‫اتَََُ َارْك‬,‫ال مسالَ ُم‬
“Aku meminta ampunan kepada Allah (tiga kali). Ya Allah,
Engkaulah As-Salaam (Yang selamat dari kejelekan-kejelekan,
kekurangan-kekurangan dakerusakan-kerusakan) dan dari-Mu
as-Salaam(keselamatan),Maha Berkah Engkau Wahai Dzat Yang
Maha Agung dan Maha Baik.” (HR. Muslim).

2. Kemudian membaca ;

‫االَ ْم ُد َوُى َو َعلَى ا ُك ُِّا‬ ْ ُ‫ك َاولَو‬ ُ ‫ الَوُ االْ ُم ْل‬,ُ‫ك الَو‬ َ ْ‫لَإِلَوَ اإِلماللُ َاو ْح َدهُ الَ َش ِري‬
ِ ِ ِ ِ ِ ٍ
‫ ا َولَيَُْنُ َف ُعا‬,‫ت‬ َ ‫ َاولَ ُم ْعط َي ال َم َامنَُ ْع‬,‫ت‬ َ ‫ ا ااَللم ُه مم الََمان َع ال َماأ َْعطَْي‬.‫َش ْيءقَديٌُْر‬
ِ ‫ااْلد‬
‫ك َاولَوُا‬ ُ ْ‫ الَوُ االْ ُمل‬,ُ‫ك الَو‬ َ ْ‫ الَإِلَوَ اإِلماللُ َاو ْح َداهُ الَ َش ِري‬.ُّ‫اْلَد‬ ْ ‫ك‬ ‫ِّمْن َا‬ َْ ‫َذ‬
Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 31
‫ الَ اااِالَ اُوَ ااِ الم االلاا‬,ِ‫لَ َح ْو َل َاولَقَُ موةَإِلمبِالل‬.‫اش ْي ٍء اقَ ِديٌُْر‬ َ ُِّ ‫الَ ْم ُد َوُى َاو َعلَى ا ُك‬ ْ
‫الَ َس ُن الَإِلَوَ اإِلم ا‬
‫اللُا‬ ْ ُ‫ض ُُ َاولَوُ االثُمنَاء‬ ْ ‫ الَُُوُ االنُ ِّْع َمةُ َاولَوُ االْ َف‬,ُ‫َولَنَُ ْعَُ ُدإِلمإِيماه‬
‫ ا‬.‫يالَوُاالدِّيْ َن َاولَْوَك ِرَهاالْ َاك ُافُِرْو َن‬ ِِ
َ ْ ‫ِمُْلص‬
“Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi secara benar) selain
Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya semua kekuasaan
dan pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah,
tidak ada yang mampu menghalangi apa pun pemberianmu dan
tidak ada yang mampu memberi sesuatu apa pun yang Engkau
halangi untuk diberikan dan tidak ada pemilik kemuliaan yang
berguna kemuliaannya disisi-Mu. Tidak ada ilah (yang berhak
diibadahi secara benar) selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya.
Milik-Nya semua kerajaan dan pujian dan Dia Maha Kuasa atas
segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan melainkan dengan
pertolongan Allah. Kami tidak meyembah kecuali hanya kepada-
Nya. Dia yang memiliki kenikmatan dan keutamaan serta pujian
yang baik. Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar)
melainkan Allah, dengan penuh keihklasan beribadah kepada-
Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya.” (HR.
Muslim)
3. Kemudian dilanjutkan dengan membaca Tashbih sebanyak
33x, yaitu membaca :‫ااااااااااااااااااااااااااا‬

Artinya : Maha Suci Allah ِ‫االل‬


‫ُسَْ َحا َن ا‬
4. Kemudian dilanjutkan dengan membaca Tahmid sebanyak
33x , yaitu membaca :
Artinya : segala puji milik Allah ‫اَ ْلَ ْم ُدالِلم ِوا‬ .

5. Kemudian dilanjutkan dengan membaca Takbir sebanyak 33x,


yaitu membaca‫ا‬:‫ا‬

Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 32


ْ َ‫اللُاأ‬
Artinya : Allah Maha Besar ‫كََُرااااااااااااااااااااااااا‬
ُ
6. Kemudian dilanjutkan dengan membaca :

‫االَ ْم ُد َوُى َو َعلَى ا ُك ُِّا‬


ْ ُ‫ك َاولَو‬ َ ْ‫لَإِلَوَ اإِلماللُ َاو ْح َدهُ الَ َشاِري‬
ُ ْ‫ الَوُ االْ ُمل‬,ُ‫ك الَو‬
.‫َش ْي ٍءاقَ ِديٌُْر‬
“Tidak ada yang berhak diibadahi secara benar selain Allah,
tidak ada sekutu bagi-Nya. Yang memiliki kekuasaan dan
segala puji adalah bagi-Nya semata. Yang Maha Kuasa atas
segala sesuatu.”

7. Kemudian dilanjutkan dengan membaca surah Al Ikhlas, Al


Falaq, An Naas, dan ayat Kursiy (QS. Al Baqoroh: 255)
masing-masing 1x.

1. Al Ikhlas
‫بِ ْس ِماالالم ِواالامر ْحَ ِناالامرِحْاي ِما‬
ِ ‫االلموُاال م‬.‫َح ٌاد‬
.‫َح ٌاد‬
َ ‫ا َوَلْايَ ُك ْنالَوُا ُك ُف ًوااأ‬.‫ا َلْايَل ْد َاوَالْايُولَ ْاد‬.‫ص َم ُاد‬ َ ‫اى َوااللموُاأ‬
ُ ُْ ُ‫ق‬
Dengan nama Allah Yang Maha pengasih lagi Maha penyayang.
Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan
yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak
dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang
setara dengan Dia".

Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 33


2. Al Falaq
‫بِ ْس ِماالالم ِواالامر ْحَ ِناالامرِحْاي ِما‬
‫ ا َوِم ْنا‬.‫ب‬ ِ ‫اشِّر ا َغ‬
‫اس ٍق اإِذََااقَ َا‬ َ ‫ ا َوِم ْن‬.‫ااخلَ َاق‬ َ ‫ام‬ َ ‫اشِّر‬ َ ‫ ا ِم ْن‬.‫ب االْ َفلَ ِاق‬
ِّ ‫َعوذُ ابَِر‬
ُ ‫قُ ُْ اأ‬
ٍ ِ ‫اشِّر ا‬ ِ ِ ِ
َ َ‫احاسداإِذ‬
‫ا‬.‫ااح َس َاد‬ َ َ ‫ا َوم ْن‬.‫َشِّراالنمُ مفاثَات ِاِفاالْ ُع َْ اد‬
Dengan nama Allah Yang Maha pengasih lagi Maha penyayang.
Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai
subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam
apabila telah gelap gulita. dan dari kejahatan wanita-wanita
tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari
kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki".

3. An Naas
‫بِ ْس ِماالالم ِواالامر ْحَ ِناالامرِحْاي ِما‬
‫اساا ْْلَن ِا‬ َ ‫ا ِم ْن‬.‫ماس‬
ِ ‫اشِّراالْ َو ْس َو‬ ‫اإِلَِواالن ِا‬.‫ماس‬ ‫كاالن ِا‬ ِ ِ‫امل‬.‫ماس‬ ِّ ‫َعوذُابَِر‬
‫ا‬.‫ماس‬ َ ‫باالن ِا‬ ُ ‫قُ ُْاأ‬
‫ااْلِن ِمة َاوالن ِا‬ْ ‫ا ِم َن‬.‫ماس‬ ‫اص ُدوِراالن ِا‬ ِ‫م‬
‫ماس‬ ُ ‫س ِاِف‬
ُ ‫الذيايُُ َو ْس ِو‬
Dengan nama Allah Yang Maha pengasih lagi Maha penyayang.
Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara
dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. dari
kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang
membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. dari
(golongan) jin dan manusia.

Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 34


4. Ayat Kursy (QS. Al Baqoroh : 255)

ِ ‫االي االْ َْيُّوم ال اتَأْخ ُذه‬


‫اما ِ ا‬
‫اِفا‬ ‫اسنَةٌ َاول انَُ ْومٌ الَوُ َا‬ ُ ُ ُ ُ ‫اللموُ ال اإِلَوَ اإِل‬
ُّ َْ ‫اى َو‬
ِِ ِ ِ ِ ِ ‫ال مسماو‬
‫اماا‬َ ‫ام ْن ا َذااالمذيايَ ْش َف ُع اعْن َدهُ اإِلابِإ ْذنو ايَُ ْعلَ ُم‬ َ‫ض‬ ِ ‫ااألر‬
ْ ‫ااِف‬ِ ‫ات َاوَم‬ ََ
‫ااشاءَ َاو ِس َعاا‬َ َ‫لاِب‬ِ ِ‫اعلْ ِم ِو اإ‬ ِ ‫لاُييطُو َن ابِ َشي ٍء ِامن‬
ُِ ‫بُي اأَي ِدي ِهم اومااخلْ َفهم او‬
ْ ْ َ ْ ُ َ ََ ْ ْ ََْ
‫ااااااااااااا‬.‫يم‬ ‫ااوُى َواالْ َعلِ ُّياالْ َع ِظ ُا‬ ِ ُ‫اتاواألرضاولايُئ‬
َ ‫ودهُاح ْافظُ ُه َم‬
ِ
ُ َ َ َ ْ َ ‫ُك ْرسيُّوُاال مس َم َاو‬
ِ
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia
Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya);
tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di
langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi
Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan
mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui
apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya.
Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa
berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha
Besar.”

Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 35


DAFTAR PUSTAKA

Abdul Malik Kamal. Shahih Fiqih Sunnah. Pustaka at Tazkia.


Jakarta. 2006.

Al Qur‟anu al Karim.

Imam Az-Zabidi. Ringkasan Hadits Shahih Al-Bukhari (terjemah).


Pustaka Amani. Jakarta, 2002.

Imam Nawawi. Riyadhus Shalihin Jilid 2 (terjemah). Pustaka


Amani. Jakarta, 1999.

M. Nasib Ar Rifa‟I. Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir. Gema Insani


Press. Jakarta, 1989.

Sayid Sabiq. Fiqih Sunnah Jilid 2 (terjemah). Cakrawala


Publishing. Jakarta, 2008.

Panduan Ibadah PITH Gema Nurani | 36