Anda di halaman 1dari 4

Mendeskripsikan rumusan kasus dan/ atau masalah pokok, aktor yang terlibat dan persan

setiap aktornya berdasarkan konteks deskripsi kasus.

Dalam kasus soal dapat di analisis rumusan kasus menggunakan pisau bedah 5w+1h

What (apa) dalam kasus dapat di analisis bahwa isu apa yang sedang terjadi yaitu isu tentang
pengalokasikan triliunan rupiah dana desa di dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN)
yang menimbulkan polemic berbagai pihak yaitu polemic dana desa yang melahirkan desa fiktif

When (kapan) dalam kasus dapat dianalisis bahwa isu yang terjadi adalah terjadi saat ditetapkan
kebijakan baru oleh presiden tentang pengalokasian APBN untuk dana desa yaitu tahun 2020

Where (dimana) dalam kasus dapat di analisi bahwa kasus terjadi di lingkungan pemerintahan

Who ( siapa ) dalam kasus dapat di analisis bahwa isu yang terjadi melibatkan siapa?

Yang membuat kebijakan baru ? presiden

Yang mendapatkan bantuan APBN ?Yaitu seluruh desa yang mendapatkan bantuan APBN

Yang terlibat terindikasi adanya desa fiktif ? di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Why ( mengapa ) dalam kasus dapat di analisis bahwa polemic yang terjadi pada polemic dana desa
yang melahirkan desa fiktif yaitu dikarenakan akuntabilitas kepemimpinan yaitu pemimpin yang
kurang transparansi denganpendataan di desanya dan tidak ada kejelasan tentang peninjauan desa
yang sebenarnya selain itu kurangnya lembaga-lembaga yang terlibat untuk melakukan koordinasi
komunikasi kerjasama dan musyawarah untuk mengecek desa yang fiktif, kurangnya lembaga-
lembaga yang kurang professional , mempertanggungjawabkan kinerja dengan medorong kinerja
hasil dan kinerja lembaga yang juga menjadi tolak ukur keberhasilan dana APBN teralokasi dengan
baik , kurang adanya minset lembaga- lembaga untuk bekerjasama untuk meningkatkan mutu
dengan membangun kerjasama yang dilandasi kepuasan dan mutu untuk masyarakat kurang
sehinngga menimbulkan peluang untuk mencari celah dan melakukan korupsi

How ( bagaimana )

Bagaimana

Dalam kasus di analisis bagaimana cara penyelesaian kasus tersebut yaitu

1. seharusnya pemerintah dan lembaga yang terlibat khususnya pemerintah kabupaten untuk
meningkatkan kinerja pegawai dengan merapkan nilai ANEKA dan management ASN dalam
pemerintahan dengan baik yaitu menigkatkan kinerja pegawai yang ada di lingkungan
kabupaten untuk melaksanakan kebijakan dan tugas yang telah diberikan pemerintah
dengan jujur dan tanggungjawab dan berintegritas tinggii, selain itu dengan membangun
pemerintahan yang bebas dari intervensi politik yaitu bebas dari korupsi kolusi nepotisme.
2. Membangun komitmen mutu di antara pegawai dan lembaga yang terlibat sehingga
program kerja akan tercapai sehingga akan membangun kerjasama yang meningkatkan
kepercayaan dan kejujuran
3.

Melakukan analisis terhadap : A. Bentuk penerapan dan pelanggaran terhadap nilai-nilai dasar
PNS, dan Pengetahuan tentang kedudukan dan peran PNS dan NKRI oleh setiap aktor yang
terlibat berdasarkan konteks deskripsi kasus. B. Dampak tidak diterapkannya nilai-nilai dasar
PNS dan pengetahuan tentang kedudukan dan peran PNS dalam NKRI berdasarkan konteks
deskripsi kasus

A. Penerapan dan pelanggaran terhadap nilai-nilai dasar PNS


1) Akuntabilitas dalam kasus terjadi pelanggaran nilai-nilai pada akuntabilitas yaitu
kurangnya kewajiban dan tanggung jawab setiap lembaga, dalam kasus kurangnya
kepemimpinan yang tangggungjawab contoh dalam kasus yaitu terjadi di kabupaten
Konawe, Sulawesi Tenggara. Yang memperoleh informasi adanya 56 desa yang
terindikasi fiktif.hal tersebut dapat dilihat bahwa kurangnya tanggungjawab
kepemimpinan maupun lembaga yang terlibat , hal tersebut juga dapat di indikasi dari
kejelasan tentang desa yang di ajukan untuk mendapatkan bantuan APBN seperti lokasi
denah desa dll, sehigga dengan ketidakjelasan tanggungjawab melahirkan
ketidaktransparan dalam pengalokasian tersebut
2) Nasionalisme dalam kasus dapat di analisis bahwa nilai dasar nasionalisme tidak ada
karena di dapat contohnya dilokasi kabupaten konawe yang terindikasi desa fiktif hal
tersebut merupakan tidak adanya kejujuran dan tanggungjawab dan meluaskan celah
untuk melakukan korupsi sehingga menyimpang sila ke 1 dengan tidak takut dengan
adanya tuhanSedangkan kurangnya komunikasi kerjasama dan musyawarah di antara
lembaga yang terlibat untuk megalokasian dana tersebut sehingga hal tersebut
menyimpang dari sila ke 4
3) Etika Publik
Dalam kasus dapat di analisis bahwa penerapan nilai etika public yaitu
1) menyimpang dari memegang teguh Pancasila yaitu sila pertama yaitu ketuhanan
yang maha esa hal itu dapat dilihat dari korupsi yang telah di rencanakan dengan membuat
desa fiktif untuk mendapatkan bantuan APBN, Selain itu penyimpangan pada sila ke 4 yaitu
tidak adanya komunikasi,koordinasi, kerjasama, dan musyawarah diantara unsur-unsur
lembaga sehingga tidak terdeteksi tentang perencanaan desa fiktif khususnya dalam kasus
yaitu di kabupaten konawe Sulawesi tenggara,
2) selain itu dalam kasus juga menyimpang menciptakan lingkungan yang
nondiskriminatif hal tersebut dapat dilihat dari adanya desa fiktif yaitu dikabupaten konawe
Sulawesi tenggara terdapat 23 desa yang telah dicek, dua desa di antaranya diketahui tidak
memiliki penduduk sama sekali.
3) Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dalam program pemerintah
Dalam kasus kurang adanya komunikasi, konsultasi, dan kerjasama sehingga tidak dapat
melaksanakan program pemerintah yang dilihat dari tidak ada konsultasi antara
lembaga yang kabupaten, lembaga keamanan polres dan lembaga lainnya yang terlibat
sehingga dengan adanya pengawasan ketat dari berbagai lembaga sehingga tidak
memperbesar peluang untuk melakukan penyelewengan.
Komitmen mutu dalam analisis kasus
4) Komitmen mutu
Dalam kasus dapat di analisis bahwa tidak adanya minsit pegawai khususnya untuk
bekerja secara jujur dan transparan sehingga tidak menimbulkan celah untuk melakukan
korupsi, dalam kasus terjadi di kabupaten konawe Sulawesi tenggara yang melahirkan
data ketidaktransparanan mengenai desa fiktif
Komitmen dalam Membagun kerjasama yang dilandasi kepercayaan dan kejujuran tidak
ada dalam kasus khususnya dikabupaten lomawe Sulawesi tenggara dikarenakan tidak
adanya komitmen untuk saling bekerja sama sehingga menimbulkan ketidakjujuran dari
salah satu lembaga
5) Anti korupsi
Dalam terjadi ketidak jujuran dari lembaga bawah yaitu kabupaten itu sendiri yaitu
dikarenakan factor internal maupun eksternal dari pegawai yang terlibat dalam lembaga
kabupaten itu sendiri yang terlibat dalam pengadaan desa fiktif selain itu adanya tidak
tanggungjawab masing- masing orang yang di beri amanah sehingga menyebabkan
korupsi.
Kedudukan dan peran Pns
1) Managemen ASN
Dalam kasus telah melanggar managemen ASN yaitu melaksanakan kebijakan dan
pelayanan public yang professional , pemerintahan yang bebas dari korupsi kolusi,
dan nepotisme, melaksanakan tugasnya dengan jujur dan bertanggungjawab dan
berintergritas tinggi yaitu keselarasan antara ucapan, tindakan, dan perbuatan
2) WOG
Dalam kasus tidak menerapkan nilai ini yaitu pemerintahan yang melakukan
pendekatan dengan mengupayakan kolaboratif diantara lembaga-lembaga yang
terlibat tidak ada yaitu dapat di lihat dari kabupaten lomawe Sulawesi tenggara yang
tidak bisa melakukan kolaboratif dengan lembaga lain untuk melakukan
pemantauan contohnya kolaborasi dengan keamanan untuk melakukan
pemantauan tiap desa sehingga tidak ada kecolongan tentang desa yang tidak
berpenghuni untuk diajukan sebagai sasasarannya

Mendeskripsikan gagasan-gagasan alternatif pemecahan masalah berdasarkan konteks


deskripsi kasus ?

Alternative penyelesaian masalah yaitu dengan

1. Memperbaiki unsur-unsur yang terdapat dalam pemerintahan itu sendiri dengan


meningkatkan akuntabilitas, kejelasan kepemimpinan
2. Meningkatkan kesadaran nasionalisme dan spiritual diantara pegawai- pegawai
3. Meningkatkan etika diantara pegawai-pegawai
4. Menciptakan komintmen untuk melahirkan mutu di antara lembaga-lembaga yag terlibat
5. Meningkatkan antikorupsi dengan menerapkan kebiasaan kinerja yaitu jujur, peduli,
mandiri, disiplin, dan tanggungjawab
6. menerapkan WOG yaitu dengan melakukan komunikasi,koordinasi dan kerja sama
diantara lembaga lembaga dan seluruh sector dalam ruang lingkup dan koordinasi lebih
luas dalam pemerintahan untuk menyelesaikan kasus secara bersama-sama sehingga
tercapai tujuan yang ingin di capai bersama-sama

Mendeskripsikan konsekuensi penerapan dari setiap alternatif gagasan pemecahan masalah


berdasarkan konteks deskripsi kasus.

1. Akan menjadi kebiasaan dalam pegawai yang tidak bertanggungjawab


2. Tidak adanya kesadaran nasionalisme diantara pegawai
3. Tidak adanya etika diantara pegawai
4. Tidak adanya Komitmen sehingga kebijakan yang telah di buat tidak akan tercapai secara efektif
dan efisien
5. Akan mendarah daging di dalam diri dan kebiasaan
6. Dengan tidak adanya WOG maka akan memunculkan kinerja yang tidak selaras dan satu tujuan
sehingga akan memikirkan instansi masing-masing untuk mecari kebenaran dan kesalahan
sehingga dapat menimbulkan perpecahan dan konflik diantara lembaga-lembaga yang ada di
dalamnya sehingga tujuan dan kebijakan yang telah di buat tidak akan pernah tercapai

Anda mungkin juga menyukai