Anda di halaman 1dari 50

PENGARUH MODAL KERJA DAN CURRENT RATIO TERHADAP

RETURN ON ASET PADA PT INDOFOOD ICBP SUKSES MAKMUR


TBK PADA TAHUN 2010 -2019

PRPOSAL SKRIPSI

Ditulis Oleh

Ika Putri Wulandari

NIM .171010501354

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS PAMULANG

TANGERANG SELATAN

2020

i
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah

memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan

penyusunan tugas akhir ini dengan judul “PENGARUH MODAL KERJA DAN

CURENT RATIO TERHADAP RETURN ON ASSET PT INDOFOOD ICBN

SUKSES MAKMUR TBK”.

Dalam penyusunan tugas akhir ini dimaksudkan untuk memenuhi syarat

ujian akhir program studi Sastra Satu (S-1) jurusan manajemen Universitas

Pamulang

Pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang

sebasar-besarnya kepada:

1. Bapak Dr ( HC ) DRS H Darsono selaku Ketua Yayasan Sasmita Jaya yan

telah mewujudkan Mimpi-mimpi anak bangsa dengan mempelopori adanya

pendidikan dengan biaya terjangkau dan berkualitas

2. Bapak DR E Nurzaman A.M M.M M.Si . Selaku Rektor Universitas

Pamulang Yang berupaya keras menjadikan universitas Pamulang Semakin

Berkualitas

3. Dr (c) Ubaid Al Faruq. S.pd. M.Pd Selaku Wakil Rektor Universitas

Pamulang

ii
4. Bapak Dr H Endang Ruhiyat S.E M.M Selaku Dekan Fakultas Ekonomi

Universitas Pamulang

5. Bapak Dr Kasmad S.E M.M Selaku Program Studi Manajemen Universitas

Pamulang

6. Seluruh Dosen dan Staf pengajar Universitas Pamulang yang telah

memberikan ilmu pengetahuan yang tiada ternilai manfaatnya bagi penulis

selama menimba ilmu di Universitas Pamulang

7. Orang tua dan saudara-saudaraku yang tercinta yang selalu memberikan

dorongan moril, materil, dan motivasi yang begitu besar

8. Seluruh rekan-rekan atas dukungan serta sarannya

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa Penelitian ini masih jauh dari kata

sempurna, karena keterbatasan ini, dengan segala kerendahan hati penulis

bersedia menerima saran dan kritik dari semua pihak.

Penulis

Ika Putri Wulandari

NIM .171010501354

iii
DAFTAR ISI

TANDA PERSETUJUAN PROPOSAL .......................................i

KATA PENGANTAR....................................................................ii

DAFTAR ISI...................................................................................iv

DAFTAR TABEL ..........................................................................v

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Penelitian ....................................................... 1

1.2. Perumusan Masalah ....................................... ........................ 3

1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian .............................................. 4

1.4. Manfaat Penelitian.......................................... ....................... 5

1.5. Sistematika Penelitian ................................... ...................... 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Tinjauan Pustaka ............. ....................................................... 9

2.2. Modal Kerja ................................................... ........................ 13

2.3. Current Ratio ......................................................................... 16

2.4. Return On Aset ............................................... ....................... 19

2.5. Penelitian Pendahulu ...................................... ...................... 22

iv
BAB III Metodologi Penelitian

2.1. Metodologi Penelitian ............. ....................................................... 25

2.2. Variabel Penelitian........................................................................... 25

2.3. Jenis data ............. ......................................................................... 27

2.4. Populasi dan Sampel....................................................................... 28

2.5. Teknik Analisa data....................................................................... 29

v
6
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perusahaan makanan dan minuman merupakan satu alternatif investasi yang

diminati investor. Perusahaan industri makanan dan minuman memiliki prospek

yang cukup bagus dan cenderung diminati oleh investor sebagai salah satu target

investasinya. Penyebabnya adalah hasil industri ini cenderung digemari oleh

masyarakat seperti makanan ringan, minuman berenergi, hingga minuman kemasan

yang mudah dibawa kemana-mana. Perusahaan makanan dan minuman merupakan

kategori barang konsumsi perusahaan industri manufaktur, dimana produknya

sangat dibutuhkan masyarakat, sehingga prospeknya menguntungkan baik masa

sekarang maupun masa yang akan datang, hal ini terbukti pada saat terjadinya krisis

global, hanya perusahaan makanan dan minuman yang dapat bertahan dalam

terjangan krisis global. Permintaan pada sektor tersebut tetap tinggi. Industri

makanan dan minuman dapat bertahan tidak tergantung pada bahan baku ekspor

dan lebih banyak menggunakan bahan baku domestik. Dengan menambahnya

invenstor tentu saja akan menambah modal kerja.

Menurut Kasmir (2015:210) modal kerja didefinisikan sebagai modal yang

digunakan untuk membiayai operasional perusahaan sehari-hari, terutama yang

memiliki jangka waktu pendek. Pada penelitian Wijaya (2012:25) dan Ambarwati

et al (2015) menemukan bahwa terdapat pengaruh modal kerja terhadap

kemampuan perusahaan menghasilkan laba atau rentabilitas. Hal ini menjelaskan

bahwa semakin cepat modal kerja berputar maka semakin besar keuntungan yang

dapat diraih untuk meningkatkan rentabilitas perusahaan. Sealain itu hal yang harus

1
di perhatika adalah kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka

pendeknya.

Sementara itu, dalam manajemen keuangan digunakan pula analisis Current

Ratio (CR). Menurut Kasmir (2012:134) Current Ratio (CR) atau rasio lancar yaitu

rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka

pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan.

Apabila Current Ratio (CR) rendah, maka dapat dikatakan bahwa perusahaan tidak

mampu membayar utang atau kekurangan modal untuk membayar utang. Tetapi

apabila rasio Current Ratio (CR) tinggi, belum tentu perusahaan dalam keadaan

baik. Kondisi ini dapat saja terjadi karena kas tidak digunakan sebaik mungki Rasio

Lancar (Current Ratio)Rasio lancar merupakan rasio yang digunakan untuk

mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya

yang segera jatuh tempo dengan menggunakan total asset lancar yang tersedia

(Hery, 2017: 287). Perusahaan lebih menyukai rasio lancar yang tinggi, yang berarti

bahwa perusahaan memiliki aset lancar yang cukup untuk membayar kewajiban

lancar rasio lancar yang semakin meningkat dari periode ke periode

mengindikasikan adanya perbaikan dalam posisi keuangan. Setalah melakukan

kewajiban maka suatu perusaahaan di tuntut untuk dapat menghasilkan laba dari

asset yang ada.

Return on asset atau ROA adalah indikator yang mengukur seberapa baik

perusahaan dalam memanfaatkan asetnya buat menghasilkan laba atau profit. ROA

dihitung dengan membagi laba bersih (net income) dengan aset perusahaan secara

keseluruhan (total asset). Menurut Fahmi (2012:98) Return On Assets (ROA)

2
merupakan rasio untuk melihat sejauh mana investasi yang telah ditanamkan

mampu memberikan pengembalian keuntungan sesuai dengan yang diharapkan dan

investasi tersebut sebenarnya sama dengan aset perusahaan yang ditanamkan atau

ditempatkan. Return On Assets (ROA) digunakan untuk mengevaluasi apakah

manajemen telah mendapatkan imbalan yang memadai dari aset yang dikuasainya.

Maka dari itu rasio ini sering digunakan untuk mengevaluasi unit-unit bisnis pada

perusahaan multinasional. Return On Assets (ROA) atau pengembalian atas total

aktiva merupakan ukuran efisiensi operasi yang relevan. Berikut ini peneliti

menampilkan data tentang informasi mengenai. Berikut adalah data dari ROA ICBP

Tabel 1.1
Data ROA

Kode Tahun ROA


2009 0,11
2008 0,11
2010 0,12
2011 0,11
2012 0,10
2013 0,12
ICBP
2014 0,13
2015 0,17
2016 0,17
2017 0,20
2018 0,17
2019 0,16

Dari data tersebut dapat dilihat bahwa nilai ROA pada perusahaan Indofood terihat

setiap tahun mengalami kenaikan sehingga hal ini baik untuk perushaan . Penelitian

yang dilakukan oleh Sulistyono 2020 Menyatakan bahwa menyatakan bahwa modal

kerja dan mempunyai pengeruh terhadap Return On Asset. Hal ini didukung oelh

3
penelitian yag dilakukan oleh Yansen Siahaan bahwa Current Ratio berpengaruh

positif dan signifikan terhadap Return On Assets pada Perusahaan Sektor Aneka

Industri yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2013.

Maka berdasarkan latar belakang masalah diatas, peneliti akan melakukan

penelitian mengenai “ Pengaruh modal kerja dan Current Ratio terhadap Return on

Aset pada PT Indofood ICBP sukses makmur tbk pada tahun 2010 -2019 “

1.2 Rumusan Masalah

Pada penelitian ini rumusan masalah yang peneliti buat adalah sebagai

berikut

1. Bagaimana Pengaruh modal kerja dan Current Ratio terhadap Return on

Aset pada PT Indofood ICBP sukses makmur tbk pada tahun 2010 -2019 ?

2. Bagaimana Pengaruh modal kerja terhadap Return on Aset pada PT

Indofood ICBP sukses makmur tbk pada tahun 2010 -2019 ?

3. Bagaimana Pengaruh modal kerja dan Current Ratio terhadap Return on

Aset pada PT Indofood ICBP sukses makmur tbk pada tahun 2010 -2019 ?

1.3 Tujuan Penilitian

Sesuai dengan perumusan masalah diatas, maka tujuan penilitian

yang ingin di capai pada penilitian ini adalah sebagai berikut :

1. untuk Mengtahui Bagaimana Pengaruh modal kerja dan Current Ratio

terhadap Return on Aset pada PT Indofood ICBP sukses makmur tbk pada tahun

2010 -2019 ?

4
2. Untuk Mengetahui Bagaimana Pengaruh modal kerja terhadap Return on

Aset pada PT Indofood ICBP sukses makmur tbk pada tahun 2010 -2019 ?

3. Untuk Mengetahui Bagaimana Pengaruh modal kerja dan Current Ratio

terhadap Return on Aset pada PT Indofood ICBP sukses makmur tbk pada tahun

2010 -2019 ?

1.4 Manfaat Penilitian

Penilitian ini dapat memberikan manfaat bagi banyaj pihak yang diantaranya

adalah :

1. Bagi Peneliti

Selanjutnya hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar untuk

mengembangkan penelitian lebih lanjut mengenai nilai perusahaan.

2. Bagi calon Investor

Sangat dapat membantu untuk memprediksi profit dengan memanfaatkan

informasi yang ada sebagai bahan pengambilan keputusan dalam

menginvestasikan dananya di Bursa Efek Indonesia .

3. Bagi Perusahaan

Dapat digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan kinerja sehingga dapat

meningkatjab profit yang harus dimiliki perusahaan melalui variabel yang

signifikan berpengaruh .

1.5 Sistematika Penulisan

Dalam bagian ini penulis akan berusaha menggambarkan secara garis

besar mengenai urutan penyusunan skripsi ini secara keseluruhan. Dalam

5
skripsi ini, penulis membagi menjadi 5 (lima) bab dan di dalam setiap bab

terdapat sub – sub bagian . Dengan secara lengkap dapat dijelaskan sebagai

berikut :

BAB 1 : PENDAHULUAN

Bab ini membahas tentang latar belakang masalah yang mendasari

disusunnya penelitian , rumusan masalah , tujuan penelitian , manfaat penelitian

dan sistematika penulisan .

BAB 2 : LANDASAN TEORI

Bab ini membahas tentang teori – teori yang mendasari penelitian

yaitu faktor – factor yang mempengaruhi nilai perusahaan ,kerangka piker

penelitian dan hipotesis penelitian .

BAB 3 : METEDOLOGI PENELITIAN

Dalam bab ini akan dijelaskan tentang variable – variable yang

digunakan dalam penelitian , metode pengumpulan data , jenis data , penentuan

sampel dan metode analisis untuk mencapai tujuan penelitian yang sudah

ditetapkan dari awal penelitian .

BAB 4 : HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab ini menguraikan mengenai analisis deskriptif dari Obyek Penelitian

serta analisis data , pengujian hipotesis dan pembahasannya.

BAB 5 : PENUTUP

6
Dalam bab ini diuraikan mengenai kesimpulan dari seluruh penelitian

yang penulis lakukan serta saran – saran yang penulis harapkan dapat bermanfaat

bagi perusahaan maupun peniliti selanjutnya.

7
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Tinjuan Pustaka

Tinjuan pustaka adalah bahasan atau bahan-bahan bacaan yang terkait dengan
suatu topik atau temuan dalam penelitian. Tinjauan pustaka merupakan bagian
penting dalam sebuah penelitian yang dilakukan. Permasalahan yang akan diangkat
dalam penelitian ini adalah tentang manajemen pemasaran, lokasi, harga, dan
volume penjualan. Tinjauan pustaka ini membahas dari pengertian secara umum
sampai pada pengertian yang fokus terhadap permasalahan yang akan diteliti.

2.1.1. Pengertian Manejemen

Manajemen berperan dalam setiap aktivitas manusia, baik dalam rumah


tangga, sekolah, pemerintah, perusahaan, dan sebagainya. Setiap perusahaan pasti
memiliki tujuan yang ingin dicapai, baik tujuan materi maupun tujuan lainnya.
Manajemen berperan langsung dalam setiap aktivitas yang dilakukan dalam suatu
perusahaan, dimulai dari penyusunan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan,
hingga pengendalian agar tercapainya tujuan organisasi atau perusahaan.
Manajemen yang baik akan menghasilakan tercapainya tujuan perusahaan yang
sesuai dengan harapan.

Pengertian Manajemen Perlu adanya kajian umum yaitu pengertian


manajemen secara harfiah dan uraian khusus tentang pendapat para ahli,
Manajemen sendiri belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara
universal. Menurut beberapa pendapat ahli:

Menurut Robins dan Coulter (2012:89) manajemen melibatkan koordinasi dan


mengawasi aktivitas kerja lainnya sehingga kegiatan mereka selesai dengan efekif
dan efisien. Arti dari efisien itu sendiri adalah mendapatkan hasil output terbanyak
dari input yang seminimal mungkin, sedangkan efektif adalah “melakukan hal yang

8
benar”, yaitu melakukan sebuah pekerjaan yang dapat membantu organisasi
mencapai tujuannya.

2.1.1.1 Fungsi Manajemen

Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan
melekat dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam
melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali
diperkenalkan oleh seorang indutrialis Prancis bernama Henry Fayol pada awal
abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen yaitu merancang,
mengorganisir, memerintah, mengorginasi, dan mengendalikan. Namun, kelima
fungsi tersebut telah diringkas menjadi empat menurut Subekti dan Muhammad
(2015:90), yaitu:

1. Perencanaan (Planning). Ini adalah memkirkan apa yang akan dikerjakan dengan
sumber daya yang dimiliki. Perencanaan dilakkan untuk menentukan tujuan
perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan tersebut.
Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan
dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan
untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari
semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tidak
dapat berjalan.

2. Pengorganisasian (Organizing). Ini adalah usaha yang dilakukan dengan tujuan


membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiata-kegiatan yang lebih kecil.
Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan
menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah
dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan
tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, dan bagaimana
tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas
tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus ddiambil.

3. Pengarahan (Directing). Ini adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar


semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan

9
perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi. Jadi, ini berarti menggerakkan
orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau penuh kesadaran secara
bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif.

4. Pengevaluasian (Evaluating). Ini adalah proses pengawasan dan pengendalian


performa perusahaan untuk memastikan bahwa jalannya perusahaan sesuai dengan
rencana yang telah ditetapkan. Seorang manajer dituntut untuk menemukan
masalah yang ada dalam operasional perusahaan, kemudian memecahkannya
sebelum masalah itu menjadi semakin besar.

Pada hakekatnya, fungsi-fungsi utama dalam manajemen merupakan proses yang


harus dilalui untuk mencapai tujuan organisasi, dan setiap proses yang akan
dilakukan hendaknya dirancang dalam proses perencanaan yang dirumuskan
terlebih dahulu.

2.1 Modal Kerja

Setiap perusahaan membutuhkan modal kerja untuk menjalankan kegiatan

operasional harian perusahaan, misalnya untuk membeli bahan baku, membayar

gaji pegawai, membayar upah tenaga kerja langsung, membayar hutang dan lain

sebagainya. Sejumlah dana yang telah dikeluarkan untuk membelanjai operasi

perusahaan tersebut diharapkan akan dapat kembali lagi masuk dalam perusahaan

dalam jangka waktu pendek melalui hasil penjualan barang dagangan atau hasil

produksinya. Uang yang masuk yang bersumber dari hasil penjualan barang

tersebut akan dikeluarkan kembali guna membiayai operasi perusahaan selanjutnya.

Dengan demikian, uang atau dana tersebut akan berputar secara terusmenerus setiap

periodenya sepanjang hidup perusahaan (Riyanto, 2009:57). Ada beberapa

pendapat yang beragam tentang definisi modal kerja. Menurut Kasmir (2010:210)

modal kerja didefinisikan sebagai modal yang digunakan untuk membiayai

10
operasional perusahaan sehari-hari, terutama yang memiliki jangka waktu pendek.

Modal kerja diartikan seluruh aktiva lancar yang dimiliki suatu perusahaan atau

setelah aktiva lancar dikurangi dengan utang lancar. Atau dengan kata lain modal

kerja merupakan investasi yang ditanamkan dalam aktiva lancar atau aktiva jangka

pendek, seperti kas, bank, surat berharga, piutang, sediaan, dan aktiva lancar,

lainnya. Biasanya modal kerja digunakan untuk beberapa kali dalam suatu periode.

Sedangkan Sawir (dalam Sidauruk, 2014) menyebutkan bahwa “Modal kerja adalah

keseluruhan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan, atau dapat pula dimaksudkan

sebagai dana yang harus tersedia untuk membiayai kegiatan operasi perusahaan

sehari-hari”. Munawir (2004: 116) menyebutkan “Modal kerja berarti net working

capital atau kelebihan aktiva lancar terhadap hutang lancar, sedang untuk modal

kerja sebagai aktiva lancar digunakan istilah modal kerja bruto (gross working

capital)”. Adapun definisi lain yang dikemukakan oleh Syamsudin (2000:200) yaitu

“Modal kerja berhubungan dengan current account (perkiraan aktiva lancar dengan

utang lancar) perusahaan”

2.1.2 Fungsi Modal Kerja

Modal kerja merupakan salah satu aspek terpenting dari keseluruhan

manajemen pembelanjaan perusahaan. Setiap perusahaan membutuhkan modal

kerja untuk membiayai kegiatan operasional hariannya, untuk itu diperlukan

penanganan khusus tentang masalah kecukupan modal kerja dalam perusahaan.

Tersedianya modal kerja yang cukup dapat menguntungkan perusahaan karena

memungkinkan perusahaan melakukan kegiatan operasionalnya secara efisien.

11
Menurut Munawir (2004:116) modal kerja yang cukup dapat memberikan beberapa

keuntungan bagi perusahaan, antara lain :

a. Melindungi perusahaan terhadap krisis modal kerja karena turunnya nilai aktiva

lancar

b. Memungkinkan perusahaan untuk dapat membayar semua kewajiban tepat pada

waktunya,

c. Menjamin dimilikinya credit standing perusahaan yang semakin besar dan

memungkinkan perusahaan untuk dapat menghadapi bahaya-bahaya atau kesulitan

keuangan yang mungkin terjadi,

d. Memungkinkan perusahaan untuk dapat memiliki persediaan dalam jumlah yang

cukup untuk dapat melayani konsumennya,

e. Memungkinkan perusahaan untuk memberikan syarat kredit yang lebih

menguntungkan kepada para langganannya,

f. Memungkinkan bagi perusahaan untuk dapat beroperasi dengan lebih efisien

karena tidak ada kesulitan untuk memperoleh barang ataupun jasa yang dibutuhkan.

2.1.3 Jenis-Jenis Modal Kerja

Menurut Riyanto (2009:61) jenis-jenis modal kerja digolongkan menjadi dua, yaitu

1. Modal Kerja Permanen (Permanent Working Capital) Yaitu modal kerja yang

harus tetap ada pada perusahaan untuk dapat menjalankan fungsinya atau dengan

kata lain modal kerja yang secara terus-menerus diperlukan untuk kelancaran usaha.

Permanent Working Capital ini dibedakan dalam :

12
a. Modal Kerja Primer (Primary Working Capital), yaitu jumlah modal kerja

minimum yang harus ada pada perusahaan untuk menjamin kontinuitas usahanya.

b. Modal Kerja Normal (Normal Working Capital), yaitu jumlah modal kerja yang

diperlukan untuk menyelenggarakan luas produksi yang normal.

2. Modal Kerja Variabel (Variable Working Capital) Modal kerja yang berubah-

ubah sesuai dengan perubahan keadaan, dan modal kerja ini dibedakan dalam :

a. Modal Kerja Musiman (Seasonal Working Capital), yaitu modal kerja yang

jumahnya berubah-ubah disebabkan karena fluktuasi musim.

b. Modal Kerja Siklis (Cyclical Working Capital), yaitu modal kerja yang

jumlahnya berubah-ubah disebabkan karena fluktuasi konjungtur.

c. Modal Kerja Darurat (Emergency Working Capital), yaitu modal kerja yang

besarnya berubah-ubah karena adanya keadaan darurat yang tidak diketahui

sebelumnya (seperti pemogokan buruh, banjir, perubahan keadaan ekonomi yang

mendadak). Dari penjelasan tentang jenis modal kerja di atas, jelaslah jika

perusahaan menginginkan operasi berjalan secara normal, maka perusahaan harus

menyediakan modal kerja yang jenisnya disesuaikan dengan kebutuhan dan

keadaan yang berlaku dan juga sesuai dengan situasi yang terjadi.

2.2 Current Ratio

Current Ratio merupakan salah satu rasio yang paling umum digunakan

untuk mengukur likuiditas atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi

kewajiban jangka pendek tanpa menghadapi kesulitan. Menurut Agnes Sawir

(2017:8) current ratio merupakan ukuran yang paling umum digunakan untuk

13
mengetahui kesanggupan memenuhi kewajiban jangka pendek karena rasio ini

menunjukkan seberapa jauh tuntutan dari kreditur jangka pendek dipenuhi oleh

aktiva yang diperkirakan menjadi uang tunai dalam periode yang sama dengan jatuh

tempo utang. Selain itu menurut Lukman Syamsuddin (2016: 43) bahwa current

ratio merupakan salah satu ratio finansial yang sering digunakan. Tingkat current

ratio dapat ditentukan dengan jalan membandingkan antara current assets dengan

current liabilities. Semakin besar current ratio menunjukkan semakin tinggi

kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya (termasuk

didalamnya kewajiban membayar dividen kas yang terutang). Menurut Kasmir

(2018: 134) bahwa rasio lancar atau (current ratio) merupakan rasio yang mengukur

kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang

yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secar keseluruhan. Dengan kata lain,

seberapa banyak aktiva lancar yang tersedia untuk menutupi kewajiban jangka

pendek yang segera jatuh tempo. Rasio lancar dapat pula dikatakan sebagai bentuk

untuk mengukur tingkat keamanan (margin of safety) suatu perusahaan.

Penghitungan rasio lancar dilakukan dengan cara membandingkan antara total

aktiva lancar dengan total hutang lancar. Adapun definisi utang lancar menurut

Soemarso (2014:55) bahwa utang (liabilities) merupakan sumber pembelanjaan

perusahaan yang berasal dari kreditur. Sementara itu menurut Kasmir (2018:134)

bahwa utang lancar merupakan kewajiban perusahaan jangka pendek (maksimal

satu tahun). Artinya, utang ini segera harus dilunasi dalam waktu paling lama satu

tahun. Adapun komponen utang lancar terdiri dari utang dagang, utang bank satu

tahun, utang wesel, utang gaji, utang pajak, utang dividen, biaya diterima di muka,

14
utang jangka panjang yang sudah hampir jatuh tempo serta utang jangka pendek

lainnya. Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa current ratio

merupakan salah satu rasio likuiditas yang menunjukkan kemampuan perusahaan

membayar hutang jangka pendek yang jatuh tempo dengan harta lancer yang

dimiliki perusahaan.

2.2.1 Tujuan Dan Manfaat

Perhitungan rasio likuiditas yang salah satunya adalah current ratio memberikan

cukup banyak tujuan dan manfaat bagi berbagai pihak yang berkepentingan

terhadap perusahaan. Menurut Kasmir (2018:132) bahwa tujuan dan manfaat yang

dapat dirangkum dari hasil rasio likuiditas :

1. Untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban atau utang yang

segera jatuh tempo pada saat ditagih. Artinya, kemampuan untuk membayar

kewajiban yang sudah waktunya dibayar sesuai jadwal batas waktu yang telah

ditetapkan (tanggal dan bulan tertentu).

2. Untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek

dengan aktiva lancar secara keseluruhan. Artinya jumlah kewajiban yang berumur

di bawah satu tahun atau sama dengan satu tahun, dibandingkan dengan total aktiva

lancar.

3. Untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek

dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan persediaan atau piutang. Dalam hal

ini aktiva lancar dikurangi persediaan dan utang yang dianggap likuiditasnya lebih

rendah.

15
4. Untuk mengukur dan membandingkan antara jumlah persediaan yang ada

dengan modal kerja perusahaan.

5. Untuk mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar utang.

6. Sebagai alat perencanaan ke depan, terutama yang berkaitan dengan perencanaan

kas dan utang.

7. Untuk melihat kondisi dan posisi likuiditas perusahaan dari waktu ke waktu

dengan membandingkannya untuk beberapa periode.

8. Untuk melihat kelemahan yang dimiliki perusahaan, dari masing-masing

komponen yang ada di aktiva lancar dan utang lancar.

9. Menjadi alat pemicu bagi pihak manajemen untuk memperbaiki kinerjanya,

dengan melihat rasio likuiditas yang ada pada saat ini. Selanjutnya manfaat current

ratio menurut Atmaja (2018:165) yang menjelaskan bahwa current ratio adalah

rasio keuangan yang digunakan untuk mengetahui likuiditas suatu perusahaan.

Rasio ini dihitung dengan membagi aktiva lancar dengan hutang lancar.

Current ratio yang rendah menunjukkan bahwa likuiditas perusahaan buruk.

Sebaliknya jika current ratio relatif tinggi, likuiditas perusahaan relatif baik. Namun

harus dicatat bahwa tidak pada semua kasus dimana current ratio tinggi, likuiditas

perusahaan pasti baik. Meskipun aktiva lancar lebih besar dari hutang lancar, perlu

diingat bahwa item-item aktiva lancar seperti persediaan dan piutang terkadang

sulit ditagih atau dijual secara tepat. Bagi pihak luar perusahaan, seperti pihak

penyandang dana (kreditur), investor, distributor dan masyarakat luas, rasio

likuiditas yang salah satunya adalah rasio lancar bermanfaat untuk menilai

16
kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban kepada pihak ketiga. Hal ini

tergambar dari rasio yang dimilikinya. Kemampuan membayar tersebut akan

memberikan jaminan bagi pihak kreditor untuk memberikan pinjaman selanjutnya.

2.2.2. Faktor-faktor yang mempengaruhi Current Ratio

Unsur-unsur yang mempengaruhi nilai current ratio adalah aktiva lancar dan

utang jangka pendek. Dalam hal ini aktiva lancar terdiri dari uang kas dan juga

surat-surat berharga antara lain surat pengakuan hutang, wesel, saham, obligasi,

sekuritas kredit, atau setiap derivatif dari surat berharga atau kepentingan lain atau

suatu kewajiban dari penerbit, bentuk yang lazim diperdagangkan dalam pasar uang

dan pasar modal. Di lain pihak utang jangka pendek dapat berupa utang pada pihak

ketiga (bank atau kreditur lainnya).

current ratio harus mempertimbangkan faktor-faktor yang menurut Zaki Baridwan

(2010:89) yaitu sebagai berikut :

1. Distribusi atau proporsi dari pada aktiva lancar.

2. Syarat yang diiberikan oleh kreditur kepada perusahaan dalam mengadakan

pembelian maupun syarat kredit yang diberikan oleh perusahaan dalam menjual

barangnya.

3. Present value (nilai sesungguhnya) dari aktiva lancar, sebab ada kemungkinan

perusahaan mempunyai saldo piutang yang cukup besar tetapi piutang tersebut

sudah lama terjadi dan sulit ditagih sehingga nilai realisasinya mungkin lebih kecil

dibandingkan dengan yang dilaporkan.

17
4. Kemungkinan perubahan nilai aktiva lancar, kalau nilai persediaan semakin turun

(deflasi) maka aktiva lancar yang besar (terutama ditunjukkan dalam persediaan)

maka tidak menjamin likuiditas perusahaan.

5. Perubahan persediaan dalam hubungannya dengan volume penjualan sekarang

atau di masa yang akan datang, yang mungkin adanya over investment dalam

persediaan.

6. Kebutuhan jumlah modal kerja di masa mendatang, makin besar kebutuhan

modal kerja di masa yang akan datang maka dibutuhkan adanya rasio yang besar

pula.

7. Tipe atau jenis perusahaan (perusahaan yang memproduksi sendiri barang yang

dijual, perusahaan perdagangan atau perusahaan jasa). Berdasarkan pendapat di atas

dapat disimpulkan bahwa current ratio merupakan rasio yang sangat berguna untuk

mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya,

dimana dapat diketahui sampai mana sebenarnya jumlah aktiva perusahaan dapat

menjamin utang lancarnya.

Dalam menganalisis atau menghitung current ratio ini perlu diperhatikan

kemungkinan adanya manipulasi data yang disajikan oleh perusahaan (adanya

window dressing), yaitu dengan cara mengurangi jumlah hutang lancar yang

mungkin diimbangi dengan mengurangi jumlah aktiva lancar dalam jumlah yang

sama (lebih-lebih adanya pengurangan hutang lancar yang tidak diimbangi dengan

penurunan jumlah aktiva lancar)

18
2. Pengukuran Current Ratio

Rasio lancar mengukur kemampuan aktiva lancar membayar hutang lancar.

Aktiva lancar biasanya terdiri dari kas, surat berharga, piutang dan persediaan.

Hutang lancar terdiri dari hutang dagang, wesel bayar jangka pendek, hutang jangka

panjang yang segera jatuh tempo, pajak yang belum dibayar (accued) dan biaya-

biaya yang belum dibayar (accrued) lainnya (terutama upah). Rumus untuk

menghitung rasio lancar menurut Kasmir (2018:135) adalah sebagai berikut:

𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
𝑅𝑎𝑠𝑖𝑜 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟 ( 𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 ) = 𝑥 100 %
𝐾𝑒𝑤𝑎𝑗𝑖𝑏𝑎𝑛 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟

Current ratio 200 % kadang-kadang sudah memuaskan bagi suatu

perusahaan, tetapi jumlah modal kerja dan besarnya rasio tergantung pada

beberapa faktor, suatu standar atau ratio yang umum tidak dapat ditentukan

untuk seluruh perusahaan. Current ratio 200% hanya merupakan kebiasaan (rute

of thumb) dan akan digunakan sebagai titik tolak untuk mengadakan penelitian

atau analisa yang lebih lanjut.

Menurut Lukman Syamsuddin (2016: 44) bahwa tidak ada suatu

ketentuan mutlak tentang berapa tingkat current ratio yang dianggap baik atau

yang harus dipertahankan oleh suatu perusahaan karena biasanya tingkat current

ratio ini juga sangat tergantung pada jenis usaha dari masing-masing perusahaan.

19
Akan tetapi sebagai pedoman umum, tingkat current ratio 2,00 sudah dapat

dianggap baik (considered acceptable).

2.2.3 Return On Asset

Return on Assets (ROA) merupakan salah satu rasio profitabilitas. Dalam

analisis laporan keuangan, rasio ini paling sering dilihat, karena dapat

menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. ROA

mampu mengukur kemampuan perusahaan manghasilkan keuntungan pada

masa lampau untuk kemudian diproyeksikan di masa yang akan datang. Assets

atau aktiva yang dimaksud adalah keseluruhan harta perusahaan, yang diperoleh

dari modal sendiri maupun dari modal asing yang telah diubah perusahaan

menjadi aktiva-aktiva perusahaan yang digunakan untuk kelangsungan hidup

perusahaan. Menurut Brigham dan Houston (2015:90), “Rasio laba bersih

terhadap total aktiva mengukur pengembalian atas total aktiva (ROA) setelah

bunga dan pajak”. Dan Menurut Sawir (2015:18), “Return On Assets (ROA)

merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen

perusahaan dalam memperoleh keuntungan (laba) secara keseluruhan. Semakin

besar ROA suatu perusahaan, semakin besar pula tingkat keuntungan yang

dicapai perusahaan dan semakin baik pula posisi perusahaan tersebut dari segi

penggunaan asset”. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ROA dalam

penelitian ini adalah mengukur perbandingan antara laba bersih setelah

dikurangi beban bunga dan pajak (Earning After Taxes / EAT) yang dihasilkan

dari kegiatan pokok perusahaan dengan total aktiva (assets) yang dimiliki

20
perusahaan untuk melakukan aktivitas perusahaan secara keseluruhan dan

dinyatakan dalam persentase.

2.3.1 Perhitungan Return On Asset

Menurut Sawir (2005:18), Secara matematis ROA dapat dihitung dengan

menggunakan rumus:

𝑁𝑒𝑡 𝐼𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒
𝑅𝑒𝑡𝑢𝑟𝑛 𝑂𝑛 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡 = 𝑥 100 %
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡

Semakin besar ROA suatu perusahaan, semakin besar pula tingkat

keuntungan yang dicapai perusahaan dan semakin baik pula posisi perusahaan

tersebut dari segi penggunaan asset.

2.4. Penelitian Pendahulu

Berikut adalah penelitian pendahulu tentang penelitian ini

Tabel 2.1

Penelitian Pendahulu

Variabel Variabel Hasil


No Nama dan Judul
Penelitian Persamaan Perbedaan Penelitian
1 Siti Nur Asmi ( 2018 1. Perputaran 1. Current 1. Perputaran
) Pengaruh Modal Ratio Perpuratan Modal Kerja
Perputaran Modal 2. Current 2. Profitabilitas Modal dan Current
Kerja dan Current Ratio Ratio tidak
Ratio terhadap 3. Profitabilitas terdapat
Profitabilitas (ROA) pengaruh yang
pada PT. Kalbe signifikan
Farma, Tbk secara

21
bersama-sama
terhadap
Profitabilitas
(ROA)
2. Krisnaldy ( 2020 ) 1. Modal Kerja 1. Modal Kerja Modal Kerja
Pengaruh Modal 2. Current 2. Current dan Current
Kerja Dan Current Ratio Ratio Ratio
Ratio (CR) 3. Retrn On 3. Retrn On berpengaruh
Terhadap Return On Asset Asset terhadap
Asset (ROA) Pada Return On
Perusahaan Asset
PT.Indofood.Tbk perusahaan.
pada priode 2008-
2017

3. M Toyib 2018 1. Current 1. Current 1. DER Current Ratio


PENGARUH Ratio Ratio 2. Total tidak
CURRENT RATIO, 2. DER 2. ROA Asset Turn berpengaruh
DEBT TO ASSET 3. Total Asset Over positif dan
RATIO, DEBT TO TurnOver tidak
EQUITY RATIO 4. Return On signifikan
DAN TOTAL Asset terhadap
ASSET Return on
TURNOVER Assets
TERHADAP
RETURN ON
ASSETS PADA
PERUSAHAAN
PROPERTI DAN
REAL ESTATE DI
BURSA EFEK
INDONESIA
Zulhilmi HS, 1. Current 1. Current 1. Current Ratio

2019. Pengaruh Ratio Ratio Solvabilitas berpengaruh


2. Solvabilitas 2. Solvabilitas negatif dan
Solvabilitas,
3. Return On 3. Return On signifikan
modal kerja, dan Asset Asset

22
Current Ratio terhadap
proftabilitas
terhadap
Profitabilitas
pada Perusahaan
Pertambangan
yang Terdaftar di
Bursa Efek
Indonesia
Periode 2015 –
2018
Tatak S ( 2019 ) Modal Kerja Modal kerja Modal Kerja

Analisis faktor Profitabilitas Profitabilits berpengaruh


positif
modal kerja yang
terhadap
berpengaruh profitabilitas
terhadap
profitabilitas
pada perusahaan
jasa konstruksi
yang terdaftar di
bursa efek
indonesia

23
2.5 Kerangka Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah dan kajian teori sebelumnya , maka

dibuat kerangka penelitian yang dapat dilihat pada gambar 2.1 sebagai

berikut:

H2

Modal Usaha ( X1 )

Return On Asset
(Y)

Current Ratio ( X3 )
H3
H1

Gambar 2.1

Kerangka Penelitian

2.1.1 Hipotesis Penelitian

Berdasarkan teori – teori , penelitian terdahulu dan kerangka

penelitian di atas, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah

sebagai berikut:

H0 : β1 = 0 : diduga modal kerja dan Current Ratio terhadap Return on Aset

pada PT Indofood ICBP sukses makmur tbk pada tahun 2010 -2019

24
Ha : β1 ≠ 0 diduga tidak modal kerja dan Current Ratio terhadap Return on

Aset pada PT Indofood ICBP sukses makmur tbk pada tahun 2010 -2019

H0 : β2 = 0 : diduga modal kerja terhadap Return on Aset pada PT Indofood

ICBP sukses makmur tbk pada tahun 2010 -2019

Ha : β2 ≠ 0 diduga tidak modal kerja terhadap Return on Aset pada PT

Indofood ICBP sukses makmur tbk pada tahun 2010 -2019

H0 : β3 = 0 : diduga Current Ratio terhadap Return on Aset pada PT

Indofood ICBP sukses makmur tbk pada tahun 2010 -2019

Ha : β3 ≠ 0 diduga tidak Current Ratio terhadap Return on Aset pada PT

Indofood ICBP sukses makmur tbk pada tahun 2010 -2019

25
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah

metode asosiatif Menurut Sugiyono, penelitian asosiatif merupakan penelitian

yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih

(Sugiyono 2018).

Penelitian ini menguji pengaruh modal kerja, Current Ratio, sebagai

variabel independen, terhadap Retrun On Asset PT Indofood ICBP sukses makmur

tbk pada tahun 2010 -2019

3.2 Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah suatu atribut atau nilai dari orang , obyek atau

kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti dan

kemudian ditarik kesimpulannya , Sugiyono 2018. Variabel yang digunakan dalam

penelitian ini terdiri dari variabel dependen dan variabel independen.

Tabel 3.1
Variabel Penelitian
Variabel Definisi Rumus Skala

ROA ROA adalah Laba Bersih Nominal


𝑅𝑂𝐴 = Total Assets

rasio yang

26
menunjukkan

hasil (return)

atas jumlah

aktiva yang

digunakan di

dalam

perusahaan .

Modal modal kerja Rasio Modal Kerja = Aset Nominal

Kerja didefinisikan Lancar / Utang Lancar

sebagai modal

yang digunakan

untuk

membiayai

operasional

perusahaan

sehari-hari,

terutama yang

memiliki jangka

waktu pendek.

Modal kerja

diartikan

seluruh aktiva

27
lancar yang

dimiliki suatu

perusahaan atau

setelah aktiva

lancar dikurangi

dengan utang

lancar.

Current mengukur Currenct asset Nominal


𝑅𝑂𝐴 =
Currenct Liability
Ratio seberapa

likuiditasnya

suatu

perusahaan.

adapun

indikator yang

digunakan

untuk

mengukur

variabel ini

adalah Current

Ratio

28
3.2.1 Variabel Dependen

Variabel dependen adalah variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi

oleh variabel independent Sugiyono 2018, hal.14. Variabel dependen pada

penelitian ini adalah Return On Asset . menurut Kasmir, 2018 , pengertian

ROA adalah rasio yang menunjukkan hasil (return) atas jumlah aktiva yang

digunakan di dalam perusahaan .

Berikut rumus yang digunakan untuk mengukur Return On Assets:

Return On Assets = Laba Bersih

Total Assets

Sumber : Kasmir, 2018 hal.210 [2]


3.2.2 Variabel Independen

Variabel independen adalah variabel bebas yang tidak dipengaruhi

variabel lain . variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini

adalah :

a. Modal Kerja

Menurut Kasmir (2010:210) modal kerja didefinisikan sebagai

modal yang digunakan untuk membiayai operasional perusahaan sehari-

hari, terutama yang memiliki jangka waktu pendek. Modal kerja diartikan

29
seluruh aktiva lancar yang dimiliki suatu perusahaan atau setelah aktiva

lancar dikurangi dengan utang lancar.

Pada dasarnya, rasio modal kerja atau rasio likuiditas merupakan

perbandingan antara besaran aset lancar dan utang lancar dalam suatu

perusahaan.

Rasio Modal Kerja = Aset Lancar / Utang Lancar

b. Likuiditas

Dalam penelitian ini rasio likuiditas atau sering disebut dengan nama

rasio modal kerja merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur

seberapa likuiditasnya suatu perusahaan. adapun indikator yang digunakan

untuk mengukur variabel ini adalah Current Ratio. yaitu:

Currenct asset
𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜
Currenct Liability

Sumber : Syafrida Hani,hal.123

3.3 Jenis dan Metode Pengumpulan Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder ,

yaitu berupa data tahunan (annual report ) , Sugiyono 2018.hal 18 . Sumber

data laporan tahunan perusahaan PT Indofood ICBP sukses makmur tbk

pada tahun 2010 -2019 didapat dari ICMD (Indonesia Capital Market

Directory )dan laporan keuangan .

30
Metode atau Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang

paling strategis dalam penelitian karena tujuan utama penelitian ini adalah

mendapatkan data. Teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis yaitu

Teknik dokumentasi .yang merupakan catatan peristiwa yang sudah

berlalu,dokumen bisa berbentuk tulisan gambar,atau karya – karya dari

seseorang , Sugiyono,2018 hal.20.

3.4 Populasi dan Sampel Penelitian

Dalam penelitian ini terdapat populasi dan sampel yang digunakan

dalam penelitian. Berikut adalah penjelasan mengenai populasi dan sampel

penelitian :

3.5 Populasi dan Sampel penelitian

Sujarweni (2015: 15) populasi merajuk pada sekumpulan orang atau

objek yang memiliki kesamaan dalam satu atau beberapa hal dan

membentuk masalah pokok dalam suatu riset khusus. Populasi yang akan

diteliti harus didefinisikan dengan jelas sebelum penelitian dilakukan

populasi dan sampel pada penelitian ini adalah PT Indofood ICBP sukses

makmur tbk pada tahun 2010 -2019

3.6 Teknik Analisa Data

Ada beberapa Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian

ini sebagai berikut:

3.6.1 Uji Asumsi Klasik

31
Sebelum mengelola data , terlebih dahulu dilakukan uji asumsi

klasik,uji asumso klasik, uji asumsi klasik digunakan untuk mendapat

model regresi yang baik dan benar – benar memliki ketepatan dalam

estimasi, tidak biasa dan konsisten. Uji asumsi klasik yang akan digunakan

dalam penelitian ini adalah uji normalitas , uji multikolinearitas , uji auto

kolerasi dan uji heterosledastisitas.

a. Uji Normalitas

Pengujian ini dimaksudkan untuk menguji apakah dalam sebuah

model regresi tersebut variabel dependen , variabel independent atau

keudanya terdistribusi normal atau tidak yaitu digunakan uji Kolmogorov-

Smirmov, jika nilai Asynp, Sig ( 2-tailed) > 0,05 maka dikatakan data

terdistribusi normal Imam Ghozali 2017, hal 154 .

Secara default, IBM SPSS menghitung nilai p- value menggunakan

metode asymptotic , nilai p-value diestimasi berdasarkan asumsi atau

anggapan bahwa data yang diberikan cukup besar. Ketika data berukuran

kecil (sampel kecil ) , data tidak seimbang,dan terdistribusi buruk ( tidak

berpola ) , maka metode asymptotic akan menghasilkan hasil yang tidak

reliabel atau tidak akurat. Dalam situasi ini, lebih baik untuk menghitung

tingkat signifikansi bedasarkan mtode exact. Nilai p-value yang dihitung

dengan metode exact akan menghasilkan nilai p-value yang akurat. Cyrus

dan Nintin ,2012

32
Uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi

, variabel penganggu atau residual memiliki distribusi normal,ada dua cara

untuk mendeteksi apakah residual terdistribusi normal atau tidak yaitu

dengan analisis grafik dan uji statistic , Imam Ghozali 2017,hal 147

Analisis grafik untuk melihat normalitas residual akan mudah

diketahui dengan melihat grafik historgram yang membandingkan antara

data observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal

probalitiy plot (p-plot ) yang membandingkan distribusi kumulatif dari

distribusi normal dengan melihat penyebaran data (titik ) pada sumbu

diagonal dari grafik. Dasar pengambilan keputusan sebagai berikut :

a) Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti

arah garis diagonal atau grafik histogram, menunjukan pola

distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi

normalitas.

b) Jika data menyebar jauh dari diagonal dan atau tidak

mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram, tidak

menunjukan pola distribusi normal, maka model regresi

tidak memenuhi asumsi normalitas .

b. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi

ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independent ) . model

33
regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel

independent Imam Ghozali 2017, hal 95

Multikolinearitas dapat dilihat dari nilai Tolerance (TOL) dan

Variance Inflantion Factor (VIF). Kedua ukuran ini menunjukan setiap

variabel independent manakah yang dijelaskan oleh variabel independent

lainnya. Tolerance mengukur variabilitas variabel independent yang terpilih

yang tidak dijelaskan oleh variabel independent lainnya. Jadi nilai

Tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF tinggi ( karena VIF= 1/

Tolerance). Imam Ghozali, 2017 hal 95.

Dasar pengambilan keputusan pada uji multikolinearitas yaitu :

untuk nilai TOL, jika nilai TOL ≥ 0,10 artinya, tidak terjadi

multikolinearitas dan jika TOL ≤ 0,10 artinya, terjadi multikolinearitas

sedangkan untuk nilai varian jika nilai VIF ≤ 10,00 artinya , tidak terjadi

multikolinearitas dan jika nilai VIF ≥ 10,00 artinya, terjadi multikolinearitas

c.Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model

regresi linear ada korelasi antara kesalahan penggunggu pada periode t

dengan kesalahan penganggu pada periode sebelumnya (t-1). Model regresi

yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi , Imam Ghozali

2017,hal 100.

Uji Durbin – Watson (Uji DW) merupakan metode pengujian yang

sering digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokolerasi.

34
Hipotesis yang akan diuji :

Ho = Tidak ada autokolerasi

Ha = Ada autokolerasi

Dasar pengambilan keputusan sebagai berikut :

1) Jika du < dw > 4-du maka Ho diterima, artinya tidak terjadi

autokolerasi

2) Jika dw < dl atau dw > 4-dl maka Ha diterima, artinya terjadi

autokolerasi

3) Jika dl < dw < dl atau 4-du < dw < 4-dl artinya tidak ada

kepastian atau kesimpulan yang pasti .

d. Uji Heterokedastisitas

Pengujian ini dimaksudkan untuk menguji apakah model

regresi terjadi ketidaksamaan varian residual satu pengamatan ke

pengamatan lain. Jika variance dari residual pada satu

pengamatan ke pengamatan yang lain sama , maka disebut

homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas .

model regresi yang baik adalah homoskedastisitas . uji

heteroskedastisitas dalam penelitian ini dilakukan melalui metode

scatterplot , dengan mengamati pola titik – titiknya. Jika titik –

titik pada scatter plot menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada

sumbu Y dan tidak membentuk pola tertentu, maka dapat

dikatakan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas, Imam

35
Ghozali 2018, hal.134 [26]. Adapun dasar analisis dengan

melihat grafik Scatterplot adalah sebagai berikut :

1. Jika terdapat pola tertentu , seperti titik – titik yang ada

membentuk pola tertentu yang teratur maka menunjukkan

telah terjadi heteroskeastisitas.

2. Jika tidak ada pola yang jelas serta titik – titik menyebar di

atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y , maka tidak terjadi

heteroskedastisitas.

3. Regresi Linerar Berganda

Regresi linear berganda bertujuan menghitung besarnya pengaruh

dua atau lebih variable independent terhadap satu variable dependen dan

memprediksi variable depeden dengan menggunakan dua atau lebih

variabel independent. Variabel independent dilambangkangkan dengan X1,

X2, dan X3 sedangkan variabel dependen dilambangkan dengan Y. dan

model analisis yang digunakan untuk variabel tersebut yaitu :

Y= a + b1X1 + b2X2 + b2X3 e

Dimana :

Y = Nilai Perusahaan (Price Earning Ratio )

a = Konstanta

b1 = Koefisien Likuiditas

b2 = Koefisien Solvabilitas

36
b3 = Koefisien Profitabilitas

X1 = Likuiditas

X2 = Solvabilitas ( DER)

X3 = Profitabilitas (ROA)

e = Error

B. Koefisien Determinasi ( R-Square )

Koefisien determinasi ini digunakan untuk mengetahui presentase

sumbangan pengaruh variabel independent secara bersamaan terhadap

variabel dependen. Penelitian ini menggunakan model regresi berganda

dan bentuk pengukuran keofisien determinasi digunakan koefisien

determinasu yang disesuaikan (Adjusted R-Square).Priyanto

2018,hal.25

C. Uji Statisik F (Uji Simultan )

Uji F atau koefisien secara serentak, yaitu untuk mengetahui

pengaruh variabel independent secara bersama – sama terhadap variabel

dependen, apakah pengaruhnya signifikan atau tidak. Priyanto 2018

,hal.48 pengujian dapat dilakukan dengan langkah – langkah sebagai

berikut :

a. Merumuskan Hipotesis

Ho : b1 = b2 = b3 = 0 , tidak ada pengaruh signifikan likuiditas ,

Solvabilitas, dan Profitabilitas secara simultan terhadap Nilai

Perusahaan.

37
Ha : b1 ≠ b2 ≠ b3 ≠ 0 , ada pengaruh signifikan Likuiditas , Solvabilitas

dan Profitabilitas secara simultan terhadap Nilai Perusahaan .

b. Kriteria Pengambilan Keputusan Uji F

1) Jika F hitung < F table atau nilai Sig > 0,05 maka Ho diterima

2) Jika F hitung > table atau nilai Sig < 0,05 maka Ha diterima

Menentukan daerah penerimaan Ho dan Ha untuk uji

statistik F dapat dilihat pada gambar 3.1 sebagai berikut :

Terima Ha

(F-tabel) (F-hitung)

Gambar 3.1

Daerah Penerimaan Ho dan Ha Uji F

D. Uji Statistik t ( Uji Parsial )

Uji t di gunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independent terhadap

variabel dependen secara parsial , apakah pengaruhnya signifikan atau tidak.

Priyanto, 2018 hal.50 pengujian menggunakan tingkat signifikansi (α ) 0,05.

38
a. Merumuskan Hipotesis

a) Ho : b1 = 0 , tidak ada pengaruh signifikan Modal Kerja , Curent

Ratio secara parsial terhadap return On Asset

Ha : b1 ≠ 0 , ada pengaruh signifikan Modal Kerja, Curent Ratio

secara parsial terhadap return On Asset.

b) Ho : b2 = 0 , tidak ada pengaruh signifikan Modal Kerja secara

parsial terhadap return On Asset..

Ha : b2 ≠ 0 , ada pengaruh signifikan Modal Kerja secara parsial

terhadap return On Asset.

c) Ho ; b3 = 0 , tidak ada pengaruh signifikan Profitabilitas secara

parsial terhadap return On Asset.

Ha : b3 ≠ 0 , ada pengaruh signifikan Profitabilitas secara parsial

terhadap return On Asset..

b. Kriteria pengambilan Keputusan Uji t.

Jika t hitung < table atau nilai sig > α, maka Ho dterima

Jika t hitung > t table atau nilai sig < α , maka Ha diterima .

Menentukan daerah penerimaan Ho dan Ha untuk uji statistik t dapat dilihat

pada gambar 3.2 sebagai berikut :

39
Terima Ha Terima Ha

(-t-tabel ) (t-tabel)

(-t-hitung) (t-hitung)

Gambar 3.2

Daerah Penerimaan Ho dan Ha Uji t

40
Daftar Pustaka

Brigham, Eugene F and Joel F.Houston, 2016, “Dasar-Dasar Manajemen

Keuangan” Jakarta : Salemba Empat.

Budi Rahardjo, 2001, “Akuntansi dan Keuangan untuk Manajer non

Keuangan“ Edisi Pertama Yogyakarta: Andi.

Kasmir. 2014, “Analisis Laporan Keuangan”, Edisi Satu, Cetakan Ketujuh,

Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada.

James C, Van Horne & John M Wachowicz, 2005, “Prinsip-Prinsip Manajemen

Keuangan”, Edisi Kedua belas, Jakarta; Salemba Empat.

James, Chen 2010 “Essentials of Technical Analysis for Financial Markets”,

John Wiley and Sons Inc.

Amin Wijoyo, 2018 “Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan pada

perusahaan propert dan real estate di Bursa Efek Indonesia” Jakarta.

Sundana, I Made , 2011, “Manajemen Keuangan Perusahaan Teori dan

Praktek”, Jakarta: Erlangga.

Tito Perdana Putra, M Chabacchib, Mulyo Haryanto, Irine Rini Demi Pangestuti,

2007, “Pengaruh Kinerja Keuangan dan Beta Saham Terhadap

Price to Book Value, Jurnal Studi Manajemen dan Organisasi”.

Agus, Sartono, 2008 “Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi, edisi

keempat”, Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

41
Sonny S, 2003, “Ekonomi Manajemen Sumber Daya Manusia dan

Ketenagakerjaan”, Yogyakarta: Graha Ilmu.

Irham Fahmi, 2013, “Pengantar Manajemen Keuangan teori dan soal jawab”

Cetakan kedua, Bandung: Alfabeta.

Sutrisno, 2001, “Manajemen Keuangan, Teori Konsep dan Aplikasi”, Edisi

Kedua, Yogyakarta: Lembaga Penerbit Ekonisia.

Brigham dan Ehrhardt, 2005, “Financial Management Theory And Practice”,

Eleventh Edition, Ohio: South Western Cengage Learning.

Christiawan, Yulius Jogi dan Josua Tarigan, 2007, “Kepemilikan Manajeral:

Kebijakan Hutang, Kinerja dan Nilai Perusahaan”, Jurnal Akuntansi

dan Keuangan, Vol. 9 No.1. Hal. 1-8, Surabaya: Universitas Kristen Petra.

Fakhruddin dan Hadianto, Sopian, 2001, “Perangkat dan Model Analisis

Investasi di Pasar Modal”, Buku satu, Jakarta: Elex Media Komputindo.

Weston, J. Fred dan Copeland, Thomas E, 2001, “Manajemen keuangan jilid I,

Edisi ke-9”, Jakarta: Binarupa Aksara.

Lukman Syamsuddin, 2011 “Manajemen Keuangan Perusahaan” cetakan

kesatu, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Brealey, R.A, Myers, S.C, Marcus, A.J, 2008, “Dasar-dasar Manajemen Keuangan

Perusahaan”, Jilid 1, Jakarta: Penerbit Erlangga.

Casmira susilaningrum, 2016, “Pengaruh Retun On Assets, Rasio Likuiditas dan

Rasio Solvabilitas terhadap Nilai Perusahaan dengan Pengungkapan

42
Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai Variabel Moderasi

(Studi Empiris pada Perusahaan Pertambangan yang terdaftar di

BEI)”.

Alfredo Mahendra Dj, Luh Gede Sri Artini, A.A Gede Suarjaya, 2012, “Pengaruh

Kinerja Keuangan Terhadap Nilai perusahaan Pada Perusahaan

Manufaktur Di BEI”, Vol 6, No.2, Universitas Udayana : Jurnal

Manajemen, Strategi bisnis dan kewirausahaan.

Irvaniawati & utiyati, 2014, “Analisis Pengaruh Kebijakan Hutang, Kebijakan

Investasi dan Kebijakan Deviden terhadap Nilai Perusahaan”.

Achmad dan Amanah, 2014, “Pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan

Pendanaan, Kebijakan Dividen dan Kinerja Keuangan terhadap Nilai

Perusahaan”.

Zulhilmi HS, 2019, “Pengaruh Solvabilitas, Profitabilitas, dan Kebijakan

Dividen terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Pertambangan

yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2015 – 2018”.

Wijaya, L.R.P, Wibawa, A, 2010, “Pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan

Pendanaan, Dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan”,

Purwokerto: Simposium Nasional Akuntansi XIII.

Sugiyono, 2018, “Metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D”, Bandung:

Alfabeta.

43
Ghozali, Imam, 2017, “Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS”,

Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Cyrus R. Mehta and Nintin R. Patel, 2012,“IBM SPSS Exact Tests”, Cambridge:

IBM Corporation.

Priyatno, Duwi. 2013, “Mandiri Belajar Analisis Data dengan SPSS”,

Yogyakarta: Mediakom.

Tandelin, Eduardus. 2010, “Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio”,

Yogyakarta : BPFE.

Riyanto, Bambang. 2001, “Dasar – dasar Pembelanjaan Perusahaan”,

Yogyakarta : BPFE Universitas Gajah Mada.

44