Anda di halaman 1dari 107

PENGARUH EARNING PER SHARE DAN NILAI TUKAR

TERHADAP HARGA SAHAM DENGAN INFLASI SEBAGAI


VARIABEL MODERASI
(Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang
Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2015-2019)

SKRIPSI

Ditulis Oleh
WIDIA HASTUTI
NIM. 2016122299

PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PAMULANG
TANGERANG SELATAN
2020
PENGARUH EARNING PER SHARE DAN NILAI TUKAR
TERHADAP HARGA SAHAM DENGAN INFLASI SEBAGAI
VARIABEL MODERASI
(Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang
Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2015-2019)

SKRIPSI
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Meraih Gelar Sarjana Akuntansi

Ditulis Oleh
WIDIA HASTUTI
NIM. 2016122299

PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PAMULANG
TANGERANG SELATAN
2020

i
MOTTO

“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila engkau telah
selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain). Dan
hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap”
(QS. Al-Insyirah:6-8)

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia”


(HR. Ahmad)

“Pendidikan merupakan senjata paling ampuh yang bisa kamu gunakan untuk
merubah dunia”
(Nelson Mandela)

“Kegagalan sesungguhnya adalah mereka yang menyerah dan berhenti mencoba”


(B.J Habibie)

ii
LEMBAR PERSETUJUAN

PENGARUH EARNING PER SHARE DAN NILAI TUKAR


TERHADAP HARGA SAHAM DENGAN INFLASI SEBAGAI
VARIABEL MODERASI

Oleh
WIDIA HASTUTI
NIM. 2016122299

Skripsi telah disetujui untuk diajukan kepada majelis penguji skripsi, Program
Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang, pada tanggal
15 November 2020, oleh:

Menyetujui Mengetahui
Pembimbing Skripsi, Ketua Program Studi S1 Akuntansi,

Dila Anggraini, S.E., M.Ak. Effriyanti, S.E., Akt., M.Si., CA.


NIDN. 0405048705 NIDN. 0003047701

iii
HALAMAN PENGESAHAN

PENGARUH EARNING PER SHARE DAN NILAI TUKAR


TERHADAP HARGA SAHAM DENGAN INFLASI SEBAGAI
VARIABEL MODERASI

Oleh
WIDIA HASTUTI
NIM. 2016122299

Skripsi telah dipertahankan di majelis penguji skripsi, Program Studi S1


Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang, pada tanggal 23 Januari 2021
dan dinyatakan LULUS
Pembimbing Skripsi

Dila Anggraini, S.E., M.Ak.


NIDN. 0405048705
Menyetujui,
Penguji I, Penguji II,

Ajimat, S.Si., M.M. Suciati Muanifah, S.E., M.M.


NIDN. 0412128601 NIDN. 0416068304
Ketua Program Studi Sarjana Akuntansi,

Effriyanti, S.E., Akt., M.Si., CA.


NIDN. 0003047701

iv
LEMBAR PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama : Widia Hastuti
NIM : 2016122299
Fakultas/Program Studi : Ekonomi/S1 Akuntansi
Konsentrasi : Akuntansi Keuangan
Judul Skripsi : Pengaruh Earning Per Share dan Nilai Tukar
Terhadap Harga Saham dengan Inflasi Sebagai
Variabel Moderasi
Dengan ini menyatakan bahwa:

1. Skripsi ini ditulis dengan penuh tanggung jawab dan benar-benar hasil

penelitian pribadi;

2. Skripsi ini bukan hasil plagiat dan atau menyalin dari skripsi orang lain;

3. Setiap kutipan, saduran dan atau pernyataan yang terdapat di dalam skripsi ini,

merupakan rujukan yang disebutkan jelas sumbernya dan dicantumkan dalam

daftar pustaka;

4. Apabila di kemudian hari, terbukti ada pelanggaran mengenai keaslian skripsi

ini, maka saya siap menerima sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenar-benarnya, dan dapat

dipertanggung jawabkan.

Pamulang, 1 November 2020

WIDIA HASTUTI
NIM. 2016122299

v
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Widia Hastuti


Tempat, Tanggal Lahir : Tangerang, 29 September 1999
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Kebangsaan : Indonesia
Status : Belum Menikah
Alamat : Jl. Jurang Mangu Barat Rt. 01/02 No. 17
Kel. Jurang Mangu Barat Kec. Pondok Aren
Telepon : 085745351041
Email : widiahastuti0@gmail.com
Riwayat Pendidikan : 1. SDN Jur-Bar 03 (2004-2010)
2. SMPN 12 Tangerang Selatan (2010-2013)
3. SMKN 2 Tangerang Selatan (2013-2016)
4. Universitas Pamulang (2016-sekarang)

Demikianlah daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya.

Pamulang, 1 November 2020

WIDIA HASTUTI
NIM. 201612299

vi
LEMBAR PERSEMBAHAN

Puji syukur kepada Allah SWT yang telah menganugerahkan segala rahmat dan

karunia-Nya sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

Karya tulis ini saya persembahkan kepada orang-orang yang saya cintai:

Kepada Ayah saya tercinta Bapak Mansur, terimakasih atas segala

perjuangannya demi memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya, saya

mewakili kakak-kakak untuk membuktikan bahwa perjuanganmu tidak sia-sia.

Semoga bapak selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan.

Kepada almh Ibu saya tercinta Ibu Siti Rojemi, terimakasih atas segala

perjuangan yang telah diberikan kepada saya, walaupun saat ini kita terpisah,

ibu adalah semangat saya untuk menjalani hidup ini. Dan walaupun saya tidak

bisa melihat senyum ibu secara langsung, saya yakin ibu tersenyum melihat saya

dapat menyelesaikan pendidikan ini. Semoga ibu bahagia di Surga-Nya.

Kepada kakak-kakak saya tercinta Syahrulloh, Ari Siswanto, Topik Hidayat,

Nurul Arifin, Desi Rahayu dan keluarga semua, terimakasih atas dukungan dan

bantuannya selama ini hingga saya bisa menyelesaikan pendidikan saya.

Semoga selalu diberikan kesehatan dan kebahagian. .

Tidak lupa pula untuk almamater tercinta, Universitas Pamulang. Terimakasih

sudah bantu mewujudkan mimpi saya untuk kuliah, menuntut ilmu dan meraih

gelar Sarjana dengan biaya yang sangat terjangkau.

Sukses dan Jaya selalu Universitas Pamulang.

vii
ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh earning per share dan nilai
tukar terhadap harga saham dengan inflasi sebagai variabel moderasi pada
perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia pada tahun 2015-2019. Penelitian ini merupakan penelitian
kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Metode yang digunakan adalah kuantitatif
dengan menggunakan data sekunder terhadap laporan keuangan perusahaan
manufaktur sektor industri barang konsumsi. Sumber data yang diperoleh melalui
situs resmi Bursa Efek Indonesia selama tahun 2015-2019. Dengan populasi
sebanyak 51 perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi dan yang
digunakan sebagai sampel penelitian adalah 10 perusahaan. Dalam analisis
statistic yang digunakan adalah analisis statistic dalam bentuk uji regresi linear
berganda dengan tingkat signifikansi 5%. Pengujian statistic menggunakan
Software Eviews versi 10. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial
(uji t) earning per share berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham dan
nilai tukar tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham. Sedangkan
secara simultan (uji f) earning per share dan nilai tukar berpengaruh secara
signifikan terhadap harga saham. Dan hasil uji moderated regression analysis (uji
MRA) menunjukkan bahwa inflasi tidak dapat memoderasi hubungan earning per
share terhadap harga saham, dan inflasi juga tidak dapat memoderasi hubungan
nilai tukar terhadap harga saham.

Kata Kunci: Earning Per Share, Nilai Tukar, Harga Saham, Inflasi.

viii
ABSTRACT

The purpose of this research is to analyze the effect of earning per share and
exchange rate on stock prices with inflation as a moderating variable in consumer
goods industry manufacturing company listed on the Indonesian Stock Exchange
in 2015-2019. This research is quantitative with associative approach. The
method used is quantitative by using secondary data obtained through the official
website of the Indonesian Stock Exchange (IDX) during 2015-2019. A total of 51
company in consumer goods industry manufacturing company and 10 company
used as research samples. The statistical analysis used is statistical analysis in the
form of multiple linear regression test with a significance level of 55. Statistical
testing using software Eviews version 10. The results of this research indicate that
partially (t test) earning per share has a significant effect on stock prices and
exchange rate hasn’t significant effect on stock price. While simultaneously (f test)
earning per share and exchange rate has a significant effect on stock prices. And
results of moderated regression analysis (MRA test) indicate that inflation wasn’t
able to moderate the effect of earning per share on stock prices and inflation also
wasn’t able to moderate exchange rate.

Keywords: Earning Per Share, Exchange Rate, Stock Prices, Inflation.

ix
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT yang telah

menganugerahkan rahmat dan karunia–Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan

Skripsi ini. Skripsi ini menganalisis pengaruh earning per share dan nilai tukar

terhadap harga saham dengan inflasi sebagai variabel moderasi. Penulisan Skripsi

ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk meraih gelar

Sarjana Akuntansi pada Fakultas Ekonomi Unversitas Pamulang.

Saya menyadari bahwa, skripsi ini dapat saya selesaikan karena adanya

bantuan, bimbingan, serta dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada

kesempatan ini saya ingin menghaturkan rasa hormat dan terimakasih yang

sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak Dr. (H.C.). Drs. H. Darsono, selaku Ketua Yayasan Sasmita Jaya yang

telah mewujudkan mimpi-mimpi anak bangsa dengan mempelopori adanya

pendidikan dengan biaya terjangkau dan berkualitas.

2. Bapak Dr. H. Dayat Hidayat, M.M., selaku Rektor Universitas Pamulang yang

telah berupaya keras mewujudkan Universitas Pamulang semakin berkualitas.

3. Bapak Dr. H. Endang Ruhiyat, S.E., M.M., CSRA. CMA., selaku Dekan

Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang yang telah memajukan Fakultas

Ekonomi menjadi semakin baik.

4. Ibu Effriyanti, S.E., Akt., M.Si., CA., selaku Ketua Program Studi Akuntansi

S1 Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang yang telah menjadikan Prodi

Akuntansi semakin berkualitas.

x
5. Ibu Dila Anggraini, S.E., M.Ak., selaku Dosen Pembimbing yang telah sabar

dan bijak membimbing, memberi dukungan, arahan dan membantu penulis

dalam menyelesaikan skripsi ini.

6. Bapak Ajimat, S.Si., M.M., selaku Dosen Penguji I dan Ibu Suciati Muanifah,

S.E., M.M., selaku Dosen Penguji II.

7. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi Program Studi Akuntansi yang telah

memberikan ilmu yang bermanfaat.

8. Bapak dan Ibu jajaran staf Universitas Pamulang terkhusus staf akuntansi, yang

telah membantu memperlancar upaya saya dalam menyelasaikan studi di

Universitas Pamulang.

9. Kedua orang tua dan keluarga tercinta yang selalu melimpahkan kasih sayang

serta dukungan sehingga menjadi motivasi saya untuk segera menyelesaikan

skripsi ini.

10. Para Sahabat tercinta, Yulia Maulida, Teguh Adwitia, Aji Syahraji, Reza

Nophiana, Haikal Yuhyi Akbar, Hilyah Aulia, Darmiah, Tri Ambarwati, Suci

Rahmawati, Siti Maryam, Yuneni, Indah Permata Sari, Ida Nuraida, Nada

Nabilah, Siti Nurkhodijah, Suhana, Sarah Febriyani dan Semuanya.

Terimakasih atas kebaikan, dukungan dan bantuan dari awal perkuliahan

hingga terselesaikan skripsi ini.

11. Teman-teman seperjuangan Akuntansi Reguler B Angkatan 2016, terimakasih

telah saling mendukung dan telah mengukir cerita indah selama perkuliahan.

xi
12. Semua pihak yang telah membantu kelancaran skripsi ini yang tidak bisa

disebutkan satu per satu. Terima kasih atas bantuan, bimbingan, serta dorongan

dan doa yang telah diberikan hingga terselesaikan skripsi ini.

Saya menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih jauh dari yang

diharapkan. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran yang bersifat

membangun. Dan saya berharap skripsi ini dapat berguna bagi para pembaca dan

dunia ilmu pengetahuan.

Pamulang, 1 November 2020


Penulis,

WIDIA HASTUTI
NIM. 2016122299

xii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i


MOTTO ................................................................................................................. ii
LEMBAR PERSETUJUAN ................................................................................ iii
HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. iv
LEMBAR PERNYATAAN ...................................................................................v
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ............................................................................ vi
LEMBAR PERSEMBAHAN ............................................................................. vii
ABSTRAK .......................................................................................................... viii
ABSTRACT ........................................................................................................... ix
KATA PENGANTAR ............................................................................................x
DAFTAR ISI ....................................................................................................... xiii
DAFTAR TABEL ............................................................................................. xvii
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................ xviii
DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xix
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................1
1.1 Latar Belakang ...................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................. 8
1.3 Tujuan Penelitian................................................................................... 8
1.4 Manfaat Penelitian................................................................................. 9
BAB II TINJAUAN PUSTAKA..........................................................................10
2.1 Landasan Teori ................................................................................... 10
2.1.1 Teori Sinyal ............................................................................... 10
2.2 Harga Saham ...................................................................................... 11
2.3 Earning Per Share .............................................................................. 12
2.4 Nilai Tukar .......................................................................................... 13
2.5 Inflasi ................................................................................................... 15
2.6 Penelitian Terdahulu .......................................................................... 16
2.7 Kerangka Berpikir .............................................................................. 21

xiii
2.8 Hipotesis Penelitian ............................................................................ 22
2.8.1 Pengaruh Earning Per Share Terhadap Harga Saham .............. 22
2.8.2 Pengaruh Nilai Tukar Terhadap Harga Saham ......................... 23
2.8.3 Pengaruh Earning Per Share dan Nilai Tukar Secara Simultan
Terhadap Harga Saham ...................................................................... 24
2.8.4 Pengaruh Earning Per Share terhadap Harga Saham dengan
Inflasi sebagai Variable Moderasi ...................................................... 24
2.8.5 Pengaruh Nilai Tukar terhadap Harga Saham dengan Inflasi
sebagai Variable Moderasi ................................................................. 25
BAB III METODE PENELITIAN .....................................................................27
3.1 Jenis Penelitian .................................................................................... 27
3.2 Ruang Lingkup Penelitian ................................................................... 27
3.3 Variabel dan Pengukuran .................................................................... 28
3.3.1 Harga Saham (Y) ....................................................................... 28
3.3.2 Earning Per Share (X1) ............................................................ 29
3.3.3 Nilai Tukar (X2) ........................................................................ 29
3.3.4 Inflasi (Z)................................................................................... 30
3.4 Populasi dan Sampel ........................................................................... 31
3.4.1 Populasi ..................................................................................... 31
3.4.2 Sampel ....................................................................................... 32
3.5 Teknik Pengumpulan Data .................................................................. 33
3.5.1 Sumber dan Jenis Data .............................................................. 33
3.5.2 Teknik Pengumpulan Data ........................................................ 33
3.6 Teknik Analisis Data ........................................................................... 34
3.6.1 Uji Statistik Deskriptif .............................................................. 35
3.6.2 Uji Model Data Panel ................................................................ 35
3.6.2.1 Uji Chow.............................................................................. 36
3.6.2.2 Uji Hausman ....................................................................... 36
3.6.2.3 Uji Langrange Multiplier................................................... 36
3.6.3 Uji Asumsi Klasik ..................................................................... 37
3.6.3.1 Uji Normalitas..................................................................... 37

xiv
3.6.3.2 Uji Multikolinearitas .......................................................... 37
3.6.3.3 Uji Heteroskedastisitas ...................................................... 38
3.6.3.4 Uji Autokorelasi ................................................................. 38
3.6.4 Uji Hipotesis.............................................................................. 39
3.6.4.1 Uji F (Uji Simultan) ........................................................... 39
3.6.4.2 Uji T (Uji Parsial) ............................................................... 40
3.6.5 Uji Koefisien Determinasi (R2) ................................................. 41
3.6.6 Uji Analisis Regresi Linear Berganda ....................................... 41
3.6.7 Uji Moderating Regression Analysis (MRA) ............................ 42
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN....................................43
4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian .................................................... 43
4.2 Deskripsi Sampel................................................................................. 44
4.3 Hasil Penelitian ................................................................................... 45
4.3.1 Analisis Statistik Deskriptif ...................................................... 45
4.3.2 Uji Data Panel ........................................................................... 47
4.3.2.1 Uji Chow.............................................................................. 47
4.3.2.2 Uji Hausman ....................................................................... 48
4.3.2.3 Uji Langrange Multiplier................................................... 48
4.3.3 Uji Asumsi Klasik ..................................................................... 49
4.3.3.1 Uji Normalitas..................................................................... 49
4.3.3.2 Uji Multikolinearitas .......................................................... 50
4.3.3.3 Uji Heteroskedastisitas ...................................................... 51
4.3.3.4 Uji Autokorelasi ................................................................. 51
4.3.4 Uji Hipotesis.............................................................................. 54
4.3.4.1 Uji F (Uji Simultan) ........................................................... 54
4.3.4.2 Uji T (Uji Parsial) ............................................................... 55
4.3.5 Uji Koefisien Determinasi (R2) ................................................. 57
4.3.6 Uji Analisis Regresi Linear Berganda ....................................... 58
4.3.7 Uji Moderating Regression Analysis (MRA) ............................ 60
4.4 Pembahasan ......................................................................................... 61

xv
BAB V PENUTUP ................................................................................................65
5.1 Kesimpulan.......................................................................................... 65
5.2 Keterbatasan Penelitian ....................................................................... 66
5.3 Saran .................................................................................................... 67
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................68
LAMPIRAN ...........................................................................................................72

xvi
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu .......................................................................... 16


Tabel 3.1 Operasional Variabel Penelitian......................................................... 31
Tabel 4.1 Kriteria Pengambilan Sampel............................................................. 44
Tabel 4.2 Data Perusahaan Samp ....................................................................... 45
Tabel 4.3 Hasil Uji Analisis Statiistik Deskriptif ............................................... 46
Tabel 4.4 Hasil Uji Chow ................................................................................... 47
Tabel 4.5 Hasil Uji Hausman ............................................................................. 48
Tabel 4.6 Hasil Uji Langrange Multiplier .......................................................... 49
Tabel 4.7 Hasil Uji Normalitas........................................................................... 50
Tabel 4.8 Hasil Uji Multikolinearitas................................................................. 50
Tabel 4.9 Hasil Uji Heteroskedastisitas ............................................................. 51
Tabel 4.10 Hasil Uji Autokorelasi ........................................................................ 52
Tabel 4.11 Hasil Koreksi Data Menggunakan Metode Chocrane Orcutt ........... 53
Tabel 4.12 Hasil Uji F (Uji Simultan).................................................................. 54
Tabel 4.13 Hasil Uji T (Uji Parsial) ..................................................................... 56
Tabel 4.14 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) ................................................ 58
Tabel 4.15 Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda ...................................... 59
Tabel 4.15 Hasil Uji Moderating Regression Analysis (MRA) ........................... 60

xvii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir ............................................................................. 22

xviii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Daftar Populasi Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang ..... 72
Lampiran 2 Daftar Sampel Perusahaan Sesuai Kriteria ....................................... 73
Lampiran 3 Daftar Earning Per Share Sampel Penelitian ................................... 74
Lampiran 4 Daftar Nilai Tukar Sampel Penelitian .............................................. 74
Lampiran 5 Daftar Harga Saham Sampel Penelitian ........................................... 74
Lampiran 6 Daftar Inflasi Sampel Penelitian ....................................................... 75
Lampiran 7 Hasil Pengelolaan Data Eviews 10 ................................................... 75
Lampiran 8 Laporan Keuangan ............................................................................ 81
Lampiran 9 Kartu Bimbingan .............................................................................. 87

xix
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Era digital saat ini mendorong masyarakat dunia untuk bertransformasi

serba digital dalam sector apapun baik sector pendidikan, pemerintahan dan

perekonomian. Dengan pesatnya perkembangan teknologi pada era digital ini

membuat perekonomian semakin lama semakin maju karena dengan

perkembangan teknologi dapat mendorong perusahaan untuk meningkatkan

kinerja perusahaan agar dapat bertahan, berkembang dan bersaing dalam

perekonomian dunia.

Di Indonesia perkembangan teknologi atau internet sangatlah pesat

sehingga penyebaran dan penerimaan informasi sangatlah mudah. Berbagai

kalangan baik anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua dapat dengan mudah

mengakses internet. Sehingga pada kondisi seperti ini merupakan peluang besar

bagi para pelaku bisnis untuk mengembangkan bisnisnya ke masyarakat. Namun,

tidak dapat dipungkiri bahwa semakin besar peluang bisnis diikuti dengan

semakin ketat persaingan bisnis antar perusahaan. Maka hal tersebut mendorong

setiap perusahaan untuk meningkatkan kinerja perusahaan dengan selalu

berinovasi dalam menciptakan produk terbaru yang dapat diterima oleh

masyarakat sehingga perusahaan dapat bertahan dan berkembang, maka

perusahaan membutuhkan tambahan modal untuk operasional perusahaan serta

pengembangan usahanya.

1
Salah satu alternatif bagi perusahaan untuk memperoleh tambahan modal

yaitu dengan cara memberi kesempatan pihak luar atau eksternal perusahaan

untuk dapat berinvestasi di perusahaan tersebut. Kegiatan investasi ini akan

menguntungksn kedua belah pihak, dimana perusahaan sebagai pihak pengguna

dana dengan memperoleh tambahan modal dari investor dapat memungkinkan

untuk melakukan ekspansi usaha tanpa harus menunggu hasil dari kegiatan

operasional perusahaan. Sedangkan investor mengharapkan keuntungan dari

kegiatan investasi di perusahaan yang dituju baik keuntungan jangka panjang

berupa deviden maupun keuntungan jangka pendek berupa capital gain. Adapun

tempat perantara antara perusahaan atau pihak pengguna dana dan investor atau

pihak pemilik dana dalam kegiatan berinvestasi yaitu melalui pasar modal. Pasar

modal merupakan sarana pendanaan bagi perushaan maupun institusi lain, dan

sebagai sarana bagi kegiatan berinvestasi. Pasar modal juga merupakan pasar

untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan

berupa surat utang (obligasi), ekuitas (saham), reksadana, instrument derivative

maupun instrumen lainnya. Perusahaan yang melakukan jualbeli instrument

keuangan adalah perusahaan yang sudah mencatatkan sahamnya di pasar modal

atau perusahaan yang sudah go public. Dan setiap keputusan yang dipilih oleh

investor sebelum berinvestasi harus didasarkan oleh analisis yang baik dan benar

agar mendapatkan keuntungan yang sesuai harapan dan terhindar dari resiko

kerugian dalam berinvestasi.

Pertimbangan berupa analisis yang dilakukan oleh investor ini mengacu

pada hasil kinerja perusahaan. Oleh karena itu semua perusahaan yang telah

2
mencatat sahamnya di pasar modal atau perusahaan yang sudah go public harus

mengungkapkan kinerja perusahaan kepada public berupa laporan keuangan

perusahaan. Menurut PSAK No. 1 (2015:1) menyatakan bahwa laporan keuangan

adalah penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu

entitas. Laporan keuangan memberikan informasi mengenai posisi keuangan

perusahaan berupa laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan posisi

keuangan, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan

merupakan suatu informasi yang sangat dibutuhkan oleh pihak yang memiliki

kepentingan dalam perusahaan, karena laporan keuangan dapat digunakan sebagai

tolak ukur dalam penilaian kinerja keuangan perusahaan sehingga membantu

pihak yang berkepentingan dalam proses pengambilan keputusan, serta membantu

dalam menilai dan memprediksi pertumbuhan dan perkembangan perusahaan

dimasa yang akan datang. Selain dilihat dari laporan keuangan, seorang investor

dapat menilai tingkat keberhasilan kinerja perusahaan dari harga saham yang

diperjualbelikan di pasar modal.

Harga saham merupakan salah satu faktor penting yang harus

diperhatikan oleh investor untuk menentukan keputusan investasinya. Harga

saham dapat dijadikan acuan oleh investor untuk menilai kinerja perusahaan. Jika

harga saham tinggi, maka investor akan menilai bahwa kinerja keuangan

perusahaan cukup baik atau berhasil. Sedangkan jika harga saham rendah, maka

investor akan menilai bahwa kinerja keuangan perusahaan kurang baik atau belum

berhasil. Oleh karena itu, tinggi rendahnya harga saham sangat mempengaruhi

investor dalam mengambil keputusan untuk berinvestasi pada perusahaan yang

3
dituju. Sehingga investor harus bisa menganalisis factor-faktor yang

mempengaruhi pergerakan harga saham.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan harga saham terdiri dari

faktor internal dan faktor eksternal perusahaan. Factor internal adalah factor yang

timbul dari dalam perusahaan berupa pengumuman tentang pemasaran, produksi,

dan penjualan, pengumuman pendanaan, pengumuman badan direksi manajemen,

pengumuman investasi dan pengumuman laporan keuangan perusahaan. Rasio-

rasio yang ada dalam laporan keuangan dapat dijadikan acuan untuk menganalisis

harga saham seperti earning per share, price earning ratio, price to book value,

return on equity, debt to equity, dividend yield dan lainnya. Sedangkan factor

eksternal adalah factor yang timbul dari luar perusahaan berupa kondisi

perekonomian, gejolak politik, perubahan suku bunga, nilai tukar, inflasi, serta

berbagai regulasi dan deregulasi ekonomi yang dikeluarkan pemerintah.

Pada penelitian ini menggunakan earning per share untuk mewakili

factor internal dalam mempengaruhi harga saham. Earning per share merupakan

salah satu rasio yang sering digunakan dalam menganalisa harga saham. Earning

per share merupakan rasio yang digunakan untuk menunjukkan berapa besar

keuntungan yang diperoleh dari per lembar saham. Tinggi rendahnya earning per

share dapat menunjukkan tingkat keberhasilan kinerja keuangan yang kemudian

dapat mempengaruhi harga saham.

Nilai tukar dan inflasi digunakan untuk mewakili factor eksternal dalam

mempengaruhi harga saham. Nilai tukar merupakan harga atau nilai mata uang

suatu Negara yang dinyatakan dalam nilai mata uang Negara lain. Perubahan nilai

4
tukar memiliki dampak yang berbeda-beda terhadap suatu sekuritas. Penguatan

nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing merupakan sinyal positif bagi

perekonomian yang sedang mengalami inflasi. Sedangkan penurunan nilai tukar

rupiah terhadap mata uang asing memiliki pengaruh negatif terhadap

perkembangan perekonomian dan pasar modal.

Inflasi adalah kecenderungan harga-harga untuk menaik secara umum

dan terus menerus. Tidak disebut inflasi apabila kenaikan harga hanya dari satu

atau dua barang saja, sebaliknya disebut inflasi apabila kenaikan harga tersebut

meluas tidak hanya pada satu atau dua barang saja. Karena inflasi memiliki nilai

yang sama untuk setiap perusahaan, maka pada penelitian ini penulis

menggunakan sensitivitas inflasi sebagai variable moderasi untuk membuktikan

apakah inflasi memperkuat atau justru melemahkan harga saham.

Dikutip dari cbncindonesia.com, depresiasi nilai tukar rupiah terhadap

dollar Amerika Serikat (AS) akan bisa menekan daya beli masyarakat dan

mempengaruhi kinerja emiten. Namun, ada beberapa emiten yang tahan terhadap

perlemahan terutama sektor barang konsumsi. Dalam riset Bahana Sekuritas, PT.

Gudang Garam (GGRM), PT. Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP) dan PT.

Mayora Indah Tbk (MYOR) adalah tiga perusahan yang paling resilient terhadap

perlemahan rupiah. Saham GGRM dan HMSP memiliki bahan baku mayoritas

dari dalam negeri, sementara itu beban perusahaan yang paling besar adalah

pembayaran cukai sehingga meskipun nilai tukar rupish melemah, kinerja

kedua perusahaan ini tidak terlalu terpengaruh. Sedangkan saham MYOR,

meskipun sebagian besar bahan baku terpengaruh dengan depresiasi rupiah,

5
namun perusahaan makanan ini juga memiliki penjualan ekspor, sehingga beban

biaya dalam dollar yang dikeluarkan bisa di offset dengan pendapatan dollar yang

dihasilkan (Franedya, 2018).

Dikutip dari bisnis.com, emiten makanan dan minuman olahan PT.

Mayora Indah Tbk. (MYOR) membukukan lonjakan laba bersih kendati penjualan

tergerus pada kuartal pertama 2020. Berdasarkan laporan keuangan perseroan,

laba MYOR melonjak 99,72 persen menjadi Rp. 931,39 miliar. Kenaikan laba

tersebut diikuti dengan meningkatnya laba per saham atau earning per share yang

dapat dibagikan perseroan kepada pemegang saham yaitu dari posisi semula Rp.

21 menjadi Rp. 42 laba per lembar saham atau earning per share. Pertumbuhan

signifikan tersebut terutama disumbang oleh laba kurs mata uang asing sebesar

Rp. 605,06 miliar (Dirgantara, 2020).

Studi tentang hubungan antara earning per share dan nilai tukar terhadap

harga saham dengan inflasi sebagai variabel moderasi sudah banyak diteliti oleh

beberapa penelitian terdahulu diantaranya, penelitian yang dilakukan oleh Rosdian

Widiati Watung dan Ventje Ilat (2016) hasil penelitian ini manyatakan bahwa

earning per share berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Sementara

penelitian yang dilakukan oleh Qahfi Romula Siregar dan Salman Farisi (2018)

hasil penelitian ini manyatakan bahwa earning per share tidak berpengaruh

signifikan terhadap harga saham.

Penelitian yang dilakukan oleh Ayu Wulandari dan Sonang Sitohang

(2017) hasil penelitian ini menyatakan bahwa nilai tukar berpengaruh signifikan

terhadap harga saham. Sementara penelitian yang dilakukan oleh Eni Puji Astuti

6
dan Rika Ardila (2019) hasil penelitian ini menyatakan bahwa nilai tukar tidak

berpengaruh signifikan terhadap harga saham.

Dan penelitian yang dilakukan oleh Fachrial Irawan Ari dan Imam

Hidayat (2016) hasil penelitian ini menyatakan bahwa earning per share dan nilai

tukar secara simultan berpengaruh signifikan terhadap harga saham.

Berdasarkan dari latar belakang dan penelitian-penelitian terdahulu,

terdapat hasil yang tidak konsisten, dimana terdapat penelitian-penelitian yang

menyatakan hasil ada maupun tidak adanya pengaruh earning per share dan nilai

tukar terhadap harga saham dengan inflasi sebagai variabel moderasi. Berdasarkan

uraian diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul

“Pengaruh Earning Per Share dan Nilai Tukar Terhadap Harga Saham

dengan Inflasi sebagai Variabel Moderasi”. (Studi Empiris Pada Perusahaan

Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek

Indonesia Pada Tahun 2015-2019).

7
1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka dapat di

identifikasi rumusan masalah sebagai berikut :

1. Apakah earning per share berpengaruh terhadap harga saham ?

2. Apakah nilai tukar berpengaruh terhadap harga saham ?

3. Apakah earning per share dan nilai tukar secara simultan berpengaruh

terhadap harga saham ?

4. Apakah inflasi dapat memoderasi hubungan earning per share terhadap harga

saham ?

5. Apakah inflasi dapat memoderasi hubungan nilai tukar terhadap harga saham ?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini sebagai

berikut :

1. Untuk mengetahui dan menganalisa apakah earning per share berpengaruh

terhadap harga saham.

2. Untuk mengetahui dan menganalisa apakah nilai tukar berpengaruh terhadap

harga saham.

3. Untuk mengetahui dan menganalisa apakah earning per share dan nilai tukar

secara simultan berpengaruh terhadap harga saham.

4. Untuk mengetahui dan menganalisa apakah inflasi dapat memoderasi

hubungan earning per share terhadap harga saham.

8
5. Untuk mengetahui dan menganalisa apakah inflasi dapat memoderasi

hubungan earning per share terhadap harga saham.

1.4 Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian diatas, maka penulis berharap bahwa

penelitian ini dapat memberikan manfaat sebagai berikut :

1. Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini secara teoritis dapat digunakan sebagai referensi,

manambah informasi dan pengetahuan mengenai pengeruh earning per share

dan nilai tukar terhadap harga saham dengan inflasi sebagai variabel moderasi.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi Penulis

Penelitian ini merupakan aplikasi teori yang selama ini dipelajari

selama perkuliahan dan agar penulis dapat mengetahui pengeruh earning per

share dan nilai tukar terhadap harga saham dengan inflasi sebagai variable

moderasi.

b. Bagi Pembaca

Sebagai referensi kepustakaan, dan untuk penelitian berikutnya

kekurangan yang terdapat pada pelitian ini diharapkan dapat memberikan

kesempurnaan dalam penelitian yang berkaitan dengan earning per share dan

nilai tukar terhadap harga saham dengan inflasi sebagai variable moderasi.

9
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori

2.1.1 Teori Sinyal

Teori sinyal (Signaling Theory) dikembangkan dalam ilmu ekonomi dan

keuangan untuk memperhitungkan kenyataan bahwa orang dalam (insiders)

perusahaan pada umumnya memiliki informasi yang lebih baik dan lebih cepat

yang berkaitan dengan kondisi dan prospek perusahaan dibandingkan dengan

investor luar. Teori sinyal didasarkan pada asumsi bahwa informasi yang diterima

oleh masing-masing pihak berbeda-beda. Untuk itu, manajer perlu memberikan

informasi bagi pihak yang berkepentingan melalui penerbitan laporan keuangan

perusahaan sebagai hasil dari kinerja keuangan perusahaan. Menurut (Saputra &

Dharmadiaksa, 2016) menyatakan bahwa komunikasi yang baik antara insider dan

investor akan menimbulkan kinerja yang baik. Respon pasar terhadap perusahaan

dengan demikian dipengaruhi oleh sinyal yang diberikan oleh perusahaan.

Menurut (Brigham, Eugene. F., & Houston, 2014:184) mendefiniskan

teori sinyal sebagai suatu tindakan yang diambil oleh manajemen perusahaan yang

dapat memberikan petunjuk kepada para investor mengenai bagaimana cara

pandang manajemen terhadap prospek perusahaan. Asumsi dalam teori sinyal

adalah manajer mempunyai informasi yang akurat tentang nilai-nilai perusahaan

yang tidak diketahui oleh investor luar. Manajer secara umum mempunyai

informasi yang lebih lengkap dan akurat tentang factor-faktor yang mempengaruhi

10
keberhasilan kinerja keuangan perusahaan yang dapat dijadikan dasar dalam

menganalisis harga saham.

Secara garis besar, jika sinyal manajemen mengindikasikan good news,

maka dapat meningkatkan harga saham. Namun sebaliknya, jika sinyal

manajemen mengindikasikan bad news, maka dapat mengakibatkan penurunan

harga saham. Oleh karena itu, sinyal dari perusahaan merupakan hal yang penting

bagi para investor guna pengambilan keputusan berinvestasi.

2.2 Harga Saham

Menurut (Widayanti, R., & Colline, 2017) Harga saham dapat diartikan

sebagai harga yang dibentuk dari interaksi antara penjual dan pembeli saham yang

dilatarbelakangi oleh harapan mereka terhadap keuntungan perusahaan. Harga

saham ditentukan berdasarkan permintaan dan penawaran terhadap saham suatu

perusahaan. Ketika permintaan saham meningkat maka akan mempengaruhi

peningkatan harga saham. Sedangkan ketika penawaran saham menurun maka

akan mempengaruhi penurunan harga saham.

Harga saham dapat berubah dalam hitungan menit bahkan dapat berubah

dalam hitungan detik. Hal tersebut dimungkinkan karena tergantung dengan

permintaan dan penawaran antara pembeli dengan penjual saham. Harga saham

sebagai indikator keberhasilan perusahaan dalam mengelola keuangan

perusahaan. Apabila harga saham tinggi, maka akan memberikan keuntungan

berupa capital gain dan meningkatkan citra baik perusahaan sehingga banyak

investor tertarik untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut. Sebaliknya apabila

11
harga saham rendah, maka perusahaan akan mengalami kerugian berupa capital

loss dan dapat menurunkan citra baik perusahaan sehingga investor tidak tertarik

pada saham perusahaan dan membuat perusahaan kesulitan mendapatkan dana

dari luar.

Menurut (Mahapsari, N. R., & Taman, 2013) harga saham dapat

dibedakan menjadi 3 (Tiga), diantaranya sebagai berikut :

1. Harga nominal

Harga nominal merupakan harga yang tercantum dalam sertifikat saham yang

yang ditetapkan oleh emiten untuk menilai setiap lembar saham yang

dikeluarkan.

2. Harga perdana

Harga perdana merupakan harga pada saham tersebut dicatat di bursa efek

dalam rangka penawaran umum penjualan saham perdana yang disebut

dengan IPO (Initial Public Offering).

3. Harga pasar

Harga pasar merupakan harga jual dari investor yang satu dengan investor

yang lain. Harga ini terjadi setelah saham tersebut dicatatkan di bursa efek.

2.3 Earning Per Share

Earning per share merupakan rasio yang menggambarkan jumlah laba

pada suatu periode yang tersedia untuk setiap saham biasa yang beredar selama

periode pelaporan (PSAK No. 56, 2015). Adapun menurut (Fahmi, 2012) earning

per share atau laba per lembar saham adalah bentuk pemberian keuntungan yang

12
diberikan kepada para pemegang saham dari setiap lembar saham yang dimiliki.

Sementara menurut (Murhadi, W.R, 2013) earning per share adalah income per

lembar saham yang dapat dilihat di laporan keuangan yang dikeluarkan oleh

perusahaan.

Berdasarkan pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa earning

per share adalah rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar laba yang

dihasilkan dari per lembar saham yang dimiliki oleh para investor. Dengan

mengetahui dan menganalisis earning per share, maka investor dapat menilai

berapa potensi laba yang diterima dari investasi tersebut. Semakin tinggi nilai

earning per share berarti semakin besar laba yang diperoleh oleh para pemegang

saham atas setiap lembar saham yang dimilikinya. Sebaliknya semakin rendah

nilai earning per share berarti semakin kecil laba yang diperoleh oleh pemegang

saham atas setiap lembar saham yang dimilikinya.

Nilai earning per share yang tinggi akan meningkatkan harga saham,

begitu pula sebaliknya nilai earning per share yang rendah akan menurunkan

harga saham di Bursa Efek Indonesia. Oleh karena itu, sangat penting bagi para

investor untuk mengetahui dan menganalisis earning per share sebelum

berinvestasi agar keputusan yang diambil dalam berinvestasi tepat dan dapat

memperoleh laba atau return yang besar atas lembar saham yang dimiliki.

2.4 Nilai Tukar

Apabila suatu barang ditukar dengan barang lain, tentu didalamnya

terdapat perbandingan nilai tukar diantara keduanya. Nilai tukar ini semacam

13
“harga” didalam pertukaran tersebut. Demikian pula pertukaran antara dua mata

uang yang berbeda, maka akan terdapat perbandingan nilai atau harga antara

kedua mata uang tersebut. Menurut (Ekananda, 2014) nilai tukar atau kurs adalah

harga suatu mata uang relatif terhadap mata uang negara lain. Nilai tukar

memerankan perenan penting dalam perekonomian terbuka mengingat pengaruh

yang demikian besar bagi neraca transaksi berjalan maupun variabel-variabel

ekonomi makro lainnya.

Suatu harga relatif yang diartikan sebagai nilai dari suatu mata uang

terhadap mata uang lainnya disebut dengan nilai tukar. Hal tersebut menentukan

daya beli paling tidak untuk barang yang diperdagangkan dari suatu nilai mata

uang terhadap mata uang lainnya. Perubahan nilai tukar berpengaruh nyata

terhadap harga barang yang diperdagangkan (Reny & Agustina, 2014). Nilai tukar

ditentukan dari banyaknya permintaan dan penawaran di pasar atas mata uang

tersebut (Sedyaningrum et al., 2016). Apabila terjadi apreasiasi nilai tukar suatu

Negara maka harga untuk barang ekspor Negara berkaitan akan mengalami

penurunan dan sebaliknya harga barang impor akan mengalami kenaikan.

Semakin tinggi nilai tukar suatu Negara maka Negara tersebut memiliki

perekonomian yang kuat, sehingga memperoleh cadangan devisa yang banyak

(Sonia & Setiawina, 2016).

Berdasarkan pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahawa nilai

tukar adalah suatu perbandingan antara nilai atau harga suatu mata uang relatif

terhadap mata uang negara lain, yang berdampak pada kekuatan daya beli

masyarakat terhadap suatu produk, sehingga dapat mempengaruhi tingkat

14
kekuatan perekonomian suatu Negara. Nilai tukar juga dapat mempengaruhi

tinggi rendahnya kegiatan investasi suatu perusahaan. Hal tersebut dikarenakan,

apabila nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mengalami apresiasi maka harga

saham meningkat. Sedangkan apabila nilai tukar rupiah terhadap dollar AS

mengalami depresiasi maka harga saham menurun. Maka penting bagi seorang

investor mengetahui nilai tukar yang sedang terjadi saat ini agar dapat mengetahui

dan menganalisis tinggi rendahnya harga saham suatu perusahaan.

2.5 Inflasi

Menurut (Natsir, 2014) menyatakan bahwa pengertian inflasi adalah

kecenderungan meningkatnya harga barang dan jasa secara umum dan terus

menerus. Apabila kenaikan harga hanya pada satu atau dua barang saja maka hal

tersebut tidak dikatakan sebagai inflasi. Dikatakan sebagai inflasi apabila

kenaikan harga merata pada semua barang. Kenaikan harga ketika terjadi inflasi

berlaku umum dalam suatu perekonomian dari suatu periode ke periode lainnya.

Tingkat inflasi yang tinggi dikaitkan dengan kondisi ekonomi yang terlalu

panas (overheated). Kondisi ekonomi mengalami permintaan produk yang

melebihi kapasitas penawaran produknya sehingga harga-harga cenderung

mengalami kenaikan, sedangkan jika terjadi penurunan inflasi yang terlalu tinggi

akan menyebabkan penurunan pada daya beli uang. Tingkat inflasi dapat

berpengaruh positif maupun negatif tergantung pada derajat inflasi yang terjadi.

Inflasi yang tinggi dapat menjatuhkan harga saham di pasar, sementara inflasi

15
yang sangat rendah berakibat pada pertumbuhan ekonomi dan harga saham yang

bergerak lamban.

Berdasarkan uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa inflasi adalah

keadaan dimana terjadinya kenaikan harga-harga suatu barang secara merata dan

terus menerus yang dapat menyebabkan tinggi rendahnya daya beli masyarakat

terhadap suatu barang yang juga berakibat pada tinggi rendahnya ketertarikan

investor dalam berinvestasi sehingga dapat mempengaruhi harga saham di Bursa.

2.6 Penelitian Terdahulu

Salah satu referensi penulis dalam melakukan penelitian ini yaitu dengan

melihat dan memahami penelitian - penelitian terdahulu. Dari penelitian terdahulu

dapat penulis kembangkan dalam penelitian ini. Penelitian - penelitian terdahulu

diantaranya sebagai berikut :

Tabel 2.1
Penelitian Terdahulu
No Nama, Tahun, Nama Jurnal, Metode Hasil Penelitian
Judul Penelitian. Volume, Nomor, Penelitian
Halaman, ISSN.
1 Ida Ayu Made E-Jurnal Penelitian Earning Per Share
Aletheari, I Ketut Akuntansi kuantitatif berpengaruh
Jati, 2016, Universitas dengan terhadap Harga
Pengaruh Earning Udayana, Vol. 7 menggunakan Saham.
Per Share, Price No. 2, ISSN analisis regresi Price Earning
Earning Ratio, 1254-1282. linear Ratio berpengaruh
dan Book Value berganda. terhadap Harga
Per Share pada Saham.
Harga Saham. Book Value Per
Share
berpengaruh
terhadap Harga
Saham.
Earning Per
Share, Price

16
Earning Ratio,
dan Book Value
Per Share secara
simultan
berpengaruh
terhadap Harga
Saham.
2 Rosdian Widiati Jurnal EMBA, Metode Return On Asset
Watung, Ventje Vol. 4 No. 2, Hal. penelitian berpengaruh
Ilat, 2016, 518-529, ISSN asosiatif signifkan terhadap
Pengaruh Return 2303-1174. dengan teknik Harga Saham.
On Asset (ROA), ssanalisis Net Profit Margin
Net Profit Margin regresi linear berpengaruh
(NPM), dan berganda. signifkan terhadap
Earning Per Harga Saham.
Share (EPS) Earning Per Share
Terhadap Harga berpengaruh
Saham Pada signifkan terhadap
Perusahaan Harga Saham.
Perbankan di Return On Asset,
Bursa Efek Net Profit Margin
Indonesia Periode dan Earning Per
2011-2015. Share (EPS)
secara simultan
berpengaruh
signifikan
terhadap Harga
Saham.
3 Qahfi Romula Jurnal Ilmiah Penelitian Return On Asset
Siregar, Salman Magister asosiatif tidak berpengaruh
Farisi, 2018, Manajemen, Vol. dengan signifkan terhadap
Pengaruh Return 1 No. 1, Hal. 81- msenggunakan Harga Saham.
On Asset dan 89, ISSN 2623- data sekunder. Earning Per Share
Earning Per 2634. tidak berpengaruh
Share Terhadap signifkan terhadap
Harga Saham. Harga Saham.
Pengaruh Return
On Asset dan
Earning Per Share
secara simultan
tidak berpengaruh
signifkan terhadap
Harga Saham.
4 Muhammad Fala Riset Akuntansi Penelitian Earning Per Share
Dika, Hiras dan Manajemen. kuantitatif berpengaruh
Pasaribu, 2020, Vol. 9 No. 2, E- dengan signifkan terhadap

17
Pengaruh Earning ISSN 2502-5430. menggunakan Harga Saham.
Per Share, Return metode Return On Assets
On Assets, dan analisis regresi berpengaruh
Debt To Equity linaer signifkan terhadap
Ratio Terhadap berganda. Harga Saham.
Harga Saham. Debt To Equity
Ratio berpengaruh
signifkan terhadap
Harga Saham.
5 Ayu Wulandari, Jurnal Ilmu dan Penelitian Tingkat Inflasi
Sonang Sitohang, Reset Kuantitatif berpengaruh
2017, Pengaruh Manajemen, Vol. menggunakan signifikan
Tingkat Inflasi, 6 No. 11, e-ISSN metode terhadap Harga
Suku Bunga SBI 2461-0593. statistic Saham.
dan Nilai Tukar deskriptif dan Suku Bunga
Terhadap Harga Teknik berpengaruh
Saham. analisis data signifikan
menggunakan terhadap Harga
analisis regresi Saham.
linear Nilai Tukar
berganda. berpengaruh
signifikan
terhadap Harga
Saham.
6 Eni Puji Astuti, Jurnal Sekuritas, Penelitian Suku Bunga Bank
Rika Ardila, Vol. 2 No. 3, Hal. Kuantitatif Indonesia tidak
2019, Pengaruh 65-82, ISSN menggunakan berpengaruh
Perubahan 2581-2777. data sekunder. signifikan
Tingkat Suku terhadap Harga
Bunga Bank Saham.
Indonesia dan Nilai Tukar
Perubahan Nilai Rupiah pada USD
Tukar Rupiah tidak berpengaruh
pada USD signifikan
Terhadap Harga terhadap Harga
Saham – Saham Saham.
LQ45 di Bursa Suku Bunga Bank
Efek Indonesia. Indonesia dan
Nilai Tukar secara
simultan tidak
berpengaruh
signifikan
terhadap Harga
Saham.
7 Debora L. Jurnal EMBA, Pendekatan Tingkat Inflasi
Lintang, Marjam Vol. 7 No. 3, penelitian tidak berpengaruh

18
Mangantar, Dedy ISSN 2303-1174. asosiatif dan signifikan
N. Baramuli, teknik analisis terhadap Harga
2019, Pengaruh data Saham.
Tingkat Inflasi menggunakan Tingkat Nilai
dan Tingkat Nilai regresi linear Tukar tidak
Tukar Rupiah berganda. berpengaruh
Terhadap Harga signifikan
Saham terhadap Harga
Perusahaan Saham.
Manufaktur Tingkat Inflasi
Sektor Industri dan Tingkat Nilai
Barang Konsumsi Tukar secara
di Bursa Efek simultan tidak
Indonesia Periode berpengaruh
2013-2017. signifikan
terhadap Harga
Saham.
8 Tri Nendhenk Jurnal Ilmu Penelitian Tingkat Suku
Rahayu, Masdar Ekonomi, Vol. 2 Kuantitatif Bunga
Masud, 2019, No. 2, e-ISSN menggunakan berpengaruh tidak
Pengaruh Tingkat 2622-6383. data sekunder. signifikan
Suku Bunga, Nilai terhadap Harga
Tukar Rupiah dan Saham.
Volume Nilai Tukar
Perdagangan berpengaruh tidak
Saham Terhadap signifikan
Harga Saham terhadap Harga
Perusahaan Saham.
Manufaktur. Volume
Perdagangan
berpengaruh
signifikan
terhadap Harga
Saham.
9 Fachrial Irawan Jurnal Ilmu dan Penelitian Current Ratio,
Ari, Imam Riset kausal Earning Per Share
Hidayat, 2016, Manajemen, Vol. komparatif dan Nilai Tukar
Pengaruh Kinerja 5 No. 1, ISSN menggunakan berpengaruh
Keuangan, Inflasi, 2461-0593. data sekunder signifikan
dan Nilai Tukar dan Teknik terhadap Harga
Terhadap Harga analisis data Saham.
Saham Pada menggunakan Debt To Equity
Perusahaan analisis regresi Ratio, Return On
Rokok. linear Assets, dan Inflasi
berganda. berpengaruh tidak
signifikan

19
terhadap Harga
Saham.
Current Ratio,
Debt To Equity
Ratio, Earning
Per Share, Return
On Assets, Inflasi
dan Nilai Tukar
secara simultan
berpengaruh
signifikan
terhadap Harga
Saham.
10 Ayu Jurnal Teknik Earning Per
Puspitaningtyas, Manajemen analisis data Share, dan Price
2016, Pengaruh Bisnis menggunakan To Book Value
Earning Per Krisnadwipayana, regresi linear berpengaruh
Share, Price To Vol. 4 No. 1, berganda. signifikan
Book Value, ISSN 2338-4749. terhadap Harga
Tingkat Inflasi Saham.
dan Nilai Kurs Tingkat Inflasi
Terhadap Harga dan Nilai Kurs
Saham berpengaruh tidak
Perusahaan Sub signifikan
Sektor Industri terhadap Harga
Otomotif dan Saham.
Komponennya di Earning Per
Bursa Efek Share, Price To
Indonesia. Book Value,
Tingkat Inflasi
dan Nilai Kurs
secara simultan
berpengaruh
terhadap Harga
Saham.
11 Muhammad Jurnal Ilmu dan Penelitian Return On Asset
Ariyanto Riset Akuntansi, kuantitatif tidak berpengaruh
Aminuddin, Vol. 9 No. 6, e- pendekatan terhadap Harga
Endang Dwi ISSN 2460-0585. kausal Saham.
Retnani, 2020, komperatif Earning Per Share
Pengaruh Kinerja dengan data berpengaruh
Keuangan,Tingkat sekunder dan terhadap Harga
Suku Bunga dan menggunakan Saham.
Kurs Nilai Tukar metode Nilai Tukar tidak
Terhadap Harga analisis regresi berpengaruh
Saham. linear terhadap Harga

20
berganda. Saham.
12 Ulandari Jurnal Ilmu dan Penelitian Earning Per Share
Setiangingse, Riset kausal berpengaruh
Imam Hidayat, Manajemen, Vol. komparatif signifikan
2020, Pengaruh 9, No. 1, e-ISSN dengan terhadap Harga
Earning Per 2461-0593. menggunakan Saham.
Share, Quick analisis regresi Quick Ratio dan
Ratio, Kurs linear Kurs berpengaruh
Terhadap Harga berganda. tidak signifikan
Saham Pada terhadap Harga
Perusahaan Saham.
Farmasi Yang
Terdaftar di Bursa
Efek Indonesia.
Sumber : Data diolah.

2.7 Kerangka Berpikir

Menurut (Sugiyono, 2017) kerangka berpikir adalah sintesa yang

mencerminkan keterkaitan antara variabel yang diteliti dan merupakan tuntunan

untuk mmecahkan masalah penelitian serta merumuskan hipotesis penelitian yang

berbentuk bagan alur.

Kerangka berpikir dalam penelitian ini adalah pengaruh earning per

share dan nilai tukar terhadap harga saham dengan inflasi sebagai variabel

moderasi (Studi empiris pada perusahaan manufaktur sector industry barang

konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2019). Dalam

penelitian ini penulis menggunakan 2 variabel independen atau bebas diantaranya

earning per share sebagai X1 dan nilai tukar sebagai X2, dan 1 variabel dependen

yaitu harga saham sebagai Y, serta 1 variabel moderasi yaitu Inflasi sebagai Z.

kerangka pemikiran dalam penelitian ini dapat dirumuskan dalam bentuk bagan

yaitu sebagai berikut :

21
Gambar 2.1
Kerangka Berpikir

Earning Per Share H1

(X1)
Harga Saham

Nilai Tukar (Y)


H2
(X2)

H4 H5 H3

Inflasi

(Z)
Sumber : Data diolah.

2.8 Hipotesis Penelitian

Menurut Sugiono (2017) hipotesis merupakan prediksi atau jawaban

sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah

penelitian biasanya disusun dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan

sementara, karena jawaban yang diberikan baru beradasarkan pada teori yang

relevan, belum berdasarkan fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui

pengumpulan data. Jadi hipotesis juga dinyatakan sebagai jawaban teoritis

terhadap rumusan masalah penelitian, belum termasuk jawaban empiris.

2.8.1 Pengaruh Earning Per Share Terhadap Harga Saham

Earning per share adalah rasio yang digunakan untuk mengukur

seberapa besar laba yang dihasilkan dari per lembar saham yang dimiliki oleh para

investor. Penelitian terdahulu terkait earning per share terhadap harga saham

mempunyai hasil yang bervariasi (berpengaruh dan tidak berpengaruh)..Penelitian

22
yang dilakukan oleh Rosdian Widiati Watung dan Ventje Ilat (2016) hasil

penelitian ini manyatakan bahwa earning per share berpengaruh signifikan

terhadap harga saham. Sementara penelitian yang dilakukan oleh Qahfi Romula

Siregar dan Salman Farisi (2018) hasil penelitian ini manyatakan bahwa earning

per share tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Berdasarkan

penjelasan tersebut, maka dapat dirumuskan hipotesis pertama adalah sebagai

berikut :

HI : Diduga earning per share berpengaruh terhadap harga saham

2.8.2 Pengaruh Nilai Tukar Terhadap Harga Saham

Nilai tukar adalah suatu perbandingan antara nilai atau harga susatu mata

uang relatif terhadap mata uang negara lain, yang berdampak pada kekuatan daya

beli masyarakat terhadap suatu produk, sehingga dapat mempengaruhi tingkat

kekuatan perekonomian suatu Negara.

Penelitian terdahulu terkait earning per share terhadap harga saham

mempunyai hasil yang bervariasi (berpengaruh dan tidak berpengaruh). Penelitian

yang dilakukan oleh Ayu Wulandari dan Sonang Sitohang (2017) hasil penelitian

ini menyatakan bahwa nilai tukar berpengaruh signifikan terhadap harga saham.

Sementara penelitian yang dilakukan oleh Eni Puji Astuti dan Rika Ardila (2019)

hasil penelitian ini menyatakan bahwa nilai tukar tidak berpengaruh signifikan

terhadap harga saham. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dapat dirumuskan

hipotesis kedua adalah sebagai berikut :

H2 : Diduga nilai tukar berpengaruh terhadap harga saham

23
2.8.3 Pengaruh Earning Per Share dan Nilai Tukar Secara Simultan

Terhadap Harga Saham

Earning per share adalah rasio yang digunakan untuk mengukur

seberapa besar laba yang dihasilkan dari per lembar saham yang dimiliki oleh para

investor. Nilai tukar adalah suatu perbandingan antara nilai atau harga suatu mata

uang relatif terhadap mata uang negara lain, yang berdampak pada kekuatan daya

beli masyarakat terhadap suatu produk, sehingga dapat mempengaruhi tingkat

kekuatan perekonomian suatu Negara. Earning per share dan nilai tukar

merupakan faktor fundamental dalam menganalisis harga saham.

Penelitian terdahulu terkait earning per share dan nilai tukar terhadap

harga saham. Salah satunya yaitu penelitian yang dilakukan oleh Fachrial Irawan

Ari dan Imam Hidayat (2016) hasil penelitian ini menyatakan bahwa earning per

share dan nilai tukar secara simultan berpengaruh signifikan terhadap harga

saham. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dapat dirumuskan hipotesis ketiga

adalah sebagai berikut :

H3 : Diduga earning per share dan nilai tukar secara simultan berpengaruh

terhadap harga saham

2.8.4 Pengaruh Earning Per Share terhadap Harga Saham dengan Inflasi

sebagai Variable Moderasi

Earning per share adalah rasio yang digunakan untuk mengukur

seberapa besar laba yang dihasilkan dari per lembar saham yang dimiliki oleh para

investor. Inflasi adalah keadaan dimana terjadinya kenaikan harga-harga suatu

barang secara merata dan terus menerus yang dapat menyebabkan tinggi

24
rendahnya daya beli masyarakat terhadap suatu barang yang juga berakibat pada

tinggi rendahnya ketertarikan investor dalam berinvestasi sehingga dapat

mempengaruhi harga saham di Bursa.

Penelitian terdahulu terkait pengaruh earning per share terhadap harga

saham dengan inflasi sebagai variabel moderasi sangat jarang ditemui, sehingga

penelitian ini menambah khazanah ilmu pengetahuan terkait penelitian pengaruh

earning per share terhadap harga saham dengan inflasi sebagai variabel moderasi

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dapat dirumuskan hipotesis keempat

adalah sebagai berikut :

H4 : Diduga inflasi dapat memoderasi hubungan earning per share terhadap

harga saham

2.8.5 Pengaruh Nilai Tukar terhadap Harga Saham dengan Inflasi sebagai

Variable Moderasi

Nilai tukar adalah suatu perbandingan antara nilai atau harga suatu mata

uang relatif terhadap mata uang negara lain, yang berdampak pada kekuatan daya

beli masyarakat terhadap suatu produk, sehingga dapat mempengaruhi tingkat

kekuatan perekonomian suatu Negara. Inflasi adalah keadaan dimana terjadinya

kenaikan harga-harga suatu barang secara merata dan terus menerus yang dapat

menyebabkan tinggi rendahnya daya beli masyarakat terhadap suatu barsang yang

juga berakibat pada tinggi rendahnya ketertarikan investor dalam berinvestasi

sehingga dapat mempengaruhi harga saham di Bursa.

Penelitian terdahulu terkait pengaruh nilai tukar terhadap harga saham

dengan inflasi sebagai variabel moderasi sangat jarang ditemui, sehingga

25
penelitian ini menambah khazanah ilmu pengetahuan terkait penelitian pengaruh

nilai tukar terhadap harga saham dengan inflasi sebagai variabel moderasi

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dapat dirumuskan hipotesis kelima adalah

sebagai berikut :

H5 : Diduga inflasi dapat memoderasi hubungan nilai tukar terhadap harga

saham

26
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Menurut

(Sugiyono, 2017) “Metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivism,

digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data

menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistic,

dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan”.

Dalam penelitian ini data sekunder diperoleh dari data Annual Report

perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa

Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2015-2019.

3.2 Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan

manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek

Indonesia (BEI) selama periode 2015–2019. Data yang diperoleh dengan

mengakses data melalui website www.idx.co.id. Hal ini cukup repsentatif

sehingga dapat menghemat waktu, tenaga dan biaya demi terpenuhinya data–data

sebagai bahan analisis peneliti.

27
3.3 Variabel dan Pengukuran

Variabel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel

dependen, independen dan moderasi. Menurut (Sugiyono, 2017) “Variabel

dependen atau terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat

karena adanya variabel bebas”. Variabel dependen (Y) dalam penelitian ini adalah

Harga Saham.

Menurut Sugiyono (Sugiyono, 2017) “Variabel independen atau bebas

adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya atau

timbulnya variabel dependen (terikat)”. Variabel independen (X) dalam penelitian

ini adalah earning per share (X1) dan nilai tukar (X2).

Dan menurut Sugiyono (Sugiyono, 2017) “Variabel moderasi adalah

variabel yang mempengaruhi baik memperkuat ataupun memperlemah hubungan

antara variabel dependen dan variabel independen”. Penelitian ini menggunakan

variabel moderasi untuk mengetahui apakah variabel tersebut dapat memoderasi

hubungan variabel independen dan variabel dependen. Variabel moderasi (Z)

dalam penelitian ini adalah inflasi.

3.3.1 Harga Saham (Y)

Menurut (Widayanti, R., & Colline, 2017) Harga saham dapat diartikan

sebagai harga yang dibentuk dari interaksi antara penjual dan pembeli saham yang

dilatarbelakangi oleh harapan mereka terhadap keuntungan perusahaan. Harga

saham ditentukan berdasarkan permintaan dan penawaran terhadap saham suatu

perusahaan. Ketika permintaan saham meningkat maka akan mempengaruhi

28
peningkatan harga saham. Sedangkan ketika penawaran meningkat saham

meningkat maka akan mempengaruhi penurunan harga saham.

Adapun perhitungan harga saham sebagai berikut :

Harga Saham = Harga penutupan saham perusahaan pada akhir tahun di Bursa

Efek Indonesia. Harga penutupan 31 Desember.

3.3.2 Earning Per Share (X1)

Earning per share merupakan rasio yang menggambarkan jumlah laba

pada suatu periode yang tersedia untuk setiap saham biasa yang beredar selama

periode pelaporan (PSAK No. 56, 2015). Semakin tinggi nilai earning per share

berarti semakin besar laba yang diperoleh oleh para pemegang saham atas setiap

lembar saham yang dimilikinya. Sebaliknya semakin rendah nilai earning per

share berarti semakin kecil laba yang diperoleh oleh pemegang saham atas setiap

lembar saham yang dimilikinya.

Earning per share dapat dirumuskan sebagai berikut :

3.3.3 Nilai Tukar (X2)

Menurut (Ekananda, 2014) nilai tukar atau kurs adalah harga suatu mata

uang relatif terhadap mata uang negara lain. Nilai tukar memerankan perenan

penting dalam perekonomian terbuka mengingat pengaruh yang demikian besar

bagi neraca transaksi berjalan maupun variabel-variabel ekonomi makro lainnya.

Nilai tukar juga dapat mempengaruhi tinggi rendahnya kegiatan investasi

suatu perusahaan. Hal tersebut dikarenakan, apabila nilai tukar rupiah terhadap

29
dollar AS mengalami apresiasi maka harga saham meningkat. Sedangkan apabila

nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mengalami depresiasi maka harga saham

menurun.

Dalam penelitian ini nilai tukar yang digunakan adalah kurs tengah

rupiah terhadap US dollar, karena US dollar umumnya digunakan sebagai pilihan

investasi valas oleh perusahaan, karena nilainya yang relative lebih stabil dan

merupakan mata uang yang paling banyak beredar di masyarakat dunia.

Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung niali tukar sebagai berikut :

3.3.4 Inflasi (Z)

Menurut (Natsir, 2014) menyatakan bahwa pengertian inflasi adalah

kecenderungan meningkatnya harga barang dan jasa secara umum dan terus

menerus. Apabila kenaikan harga hanya pada satu atau dua barang saja maka hal

tersebut tidak dikatakan sebagai inflasi. Dikatakan sebagai inflasi apabila

kenaikan harga merata pada semua barang. Tingkat inflasi dapat berpengaruh

positif maupun negatif tergantung pada derajat inflasi yang terjadi. Inflasi yang

tinggi dapat menjatuhkan harga saham di pasar, sementara inflasi yang sangat

rendah berakibat pada pertumbuhan ekonomi dan harga saham yang bergerak

lamban.

Indikator inflasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah indeks harga

konsumen (IHK) indonesia (bi.go.id). IHK merupakan pengukur perkembangan

daya beli rupiah yang dibelanjakan untuk membeli barang dan jasa. Laju inflasi

dengan indikator IHK cenderung lebih rendah dan kurang bergejolak karena IHK

30
hanya mencakup perubahan harga beberapa jenis barang dan jasa ditingkat

konsumen. Adapun rumusan pengukuran laju inflasi dengan menggunakan IHK

sebagai berikut :

Tabel 3.1
Operasional Variabel Penelitian
Variabel Indikator Skala

Harga Saham (Y) Harga penutupan saham perusahaan pada Rasio


akhir tahun di Bursa Efek Indonesia.
Harga penutupan 31 Desember.
Earning Per Share Earning Per Share : Rasio
(X1)

Nilai Tukar (X2) Nilai Tukar : Rasio

Inflasi (Z) Laju Inflasi : Rasio

Sumber: Data diolah.

3.4 Populasi dan Sampel

3.4.1 Populasi

Menurut (Sugiyono, 2017) populasi adalah wilayah generalisasi yang

terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu

ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sektor industri barang

31
konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2015-2019

yang berjumlah sebanyak 51 perusahaan.

3.4.2 Sampel

Menurut (Sugiyono, 2017) sampel adalah bagian dari sejumlah

karakteristik yang dimiliki oleh populasi yang digunakan untuk penelitian. Teknik

pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive

sampling merupakan teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan khusus

sehingga layak dijadikan sampel dengan pertimbangan khusus sehingga layak

dijadikan sampel (Noor, 2011:155). Dengan tujuan untuk mendapatkan sampel

yang representative sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Kriteria perusahaan

yang digunakan untuk pemilihan sampel adalah sebagai berikut:

a. Perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di

Bursa Efek Indoensia pada tahun 2015-2019.

b. Perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi sub sektor makanan

dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indoensia pada tahun 2015-2019.

c. Perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi sub sektor makanan

dan minuman yang tidak delisting di Bursa Efek Indoensia pada tahun 2015-

2019.

d. Perusahaan yang menyajikan laporan keuangan tahunan (annual report) yang

telah diaudit secara lengkap berturut-turut selama tahun 2015-2019.

e. Perusahaan dengan laba tahun berjalan bernilai positif berturut-turut selama

tahun 2015-2019.

32
3.5 Teknik Pengumpulan Data

3.5.1 Sumber dan Jenis Data

Jenis data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah berupa data

sekunder. Data sekunder adalah data yang tidak langsung memberikan data

kepada pengumpul data misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen. Penelitian

ini menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan manufaktur

sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)

untuk periode 2015-2019. Sumber data dalam penelitian ini adalah laporan

keuangan perusahaan yang telah diaudit tahun 2015–2019 yang diperoleh dari

www.idx.co.id.

3.5.2 Teknik Pengumpulan Data

Menurut (Sugiyono, 2017) metode pengumpulan data merupakan langkah

yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan dari penelitian adalah

mendapatkan data. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tiga cara dalam

memperoleh data, yaitu:

1. Studi Pustaka

Studi pustaka yaitu dengan mempelajari buku-buku, literature, referensi dan

juga bahan-bahan lain yang penulis peroleh selama perkuliahan yang relevan

dengan masalah yang diteliti diharapkan dapat memberi masukan dalam

penelitian ini.

2. Dokumentasi

Dokumentasi yaitu dengan cara mengumpulkan, mencatat, dan mengkaji data

sekunder yang berupa laporan keuangan auditan, annual report yang di

33
peroleh melalui situs website resmi Busa Efek Indonesia (BEI) yaitu

www.idx.co.id.

3. Searching Method

Teknik mengumpulkan data dengan mencari pendapat-pendapat dan

informasi yang ada dan tersedia di internet.

3.6 Teknik Analisis Data

Di dalam penelitian kuantitatif, analisis data merupakan kegiatan setelah

data dari seluruh sampel terkumpul (Sugiyono dalam Suharto, 2015:56). Adapun

kegiatan yang dilakukan dalam menganalisis data yaitu mengelompokkan data

berdasarkan variable dan jenis sampel, mentabulasi data berdasarkan variabel dari

seluruh sampel, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan

perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan melakukan perhitungan untuk

menguji hipotesis yang telah diajukan.

Dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa metode analisis

data adalah suatu cara yang digunakan untuk melaksanakan analisis terhadap

suatu data dengan cara mengolah data tersebut menjadi informasi, sehingga

karakteristik atau sifat-sifat datanya dapat dengan mudah dipahami dan

bermanfaat untuk menjawab masalah-masalah yang berkaitan dengan kegiatan

penelitian, baik berkaitan dengan deskripsi data maupun untuk membuat induksi

atau menarik kesimpulan tentang karakteristik populasi (parameter) berdasarkan

data yang diperoleh dari sampel yang akan diukur dengan menggunakan software

Eviews 10.

34
3.6.1 Uji Statistik Deskriptif

Menurut (Sugiyono, 2017) statistik deskriptif adalah statistik yang

digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau

menggambarkan data yang telah terkumpul, yang termasuk dalam statistic

deskriptif antara lain adalah penyajian data melalui tabel. Statistik deskriptif

memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata

(mean), standar deviasi, maksimum, minimum, sum, rage, kurtosis dam skewness

(kemenangan distribusi).

Pada penelitian ini, penulis menggunakan tabel agar data yang disajikan

dapat lebih ringkas sehingga proses analisis dapat lebih mudah dilakukan,

dijabarkan dan dimengerti oleh pembaca.

3.6.2 Uji Model Data Panel

Menurut (Ghozali & Ratmono, 2017:195) “Secara sederhana, data panel

dapat didefinisikan sebagai sebuah kumpulan data dimana perilaku unit cross-

sectional (misalnya individu, perusahaan, Negara) diamati sepanjang waktu”.

Terdapat beberapa metode untuk mengestimasi parameter model dengan data

panel. Pemilihan model yang tepat dalam menganalisis data panel membutuhkan

beberapa pengujian, yang dapat dilakukan untuk memilih pendekatan terbaik

dalam analisis regresi data panel yaitu uji chow, uji hausman dan uji langrange

multiplier.

35
3.6.2.1 Uji Chow

Uji Chow adalah pengujian untuk menentukan model Fixed Effect Model

(FEM) atau Common Effect Model (CEM).

H0 : Jika nilai probabilitasnya > 0,05 maka model yang digunakan adalah

Common Effect Model.

H1 : Jika nilai probabilitasnya < 0,05 maka model yang digunakan adalah Fixed

Effect Model.

3.6.2.2 Uji Hausman

Uji Hausman adalah pengujian untuk menentukan model Fixed Effect

Model (FEM) atau Random Effect Model (REM).

H0 : Jika nilai probabilitasnya > 0,05 maka model yang digunakan adalah

Random Effect Model.

H1 : Jika nilai probabilitasnya < 0,05 maka model yang digunakan adalah Fixed

Effect Model.

3.6.2.3 Uji Langrange Multiplier

Uji Langrange Multiplier adalah pengujian untuk menentukan model

Common Effect Model (CEM) atau Random Effect Model (REM).

H0 : Jika nilai probabilitasnya > 0,05 maka model yang digunakan adalah

Common Effect Model.

H1 : Jika nilai probabilitasnya < 0,05 maka model yang digunakan adalah

Random Effect Model.

36
3.6.3 Uji Asumsi Klasik

Pengujuan asumsi klasik bertujuan untuk mengetahui dan menguji

kelayakan atas model regresi yang digunakan dalam penelitian ini. Syarat-syarat

yang harus dipenuhi agar sebuah data dikatakan layak adalah sebagai berikut:

3.6.3.1 Uji Normalitas

Menurut (Ghozali & Ratmono, 2017:145) “Uji normalitas bertujuan

untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel penganggu atau residual

memiliki distribusi normal”. Data yang baik dan layak digunakan dalam penelitian

adalah yang memiliki distribusi normal. pengujian normalitas dapat dilakukan

dengan beberapa metode seperti Histogram Residual, Klomogrov=Smirnov,

Swekness Kurtosius dan Jarque-Bare untuk mendeteksi apakah residual memiliki

distribusi normal.

Untuk mendeteksi apakah data berdistribusi normal atau tidak, dilihat

dari nilai probabilitas Jarque-Bare > taraf signifikan (0,05), maka tidak menolak

H0 atau residual memiliki distribusi normal. sedangkan jika nilai nilai probabilitas

Jarque-Bare < taraf signifikan (0,05), maka menolak H0 atau residual tidak

memiliki distribusi normal.

3.6.3.2 Uji Multikolinearitas

Menurut (Ghozali & Ratmono, 2017:71) “Uji multikolinearitas bertujuan

untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel

independen”. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara

variabel bebas atau independen. Menurut (Ghozali & Ratmono, 2017) ntuk

mendeteksi apakah antar variabel independen terdapat masalah multikolinearitas

37
atau tidak, dilihat dari nilai variabel independen yang diproksikan < 0.90, maka

tidak terdapat masalah multikolinearitas. Sedangkan nilai variabel independen

yang diproksikan > 0,90, maka terdapat masalah multikolinearitas.

3.6.3.3 Uji Heteroskedastisitas

Menurut (Ghozali & Ratmono, 2017:85) “Uji asumsi klasik

heteroskedastisitas adalah nilai residual atau error dalam model regresi adalah

homoskedastisitas atau memiliki varian yang sama”. Jika varian dari residual serta

pengamatan ke pengamatan lain sama, maka disebut homoskedastisitas, dan jika

varian tidak konstan atau berubah-ubah disebut heteroskedastisitas. Menurut

(Ghozali & Ratmono, 2017:87) “Ada beberapa uji statistic yang dapat digunakan

untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas antara lain: Glejser, White,

Breusch-Pagan-Godfrey, Harvey dan Park”. Dalam penelitian ini metode yang

digunakan dalam uji heteroskedastisitas adalah uji glejser.

Untuk mendeteksi apakah data dalam penelitian ini lolos uji

heteroskedastisitas atau tidak, dilihat dari nilai probabilitas pada uji glejser > taraf

signifikan (0,05), maka data dalam penelitian ini lolos uji heteroskedastisitas.

Sedangkan jika nilai probabilitas pada uji glejser < taraf signifikan (0,05), maka

data dalam penelitian ini tidak lolos uji heteroskedastisitas

3.6.3.4 Uji Autokorelasi

Menurut (Ghozali & Ratmono, 2017:121) “Uji autokorelasi bertujuan

menguji apakah dalam suatu model regresi linear ada korelasi antarkesalahan

pengganggu (residual) pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1

(sebelumnya)”. Jika terjadi korelasi maka dinamakan ada masalah autokorelasi.

38
Salah satu cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi dengan Durbin

Watson (DW) yaitu dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Bila nilai DW terletak antara batas atau upper bound (du) dan (4-du),

maka koefisien autokorelasi = 0 (nol), artinya tidak ada autokorelasi.

2. Bila nilai DW < batas bawah atau lower bound (dl), maka koefisien

autokorelasi > 0 (nol), artinya ada autokorelasi positif.

3. Bila nilai DW > batas bawah (4-dl), maka koefisien autokorelasi < 0 (nol),

artinya ada autokorelasi negatif.

4. Bila nilai DW terletak antara batas atau upper bound (du) dan batas bawah

atau lower bound (dl) atau DW terletak antara (4-du) dan (4-dl), maka

hasilnya tidak dapat disimpulkan.

3.6.4 Uji Hipotesis

3.6.4.1 Uji F (Uji Simultan)

(Sugiyono, 2017) “Uji pengaruh simultan digunakan untuk mengetahui

apakah variabel independen secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi

variabel dependen. (Sugiyono, 2016:96) “tidak seperti uji t yang menguji

signifikasi koefisien parsial regresi secara individu dengan uji hipotesis terpisah

bahwa setiap koefisien regresi sama dengan 0 (nol), uji F menguji joint hipotesis

bahwa b1 dan b2 secara simultan sama dengan 0 (nol)”.

Uji hipotesis F menunjukkan bahwa secara keseluruhan variabel

independen dalam model penelitian tersebut berpengaruh secara signifikansi 0,05

(5%), maka kriteria pengujian adalah sebagai berikut :

39
1. Jika fhitung > ftabel, maka variabel independen (bebas) secara simultan

berpengaruh terhadap variabel dependen (terikat).

2. Jika fhitung < ftabel, maka variabel independen (bebas) secara simultan tidak

berpengaruh terhadap variabel dependen (terikat).

3. Jika nilai signifikan < 0,05, maka variabel independen (bebas) secara

simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (terikat).

4. Jika nilai signifikan > 0,05, maka variabel independen (bebas) secara

simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (terikat).

3.6.4.2 Uji T (Uji Parsial)

Uji T dilakukan untuk menemukan apakah hipotesis yang diajukan

diterima atau ditolak. Uji T untuk menguji tingkat signifikan dari pengaruh

variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial. Kriteria pengujian yang

digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Jika thitung > ttabel, maka variabel independen (bebas) berpengaruh terhadap

variabel dependen (terikat).

2. Jika thitung < ttabel, maka variabel independen (bebas) tidak berpengaruh

terhadap variabel dependen (terikat).

3. Jika nilai signifikan < 0,05, maka variabel independen (bebas) berpengaruh

signifikan terhadap variabel dependen (terikat).

4. Jika nilai signifikan > 0,05, maka variabel independen (bebas) tidak

berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (terikat).

40
3.6.5 Uji Koefisien Determinasi (R2)

Uji koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengetahui sejauh mana

kontribusi variabel terhadap dengan adanya regresi linier. Dengan demikian

koefisien determinasi (R2) berguna untuk mengukur seberapa besar variabel

independen (earning per share dan nilai tukar) secara simultan mempengaruhi

perubahan yang terjadi pada variabel dependen (harga saham).

Keterangan :

R2 = Koefisien Determinasi

R = Nilai Koefisien Korelasi

3.6.6 Uji Analisis Regresi Linear Berganda

Menurut (Ghozali & Ratmono, 2017:53) “Regresi linear berganda

digunakan untuk menguji pengaruh dua atau lebih variabel independen terhadap

satu variabel dependen”. Dengan analisis regresi linear berganda akan diketahui

variabel independen yang benar-benar signifikan mempengaruhi dependen.

Analisis regresi digunakan untuk memprediksi seberapa jauh nilai variabel terikat

bila variabel bebasnya diubah.

Persamaan regresi berganda dengan menggunakan 2 (dua) variabel

independen dapat dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut :

1 2+ e

Keterangan:

Y = Variabel Terikat (Harga Saham)

41
= Konstanta

= Koefisien Regresi

X1 = Variabel Bebas 1 (Earning Per Share)

X2 = Variabel Bebas 2 (Nilai Tukar)

3.6.7 Uji Moderating Regression Analysis (MRA)

Uji Moderating Regression Analysis (MRA) menggunakan pendekatan

analitik yang mempertahankan integritas sampel dan memberikan dasar untuk

mengontrol pengaruh variabel moderator. (Ghozali, 2016:214) “Mengajukan

model regresi yang berbeda untuk menguji pengaruh moderasi yaitu dengan

model nilai selisih mutlak dari variabel independen, interaksi ini lebih disukai

karena ekspetasi sebelumnya berhubungan dengan kombinasi antara X1 dan X2

dan berpengaruh terhadap Y.

Tujuan dari analisis regresi moderasi adalah untuk mengetahui apakah

variabel moderating akan memperkuat atau memperlemah hubungan antar

variabel independen dan variabel dependen. Untuk mendeteksi apakah variabel

moderasi mampu atau tidak memoderasi hubungan variabel bebas terhadap

variabel terikat, dapat dilihat dari nilai probabilitas > 0,05, maka variabel

moderasi mampu memoderasi hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat.

Sedangkan jika nilai probabilitas < 0,05, maka variabel moderasi tidak mampu

memoderasi hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat.

42
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

Penelitian ini menggunakan populasi perusahaan manufaktur sektor

industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada

tahun 2015-2019. Sampel perusahaan manufaktur sektor industri barang

konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 10 perusahaan.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh earning per share dan nilai

tukar terhadap harga saham dengan inflasi sebagai variabel moderasi pada

perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi.

Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling untuk

menentukan sampel, sehingga sampel dalam penelitian ini adalah memiliki

kriteria sesuai dengan penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini

adalah rasio laba tahun berjalan terhadap jumlah saham yang beredar, nilai tukar,

harga saham dan inflasi. Data rasio laba tahun berjalan terhadap jumlah saham

yang beredar dipeoleh dari perusahaan manufaktur sektor industri barang

konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2015–2019.

Data nilai tukar diperoleh dari website www.bi.go.id. Harga saham akhir tahun

diperoleh dari website www.idx.co.id. Dan inflasi diperoleh dari website

www.bi.go.id.

43
4.2 Deskripsi Sampel

Berikut ini adalah proses seleksi berdasarkan kriteria yang telah

ditetapkan ditampilakan pada tabel 4.1 :

Tabel 4.1
Kriteria Pengambilan Sampel
Pelanggaran
No Kriteria Sampel Akumulasi
Kriteria
Perusahaan manufaktur sektor industri barang
1 konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 51
(BEI) selama tahun 2015-2019
Perusahaan manufaktur sektor industri barang
konsumsi yang bergerak pada sub sektor
2 (26) 25
makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia
(BEI) selama tahun 2015-2019.
Perusahaan manufaktur sektor industri barang
konsumsi sub sektor makanan dan minuman
3 (11) 14
yang tidak delisting di Bursa Efek Indonesia
(BEI) selama tahun 2015-2019.
Perusahaan yang menyajikan laporan keuangan
4 tahunan (annual report) yang telah di audit secara (1) 13
lengkap berturut-turut selama tahun 2015-2019.
5 Perusahaan dengan laba tahun berjalan bernilai (3) 10
positif berturut-turut selama tahun 2015-2019.
Perusahaan yang lulus kriteria 10
Jumlah data penelitian 10 perusahaan x 5 tahun 50
Sumber : Data diolah

Jumlah perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang

terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2015-2019 berjumlah

51 perusahaan. Perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang

bergerak pada sub sektor makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia (BEI)

selama tahun 2015-2019 sebanyak 25 perusahaan. Perusahaan manufaktur sektor

industri barang konsumsi sub sektor makanan dan minuman yang tidak delisting

di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2015-2019 sebanyak 14

44
perusahaan. Sebanyak 1 perusahaan yang tidak menyajikan laporan keuangan

tahunan secara berturut-turut selama tahun 2015-2019. Dan sebanyak 3

perusahaan yang tidak memperoleh laba tahun berjalan bernilai positif berturut-

turut selama tahun 2015-2019. Maka diperoleh data sebanyak 10 perusahaan yang

terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2015-2019 sebagai

berikut:

Tabel 4.2
Data Perusahaan Sampel

Kode Nama
No
Saham Perusahaan

1 CEKA PT. Wilmar Cahaya Idonesia Tbk.


2 DLTA PT. Delt Djakarta Tbk.
3 ICBP PT. Indofood Cbp Sukses Makmur Tbk.
4 INDF PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.
5 MLBI PT. Multi Bintang Indonesia Tbk.
6 MYOR PT. Mayora Indah Tbk.
7 ROTI PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk.
8 SKLT PT. Sekar Laut Tbk.
9 STTP PT. Siantar Top Tbk.
10 ULTJ PT. Ultra Jaya Milk Industry & Tra Tbk.
Sumber: Data diolah.

4.3 Hasil Penelitian

4.3.1 Analisis Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang

dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, maksimum, minimum, sum,

rage, kurtosis dam skewness (kemenangan distribusi) (Ghozali, 2016). Berikut

hasil dari uji analisis statistik deskriptif :

45
Tabel 4.3
Hasil Uji Analisis Statistik Deskriptif
HARGA_SAHAM EPS NILAI_TUKAR INFLASI

Mean 4536.785 235.3678 13832.20 0.031660


Median 2817.500 180.5000 13795.00 0.031300
Maximum 16000.00 627.0000 14481.00 0.036100
Minimum 308.0000 27.66000 13436.00 0.027200
Std. Dev. 4118.355 181.6225 368.3396 0.003039
Skewness 1.164614 0.498820 0.776500 0.013829
Kurtosis 3.528199 1.951248 2.357447 1.954162

Jarque-Bera 11.88396 4.364928 5.884758 2.280295


Probability 0.002627 0.112763 0.052740 0.319772

Sum 226839.3 11768.39 691610.0 1.583000


Sum Sq. Dev. 8.31E+08 1616350. 6648028. 0.000453

Observations 50 50 50 50

Sumber : Output Eviews 10.


Berdasarkan tabel 4.3, maka dapat dilihat hasil uji analisis statistik

deskriptif dari masing – masing variabel penelitian sebagai berikut :

1. Variabel Harga Saham dengan hasil observations atau jumlah data sebanyak

50 data mempunyai nilai terkecil atau minimum sebesar 308,0000, nilai

tertinggi atau maximum sebesar 16000,00, dan rata – rata atau mean sebesar

4536,785, sedangkan standar deviasinya atau std. dev sebesar 4118,355.

2. Variabel Earning Per Share dengan hasil observations atau jumlah data

sebanyak 50 data mempunyai nilai terkecil atau minimum sebesar 27,66000,

nilai tertinggi atau maximum sebesar 627,0000, dan rata – rata atau mean

sebesar 235,3678, sedangkan standar deviasinya atau std. dev

sebesar 181,6225.

3. Variabel Nilai Tukar dengan hasil observations atau jumlah data sebanyak 50

data mempunyai nilai terkecil atau minimum sebesar 13436,00, nilai tertinggi

46
atau maximum sebesar 14481,00, dan rata – rata atau mean sebesar 13832,20,

sedangkan standar deviasinya atau std. dev sebesar 368,3396.

4. Variabel Inflasi dengan hasil observations atau jumlah data sebanyak 50 data

mempunyai nilai terkecil atau minimum sebesar 0,027200, nilai tertinggi

atau maximum sebesar 0,036100, dan rata – rata atau mean sebesar

0,031660, sedangkan standar deviasinya atau std. dev sebesar 0,003039.

4.3.2 Uji Data Panel

4.3.2.1 Uji Chow

Uji Chow digunakan untuk menentukan model yang tepat antara common

effect model atau fixed effect model. Dengan ketentuan H0 diterima dan H1 ditolak

jika nilai probabilitasnya > 0,05, maka model yang digunakan adalah common

effect model. Namun H0 ditolak dan H1 diterima jika nilai probabilitasnya < 0,05,

maka model yang digunakan adalah fixed effect model. Berikut ini adalah hasil

dari penelitian uji chow :

Tabel 4.4
Hasil Uji Chow
Redundant Fixed Effects Tests
Equation: UJI_CHOW_FIXED
Test cross-section fixed effects

Effects Test Statistic d.f. Prob.

Cross-section F 30.095651 (9,38) 0.0000


Cross-section Chi-square 104.765236 9 0.0000

Sumber : Output Eviews 10.


Berdasarkan tabel 4.4, maka dapat dilihat hasil dari uji chow bahwa

diperoleh nilai probabilitas dari cross-section F adalah 0,0000 dan nilai

47
probabilitas dari cross-section Chi-square adalah 0,0000, dimana keduanya

memiliki nilai < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima

sehingga model yang tepat untuk penelitian ini adalah fixed effect model.

4.3.2.2 Uji Hausman

Uji Hausman digunakan untuk menentukan model yang tepat antara

random effect model atau fixed effect model. Dengan ketentuan H0 diterima dan

H1 ditolak jika nilai probabilitasnya > 0,05, maka model yang digunakan adalah

random effect model. Namun H0 ditolak dan H1 diterima jika nilai

probabilitasnya < 0,05, maka model yang digunakan adalah fixed effect model.

Berikut ini adalah hasil dari penelitian uji hausman:

Tabel 4.5
Hasil Uji Hausman
Correlated Random Effects - Hausman Test
Equation: Untitled
Test cross-section random effects

Test Summary Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. d.f. Prob.

Cross-section random 0.000000 2 1.0000

Sumber : Output Eviews 10.


Berdasarkan tabel 4.5 dapat dilihat bahwa nilai probabilitas dari cross-

section random sebesar 1,0000 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H0

diterima dan H1 ditolak sehingga model yang tepat untuk digunakan dalam

penelitian ini adalah random effect model.

4.3.2.3 Uji Langrange Multiplier

Uji Langrange Multiplier digunakan untuk menentukan model yang tepat

antara common effect model atau random effect model. Dengan ketentuan H0

diterima dan H1 ditolak jika nilai probabilitasnya > 0,05, maka model yang

digunakan adalah common effect model. Namun H0 ditolak dan H1 diterima jika

48
nilai probabilitasnya < 0,05, maka model yang digunakan adalah random effect

model. Berikut ini adalah hasil dari penelitian uji langrange multiplier:

Tabel 4.6
Hasil Uji Langrange Multiplier
Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test:

F-statistic 10.12475 Prob. F(2,44) 0.0002


Obs*R-squared 15.75849 Prob. Chi-Square(2) 0.0004

Sumber : Output Eviews 10.


Berdasarkan tabel 4.6 dapat dilihat bahwa nilai probabilitas dari Prob.

Chi-Square sebesar 0,0004 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan

H1 diterima sehingga model yang tepat untuk digunakan dalam penelitian ini

adalah random effect model.

4.3.3 Uji Asumsi Klasik

4.3.3.1 Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi,

variabel pengganggu atau residual mempunyai distribusi normal. Dengan

ketentuan jika nilai probabilitasnya > 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak

artinya data telah berdistribusi normal. Namun jika nilai probabilitasnya < 0,05

maka H0 ditolak dan H1 diterima artinya data tidak berdistribusi normal. Berikut

ini hasil uji normalitas dalam penelitian ini :

49
Tabel 4.7
Hasil Uji Normalitas
10
Series: Standardized Residuals
Sample 2015 2019
8 Observations 50

6 Mean -6.19e-16
Median 0.082686
Maximum 1.030270
4 Minimum -1.679165
Std. Dev. 0.666974
2
Skewness -0.568879
Kurtosis 2.821705

0 Jarque-Bera 2.763087
-1.5 -1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0
Probability 0.251191
Sumber : Output Eviews 10.

Berdasarkan tabel 4.7 pada penelitian ini menunjukkan bahwa nilai

probabilitasnya adalah sebesar 0,251191 > 0,05. Maka H0 diterima dan H1 ditolak

yang artinya dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian ini berdistribusi

normal.

4.3.3.2 Uji Multikolinearitas

Menurut Ghozali & Ratmono (2017:71) ““Uji multikolinearitas bertujuan

untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel

independen”.

Tabel 4.8
Hasil Uji Multikolinearitas
EPS NILAI_TUKAR

EPS 1.000000 0.042110


NILAI_TUKAR 0.042110 1.000000
Sumber : Output Eviews 10.

Berdasarkan tabel 4.8 dapat dilihat dari koefisien korelasi yang

diproksikan oleh EPS dan nilai tukar sebesar 0,042110, yang berarti masih

50
dibawah 0,90, maka dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian ini tidak

terjangkit masalah multikolinearitas antara variabel bebas.

4.3.3.3 Uji Heteroskedastisitas

Tabel 4.9
Hasil Uji Heteroskedastisitas
Dependent Variable: RESABS
Method: Panel EGLS (Cross-section random effects)
Date: 10/29/20 Time: 21:52
Sample: 2015 2019
Periods included: 5
Cross-sections included: 10
Total panel (balanced) observations: 50
Swamy and Arora estimator of component variances

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C 3.118532 1.551216 2.010379 0.0501


EPS -4.50E-05 0.000401 -0.112249 0.9111
NILAI_TUKAR -0.000186 0.000112 -1.654902 0.1046

Sumber : Output Eviews 10/.

Berdasarkan tabel 4.9 dapat diketahui bahwa nilai probabilitas masing-

masing variabel yaitu 0,9111, 0,1046 yang berarti lebih besar dari 0,05. Dengan

demikian dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian ini tidak terjangkit

masalah heteroskedastisitas.

4.3.3.4 Uji Autokorelasi

Wahyudi (2016) menyatakan bahwa terdapat kriteria dalam pengambilan

keputusan ada atau tidaknya autokorelasi, yaitu sebagai berikut :

1. Bila nilai DW terletak antara batas atau upper bound (du) dan (4-du),

maka koefisien autokorelasi = 0 (nol), artinya tidak ada autokorelasi.

2. Bila nilai DW < batas bawah atau lower bound (dl), maka koefisien

autokorelasi > 0 (nol), artinya ada autokorelasi positif.

51
3. Bila nilai DW > batas bawah (4-dl), maka koefisien autokorelasi < 0 (nol),

artinya ada autokorelasi negatif.

4. Bila nilai DW terletak antara batas atas atau upper bound (du) dan batas

bawah atau lower bound (dl) atau DW terletak antara (4-du) dan (4-dl),

maka hasilnya tidak dapat disimpulkan.

Berikut ini adalah hasil uji autokorelasi dalam penelitian ini :

Tabel 4.10
Hasil Uji Autokorelasi
Dependent Variable: HARGA_SAHAM
Method: Panel EGLS (Cross-section random effects)
Date: 10/29/20 Time: 21:53
Sample: 2015 2019
Periods included: 5
Cross-sections included: 10
Total panel (balanced) observations: 50
Swamy and Arora estimator of component variances

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C -6853.244 4744.646 -1.444416 0.1553


EPS 12.21285 1.559268 7.832427 0.0000
NILAI_TUKAR 0.615630 0.340963 1.805562 0.0774

Effects Specification
S.D. Rho

Cross-section random 2114.665 0.8538


Idiosyncratic random 875.1589 0.1462

Weighted Statistics

R-squared 0.571214 Mean dependent var 825.6479


Adjusted R-squared 0.552968 S.D. dependent var 1363.138
S.E. of regression 911.4002 Sum squared resid 39040568
F-statistic 31.30595 Durbin-Watson stat 1.322023
Prob(F-statistic) 0.000000

Sumber : Output Eviews 10.

Berdasarkan tabel 4.10 menunjukkan bahwa nilai Dubin-Watson sebesar

1,322023. Nilai DW tersebut akan dibandingkan dengan nilai tabel DW

menggunakan Signifance level sebesar 5%. Jumlah observasi sebanyak 50 dan K

(jumlah variabel bebas) sebanyak 2 variabel. Maka dalam tabel DW didapatkan

52
nilai dl = 1,4625 dan nilai du = 1,6283, maka didapat nilai 4-dl = 2,5375 dan nilai

4-du = 2,3717. Sehingga didapatkan hasil 1,322023 < 1,4625 < 1,6283 < 2,3717 <

2,5375, maka dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini terjadi masalah

autokorelasi.

Adanya autokorelasi pada penelitian ini menyebabkan sampel tidak dapat

menggambarkan variansi populasi. Dan juga menyebabkan model regresi yang

dihasilkan tidak dapat digunakan untuk menduga nilai variabel tidak bebas dari

nilai variabel – variabel bebas tertentu, sehingga koefisien regresi yang diperoleh

kurang akurat. Maka dari itu kami mengatasi autokorelasi pada penelitian ini

menggunakan metode Chocrane Orcutt untuk mengkoreksi data. Berikut hasil

koreksi data dengan menggunakan metode Chocrane Orcutt.

Tabel 4.11
Hasil Koreksi Data Menggunakan Metode Chocrane Orcutt
Dependent Variable: HARGA_SAHAM
Method: Panel EGLS (Cross-section random effects)
Date: 10/29/20 Time: 21:55
Sample (adjusted): 2015 2018
Periods included: 4
Cross-sections included: 10
Total panel (balanced) observations: 40
Swamy and Arora estimator of component variances

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C -3383.882 4230.530 -0.799872 0.4290


EPS 2.813822 1.296689 2.170004 0.0367
NILAI_TUKAR 0.234029 0.306290 0.764076 0.4498
HARGA_SAHAM(1) 0.793653 0.051952 15.27656 0.0000

Effects Specification
S.D. Rho

Cross-section random 0.000000 0.0000


Idiosyncratic random 784.4204 1.0000

Weighted Statistics

R-squared 0.966563 Mean dependent var 4316.356


Adjusted R-squared 0.963776 S.D. dependent var 3945.140
S.E. of regression 750.8611 Sum squared resid 20296528

53
F-statistic 346.8797 Durbin-Watson stat 1.931923
Prob(F-statistic) 0.000000

Sumber : Output Eviews 10.

Berdasarkan tabel 4.11 diketahui bahwa nilai DW sebesar 1,931923,

maka 1,6283 < 1,931923 < 2,3717 (du < DW < 4-du), sehingga dapat

disimpulkan bahwa data dalam penelitian ini tidak terjadi masalah autokorelasi.

4.3.4 Uji Hipotesis

4.3.4.1 Uji F (Uji Simultan)

Uji F dilakukan untuk melihat apakah seluruh variabel bebeas secara

simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terkait. Dengan

ketentuan H0 diterima H1 ditolak jika fhitung > ftabel yang artinya bahwa variabel

independen secara simultan memiliki pengaruh terhadap variabel dependen atau

terikat. Namun H0 ditolak dan H1 diterima jika fhitung < ftabel yang artinya bahwa

variabel independen secara simultan tidak memiliki pengaruh terhadap variabel

dependen atau terkait. Berikut ini adalah hasil uji F (simultan) :

Tabel 4.12
Hasil Uji F (Uji Simultan)
Dependent Variable: HARGA_SAHAM
Method: Panel EGLS (Cross-section random effects)
Date: 10/29/20 Time: 21:53
Sample: 2015 2019
Periods included: 5
Cross-sections included: 10
Total panel (balanced) observations: 50
Swamy and Arora estimator of component variances

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C -6853.244 4744.646 -1.444416 0.1553


EPS 12.21285 1.559268 7.832427 0.0000
NILAI_TUKAR 0.615630 0.340963 1.805562 0.0774

Effects Specification
S.D. Rho

54
Cross-section random 2114.665 0.8538
Idiosyncratic random 875.1589 0.1462

Weighted Statistics

R-squared 0.571214 Mean dependent var 825.6479


Adjusted R-squared 0.552968 S.D. dependent var 1363.138
S.E. of regression 911.4002 Sum squared resid 39040568
F-statistic 31.30595 Durbin-Watson stat 1.322023
Prob(F-statistic) 0.000000
Sumber : Output Eviews 10.
Berdasarkan tabel 4.12 diperoleh nilai F-statistic sebesar 31,30595

dengan menunjukkan tingkat probabilitas sebesar 0,000000 dan diperoleh nilai

ftabel dengan melihat tabel f yaitu sebagai berikut :

Diketahui :

n = 50, k = 3, tingkat signifikansi = 5%

Perhitungan ftabel :

df1 = k – 1 = 3 – 1 = 2

df2 = n – k = 50 – 3 = 47

ftabel = 3,20

Berdasarkan hasil uji F tersebut, fhitung sebesar 31,30595 sedangkan ftabel

dengan tingkat signifikansi 5% diperoleh 3,20. Dalam hal ini maka fhitung

31,30595 > 3,20 ftabel, maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak

yang artinya bahwa earning per share dan nilai tukar secara simultan berpengaruh

secara signifikan terhadap harga saham.

4.3.4.2 Uji T (Uji Parsial)

Uji T digunakan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh suatu variabel

independen terhadap variabel dependen. Ketentuan pengujian parsial sebagai

berikut :

55
1. Jika thitung > ttabel, maka variabel independen (bebas) berpengaruh terhadap

variabel dependen (terikat).

2. Jika thitung < ttabel, maka variabel independen (bebas) tidak berpengaruh

terhadap variabel dependen.

3. Jika nilai signifikan > 0,05, maka variabel independen (bebas) tidak

berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (terikat).

4. Jika nilai signifikan < 0,05, maka variabel independen (bebas)

berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (terikat).

Tabel 4.13
Hasil Uji T (Uji Parsial)
Dependent Variable: HARGA_SAHAM
Method: Panel EGLS (Cross-section random effects)
Date: 10/29/20 Time: 21:53
Sample: 2015 2019
Periods included: 5
Cross-sections included: 10
Total panel (balanced) observations: 50
Swamy and Arora estimator of component variances

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C -6853.244 4744.646 -1.444416 0.1553


EPS 12.21285 1.559268 7.832427 0.0000
NILAI_TUKAR 0.615630 0.340963 1.805562 0.0774

Sumber : Output Eviews 10.


Berdasarkan tabel 4.13, maka diperoleh hasil t-Statistic dan probabilitas

dari masing-masing variabel yang akan dibandingkan dengan ttabel sebagai berikut:

n = 50, k (variabel bebas) = 2, tingkat signifikansi 5%

Perhitangan ttabel :

Df = n – k

= 50 – 2

= 48

Hasil ttabel sebesar 2,01063

56
Berdasarkan hasil uji t (parsial) atau thitung dan perhitungan ttabel, maka

diperoleh kseimpulan sebagai berikut :

1. Earning Per Share terhadap Harga Saham

Berdasarkan tabel 4.13, earning per share memperoleh t-Statistik

atau thitung sebesar 7,832427 > 2,01063 ttabel, dan memperoleh tingkat

probabillitas sebesar 0,0000 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa H1

diterima yang artinya bahwa variabel Earning Per Share berpengaruh secara

signifikan terhadap Harga Saham.

2. Nilai Tukar terhadap Harga Saham

Berdasarkan tabel 4.13, nilai tukar memperoleh t-Statistik atau thitung

sebesar 1,805562 < 2,01063 ttabel, dan memperoleh tingkat probabillitas

sebesar 0,0774 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa H2 ditolak yang

artinya bahwa variabel Nilai Tukar tidak berpengaruh terhadap Harga Saham.

4.3.5 Uji Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui hubungan antara

variabel independen atau bebas terhadap variabel dependen atau terikat. Nilai r

berkisar 0 sampai dengan 1, sampai dengan mendekati 1 maka artinya hubungan

antara variabel semakin kuat. Sedangkan sebaliknya jika semakin mendekati 0

maka artinya hubungan antar variabel semakin lemah. Adapun hasil uji koefisien

determinasi pada penelitian ini yaitu sebagai berikut :

57
Tabel 4.14
Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)
Dependent Variable: HARGA_SAHAM
Method: Panel EGLS (Cross-section random effects)
Date: 10/29/20 Time: 21:53
Sample: 2015 2019
Periods included: 5
Cross-sections included: 10
Total panel (balanced) observations: 50
Swamy and Arora estimator of component variances

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C -6853.244 4744.646 -1.444416 0.1553


EPS 12.21285 1.559268 7.832427 0.0000
NILAI_TUKAR 0.615630 0.340963 1.805562 0.0774

Effects Specification
S.D. Rho

Cross-section random 2114.665 0.8538


Idiosyncratic random 875.1589 0.1462

Weighted Statistics

R-squared 0.571214 Mean dependent var 825.6479


Adjusted R-squared 0.552968 S.D. dependent var 1363.138
S.E. of regression 911.4002 Sum squared resid 39040568
F-statistic 31.30595 Durbin-Watson stat 1.322023
Prob(F-statistic) 0.000000

Sumber : Output Eviews 10.

Berdasarkan tabel 4.14 diperoleh hasil Adjusted R-square yaitu

0,552968. Hal ini menjelaskan bahwa persentase pengaruh variabel independen

atau bebas terhadap variabel dependen atau terikat sebesar 55% dan sisanya 45%

dipengaruhi oleh factor lain diluar variabel penelitian.

4.3.6 Uji Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linear berganda adalah teknik statistika yang digunakan

untuk mengetahui pengaruh dua atau lebih variabel yang bersifat linear terhadap

satu variabel dependen atau terikat. Berikut ini hasil uji analisis regresi linear

berganda.

58
Tabel 4.15
Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda
Dependent Variable: HARGA_SAHAM
Method: Panel EGLS (Cross-section random effects)
Date: 10/29/20 Time: 21:53
Sample: 2015 2019
Periods included: 5
Cross-sections included: 10
Total panel (balanced) observations: 50
Swamy and Arora estimator of component variances

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C -6853.244 4744.646 -1.444416 0.1553


EPS 12.21285 1.559268 7.832427 0.0000
NILAI_TUKAR 0.615630 0.340963 1.805562 0.0774

Sumber : Output Eviews 10.

Berdasarkan tabel 4.15, maka diperoleh persamaan linear regresi berganda

adalah sebagai berikut :

Y = -6853,244 + 12,21285X1 + 0,615630X2 + E

1. Konstanta sebesar -6853,244, artinya jika earning per share (X1) dan nilai

tukar (X2) dianggap konstan (0) maka harga saham (Y) nilainya sebesar -

6853,244.

2. Koefisien earning per share (X1) sebesar 12,21285. Hal ini menunjukkan

bahwa setiap kenaikan earning per share 1% dengan catatan variabel nilai

tukar dianggap konstan, maka harga saham akan naik sebesar 12,21%. Dan

setiap penurunan earning per share 1% dengan catatan variabel nilai tukar

dianggap konstan, maka harga saham akan turun sebesar 12,21%.

3. Koefisien nilai tukar (X2) sebesar 0,615630. Hal ini menunjukkan bahwa

setiap kenaikan nilai tukar 1% dengan catatan variabel earning per share

dianggap konstan, maka akan meningkatkan harga saham sebesar 0,62%. Dan

59
setiap penurunan nilai tukar 1% dengan catatan variabel earning per share

dianggap konstan, maka harga saham akan turun sebesar 0,62%.

4.3.7 Uji Moderating Regression Analysis (MRA)

Dalam penelitian ini variabel moderasi adalah inflasi atau dapat

dikatakan bahwa inflasi adalah variabel yang dapat memperkuat atau

memperlemah hubungan antara variabel independen (earning per share dan nilai

tukar) terhadap variabel dependen (harga saham). Dalam pengujian ini

menggunakan uji Moderating Regression Analysis (MRA). Hasil uji moderating

regression analysis sebagai berikut :

Tabel 4.16
Hasil Uji Moderating Regression Analysis (MRA)
Dependent Variable: HARGA_SAHAM
Method: Panel EGLS (Cross-section random effects)
Date: 10/29/20 Time: 21:56
Sample: 2015 2019
Periods included: 5
Cross-sections included: 10
Total panel (balanced) observations: 50
Swamy and Arora estimator of component variances

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C -7123.072 4933.820 -1.443723 0.1557


EPS 19.13987 7.041350 2.718210 0.0093
NILAI_TUKAR 0.488225 0.366478 1.332208 0.1895
EPS*INFLASI -206.7316 220.5731 -0.937247 0.3536
NILAI_TUKAR*INFLASI 4.398438 5.228740 0.841204 0.4047

Sumber : Output Eviews 10.

Berdasarkan tabel 4.16, maka diperoleh nilai probabilitas masing masing

variabel independen yaitu 0,3536 dan 0,4047 > 0,05, artinya bahwa sensitifitas

inflasi tidak dapat digunakan untuk memoderasi hubungan antara variabel earning

per share dan nilai tukar terhadap harga saham.

60
4.4 Pembahasan

4.4.1 Pengaruh earning per share terhadap harga saham

Berdasarkan hasil uji T secara parsial earning per share memperoleh t-

Statistic atau thitung sebesar 7,832427 lebih besar dari ttabel yang memiliki nilai

2,01063 yang diperoleh dari df = n – k = 50 – 2 = 48 dengan tingkat signifikansi

5%. Dan earning per share memperoleh tingkat probabilitas sebesar 0,0000 lebih

kecil dari 0,05. Maka hal ini menunjukkan bahwa H1 diterima karena thitung > ttabel

dan nilai probabilitas < taraf signifikansi, sehingga dapaat disimpulkan bahwa

earning per share berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham.

Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian sebelumnya yang telah

dilakukan oleh Rosdian Widiati Watung dan Ventje Ilat (2016) hasil penelitian ini

manyatakan bahwa earning per share berpengaruh signifikan terhadap harga

saham. Dan penelitian ini tidak mendukung hasil penelitian sebelumnya yang

telah dilakukan oleh Qahfi Romula Siregar dan Salman Farisi (2018) hasil

penelitian ini manyatakan bahwa earning per share tidak berpengaruh signifikan

terhadap harga saham. tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham.

4.4.2 Pengaruh nilai tukar terhadap harga saham

Berdasarkan hasil uji T secara parsial nilai tukar memperoleh t-Statistic

atau thitung sebesar 1,805562 lebih kecil dari ttabel yang memiliki nilai 2,01063 yang

diperoleh dari df = n – k = 50 – 2 = 48 dengan tingkat signifikansi 5%. Dan nilai

tukar memperoleh nilai probabilitas sebesar 0,0774 lebih besar dari 0,05. Maka

hal ini menunjukkan bahwa H2 ditolak karena thitung < ttabel dan nilai probabilitas >

61
taraf signifikansi, sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai tukar tidak

berpengaruh terhadap harga saham.

Nilai tukar tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham

mengindikasikan bahwa baik mata uang rupiah menguat (terapresiasi) maupun

melemah (terdepresiasi) terhadap mata uang dollar amerika (USD) tidak

mempengaruhi harga saham. Hal tersebut disebabkan karena perusahaan

manufaktur sektor industri barang konsumsi dengan sub sektor makanan dan

minuman dengan mudah malakukan ekspor impor bahan mentah dan produk jadi

dengan Negara yang menggunakan USD sebagai mata uang transaksinya sehingga

antara pendapatan dan beban operasional perusahaan berada pada posisi yang

seimbang, maka para emiten tidak perlu memikirkan fluktuasi nilai tukarnya

karena tidak mempengaruhi harga saham perusahaan. Bagi investor hal ini

dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk kegiatan investasinya.

Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian sebelumnya yang telah

dilakukan oleh Eni Puji Astuti dan Rika Ardila (2019) hasil penelitian ini

menyatakan bahwa nilai tukar tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham.

Dan penelitian ini tidak mendukung hasil penelitian sebelumnya yang telah

dilakukan oleh Ayu Wulandari dan Sonang Sitohang (2017) hasil penelitian ini

menyatakan bahwa nilai tukar berpengaruh signifikan terhadap harga saham.

62
4.4.3 Pengaruh earning per share dan nilai tukar terhadap harga saham

Berdasarkan hasil uji F secara simultan, earning per share dan nilai tukar

secara simultan memperoleh f-Statistic atau fhitung sebesar 31,30595 lebih besar

dari ftabel yang memiliki nilai 3,20 yang diperoleh dari df1 = k – 1 = 3 – 1 = 2 Dan

df2 = n – k = 50 – 3 = 47 dengan tingkat signifikansi 5%. Dan memperoleh

tingkat probabilitas sebesar 0,0000 lebih kecil dari 0,05. Maka hal ini

menunjukkan bahwa H3 diterima karena fhitung > ftabel dan nilai probabilitas < taraf

signifikansi, sehingga dapat disimpulkan bahwa earning per share dan nilai tukar

secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham.

Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian sebelumnya yang telah

dilakukan oleh Fachrial Irawan Ari dan Imam Hidayat (2016) hasil penelitian ini

menyatakan bahwa earning per share dan nilai tukar secara simultan berpengaruh

signifikan terhadap harga saham.

4.4.4 Inflasi memoderasi variabel earning per share terhadap harga saham

Berdasarkan hasil uji Moderating Regression Analysis (MRA), earning

per share memperoleh nilai probabilitas sebesar 0,3536 > 0,05. Maka hal ini

menunjukkan bahwa H4 ditolak karena nilai probabilitas > taraf signifikansi,

sehingga dapat disimpulkan bahwa inflasi tidak dapat memoderasi hubungan

earning per share terhadap harga saham.

Hasil penelitian ini menambah khazanah ilmu pengetahuan terkait

penelitian pengaruh earning per share terhadap harga saham dengan inflasi

sebagai variabel moderasi.

63
4.4.5 Inflasi memoderasi variabel nilai tukar terhadap harga saham

Berdasarkan hasil uji Moderating Regression Analysis (MRA), nilai tukar

memperoleh nilai probabilitas sebesar 0,4047 > 0,05. Maka hal ini menunjukkan

bahwa H5 ditolak karena nilai probabilitas > taraf signifikansi, sehingga dapat

disimpulkan bahwa inflasi tidak dapat memoderasi hubungan nilai tukar terhadap

harga saham.

Hasil penelitian ini menambah khazanah ilmu pengetahuan terkait

penelitian pengaruh nilai tukar terhadap harga saham dengan inflasi sebagai

variabel moderasi.

64
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk menguji seberapa besar pengaruh earning

per share dan nilai tukar terhadap harga saham dengan inflasi sebagai variabel

moderasi, pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang

terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2015-2019. Hasil analisa dan

pengujian hipotesis dalam penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Earning per share berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham. Hal

tersebut dapat dibuktikan pada hasil uji T diperoleh nilai probabilitas sebesar

0,0000 lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 yang menunjukkan bahwa H1

diterima. Hal ini berarti variabel earning per share berpengaruh secara

signifikan terhadap harga saham.

2. Nilai tukar tidak berpengaruh terhadap harga saham. Hal tersebut dapat

dibuktikan pada hasil uji T diperoleh nilai probabilitas sebesar 0,0774 lebih

besar dari taraf signifikansi 0,05 yang menunjukkan bahwa H2 ditolak. Hal

ini berarti variabel nilai tukar tidak berpengaruh terhadap harga saham.

3. Earning per share dan Nilai tukar secara simultan berpengaruh secara

signifikan terhadap harga saham. Hal tersebut dapat dibuktikan pada hasil uji

F diperoleh nilai probabilitas sebesar 0,0000 lebih kecil dari taraf signifikansi

0,05 yang menunjukkan bahwa H3 diterima. Hal ini berarti variabel earning

65
per share dan nilai tukar secara simultan berpengaruh signifikan terhadap

harga saham.

4. Inflasi tidak dapat memoderasi hubungan earning per share terhadap harga

saham. Hal tersebut dapat dibuktikan pada hasil uji Moderating Regression

Analysis (MRA) diperoleh nilai probabilitas sebesar 0,3536 lebih besar dari

taraf signifikansi 0,05 yang menunjukkan bahwa H4 ditolak. Hal ini berarti

variabel inflasi tidak dapat memoderasi hubungan earning per share terhadap

harga saham.

5. Inflasi tidak dapat memoderasi hubungan nilai tukar terhadap harga saham.

Hal tersebut dapat dibuktikan pada hasil uji Moderating Regression Analysis

(MRA) diperoleh nilai probabilitas sebesar 0,4047 lebih besar dari taraf

signifikansi 0,05 yang menunjukkan bahwa H4 ditolak. Hal ini berarti

variabel inflasi tidak dapat memoderasi hubungan nilai tukar terhadap harga

saham.

5.2 Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini mempunyai keterbatasan yang dapat dijadikan bahan

pertimbangan bagi peneliti berikutnya agar mendapatkan hasil penelitian yang

lebih baik. Keterbatasan penelitian ini diantaranya sebagai berikut :

1. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terbatas untuk jangka waktu 5

tahun (2015-2019) dan hanya menggunakan perusahaan manufaktuf sektor

industri barang konsumsi.

66
2. Penelitian ini menggunakan data sekunder sehingga analisis data sangat

bergantung pada publikasi data (laporan keuangan perusahaan).

3. Penelitian ini hanya menggunakan 2 variabel independen berupa earning per

share dan nilai tukar. Sedangkan masih banyak variabel yang dapat

mempengaruhi harga saham diantaranya seperti price earning ratio, price to

book value, return on equity, debt to equity, dividend yield dan lainnya.

5.3 Saran

Berdasarkan pembahasan dan hasil penelitian ini, beberapa saran yang

dapat penulis berikan kepada para peneliti selanjutnya, diantaranya sebagai

berikut :

1. Bagi peneliti selanjutnya

a. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang relevan yang

dapat memberikan acuan dalam melakukan penelitian-penelitian yang

baru mengenai harga saham dengan mempertimbangkan variabel

independen lain diluar penelitian ini. Jika peneliti selanjutnya ingin

menggunakan variabel earning per share dan nilai tukar, diharapkan

untuk meanmbahkan variabel independen lain selain earning per share

dan nilai tukar.

b. Diharapkan peneliti selanjutnya untuk memperluas atau menambahkan

jumlah sampel perusahaan dalam penelitiannya sehingga cukup

mewakilkan seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

67
DAFTAR PUSTAKA

Aletheari, I., & Jati, I. (2016). Pengaruh Earning Per Share, Price Earning Ratio,

Dan Book Value Per Share Pada Harga Saham. E-Jurnal Akuntansi, 17(2),

1254–1282.

Ali, F. I., & Hidayat, I. (2016). Pengaruh Kinerja Keuangan, Inflasi, dan Nilai

Tukar Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Rokok. Jurnal Ilmu Dan

Riset Manajemen, 5(1).

Aminuddin, M. A., & Retnani, E. D. (2008). Pengaruh kinerja keuangan, tingkat

suku bunga dan kurs nilai tukar terhadap harga saham.

Astuti, E. P., & Ardila, R. (2019). Pengaruh Perubahan Tingkat Suku Bunga Bank

Indonesia Dan Perubahan Nilai Tukar Rupiah Pada Us Dollar Terhadap

Harga Saham-Saham Lq45 Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal SEKURITAS

(Saham, Ekonomi, Keuangan Dan Investasi), 2(3), 65.

https://doi.org/10.32493/skt.v2i3.2792

Brigham, Eugene. F., & Houston, J. F. (2014). Dasar-dasar Manajemen

Keuangan, Buku Satu, Edisi Kesebelas, Alih Bahasa Ali Akbar Yulianto.

Jakarta: Salemba Empat.

Dika, M. F., & Pasaribu, H. (2020). Pengaruh Earning Per Share, Return on

Assets, Dan Debt To Equity Ratio Terhadap Harga Saham. Nominal:

Barometer Riset Akuntansi Dan Manajemen, 9(2), 80–96.

https://doi.org/10.21831/nominal.v9i2.31436

Dirgantara, H. (2020). Penjualan ekspor anjlok, tapi laba bersih Mayora Indah

(MYOR) naik di kuartal I-2020. https://amp.kontan.co.id/news/penjualan-

68
ekspor-anjlok-tapi-laba-bersih-mayora-indah-myor-naik-di-kuartal-i-2020

Ekananda, M. (2014). Ekonomi Internasional. Jakarta: Erlangga

Fahmi, I. (2012). Pengantar Pasar Modal. bandung: Alfabeta

Ghozali, Imam., & Ratmono, Dwi. (2017). Analisis Multivariat dan

Ekonometrika, Teori, Konsep dan Aplikasi dengan Eviews 10. Semarang:

BPUD.

Lintang, D. L., Mangantar, M., Baramuli, D. N., Ekonomi, F., Bisnis, D.,

Manajemen, J., & Ratulangi, U. S. (2019). Pengaruh Tingkat Inflasi Dan

Tingkat Nilai Tukar Rupiah Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur

Sektor Industri Barang Konsumsi Di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-

2017. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan

Akuntansi, 7(3), 2791–2800. https://doi.org/10.35794/emba.v7i3.23743

Mahapsari, N. R., & Taman, A. (2013). Pengaruh Profitabilitas, struktur aktiva,

dan pertumbuhan penjualan terhadap harga saham dengan struktur modal

sebagai variabel intervening pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek

Indonesia. nominal: Barometer Riset Akuntansi dan Manajemen, 2(1), 137-

158.

Murhadi, W. R. (2013). Analisis Laporan Keuangan Proyeksi dan Valuasi Saham.

Jakarta: Salemba Empat.

Natsir, M. (2014). Ekonomi Moneter dan Perbankan Sentral. Jakarta: Mitra

Wacana Media.

Noor, J. (2011). Metodologi Penelitian: Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya

Ilmiah. Edisi Pertama. Jakarta: Kencana.

69
Puspitaningtyas, A. (2016). Pengaruh Earning Per Share , Price To Book Value ,

Tingkat Inflasi , Dan Nilai Kurs Dollar Terhadap. Jurnal Manajemen Bisnis

Krisnadwipayana, 4(1).

Rahayu, T. N., & Masud, M. (2019). Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Nilai Tukar

Rupiah dan Volume Perdagangan Saham Terhadap Harga Saham Perusahaan

Manufaktur. Jurnal Ilmu Ekonomi, 2(2), 35–46.

https://mail.jurnal.fe.umi.ac.id/index.php/PARADOKS/article/view/166

Reny, & Agustina. (2014). Pengaruh Ekspor, Impor, Nilai Tukar Rupiah, Dan

Tingkat Inflasi Terhadap Cadangan Devisa Indonesia. Jurnal Wira Ekonomi

Mikroskil, 4(2), 61–70.

https://www.mikroskil.ac.id/ejurnal/index.php/jwem/article/view/214/137

Franedya, Roy. (2018). Ini Saham Paling Kuat dan Rentan Terhadap Pelemahan

Rupiah. https://www.cnbcindonesia.com/market/20180910130029-17-

32465/ini-saham-paling-kuat-dan-rentan-terhadap-pelemahan-rupiah

Saputra, I. G. A., & Dharmadiaksa, I. B. (2016). Pengaruh Tingkat Suku Bunga,

Nilai Tukar Rupiah, Leverage Dan Profitabilitas Pada Return Saham. E-

Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 16(45), 1003–1033.

https://ojs.unud.ac.id/index.php/Akuntansi/article/view/20600/15110

Sedyaningrum, M., Suhadak, S., & Nuzula, N. (2016). Pengaruh Jumlah Nilai

Ekspor, Impor Dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Nilai Tukar Dan Daya

Beli Masyarakat Di Indonesia Studi Pada Bank Indonesia Periode Tahun

2006:IV-2015:III. Jurnal Administrasi Bisnis S1 Universitas Brawijaya,

34(1), 114–121.

70
Setianingse, U., & Hidayat, I. (2020). Pengaruh Earning Per Share, Quick Ratio,

Kurs Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Farmasi Yang Terdaftar Di

Bursa Efek Indonesia (BEI). Jurnal Ilmu Dan Riset Manajemen.

Siregar, Q. R., & Farisi, S. (2018). Pengaruh Return On Assets Dan Earning Per

Share Terhadap Harga Saham. Maneggio: Jurnal Ilmiah Magister

Manajemen, 1(1), 81–89. https://doi.org/10.30596/maneggio.v1i1.2342

Sitohang, A. W. dan S. (2017). Pengaruh Tingkat Inflasi, Suku Bunga Sbi Dan

Nilai Tukar Terhadap Harga Saham. Pengaruh Tingkat Inflasi, Suku Bunga

Sbi Dan Nilai Tukar Terhadap Harga Saham, 53(9), 1689–1699.

http://jurnalmahasiswa.stiesia.ac.id/index.php/jirm/article/download/891/900

Sonia, A. P., & Setiawina, N. D. (2016). Pengaruh Kurs, Jub Dan Tingkat Inflasi

Terhadap Ekspor, Impor Dan Cadangan Devisa Indonesia. E-Jurnal Ekonomi

Pembangunan Universitas Udayana, 5(10), 1077–1102.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:

Alfabeta.

Watung, R., & Ilat, V. (2016). Pengaruh Return on Asset (Roa), Net Profit Margin

(Npm), Dan Earning Per Share (Eps) Terhadap Harga Saham Pada

Perusahaan Perbankan Di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2015. Jurnal

Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 4(2), 518–529.

https://doi.org/10.35794/emba.v4i2.13108.

Widayanti, R., & Colline, F. (2017). Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Harga

Saham Perusahaan Lq 45 Periode 2011-2015. Bina Ekonomi, 21(1), 35-49.

71
LAMPIRAN

Lampiran 1 Daftar Populasi Perusahaan Manufaktur Sektor Industri

Barang Konsumsi

Kode
No Nama Perusahaan
Saham

1 ADES PT. Akasha Wira Internasional Tbk.


2 AISA PT. Tiga Pilar Sejahtera Ood Tbk.
3 ALTO PT. Tri Banyan Tirta Tbk.
4 CAMP PT. Campina Ice Cream Industry Tbk.
5 CEKA PT. Wilmar Cahaya Idonesia Tbk.
6 CINT PT. Chitose Internasional Tbk.
7 CLEO PT. Sariguna Primatirta Tbk.
8 COCO PT. Wahana Interfood Nusantara Tbk.
9 DLTA PT. Delt Djakarta Tbk.
10 DMND PT. Diamond Ood Indonesia Tbk.
11 DVLA PT. Darya Varia Laboratoria Tbk.
12 FOOD PT. Senetra Food Indonesia Tbk.
13 GGRM PT. Gudang Garam Tbk.
14 GOOD PT. Garudafood Putra Putri Jaya Tbk.
15 HMSP PT. H.M Sampoerna Tbk.
16 HOKI PT. Buyung Poetra Sembada Tbk.
17 ICBP PT. Indofood Cbp Sukses Makmur Tbk.
18 IKAN PT. Era Mandiri Cemerlang Tbk.
19 INAF PT. Indofarma (Persero) Tbk.
20 INDF PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.
21 ITIC PT. Indonesian Tobacco Tbk.
22 KAEF PT. Kimia Farma Tbk.
23 KEJU PT. Mulia Boga Raya Tbk.
24 KICI PT. Kedaung Indah Can Tbk.
25 KINO PT. Kino Indonesia Tbk.
26 KLBF PT. Kalbe Farma Tbk.
27 KPAS PT. Cottoindo Ariesta Tbk.
28 LMPI PT. Langgeng Makmur Industri Tbk.
29 MBTO PT. Martina Berto Tbk.
30 MERK PT. Merck Tbk.
31 MLBI PT. Multi Bintang Indonesia Tbk.

72
32 MRAT PT. Mustika Ratu Tbk.
33 MYOR PT. Mayora Indah Tbk.
34 PANI PT. Pratama Abadi Nusa Industri Tbk.
35 PCAR PT. Prima Cakrawala Abadi Tbk.
36 PEHA PT. Phapros Tbk.
37 PSDN PT. Prashida Aneka Niaga Tbk.
38 PYFA PT. Pyridam Farma Tbk.
39 RMBA PT. Bentoel Internasional Investam Tbk.
40 ROTI PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk.
41 SCPI PT. Merck Sharp Dohme Pharma Tbk.
42 SIDO PT. Industri Jamu Dan Farmasi Sido.
43 SKBM PT. Sekar Bumi Tbk.
44 SKLT PT. Sekar Laut Tbk.
45 STTP PT. Siantar Top Tbk.
46 TCID PT. Mandom Indonesia Tbk.
47 TSPC PT. Tempo Scan Pacific Tbk.
48 ULTJ PT. Ultra Jaya Milk Industry & Tra Tbk.
49 UNVR PT. Unilever Indonesia Tbk.
50 WIIM PT. Wismilak Inti Makmur Tbk.
51 WOOD PT. Integra Indocabinet Tbk.

Lampiran 2 Daftar Sampel Perusahaan Sesuai Kriteria

Kode Nama
No
Saham Perusahaan

1 CEKA PT. Wilmar Cahaya Idonesia Tbk.


2 DLTA PT. Delt Djakarta Tbk.
3 ICBP PT. Indofood Cbp Sukses Makmur Tbk.
4 INDF PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.
5 MLBI PT. Multi Bintang Indonesia Tbk.
6 MYOR PT. Mayora Indah Tbk.
7 ROTI PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk.
8 SKLT PT. Sekar Laut Tbk.
9 STTP PT. Siantar Top Tbk.
10 ULTJ PT. Ultra Jaya Milk Industry & Tra Tbk.

73
Lampiran 3 Daftar Earning Per Share Sampel Penelitian

Kode Earning Per Share


No
Saham 2015 2016 2017 2018 2019
1 CEKA 179 420 181 156 362
2 DLTA 238 317 349 422 397
3 ICBP 257 309 326 392 432
4 INDF 338 472 475 474 559
5 MLBI 236 466 627 581 572
6 MYOR 55 61 71 77 89
7 ROTI 55.45 55.31 27.66 28.07 49.29
8 SKLT 29.55 30.01 33.6 46.69 65.42
9 STTP 141.78 138.18 165.16 194.81 368.41
10 ULTJ 180 61 61 60 89

Lampiran 4 Daftar Nilai Tukar Sampel Penelitian

Kode Nilai Tukar


No
Saham 2015 2016 2017 2018 2019
1 CEKA 13795 13436 13548 14481 13901
2 DLTA 13795 13436 13548 14481 13901
3 ICBP 13795 13436 13548 14481 13901
4 INDF 13795 13436 13548 14481 13901
5 MLBI 13795 13436 13548 14481 13901
6 MYOR 13795 13436 13548 14481 13901
7 ROTI 13795 13436 13548 14481 13901
8 SKLT 13795 13436 13548 14481 13901
9 STTP 13795 13436 13548 14481 13901
10 ULTJ 13795 13436 13548 14481 13901

Lampiran 5 Daftar Harga Saham Sampel Penelitian

Kode Harga Saham


No
Saham 2015 2016 2017 2018 2019
1 CEKA 675 1350 1290 1375 1670
2 DLTA 5200 5000 4590 5500 6800
3 ICBP 6737.5 8575 8900 10450 11150
4 INDF 5175 7925 7625 7450 7925
5 MLBI 8200 11750 13675 16000 15500

74
6 MYOR 1220 1645 2020 2620 2050
7 ROTI 1265 1600 1275 1200 1300
8 SKLT 370 308 1100 1500 1610
9 STTP 3015 3199 4360 3750 4500
10 ULTJ 986.25 1142.5 1295 1350 1680

Lampiran 6 Daftar Inflasi Sampel Penelitian

Kode Inflasi
No
Saham 2015 2016 2017 2018 2019
1 CEKA 0.0335 0.0302 0.0361 0.0313 0.0272
2 DLTA 0.0335 0.0302 0.0361 0.0313 0.0272
3 ICBP 0.0335 0.0302 0.0361 0.0313 0.0272
4 INDF 0.0335 0.0302 0.0361 0.0313 0.0272
5 MLBI 0.0335 0.0302 0.0361 0.0313 0.0272
6 MYOR 0.0335 0.0302 0.0361 0.0313 0.0272
7 ROTI 0.0335 0.0302 0.0361 0.0313 0.0272
8 SKLT 0.0335 0.0302 0.0361 0.0313 0.0272
9 STTP 0.0335 0.0302 0.0361 0.0313 0.0272
10 ULTJ 0.0335 0.0302 0.0361 0.0313 0.0272

Lampiran 7 Hasil Pengelolaan Data Eviews 10

1. Hasil Analisis Statistik Deskriptif

HARGA_SAHAM EPS NILAI_TUKAR INFLASI

Mean 4536.785 235.3678 13832.20 0.031660


Median 2817.500 180.5000 13795.00 0.031300
Maximum 16000.00 627.0000 14481.00 0.036100
Minimum 308.0000 27.66000 13436.00 0.027200
Std. Dev. 4118.355 181.6225 368.3396 0.003039
Skewness 1.164614 0.498820 0.776500 0.013829
Kurtosis 3.528199 1.951248 2.357447 1.954162

Jarque-Bera 11.88396 4.364928 5.884758 2.280295


Probability 0.002627 0.112763 0.052740 0.319772

Sum 226839.3 11768.39 691610.0 1.583000


Sum Sq. Dev. 8.31E+08 1616350. 6648028. 0.000453

Observations 50 50 50 50
Sumber : Output Eviews 10.

75
2. Hasil Uji Chow

Redundant Fixed Effects Tests


Equation: UJI_CHOW_FIXED
Test cross-section fixed effects

Effects Test Statistic d.f. Prob.

Cross-section F 30.095651 (9,38) 0.0000


Cross-section Chi-square 104.765236 9 0.0000

Sumber : Output Eviews 10.

3. Hasil Uji Hausman

Correlated Random Effects - Hausman Test


Equation: Untitled
Test cross-section random effects

Test Summary Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. d.f. Prob.

Cross-section random 0.000000 2 1.0000

Sumber : Output Eviews 10.

4. Hasil Uji Langrange Multiplier

Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test:

F-statistic 10.12475 Prob. F(2,44) 0.0002


Obs*R-squared 15.75849 Prob. Chi-Square(2) 0.0004

Sumber : Output Eviews 10.

76
5. Hasil Uji Normalitas
10
Series: Standardized Residuals
Sample 2015 2019
8 Observations 50

6 Mean -6.19e-16
Median 0.082686
Maximum 1.030270
4 Minimum -1.679165
Std. Dev. 0.666974
2
Skewness -0.568879
Kurtosis 2.821705

0 Jarque-Bera 2.763087
-1.5 -1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0
Probability 0.251191

Sumber : Output Eviews 10.

6. Hasil Uji Multikolinearitas

EPS NILAI_TUKAR

EPS 1.000000 0.042110


NILAI_TUKAR 0.042110 1.000000
Sumber : Output Eviews 10, 2020.

7. Hasil Uji Heteroskedastisitas

Dependent Variable: RESABS


Method: Panel EGLS (Cross-section random effects)
Date: 10/29/20 Time: 21:52
Sample: 2015 2019
Periods included: 5
Cross-sections included: 10
Total panel (balanced) observations: 50
Swamy and Arora estimator of component variances

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C 3.118532 1.551216 2.010379 0.0501


EPS -4.50E-05 0.000401 -0.112249 0.9111
NILAI_TUKAR -0.000186 0.000112 -1.654902 0.1046

Sumber : Output Eviews 10.

77
8. Hasil Uji Autokorelasi

Dependent Variable: HARGA_SAHAM


Method: Panel EGLS (Cross-section random effects)
Date: 10/29/20 Time: 21:53
Sample: 2015 2019
Periods included: 5
Cross-sections included: 10
Total panel (balanced) observations: 50
Swamy and Arora estimator of component variances

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C -6853.244 4744.646 -1.444416 0.1553


EPS 12.21285 1.559268 7.832427 0.0000
NILAI_TUKAR 0.615630 0.340963 1.805562 0.0774

Effects Specification
S.D. Rho

Cross-section random 2114.665 0.8538


Idiosyncratic random 875.1589 0.1462

Weighted Statistics

R-squared 0.571214 Mean dependent var 825.6479


Adjusted R-squared 0.552968 S.D. dependent var 1363.138
S.E. of regression 911.4002 Sum squared resid 39040568
F-statistic 31.30595 Durbin-Watson stat 1.322023
Prob(F-statistic) 0.000000

Sumber : Output Eviews 10, 2020.

9. Hasil Koreksi Data Menggunakan Metode Chocrane Orcutt

Dependent Variable: HARGA_SAHAM


Method: Panel EGLS (Cross-section random effects)
Date: 10/29/20 Time: 21:55
Sample (adjusted): 2015 2018
Periods included: 4
Cross-sections included: 10
Total panel (balanced) observations: 40
Swamy and Arora estimator of component variances

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C -3383.882 4230.530 -0.799872 0.4290


EPS 2.813822 1.296689 2.170004 0.0367
NILAI_TUKAR 0.234029 0.306290 0.764076 0.4498
HARGA_SAHAM(1) 0.793653 0.051952 15.27656 0.0000

Effects Specification
S.D. Rho

78
Cross-section random 0.000000 0.0000
Idiosyncratic random 784.4204 1.0000

Weighted Statistics

R-squared 0.966563 Mean dependent var 4316.356


Adjusted R-squared 0.963776 S.D. dependent var 3945.140
S.E. of regression 750.8611 Sum squared resid 20296528
F-statistic 346.8797 Durbin-Watson stat 1.931923
Prob(F-statistic) 0.000000

Sumber : Output Eviews 10.

10. Hasil Uji F (Uji Simultan)

Dependent Variable: HARGA_SAHAM


Method: Panel EGLS (Cross-section random effects)
Date: 10/29/20 Time: 21:53
Sample: 2015 2019
Periods included: 5
Cross-sections included: 10
Total panel (balanced) observations: 50
Swamy and Arora estimator of component variances

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C -6853.244 4744.646 -1.444416 0.1553


EPS 12.21285 1.559268 7.832427 0.0000
NILAI_TUKAR 0.615630 0.340963 1.805562 0.0774

Effects Specification
S.D. Rho

Cross-section random 2114.665 0.8538


Idiosyncratic random 875.1589 0.1462

Weighted Statistics

R-squared 0.571214 Mean dependent var 825.6479


Adjusted R-squared 0.552968 S.D. dependent var 1363.138
S.E. of regression 911.4002 Sum squared resid 39040568
F-statistic 31.30595 Durbin-Watson stat 1.322023
Prob(F-statistic) 0.000000
Sumber : Output Eviews 10.

79
11. Hasil Uji T (Uji Parsial)

Dependent Variable: HARGA_SAHAM


Method: Panel EGLS (Cross-section random effects)
Date: 10/29/20 Time: 21:53
Sample: 2015 2019
Periods included: 5
Cross-sections included: 10
Total panel (balanced) observations: 50
Swamy and Arora estimator of component variances

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C -6853.244 4744.646 -1.444416 0.1553


EPS 12.21285 1.559268 7.832427 0.0000
NILAI_TUKAR 0.615630 0.340963 1.805562 0.0774

Sumber : Output Eviews 10.

12. Hasil Uji Koefisien Determinasi R2

Dependent Variable: HARGA_SAHAM


Method: Panel EGLS (Cross-section random effects)
Date: 10/29/20 Time: 21:53
Sample: 2015 2019
Periods included: 5
Cross-sections included: 10
Total panel (balanced) observations: 50
Swamy and Arora estimator of component variances

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C -6853.244 4744.646 -1.444416 0.1553


EPS 12.21285 1.559268 7.832427 0.0000
NILAI_TUKAR 0.615630 0.340963 1.805562 0.0774

Effects Specification
S.D. Rho

Cross-section random 2114.665 0.8538


Idiosyncratic random 875.1589 0.1462

Weighted Statistics

R-squared 0.571214 Mean dependent var 825.6479


Adjusted R-squared 0.552968 S.D. dependent var 1363.138
S.E. of regression 911.4002 Sum squared resid 39040568
F-statistic 31.30595 Durbin-Watson stat 1.322023
Prob(F-statistic) 0.000000

Sumber : Output Eviews 10,.

80
13. Hasil Uji Regresi Linear Berganda

Dependent Variable: HARGA_SAHAM


Method: Panel EGLS (Cross-section random effects)
Date: 10/29/20 Time: 21:53
Sample: 2015 2019
Periods included: 5
Cross-sections included: 10
Total panel (balanced) observations: 50
Swamy and Arora estimator of component variances

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C -6853.244 4744.646 -1.444416 0.1553


EPS 12.21285 1.559268 7.832427 0.0000
NILAI_TUKAR 0.615630 0.340963 1.805562 0.0774

Sumber : Output Eviews 10.

14. Hasil Uji Moderating Regression Analysis (MRA)

Dependent Variable: HARGA_SAHAM


Method: Panel EGLS (Cross-section random effects)
Date: 10/29/20 Time: 21:56
Sample: 2015 2019
Periods included: 5
Cross-sections included: 10
Total panel (balanced) observations: 50
Swamy and Arora estimator of component variances

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C -7123.072 4933.820 -1.443723 0.1557


EPS 19.13987 7.041350 2.718210 0.0093
NILAI_TUKAR 0.488225 0.366478 1.332208 0.1895
EPS*INFLASI -206.7316 220.5731 -0.937247 0.3536
NILAI_TUKAR*INFLASI 4.398438 5.228740 0.841204 0.4047

Sumber : Output Eviews 10.

Lampiran 8 Laporan Keuangan

Salah satu laporan keuangan yang dicantumkan dalam lampiran ini adalah laporan

keuangan tahunan PT. Mayora Indah Tbk pada tahun 2018/2019.

81
82
83
84
85
86
87