Anda di halaman 1dari 2

BUKU JAWABAN TUGAS MATA KULIAH

TUGAS 1

Nama Mahasiswa : ARIF WIBOWO

Nomor Induk Mahasiswa/ NIM : 041103533

Kode/Nama Mata Kuliah : IPEM4215/Teori Politik

Kode/Nama UPBJJ : JAMBI

Masa Ujian : 2019/20.2 (2020.1)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS TERBUKA
1. Negara Plularism adalah Salah satu prasarat terwujudnya masyarakat modern yang demokratis
adalah terwujudnya masyarakat yang menghargai kemajemukan bangsa. Kemajemukan ini
diapresiasi sebagai sunnatullah. Masyarakat majemuk ini tentu saja memiliki budaya dan
aspirasi yang beraneka, tetapi mereka seharusnya memiliki kedudukan yang sama, tidak ada
superioritas antara satu suku, etnis atau kelompok sosial dengan yang lainnya. Mereka juga
memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan Politik
Negara Neo Pluralism tidak lagi melihat negara sebagai wasit yang menengahi dan mengadili
antara tuntutan berbagai kelompok kepentingan, tetapi sebagai aktor yang relatif otonom
(dengan berbagai departemen) yang menempa dan menjaga kepentingannya sendiri (bagian).

2. Study politik yg menekankan pada nilai - nilai kemanusiaan, etika dan perspektif filosifis ; serta
erat kaitannya dengan "tujuan, sifat dan organisasi" dari negara.
Kaum tradisionalis berbagi preferensi utk study kasus yg intensif dan menggunakan pengamatan yg
kualitatif, yg mana kesimpulan didasarkan atas norma subyektif dikarenakan adanya kritikan kaum
tradisionalis terhadap pengetahuan utk menelaah politik serta penggunaan metode ilmiah dalam
riset politik.

3. Konsep ‘’ Kelas’’ Pemikiran-pemikiran Marx tentang kelas menjadi awal dari pengonstruksian
masyarakat dalam dua kategori: kelas yang berkuasa dan kelas yang dikuasai. Posisi dominan dari
kelas berkuasa ini didasarkan pada dominasi pemilikan alat-alat produksi. Konflik antara kelas yang
berkuasa dengan kelas yang dikuasai terjadi secara terus menerus mengikuti dialektika
materialisme sejarah. Garis konflik kelas ditarik secara paling tegas dalam
masyarakat kapitalis modern, karena dalam masyarakat semacam itu pemisahan kepentingan-
kepentingan ekonomi terlihat paling nyata mengingat adanya polarisasi antara pemusatan
kekayaan yang luar biasa pada satu sisi dan pemusatan kemiskinan pada sisi yang lain. Dialektika
tertinggi Marx menghasilkan masyarakat tanpa kelas di mana kelas kapitalis dikalahkan oleh kelas
pekerja yang kemudian diikuti dengan terbentuknya masyarakat tanpa kelas.