Anda di halaman 1dari 3

BUKU JAWABAN TUGAS MATA KULIAH

TUGAS 1

Nama Mahasiswa : ARIF WIBOWO

Nomor Induk Mahasiswa/ NIM : 041103533

Kode/Nama Mata Kuliah : IPEM4319 / Komunikasi Pemerintahan

Kode/Nama UPBJJ : 17/JAMBI

Masa Ujian : 2019/20.2 (2020.1)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS TERBUKA
(1) A. (1) komunikator (communicator);
Komunikator adalah seseorang yang mengirimkan pesan. Terdapat beberapa faktor dalam diri
komunikator yang menentukan efektivitas komunikasi yaitu sikap komunikator dan pemilihan
berbagai simbol yang penuh makna. Yang dimaksud dengan sikap komunikator adalah bahwa
komunikator harus memiliki sikap yang positif. Sementara itu, yang dimaksud dengan
pemilihan berbagai simbol yang penuh makna yang dilakukan oleh komunikator adalah bahwa
pemilihan simbol-simbol yang tepat bergantung pada siapa yang menjadi khalayak sasaran dan
bagaimana situasi lingkungan komunikasi
(2) pesan yang sudah dikemas atau esensi komunikasi (content);

Yang dimaksud dengan pesan adalah informasi yang akan kita kirimkan kepada
komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran. Pesan yang kita kirimkan dapat berupa pesan-
pesan verbal maupun pesan nonverbal. Agar pesan menjadi efektif, maka komunikator harus
memahami sifat dan profil komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran, kebutuhan khalayak
sasaran, serta harapan dan kemungkinan respon yang diberikan oleh komunikate/penerima
pesan/khalayak sasaran terhadap pesan yang dikirimkan
(3) interaksi langsung maupun tidak langsung (interaction);

Komunikasi tidak akan terjadi tanpa kehadiran komunikate/penerima pesan. Ketika


komunikate/penerima pesan menerima sebuah pesan, maka ia akan menafsirkan pesan, dan
memberikan makna terhadap pesan yang diterima. Komunikasi dapat dikatakan berhasil
manakala komunikate/penerima pesan/ menerima pesan sesuai dengan apa yang diinginkan
oleh komunikator
(4) Penggunaan media komunikasi yang benar dan tepat (the use of media)
Media atau saluran komunikasi adalah media atau berbagai media yang kita gunakan untuk
mengirimkan pesan. Jenis pesan yang kita miliki dapat membantu kita untuk menentukan
media atau saluran komunikasi yang akan kita gunakan. Yang termasuk ke dalam media atau
saluran komunikasi adalah kata-kata yang diucapkan, kata-kata yang tercetak, media
elektronik, atau petunjuk nonverbal. Dalam komunikasi modern, yang dimaksud media atau
saluran komunikasi sebagian besar merujuk pada media komunikasi massa seperti radio,
televisi, dan lain-lain serta internet sebagai media komunikasi. Pemilihan media atau saluran
komunikasi yang tepat dapat menentukan sukses tidaknya komunikasi yang kita lakukan
(5) Pemahaman bersama akan esensi dan tujuan berkomunikasi (mutual understanding) atau
adanya komunikan (communicant)
Komunikasi tidak akan terjadi tanpa kehadiran komunikate/penerima pesan. Ketika
komunikate/penerima pesan menerima sebuah pesan, maka ia akan menafsirkan pesan, dan
memberikan makna terhadap pesan yang diterima. Komunikasi dapat dikatakan berhasil
manakala komunikate/penerima pesan/ menerima pesan sesuai dengan apa yang diinginkan
oleh komunikator
(6) Umpan balik (feedback)
Apapun media atau saluran komunikasi yang digunakan untuk mengirimkan pesan, kita dapat
menggunakan umpan balik untuk membantu kita menentukan sukses tidaknya komunikasi
yang kita lakukan. Jika kita berada dalam komunikasi tatap muka dengan
komunikate/penerima pesan, maka kita dapat membaca bahasa tubuh dan memberikan
pertanyaan untuk memastikan pemahaman. Jika kita berkomunikasi secara tertulis maka kita
dapat mengetahui sukses tidaknya komunikasi melalui respon atau tanggapan yang kita
peroleh dari komunikate/penerima pesan.
(7) Tumbuhnya kepercayaan (trust).
dalam proses komunikasi adalah pengaruh atau dampak yang ditimbulkan komunikasi yang
dapat berupa sikap atau tingkah laku komunikate/penerima pesan. Komunikasi dapat dikatakan
berhasil apabila sikap serta tingkah laku komunikate/penerima pesan sesuai dengan apa yang
diinginkan oleh komunikator. Namun, apabila efek yang diharapkan oleh komunikator dari
komunikate/penerima pesan tidak sesuai maka dapat dikatakan komunikasi menemui
kegagalan
B.      Pengirim (sumber) berfungsi sebagai komunikator yang menyandikan pesan-pesan untuk
dikirim dalam bentuk interaksi langsung tatap muka (face to face) atau melalui media
komunikasi. Ketika pesan telah terkirim timbul pemahaman oleh penerima, yang pada
gilirannya diharapkan dapat menimbulkan saling pengertian antara penerima pesan dalam
bentuk kodekode komunikasi seperti bahasa lisan, tulisan, gerak, atau melalui media. Pesan
yang disandikan tersebut selanjutnya akan memberikan umpan balik (feedback) terhadap
pesan yang diterima, dan akhirnya secara bertahap diharapkan mampu membentuk siklus
kepercayaan yang dapat diamati dan diketahui melalui tumbuhnya kepercayaan komunikan
kepada komunikator. Dalam proses komunikasi di atas, komunikator memulai kegiatan
komunikasi perlu menyandikan informasi sesuai dengan kondisi dan nalar komunikan.
Berbeda halnya dalam konteks penggunaan media komunikasi seperti telepon, faksimile, e-
mail, handphone dan sejenisnya, terlebih dahulu komunikator perlu memastikan bahwa
komunikan dapat menggunakan media komunikasi tersebut dengan baik agar dapat
memaksimalkan pencapaian tujuan komunikasi. Faktor media ini walaupun bersifat software
namun dapat menjadi penyebab ketidakberhasilan dalam berkomunikasi, (contohnya
ketidakmampuan komunikan mengoperasikan handphone dalam aktivitas short message
service [SMS], dan sejenisnya). Unsur-unsur komunikasi tersebut di atas menggambarkan
bahwa sekurang-kurangnya suatu komunikasi secara umum dapat berlangsung ketika semua
unsur tersebut terakumulasi dalam aktivitas berkomunikasi.

C.      Model pendekatan komunikasi pemerintahan dapat diamati dari tiga komponen utama, yaitu:
(1) struktur, (2) prosedur, dan (3) kultur. Struktur pada sebuah organisasi sering dilambangkan
dalam bentuk bagan susunan organisasi. Sedangkan prosedur dapat diibaratkan sebagai “jiwa”
bagi struktur organisasi. Jika prosedur ini tidak berfungsi dengan baik, masalah yang tidak
diharapkan akan timbul karena prosedur keperilakuan dalam suatu organisasi akan
memberikan sumbangan pada prestasi organisasi agar menjadi efektif. Prosedur yang ada
dalam suatu organisasi akan dapat menjembatani organisasi dengan lingkungannya termasuk
bagian-bagiannya. Kultur sebagai kompleksitas dalam suatu organisasi, meliputi pengetahuan,
kepercayaan, seni, hukum, moral, adat istiadat, dan kemampuan serta kebiasaan lain yang
dibutuhkan oleh seseorang sebagai anggota organisasi maupun sebagai anggota masyarakat.
Kultur mengandung pola, eksplisit maupun implisit dari dan untuk perilaku yang dibutuhkan
dan diwujudkan dalam simbol, termasuk benda-benda hasil ciptaan manusia.