Anda di halaman 1dari 44

10

Biaya Tenaga Kerja

Pada bab ini dibahas biaya tenaga kerja sebagai salah satu elemen biaya produksi. Topik
pembahasan yang pertama berkaitan dengan komponen biaya tenaga kerja. Topik pembahasan
selanjutnya meliputi hubungan antara produktivitas tenaga kerja dan biaya tenaga kerja, program
insentif untuk merangsang peningkatan produktivitas tenaga kerja, kurva pemelajaran tenaga
kerja, dan seksi yang terlibat dalam pengendalian biaya tenaga kerja. Topik pembahasan yang
terakhir dalam bab ini adalah akuntansi biaya tenaga kerja.

KOMPONEN BIAYA TENAGA KERJA

Biaya tenaga kerja merupakan salah satu dari tiga elemen biaya produksi. Elemen biaya produksi
terdiri atas biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik. Sebagai elemen
biaya produksi, besarnya biaya tenaga kerja menggambarkan besarnya kontribusi tenaga kerja
terhadap proses produksi. Kontribusi tenaga kerja terhadap proses produksi merupakan segala
usaha fisik dan mental yang dikerahkan oleh karyawan pabrik untuk mengolah bahan baku
menjadi barang jadi. Kontribusi tersebut dinyatakan dalam satuan moneter yang disebut biaya
tenaga kerja dan menggambarkan sumber daya ekonomi yang dikeluarkan oleh perusahaan atas
penggunaan tenaga kerja dalam rangka pengolahan bahan baku menjadi barang jadi.
PERAGA 10.1
Elemen Biaya Produksi
Elemen Biaya Produksi Pengertian

Biaya bahan baku adalah besarnya nilai bahan baku yang


digunakan ke dalam proses produksi untuk diubah menjadi barang
jadi.

Biaya tenaga kerja adalah besarnya nilai tenaga kerja yang terjadi
untuk penggunaan tenaga kerja dalam rangka mengolah bahan
baku menjadi barang jadi.

Biaya overhead pabrik adalah nilai sumber daya produksi selain


bahan baku tenaga kerja langsung.

Komponen biaya tenaga kerja meliputi gaji dan upah reguler, insentif, dan tunjangan
(fringe benefit). Gaji dan upah reguler merupakan kompensasi reguler yang diberikan oleh
perusahaan kepada karyawan atas usaha fisik dan mental yang dikerahkan oleh karyawan
tersebut. Istilah "gaji" digunakan untuk kompensasi periodik, biasanya setiap bulan, yang
diberikan oleh perusahaan kepada karyawan tetap. Sedangkan istilah "upah" digunakan untuk
kompensasi yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan produksi yang diperhitungkan
hanya untuk hari kerja karyawan tersebut.
Insentif merupakan kompensasi tambahan yang diberikan oleh perusahaan kepada
karyawan atas kinerja karyawan di atas standar yang ditentukan berdasarkan waktu kerja atau
hasil kerja. Perusahaan memberikan insentif kepada karyawan, baik individu maupun kelompok,
untuk merangsang karyawan bekerja lebih produktif. Besarnya insentif yang diberikan oleh
perusahaan kepada karyawan tergantung pada program insentif yang dirancang dan tingginya
kinerja karyawan di atas standar. Insentif merupakan penghargaan (reward) atas kinerja dan
peningkatan produktivitas tenaga kerja.
Tunjangan merupakan kompensasi tambahan yang diberikan oleh perusahaan kepada
karyawan--selain gaji dan upah reguler serta insentif--seperti: tunjangan asuransi, tunjangan
pensiun, tunjangan liburan, premi lembur, dan bonus. Walaupun jumlahnya secara individual
relatif kecil, jumlah total tunjangan bisa sangat signifikan karena jenisnya yang beragam. Di
negara maju yang memiliki aturan ketenagakerjaan yang baik, proporsi tunjangan terhadap total
biaya tenaga kerja bisa sangat substansial. Oleh karena itu, manajemen tidak boleh mengabaikan
perencanaan dan pengendalian terhadap tunjangan.

PERAGA 10.2
Komponen Biaya Tenaga Kerja
Biaya Tenaga Kerja Pengertian Contoh
Gaji dan upah reguler merupakan kompensasi reguler Gaji mandor
Gaji dan Upah yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan Gaji buruh
Reguer atas usaha fisik dan mental yang dikerahkan oleh
karyawan tersebut. Upah buruh
Insentif merupakan kompensasi tambahan yang
Insentif diberikan oleh perusahaan kepada karyawan atas Insentif produksi

kinerja karyawan di atas standar yang ditentukan.


Tunjangan Tunjangan merupakan kompensasi tambahan yang Tunjangan asuransi
diberikan oleh perusahaan kepada karyawan selain Tunjangan pensiun
gaji dan upah reguler serta insentif. Tunjangan liburan
Premi lembur

PRODUKTIVITAS DAN BIAYA TENAGA KERJA

Produktivitas tenaga kerja menggambarkan hubungan antara output yang dihasilkan oleh
tenaga kerja dan input yang digunakan. Output dapat meliputi barang atau jasa yang
dihasilkan. Sedangkan input yang dikeluarkan merupakan sumber daya ekonomis yang
juga dapat meliputi barang atau jasa yang dikorbankan. Karyawan berkepentingan
terhadap produktivitas tenaga kerja karena akan memengaruhi besar kecilnya penghasilan
yang mereka terima, baik secara langsung maupun tidak langsung. Perusahaan
berkepentingan terhadap produktivitas tenaga kerja karena dengan tenaga kerja yang
produktif perusahaan akan mampu berproduksi lebih efisien.
PERAGA 10.3
Ilustrasi Peningkatan Produktivitas
Input Output Keterangan
Posisi awal produktivitas.

Output bertambah dengan input sama.

Output tetap dengan input semakin kecil

Output bertambah dengan input lebih kecil.


Output dan input bertambah dengan proporsi
yang berbeda tetapi penambahan output lebih
besar.
Output dan input berkurang dengan proporsi
yang berbeda tetapi pengurangan input lebih
besar.

Perbandingan antara jumlah barang atau jaya yang dihasilkan oleh karyawan dan
jumlah barang atau jasa yang dikorbankan menggambarkan produktivitas tenaga kerja.
Produktivitas dapat digambarkan sebagai efisiensi penggunaan sumber daya perusahaan.
Produktivitas yang semakin tinggi dapat dicapai dengan semakin efisiensinya proses
produksi. Produktivitas dinyatakan meningkat apabila sesuai dengan hal-hal berikut.
1. Output bertambah dengan input yang sama.
2. Output tetap dengan input yang semakin kecil.
3. Output bertambah dengan input yang lebih kecil.
4. Output dan input bertambah dengan proporsi penambahan output yang lebih besar
dibandingkan dengan penambahan input.
5. Output dan input berkurang dengan proporsi pengurangan output yang lebih kecil
dibandingkan dengan penguragan input.
Perencanaan Produktivitas
Peningkatan produktivitas tenaga kerja tidak terjadi begitu saja tanpa direncanakan.
Tingkat produktivitas yang dikehendaki harus direncanakan dengn baik. Perencanaan
untuk memperbaiki produktivitas harus dapat diimplementasikan dan sesuai dengan
kondisi perusahaan.selain itu,perencanaan produktivitas harus sesuai dengan perencanaan
lain yang sudah ada seperti anggaran operasi, investasi modal, riset dan teknologi, dan
pengembangan sumber daya manusia. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam
perencanaan produktivitas tenaga kerja adalah kejelasan pengertian produktivitas, dan
pihak yang bertanggung jawab terhadapnya, komitmen manajeman, karyawan, dan
manajer yang terlibat dalam perencanaan dan implementasinya,serta pengukuran
peningkatan produktivitas yang jelas.

Pengukuran Produktivitas
Perencanaan produktivitas tenaga kerja yang baik adalah perencanaan yang dapat
diimplementasikan sesuai dengan kondisi kerja perusahaan. Selain itu, perencanaan
produktivitas yang telah diimplementasikan harus memiliki tolok ukur yang jelas.
Produktivitas harus di ukur, dianalisis, dipahami, dan dilaporkan kepada manajeman.
Tujuan pengukuran produktiitas adalah untuk menyediakan informasi bagi manajeman
tentang perbandingan antara hasil yang dicapai dan standar kinerja. Informasi tentang
perbandingan tersebut digunakan sebagai dasar untuk memberikan penghargaan, hukuman,
dan melakukan tindakan perbaikan.
Faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas tenaga kerja meliputi pola manajeman,
peralatan dan mesin pabrik yang di pakai, bahan baku yang digunakan, dan kualitas
orangnya. Walaupun banyak faktor yang memengaruhi, umumnya manajeman mengukur
produktivitas dengan membandingkan antara output fisik yang dihasilkan dan input,
misalnya jam tenaga kerja. Pengukuran seperti ini mempertimbangkan hanya satu elemen
input, yaitu tenaga kerja. Apabila rasio pengukuran produktivas seperti ini maka rasio
tersebut merupakan alat statistik yang mengabaikan faktor lain yang penting. Sebaiknya,
pengukuran produktivitas tenaga kerja harus mempertimbangkan faktor-faktor lain selain
tenaga kerja, seperti pola manajemen, peralatan dan mesin yang di pakai,dan bahan baku
yang di gunakan.
Menentukan standar sebagai tolak ukur produktifitas tenaga kerja bukan bukan hal
yang mudah. Standar dapat ditentukan dengan mempelajari tahapan pekerjaan yang harus
di lakukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan melakukan observasi terhadap
suatu tugas tertentu. Waktu yang dibutuhkan untuk setiap tahapan pekerjaan yang di
observasi di catat. Dari hasil analisis terhadap tahapan pekerjaan dan waktu yang di
konsumsi, perusahaan dapat menentukan waktu normal untuk mengerjakan suatu pekerjaan
tertentu.setelah di temukan waktu normal, waktu tersebut di tambah dengan waktu yang di
gunakan untuk kepentingan pribadi, istirahat, dan kemungkinan keterlambatan.
Penjumlahan waktu normal, waktu untuk kepentingan pribadi, istirahat, dan keterlambatan
dijadikan sebagai waktu standar untuk mengerjakan suatu pekerjaan. Waktu standar
tersebut dinyatakan dalam suatu waktu ( misalnya menit ) per unit produksi.
Perusahaan menggunakan rasio produktivitas untuk mengukur produktivitas.rasio
produktivitas merupakan perbandingan antara output yang di hasilkan tenaga kerja relatif
dan standar kinerja yang telah ditentukan. Selain untuk tenaga kerja, raso ini juga dapat
digunakan untuk mengukur kinerja mesin, suatu operasi, seksi, atau perusahaan secara
keseluruhan.

Sebagai contoh, perusahaan menentukan 0,5 jam sebagai waktu stndar untuk
mengerjakan 1 unit produk. Data produksi sesungguhnya menunjukan bahwa jumlah
produksi 10 unit dengan waktu pengerjaan 6 jam. Jam kerja standar untuk mengerjakan
10unit adalah 5 jam ( 10unit x 0,5 jam ). Rasio produktivitas yang sesungguhnya adalah
1,67 (10 unit/6 jam),sedangkan rasio produktivitas standar adalah 2 (10 unit/5 jam). Rasio
produktivitas sesungguhnya ini tidak menguntungkan karena kurang dari target (rasio
sebanyak 2). Tingkat ketercapaian produktivits sesungguhnya dari standar adalah 83,5%
(1,67/2).
Dampak Ekonomi Produktivitas
Apabila produktivitas meningkat, laba perusahaan dan penghasilan karyawan juga akan
meningkat. Selain itu, pringatan produktivitas memampukan masyarakat untuk
mendapatkan lebih banyak barang dan jasa dengan kualitas lebih baik karena adanya
efisiensi dalam penggunaan sumber daya ekonomi. Hal ini terjadi apabila peningkatan
produktivitas tidak di ikuti oleh peningkatan harga jual.
Peningkatan produktivitas dapat juga di sertai peningkatan harga jual apabila
peningkatan gaj dan upah karyawan lebih besar daripada penurunan biaya karena
produktivitas. Peningkatan harga jual ini terjadi karena harga per unit semakin besar yang
disebabkan oleh semakin besarnya biaya tenaga kerja. Apabila hal ini terjadi harga barang
dan jasa akan semakin meningkat di pasar. Peningkatan rill gaji dan upah tersebut menjadi
berkurang atau bahkan tidak ada. Idealnya,peningkatan produktivitas harus lebih besar di
bandingkan dengan peningkatan biaya tenaga kerja.

Manajeman Sumber Daya Manusia


Sistem produksi, misalnya produksi otomotif,secara teknologi sama antara jepang dan
negara barat. Namun, jepang lebih baik dalam menggunakan tenaga kerjanya dibandingkan
dengan negara barat. Hal ini terjadi karena jepang menggunakan lebih sedikit tenaga kerja
dibandingkan negara barat dalam melaksanakan hal yang sama. Tingkat produktivitas
orang jepang lebih tinggi dibandingkan produktivitas orang barat karena karyawan orang
jepng lebih termotivasi, partisipasif dan bertanggung jawab.
Manajemen sumber daya manusia perusahaan sangat menentukan produktivitas
tenaga kerja. Manajeman sumber daya manusia yang lebih baik dapat menghasilkan
produktivitas tenaga kerja dan dan kualitas produk yang lebih baik pula. Manajeman
sumber daya manusia lebih baik dijepang daripada di negara barat karena manajemen
sumber daya manusia jepang memberikan kesempatan bagi karyawan berpartisifasi penuh
secara langsung dalam pengaturan pekerjaan mereka dan penentun tujuan perusahaan
secara menyeluruh. Berikut ini karakteristik manajemen sumber daya manusia yang baik.
1. Karyawan yang melakukan pekerjaan adalah karyawan yang kompeten di bidangnya.
2. Pengambian keputusan harus terjadi pada tingkat manajemen yang lebih rendah.
3. Karyawan yang partisipasif yang mampu untuk meningkatkan kepuasan kerja dan
komitmen terhadap tujuan perusahaan.
4. Berbagi ide yang muncul dari karyawan harus didengarkan.

PROGRAM INSENTIF

Selain berkepentingan dengan pemberian kompensasi kepada karyawan sesuai dengan


ketentuan penggajian yang dibuat oleh pemerintah, perusahaan juga perlu memerikan
kompensasi tambahan kepada karyawan dalam rangka memaksimalkan produktivitas
tenaga kerja. Salah satu untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Salah satu cara
untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja adalah pemberian konpensasi tambahan
kepada karyawan melalui program insentif. Program insentif merupakan program yang
dirancang oleh perusahaan untuk memberikan penghargaan lebih kepada karyawan yang
berhasil mencapai prestasi diatas standar secara proporsional dengan kelebihan prestasi
tersebut.

Program insentif yang baik adalah program insentif yang (1) mengandung standar
pencapaian prestasi yang adil, (2) memberikan insentif secara proporsional dengan
kelebihan pencapaian prestasi di atas standar, dan (3) aplikatif terhadap kondisi kerja
karyawan. Selain itu, perlu diketahui bahwa program insentif tidak dirancang untuk
kepentingan perancang dan manajemen puncak saja, melainkan program ini ditujukan
terutama untuk karyawan yang terlibat langsung dengan pekerjaan produksi. Program
insentif yang dirancang terlalu kompleks dan rumit tidak akan mmebuahkan hasil. Hanya
sejedar untu memahamiya mungkin karyawan tidak mampu, apalagi untuk
melaksanakannya. Program insentif akan dapat berjalan efektif apabila karyawan yang
menjadi target program dapat memahami dan menjalankan program yang dirancang. Oleh
karena itu, program insentif perlu dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dimengerti
oleh karyawan.
Tujuan Program Insentif
Suatu program insentif dirancang untuk mencapai tujuan, yaitu (1) merangsang
karyawan untuk memproduksi lebih banyak produk, (2) memberikan kompensasi yang
lebih besar kepada karyawan sesuai dengan prestasinya, dan (3) mengurangi biaya
produksi per unit. Produk yang lebih banyak dapat dihasilkan karena produktivitas akan
meningkat sejalan dengan pemberian insentif kepada karyawan untuk berprestasi lebih.
Dampaknya, karyawan yang berprestasi lebih akan memperoleh insentif sebagai
tambahan kompensasi lain yang diberikan. Biaya produksi per unit dapat ditekan karena
peningkatan pembayaran kepada karyawan dengan adanya insentif tidak diikuti oleh
peningkatan overhead pabrik. Akhirnya, hal ttersebut akan mengakibatkan penurunan
biaya overhead pabrik per unit. Penurunan biaya overhead pabrik per unit berkontribusi
terhadap penurunan biaya produksi per unit.

Peraga 10.4 menampilkan dampak pemberian insentif terhadap peningkatan


jumlah produk jadi yang diproduksi, kompensasi karyawan, dan biaya konversi per unit.
Misalkan, perusahaan manufaktur melakukan studi tentang program insentif yang telah
diterapkan dan ditemukan bahwa jumlah produksi sebelum dan setelah program insentif
masing-masing 200 unit dan 250 unit. Biaya tenaga kerja yang dikeluarkan oleh
perusahaan sebelum program insentif sebesar Rp4.000 dan meningkat menjadi Rp6.000
setelah program insentif. Biaya overhead pabrik tidak berubah sebelum dan sesudah
program insentif, dari Rp20 menjadi Rp24, biaya konversi per unit menurun dari Rp60
menjadi Rp56. Penurunan biaya konversi per unit ini berdampak pada penurunan biaya
produksi per unit.
PERAGA 10.4

Pengaruh Insentif Terhadap Biaya Konversi Per Unit

Total Per Unit


Biaya Biaya Biaya Biaya
Keterangan Biaya
Produksi Tenaga Overhead Tenaga Overhead
Konversi
Kerja Pabrik Kerja Pabrik
Sebelum Program
200 unit Rp4.000 Rp8.000 Rp20 Rp40 Rp60
Insentif
Sesudah Program
250 unit Rp6.000 Rp8.000 Rp24 Rp32 Rp56
Insentif

Jenis Program Insentif


Target program insentif adalah karyawan pabrik. Karyawan pabrik dapat bekerja
secara individual atau bekerja dalam kelompok. Perusahaan dapat merancang program
insentif untuk meningkatkan produktivitas kerja individu atau produktivitas kerja
kelompok. Program insentif yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas tenaga
kerja secara individual meliputi straight piecework plan dan one-hundred-percent bonus
plan. Sedangkan program insentif yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas
tenaga kerja berkelompok disebut group bonus plan.

Staright Piecework Plan. Program insentif ini memberikan kompensasi tambahan


kepada kaaryawan secara individu sebesar tariff gaji da upah yang berlaku dikalikan
dengan kelebihan produksi di atas standar. Program insentif ini relative sederhana dalam
perhitungan gaji dan upah dengan adanya straight piecework plan.

Berdasarkan studi yang telah dilakukan oleh suatu perusahaan, ditemukan bahwa
untuk memproduksi satu unit produk dibutuhkan waktu 5 menit. Waktu produksi per unit 5
menit ini dijadikan sebaagai waktu standar. Dengan waktu produks standar per unit
tersebut, dalam satu jam jumlah produk yang dihasilkan oleh seorang karyawan adalah 12
unit (60menit/5 menit). Apabila tariff upah karyawan per jam adalah Rp1.200 maka tariff
upah per unit berdasarkan jumlah produksi standar adalah Rp100 (Rp1.200/12 unit).
Walaupun seorang karyawan gagal untuk memproduksi 12 unit per jam, ia tetap menerima
upah jaminan sebesar Rp1.200 per jam. Apabila seorang karyawan berhasil memproduksi
lebih dari 12 unit per jam. Apabila seorang karyawan berhasil mencapai standar atau
melebihinya maka total upah yang akan dibayar oleh perusahaan kepadanya akan
meningkat. Namun, biaya tenaga kerja per unit akan menurun sejalan dengan peningkatan
produktivitas karyawan. Apabila produksi sudah mencapai atau melebihi standar maka
biaya tenaga kerja per unit akan tetap.

Peraga 10.5

Staright Piecework Plan

Total Biaya
Produksi Produksi Tarif Upah Tarif
Upah/Jam Tenaga
Sesungguhnya/Jam Standar/Jam Jaminan/Jam Insentif/Unit
5=3 + 4(1- Kerja/Unit
1 2 3 4
2) 6=5/1
10 unit 12 unit Rp1.200 Rp0 Rp1200 Rp120
11 unit 12 unit Rp1.200 Rp0 Rp1200 Rp109
12 unit 12 unit Rp1.200 Rp0 Rp1200 Rp100
13 unit 12 unit Rp1.200 Rp100 Rp1.300 Rp100
14 unit 12 unit Rp1.200 Rp100 Rp1.400 Rp100
15 unit 12 unit Rp1.200 Rp100 Rp1.500 Rp100
16 unit 12 unit Rp1.200 Rp100 Rp1.600 Rp100
17 unit 12 unit Rp1.200 Rp100 Rp1.700 Rp100
18 unit 12 unit Rp1.200 Rp100 Rp1.800 Rp100
19 unit 12 unit Rp1.200 Rp100 Rp1.900 Rp100
20 unit 12 unit Rp1.200 Rp100 Rp2.000 Rp100
One-Hundred-Percent Bonus Plan. Program insentif ini merupakan variasi
lain dari straight piecework plan. Jika dalam straight piecework plan insentif
dinyatakan dalam satuan moneter maka dalam one-hundred-percent bonus plan
insentif dinyatakan dalam satuan waktu per unit yang diproduksi. Apabila seorang
karyaawan berhasil memproduksi 108 unit dalam 7 jam kerja per hari, padahal
stadarnya adalah 84 unit (12 unit per jam) maka karyawan tersebut akan dibayar
dengan tarif yang berlaku dikalikan dengan 9 jam⃰ (108 unit/12 unit), bukan 7 jam.

PERAGA 10.6

One-Hundred-Percent Bonus Plan

Rasio Total
Produk Produk Tarif Tarif x
Jam Efisie Upah Upah Per
Karyawan Dihasilk Standar Upah Rasio
Kerja nsi 8=2x6 Unit
1 an 4 = 2x12 Per Jam Efisiensi
2 5= Atau 8 = 9 = 8/3
3 Unit 6 7 = 6 x 5⃰
3/4 2x 7⃰⃰
Burton 42 jam 378 unit 504 unit 0,75 Rp1.200 - Rp50.400 Rp133,33
Sheldon 45 jam 648 unit 540 unit 1,20 Rp1.200 Rp1.440 Rp64.800 Rp100,00
Barry 45 jam 597 unit 540 unit 1,10 Rp1.200 Rp1.320 Rp59.400 Rp99,48
Shidney 48 jam 547 unit 576 unit 0,95 Rp1.200 - Rp57.600 Rp105,30
Bricks 44 jam 660 unit 528 unit 1,25 Rp1.200 Rp1.500 Rp66.000 Rp100,00
Shelena 40 jam 552 unit 480 unit 1,15 Rp1.200 Rp1.380 Rp55.200 Rp100,00
Susan 40 jam 480 unit 480 unit 1,00 Rp1.200 - Rp48.000 Rp100,00

Keterangan :

⃰Rasio efisiensi kali tarif tidak dihitung untuk produksi yang tidak melebihi standar.

⃰8 = 2 x6 apabila produksi tidak melebihi standar; 8 = 2 x 7 apabila produksi melebihi standar.

Pada Peraga 10.6 tampak bahwa Sheldon berhasil memproduksi 648 unit
selama 45 jam kerja. Waktu standar yang dibutuhkan untuk memproduksi satu unit
adalah 5 menit atau 12 unit dalam satu jam. Dengan 45 jam kerja Sheldon, jumlah produk
standar yang dihasilkannya hanya 540 unit (45 jam x 12 unit per jam). Rasio efisiensi
pekerjaan Sheldon adalah 1,20 (648 unit / 540 unit). Dengan tarif upah per jam Rp1.200
maka rasio efisiensi Kali tarif adalah Rp1.440. Rasio efisiensi kali tarif ini dikalikan
dengan jam kerja Sheldon menghasilkan total upah baginya sebesar Rp64.800 ( Rp1.440
x 45 jam ) . Rasio efisiensi kali tarif tidak perlu dihitung untuk karyawan yang tidak
berhasil mencapai standar atau hanya mencapai standar karena upahnya tetap dihitung
dengan perkalian antara tarif dan jam kerja.

Group Bonus Plan. Ada program insentif yang didasarkan pada produktivitas individu
dan ada juga program insentif yang didasarkan pada produktivitas suatu seksi atau pabrik.
Sebuah pabrik dimungkinkan menuntut karyawan bekerja dalam group . Walaupun
pekerjaan individu penting terhadap operasi pabrik namun dimungkinkan pemisahan
pekerjaan seorang karyawan dengan karyawan lain tidak dapat dilakukan. Group Bonus
Plan , yang merupakan variasi lain dari one-hundred-percent bonus plan , adalah
program insentif untuk meningkatkan produktivitas karyawan dalam group kerja.

PERAGA 10.7
Group Bonus Plan
Jumlah Jam Jam Kerja Upah Group Bonus Total Upah Upah
Produksi Kerja Sesungguhnya Reguler Group* Group Per
1 Standar 3 4=3x 5=(2–3)x 6=4+5 Unit
2 = 1/12 Rp1.200 Rp1.200 7 = 6/1
Unit
504 unit 42 jam 48 jam Rp57.600 Rp0 Rp57.600 Rp114,29
528 unit 44 jam 48 jam Rp57.600 Rp0 Rp57.600 Rp109,09
576 unit 48 jam 48 jam Rp57.600 Rp0 Rp57.600 Rp100,00
600 unit 50 jam 48 jam Rp57.600 Rp2.400 Rp60.000 Rp100,00
624 unit 52 jam 48 jam Rp57.600 Rp4.800 Rp62.400 Rp100,00
648 unit 54 jam 48 jam Rp57.600 Rp7.200 Rp64.800 Rp100,00
Keterangan: * Bonus tidak diberikan apabila hasil sesungguhnya tidak melebihi standar.
Peraga 10.7 memperlihatkan perhitungan upah sekelompok karyawan
berjumlah 6 orang. Karyawan tersebut diupah sebesar Rp1.200 per jam untuk setiap
orang. Standar produksi untuk satu jam adalah 12 unit per orang. Untuk 8 jam kerja
dalam sehari, jumlah produk standar yang dihasilkan oleh group tersebut adalah 576
unit ( 12 unit x 8 jam x 6 orang ). Dalam ilustrasi ini, bonus dihitung untuk hasil kerja
sehari. Perhitungan yang sama juga dapat dilakukan untuk hasil produksi group dalam
seminggu atau sebulan

Gainsharing Plan
Ada pemberian insentif yang hanya ditunjukan kepada individu atau hanya
kelompok karyawan saja. Insentif dengan target karyawan secara individu ditunjukan
untuk meningkatkan produktivitas individu. Sedangkan insentif dengan target
karyawan secara kelompok ditujukan untuk meningkatkan produktivitas kelompok.
Kenaikan produktivitas individu atau kelompok tidak selalu diikuti oleh kenaikan
produktivitas perusahaan secara menyeluruh. Apabila hal ini terjadi maka perusahaan
perlu merancang program insenti untuk meningkatkan produktivitas menyeluruh
perusahaan, bukan lagi individu atau kelompok, dengan program insentif yang disebut
gainsharing paln.
Gainsharing plan, juga disebut organization incentive plan , adalah
program insentif yang dimaksudkan untuk merangsang semua karyawan untuk
meningkatkan produktivitas perusahaan secara menyeluruh. Karakteristik utama
program ini adalah perangsangan karyawan untuk memberikan saran dan kontribusi
serta terlihar lebih luas dalam pengambilan keputusan manajemen. Program ini
menempatkan partisipasi dan keterlibatan karyawan yang besar dalam proses
manajemen. Dengan karakteristik tersebut, program insentif ini hanya dapat dijalankan
dalam model manajemen yang berfokus kepada karyawan ( employee-centred
management style).
Inti gainsharing plan adalah partisipasi karyawan untuk memberikan
saran, masukan, dan langkah-langkah perbaikan produktivitas. Saran dan masukan
karyawan tersebut disebar kepada seluruh jajaran karyawan dan manajemen yang ada
di perusahaan untuk ditindaklanjuti. Perbaikan produktivitas perusahaan menyeluruh
dapat diukur dari rasio produksi terhadap biaya tenaga kerja. Apabila terjadi
peningkatkan rasio, berarti telah terjadi perbaikan produktivitas.
Salah satu bentuk gainsharing plan yang populer adalah scantom plan.
Dalam program ini, manajemen menentukan formula untuk mencapai keberhasilan
produktivitas menyeluruh. Sebagai contoh, apabila rasio jumlah produksi dengan biaya
tenaga kerja sebesar 120% dijadikan patokan maka setiap peningkatan rasio diatas
120% merupakan peningkatan produktivitas. Jumlah insentif yang akan diberikan
ditentukan sejumlh persentase tertentu dari kenaikan rasio tersebut. Insentif ini
dibagikan kepada seluruh karyawan yang ada di perusahaan sebga komoensasi atas
peningkatan produktivitas perusahaan.

KURVA PEMBELAJARAN
Program insentif yang telah dibahas sebelumnya mengansumsikan bahwa
uang mampu memotivasi karyawan untuk meningkatkan produktivitas. Secanggih apa
pun program insentif yang dirancang, perusahaan perlu menyadari bahwa uang
bukanlah satu-satunya yang mampu memotivasi karyawan untuk bekerja lebih baik.
Produktivitas karyawan juga dapat meningkat sejalan dengan pengalamannya untuk
mengerjakan suatu produk. Semakin sering seorang karyawan mengerjakan suatu
produk , semakin sedikit waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk yang
sama di masa selanjutnya. Teori ini disebut dengan teori kurva pemelajaran.

Teori kurva pemelajaran adalah teori yang menyatakan bahwa setiap


akumulasi unit produk yang dihasilkan dua kali lipat, akumulasi rerata waktu per unit
yang dibutuhkan untuk memproduksi produk yang sama akan menurun. Apabila
pengurangan waktu tersebut sebesar 20% maka tingkat pemelajaran adalah 80% .
Apabila pengurangan waktu tersebut 10% maka tingkat pemelajaran adalah 90%.
Apabila dibutuhkan 10 jam untuk memproduksi produk pertama maka rerata waktu
yang dibutuhkan untuk memproduksi kelompok produk kelipatan duanya adalah 8 jam (
10 jam x 80% ). Untuk kelipatan produk selanjutnya, rerata waktu yang dibutuhkan
adalah 6,4 jam ( 8 jam x 80% ). Perhitungan yang sama untuk kelipatan produksi
selanjutnya dapat dilakukan sehingga tampak seperti Peraga 10.8

PERAGA 10.8
Penurunan Waktu Produksi dengan Tingkat Pemelajaran 80%

Unit Produksi Rata-Rata Jam/Unit Total Jam Kerja untuk


Melaksanakan Tugas
1 unit 10,00 10,00
2 unit 8,00 (= 10,00 x 80%) 16,00
4 unit 6,40 (= 8,00 x 80 %) 25,60
8 unit 5,12 (= 6,40 x 80%) 40,96
16 unit 4,10 (= 5,12 x 80%) 65,60
32 unit 3,28 (= 4,10 x 80%) 104.96
64 unit 2,62 (= 3,28 x 80%) 167,68
128 unit 2,10 (=2,62 x 80 %) 268,80

Tingkat Pembelajaran
Pengurangan waktu untuk produksi karena adanya proses pemelajaran bisa
bervariasi. Presentase ini tidak absolut dan tergantung pada terstruktur atau tidaknya
suatu pekerjaan, frekuensi pelaksanaan pekerjaan yang sama , dan lingkungan kerja.
Contoh dalam buku literatur sering menggunakan pengurangan waktu 10% atau 20%.
Hal ini berarti bahwa tingkat pemelajaran ( learning rate ) adalah 90% atau 80%.
Untuk menghitung besarnya tingkat pemelajaran atara dua periode ditentukan dengan
rumus berikut.

Rata-Rata Input Periode 1 + Periode 2


Tingkat Pembelajaran =
Rata-Rata Input Periode 1
Sebagai contoh, produksi periode pertama yang terdiri atas 5 unit
membutuhkan 10.000 jam kerja langsung. Produksi periode kedua yang juga terdiri
atas 5 unit membutuhkan tambahan 8.000 jam kerja langsung. Dari informasi tersebut,
tingkat pemelajaran dihitung sebagai berikut.

(10.000 jam + 8.000 jam)/10 unit 1.800


= = = 90%
10.000 jam/5 unit 2.000
Apa arti tingkat pembelajaran 90 %? Setiap kali karyawan memproduksi
kelipatan dua dari produksi sebelumnya maka karyawan tersebut akan membutuhkan
waktu pengerjaan yang lebih rendah 10% (100% - 90%) dari waktu yang dibutuhkan
untuk memproses produk sebelumnya .Penurunan waktu proses produksi ini akan
terjadi sampai dengan titik tertentu setiap kali hasil produksi dua kali lipat dari
sebelumnya.

Manfaat Kurva Pemelajaran


Teori kurva pemelajaran menjelaskan fenomena perbaikan efesiensi dan
produktivitas sebagai fungsi waktu. Teori ini menyatakan bahwa karyawan akan
mempelajari keterampilan dan cara baru untuk menghasilkan produk yang sama secara
berulang-ulang. Manajemen dapat menggunakan laporan perbandingan antara hasil yang
sesungguhnya dan hasil kurva pemelajaran untuk menilai kinerja karyawan. Informasi ini
membantu manajemen untuk menentukan sistem insentif yang akan dipakai. Perusahaan
sebaiknya tidak memberikan bonus kepada karyawan yang sedang dalam proses
pemelajaran. Setelah selesai mencapai keterampilan yang dibutuhkan, perusahaan
menentukan standar untuk dicapai oleh karyawan sebagai dasar penentuan bonus. Jika
membutuhkan standar sebelum ada tahapan produktivitas yang konstan, perusahaan perlu
mempertimbangkan pengaruh kurva pembelajran.
Dampak Automasi Terhadap Kurva Pemelajaran
Ada tiga elemen biaya produksi, yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja
langsung, dan biaya overhead pabrik. Bahan baku dan overhead pabrik adalah benda
mati dan tidak memiliki proses pemelajaran. Satu-satunya elemen biaya produksi yang
semakin lama dapat ditekan karena adanya kurva pemelajaran adalah biaya tenaga kerja.
Hal ini dapat terjadi karena tenaga kerja dapat bekerja efisien dengan adanya
penambahan pengetahuan dan pengalaman.

Adanya automasi produksi membuat perusahaan memiliki lebih besar


investasi dalam mesin dan peralaran dan semakin sedikit tenaga kerja. Oleh karena itu,
komposisi biaya tenaga kerja akan semakin kecil dibandingkan dengan biaya produksi
total sehingga signifikasi kurva pemelajaran tidak begitu besar. Mesin dan peralatan
automasi tidak memiliki proses pemelajaran operasi karena mesin dan peralatan
memproduksi setiap unit produk dalam waktu yang bersamaan dan dengan cara yang
identik. Produksi unit pertama memakan waktu dan memiliki cara yang sama dengan
produksi unit keseribu.

ORGANISASI UNTUK PENGENDALIAN BIAYA TENAGA


KERJA
Penentuan biaya tenaga kerja melibatkan beberapa faktor berikut ini.

1. Sejarah pekerjaan setiap karyawan , yaitu tanggal diterima, tarif gaji dan upah ,
posisi
awal, pendidikan dan pelatihan tambahan, serta promosi.
2. Peraturan ketenagakerjaan dan perpajakan yang dibuat oleh pemerintah.
3. Penetapan waktu dan biaya tenaga kerja untuk tujuan pembandingan.
4. Sistem kompensasi untuk setiap jenis pekerjaan.
5. Jam kerja, tarif gaji dan upah, total penghasilan, serta potongan gaji dan upah untuk
setiap karyawan.
6. Jumlah jam dan biaya tenaga kerja langsung dan tidak langsung yang ditentukan
untuk
setiap pekerjaan, proses, atau seksi.
7. Total biaya tenaga kerja setiap seksi pada setiap periode penggajian
8. Komplikasi penghasilan dan pengurangan dari penghailan kumulatif untuk setiap
karyawan.

Selain faktor - faktor di atas, penentuan biaya tenaga Kerja juga melibakatkan
beberapa seksi. Seksi yang terlibat dengan ketenagakerjaan meliput Seksi Personalia,
Seksi Perencanaan Produksi, Seksi Pencatat Waktu, Seksi Penggajian, dan Seksi Biaya.

Seksi Personalia
Fungsi utama seksi personalia adalah menyediakan tenagn kerja yang Kompeten
sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Untuk melaksanakan fangsi tersebut, Seksi
Personalia melakukan proses rekrutmen, penempatan, pelatihan, evaluasi, dan promosi
karyawan. Selain itu, Seksi Personalia juga menjabarkan deskrpsi pekerjaan untuk setiap
karyawan yang direkrut.

Perekrutan karyawan dapat dilakukan untuk menggantikan karyawan yang telah


pensiun atau untuk menambah jumlah karyawan di perusahean. Proses perekrutan untuk
menggantikan karyawan yang sudah pensiun dimulai dari permintaankebutuhan tenaga
kerja oleh suatu seksi kepala Seksi Personalia, dan di akhiri dengan penempatan tenaga
kerja di seksi yang membutuhkan. Kebijakan untuk menambah jumlah karyawan harus
mendapat persetujuan dari manajemen puncak yang menunjukkan bahwa rekrutmen
dilakukan berdasarkan kebutuhan perusahaan secara menyeluruh. Kebutuhan karyawan
suatu seksi mungkin dapat dipenui dengan mentransfer karywan dari seksi lain.
Kebutuhan untuk menambah karyawan dilakukan umumya kalau terjadi peningkatan
aktivitas, seperti: Penambahan lini produk, pembukaan cabang, dan ekspansi perusahaan
Seksi Perencanaan Produksi
Seksi perencanaan produksi bertanggung jawab untuk menentukan rencana kerja
setiap order produsi. Skedul kerja tersebut meliputi informasi bahan yang digunakan,
tenaga kerja yang dibutuhkan, operasi mesin yang dibutuhkan, dan waktu penyelesaikan
produksi. Skedul kerja tersebut dituangkan dalam order produksi yang diserahkan oleh
Seksi Perencanaan Produksi kepada Seksi Produksi

Order produksi harus rinci dan mudah dimengerti. Order tersebut harus jelas dan
mengandung cukup informasi bagi Seksi Produksi untuk memproduksi barang yang
Dimaksud. Daftar rinci tentang kebuthan bahan, tenaga kerja, dan operasi mesin harus
rinci, jelas, dan mudah dimengerti oleh Seksi Produksi. Penundaan penyelesaiaan
produksi karena kekurangan material, kerusakan mesin, atau instruksi dalam order
produksi yang kurang jelas dapat menyebabkan munculnya tuntutan(complain)dari
pelanggan.

Seksi Pencatat Waktu


Penyediaan informasi yang akurat dan dapat diandalkan tentang penggunaan
tenaga kerja dalam proses produksi merupakan salah satuhal pokok dalam penentuan
biaya tenaga kerja. Untuk tujuan itu, Seksi Pencatat Waktu perlu menyediakan hal hal
berikut ini.

1. Kartu hadir (clock card) yaitu kartu yang digunakan sebagai bukti kehadiran karyawan
di pabrik mulai dari waktu kedatangan sampai dengan waktu kepulangan

2. Kartu jam kerja (time ticket), yaitu kartu yang digunakan sebagai bukti jam kerja untuk
setiap pekerjaan yang digunakan sebagai dasar penentuan biaya tenaga kerja langsung.

Seksi Pencatat Waktu bertanggung jawab untuk menyediakan dokumen katu hadir
dan kartu jam kerja serta mengawasi, mengendalikan, dan mengumpulkannya. Kartu
hadir digunakan sebagai dasar penentuan gaji dan upah, sedangkan kartu jam kerja
digunaka sebagai dasar pembebanan biaya tenaga kerja langsung. Dokumen tersebut
penting dan bahkan dapat menentukan keharmonisan lingkungan kerja di perusahaan.
Bisa jadi kinerja Seksi Pencatat Waktu terhadap pengendalian dan pemrosesan kedua
dokumen ini merupakan dasar utama penilaian karyawan terhadap perusahaan.

Kartu Hadir. Kartu hadir merupakan kartu yang berisi informasi tentang jam
hadir karyawan di pabrik. Data yang tetera dalam kartu hadir meliputi nama, seksi, jam
masuk, dan jam keluar untuk setiap hari atau setiap shift. Masuk terlalu cepat, tepat
waktu, dan terlambat masuk akan direkam dalam Kartu ini. Selain itu, kartu ini juga akan
menghasilkan informasi lembur dan lama waktu lembur tersebut. Apabila tidak tercantum
nama karyawan dan seksinya, dalam kartu hadir tercatat nomor pegawai sebagai
penggantinya, Nomor pegawai tersebut mengidentfkasikan nama karyawan dan seksi
tempataya bekerja. Nomor pegawai ini akan digunakan sebagai identifkasi penggajian
dan pembebanan biaya tenaga kerja ke berbagai seksi.

PERAGA 10.9
Kartu Hadir

Informasi tentang kehadiran dalam kartu hadir diisi dengan alat mekanis yang
disebut dengan pencatat waktu. Dengan pencatat wakt yang sederhana, dokumen setiap
kartu hadi harus ada, Namun demikian, pencatat waktu dimungkinkan dihubungkan
dengan sistem komputer perusahaan sehingga dokumen untuk kartu hadir tidak lagi
dibutuhkan karena jam datang dan pulang karyawan sudah secara otomatis masuk ke
basis data komputer perusahaan.

Kartu Jam Kerja. Dalam akuntansi biaya tenaga kerja, kartu hadir merupakan
bukti bahwa waktu atau jam kerja karyawan yang telah digunakan oleh perusahaan.
Sedangkan kartu jam kerja merupakan kartu yang berisi informasi waktu atau jam kerja
karyawan untuk mengjerkana suatu pekerjaan tertentu. Dikatikan dengan bahan baku,
kartu hadir untuk tenaga kerja sepadan dengan faktur pembelian untuk bahan. Sedangkan
kartu jam kerja untuk tenaga kerja sepadan dengan bukti permintaan bahan untuk bahan.

Kartu jam kerja dapat diproses secara manual oleh penyelia pabrik, misalnya, atau
diproses secara komputer seperti halnya kartu hadir. Kartu jam kerja yang disiapkan oleh
seorang mandor untuk suatu pekerjaan tertentubisa berbeda dengan kartu jam kerja yang
disiapkan oleh mandor lain untuk pekerjaan lain. Kartu jam kerja ini akan digunakan oleh
perusahaan sebagai dasar penetunya biaya tenaga kerja langsung untuk suatu pekerjaan
tertentu.

PERAGA 10.10

Kartu Jam Kerja

PT Fortrana
KARTU JAM KERJA
Tanggal : 08/02/11
Karyawan : Rudy Sanjaya No. Pegawai : 125
Dibebankan ke : Barang Dalam Proses No. Job : 104

Waktu Mulai Waktu selesai Jumlah Jam Tarif/Jam Total Biaya


08.00 12.00 4 jam Rp 5.000 Rp 20.000

Disetujui oleh : Rony Santoroni Dibebankan oleh : Melani Sari


Jumlah jam kerja yang ada di kartu jam kerja selalu lebih sedikit dibandingkn
dengan jumlah jam kerja dalam kartu hadir. Hal ini terjadi karena jam kedatangan
karyawan di pabrik sudah diisi di kartu hadir sebelum jam memulai pekerjaan diisi di
kartu jam kerja. Selanjutnya, jam selesai perkerjaan dalam kartu jam kerja telah diisi
sebelum jam pulang dari pabrik diisi di kartu hadir. Kedua kartu ini harus dicocokkan
secara periodik. Apabila jam kerja di kartu jam kerja lebih lama dibandingkan jam kerja
di kartu hadir maka kesalahan pasti terjadi di salah satu atau kedua kartu tersebut. Seksi
pencatat waktu dan mandor bertanggung jawab menemukan akibat perbedaan dan
menentukan jam kerja yang seharusnya.

Teknologi Kode Batang. Komputerisasi pnggunaan kartu hadir dan kartu jam
kerja dapat ditingkatkan dengan penggunaan kode batang (bar code). Kode batang adalah
simbol yang dapat diproses secara elektronik untuk mengidentifikasi nomor, hurup, atau
karakter khusus. Nomor, hurup, atau karakter khusus tersebut dibaca oleh pembaca yang
disebut dengan bar code reader yang secara online memasukkan data yang dibaca
kedalam basis data komputer. Teknologi ini sangat banyak digunakan karena teknologi
tersebut mampu membantu perusahaan untuk menyediakan informasi tepat waktu, akurat,
dan efisien.

Kartu identifikasi karyawan yang memiliki kode batang dapat menggantikan kartu
hadir dan kartu jam kerja untuk mengumpulkan data tentang penggajian dan akivitas
kerja karyawan. Karyawan menggunakan kartu identifikasi tersebut setiap kalihadir di
pabrik, memulai pekerjaan tertentu dan mengakhirinya, serta pulang dari pabrik.
Informasi tersebut di transfer ke komputer dan diproses untuk tujuan penggajian dan
penetuan biaya tenaga kerja. Teknologi ini sangat membantu perusahaan yang memiliki
perputaran kerja yang tinggi dalam waktu yang singkat.

Seksi Penggajian
Dua tugas utama seksi penggajian adalah (1) menghitung dan menyiapkan
penggajian, serta (2) distribusi penggajian. Untuk tujuan perhitungan penggajian, seksi
pengganjian harus mendapatkan informasi tentang tarif, jam kerja, gaji, dan upah total,
potongan, dan gaji bersih untuk setiap karyawan. Setelah itu seksi ini menyiapkan cek
atau transfer gaji dan upah. Gaji dan ubah yang telah dihitung dan disiapkan kemudian
akan didstribusikan kepada berbagai perkerjaa, proses, dan seksi yang terkait.

Perhitungan Dan Penyiapan Penggajian. Informasi tentang tarif gaji dan upah
serta potongan penghasilan diperoleh dari seski personalia. Informasi tentang jam kerja
karyawan diperoleh dari kartu hadir yang juga disiapkan oleh seksi personalia. Dengan
informasi tentang tarif gaji dan upah, potongan, dan jam kerja, seksi penggajian
menghitung total penghasilan, total potongan, dan penghasilan bersih. Pembayaran
kepada karyawan dilakukan dengan menyerahkan cek atau mentransfer ke akun setiap
karyawan.

Distribusi Penggajian. Biaya tenaga kerja terjadi disetiap fungsi perusahaan


seperti pemasaran, administrasi dan umum, serta produksi. Kart hadir mengidentifikasi
tempat kerja seseorang dan digunakan sebagai dasar distribusi untuk setiap fungsi.
Khusus untuk fungsi produksi, kartu jam kerja digunakan sebagai dasar untuk
mendistribusikan biaya tenaga kerja kepada pekerjaan tertentu. Kartu jam kerja yang
diperoleh disortir berdasarkan pekerjaan, seksi, dan jenis tenagaj kerja tidak langsung
untuk mendistribusikan biaya gaji dan upah kepada akun barang dalam proses dan Biaya
Overhead Pabrik Sesungguhnya.

Seksi Biaya
Seksi biaya bertanggung jawab untuk mencatat biaya tenaga kerja, baik langsung
maupun tidak langsung kepada pekerjaan atau seksi yang terkait. Seksi ini menggunakan
kartu jam kerja sebagai dasar untuk mencatat biaya tenaga kerja langsung dalam kartu
pesanan (job cost sheet) setiap pekerjaan dan biaya tenaga kerja tidak langsung untuk
setiap seksi.

Fungsi akuntansi biaya, yang dilakukan oleh seksi biaya, dapat didesentralisasi
dan disentralisasi. Terdapat pabrik-umumnya pabrik yang besar-mendesentralisasi
pekerjaan akuntansi biayanya dengan menempatkannya di setiap seksi produksi. Akuntan
biaya ini membantu seksi produksi untuk mengakumulasi dan mengklasifikasi biaya
tenaga kerja pada setiap pekerjaan. Terdaat juga perusahaan-umumnya pabrik kecil-yang
mensentralisasi aktivitas akuntansi biayanya dengan membuat suatu seksi tersendiri.

Hubungan Antar Seksi


Hubungan antar seksi yang berkaitan dengan penggajian disajikan dalam peraga
10.11. setiap seksi bertanggung jawab untuk melaksanakan tugasnya masing-masing.
Tugas suatu seksi tidak terlepas dari tugas seksi lain. Sebagai contoh, tugas seksi
perencanaan produksi menjadi dasar bagi aktivitas produksi yang akan dilaksanakan oleh
seksi Produksi.

PERAGA 10.11
Hubungan Antarseksi

Departemen Perencanaan
Departemen Personalia Departemen Medis
Produksi
Membuat deskripsi Memeriksa Kesehatan
Membuat skedul kerja,
pekerjaan serta melakukan serta memberi bantuan
order produksi, kebutuhan
rekrutmen, pendidikan dan P3K, Perawatan, dan
tenaga kerja, dan kebutuhan
pelatihan, serta promosi kesehatan
material

Departemen Produksi
Departemen Studi Gerak
dan Waktu Membuat penugaan
Kartu hadir karyawan, penggunaan
Menentukan metode Kartu jam kerja bahan, dan ,mengisi kartu
pekerjaan, standar produksi,
jam kerja pelaksanaan
serta tarif gaji dan upah.
produksi

Departemen Pencatat
Departemen Penggajian Departemen Biaya
Waktu
Menghitung, menyiapkan, Mengisi job cost sheet,
Mengawasi dan mengecek
membayar, dan menganalisis overhead,
kartu hadir, kartu jam kerja,
mendistribusikan gaji dan dan membuat laporan
dan membuat laporan
upah. produksi
kehadiran.
AKUNTANSI BIAYA TENAGA KERJA
Pada pembahasan awal bab ini, telah dijelaskan bahwa biaya tenaga kerja
meliputi gaji dan upah regular, insentif, dan tunjangan. Untuk tujuan pencatatan, gaji dan
upah reguler tenaga kerja langsung diperlakukan sebagai biaya tenaga kerja langsung,
sedangkan gaji dan upah reguler tenaga kerja tidak langsung diperlakukan sebagai biaya
overhead pabrik. Intensif merupakan kompensasi tambahan atas prestasi karyawan di atas
standar yang telah ditentukan perusahaan. Untuk tujuan pencatatan intensif merupakan
bagian dari gaji dan upah dan diperlakukan secara sama.

Tunjangan merupakan kompensasi tambahan selain gaji dan upah serta intensif
yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan, seperti: tunjangan asuransi, tunjangan
pensiun, tunjangan liburan, premi lembur, dan bonus. Tunjangan asuransi dan tunjangan
pensiun diberikan sebagai kompensasi untuk mengurangi beban karyawan dalam
pembayaran asuransi dan pensiun. Kedua tunjangan ini merupakan bagian yang akan
mempengaruhi akun Gaji dan Upah. Premi lembur diperlakukan sebagai biaya tenaga
kerja langsung atau biaya overhead pabrik. Sedangkan tunjangan liburan dan bonus
diperlakukan sebagai biaya overhead pabrik.

Transaksi yang terjadi dalam pengajian meliputi pengakuan gaji dan upah,
distribusi gaji dan upah, serta pembayaran gaji dan upah. Oleh karena itu, jurnal yang
dibutuhkan dalam akuntansi pengajian juga meliputi hal-hal sebagai berikut:

1. Jurnal pengakuan gaji dan upah.


2. Jurnal distribusi gaji dan upah.
3. Jurnal pembayaran gaji dan upah.

Gaji Dan Upah Reguler


Gaji dan upah reguler dihitung dengan cara mengalikan tarif gaji dan upah
dengan jam kerja karyawan yang tertera dalam kartu hadir. Hasil perkalian ini
menunjukkan penghasilan karyawan. Selain penghasilan tersebut, perusahaan
dimungkinkan memberikan tunjangan berupa asuransi dan pensiun. Penjumlahan antara
gaji dan upah serta tunjangan penghasilan kotor. Penghasilan kotor tersebut dikurangi
dengan berbagai potongan yang berkaitan dengan tenaga kerja. Potongan-potongan ini
meliputi iuran pensiun, iuran asuransi, dan pajak penghasilan karyawan.

PERAGA 10.12
Perhitungan Gaji dan Upah
Keterangan Perhitungan Total
Seksi Produksi
Tenaga Kerja Langsung 4 orang x 140 jam x Rp800 Rp448.000
Tenaga Kerja Tidak Langsung 1 orang x Rp175.000 Rp175.000
Seksi Administrasi dan Umum 4 orang x Rp150.000 Rp600.000
Seksi Pemasaran 3 orang x Rp150.000 Rp450.000
Rp1.673.000
Iuran Asuransi 2% x Rp1.673.000 Rp33.460
Iuran Pensiun 2,5% x Rp1.673.000 Rp41.825
Pajak Penghasilan Karyawan 10% x Rp1.673.000 Rp167.300
(Rp242.585)
Penghasilan Bersih Rp1.673.000 – Rp242.585 Rp1.430.415

Sebagai contoh PT ABC memiliki 12 orang karyawan yang terdiri atas 5 orang
karyawan produksi, 4 orang karyawan administrasi dan umum, dan 3 orang karyawan
pemasaran. Berdasarkan kartu hadir dan kartu jam kerja, perhitungan penghasilan
karyawan untuk satu bulan tampak seperti dalam Peraga 10.12.

Pengakuan Gaji dan Upah. Jurnal untuk mencatat pengakuan gaji dan upah
dilakukan untuk seluruh karyawan perusahaan. Pada jurnal ini, belum dibedakan antara
gaji dan upah untuk setiap seksi. Berdasarkan informasi pada Peraga 10.12, jurnal
pengakuan gaji dan upah adalah sebagai berikut.
Gaji dan Upah Rp1.673.000
Utang Gaji dan Upah Rp1.430.415
Utang Gaji dan Upah Rp33.460
Utang Iuran Asuransi Rp41.825
Utang Iuran Pensiun Rp167.300

Distribusi Gaji dan Upah. Setelah pengakuan terhadap gaji dan upah di jurnal,
gaji dan upah tersebut didistribusikan kepada setiap seksi. Pendistribusian gaji dan upah
kepada seksi dilakukan berdasarkan informasi yang diperoleh dari kartu hadir
karyawan. Dalam kartu hadir karyawan tersebut tercantum di seksi mana seseorang
karyawan bekerja. Selain itu distribusi gaji dan upah karyawan produksi juga dilakukan
berdasarkan kartu jam kerja. Kartu jam kerja digunakan sebagai dasar untuk
menentukan apakah biaya tenaga kerja tersebut biaya tenaga kerja langsung atau biaya
tenaga kerja tidak langsung. Biaya tenaga kerja langsung diperlukan sebagai bagian dari
barang dalam proses, sedangkan biaya tenaga kerja tidak langsung dimasukkan sebagai
bagian dari biaya overhead pabrik. Berdasarkan informasi pada peraga 10.12 jurnal
untuk mencatat distribusi biaya tenaga kerja adalah sebagai berikut.

Barang Dalam Proses Rp448.000


Biiaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Rp175.000
Biaya Gaji Administrasi dan Umum Rp600.000
Biaya Gaji Pemasaran Rp450.000
Gaji dan Upah Rp1.673.000

Pembayaran Gaji dan Upah. Pembayaran yang berkaitan dengan gaji dan upah
meliputi pembayaran gaji dan upah karyawan, pembayaran iuran asuransi kepada
perusahaan asuransi, pembayaran iuran pensiun kepada perusahaan dana pensiun, dan
pembayaran pajak penghasilan karyawan kepada pemerintah. Semua pembayaran
tersebut tidak harus dilakukan bersamaan dan tidak harus didahului oleh distribusi gaji
dan upah. Berdasarkan jurnal pengakuan gaji dan upah diatas dilakukan dengan
membuat jurnal sebagai berikut.

Utang Gaji dan Upah Rp1.430.415


Utang Iuran Asuransi Rp33.460
Utang Iuran Pensiun Utang Rp41.825
Pajak Penghasilan Karyawan Rp167.300
Kas Rp1.673.000
Tunjangan Asuransi dan Tunjangan Pensiun
Ada perusahaan yang membebankan iuran pensiun dan iuran asuransi kepada
karyawannya saja tanpa ada bagian yang ditanggung oleh perusahaan. Tetapi, ada juga
perusahaan yang menanggung sebagai iuran asuransi dan iuran pensiun untuk
kepentingan karyawannya. Pembayaran sebagian iuran asuransi dan iuran pensiun untuk
kepentingan karyawan tersebut merupakan bagian dari tunjangan.
Sebagai contoh seorang karyawan pabrik PT ABC memiliki jam kerja 140 jam
dengan tarif upah Rp800 per jam. Besarnya iuran asuransi dan iuran pensiun ditentukan
masing-masing 4% dan 5%. Perusahaan memutuskan untuk memberikan tunjangan
asuransi dan pensiun masing-masing 50% dari iuran asuransi dan pensiun tersebut.
Tunjangan asuransi dan tunjangan pensiun diperlakukan sebagai biaya overhead pabrik.
Perhitungan penghasilan karyawan yang bersangkutan tampak dalam Peraga 10.13.
Berikut ini jurnal untuk mencatat pengakuan dan distribusi gaji dan upah.

PERAGA 10.13
Perhitungan Tunjangan Asuransi Dan Tunjangan Pensiun

Keterangan Perhitungan Total


Upah 140 jam x Rp800 Rp112.000
Tunjangan Asuransi 50% x 4% x Rp112.000 Rp2.240
Tunjangan Pensiun 50% x 5% x Rp112.000 Rp2.800
Total Penghasilan Rp117.040
Iuran Asuransi 4% x Rp112.000 Rp4.480
Iuran Pensiun 5% x Rp112.000 Rp5.600
Total Iuran Rp10.080
Penghasilan Bersih Rp117.040 - Rp10.080 Rp106.960

Gaji dan Upah Rp117.040


Utang Gaji dan Upah Rp106.960
Utang Iuran Asuransi Rp4.480
Utang Iuran Pensiun Rp5.600
Barang dalam Proses Rp112.000
Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Rp5.040
Gaji dan Upah Rp117.040

Tunjangan Liburan
Umumnya, karyawan tetap perusahaan memiliki hak untuk mendapatkan libur
selama beberapa hari dalam setiap tahun. Ada perusahaan yang tidak memberikan
kompensasi kepada karyawan untuk masa liburan. Tetapi, ada juga perusahaan yang
memberikan kompensasi kepada karyawan untuk masa liburan. Kompensasi yang
diberikan kepada karyawan untuk masa liburan tersebut dinamakan tunjangan liburan.
Ada tunjangan liburan yang diberikan untuk masa liburan sesuai dengan ketentuan
perusahaan (cuti) yang disebut dengan vacation pay dan ada juga tunjangan yang
diberikan untuk hari libur nasional yang disebut dengan holiday pay.
Satu tahun terdiri atas 52 minggu. Apabila masa liburan 2 minggu dalam
setahun maka masa kerja efektif dalam setahun adalah 50 minggu. Perusahaan harus
menentukan tunjangan liburan di awal dan membebankannya untuk jangka waktu kerja
efektif saja. Untuk masa kerja efektif 50 minggu per tahun dengan 2 minggu masa liburan
maka tunjangan liburan hanya dibebankan untuk pembayaran biaya tenaga kerja selama
50 minggu saja. Tunjangan liburan ini diperlakukan sebagai biaya overhead pabrik dan
diakui sebagai utang tunjangan liburan sampai dengan dibayarkan kepada karyawan.
Sebagai contoh, PT ABC membayar upah Rp100.000 per minggu untuk setiap
karyawan pabrik. Ada 52 minggu dalam setahun dan 2 minggu digunakan sebagai masa
liburan. Perusahaan menentukan tunjangan libur dalam setahun untuk seorang karyawan
pabrik sebesar Rp125.000. Tunjangan liburan sebesar Rp125.000 tersebut merupakan
pembayaran yang dutangguhkan sampai dengan dibayar kepada karyawan pada saat
liburan. Tunjangan tersebut dicatat sebagai biaya overhead pabrik dan utang tunjangan
liburan sebesar Rp2.500 (Rp125.000/50 minggu) untuk setiap periode pembayaran upah.
Jurnal yang dibuat untuk mencatat pengakuan upah dan tunjangan liburan seorang dalam
seminggu serta distribusinya adalah sebagai berikut.
Gaji dan Upah Rp102.500
Utang Gaji dan Upah Rp100.000
Utang Tunjangan Liburan Rp2.500

Barang dalam Proses Rp100.000


Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Rp2.500
Gaji dan Upah Rp102.500

Premi Lembur
Lembur (over time) adalah selisih antara lama waktu kerja yang sesungguhnya
dan lama waktu kerja normal yang ditentukan perusahaan. Karyawan yang bekerja
lembur akan memperoleh kompensasi yang meliputi (1) gaji atau upah reguler, dan (2)
premi lembur. Gaji atau upah reguler dihitung untuk total jam kerja, yaitu jam kerja
normal ditambah jam kerja lembur. Selain itu, untuk kelebihan waktu kerja tersebut,
perusahaan memberikan kompensasi tambahan yang disebut dengan premi lembur. Premi
lembur ditetapkan sebesar persentase tertentu dari tarif gaji atau upah normal.
Sebagai contoh, jam kerja normal PT ABC adalah 8 jam sehari dan hari kerja
adalah 6 hari seminggu. Dengan jam kerja dan jumlah hari kerja dalam seminggu tersebut
maka total jam kerja normal seminggu adalah 48 jam (8 jam x 6 hari). Tarif upah per jam
yang ditentukan oleh perusahaan adalah Rp2.000 dan premi lembur sebesar 50%. Apabila
seorang karyawan bekerja 52 jam dalan suatu minggu maka penghasilan karyawan yang
bersangkutan dalam minggu tersebut tampak seperti Peraga 10.14.

PERAGA 10.14
Premi Lembur

Jam kerja reguler 48 jam @Rp2.000 Rp96.000


Lembur 4 jam @Rp2.000 Rp8.000
Premi lembur 4 jam @Rp1.000 (50% x Rp2.000) Rp4.000
Rp108.000
Pencatatan premi lembur tergantung pada penyebab lembur tersebut. Apabila
lembur disebabkan oleh kondisi yang menuntut perusahaan bekerja lebih dari kapasitas
normal, misalnya karena banyaknya order produksi dan tenggang waktu produksi yang
singkat maka premi lembur diperlakukan sebagai bahan dari biaya tenaga kerja langsung.
Premi lembur ini dibebankan kepada pekerjaan atau seksi tempat terjadinya lembur
tersebut. Dengan perlakuan premi lembur sebagai bagian dari biaya tenaga kerja langsung
maka pengakuan dan distribusi biaya tenaga kerja sebagai berikut.

Gaji dan Upah Rp108.000


Utang Gaji dan Upah Rp108.000

Barang Dalam Proses Rp.108.000


Gaji dan Upah Rp108.000

Alasan lain diadakannya lembur adalah terjadi ketidakefisienan pada proses


produksi. Apabila perusahaan membutuhkan karyawannya untuk lembur karena
ketidakefisienan pabrik maka premi lembur tidak boleh ditambahkan sebagai biaya
tenaga kerja langsung, melainkan diperlakukan sebagai biaya overhead pabrik. Apabila
premi lembur diperlakukan sebagai biaya overhead pabrik maka jurnal untuk mencatat
pengakuan dan distribusi biaya tenaga kerja sebagai berikut.

Gaji dan Upah Rp108.000


Utang Gaji dan Upah Rp108.000

Barang Dalam Proses Rp104.000


Gaji dan Upah Rp108.000

BONUS
Bonus merupakan kompensasi tambahan yang diberikan oleh perusahaan kepada
karyawan karena berbagai alasan, seperti pencapaian laba di atas target dan penjualan di
atas jumlah yang dianggarkan. Selain itu, ada juga perusahaan yang memberikan bonus
dengan alasan untuk memperkecil biaya tenaga kerja. Perusahaan tidak meningkatkan
tarif gaji dan upah tetapi memberikan bonus di akhir tahun. Hal ini dapat menekan biaya
tenaga kerja karena apabila tarif gaji dan upah dinaikkan maka kenaikan pembayaran
tersebut akan selalu ada dan bahkan menaikkan biaya lain seperti biaya pensiun yang
ditanggung oleh perusahaan.
Bonus diperlakukan sebagai biaya overhead pabrik. Pengakuan bonus sebagai
biaya overhead pabrik dilakukan untuk setiap periode pembayaran gaji dan upah. Sebagai
contoh, PT APC memiliki masa kerja efektif 50 minggu dalam satu tahun dan membayar
upah seminggu Rp150.000 per orang. Perusahaan berencana memberikan bonus untuk 2
minggu kerja atau sebesar Rp300.000 (Rp150.000 x 2 minggu). Bonus akan dibayarkan
pada akhir tahun. Dengan pembayaran upah tiap minggu maka bonus yang dicatat tiap
minggu adalah Rp6.000 (Rp300.000/50 minggu). Jurnal untuk mencatat pengakuan dan
distribusi gaji dan upah setiap minggu untuk setiap orang adalah sebagai berikut.

Gaji dan Upah Rp156.000

Utang Gaji Rp150.000

Utang Bonus Rp6.000

Barang Dalam proses Rp150.000

Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp6.000

Gaji dan upah Rp156.000


Daftar Istilah
1. Gaji dan upah reguler adalah kompensasi reguler yang diberikan oleh perusahaan kepada
karyawan atas usaha fisik dan mental yang dikerahkan oleh karyawan tersebut.
2. Group bonus plan adalah program insentif yang memberikan kompensasi tambahan
kepada karyawan secara kelompok sebesar tarif gaji dan upah yang berlaku dikalikan
dengan kelebihan produksi di atas standar.
3. Insentif merupakan kompensasi tambahan yang diberikan oleh perusahaan kepada
karyawan atas kinerja karyawan di atas standar yang ditentukan.
4. Biaya bahan baku adalah besarnya nilai bahan baku yang digunakan ke dalam proses
produksi untuk diubah menjadi barang jadi.
5. Biaya overhead pabrik adalah nilai sumber daya produksi selain bahan baku tenaga kerja
langsung
6. Biaya tenaga kerja adalah besarnya nilai tenaga kerja yang terjadi untuk penggunaan
tenaga kerja dalam rangka mengolah bahan baku menjadi barang jadi.
7. One-hundred-percent bonus plan adalah program insentif yang memberikan kompensasi
tambahan kepada karyawan secara individu yang berhasil berproduksi di atas standar
yang ditentukan berdasarkan satuan waktu per unit produksi.
8. Straight piecework plan adalah program insentif yang memberikan kompensasi tambahan
kepada karyawan secara individu sebesar tarif gaji dan upah yang berlaku dikalikan
dengan kelebihan produksi di atas standar.
9. Tunjangan merupakan kompensasi tambähan yang diberikan oleh perusahaan kepada
karyawan selain gaji dan upah reguler serta insentif.
Soal
1. Apa yang dimaksud dengan biaya tenaga kerja. Identifikasi komponen-komponen biaya
tenaga kerja yang Anda ketahui.
2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan tunjangan. Apa saja jenis tunjangan yang mungkin
diberikan oleh perusahaan kepada karyawan?
3. Perusahaan menghendakl agar produktivitas tenaga kerja tinggl. Jelaskan pengerlian
produktivitas tenaga kerja. Menurut pendapat Anda, bagaimana cara peruahaan dalam
meningkatkan produktivitas tenaga kerja?
4. Program insentif dibuat oleh perusahaan dengan tujuan untuk meninglatkan produktivitas
tenaga kerja. Menurut Anda, seperti apa program insentif yang baik?
5. Ada beberapa jenis program insentif seperti straight piecework plan, one-hundredpercent
bonus plan, dan group bonus plan. Jelaskan ketiga jenis program insentif tersebut.
6. Apa yang dimaksud dengan kurva pemelajaran? Buatlah ilustrasi adanya penurunan
waktu produksi dengan menaiknya tingkat pemelajaran.
7. Berikan komentar Anda tentang ketepatan biaya tenaga kerja sebagai bagian dari biaya
utama apabila pabrik dijalankan dengan teknologi robotik yang ada pada modal.
8. Di sebuah perusahaan manufaktur terdapat bagian yang menangani masalah
ketenagakerjaan. Identifikasi seksi-seksi yang mungkin ada di bagian tersebut.
Uraikan fungsi setiap seksi yang dimaksud.
9. Uraikan perbedaan antara kartu hadir (clock card) dan kartu jam kerja (time ticket).Kartu
mana yang digunakan sebagai dasar perhitungan upah dan kartu mana yang digunakan
sebagai dasar pembebanan biaya tenaga kerja langsung ke produk.
10. Apa yang dimaksud dengan lembur? Apa pula yang dimaksud dengan premi lembur?
Bagaimana perlakuan akuntansi terhadap lembur yang terjadi di bagian produksi?
Pilihan Ganda

1. Berikut ini adalah pernyataan yang salah tentang biaya tenaga kerja langsung.
a. Biaya tenaga kerja adalah bagian dari biaya utama.
b. Unsur biaya produksi meliputi biaya tenaga kerja.
c. Biaya tenaga kerja di pabrik merupakan biaya periodik.
d. Salah satu unsur biaya konversi adalah biaya tenaga kerja.
2. Istilah yang digunakan untuk kompensasi periodik yang diberikan kepada tenaga kerja
adalah...
a. Gaji.
b. Upah.
c. Insentif.
d. Bonus.
3. Kompensasi yang diberikan kepada buruh yang diperhitungkan berdasarkan hari kerja
disebut...
a. Gaji.
b. Upah.
c. Insentif.
d. Bonus.
4. Unsur yang tidak termasuk tunjangan adalah...
a. Premi lembur.
b. Bonus.
c. Tunjangan pensiun.
d. Upah reguler.
5. Perbandingan antara output yang dihasilkan tenaga kerja dan input yang
digunakanmerupakan...
a. Efisiensi tenaga kerja.
b. Produktivitas tenaga kerja.
c. Hasil tenaga kerja.
d. Dampak tenaga kerja.
6. Berikut ini bukan input yang digunakan untuk mengukur produktivitas.
a. Penjualan.
b. Mesin yang dipakai.
c. Bahan baku yang digunakan.
d. Peralatan pabrik.
7. Insentif yang baik memiliki berbagai persyaratan. Berikut ini bukan persyaratan insentif
yang baik
a. Mengandung standar pencapaian prestasi yang adil.
b. Memberikan insentif secara proporsional dengan kelebihan pencapaian prestasi di
atas standar
c. Aplikatif terhadap kondisi kerja karyawan.
d. Insentif dibagi secara merata.
8. Perusahaan menentukan 10.000 jam sebagai waktu standar untuk mengerjakan sebuah
tugas. Waktu sesungguhnya yang dikonsumsi adalah 12.000 jam. Rasio efisiensi
produktivitas adalah...
a. 120%.
b. 20%.
c. 83,33%.
d. 16,67%.
9. Program insentif yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja
berkelompok disebut...
a. Straight piecework plan.
b. One-hundred-percent bonus plan.
c. Group bonus plan.
d. Defined contribution plan.
10. Program insentif yang berisi kompensasi tambahan kepada karyawan secara individual
sebesar tarif gaji dan upah yang berlaku dikalikan dengan kelebihan produksi di atas
standar disebut...
a. Straight piecework plan.
b. One-hundred-percent bonus plan.
c. Group bonus plan.
d. Defined contribution plan.
11. Program intensif yang berisi kompensasi tambahan kepada karyawan yang dinyatakan
dalam satuan waktu per unit yang diproduksi disebut . . .
a. Straight piecework plan.
b. One-hundred-percent bonus plan.
c. Group bonus plan.
d. Defined benefit plan.
12. Program intensif yang tidak hanya mempertimbangkan produktivitas individu melainkan
juga produktivitas kelompok disebut . . .
a. One-hundred-percent bonus plan.
b. Group bonus plan.
c. Gainsharing plan.
d. Straight piecework plan.
13. Sari berhasil memproduksi 120 unit dalam 8 jam kerja dalam sehari. Standar yang
ditentukan oleh perusahaan adalah 104 unit dalam 8 jam kerja sehari. Tarif per unit
Rp1.000. Berdasarkan one-hundred-percent bonus plan, Sari akan memperoleh
pembayaran sebesar . . .
a. 120 unit x Rp1.000.
b. 104 unit x Rp1.000.
c. (104 unit x Rp1.000) + (16 unit x 50% x Rp1.000).
d. (120 unit x Rp1.000) + (16 unit x 50% x Rp1.000).
14. Karyawan diupah sebesar Rp1.200 per jam untuk setiap orang. Standar produksi untuk
satu jam adalah 12 unit per orang. Sebuah seksi di Departemen Produksi yang
beranggotakan 6 orang karyawan menghasilkan 528 unit produk dalam sehari yang berisi
8 jam kerja. Dengan menggunakan group bonus plan, jam kerja standar adalah . . .
a. 48 jam.
b. 44 jam.
c. 88 jam.
d. 46 jam.
15. Karyawan diupah sebesar Rp1.200 per jam untuk setiap orang. Standar produksi untuk
satu jam adalah 12 unit per orang. Sebuah seksi di Departemen Produksi yang berisi 6
orang karyawan menghasilkan 528 unit produk dalam sehari yang berisi 8 jam kerja.
Dengan menggunakan group bonus plan, jam kerja sesungguhnya adalah . . .
a. 48 jam.
b. 44 jam.
c. 88 jam.
d. 46 jam.
16. Karyawan diupah sebesar Rp1.200 per jam untuk setiap orang. Standar produksi untuk
satu jam adalah 12 unit per orang. Sebuah seksi di Departemen Produksi yang
beranggotakan 6 orang karyawan menghasilkan 528 unit produk dalam sehari yang berisi
8 jam kerja. Dengan menggunakan group bonus plan, upah reguler grup adalah . . .
a. Rp64.800.
b. Rp62.400.
c. Rp60.000.
d. Rp57.600.
17. Karyawan diupah sebesar Rp1.200 per jam untuk setiap orang. Standar produksi untuk
satu jam adalah 12 unit per orang. Sebuah seksi di Departemen Produksi yang
beranggotakan 6 orang karyawan menghasilkan 528 unit produk dalam sehari yang berisi
8 jam kerja. Dengan menggunakan group bonus plan, bonus untuk grup adalah . . .
a. Rp0.
b. Rp2.400.
c. Rp4.800.
d. Rp7.200.
18. Dampak automasi terhadap kurva pemelajaran terutama terkait dengan . . .
a. Biaya bahan baku semakin mahal.
b. Biaya tenaga kerja semakin kecil.
c. Biaya overhead pabrik semakin kecil.
d. Biaya periodik semakin kecil.
19. Rencana kerja order produksi disiapkan oleh . . .
a. Seksi personalia.
b. Seksi perencanaan produksi.
c. Seksi pencatatan waktu.
d. Seksi keuangan.
20. Pembebanan biaya tenaga kerja ke produk didasarkan pada informasi dari . . .
a. Kartu hadir.
b. Kartu jam kerja.
c. Clock card.
d. Daftar pegawai.
21. Jam kerja regular adalah 48 jam dengan tariff upah Rp1.000 per jam. Seorang karyawan
bekerja sebanyak 50 jam. Ketentuan perusahaan menunjukkan bahwa premi lembur
adalah 50%. Besarnya lembur adalah . . .
a. Rp2.000.
b. Rp1.000.
c. Rp3.000.
d. Rp51.000.
22. Apabila lembur terjadi karena ketidakefisienan proses produksi maka premi lembur
diperlakukan sebagai . . .
a. Biaya tenaga kerja.
b. Biaya overhead pabrik.
c. Biaya periodik.
d. Biaya lain-lain.
23. Bonus karyawan pabrik diperlakukan sebagai . . .
a. Biaya bahan baku.
b. Biaya tenaga kerja langsung.
c. Biaya overhead pabrik.
d. Biaya periodik.
L atihan
Latihan 10.1.
PT Firaman memproduksi mobil mainan. Ada sebanyak 20 orang yang bekerja di
perusahaan tersebut, yaitu 15 orang bekerja di pabrik, 3 orang bekerja di bagian administrasi, dan
2 orang bekerja di bagian pemasaran.

Sebanyak 14 orang buruh yang beketja di bagian produksi diberi upah Rp1.000 per jam
dengan total jam kerja 150 jam dalam sebulan. Seorang lagi pegawai yang bekerja di pabrik
adalah mandor dengan gaji Rp200.000 per bulan. Setiap orang yang bekerja di bagian
administrasi dan pemasaran digaji Rp160.000 per bulan. Iuran asuransi, juran pensiun, dan pajak
penghasilan karyawan masing -masing 2%,3%dan 5% dari total gaji dan upah.

Diminta:

1. Buatlah perhitungan gaji dan upah.

2. Berapa penghasilan bersih semua pegawai?

3. Buatlah jurnal untuk mencatat pengakuan gaji dan upah.

4. Buatlah jurnal untuk mencatat distribusi gaji dan upah.

5. Buatlah jurnal untuk mencatat pembayaran gaji dan upah.

Latihan 10.2.
Amir adalah seorang karyawan pabrik PT Amartan. Ia memiliki jam kerja 150 jam dengan tarif
upah Rp1.000 per jam. Besarnya iuran asuransi dan iuran pensiun masing-masing 4% dan 6%6.
Perusahaan memberikan tunjangan asuransi dan pensiun masing-masing 50% dari iuran asuransi
dan iuran pensiun tersebut.

Diminta:

1. Hitunglah total penghasilan Amir.


2. Berapa penghasilan bersih Amir?
3. Buatiah jurnal untuk mencatat pengakuan gaji dan upah.
4. Buatlah jurnal untuk mencatat distribusi gaji dan upah.
5. Buatlah jurnal untuk mencatat pembayaran gaji dan upah.

Latihan 10.3.
PT Waskata membayar upah Rp200.000 per minggu untuk setiap karyawan pabrik. Ada
sebanyak 52 minggu dalam setahun dan 2 minggu digunakan sebagai masa liburan.Tunjangan
liburan dalam setahun untuk seorang karyawan pabrik adalah Rp250,000.

Diminta:

1. Berapa tunjangan liburan yang diakui dalam setiap periode pembayaran upah?
2. Tunjangan liburan diperlakukan sebagai biaya apa?
3. Bagaimana jurnal untuk mencatat pengakuan upah dan tunjangan liburan dalam suatu
minggu tertentu?
4. Bagaimana jurnal untuk mencatat distribusi upah dan tunjangan liburan dalams suatu
minggu tertentu.

Latihan 10.4.
PT Batara membayar upah karyawan produksinya secara mingguan. Daftar upah karyawan
produksi yang dibuat oleh bagian gaji untuk minggu yang berakhir pada tanggal 12 Desember
2010 adalah sebagai berikut.

Jam Kerja Jam Kerja Tidak


Nama Tarif Upah Gaji dan Upah
Langsung Langsung
Abigail 30 jam 5 jam Rp 15,000 Rp 525,000
Budi 38 jam 4 jam Rp 14,000 Rp 588,000
Chyntia 40 jam - Rp 13,500 Rp 540,000
Donna 35 jam 8 jam Rp 16,000 Rp 688,000
Efrata 37 jam 5 jam Rp 15,500 Rp 651,000
Florenza 36 jam 2 jam Rp 14,000 Rp 532,000

Pajak penghasilan karyawan sebesar Rp350.000 sementara iuran Jamsosteknya sebesar


Rp100.000.
Diminta:

1. Hitunglah total gaji dan upah kotor dan bersih.


2. Buatlah jurnal untuk mencatat pengakuan gaji dan upah.
3. Buatlah jurnal untuk mencatat distribusi gaji dan upah.
4. Buatlah jurnal untuk mencatat pembayaran gaji dan upabh termasuk penyetoran PPh
karyawan dan Jamsostek.

Latihan 10.5
PT Paruna memproduksi tas kulit. Berikut ini data gaji dan upah yang dikumpukan oleh Bagian
Akuntansi perusahaan untuk minggu yang berakhir pada 21 November 2010.

Gaji & Upah Tunjangan Diakui


Keterangan
Kotor Bonus Liburan Pensiun
Karyawan Penjualan Rp 5,600,000 Rp 260,000 Rp 150,000 Rp 20,000
Pemeriksaan Bahan Rp 15,750,000 Rp 250,000 Rp 175,000 Rp 36,000
Operator mesin Rp 20,000,000 Rp 360,000 Rp 148,000 Rp 60,000
Kayawan Kantor Rp 4,750,000 - Rp 160,000 Rp 30,000
Supervisor pabrik Rp 2,250,000 Rp 120,000 Rp 140,000 Rp 15,000
Karyawan pemeliharaan pabrik Rp 7,500,000 Rp 180,000 Rp 150,000 Rp 40,000
karyawan bagian perakitan Rp 35,000,000 Rp 250,000 Rp 178,000 Rp 20,000
Manajer kantor Rp 2,700,000 Rp 150,000 Rp 200,000 Rp 16,000
Tenaga ahli pabrik Rp 15,500,000 Rp 300,000 Rp 165,000 -

Pajak penghasilan karyawan adalah Rp4.000.000 dan iuran Jamsostek Rp1.200.000


Seluruh juran pensiun ditanggung oleh perusahaan.

Diminta:

1. Hitunglah penghasilan kotor dan bersih.


2. Buatlah jurnal untuk mencatat pengakuan gaji dan upah.
3. Buatlah jurnal untuk mencatat distribusi gaji dan upah.
4. Buatlah jurnal untuk mencatat pembayaran gaji dan upah, termasuk penyetoran PPh
karyawan dan Jamsostek.
Latihan 10.6.
Jam kerja normal dalam sehari adalah 8 jam. Ada sebanyak 6 hari kerja dalam seminggu. Tarif
upah per jam adalah Rp5.000 dan premi lembur adalah 50%. Seorang karyawan pabrik bernama
Rudy bekerja selama 56 jam dalam seminggu.

Diminta:

1. Tentukan besarnya upah reguler, lembur, dan premi lembur Rudy dalam seminggu
2. Buatlah jurnal pengakuan gaji dan upah serta jurnal distribusinya apabila lembur terjadi
karena perusahaan bekerja lebih dari kapasitas normal.
3. Buatlah jurnal pengakuan gaji dan upah serta jurnal distribusinya apabila lembur terjadi
karena ketidakefisienan pabrik.

Latihan 10.7.
PT Karya memiliki masa kerja efektif 50 minggu dalam setahun. Perusahaan membayar upah
mingguan sebesar Rp200.000 per minggu. Perusahaan memberikan bonus. Bonus tersebut adalah
untuk 2 minggu kerja yang dibayar pada akhir tahun.

Diminta:

1. Buatlah jurnal pengakuan gaji dan upah dalam setiap minggu untuk satu orang pekerja.
2. Buatlah jurnal distribusi gaji dan upah untuk satu orang pekerja.

Anda mungkin juga menyukai