Anda di halaman 1dari 14

A.

PENDAHULUAN
B. STANDAR
C. SPESIFIKASI
D. STANDAR ISO 9000 VERSI 2000

Manfaat Adanya Standar


Standarisasi dibutuhkan untuk :
 Mutu meningkat karena standarisasi adalah proses dinamis
 Meningkatkan mutu produk atau jasa ( Fitness for Use )
 Pengendalian keragaman
 Memperluas penggunaan produk
 Untuk “compability”
 Mencegah hambatan perdagangan dan mempermudah
 Kemampuan saling tukar
kerjasama teknologi
 Peningkatan aspek keamanan dan kesehatan
 Mewujudkan persaingan usaha yang sehat dalam
 Perlindungan lingkungan
perdagangan
 Pengertian bersama (mutual understanding)
B. STANDAR
Menurut PP No. 102 tahun 2000 standar adalah :

1. D e f i n i s i Spesifikasi teknis atau sesuatu yang dibakukan termasuk tata cara


Menurut International Organization for Standardization (ISO) dan metode yang disusun berdasarkan konsensus semua pihak
standar adalah : yang terkait dengan memperhatikan syarat-syarat keselamatan,
“Spesifikasi teknis atau dokumen setara yang tersedia untuk keamanan, kesehatan, lingkungan hidup, perkembangan ilmu
masyarakat, dihasilkan dari konsensus atau persetujuan umum pengetahuan dan teknologi, serta pengalaman, perkembangan
yang didasarkan kepada IPTEK atau pengalaman agar dapat masa kini dan masa yang akan datang untuk memperoleh manfaat
dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat serta diakui oleh yang sebesar-besarnya.
badan yang berwenang baik tingkat nasional, regional atau
internasional”

Kata Kunci Definisi


1. Spesifikasi teknis dan dokumentasi 2. Prinsip-prinsip Standarisasi
 Ada kriteria yang jelas dan dapat diukur
 Ada unit kerja yang mengelola (persiapan, pembahasan, publikasi,
 Simplifikasi : mengurangi persyaratan yang kompleks → bentuk
informasi, pengarsipan)
2. Konsensus (persetujuan umum) yang mudah dipahami
 Memenuhi aspirasi semua pihak (pemerintah, industri, pedagang,
petani, konsumen, organisasi pekerja)
 Kooperasi : kegiatan sosial dan ekonomi untuk kepentingan
3. IPTEK bersama → perlu konsensus dan konsultasi
 Disusun berdasarkan prinsip ilmiah dengan memanfaatkan IPTEK
4. Pengalaman  Implementasi : harus dipublikasikan dalam bentuk aturan yang
 Mempertimbangkan pengalaman rasional dan kondisi masyarakat dapat dilaksanakan
5. Badan berwenang
 Nasional : BSN; Regional : EEC; Internasional : ISO; CODEX
Alimentarius
 Asosiasi pedagang atau pengusaha
3. Jenis – jenis Standar
2. Prinsip-prinsip Standarisasi (lanjutan) 1) Berdasarkan lingkungan penerapan standar internasional, standar
regional, standar nasional, standar asosiasi perusahaan dan
 Seleksi : harus merupakan hasil seleksi yang cermat agar dapat sebagainya
berlaku untuk waktu tertentu 2) Berdasarkan cara penerapan
 Standar Wajib (Mandatory Standard)
 Revisi : harus direview pada selang yang teratur, tergantung jenis  Standard Sukarela (Voluntary Standard)
standarnya (umumnya 3 tahun) 3) Berdasarkan aspek standarisasi
 Standar Terminologi
 Penentuan Penggunaan : perlu dilengkapi dengan metoda dan uji,  Standar Sampling
ukuran dan frekuensi contoh dsb  Standar Uji
4) Berdasarkan kategori subjek
 Pemberlakuan : pemberlakuan standar nasional harus  Standar Produk
mempertimbangkan jenis standar, tingkat  Standar Bahan Mentah
industrialisasi, hukum dan kondisi masyarakat  Standar Proses
 Standar Kemasan

 Standar Wajib ( Mandatory Standard )


 Pada umumnya berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan jiwa
 Standar Sukarela ( Voluntary Standard )
masyarakat serta lingkungan
 Sering juga disebut “Optional Standard” atau “Advisory Standard”
 Standar dibuat oleh pemerintah suatu negara untuk melindungi
 Bisa dikeluarkan badan standarisasi nasional, internasional atau
konsumen serta melancarkan perdagangan dan mencegah praktek-
asosiasi pedagang / perusahaan
praktek tidak jujur
 Digunakan sebagai pedoman bagi produsen (Codes of Practice)
 Contoh-contoh :
 Contoh :
 Tidak adanya residu pestisida pada buah-buahan dan sayur-sayuran
 Tidak adanya Salmonella Chorela dalam udang beku - Spesifikasi ukuran pisang Cavendish (Asosiasi Pedagang Eropa)
 Toleransi maksimum 10 ppb (part per billion) aflatoxin pada kacang - Jumlah daging pada sup daging (CODEX), digunakan oleh
tanah di Jepang (di USA, 15 ppb) industri sup di Jerman dan Inggris
 Standar labelisasi di USA
- SNI (kebanyakan sukarela)
 Peraturan Menkes RI No.235/Men.Kes/Per/VI/1979 tentang Bahan
Tambahan Makanan
CODEX ALIMENTARIUS BADAN STANDARISASI NASIONAL
 Dibentuk 1981 dalam rangka implementasi program bersama standar
 Awalnya : Dewan Standarisasi Nasional (DSN) → 1984
pangan FAO - WHO
 1992 : KAN (Komite Akreditasi Nasional)
 Tujuan program : melindungi kesehatan konsumen dan menjamin praktek
 1994 → S I I , S P dsb → S N I (3116 buah)
jujur dalam perdagangan pangan  1998 :DSN→ BSN
 Comittees  SISTEM KODE SNI
√ General (horizontal) : general principles, food additives, food hygiene, √ SNI 01 – 2714 – 1992
food labelling, methods of analysis and sampling, pesticide residues
Kelompok No. Urut Tahun
√ Commodities (vertical) : cereals, pulses and legumes, cocoa products Pertanian / (Kerupuk (edisi
and chocolate, edible fats, fats and oils, fish and fishery products, Pangan Udang) terakhir)

food for special dietary uses, meat, meat hygiene, natural mineral √ SNI 01 – 4852 – 1998
waters, processed fruits and vegetables, processed meat and poultry
products, soups and broths, sugars, vegetable protein Sistem HACCP

1. Langkah-langkah Penyusunan Spesifikasi


C. S p e s i f i k a s i
 Secara umum, standar adalah persyaratan minimum yang harus Langkah 1. Menentukan karakteristik produk yang perlu diukur dan
dicapai dikendalikan. Identifikasi kritis terhadap daya terima produk.
 Spesifikasi bisa setaraf atau lebih tinggi dari suatu standar yang telah Langkah 2. Tentukan metoda pengukuran setiap karakteristik
ada korelasikan hasil uji sensori uji instrumental
 Perusahaan (industri) sering mengembangkan atribut tambahan Langkah 3. Lakukan standarisasi perbaikan dan penyederhanaan
untuk meningkatkan daya tarik produk metoda uji terpilih agar lebih valid
 Spesifikasi harus dikembangkan oleh industri untuk memastikan, Langkah 4. Gunakan metoda pengukuran dalam operasi nyata
harapan-harapan konsumen yang berkaitan dengan “fitness for use” Langkah 5. Periksa efektivitas instrumen pengukuran dalam
dapat dipenuhi menghasilkan informasi mutu produk. Susun spesifikasi
 Spesifikasi perusahaan dikembangkan dari spesifikasi konsumen setelah berhasil dalam uji-uji ulangan.
2. Spesifikasi Konsumen 4. Spesifikasi Bahan Mentah
 Pengembangan spesifikasi konsumen untuk suatu produk atau jasa
dilakukan dengan menilai karakteristik organoleptik atau sensori  Sangat berdampak terhadap mutu (input)
 Dari hasil uji sensori dapat dikembangkan profil suatu produk yang  Harus ditentukan dengan tepat dan dipahami secara jelas oleh
dapat dikorelasikan dengan karakteristik fisik atau kimia. Apabila pemasok
profil produk sudah dapat digambarkan, spesifikasinya dapat disusun
5. Spesifikasi Proses
3. Spesifikasi Perusahaan  Meski bahan mentah (input) baik, jika proses tidak baik
(terkendali) → mutu kurang baik
 Spesifikasi perusahaan meliputi spesifikasi bahan mentah, spesifikasi
 Bisa berupa kondisi proses (suhu, waktu, tekanan,
proses, spesifikasi produk dan spesifikasi pengemasan, merupakan
dasar dari pengendalian proses produksi kecepatan,dsb)

D. STANDAR SISTEM MANAJEMEN


6. Spesifikasi Produk Akhir MUTU ISO-9000
 Pada umumnya ditentukan terlebih dahulu setelah survei mutu
 Harus mempertimbangkan persyaratan (spesifikasi) konsumen
dan peraturan pemerintah/standar
 Untuk ekspor harus megikuti standar internasional atau negara
PERTAMA : 1987
tujuan
 Sangat menentukan spesifikasi bahan mentah dan spesifikasi REVISI I : 1994
proses

REVISI II : 2000 (ada perubahan mendasar)


Beberapa Standar Yg Mendukung
ISO-9000 versi 2000
ISO-9000
( REVISI II )
ISO – 19011 (2002) : Pedoman audit sistem manajemen mutu
dan lingkungan
● ISO-9000 : - Pokok-pokok sistem manajemen mutu
ISO – 10005 (1995) : Pedoman untuk rencana mutu
- Terminologi ISO – 10006 (1997) : Pedoman mutu dalam manajemen proyek
● ISO-9001 : - Persyaratan sistem manajemen mutu ISO – 10007 (1995) : Pedoman untuk susunan manajemen
ISO – 10013 (1995) : Pedoman untuk menyusun pedoman mutu
● ISO-9004 : - Panduan aplikasi ISO-9001 pd ISO – 10014 (1998) : Pedoman untuk pengelolaan ekonomi mutu
perusahaan non pangan ISO – 10015 : Pedoman pelatihan
● ISO-15161: - Panduan aplikasi ISO-9001 utk industri
pangan
21 22

SMM ISO-9000 SMM ISO-9000


EDISI 2000
EDISI 1994
ISO Model SMM : Desain,
pengembangan, produksi, instalasi ISO ISO ISO
9001 dan purnajual Persyaratan SMM
9000 9004 9001
Konsep Pedoman industri non pangan
Model SMM : Pengembangan, dan kosa penerapan
ISO ISO ISO
pengembangan, instalasi dan kata SMM
9000 9004 9002 purnajual
Pedoman Pedoman
pemilihan penerapan ISO ISO ISO
Persyaratan SMM
standar SMM ISO Model SMM : Pengujian dan 9000 15161 9001
9003 pemeriksaan produk akhir Konsep Pedoman industri pangan
dan kosa penerapan
kata SMM
23 24
STRUKTUR & PERSYARATAN
SMM ISO-9001 : 2000 4. SISTEM MANAJEMEN MUTU
Pendahuluan
1. Ruang Lingkup
2. Acuan Normatif
4.1 PERSYARATAN UMUM
3. Definisi dan Istilah ● Menyusun dokumentasi, implementasi dan memelihara
4. Sistem Manajemen Mutu
SMM
5. Tanggung Jawab Manajemen ● Secara kontinyu memperbaiki efektivitas berkaitan
dengan persyaratan ISO-9000
6. Manajemen Sumber Daya
7. Realisasi Produk
8. Pengukuran, Analisa dan Perbaikan

25

4.2 PERSYARATAN DOKUMENTASI 4.2.2 MANUAL MUTU

4.2.1 Dokumentasi SMM Mencakup : Perusahaan harus menyusun dan memelihara manual
a. Pernyataan tertulis tentang kebijakan dan tujuan mutu mutu, termasuk :
b. Pedoman mutu ● Lingkup SMM mencakup rincian dan justifikasi untuk
c. Prosedur terdokumentasi pengecualian
● Prosedur-prosedur terdokumentasi disusun untuk SMM
d. Dokumen untuk memastikan perencanaan, operasi dan
pengendalian proses telah efektif ● Suatu deskripsi interaksi diantara proses-proses dalam
e. Catatan sebagai bukti kesesuaian dengan persyaratan dan SMM
efektivitas SMM

28
4.2.3 PENGENDALIAN DOKUMEN
4.2.4 PENGENDALIAN CATATAN
Suatu prosedur terdokumentasi harus disusun untuk pengendalian yang
diperlukan untuk :
● Menyetujui dokumen untuk kecukupan sebelum diterbitkan ● Catatan harus disusun dan dipelihara untuk menyiapkan
● Mereview dan memperbaharui serta menyetujui kembali dokumen sesuai bukti kesesuaian dengan persyaratan dan operasi SMM
kepentingan yang efektif
● Memastikan status perubahan dan revisi dokumen teridentifikasi
● Memastikan versi yang benar dari dokumen yang digunakan tersedia di
● Catatan harus tetap mudah dibaca, diidentifikasi, dan dicari
tempat penggunaan ● Suatu prosedur terdokumentasi harus disusun untuk
● Memastikan dokumen tetap mudah dibaca dan diidentifikasi menentukan pengendalian yang diperlukan untuk identifikasi
● Memastikan dokumen eksternal teridentifikasi dan distribusinya terkendali , menyimpan, melindungi, mencari, waktu retensi dan
● Mencegah penggunaan dokumen yang usang dan menerapkan identifikasi disposisi catatan
yang sesuai jika tetap disimpan

29 30

5. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN


5.1 KOMITMEN MANAJEMEN
Pimpinan puncak harus menyiapkan bukti komitmen 5.2 FOKUS KEPADA PELANGGAN
pengembangan dan implementasi SMM dan secara kontinyu
memperbaiki efektivitasnya dengan : Pimpinan puncak harus menjamin persyaratan
a) Komunikasi ke perusahaan pentingnya memenuhi pelanggan ditentukan dan dipenuhi untuk memuaskan
persyaratan pelanggan dan peraturan pelanggan
b) Menyusun kebijakan mutu
c) Menyusun tujuan mutu (Lihat 7.2.1 dan 8.2.1)
d) Melakukan review manajemen
e) Ketersediaan sumberdaya
5.3 KEBIJAKAN MUTU

Pimpinan puncak harus menjamin bahwa kebijakan mutu : 5.4 PERENCANAAN


a. Sesuai dengan tujuan perusahaan
b. Mencakup komitmen memenuhi persyaratan dan terus Pimpinan puncak harus menjamin :
memperbaiki efektivitas SMM ► Tujuan mutu harus disusun pada fungsi dan tingkat yg
c. Menyiapkan kerangka membangun dan mereview tujuan relevan dalam perusahaan, dapat diukur dan konsisten
mutu dengan kebijakan mutu
d. Dikomunikasikan, dimengerti seluruh anggota ► Perencanaan SMM dilakukan dalam rangka memenuhi
perusahaan persyaratan pada 4.1 dan tujuan mutu
e. Direview untuk kesesuaian berkelanjutan

5.6 REVIEW MANAJEMEN


5.5 TANGGUNG JAWAB, WEWENANG DAN
● Pimpinan puncak harus mereview SMM pada selang waktu
KOMUNIKASI terencana untuk memastikan kesesuaian, kecukupan dan
efektivitasnya. Arsip review manajemen harus dipelihara
Pimpinan puncak harus menjamin :
● Masukan review :
► Tanggung jawab dan wewenang ditetapkan dan ► Hasil audit
dikomunikasikan ► Umpan balik pelanggan
► Seorang representatif mempunyai tanggung jawab dan ► Kinerja proses dan kesesuaian produk
wewenang khusus agar ► Status tindakan pencegahan dan koreksi
a. semua proses SMM disusun, dilaksanakan dan dipelihara ► Tindak lanjut review sebelumnya
b. memberi laporan pada pimpinan puncak ► Perubahan yg dapat mempengaruhi SMM
c. mempromosikan kesadaran terhadap persyaratan konsumen ► Rekomendasi untuk perbaikan
► Proses komunikasi yg tepat dibangun di seluruh ● Keluaran review :
perusahaan ► Keputusan atau tindakan berkaitan dengan perbaikan efektivitas SMM,
perbaikan produk, kebutuhan sumberdaya
6.2 SUMBERDAYA MANUSIA
6. MANAJEMEN SUMBERDAYA 6.2.1 Umum
Pekerja yg kinerjanya berpengaruh terhadap mutu harus
kompeten, dengan dasar pendidikan sesuai, dilatih,
6.1 Perusahaan harus menetapkan dan terampil dan berpengalaman
menyediakan sumberdaya yg dibutuhkan 6.2.2 Perusahaan harus :
untuk : a. Menentukan kompetensi untuk karyawan yg kerjanya berpengaruh
terhadap mutu produk
► Implementasi dan memelihara SMM dan
b. Melatih atau tindakan lain untuk memenuhi kebutuhan butir a
efektivitasnya
c. Evaluasi efektivitas tindakan yg diambil
► Meningkatkan kepuasan pelanggan d. Menjamin karyawan sadar relevansi dan pentingnya kegiatan
mereka untuk mencapai tujuan mutu
e. Memelihara arsip pendidikan, latihan, keterampilan dan
pengalaman karyawan

6.4 LINGKUNGAN KERJA

6.3 INFRASTRUKTUR Perusahaan harus menetapkan dan mengelola


lingkungan kerja yg dibutuhkan untuk mencapai
Perusahaan harus menerapkan, menyediakan dan
memelihara infrstruktur yg diperlukan untuk mencapai kesesuaian persyaratan produk
kesesuaian persyaratan produk :
► Bangunan, ruang kerja dan utilitas
► Peralatan proses (hardware, software)
► Peralatan penunjang (transport, komunikasi)
7.2 PROSES-PROSES YANG BERKAITAN
7. REALISASI PRODUK DENGAN PELANGGAN

7.1 PERENCANAAN REALISASI PRODUK


7.2.1 Penetapan persyaratan berkaitan dengan produk
Perusahaan harus merencanakan dan mengembangkan
7.2.2 Review persyaratan berkaitan dengan produk
proses-proses yg dibutuhkan untuk realisasi produk
7.2.3 Komunikasi dengan pelanggan
► Tujuan mutu dan persyaratan produk
► Membangun proses, dokumentasi dan sumberdaya khusus
untuk produk
► Verifikasi, validasi, monitoring, pemeriksaan terhadap produk
dan kriteria penerimaan
► Arsip untuk bukti proses realisasi

7.3 PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN


7.4 PEMBELIAN
7.3.1 Rancangan dan perencanaan pengembangan
7.3.2 Rancangan dan penyusunan “inputs” 7.4.1 Proses pembelian
7.3.3 Rancangan dan penyusunan “outputs” 7.4.2 Informasi pembelian
7.3.4 Rancangan dan penyusunan “review” 7.4.3 Verifikasi dari produk yg dibeli
7.3.5 Rancangan dan penyusunan verifikasi
7.3.6 Rancangan dan penyusunan validasi
7.3.7 Pengendalian rancangan dan perubahan
7.5 KETENTUAN TENTANG PRODUKSI DAN 7.6 PENGENDALIAN PERALATAN
PELAYANAN MONITORING DAN PENGUKURAN

Perusahaan harus :
7.5.1 Pengendalian produksi dan pelayanan
● Menentukan monitoring dan pengukuran yg akan dilakukan
7.5.2 Validasi proses produksi dan pelayanan
dan peralatan yg dibutuhkan untuk menyiapkan bukti
7.5.3 Identifikasi dan kemampuan telusur kesesuaian produk
7.5.4 “Custom property” ● Membangun proses untuk menjamin monitoring dan
7.5.5 Memerlukan produk pengukuran dapat terlaksana dengan konsisten terhadap
persyaratan

8.2 MONITORING DAN PENGUKURAN


8. PENGUKURAN, ANALISIS DAN PERBAIKAN
8.2.1 Kepuasan konsumen
8.1 UMUM 8.2.2 Audit internal
8.2.3 Monitoring dan pengukuran proses
Perusahaan harus merencanakan dan melaksanakan
8.2.4 Monitoring dan pengukuran produk
monitoring, pengukuran, analisis dan perbaikan proses yg
diperlukan untuk :
a. Memajukan kesesuaian produk
b. Menjamin kesesuaian SSM
c. Perbaikan berkesinambungan efektivitas SMM
8.4 ANALISIS DATA
8.3 PENGENDALIAN PRODUK YANG Perusahaan harus menentukan, mengumpulkan dan
menganalisis data untuk menunjukkan kecukupan dan
TIDAK SESUAI efektivitas SMM serta untuk mengevaluasi apakah perbaikan
berkesinambungan telah terjadi
Perusahaan harus menjamin bahwa produk yg tidak sesuai
● Kepuasan konsumen
teridentifikasi dan dikendalikan untuk mencegah terkirim ke
pelanggan ● Kesesuaian produk dengan persyaratan
● Karakteristik dan trend proses dan produk
● Pemasok

DAFTAR PUSTAKA
8.5 PERBAIKAN
Herschdoerfer, S. M. 1989. Quality Control in Food Industry. Volume 1, Second Edition. Academic
Press.

8.5.1 Perbaikan berkesinambungan _________. 1991. Quality Control For The Foos Industry. International Trade Center UNCTAD/GATT,
8.5.2 Tindakan koreksi Geneva.

8.5.3 Tindakan pencegahan Sumner, J. 1995. Food Quality Assurance. Barton College at TAFE, Australia.
[BOB] Bureau of Bussiness Practice. 1992. Handbook of Quality Standard and Compliance. Prentice Hall,
Englewood City, NJ.
Hoyle, D. 1994. Quality System Handbook. Butterworth-Heinmann, Ltd. Oxford.
terima kasih