Anda di halaman 1dari 25

VERBATIM KONSELING INDIVIDU

LAPORAN

disusun untuk memenuhi tugas


PPG LPTK ……………..

oleh
……………………………………
……………………

PENDIDIKAN PROFESI GURU


JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS …………………………….
2021
2

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Rasional
Pemilihan klien dalam kegiatan konseling individu berdasarkan pada need
assesmen yang sebelumnya telah dilakukan oleh praktikan. Dimana praktikan
menggunakan daftar cek masalah (DCM) dan sosiometri yang harus diisi oleh
siswa. Kemudian dihasilkan bahwa klien “KK” memiliki masalah keluarga (dari
DCM) dan klien”KK” juga tergolong kedalam teman yang tidak disukai
dikelasnya (dari sosiometri). Selain itu juga praktikan mengobservasi secara
langsung dikelas bahwa klien “KK” tidak mempunyai teman di kelas karena
menjadi pribadi yang pendiam, dan jika ditanya klien tidak dapat menjawab
karena terlihat tidak fokus dalam kegiatan pembelajaran. Jika hal tersebut tidak
mendapat penanganan maka klien akan semakin terpuruk dan akan semakin
rendah hasil akademisnya.
Dari data-data diatas praktikan mengambil keputusan untuk melakukan
konseling individu dengan klien “KK”. Dengan permasalahan yang telah
diketahui oleh praktikan walaupun belum mendalam, praktikan merancang akan
menggunakan pendekatan CBT (cognitive behavior teraphy). Dimana
dititikberatkan pada bukan masalah yang menyebabkan perasaan yang tidak baik
tetapi bagaimana cara berpikir kita melihat masalah. Sehingga diharapkan dengan
pendekatan CBT klien mampu mengubah pikiran nya lebih rasional.

1.2 Konfidensialitas
Dalam laporan verbatim konseling individu ini praktikan menysusunnya
dengan beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu :
1. Praktikan tidak mebutkan nama asli dari klien tersebut, namun
menggunakan inisial “KK” dikarenakan terdapat asa kerahasiaan
2. Praktikan tidak menyebarluaskan hasil konseling individu kepada pihak
lain, jika terpaksa harus menyampaikan maka atas izin klien
3

3. Dalam proses konseling individu praktikan merekamnya lewat kamera


dengan sebelumnya meminta izin dengan klien

1.3 Identifikasi Klien


Dalam proses penetapan klien, praktikan menggunakan daftar cek masalah
(DCM) dan sosiometri yang harus diisi oleh siswa. Kemudian dihasilkan bahwa
klien “KK” memiliki masalah keluarga (dari DCM) dan klien”KK” juga tergolong
kedalam teman yang tidak disukai dikelasnya (dari sosiometri). Selain itu juga
praktikan mengobservasi secara langsung dikelas bahwa klien “KK” tidak
mempunyai teman di kelas karena menjadi pribadi yang pendiam, dan jika ditanya
klien tidak dapat menjawab karena terlihat tidak fokus dalam kegiatan
pembelajaran.
Dibawah ini identitas klien :
Nama : KK
Jenis kelamin : Perempuan
Kelas : ………….
TTL : Semarang, 18 Juni 2001
Agama : Islam
Alamat : Jl. Srikaton Timur No 74
Dalam konseling individu ini menggunakan pendekatan CBT (cognitive
behavior teraphy). Pendekatan CBT adalah pendekatan yang menitik beratkan
pada kognitif individu. Dimana dalam proses konselingnya berfokus pada
wawasan yang menekankan pengakuan dan mengubah pikiran negatif dan
keyakinan maladaptif. Sehubungan dengan klien yang berpikiran bahwa dirinya
tidak mampu dibandingkan dengan teman-temannya kemudia ayah yang sangat
jahat karena tidak bekerja hingga ekonomi keluarga tidak baik membuat klien
merasa sedih, kecewa, marah, sampai pernah mencoba untuk bunuh diri.
Konseling individu dengan pendekatan CBT ini mendorong klien untuk
mengumpulkan dan mempertimbangkan bukti untuk mendukung keyakinan
mereka. Dan dihasilkan bahwa dengan keyakinan awal yang dimiliki oleh klien,
klien tidak mendapatkan dampak yang baik namun malah buruk, sehingga klien
4

menjadi sadar bahwa apa yang dipikirkannya saat ini salah. Sehingga klien dapat
merubah cara berpikirnya menjadi lebih positif, yakni bahwa dengan adanya
masalah dirinya semakin menjadi pribadi yang kuat dan klien pun dapat
menemukan alternatif pemecahan masalahnya.
BAB II
PROSES KONSELING

2.1 Pelaksanaan Proses Konseling


Dalam praktik konseling individu ini, praktikan menyelenggarakan dengan :
2.1.1 Tanggal :
2.1.2 Waktu : 14.30 – 15.30 WIB
2.1.3 Tempat : Ruang perpustakaan
2.1.4 Pertemuan : Pertama
2.1.5 Durasi : 40 menit

2.2 Verbatim

KO/KI PERNYATAAN KDK TAHAPAN


KO Assalamualaikum Wr. Wb
KI Waalaikumsalam Wr. Wb
KO Bagaimaana kabarnya dek Kiki?
KI Alhamdulillah baik bu Pembinaan
Alhamdulillah jika baik, sekarang Oppening
KO hubungan baik
kesibukannya apa?
Kesibukannya belajar, ekstra, dan dirumah
KI
membantu orang tua
Luar biasa sekali ya dek Kiki, walaupun ibu Assesment
tahu bahwa saat ini dek Kiki masuk kelas X masalah
kemudian harus menyesuiakan dengan
KO kurikulum, namun ibu beberapa kali masuk
kelas dek Kiki dan melihat dek Kiki sedang
sendiri, melamun, kalau ibu boleh tahu
kenapa dengan dek Kiki?
Awalnya saya memikirkan masalah keluarga,
KI orang tua kedua-duanya tidak bekerja.....
(Menangis)
KO Tidak apa-apa menangis saja dahulu
5

Terus bingung mau biaya adik-adik yang


banyak, terus juga berpikir kedepannya
bagaimana, aku juga harus kuliah. Sekarang
walaupun sekolah negeri tetapi untuk biaya
LKS, uang saku kan harus ada. Aku bingung
terus berpikir apa aku harus kerja tapi dimana.
Bapak sudah dibilangin agar bekerja, menjadi
KI satpampun tidak apa-apa aku tiadak malu,
kerja sembarang yang penting halal, tapi
bapak orangnya tidak bisa diberitahu dan
sukanya mengambil uang ibu karena sering
hilang, namun yang dituduh aku padahal ga
pernah ambil, meminta uang untuk buat tugas
di warnet saja mikir dua kali masa harus
mengambil uang ibu, kasihan ibu.
Baiklah, bu Sitta mencoba memahami apa
yang dek Kiki rasakan mengenai masalah
keluarga (sambil menenangkan dengan
Reflection of
KO mengelus pundak).
feeling
Sebelum semakin dalam, kira-kira konseling
ini berapa lama? Ini kan di jam ibu, apa akan
digunakan semuanya?
KI Iya bu tidak apa-apa
Mengenai masalah yang dialami oleh dek
Kiki terkait dengan masalah keluarga dengan
KO kata lain dek Kiki mempunyai masalah Clarification
dengan kedua orang tua dek Kiki?
Coba ceritakan ke ibu sejak kapan?
KI Sudah lama, sudah dari adik kedua lahir
bapak kan kerjanya swasta dan tidak ada
proyek lagi. Sudah saya bilangi agar bekerja
atau nyambi apa gitu namun bapak cuek
6

malah sifatnya jadi tidak karuhan, senang


marah-marah ke ibu, aku kasihan ibu selalu
dimarahi. Ibu juga sebenarnya ingin bekerja
dengan membuka nasi kucing tapi tidak
diperbolehkan bapak. Ibu diam saja nurut
dengan bapak.
Baiklah luar biasa sekali ya dek Kiki, baru Reassurance
umur segini sudah mendapatkan masalah
seperti itu tapi ibu lihat dek Kiki dikelas
KO masih berjuang tidak menyerah.
Kemudian jika bu Sitta boleh tahu, dek Kiki Lead khusus
mendapatkan masalah itu apa yang dirasakan
oleh dek Kiki?
Terganggu belajarnya, mau belajar itu susah.
Karena saat akan belajar bapak seperti marah-
marah sama adik-adik tapi yang kena aku,
dikira aku ga bisa jaga adik-adik. Aku sudah
KI memberitahu adik-adik untuk tidak berisik
karena aku mau belajar besok ulangan tapi
namanya anak-anak kecil kan selalu berantem
jadi aku terus yang kena. Jadi aku ga bisa
belajar, dan hasil ulangannya pun jelek.
Silence dan
KO (mengelus pundak klien)
Attending
Saat pembagian rapot nilaiku jelek dibawah
KKM dan aku dipukul karena itu. Terus aku
nangis dan berkata ya Tuhan mengapa engkau
KI
berikan ayahku seperti ini. Tapi dari masalah
ini aku bisa jadi tahu untuk menghargai waktu
dan tidak menyianyiakan waktu.
KO Jadi dengan kata lain dek Kiki merasakan Clarification
sedih, kecewa, bingung. Sejauh ini dek Kiki
7

melakukan apa saat lelah memikirkan


masalah yang sedang terjadi?
Kadang jika dimarahi oleh bapak aku
menjawab sampai bapak tambah marah dan
KI
ibu menyuruhku diam tapi aku masih bingung
untuk menghadapi bapak seperti apa.
Bagaimana cara yang biasa dilakukan oleh
KO Lead umum
dek Kiki apa?
Kadang diam jika dimarahi, kemudian
misalkan sedang belajar dan bapak marah-
KI marah aku berkata kepada bapak untuk diam
karena aku sedang belajar dan cape
mendengar bapak marah-marah terus.
KO Adik dek Kiki berapa? Lead khusus
KI Dua
KO Kelas berapa saja itu? Lead khusus
yang satu kelas 1 SMP dan satunya kelas 3
KI
SD
Baiklah, hemmm.
Acceptance
Berarti bapak dan ibu tidak bekerja?
KO
Kemudian untuk membiayai kebutuhan
Lead khusus
sehari-hari dari mana?
Sekarang kalau hari Rabu, Kamis, Jumat
ngajar PAUD dan gajihnya Cuma 100rb per
KI
bulan dan ketika ngajar sambil jualan
makanan untuk anak-anak.
Wahh ibu dek Kiki luar biasa sekali yah,,,
KO Kemudian ibu dek Kiki menanggapi masalah Lead umum
ini bagaimana?
Ibu selalu curhat dengan Kiki, pernah ibu ada
luka lebam dan aku tanya itu kenapa tapi ibu
KI menjawab tidak apa-apa padahal aku tahu ibu
berbohong karena tadi pasti abis dipukul
bapak, ibu hanya menangis.
KO Ibu mencoba memahami apa yang dirasakan Reflection of
8

oleh dek Kiki,,,,


Kemudian tadi dek Kiki bercerita ke ibu
mengenai masalah tersebut dek Kiki
merasakan kecewa, sedih, hinga akhirnya dek feeling
Kiki diam dikelas sampai nilai nya sempat
turun. Dari itu semua yang terlintas dipikiran
dek Kiki apa?
Masih bingung, aku mencoba memahami
KI mengenai masalah ekonomi di keluarga ini,
ibu juga sering menangis
Sejauh ini nilai akademis dek Kiki
KO Lead umum
bagaimana?
Masih turun, tidak sama seperti dahulu ketika
KI
SMP
Hal tersebut menurut dek Kiki hanya kerena
KO
faktor masalah ekonomi dan keluarga?
Iya, saat belajar tuh masuk tapi waktu untuk
belajarnya yang ga ada. Saat mau belajar
malah disuruh ini dan ini oleh bapak terus
KI
akhirnya aku ga punya waktu untuk belajar.
Seringnya menyempatkan belajar pas di
angkot dan pulang sekolah langsung belajar.
Dengan melakukan hal seperti itu seberapa
KO besar pengaruhnya dalam peningkatan
pemahaman materi yang akan ulangan?
Ada peningkatan, akhirnya saat geografi aku
tidak ikut remidi dan kemarin matematika aku
KI
bisa menjawab 3 soal dari 4 soal karena
memang waktunya juga sedikit.
KO Baiklah tadi mengenai nilai akademik, berarti Interpretasi
memang kehidupan dek Kiki sedang tidak
sinkron dengan apa yang diinginkan oleh dek
Kiki.
9

Kemudian menurut dek Kiki dengan masalah


seperti itu membuat hidup dek Kiki Lead umum
bagaimana?
Aku belajar dari kehidupanku itu lebih
menghargai waktu dan jangan pernah
KI menyianyiakan waktu saat dulu pas ayah
masih bekerja dan lebih giat untuk mengejar
sesuatu.
Iya.... Hemmmm
KO Kemudian jika ibu boleh tau dampak negatif Acceptance
nya apa?
Nilai turun dan terkadang ekstra disini kan
memilih satu wajib, aku memilih paskib dan
ekstra tambahanya karate. Tapi yang paskib
pulangnya malam-malam jadi ibu
KI
melarangnya. Kadang kalau hari Minggu ada
kumpulan paskib enggak bisa datang karena
saat mau berangkat enggak ada uang buat ke
sekolah.
Pernah tidak dengan masalah seperti itu dek
KO Kiki merasakan stress, depresi, histeris, atau
marah yang berlebihan?
KI Pernah coba bunuh diri
Coba ceritakan lebih dalam ke ibu mengenai
KO Lead umum
hal tersebut?
Mencekik diri sendiri di kamar dan aku kunci.
Tapi aku ingat kata-kata nenek kalau ada
masalah tuh dihadapin jangan dihindarin.
KI
Kemudian aku buka kunci pintunya aku
masuk kamar mandi dan disana aku benar-
benar mengangis menyesali perbuatan tadi.
KO Selain itu, apakah ada lagi?
KI Hanya itu
KO Kapan terjadinya? Lead khusus
10

Kelas 2 SMP, padahal saat itu akan lomba


paskib di Surabaya tetapi ayah juga
KI melarangnya karena dikira jadi tidak pernah
belajar padahal aku kalau dirumah belajar dan
karena pulangnya malam-malam terus.
Hemmm baiklah.
Apakah dek Kiki pernah bercerita kepada
KO
orang lain mengenai masalah yang sedang
dihadapi sekarang?
KI Belum pernah
Berarti ini pertama kali?
KO
Selama ini dek Kiki pendam sendiri?
KI Iya bu,,,
Hemmm ya.
KO Menurut dek Kiki memendam sendiri dan
kepikiran terus kedepannya bagaimana?
Ya tambah sakit, stress, banyak masalah
tetapi ga ada teman buat sharing. Karema juga
aku pergi pagi ke sekolah pulangnya juga
KI
mahrib, ibu juga sudah sibuk dengan
pekerjaan rumah dan mengurus adik,
sedangkan adik juga masih kecil belum ngerti
Baiklah, sampai sejauh ini mengenai masalah
yang sedang dihadapi dek Kiki adalah
masalah keluarga, dimana mengganggu
pikiran dari dek Kiki, kemudian sampai
nilainya rendah, dan merasa sedih, kecewa, Summary
KO
sampai pernah mencoba untuk bunuh diri dan sebagian
dengan kata lain merasa bahwa dunia ini tidak
adil.
Sebenarnya apa yang diharapkan oleh dek
Kiki bagaimana?
KI Ayahku bisa bekerja dan jangan marah-
11

marah, jika aku ada kesalahan bilangnya


secara baik-baik dan aku mempunyai waktu
untuk belajar, juga untuk mengurus adik-adik
dan membantu ibu.
Membantu? Biasanya membantunya dalam
KO Restatement
hal apa?
Biasanya jika ada pesanan makanan aku
KI bantuin seperti menyiapkan barang-
barangnya, serta juga bantuin masak.
Hemmm baiklah, istilah lain ibu buka
cathering sesekali ada yang memesan jajan.
KO pernah tidak terlintas dari pikiran dek Kiki Clarification
ketidakmampuan dek Kiki dalam memberikan
pemahaman ke Ayah?
Pernah, kenapa ayah tidak bisa mengerti aku,
aku tuh pelajar bukan anak kecil yang bisa
dikekang dan ditahan, harusnya diberikan
waktu untuk belajar agar dapat gelar S2 atau
KI
S1, tapi ya aku juga bingung nanti uangnya
dari mana. Setidaknya beri aku waktu untuk
belajar agar bisa meraih beasiswa jadi gratis
nanti kuliahnya.
Luar biasa sekali ya dek Kiki kobarkan terus
semangat seperti itu.
KO Reassurance
Kemudian selama ini dek Kiki melakukan apa
saja untuk memberikan pemahaman ke ayah?
Biasanya saya sindir agar ayah bekerja dan
KI
memikirkan masa depan adik-adiknya
Apakah itu sudah berkali-kali dan tidak ada
KO
perubahan sampai sejauh ini?
KI Iya
KO Tadi dek Kiki menyampaikan bahwa Interpretasi
seharusnya bisa mengerti bahwa dek Kiki
adalah pelajar, kemudian keluarga juga
12

memberikan kenyamanan atau mengayomi,


begitu?
KI Iya benar
Selain itu terlintas apalagi dalam benak dek
KO
Kiki untuk diri sendiri?
Kenapa aku stagnan disini terus, aku ingin
berubah. Dulu saat ayah bekerja aku orangnya
KI sangat malas, saat sekarang ini aku ingin
berubah tapi waktu untuk berubah tidak ada,
dan pusing dengan masalah yang itu-itu saja.
Saat dek Kiki merasakan kecewa, sedih,
terpuruk itu akan semakin membuat dek Kiki
tidak berhasil. Istilahnya saat mengahadapi
KO
masalah tersebut dengan perasaan-perasaan
negatif tersebut apa dampak negatif yang
lainnya?
KI Nilai semakin rendah, dan tidak bisa bahagia
Baiklah selanjutnya ibu sampaikan bahwa ibu
disini tidak dapat memberikan saran langsung
kepada dek Kiki, tetapi disini kita mencari
bersama-sama alternatif solusi mengenai
permasalahan keluarga yang dihadapi oleh
KO dek Kiki dengan kondisi dek Kiki yang saat Role limit
ini hanya pelajar SMA.
Jadi nanti kita mencari bagaimana dek Kiki
bisa tidak merasa sedih atau kecewa agar dek
Kiki bisa tetap semangat meraih apa yang
dicita-citakan oleh dek Kiki.
KI Iya bu.....
KO Baiklah, selanjutnya kita akan bersama-sama
mencari bagaimana cara menurunkan sedih,
kecewa, frustasi dan menaikan sifat pantang
menyerah yang tadi dek Kiki miliki yang jika
13

ada masalah ya dihadapi kalau ada rintangan


ya saya harus berjuang.
KI Iya bu...
Baiklah, coba ceritakan ke ibu biasanya ketika
KO
ada masalah dek Kiki melakukan apa?
Biasanya kalau lagi sholat aku sholat dan
KI mengaji tetapi kalau lagi tidak sholat saya
menganis dan berdoa agar dikuatkan.
KO Ada lagi?
Kalau lagi di sekolah aku males pulang ke
KI
rumah. Misalkan
Dek kiki menyampaikan bahwa dengan sholat
kemudian sibuk dengan kegiatan positif bisa
KO melupakan masalah yang sedang dihadapi. Interpretasi
Kemudian seberapa pengaruhnya? Dari skala
1 sampai 10?
KI Sekitar menjadi 4
Ketika dek Kiki bisa menurunkan kesedihan,
KO kecewa, dampak positif apakah yang
dirasakan?
Yah bisa lebih baik, lebih bisa berpikir jernih
misalkan bisa berpikir mengenai formasi
KI paskib, kemudian sedih dan kecewa nya
rendah, bahkan sampai ada yang bilang kaalu
formasinya bagus.
Jadi dengan kata lain ada perubahan yang
signifikan. Jika dek Kiki merasakan kecewa
dan sedih maka dek Kiki akan semakin
KO Clarification
terpuruk dan tidak terkontrol namun ketika
dek Kiki merasakan lebih positif maka dek
Kiki dapat bangkit.
KI Iya bu,,,,
KO Baiklah jadi bukan masalah yang Menyiapkan
mempengaruhi apa yang kita rasakan tetapi konseli untuk
bagaimana cara berpikir kita. terapi
14

Jadi tujuan disini adalah bagaimana


menurunkan rasa sedih dan kecewa dek Kiki
agar dek Kiki semakin semangat menjalani
hidup.
Jadi ibu contohkan dengan dua orang yang
sama-sama diberikan uang 50rb, si A
berpikiran uang 50rb itu tidak berarti dan
sedikit maka ia merasakan kecewa dan tidak
senang, sebaliknya si B berpikiran bahwa
50rb berarti maka ia merasakan senang dan
bahagia.
Dari ke dua orang ini apa yang dek Kiki
dapatkan?
Jika pikirannya buruk maka bisa sedih, tapi
KI jika pikirannya positif maka dapat bisa dan
pasti bisa.
KO Berarti dek Kiki mempercayainya?
KI Iya mempercayai
Baiklah, terimakasih sekali dek Kiki telah Mengimpleme
mengikuti alur konseling ini. ntasikan
Seperti tadi bahwa saat dek Kiki merasakan program
KO
sedih dan kecewa memangnya sebelum ada treatment
masalah ini dek Kiki tidak merasakan seperti
itu?
Tidak pernah, kebutuhan dapat tercukupi dan
ayah tidak marah-marah. Namun sekarang
KI
ayah suka marah-marah saya sering berpikir
kenapa ga kayak dulu.
Jadi jika dek Kiki berpikiran seperti itu
KO
dampak apa yang dirasakan?
KI Ya negatif bu,,,
Rasa kecewanya semakin besar dan sedihnya
juga
15

Baiklah jadi yang dirasakan dek Kiki akan


KO
lebih negatif.
Iya bu, jadi aku seperti harus merubah cara
KI
berpikir
Merubah cara berpikir?
KO
Coba ceritakan ke ibu bagaimana caranya?
KI Iya jadi harus lebih positif
Hmm baiklah,,,
KO
Kemudian kedepannya dek Kiki harus apa?
Lebih pantang menyerah, semangat juang
KI
semakin tinggi Evaluasi
KO Memang dek Kiki meyakinkan itu ya? kemajuan
KI Iya yakin
Baiklah, jadi selama proses konseling ini dek
KO
merasakan apa? Dan akan melakukan apa?
Lega karena bisa bercerita dan akan
KI melakukan memperbanyak kegiatan positif
dan banyak berdoa
KO Biaklah,,, Terminasi
Ibu simpulkan proses konseling ini bahwa dek
Kiki tengah mengalami masalah keluarga
yang berhubungan dengan ayah yang tidak
berkerja sehingga ekonomi keluarga menjadi
tidak menentu, masalah tersebut berpengaruh
pada rendahnya hasil nilai akademik yang
didapatkan karena merasa sedih, kecewa, dan
jika dikelas diam dan tidak minat belajar,
masalah tersebut juga membuat diri
berpikiran tidak mampu dan berbeda dengan
teman-temannya yang lain, sedangkan
biasanya jika masalah tersebut terjadi dek
Kiki banyak berdoa dan sibuk dengan
kegiatan positif lain seperti ekstra paskib.
Begitu?
16

KI Iya bu.
Baiklah dek Kiki terimakasih sekali dek Kiki
KO telah mau bercerit dengan ibu, jika terdapat
kegiatan lanjutan apakah dek Kiki bersedia?
KI Iya bu bersedia
Hmmm luar biasa sekali ya dek Kiki, semoga
masalahnya bisa dihadapi dek Kiki dengan
KO Reassurance
baik dan dek Kiki bisa mencapai apa yang
diinginkan. Terimakasih sekali lagi
KI Iya bu sama-sama
BAB III
ANALISIS DAN BAHASAN

3.1 Analisis
Dalam praktik konseling individu dengan menggunakan pendekatan CBT
ini berjalan dengan lancar walaupun masih belum maksimal karena keterbatasan
praktikan dalam memahami pendekatan CBT dengan sempuran serta kurangnya
pengalaman dari praktikan untuk melaksanakan konseling individu dengan
pendekatan CBT. Namun secara umum praktikan telah melaksanakan konseling
individu ini dengan maksimal dan optimal untuk dapat menyelesaikan masalah
dari konseli.
Praktikan melaksanakan praktik konseling individu ini dengan mengikuti
tahapan yang diberikan ketika kuliah. Dalam pendekatan CBT secara umum
terdapat 6 tahapan yaitu terdiri dari tahapan menjalin hubungan baik, assesment
masalah, menyiapkan konseli untuk terapi, mengimplementasikan program
treatment, evaluasi kemajuan, da persiapan terminasi. Dimana dalam tahapan
tersebut terdapat sub-sub tahapannya masing-masing.
Dalam praktik konseling individu dengan pendekatan CBT ini praktikan
telah melaksanakannya dengan runtut sesuai dengan tahapan dalam CBT, namun
dalam tiap tahapannya praktikan terdapat beberapa sub tahapan yang terlupakan
untuk dibahas dengan konseli. Dimana lebih dalam akan dijelaskan dibawah ini :
1. Menjalin hubungan baik
Dalam tahap ini praktikan telah menanyakan kabar dari konseli dan
menanyakan mengenai kesibukannya saat ini.
2. Assesment masalah
Dalam tahap ini praktikan telah menanyakan mengenai masalah yang
sedang dihadapi konseli secara mendalam. Kemudian juga dihubungkan
dengan ciri khas dari CBT yaitu praktikan menggunakan rumus ABC
dimana praktikan menanyakan mengenai situasi yang sedang dihadapi
konseli (A), kemudian juga menanyakan mengenai konsekuensi dari situasi
19

yang dihadapi sekarang (C) yaitu dari secara emosi dan perilaku, lebih
mendalam lagi praktikan menanyakan mengenai believe dari konseli dengan
menanyakan pikiran apa yang terlintas, harapan, dll. Dari asesment ABC ini
praktikan telah mengetahui konseli lebih mendalam terutama mengenai
masalah yang sedang dihadapi konseli.
Dalam tahap ini praktikan lupa untuk menanyakan mengenai kondisi
psikis dari konseli. Yaitu mengenai ada tidaknya gangguan klinis, ataupun
gangguan yang lainnya. Dikarenakan praktikan lebih fokus pada asesmen
ABC dan terlalu menganggap bahwa masalah yang sedang dihadapi konseli
adalah tergolong masalah tidak berat.
3. Menyiapkan konseli untuk terapi
Dalam tahap ini praktikan memperjelas tujuan konseling yang akan
dicapai bersama dengan konseli. Kemudian juga mengajarkan prinsip dasar
CBT dengan sebuah contoh kasus, dimana praktikan menggunakan contoh
kasus terdapat kondisi bahwa dua anak mendapatkan uang yang sama yaitu
sebesar 50.000 namun mereka memiliki cara pandang yang berbeda
sehingga menyebabkan perasaan yang berbeda pula, dalam hal ini konseli
mengatakan bahwa itu benar sehingga dengan kasus contoh tersebut konseli
telah paham mengenai pendekatan CBT ini. Praktikan juga mengajak
konseli untuk menentukan seberapa lama konseling akan dilaksanakan.
Dalam tahap ini praktikan tidak terlalu mendalam untuk menggali
motivasi konseli untuk berubah karena konseli sudah begitu terbuka untuk
menceritakan apa yang menjadi masalahnya, kemudian juga beberapa kali
konseli dengan sendiri telah menyatakan keinginananya untuk
menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi sehingga praktikan menilai
bahwa konslei memang berkeinginan untuk berubah.
4. Mengimplementasikan program treatment
Dalam tahap ini praktikan menanyakan lebih mendalam mengenai contoh
satu contoh moment yang terjadi yang berhubungan dengan masalah
konseli. kemudian dari satu contoh moment tersebut praktikan menggukan
dialog socrates kepada konseli yaitu menanyakan mengenai apakah sebelum
20

masalah yang dihadapai datang konseli dapat mempunyai keberhasilan atau


tidak kemudian menanyakan mengenai dampak yang terjadi kedepannya
apabila hal tersebut terjadi terus menerus. Dari dialog socrates ini konseli
semakin meyakini bahwa ia harus berubah dan lebih positif dalam
menyikapi masalahnya. Dalam tahap ini praktikan juga memberitahukan
kepada konseli bahwa nanti pada sesi akhir akan diberikan PR untuk diisi
oleh konseli.
Dikarenakan praktikan menganggap bahwa tidak diperlukan strategi
suplementer maka praktikan tidak membahasnya bersama konseli.
5. Evaluasi kemajuan
Untuk mengetahui seberapa skala perubahan konseli dari awal dan saat
ini maka praktikan menanyakannya dengan perumpamaan nilai 1-10.
6. Persiapan terminasi
Dalam tahap ini praktikan menanyakan mengenai langkah apa yang akan
diambil oleh konseli setelah proses ini. Kemudian setelah mengetahui
langkah apa yang akan diambil oleh kosenli, maka sebagai akhir dari proses
konseling individu ini praktikan menyimpulkan mengenai proses konseling
individu ini. Kemudian praktikan juga membahas kegiatan lanjutan bersama
dengan konseli sebelum benar-benar diakhiri proses konseling individu ini.
Dalam praktik konseling individu ini, praktikan mendapatkan banyak
bantuan sehingga praktik ini dapat terlaksana dengan lancar. Dimana praktikan
mendapatkan bantuan dari konseli sendiri yang berkenan memberikan waktu
untuk melaksanakan konseling dan dapat diajak berkerjasama untuk menemukan
alternatif pemecahan masalah. Serta juga sifat terbuka dan mau berubah dari
konseli membantu praktikan dalam mengarahkan konseli menuju membentuk
alternatif solusi.
Tidak selamanya harapan dapat sesuai dengan kenyataan, begitu pula pada
proses konseling individu ini dimana terdapat faktor penghambat, yaitu mengenai
ruangan yang digunakan dalam konseling individu terdapat suara-suara orang lain
sehingga sedikit mengganggu proses konseling. Namun dibalik itu semua, berkat
21

kerjasama konseli yang bagus, praktik konseling ini tetap dapat berjalan dengan
lancar.

3.2 Pembahasan
Dalam praktik konseling individu dengan pendekatan CBT ini dihasilkan
beberapa data-data yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi konseli sampai
pada penyimpulan akhir mengenai konseli yang telah mengetahui alternatif solusi
yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalahnya. Praktikan melaksanakan
konseling individu ini dengan adanya tahapan yang telah didapatkan ketika di
perkuliahan. Per tahapan tersebut membantu praktikan dalam mengidentifikasi
permasalahan konseli dengan dalam dan tepat serta membantu merekronstruksi
kognitif yang tidak menyimpang dari konseli.
Dibawah ini akan dipaparkan hasil konseling individu dengan pendekatan
CBT yang dilaksanakan oleh praktikan :
1. Menjalin hubungan baik
Dalam tahap ini dihasilkan bahwa konseli sedang masih dalam keadaan
baik dan kesibukannya saat ini adalah belajar dan ekstra paskib dan karate.
2. Assesment masalah
Dalam tahap ini dihasilkan bahwa konseli sedang mengalami masalah,
klien sedang menghadapi permasalahan yang telah dihadapi selama 8 tahun
terakhir yaitu permasalahan keluarga. Permasalahan keluarga tersebut yaitu
ayahnya tidak bekerja sama sekali sehingga kebutuhan-kebutuhan hanya
dicukupi oleh ibunya, sedangkan ibunya hanya bekerja serabutan dan
menerima pesanan makanan itu saja hanya sewaktu-waktu saja sehingga
sering sekali tidak dapat memenuhi kebutuhan yang ada. Permasalahan
tersebut membuat dampak yang besar dalam nilai akademik klien, klien
mengalami penurunan nilai akademik dikarenakan tidak dapat fokus dan
menjadi diam di kelas.
Klien juga sering berpikiran bahwa ia tidak mampu dan berbeda dengan
teman yang lain nya. Klien juga merasakan kecewa, sedih, nangis bahkan
sempat mencoba bunuh diri dengan mencekik lehernya. Sebenarnya klien,
22

ibu, dan keluarga yang lainpun sering sekal memberikan nasihat kepada
Ayah klien untuk mencari pekerjaan namun hasilnya tidak ada perubahan
dari Ayah klien.
3. Menyiapkan konseli untuk terapi
Dalam tahap ini praktikan dan konseli merumuskan tujuan, didapatkan
tujuan dalam proses konseling individu ini adalah untuk menurunkan rasa
sedih dan kecewa dari konseli. Kemudian konselor mengajarkan prinsip
pendekatan CBT ini kepada konseli dengan menggunakan analogi dari suatu
kasus (telah dijelakan pada tahap analisi). Dari analogi tersebut konseli
semakin yakin ingin berubah dengan mengubah kognitifnya. Untuk lebih
jelas maka konselor juga menanyakan mengenai kontrak waktu dalam
konseling ini, dan dihasilkan bahwa diharapkan proses konseling individu
ini berlangsung selama jam pelajaran BK.
4. Mengimplementasikan program treatment
Dikarenakan tujuan telah ditentukan, maka praktikan menginginkan
konseli untuk memberikan keadaan spesifik yang berkaitan dengan kedua
teman dekatnya yang sedang berselisih tersebut. Kemudian dihasilkan
bahwa contoh keadaannya yaitu ketika klien akan belajar tiba-tiba ayahnya
marah-marah karena menganggap klien tidak bisa menjaga adiknya maka
klien merasa sedih, kecewa dan marah sehingga tidak dapat fokus untuk
belajar.
Kemudian praktikan mengarahkan kepada alternatif solusi dengan
menggunakan dialog socrates, yang dihasilkan bahwa dengan pikiran yang
selalu negatif maka klien akan semakin terpuruk dan tidak dapat belajar
dengan baik.
Dalam tahap ini juga praktikan memberikan arahan mengenai PR
yang dapat diisi oleh konseli setelah proses konseling ini.
5. Evaluasi kemajuan
Dalam tahap ini dihasilkan bahwa kemajuan konseli jika dinilaikan
maka menjadi 4. Sehingga dapat disimpulkan bahwa konseli dapat lebih
positif menyikapi masalah yang sedang dihadapi.
23

6. Persiapan terminasi
Sebelum proses konseling individu ini berakhir, konseli
menyampaikan setelah konseling ini ia akan lebih positif dalam berpikir
mengenai masalah yang tengah dihadapi agar tidak semakin mempengaruhi
nilai akademisnya menurun dan akan lebih semangat dalam meraih apa yang
diinginkan.
Kemudian praktikan menyimpulkan proses konseling individu ini
yaitu klien tengah mempunyai masalah keluarga dimana ayah nya tidak
beekrja dan menjadi sering marah-marah dirumah serta ketika klien akan
belajar pasti ada masalah yang membuat klien tidak dapat belajar. Sehingga
nilai akademisnya menurun dan klien berpikiran bahwa ia tidak mampu dan
berbeda dengan teman-temannya. Hal tersebut membuat klien merasa sedih
dan kecewa. Namun setelah proses konseling klien sadar bahwa dengan
pikiran yang positif maka akan semakin baik dalam melihat masalah dan
dapat tetap semangat mencapai apa yang diinginkan.Dan dilanjut
pembahasan mengenai kegiatan lanjutan yang melihat situasi dan kondisi.
Setelah proses konseling individu ini praktikan menjadi semakin tahu
bagaimana cara mengkonseling terkhususkan dengan pendekatan CBT. Yang
dapat diambil praktikan selama proses konseling adalah bahwa menjadi seoarang
konselor harus mengeluarkan segala tenaga karena harus fokus ke dalam masalah
yang disampaikan oleh klien. Namun ketika klien telah menemukan alternatif
pemecahan masalahnya praktikan dapat merasakan lega juga dan menajdi
kebahagiaan sendiri untuk praktikan.
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Dalam laporan ini berisikan mengenai hasil praktik konseling individu dengan
menggunakan pendekatan CBT (cognitive behavior therapy). Konseling ini
dilaksanakan pada tanggal Kamis, ………………….. di Ruang Perpustakaan
pukul 14.00-15.30. Dihasilkan bahwa konseli sedang menghadapi masalah
mengenai ekonomi keluarga hingga terjadi penurunan nilai akademis dari klien.
Sehingga klien merasa sedih, kecewa, dan marah terhadap keadaannya saat ini.
Awalnya klien mempunyai cara pikir yang tidak rasional bahwa ia tidak mampu
dan berbeda dari teman-temannya namun pada akhirnya klien menyadari dengan
pikiran yang positif maka ia akan bangkit dari masalahnya dan semangat
mencapai apa yang diinginkannya.
Setelah melewati proses konseling ini konseli menjadi mengerti alternatif
solusi mengenai masalahnya yaitu klien akan memperbanyak berdoa dan
memperbanyak kegiatan positif yang dapat dilakukan.nm

4.2 Saran
Diharapkan bahwa praktikan lebih mempelajari pendekatan CBT (cognitive
behavior therapy) lebih mendalam sehingga lebih dapat mengarahkan konseli
lebih baik pula. Serta juga memaksimalkan waktu dalam stimulasi diperkuliahan
untuk belajar konseling dan mendalami pendekatan CBT.
25

DAFTAR PUSTAKA

Winkel W.S 2013.Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan.


Yogyakarta: MEDIA ABADI
Burl E.Gilliland,Richard K.James,James T.Bowman.Theories and
strategies in counseling and psychotherapy.Needham Heights,MA
1989.

Anda mungkin juga menyukai