Anda di halaman 1dari 59

“MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI KETENTUAN SHALAT

BERJAMA’AH MELALUI PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA

KELAS 7.1 SMP NEGERI 1 JAWILAN

( Laporan Hasil Penelitian Tindakan Kelas )

Tugas Pembuatan PTK

Disusun Oleh :

NAMA : MAHBUB JUNAEDI,S.Ag


NIP : 197201102005011007

PEMERINTAH KABUPATEN SERANG


DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMPN 1 JAWILAN
2021

i
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah. Ungkapan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberi kesempatan

sehingga Laporan Penelitian Tindakana Kelas, hasil penelitian tindakan kelas berjudul

“MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI KETENTUAN SHALAT

BERJAMA’AH MELALUI PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA

KELAS 7.1 SMP NEGERI 1 JAWILAN ini dapat diselesaikan.

Penelitian ini merupakan salah satu upaya dalam rangka meningkatkan kualitas
guru, di samping untuk mencari akar persoalan pembelajaran serta alternasi solusinya.
Dalam kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Wawan Warsa Juarsa SPd.Mat Sebagai Kepala Sekolah SMPN 1 Jawilan Kab.
Serang yang telah memberikan dukungan untuk melaksanakan penelitian ini.
2. Dr. Marina Setiawati,M.Si yang telah membimbing dan membina selama
jalannya penelitian ini.
3. Seluruh Peserta PJJ yang telah memberi masukan, saran dan kritikan demi
terselesaikannya Laporan ini.
4. Semua pihak yang turut andil dalam selesainya penelitian dan laporan ini yang
tidak bisa disebutkan satu per satu.
Semoga amal baik Anda semua diridhoi Allah SWT dan memberi berkah. Amin.
Serang, April 2021

MAHBUB JUNAEDI,S.Ag
NIP. 197201102005011007

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN MUKA ......................................................................................................


vii
DAFTAR ISI...................................................................................................................
iii
DAFTAR TABEL...........................................................................................................
xi
DAFTAR GAMBAR......................................................................................................
xiii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah........................................................................
1
B. Rumusan Masalah.................................................................................
6
C. Tujuan Penelitian...................................................................................
7
D. Manfaat Hasil Penelitian.......................................................................
7
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Kemampuan Memahami Ketentuan Shalat Berjamaah..........................
9
1. Pengertian Kemampuan Memahami...............................................
9
2. Tingkat-Tingkat dalam Pemahaman................................................
9
3. Indikator Pemahaman.....................................................................
14
4. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti............
15
5. Ketentuan Shalat Berjamaah...........................................................
17

iii
B. Media Audio Visual..............................................................................
19
C. Kajian Hasil Penelitian Sebelumnya......................................................
20
D. Kerangka Berpikir.................................................................................
21
E. Hipotesis Tindakan................................................................................
23

BAB III METODE PENELITIAN


A. Seting Penelitian....................................................................................
25
B. Design Penelitian...................................................................................
25
C. Metode Pengumpulan Data...................................................................
31
D. Indikator Keberhasilan..........................................................................
40
E. Jadwal Penelitian...................................................................................
41
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................... 42
LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Data Awal Kemampuan Pemahaman Peserta Didik Pada Mata Pelajaran

Pendidikan Agama Islam Kelas VII.1 di SMP Negeri 1 Jawilan pada

Materi Memahami Ketentuan Shalat Berjamaah Tahun Ajaran

2019/2020 …………………………………………………………4

Tabel 1.2 Data awal hasil belajar peserta didik mata pelajaran Pendidikan Agama

iv
Islam Kompetensi Dasar memahami ketentuan Shalat
Berjamaah kelas VII.1 SMP Negeri 1 Jawilan Tahun Pelajaran
2019/2020 ……………………………………………..…….. 6

Tabel 2.1 Kategori Hubungan dan Dimensi Proses Kognitif …………….. 15

Tabel 2.2 Kompetensi Dasar Mata Pelajaran PAIBP kelas 7 …………….. 18

Tabel 3.1 Kisi-kisi Lembar Observasi Guru dalam Pembelajaran

Dengan menggunakan media audio visual ………….…….. 37

Tabel 3.2 Kisi-kisi Observasi Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran


dengan Menggunakan Media Audio Visual ………………... 39

Tabel 3.3 Kisi-kisi Instrumen Kemampuan Memahami siklus 1 dan 2 …. 37

v
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Berpiki...............................................................................23


Gambar 3.1 Alur Penelitian Tindakan Kelas ..................................................... 26

vi
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar

dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya

untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian dirinya, kepribadian,

kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat,

bangsa dan Negara.1 Secara umum, pendidikan dapat diartikan sebagai usaha manusia

untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nlai budaya yang ada dalam

masyarakat.

Tujuan pendidikan Agama Islam adalah membentuk dan membina akhlak

manusia baik anak-anak maupun orang dewasa kearah budi pekerti yang luhur kaitannya

sebagai hamba Allah maupun terhadap sesama manusia (lingkungan).

Dalam rangka merealisasikan berbagai tujuan pendidikan Agama Islam tersebut

dibutuhkan lembaga pendidikan, adapun salah satu lembaga pendidikan yang dapat

merealisasikan tujuan pendidikan agama Islam tersebut adalah lembaga pendidikan

formal, didalam dunia pendidikan dikenal dengan adanya proses belajar mengajar.

1
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, Sinar Grafika, Jakarta, 2008, hlm, 3.

7
“Apabila proses belajar itu diselenggarakan secara formal disekolah-sekolah,
tidak lain ini dimaksudkan untuk mengarahkan perubahan pada diri peserta didik secara
terencana, baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Interaksi yang
terjadi selama proses belajar tersebut dipengaruhi oleh llingkungannya, yang antara lain
terdiri atas murid, guru, petugas perpustakaan, kepala sekolah, bahan ajar materi
pelajaran (buku, modul, selebaran, majalah, rekaman video, atau audio, dan yang
sejenisnya), dan berbagai sumber belajar dan fasilitas (proyektor overhead ,Perekam pita
audia dan video, radio, televise, computer, perpustakaan, laboratorium, pusat sumber
belajar dan lain-lain)”.2

Para ahli telah sepakat bahwa media pendidikan dapat mempertinggi proses

belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat


3
mempertinggi hasil belajar yang dicapainya. Proses belajar mengajar dengan bantuan

media mempertinggi kegiatan belajar siswa dalam tenggang waktu yang cukup lama. Itu

berarti kegiatan belajar peserta didik dengan bantuan media akan menghasilkan proses

dan hasil belajar yang lebih baik dari pada tanpa bantuan media.

Berdasarkan hasil observasi pra survey yang dilakukan oleh peneliti di SMP

Negeri 1 Jawilan. Proses belajar mengajar masih berpusat pada guru, sehingga membuat

peserta didik kurang memahami materi yang diajarkan pada mata pelajaran Pendidika

Agama Islam. Selain itu juga terlihat kurangnya minat peserta didik dalam mempelajari

Pendidikan Agama Islam, salah satunya disebabkan oleh kemonotonan dan kurangnya

variasi dalam Proses Belajar Mengajar (PBM). Proses pembelajaran yang dilaksanakan

dengan metode ceramah akan membuat peserta didik kurang bergairah dalam belajar

serta akan menciptakan verbalisme pada peserta didik yang pada akhirnya akan

2
Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, Jakarta, Rajawali Press, 2002, hal.1
3
Harjanto, Perencanaan Pengajaran, Jakarta, Rineka Cipta, 2006, hal.243

8
menyebabkan peserta didik mengantuk sehingga materi yang disampaikan tidak dapat

ditangkap secara maksimal oleh peserta didik.

Oleh karena itu perlu adanya variasi dan inovasi dalam Proses Belajar Mengajar

(PBM) agar perhatian peserta didik terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam

lebih meningkat. Hal ini dapat disiasati, salah satunya dengan cara memberikan atau

membuat pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang berkaitan dengan kenyataan

sehari-hari peserta didik dan sesuai kesenangan peserta didik. Dalam PBM, variasi

pembelajaran dapat berupa model dan metode pembelajaran atau adanya penggunaan

media yang dapat meningkatkan minat belajar peserta didik dalam mata pelajaran

Pendidikan Agama Islam. Salah satu jenis media pembelajaran adalah media audio

visual, dimana perpaduan suara dan gambar gerak maupun gambar diam merupakan

dominasi dalam media ini. Salah satu variasi dan inovasi dalam pembelajaran itu adalah

mengajak peserta didik dengan menonton video, dimana materi sudah dikolaborasikan

dengan kisah-kisah atau kejadian nyata yang ada disekitar lingkungan peserta didik,

sehingga peserta didik akan lebih tertarik dan berminat untuk belajar Pendidikan Agama

Islam.

Selain hasil observasi peneliti melihat hasil belajar Pendidikan Agama Islam

peseta didik di SMP Negeri 1 Jawilan masih rendah pada Kompetensi Dasar

Pengetahuan No. 3.8 yaitu Memahami Ketentuan Shalat Berjmaah belum mencapai

ketuntasan belajar. Berikut ini data awal hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran

Pendidikan Agama Islam yang menunjukkan bahwa hasil belajar mata pelajaran ini

masih rendah .

9
Tabel 1.1

Data Awal Kemampuan Pemahaman Peserta Didik Pada Mata Pelajaran

Pendidikan Agama Islam Kelas VII.1 di SMP Negeri 1 Jawilan pada

KD. 3.8 Memahami Ketentuan Shalat Berjamaah

Tahun Ajaran 2019/2020

No Nama Peserta Didik L/P KKM Nilai Keterangan


1 Adek Erni Kurnia P 80 50 Belum Tuntas
2 Adisti Khainunicha P 80 62 Belum Tuntas
3 Agus Al-Amin Hutabarat L 80 42 Belum Tuntas
4 Alfyando Dwi Putra L 80 80 Tuntas
5 Andi Yusuf L 80 68 Belum Tuntas
6 Andrian Saputra L 80 43 Belum Tuntas
7 Andriansyah Maulana L 80 60 Belum Tuntas
8 Anisa Nurhayati P 80 82 Tuntas
9 Arisa Agustina P 80 70 Belum Tuntas
10 Asep Giyana Jaya L 80 85 Tuntas
11 Ayu Lestari P 80 73 Belum Tuntas
12 Bima Arda Perlambang L 80 85 Tuntas
13 Devi Fitriyani P 80 71 Belum Tuntas
14 Firgiawan Dwi. L L 80 47 Belum Tuntas
15 Fredy Darma. H L 80 63 Belum Tuntas
16 Gusti Raja L 80 83 Tuntas
17 Hemalia Putri P 80 80 Tuntas
18 Indi Ibrahim Susetio L 80 62 Belum Tuntas
19 Danu Priawan L 80 63 Belum Tuntas
20 M. Lutfi L 80 70 Belum Tuntas
21 M. Naufalgi L 80 80 Tuntas
22 M. Taufiq Dwi Suyatmo L 80 70 Belum Tuntas
23 Mutiaras P 80 85 Tuntas
24 Nandika Putra L 80 69 Belum Tuntas
25 Nisa Amelia P 80 72 Belum Tuntas
26 Ramadan Adi Ariawan L 80 82 Tuntas
27 Rangga Riadhi Sandhi L 80 69 Belum Tuntas
28 Riki Darmawan L 80 87 Tuntas
29 Riska Julianti P 80 82 Tuntas
30 Rizki Putra Pratama L 80 70 Belum Tuntas
31 Robbianto L 80 40 Belum Tuntas
32 Salsabila Indah. P P 80 82 Tuntas
33 Shavira Putri Alifia P 80 85 Tuntas
34 Vera Yunita P 80 85 Tuntas
35 Yohana Adlia Safitri P 80 73 Belum Tuntas

10
36 Yulika Wahyun. S P 80 70 Belum Tuntas
37 Tri Antika P 80 65 Belum Tuntas
38 Zaini Indrajaya L 80 65 Belum Tuntas
Jumlah Nilai 2637 -
Nilai Rata-rata 69,39 -
Nilai Tertinggi 85 -
Nilai Terendah 40 -
Dari tabel diatas maka rekapitulasi data awal hasil belajar peserta didik mata
pelajaran Pendidikan Agama Islam Kompetensi Dasar memahami ketentuan Shalat
Berjamaah kelas VII.1 SMP Negeri 1 Jawilan Tahun Pelajaran 2019/2020:

Tabel 1.2

Data awal hasil belajar peserta didik mata pelajaran Pendidikan Agama Islam
Kompetensi Dasar memahami ketentuan Shalat Berjamaah kelas VII.1 SMP Negeri 1
Jawilan Tahun Pelajaran 2019/2020

Data Awal
No Hasil Belajar Keterangan
Jumlah Siswa Persentase
1 Tuntas 14 36,84 % -
2 Belum Tuntas 24 63,16 % -
Jumlah 100 % -

Berdasarkan uraian diatas, terlihat bahwa hasil belajar yang diperoleh peserta didik di

kelas VII.1 pada evaluasi kurang baik, hal ini terlihat dari jumlah peserta didik yang

mendapatkan nilai dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 24 peserta didik

atau 63,16 % dan yang mendapatkan nilai diatas KKM yaitu 14 peserta didik atau 36, 84

% dari jumlah keseluruhan peserta didik. Dengan demikian perlu adanya perubahan

dalam proses pembelajaran salah satunya yaitu dengan penggunaan media audio visual

didalam melakukan proses belajar mengajar sebagai alat penunjang meningkatkan hasil

belajar peserta didik di kelas VII.1.

B. Rumusan Masalah

11
Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka penulis dalam penelitian ini

merumuskan masalah sebagai berikut :

1. Bagaimana penggunaan media audio visual untuk meningkatkan kemampuan

memahami ketentuan shalat berjamaah di SMP Negeri 1 Jawilan?

2. Bagaimana peningkatan kemampuan memahami ketentuan shalat berjamaah

melaui penggunaan media audio visual di SMP Negeri 1 Jawilan Tahun

Pelajaran 2019/2020 ?

12
C. Tujuan Penelitian

Adapaun tujun dari penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui dan mendeskripsikan penggunaan media audio visual untuk

peningkatan kemampuan memahami ketentuan shalat berjamaah di SMP Negeri

1 Jawilan

2. Untuk mengetahui dan mendeskripsikan peningkatan kemampuan memahami

ketentuan shalat berjamaah melaui penggunaan media audio visual di SMP

Negeri 1 Jawilan Tahun Pelajaran 2019/2020

D. Manfaat Penelitian

1. Bagi peserta didik, diharapkan nantinya dapat lebih bersemangat dan termotivasi

untuk mempelajari materi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, dan peserta

didik diharapkan dapat lebih mudah menerima dan memahami materi pada mata

pelajaran Pendidikan Agama Islam, serta peserta didik dapat lebih cepat dan mudah

mencapai Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) serta tujuan

pembelajaran yang telah ditetapkan.

2. Bagi Guru, hasil penelitian ini diharapkan sekurang-kurangnya dapat dijadikan bahan

pertimbangan dalam mengambil keputusan untuk melaksanakan tugas-tugas

kependidikan, baik bagi kepala sekolah maupun bagi guru untuk menyiapkan peserta

didik yang berwawasan luas dan mempersiapkan kegiatan aktivitas belajar yang

terencana dengan baik. Dengan mengambil hasil penelitian sebagai referensi dalam

13
melaksanakan pelayanan pendidikan akan lebih memudahkan mencapai tujuan

pendidikan yaitu dengan output peserta didik yang berwawasan luas dan terbiasa

dengan aktivitas belajar yang baik.

3. Bagi sekolah, penelitian ini diharapkan dapat memberi sumbangan pemikiran dalam

upaya menigkatkan hasil belajar siswa melalui media audio visual pada mata

pelajaran Pendidikan Agama Islam dalam rangka mengembangkan usaha-usaha

untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang diselenggarakan.

4. Bagi penulis, untuk menambah wawasan peneliti mengenai penggunaan media audio
visual dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam

14
BAB II

KAJIAN TEORITIK

A. Kemampuan Memahami Ketentuan Shalat Berjamaah

1. Pengertian Kemampuan memahanmi.

Dalam kamus bahasa Indonesia, kemampuan berasal dari kata mampu

yang berarti kuasa (bisa, sanggup, melakuakan sesuatu, dapat, berada, kaya,

mempunyai harta berlebihan). Kemampuan adalah suatu kesanggupan dalam

menguasai suatu keahlian dan digunakan untuk mengerjakan beragam tugas

dalam suatu pekerjaan. Menurut Nana Sudjana, pemahaman adalah hasil

belajar, misalnya peserta didik dapat menjelaskan dengan susunan kalimatnya

sendiri atas apa yang yang dibacanya atau didengarnya, memberi contoh lain

dari yang telah dicontohkan guru dan menggunakan petunjuk penerapan pada
5
kasus lain.

Dengan kata lain, memahami adalah mengerti tentang sesuatu dan dapat

melihatnya dari berbagai segi. Jadi kemampuan memahami adalah

seseorang atau siswa bisa memahami atau mengerti tentang apa yang telah

dipelajari.

2. Tingkatan-Tingkatan dalam Pemahaman

15
Pemahaman merupakan salah satu patokan kompetensi yang dicapai

setelah siswa melakukan kegiatan belaajar. Dalam proses pembelajaran, setiap

individu memiliki kemampuan yang berbeda- beda dalam memahami apa

yang dipelajari. Ada yang mampu memahami materi secara menyeluruh dan

ada pula yang sama sekali tidak dapat dapat mengambil makna dari apa yang

telah dipelajari, sehingga yang dicapai hanya sebatas mengetahui. Untuk itulah

terdapat tingkatan-tingkatan dalam memahami.

Menurut Daryanto kemampuan pemahaman berdasarkan tingkat

pemahaman dan derajat penyerapan materi dapat dijabarkan kedalam tiga

tingkatan, yaitu:

a. Menerjemahkan (translation)

Pengertian menerjemahkan bisa diartikan sebagai pengalihan

arti dari bahasa yang satu ke dalam bahasa yang lain. Dapat juga dari

konsep abstrak menjadi suatu model simbolik untuk mempermudah

orang mempelajarinya.

b. Menafsirkan (interpretation)

Kemampuan ini lebih luas daripada menerjemahkan, ini adalah

kemampuan untuk mengenal dan memahami. menafsirkan dapat

16
dilakukan dengan cara menghubungkan pengetahuan yang lalu dengan

pengetahuan yang diperoleh berikutnya,

c. . Mengekstrapolasi (extrapolation)

Ekstrapolasi menuntut kemampuan intelektual yang lebih

tinggi karena seseorang dituntut untuk bisa melihat sesuatu dibilik

yang tertulis. Membuat ramalan tentang konsekuensi atau

memperluas persepsi dalam arti waktu, kasus, ataupun

masalahnya.

Berbicara mengenai peningkatan pemahaman, Bloom telah

merumuskannya didalam sebuah teori pendidikan yaitu Taksonomi

Bloom yang mengklasifikasikan tujuan pendidikan kedalam bentuk

domain/ranah/kawasan, yaitu:

1) Cognitive Domain (Ranah Kognitif)

Berisi perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti

pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir. Ranah ini

terbagi dalam beberapa aspek yaitu:

17
o Aspek Pemahaman, mencakup kemampuan untuk
menangkap makna dari bahan yang dipelajari
o Aspek Penerapan, mencakup kemampuan untuk

menerapkan suatu kaidah atau metode bekerja pada

suatu kasus/problem ang konkret dan baru

o Aspek Analisis, mencakup kemampuan untuk merinci suatu

kesatuan kedalam bagian-bagian, sehingga struktur

keseluruhan atau organisasinya dapat dipahami dengan baik

o Aspek Sintesis mencakup kemampuan untuk membentuk

suatu kesatuan atau pola baru

o Aspek Evaluasi, mencakup kemampuan untuk

membentuk suatu pendapat mengenai sesuatu atau

beberapa hal, bersama dengan tanggung jawab pendapat

itu, yang berdasarkan kriteria tertentu

2) Affective Domain (Ranah Afektif)

Berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan

dan emosi, seperti minat, sikap, apersepsi, dan cara

penyesuaian diri. Ranah ini terbagi dalam beberapa aspek yaitu:

o Aspek Penerimaan, mencakup kepekaan akan adanya suatu

perangsang dan kesediaan untuk memperhatikan

18
rangsangan itu, seperti buku pelajaran atau penjelasan yang

diberikan oleh guru.

o Aspek Partisipasi, mencakup kerelaan untuk memperhatikan

secara aktif dan berpartisipasi dalam suatu kegiatan.

o Aspek Penilaian/Penentuan Sikap, mencakup

kemampuan untuk memberikan penilaian terhadap suatu

dan membawa diri sesuai dengan penilaian itu.

o Aspek Organisasi, mencakup kemampun untuk

membentuk suatu sistem nilai sebagai pedoman dan

pegangan dalam kehidupan

o Aspek Pembentukan Pola Hidup, mencakup

kekmampuan untuk menghayati nilai-nilai kehidupan

sedemikian rupa, sehingga menjadi milik pribadi dan

menjadi pegangan nyata dan jelas dalam mengukur

kehidupan sendiri

3) Psychomotor Domain (Ranah Psikomotor)


Berisi perilaku-perilaku yang meneknkan aspek

keterampilan motorik, seperti tulisan tangan, mengetik, berenang,

dan mengoprasionalkan mesin. Ranah ini terbagi dalam beberapa

aspek yaitu:

19
o Aspek Persepsi, mencakup kemampuan untuk mengadakan

diskriminasi yang tepat anatara dua perangsang atau lebih,

berdasarkan pembedaan antara ciri-ciri fisik yang khas pada

masing-masing rangsangan.

o Aspek Kesiapan, mencakup kemampuan untuk menempatkan

dirinya dalam keadaan akan memulai suatu gerakan atau

rangkain gerakan

3. Indikator Pemahaman

Indikator pemahaman mennjukkan bahwa pemahaman mengandung

makna lebih luas atau lebih dalam dari pengetahuan. Dengan pengetahuan,

seseorang belum tentu memahami sesuatu yang dimaksud secara mendalam,

hanya sekedar mengetahui tanpa bisa menangkap makna dan arti dari

sesuatu yang dipelajari. Sedangkan dengan pemahaman, seseorang tidak

hanya bisa menghafal sesuatu yang dipelajari, tetapi juga mempunyai

kemampuan untuk menangkap makna dari sesuatu yang dipelajari juga

mampu memahami konsep dari pelajaran tersebut.

20
Tabel 2.1:

Kategori Hubungan dan Dimensi Proses Kognitif.

Kategori proses kognitif

Contoh

Contoh, menguraikan dengan kata-kata

2.1 Mengartikan

Contoh, memberikan contoh macam-

2.2 Memberikan contoh

Contoh, mengamati atau

menggambarkan kasus kekacauan


2.3 Mengklasifikasi
mental
Contoh, menulis kesimpulanpendek

2.4 Menyimpulkan

Contoh, mengambil kesimpulan dasar-

dasar contoh dari pembelajaran bahasa


2.5 Menduga
asing
2.6 Membandingkan Contoh, membandingkan peristiwa-
peristiwa sejarah dengan situasi sekarang
Contoh, menjelaskan penyebab

4. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti


a. Pengertian Pendidikan Agama Islam

21
Pendidikan Agama Islam menurut Zakiyah Daradjat yang dikutip oleh

Abdul Majid dan Dian Andayani adalah suatu usaha untuk membina dan

mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran Islam

secara menyeluruh. Lalu menghayati tujuan, yang pada akhirnya

dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pandangan

hidup. 4

Dalam kurikulum pendidikan nasional, pendidikan agama Islam (PAI)

merupakan salah satu dari tiga pelajaran yang harus dimasukkan dalam

kurikulum setiap lembaga pendidikan formal di Indonesia. Hal ini karena

kehidupan beragama merupakan salah satu dimensi kehidupan yang sangat

penting pada setiap individu dan warga negara. Melalui pendidikan agama

diharapkan mampu terwujud individu-individu yang berkepribadian utuh

sejalan dengan pandangan hidup bangsa. Maka pendidikan agama Islam

memiliki peran yang sangat berat, bukan hanya mencetak peserta didik pada

satu bentuk, tetapi berupaya untuk menumbuhkembangkan potensi yang ada

pada diri mereka seoptimal mungkin serta mengarahkan agar pengembangan

potensi tersebut sesuai dengan ajaran agama

Islam. 5
4
Abdul Majid dan Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi (Konsep
dan Implementasi Kurikulum 2004), (Bandung : PT Remaja Rosydakarya, 2006), hlm. 130
5
Ahmad Munjih Nasih dan Lilik Nur Kholidah, Metode dan Teknik

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,...., hlm.6

22
5. Ketentuan Shalat Berjamaah

a. Pengertian Shalat Berjamaah


Shalat menurut bahasa adalah doa (Azzam, dkk. 2010: 145).

Sedangkan shalat menurut istilah adalah ibadah yang terdiri dari

perbuatan dan ucapan tertentu yang dimulai dengan takbir dan diakhiri

dengan salam (Hasbiyallah, 2013: 175).

Kata jamaah diambil dari kata al-ijtima’ yang berarti kumpul.

(Abdurraziq, 2007: 66). Jamaah berarti sejumlah orang yang

dikumpulkan oleh satu tujuan (Said, 2008: 19). Menurut Kamus Istilah

Fiqih shalat jamaah adalah shalat yang dikerjakan secara bersama-sama,

salah seorang diantaranya sebagai imam dan yang lainnya sebagai

makmum (Mujieb, dkk, 2002: 318).

b. Ketentuan shalat berjamaah


Dalam Pembelajaran PAIBP kelas 7 terdapat KD. 3.8.1 tentang
memahami ketentuan shalat berjamaah. Adapaun Kompetensi dasar
sebagai berikut :

Tabel. 2.2
Kompetensi Dasar Mata Pelajaran PAIBP kelas 7
Mater
Kompetensi Dasar Pembelajaran
i Pokok

23
1.8 menunaikan salat
· Mengamati dan memberi
wajib berjamaah sebagai · Salat
komentar gambar atau tayangan
implementasi pemahaman rukun berjamaah
yang terkait dengan salat berjamaah
Islam

2.8 menunjukkan  
· Menyimak dan membaca
perilaku demokratis sebagai
penjelasan mengenai tata cara salat
implementasi pelaksanaan salat
berjamaah
berjamaah

3.8 memahami   · Membaca dalil naqli


ketentuan salat berjamaah mengenaisalat berjamaah

4.8 Mempraktikkan   · Mengajukan pertanyaan


salat berjamaah tentang ketentuan salat berjamaah

    · Mengajukan pertanyaan
terkait dengan tata cara pelaksanaan
salat berjamaah

    · Secara berkelompok mencari


data dan informasi tentang dalil
naqli, ketentuan, tata cara, manfaat,
dan halangan salat berjamaah

    · Mendiskusikan dalil naqli,


ketentuan, tata cara, manfaat, dan
halangan salat berjamaah

    · Berlatih mempraktikkan salat


berjamaah

    · Mengolah informasi
mengenai dalil naqli, ketentuan, tata
cara, manfaat, dan halangan salat
berjamaah menjadi paparan yang
menarik

    · Merumuskan prosedur
praktik salat berjamaah

    · Menyajikan paparan
mengenai dalil naqli, ketentuan, tata

24
cara, manfaat, dan halangan salat
berjamaah

    · Mendemonstrasikan praktik
salat berjamaah

    · Menanggapi pertanyaan dalam


diskusi

    · Merumuskan kesimpulan

B. Media Audio Visual

Kata media berasal dari bahasa latin medius yang berarti tengah,

perantara, atau pengantar. Media audiovisual merupakan media yang yang

memiliki sifat multi yaitu suara dan dapat diindra dengan mata seperti film,

video, dan lain-lain. Media audiovisual ini juga dapat digunakan untuk

berbagai macam kepentingan pembelajaran baik kognitif, afektif maupun

psikomotorik. Sifat audio yang multi ini memudahkan siswa untuk memahami

suatau materi tertentu. Namun demikian, adanaya media audiovisual ini bukan

berarti meniadakan peran guru dalam pembelajaran. Karena harus diingat bahwa

media pembelajaran hanya bersifat alat yang membantu proses pembelajaran.6

Media berbasis visual (image atau perumpamaan) memegang perang

yang sangat pentingadalam proses belajar. Media visual dapat memperlancar

6
Purbo Hendri Waseso. 2016. Perencanaan Sistim Pembelajaran. Wonosobo.

Diandra Pustaka Indonesia hal. 193

25
pemahaman (misalnya melalui elaborasi struktur dan organisai) dan memperkuat

ingatan. Bentuk vissual bisa berupa (1) gambar representasi seperti gambar,

lukisan atau foto yang menunjukan bagaimana tampaknya sesuatu benda; (2)

diagram yang melukiskan hubungan-hubungan konsep, organisasi, dan struktur isi

materia; (3) peta yang menunjukan hubungan-hubungan ruang antara unsur-unsur

dalam isi materi; (4) grafik seperti tabel, grafik, dan chart (bagan) yang menyajikan

gambaran/kecenderungan data atau antarhubungan seperangkat gambar atau

angka-angka (Arsyad, 2011: 91-92). 7

C. Kajian Hasil Penelitian Sebelumnya

1. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) oleh NUR HIDAYATI dengan judul

“PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN ILMU

PENGETAHUAN ALAM POKOK BAHASAN DAUR AIR MENGGUNAKAN MEDIA

AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS V SEMESTER II MI MA’ARIF NU

SANGUWATANG TAHUN PELAJARAN 2015” dengan hasil Penelitian sebagai

berikut : penerapan media pembelajaran audio visual terbukti dapat

meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran IPA materi daur air kelas V

semester II di MI Ma’arif NU Sanguwatang. Hal ini dapat dilihat pada tabel pra

siklus sampai siklus II menunjukan peningkatan yang cukup signifikan, yaitu dari

10 siswa (41,66%) menjadi 21 siswa (87,50%). Nilai rata-rata juga meningkat dari

7
Arsyad, Azhar. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada hal. 91-92

26
61,67 menjadi 76,67. Berdasarkan penelitian ini hendaknya guru mampu

memilih media pembelajaran yang sesuai sehingga siswa dapat termotivasi

untuk belajar.Dalam hal ini, guru dapat menggunakan media audio visual dalam

pembelajarannya.

2. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) oleh : INDHA NURUL FAUZIAH GANI tentang

“PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR

SISWA DALAM MATA PELAJARAN MEMBIAKAN TANAMAN DENGAN BIJI

JURUSAN AGRIBISNIS PEMBIBITAN DAN KULTUR JARINGAN KELAS X DI SMK

NEGERI 4 JENEPONTO” Dengan Hasil penelitian menunjukkan penggunaan

media audiovisual peserta didik lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran

karena media audiovisual memiliki daya tarik seperti objek atau gambar nyata

yang bias dilihat serta dapat didengar. Selanjutnya model pembelajaran

audiovisual memberikan kontribusi yang sangat siknifikan dengan demikian

dalam peningkatan keaktifan, hasil pembelajaran dan hasil belajar peserta didik,

hal ini menunjukkan media pembelajaran audiovisual dapat digunakan dalam

kegiatan pembelajaran peserta didik dalam pencapaiyan target kriteria

ketuntasan minimal

D. Kerangka Berpikir

kerangka berpikir adalah suatu diagram yang menjelaskan secara garis besar

alur logika berjalannya sebuah penelitian. Kerangka pemikiran dibuat berdasarkan

27
pertanyaan penelitian (research question), dan merepresentasikan suatu himpunan

dari beberapa konsep serta hubungan diantara konsep-konsep tersebut. Untuk

kerangka berpikir pada penelitian adalag sebagai berikut :

BELAJAR 1. kurangnya Pemahaman


MENGAJAR
peserta didik dalam
MASIH
KONDISI AWAL mempelajari Pendidikan
BERPUSAT
PADA GURU Agama Islam
(PRA SIKLUS) (Tidak 2. hasil belajar Pendidikan
menggunakan Agama Islam peseta didik di SMP
Media Negeri 1 Jawilan masih rendah
Pembelajaran)

SIKLUS I SIKLUS II
TINDAKAN
penggunaan penggunaan
media audio media audio
visual. visual.

KEMAMPUAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATERI KETENTUAN SHALAT BERJAMAAH


KELAS VII.1 DI SMP NEGERI 1 JAWILAN TAHUN PELAJARAN 2019/2020 MENINGKAT.

Gambar 2.1
Kerangka Berpikir Peningkatan Kemampuan Pemahaman siswa pada materi
ketentuan Shalat berjamaah

28
E. Hipotesis Tindakan

Peneliti berasumsi bahwa Media audio visual dapat meningkatkan hasil

belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada Kompetensi Dasar

Memahami Ketentuan Shalat Berjamaah kelas VII.1 di SMP Negeri 1 Jawilan Tahun

Pelajaran 2019/2020

29
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Seting Penelitian

1. Tempat dan Subjek Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Jawilan, yang terletak di

kecamatan Jawilan Kabupaten Serang Provinsi Banten. Subjek penelitian ini

adalah siswa kelas VII.1 yang terdiri dari 38 siswa.Siswa terdiri dari 16 siswa

perempuan dan 22 siswa laki-laki.

2. Waktu Penelitian

Waktu Penelitian di laksanakan pada tahun pelajaran 2019/2020 semseter

genap tepatnya pada bulan April 2020 sampai dengan Mei 2020.

B. Desain Penelitian

Menurut Kardiawarman dalam Paizaluddin (2014: 6), “penelitian tindakan

kelas adalah penelitian yang dilakukan pada sebuah kelas untuk mengetahui akibat

tindakan yang diterapkan pada suatu subjek penelitian di kelas tersebut”. Menurut

Mulyasa (2011: 11), “penelitian tindakan kelas merupakan suatu upaya untuk

mencermati kegiatan belajar sekelompok peserta didik dengan memberikan sebuah

tindakan (treatment) yang sengaja dimunculkan”. Sedangkan menurut Arikunto

(2008: 16), penelitian tindakan kelas mempunyai 4 tahapan yaitu perencanaan,

30
tindakan, observasi dan refleksi.Tahap tindakan dan observasi dalam penelitian ini

dilakukan dalam satu waktu.Sesudah suatu siklus selesai diimplementasikan,

khususnya sesudah adanya refleksi, kemudian diikuti dengan adanya perencanaan

ulang yang dilaksanakan dalam bentuk siklus tersendiri.Prosedur pelaksanaan PTK

dapat digambarkan sebagai berikut

31
Gambar 2
Alur Penelitian Tindakan Kelas

Dalam Penelitian Tindakan Kelas ini penulis merencanakan untuk

melaksanakan 2 siklus, dimana dalam setiap siklus terdapat empat langkah yaitu

perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan atau observasi, dan refleksi.

32
1. SIKLUS I :

Siklus pertama dalam PTK ini terdiri dari perencanaan, pelaksanaan,

pengamatan dan refleksi sebagai berikut :

a) Tahap Perencanaan (Planning)

Dalam tahap ini peneliti menjelaskan bagaimana tindakan tersebut

dilakukan.

Adapun tahap ini meliputi :

1) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang menggunakan

media audio visual

2) Mempersiapkan materi Pendidikan Agama Islam yang akan diajarkan

kepada peserta didik dengan menggunakan media audio visual

3) Membuat lembar observasi untuk mengetahui frekuensi hasil belajar

peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.

4) Membuat soal tes akhir yang berbentuk pilihan ganda.

a) Tahap Pelaksanaan (Acting)

33
Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap ini adalah melakukan kegiatan

pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran audio visual. Prosesnya

mengikuti urutan kegiatan sebagai berikut , yaitu :

1) Pembukaan , terdiri dari apersepsi dan motivasi

2) Kegiatan inti, terdiri dari proses pembelajaran dengan menggunakan media

audio visual

3) Kegiatan penutup , yakni membuat kesimpulan.

Adapun urutannya adalah :

1. Apersepsi dan motivasi

a) Guru mengajak peserta didik membaca doa sebelum memulai pelajaran

b) Guru mengucapkan salam pembuka

c) Guru memberikan pertanyaan mengenai materi yang telah diajarkan pada

minggu lalu

d) Selanjutnya guru memotivasi peserta didik dengan memberikan pertanyaan-

pertanyaan yang akan diajarkan, setelah itu guru menyampaikan tujuan dan

manfaat materi Pendidikan Agama Islam yang akan diajarkan.

2. Kegiatan Inti

a) Guru menjelaskan secara umum materi tentang Kerja Keras, Tekun, Ulet,

dan Teliti

b) Guru menjelaskan urutan kegiatan pembelajaran malalui media audio visual

c) Guru mempersiapkan pembelajaran melalui media audio visual

34
d) Guru memerintahkan peserta didik untuk memperhatikan materi tentang

Kerja Keras, Tekun, Ulet, dan Teliti dengan menggunakan media Audio

Visual

e) Guru memerintahkan peserta didik untuk mencatat hal-hal yang di anggap

penting dalam materi Kerja Keras, Tekun, Ulet, dan Teliti melalui media

audio visual

f) Guru bertanya jawab dengan peserta didik tentang materi Kerja Keras,

Tekun, Ulet, dan Teliti

g) Guru memberikan bimbingan kepada peserta didik yang kesulitan dalam

menerima pelajaran

h) Guru melakukan penguatan tentang materi Kerja Keras, Tekun, Ulet, dan

Teliti

3. Penutup

a) Pada tahap penutup ini guru bersama peserta didik menyimpulkan materi

tentang Kerja Keras, Tekun, Ulet, dan Teliti

b) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari materi selanjutnya

4. Tahap Pengamatan (Observing)

Pada tahapan observasi ini dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan

tindakan. Pengamatan dilakukan terhadap pendidik dan peserta didik dalam proses

pembelajaran dengan menggunakan media audio visual yang berpedoman pada

lembar observasi. Hasil pengamatan yang didapat digunakan untuk memperbaiki

35
proses pembelajaran dari implementasi tindakan yang dirancang pada siklus

berikutnya.

5. Refleksi (Reflecting)

Pada tahapan ini, refleksi merupakan tindakan-tindakan yang dilakukan

pendidik mengenai proses pembelajaran yang telah dilakukan oleh pendidik. Refleksi

dilakukan pendidik atau observer untuk perbaikan siklus berikutnya.

2. SIKLUS II

a. Rencana

Berdasarkan hasil refleksi pada siklus pertama, peneliti membuat RPP

sesuai dengan SKKD dalam Kompetensi Inti (KI)

b. Tindakan

Peneliti melaksanakan pembelajaran berdasarkan RPP yang

dikembangkan dari hasil refleksi siklus pertama.

c. Observasi

Peneliti mengadakan observasi terhadap proses pembelajaran dan

pembentukan kompetensi peserta didik.

d. Refleksi

Peneliti melakukan refleksi terhadap pelaksanaan siklus kedua dan

menganalisis serta membuat kesimpulan atas pelaksanaan pembelajaran yang

telah direncanakan.

C. Metode Pengumpulan Data

36
Untuk mendapatkan Data dan informasi yang penulis perlukan dalam penelitian

ini, maka penulis menggunakan beberapa metode antara lain:

a. Metode Observasi

Observasi adalah Pengamatan langsung terhadap fenomena-

fenomena obyek yang di teliti secara obyektif dan hasilnya akan di catat secara

sistematis agar diperoleh gambaran yang lebih kongkret Sebagaimana yang

telah di kemukakan oleh Sutrisno Hadi “Observasi biasa di artikan sebagai

pengamat dan pencatatan dengan sistematik fenomena-fenomena yang di

selidiki”. Berdasarkan pendapat diatas dapat di pahami bahwa Observasing

merupakan metode pengumpulan dengan cara mengamati secara langsung

peristiwa keadaan yang menjadi objek penelitian.

b. Metode Interview

Interview adalah “teknik pengumpulan data dengan mengajukan

pertanyaan langsung oleh pewawancara kepada responden, dan jawaban-

jawaban responden dicatat atau direkam.”8

Berdasarkan pendapat diatas dapat dipahami bahwa interview merupakan

salah satu alat untuk memperoleh informasi dengan jalan mengadakan komunikasi

langsung antara dua orang atau lebih, yang dilakukan secara lisan. Apabila dilihat

dari sifat atau teknik pelaksanaannya, maka interview dapat dibagi atas tiga :

1) Interview terpimpin adalah wawancara yang menggunakan pokok-pokok

masalah yag diteliti.

8
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis, Rineka Cipta, Jakarta,
1998, hal. 226

37
2) Interview tak terpimpin (bebas) adalah proses wawancara dimana interview

tidak sengaja mengarahkan Tanya jawab pada pokok-pokok dari focus penelitian

dan interview.

3) Interview bebas terpimpin adalah kombinasi keduanya, pewawancara hanya

membuat pokok-pokok masalah yang akan diteliti, selanjutnya dalam proses

wawancara berlangsung mengikuti situasi.

Dalam penelitian ini digunakan interview bebas terpimpin yaitu

pewawancara hanya membuat pokok-pokok masalah yang akan

diteliti,selanjutnya dalam proses wawancara berlangsung mengikuti situasi.

Metode ini penulis gunakan untuk mewawancarai langsung guru fiqih dan

peserta didik terhadap penggunaan media audio visual dalam melakukan proses

belajar mengajar dikelas VII.1 di SMP Negeri 1 Jawilan Kabupaten Serang

Provinsi Banten.

c. Metode Tes

Metode tes adalah sejumlah pertanyaan yang disampaikan pada seorang

atau sejumlah orang untuk mengungkapkan keadaan atau tingkat perkembangan

salah satu atau beberapa aspek psikologis didalam diri seseorang. Aspek

psikologis itu dapat berupa prestasi atau hasil belajar, kecerdasan, minat, bakat,

dll. Tes sebagai instrument sangat lazim digunakan dalam penelitian tindakan

38
kelas. Hal ini disebabkan dalam PTK pada umumnya salah satu yang diukur

adalah hasil belajar.

Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes berbentuk pilihan

ganda. Tes dilakukan sebelum pelaksanaan tindakan (pretest) dan sesudah

pelaksanaan tindakan (post test), baik pada siklus I maupun siklus II dengan

tujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik.

d. Metode Dokumentasi

Menurut Suharsimi Arikunto, dokumentasi adalah “mencari data mengenai

hal-hal atau variable yang berupa catatan, transkip, buku, surat, majalah,

prasasti, notulen rapat, legger, agenda dan sebagainya.” 9

Berdasarkan pendapat diatas dapat dipahami bahwa dokumentasi salah

satu cara untuk menghimpun data mengenai hal-hal tertentu, melalui catatan,

dokumen yang disusun oleh suatu instansi atau organisasi-organisasi tertentu.

Metode ini penulis gunakan sebagai pengumpul data tentang keadaan

peserta didik, keadaan guru, keadaan sarana dan prasarana yang ada di SMP

Negeri 1 Jawilan Kabupaten Serang Provinsi Banten.

1. Jenis Data

9
Suharsimi Arikunto, Op. Cit, hal. 236

39
Iskandar Dadang dan Narsim (2015: hlm.52) menyatakan perlu diperhatikan

bahwa penelitian tindakan kelas memiliki dua jenis data yaitu:

a) Data Kualitatif

Data Kualitatif berisi kalimat penjelasan yang diambil dari hasil

observasi peneliti pada siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung

dan hasil pengamatan observer pada kegiatan pembelajaran yang

dilakukan peneliti dianalisis dengan deskripsi persentase dan

dikelompokkan berdasarkan kategori.

b) Data Kuantitatif

Data Kuantitatif berupa angka-angka yang diambil dari hasil evaluasi

setelah diadakan pembelajaran diolah dengan menggunakan teknik deskriptif

persentase. Nilai dianalisi berdasarkan pencapaian siswa yakni nilai tertinggi,

terendah, jumlah, rerata kelas, dan ketuntasan.

Adapun jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa

pengamatan atau observasi pelaksanaan pembelajaran, angket, lembar wawancara,

dan hasil, serta foto kegiatan pembealajaran. Jadi untuk penelitian ini peniliti

menggunakan jenis data kualitif.

2. Sumber Data

40
sumber data, artinya dari mana data penelitian data diperoleh. 10 Yang

menjadi subjek dalam penelitian ini adalah :

a) Guru Pendidikan Agama Islam kelas VII 1 di SMP Negeri 1 Jawilan

Kabupaten Serang Banten.

b) Perserta didik kelas VII 1 di SMP Negeri 1 Jawilan Kabupaten Serang

Banten..

Sedangkan objek yang menjadi pokok permasalah dalam penelitian tindakan

kelas ini adalah pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam

meningkatkan hasil belajar siswa melalui penggunaan media audio visual pada

kelas VII 1 di Negeri 1 Jawilan Kabupaten Serang Banten..

3. Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain sebagai

berikut:

a. Catatan Lapangan (Field Note)

10
Suharsimi Arikunto,Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Rineka Cipta, Jakarta,
2010, hal.172

41
Catatan lapangan digunakan untuk mencatat segala peristiwa selama

proses penelitian berlangsung sehubungan dengan tindakan yang

dilakukan oleh guru maupun siswa. Hal ini dikarenakan berbagai aspek

pembelajaran di kelas, suasana kelas, pengelolaan kelas, hubungan

interaksi guru dengan siswa, suasana sekolah, dan kegiatan lain yang

dapat diketahui dari catatan lapangan.

b. Lembar observasi

Lembar observasi merupakan catatan yang menggambarkan tingkat

aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dan melakukan pencatatan

mengenai kegiatan guru dan siswa selama dalam pembelajaran. Adapun

kisi lembar observasi kegiatan guru dan aktivitas belajar siswa dalam

pembelajaran dapat dilihat pada tabel 1. dan tabel 2. berikut

42
Tabel. 3.1

Kisi-kisi Lembar Observasi Guru dalam Pembelajaran dengan


menggunakan media audio visual

Aspek yang No Item

43
Tahap-tahap 1. Persiapan

implementas a. Membuka pembelajaran 1

i model
b. Menyampaikan tujuan 2
pembelajara
pembelajaran c. Memberikan motivasi
3
n dengan
pada siswa
menggunaka 4
d. Apersepsi
n Audio

Visual 2. Pelaksanaan
5
a. Pembagian kelompok.
6
b. Penyampaian materi pelajaran
7
c. Memberi kesempatan siswa untuk
8, 9
bertanya d. Membagikan LKS dan

membimbing

diskusi. 10

e. Memberi kesempatan kepada siswa

untuk menyampaikan hasil diskusi.


11

f. Melakukan penilaian berdasarkan

hasil kerja kelompok dan individu.

Tabel.3.2

44
Kisi-kisi Observasi Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran dengan
Menggunakan Media Audio Visual

Aspek yang

45
Aktivitas 1. Visual activity 1

Belajar Siswa membaca materi yang akan


dipelajari, siswa mengamati gambar, dan
Siswa
siswa mengamati demonstrasi

2. Oral activity

Siswa berdiskusi dengan teman, siswa


2, 3
bertanya pada guru atau guru, siswa
mengeluarkan pendapat, siswa
memberikan saran, siswa memberikan
pernyataan, dan melakukan wawancara

3. Listening activity

Siswa menyimak penjelasan dari guru,


mendengarkan percakapan
4

4. Writing activity

Siswa membuat catatan tentang materi


pelajaran, menulis laporan, membuat
karangan
5
5. Mental activity

Siswa menanggapi pendapat teman atau


guru, siswa mengerjakan tes dengan
kemampuan

sendiri, siswa mengingat materi pelajaran, 6, 7

c. Hasil Tes Siswa

46
Tes digunakan dalam pengukuran hasil belajar siswa sebagai tindak

lanjut dalam proses pembelajaran yang telah dilakukan. Tes dilakukan

pada tiap akhir siklus untuk mengetahui tingkat efektivitas

pembelajaran. Kisi-kisi soal tes dalam pembelajaran dapat dilihat pada

tabel 3. sebagai berikut:

Tabel 3.3.

Kisi-kisi Instrumen Kemampuan Memahami siklus 1 dan 2

Ranah
Nomor
Materi Pokok Kompetensi Dasar Indikator Kogniti
Soal
f

 Peserta didik dapat menyebutkan 1 C1


jumlah minimal makmun dalam
sholat jamaah.
 Disajikan sebuah hadits, peserta
didik dapat mengidentifikasi
makna yang terkandung dalam
hadits tersebut.
 Disajikan sebuah narasi tentang C1
halangan melaksanakan sholat 2
berjamaah, peserta didik dapat
menentukan persoalan yang
3.8 Memahami ditanyakan.
ketentuan salat  Disajikan sebuah narasi tentang
Shalat berjamaah berjamaah. shaf dalam berjamaah, siswa dapat
mengidentifikasi persoalan yang
. disajikan sehingga mampu
memberikan solusi yang benar. C2
 Peserta didik dapat memahami
ketentuan tentang bacaan jahr
3
dalam sholat berjamaah.
 Disajikan beberapa beberapa
ketentuan tentang syarat seorang
imam, peserta didik dapat
menunjukkan persyaratan yang
benar.
 Peserta didik dapat menyebutkan
pengertian yang tepat tentang C1
makmum masbuk.

47
 Peserta didik dapat menyebutkan
hukum melakukan shalat
berjamaah.
 Disajikan narasi tentang
persyaratan menjadi imam, 4
peserta didik dapat menjelaskan C1
syarat-syarat tersebut.

C3

6 C1

C1

7,8

9, 10

4. Teknik Analisis Data

Setelah peneliti memperoleh data melalui teknik pengumpulan data dari

objek penelitian, maka selanjutnya peneliti menganalisis data. Data yang

diperoleh dari tindakan yang dilakukan dianalisis untuk memastikan bahwa

48
dengan melalui media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada

mata Pelajaran PAIBP kelas VII.1 di SMPN 1 JAwilan

Menganalisis data sangat diperlukan dalam penelitian ini agar

memperoleh hasil penelitian yang dapat digunakan sebagai hasil penelitian.

Sebagaimana pendapat berikut ini :

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun sistematis data yang

diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, data dokumentasi, dengan

cara mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit,

melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan

yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh

diri sendiri maupun orang lain.11

D. Indikator Keberhasilan

Pada penelitian tindakan kelas (PTK) ini, indikator keberhasilan penelitian

yang peneliti tetapkan adalah apabila jumlah peserta didik yang telah berhasil

mencapai KKM yaitu mencapai skor 80 berjumlah 80% dari 38 peserta didik.

Dengan demikian maka target yang peneliti tetapkan, peserta didik yang tuntas

sebanyak 30 peserta didik dari 38 peserta didik. Apabila siklus pertama dan kedua,

jumlah peserta didik yang mencapai KKM belum mencapai 80% maka akan

dilanjutkan kedalam silkus selanjutnya.

E. Jadwal Penelitian

11
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D,
Alfabeta, Bandung, 2011, hal.247

49
Penelitian Tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran

2019/2020 dengana rencana pelaksanaan sebagai berikut:

NO PEKAN KE BULAN JENIS KEGIATAN KETERANGAN

1. III Maret Rapat koordinasi dengan observer dan


2020 menyusunan proposal

Penyusunan perangkat penelitian

2. I April 2020

Penelitian siklus I

April 2020

3. II April 2020 Analisis Data dan Refleksi Siklus I

April 2020 Penelitian Siklus II


4. III
April 2020

April 2020 Analisis data dan refleksi siklus II


5. III
Analisis menyeluruh semua siklus

Mei 2020
6. IV
Penyusunan laporan

Mei 2020
7. IV

IV Juni 2020 Seminar di MGMP PAIBP Sub Rayon 04


Kab. Serang*)

8. IV

9.

DAFTAR PUSTAKA

50
Abdullah, M Yatimin. 2007. Studi Akhlak dalam Perspektif Al-Qur’an.
Jakarta: Amzah.
Ari Kunta, Suharsimi, Suharjono dan Supardi. 2006, Penelitian
Tindakan Kelas. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Azmi, Muhammad. 2006. Pembinaan Akhlak Anak Usia Pra


Sekolah. Yogyakarta: Belukar.

Djamarah, Saiful Bahri. 2005. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi
Edukatif. Jakarta: PT Rineka Cipta

Hamalik, Oemar. 2005. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara.

Huda, Miftakhul. 2016. Model-Model Pengajaran dan


Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Muhammad, Abu Ismail. 2009. Terjemah lengkap Darratun nashin.


Surabaya: Pustaka Adil.

Mulyasa, E. 2009. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan


Pendidikan Kemandirian Guru Dan Kepala Sekolah. Jakarta: Bumi
Aksara.

Nidawati. 2013. Belajar dalam Prespektif Psikologi dan Agama.


Jurnal Pionir Volume 1.

Purbo Hendri Waseso. 2016. Perencanaan Sistim Pembelajaran.


Wonosobo. Diandra Pustaka Indonesia.

51
LEMBAR TUGAS MENYUSUN INSTRUMEN PENEITIAN

Buatlah instrument penelitian untuk penelitian yang sudah Anda rancang dengan
cara membaca tutorial dan mengisi/membuat komponen-komponen berikut.

1. Nama peserta: MAHBUB JUNAEDI, S.Ag


2. Tempat Tugas: SMPN 1 JAWILAN KAB. SERANG BANTEN
3. Judul Penelitian:
“MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI
KETENTUAN SHALAT BERJAMAAH MELALUI
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA
KELAS VII.1 SMP NEGERI 1 JAWILAN TAHUN
PELAJARAN 2019/2020.”
4. Variabel penelitian:
a. Variabel hasil:
- KEMAMPUAN MEMAHAMI KETENTUAN SHALAT BERJAMAAH
b. Variabel Tindakan:
- MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL
5. Tabel Identifikasi Instrumen:

Data Teknik Instrumen


Variabel Indikator No. item
Siswa Tes Lembar
Siswa dapat Memahami
Tertulis Penilaian 2, 3, 4, 6
dan mengidentifikasi
Kemapuan
memahami Siswa Tes Lembar
Siswa Dapat
ketentuan Tertulis Penilaian 9,10
Menjelaskan
shalat
berjamaah Siswa Tes Lembar
Siswa Dapat
Tertulis Penilaian 1, 5, 7, 8
Menyebutkan
Media Menyiapkan Media Guru Observasi Lembar 1,2,3
Audio Pembelajaran Pengamatan
Visual
Observasi Observasi Lembar
Media Audio Visual
Pengamatan 4,5
yang digunakan
Cara Penggunaan Observasi Observasi Lembar
Media Audio Visual Pengamatan 6,7,8,9,10
dalam Pembelajaran
6. Kisi-kisi dan instrument
a. Catatan Lapangan
1) Kisi-kisi

No.
Aspek Hal Yang diamati
item
Pembukaan 1,2
Pendahuluan
Apesepsi 3
Literasi 4,5
Critical Thinking 6,7
Kegiatan Inti Collaboration (Kerja Sama) 8,9
Communication (Komunikasi) 10
Creativity (Kreativitas) 11,12
Kesimpulan 13,14
Penutup
Refleksi 15

2) Instrumen

CATATAN LAPANGAN

Siklus :I
Hari/tanggal : ……..
Kelas/semester : VII.1

Catatan Lapangan:

Serang, ……………….
OBSERVER PENELITI

……………………………….. MAHBUB JUNAEDI, S.Ag


NIP. NIP. 197201102005011007

54
b. Wawancara
1) Kisi-kisi

Variabel Fokus Wawancara No. item

Keadaan Pembelajara 1,2


Hasil Belajar Siswa
Pemahaman Siswa 4,5,7,8,10
Persiapan 3
Media Audio Visual
Penggunaan 6,9

2) Instrumen

WAWANCARA

(Tentang respon Pengunaan Media Pembelajaran Audio Visual )


Hari/Tanggal : ……………………….
Tempat wawancara : ……………………….
Waktu wawancara : ………………………..

1. Bagaimana pendapat kamu terhadap pembelajaran yang anda ikuti?


2. Apakah kamu merasa senang terhadap Pembelajaran dengan menggunakan
Media Audio Visual?
3. Apa manfaat bagi kamu jika guru menggunakan Media Audio Visual?
4. Apakah kamu mengerti dan memahami materi yang anda pelajari tadi?
5. Apakah kamu merasa terjadinya peningkatan pemahaman anda dalam materi
ketentuan Shalat Berjamaah?
6. Apakah sudah tepat penggunaan Media Audio Visual untuk meningkatkan
pemahaman terhadap materi ketentuan Shalat berjamaan?
7. Bagaimana cara guru yang tepat untuk meningkatkan pemahaman kamu?
8. Apakah kamu sudah berusaha memahami materi ketentuan Shalat berjamaah?
9. Apa saran kamu terhadap penerapan menggunakan Media Audio Visual
dalam materi Ketentuan Shalat Berjamaah?
10. Bagaimana pendapat kamu mengenai cara guru menerangkan materi
ketentuan Shalat Berjamaah?

55
c. Soal
1) Kisi-kisi

Ranah
Nomor
Materi Pokok Kompetensi Dasar Indikator
Soal
Kogniti
f

 Peserta didik dapat menyebutkan 1 C1


jumlah minimal makmun dalam
sholat jamaah.
 Disajikan sebuah hadits, peserta
didik dapat mengidentifikasi 2
C1
makna yang terkandung dalam
hadits tersebut.
 Disajikan sebuah narasi tentang
halangan melaksanakan sholat 3
berjamaah, peserta didik dapat C1
menentukan persoalan yang
ditanyakan.
 Disajikan sebuah narasi tentang
shaf dalam berjamaah, siswa dapat 4 C1
mengidentifikasi persoalan yang
disajikan sehingga mampu
memberikan solusi yang benar.
 Peserta didik dapat memahami
3.8 Memahami
ketentuan tentang bacaan jahr
ketentuan salat
Shalat berjamaah dalam sholat berjamaah. 5 C1
berjamaah.
 Disajikan beberapa beberapa
. ketentuan tentang syarat seorang
imam, peserta didik dapat
menunjukkan persyaratan yang 6
benar. C3
 Peserta didik dapat menyebutkan
pengertian yang tepat tentang
makmum masbuk.
 Peserta didik dapat menyebutkan C1
hukum melakukan shalat 7,8
berjamaah.
 Disajikan narasi tentang
persyaratan menjadi imam, C1
9,
peserta didik dapat menjelaskan
syarat-syarat tersebut. 10 C1

2) Instrumen

56
Soal Test Siklus …

Nama Sekolah : ……………………………………….


Tanggal : ……………………………………….
Nama : ……………………………………….
Kelas : ……………………………………….

Jawablah Pertanyaan di bawah ini Dengan benar !

1. Shalat fardlu lebih utama jika dikerjakan secara berjamaah. Untuk


makmum dalam shalat berjamaah paling sedikit berjumlah … orang

2. Perhatikan hadits dari Ibnu Umar berikut :

Berdasarkan hadits tersebut, pahala shalat berjamaah dibanding sholat sendiri


adalah …

3. Hal-hal yang menjadi alasan diperbolehkan seorang muslim tidak sholat


berjamaah adalah …
4. Cermati uraian berikut :
Dalam pelaksanaan sholat berjamaah, ada imam dan makmum.
Makmumnya terdiri dari : (1) sejumlah bapak-bapak, sejumlah ibu-ibu,
ada anak-anak laki-laki, dan anak-anak perempuan. Shaf/barisan yang
benar untuk anak-anak perempuan adalah …
5. Dalam melaksanakan shalat berjamaah, imam membaca surat dengan
suara keras (jahr) untuk waktu sholat …
6. Perhatikan hal-hal berikut ini :
1) Fasih bacaan al-Qur'an
2) Berakal sehat
3) Ballig
4) Sudah mempunyai anak
5) Pejabat tinggi
Yang menjadi syarat seorang imam sholat berjamaah adalah nomor …
7. Makmum masbuk adalah …
8. Hukum melakukan shalat berjamaah adalah ...
9. Pada saat akan melaksanakan sholat berjamaah, yang lebih utama menjadi
imam adalah …
10. Apa yang dilakukan oleh makmum ketika salah membaca atau salah
dalam gerakan shalat…..

57
d. Rubrik Penilaian Pengetahuan
1) Instrumen

Jumlah benar x 10

58
BIODATA PENELITI

NAMA : MAHBUB JUNAEDI,S.Ag


NIP : 197201102005011007
PANGKAT/GOL: PEMBINA / IV/a
NUPTK : 444275065220002
NRG : 131272221222
INSTANSI : SMP NEGERI 1 JAWILAN
KAB. SERANG – BANTEN

59