Anda di halaman 1dari 31

BAHAN AJAR

PENGETAHUAN DASAR GEOGRAFI

MATA PELAJARAN : GEOGRAFI


KELAS/SEMESTER : X / GANJIL
PEMINATAN : IPS
PENYUSUN : ERMAITA, S.Pd

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI SUMATERA BARAT


SMA NEGERI 8 PADANG
2019
A. Identitas
Satuan Pendidikan : SMAN 8 Padang
Mata Pelajaran : Geografi
Kelas / Semester : X/ Ganjil
Materi Pokok : Pengetahuan Dasar Geografi
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit

B. Kompetensi Inti
KI-1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI-2 : Menunjukkan perilaku jujur, disipilin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja
sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI-3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI-4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak
secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan

C. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


KOMPETENSI DASAR
3.1 Memahami pengetahuan dasar geografi dan 4.1 Menyajikan contoh penerapan
terapannya dalam kehidupan sehari-hari pengetahuan dasar geografi pada kehidupan
sehari-hari dalam bentuk tulisan
IPK IPK
3.1.1 Mengidentifikasi ruang lingkup 4.1.1 Membuat artikel tentang ruang
pengetahuan geografi lingkup pengetahuan geografi yang
3.1.2 Menganalisis perbedaan objek studi berada disekitarnya
dan aspek geografi 4.1.2 Membuat artikel beserta foto
3.1.3 Mengidentifikasi konsep esensial berkaitan objek studi dan aspek
geografi dan contoh terapannya geografi
3.1.4 Mengidentifikasi prinsip geografi 4.1.3 Merangkum tentang konsep
dan contoh terapannya esensial geografi dan contoh
3.1.5 Mengidentifikasi pendekatan terapannya
geografi dan contoh terapannya 4.1.4 Merangkum prinsip geografi dan
3.1.6 Mendiskusikan keterampilan contoh terapannya
geografi 4.1.5 Membuat analisis permasalahan
yang dipecahkan melalui
pendekatan geografi
4.1.6 Menganimasikan keterampilan
geografi melalui video, foto atau
gambar
Pertemuan 1
Indikator : 3.1.1 Mengidentifikasi ruang lingkup pengetahuan geografi

1. Sejarah dan Tokoh-Tokoh Geografi

Istilah geografi pertama sekali diperkenalkan oleh Erastosthenes (276–104 SM) dalam
bukunya Geographika. Geografi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata geo berarti
‘bumi’ dan graphein yang berarti ‘tulisan’. Jadi, geografi berarti ’tulisan tentang bumi’,
sehingga geografi sering disebut sebagai ilmu bumi. Padahal, geografi tidak hanya
mempelajari tentang permukaan bumi, tetapi juga mempelajari benda-benda di luar bumi dan
di ruang angkasa. Dengan demikian, pengertian geografi dapat didefinisikan menjadi lebih
luas yang dapat mengakumulasi semua hal di atas, mulai dari geografi klasik, geografi abad
pertengahan, geografi modern, sampai dengan perkembangan geografi di abad ini.

Sejarah dan perkembangan ilmu geografi dapat dikelompokkan dalam empat bagian
yaitu; (1) geografi klasik (Yunani dan Romawi), (2) geografi abad pertengahan (Arab dan
Eropa), (3) geografi modern, dan (4) geografi di abad ke 20.

a. Geografi Klasil (Yunani dan Romawi)

Pengetahuan geografi sudah ada sejak zaman Yunani Kuno, yang mana telah ada
usaha untuk menguraikan hal-ihwal Negeri termasuk watak dan tabiat penduduknya. Pada
zaman ini fenomena geografis masih menggunakan anggapan belaka dan mitos, kurang
menggunakan akal sehat. Kondisi ini berlangsung lama, sampai abad ke 6 SM. Beberapa
pemikir atau tokoh yang hidup di zaman ini antara lain:

1) Herodutus (485-428 SM) Ahli filsafat dan sejarah Yunani.


Herodutus dikenal sebagai Bapak ilmu sejarah, tetapi sesungguhnya ia juga
“Bapak Geografi”. Ia pertama kali menguraikan seluk-beluk keadaan tempat-tempat
(dinamakan topografi) dan menerangkan mengapa halnya demikian. Ia
mengemukakan bahwa interaksi manusia dan alam sangat erat salaing tak
terpisahkan. Tahun 450 SM ia berhasil mewujudkan model peta dunianya, yang
membagi bumi ini atas 3 bagian saja yaitu Laurasia, Tethis, dan Gondwana Land.
Herodotus mengemukakan bahwa hubungan perkembangan masyarakat
dengan faktor-faktor geografi di wilayah yang bersangkutan sangat erat. Ia
menganjurkan dilakukan penulisan hubungan antara keduanya.
Pada tahun 450 SM membuat peta dunia dan membagi dunia menjadi tiga
bagian, yaitu : Eropa, Asia, dan Libya (Afrika). Peta Herodotus tersebut sangat
sederhana bila dibandingkan dengan peta yang kita kenal sekarang. Berdasarkan
pandangannya, di satu pihak ia dianggap sebagai ahli sejarah, sedangkan di lain
pihak ia juga dipandang sebagai ahli Geografi. Paham Geografinya bersifat
Filosofis. Herodotus juga menulis tentang keadaan alam dan bangsa Mesir.
Gambar Peta yang dibuat Herodotus
Sumber : https://ahmadsamantho.wordpress.com

2) Thales (640-548 SM)


Ia merupakan seorang georaf pertama dari bangsa Yunani Kuno, malakukan
penelitian dan mengungkap informasi dengan melakukan perjalanan ke berbagai
tempat. Thales menganggap bahwa bumi ini berbentuk keping Silinder yang
terapung di atas air dengan separuh bola hampa di atasnya.
Pendapat ini hilang seabad kemudian setelah Parminedes mengemukakan
pendapatnya bahwa bumi berbentuk bulat. Kemudian Heraclides (+ 320 SM)
berpendapat bahwa bumi berputar pada sumbunya dari barat ke timur. Pada masa itu
juga sudah dikenal adanya beberapa zona iklim meski pada waktu itu belum
diketahui bahwa kondisi tersebut merupakan akibat dari letak sumbu bumi yang
miring.
3) Heraclides (+320 SM)
Berpendapat bahwa bumi berputar pada sumbunya dari barat ke timur.

4) Anaximandros (550 SM)


Seorang Yunani yang membuat peta bumi. Ia beranggapan bahwa bumi
berbentuk silinder. Bagian bumi yang dihunimanusia sebuah pulau yang muncul dari
laut.
Ia beranggapan bahwa bumi berbentuk silinder. Perbandingan panjang
silinder dan garis tengahnya, adalah 3:1. Bagian bumi yang dihuni manusia
menurutnya adalah sebuah pulau berbentuk bulat yang muncul dari laut. Karena
pendapatnya tersebut, maka peta bumi yang dibuatnya mirip sebuah jamur

5) Homerus.
Seorang penjelajah yang banyak menulis tentang sejarah di Laut Tengah
sebagai hasil penjelajahannya

6) Pitheas (340 SM)


Ia mampu membuat uraian tentang perjalanan dari pantai Eropa ke Inggris.

7) Erastothenes (276-194 SM)


Erastothenes hidup 200 tahun sebelum masehi dianggap sebagai orang
pertama yang meletakkan dasar pengetahuan tentang bumi. Karya beliau berupa
karya tulis sebanyak 3 jilid yang diberi judul Geographein. Berisi tentang
perubahan-perubahan daratan, lautan, gejala-gejala alam di lautan, benda-benda
langit berikut jaring-jaring derajat astronomi. Pada jilid ketiga, ia menguraikan
daerah-daerah berikut keberadaan penduduknya.  Membuat jaring-jaring dunia
berdasarkan pancaran sinar matahari yang jatuh ke permukaan bumi.
Merupakan tokoh geografi klasik peletak dasar pengetahuan tentang bumi,
dalam bukunya yang berjudul “Geografika” pada jilid pertama diuraikan tentang
perubahan-perubahan antara daratan dan lautan serta arus laut. Pada jilid kedua
diuraikan tentang benda-benda langit, dan pada jilid ketiga di jelaskan tentang
daerah dan penduduknya. Erastothenes dikenal juaga sebagai bapak geografi karena
jasa-jasanya, diantara jasa-jasanya yaitu : menentukan ukuran besar bumi, peletak
dasar geografi, membuat katalogus bintang, sebuah kalender dengan tahun kabisat,
cara menemukan bilangan prima, sistem koordinat geografi, dll.

Gambar Peta yang dibuat Erastothenes


Sumber : https://ahmadsamantho.wordpress.com

Pengetahuan geografi dari bangsa Yunani ini kemudian diwariskan kepada bangsa
Romawi yang mengembangkannya lebih lanjut. Maka lahirlah tokoh-tokok sebagai
berikut:
(1) Strabo (64-20 SM)
Ia menulis buku tebal berjudul Geographia. Isinya uraian tentang dunia ini yang
dialami manusia (istilah dalam bahasa Yunani Oikumene).

(2) Claudius Plotomaeus (87-150 M)


Ia hidup dizaman sekitar 150 an, ia tertarik pada aspek matematis dari geografi
dan menkontruksikan berbagai peta. Ia menulis buku Guide To Geography
(Panduan Geografi), ia juga menulis petunjuk pembuatan peta dan membuat
daftar delapan ribu tempat beserta lintang dan bujurnya. Dasarnya adalah tinggi
matahari pada tengah hari pada tanggal tertentu. Dengan demikian diketahui
orang dizaman itu Imago Mundi, yakni Citra Dunia.

(3)Posidonius (100 SM)


Dengan lebih cermat ia mengukur keliling bumi dibandingkan Eratosthenes
hasilnya hanya berselisih 7.000 mil saja dari ukuran bumi yang kita kenal
sekarang.

b. Geografi Abad Pertengahan (Arab dan Eropa)

Selepas Romawi jatuh, Barat dicengkeram dalam era kegelapan. Perkembangan ilmu
pengetahuan justru mulai berkembang pesat di Timur Tengah. Geografi mulai berkembang
pesat pada era Kekhalifahan Abbasiyah yang berpusat di Baghdad. Ketika itu, Khalifah
Harun Ar-Rasyid dan Al- Mamun berkuasa, mereka mendorong para sarjana Muslim untuk
menerjemahkan naskah-naskah kuno dari Yunani ke dalam bahasa Arab.
Ketertarikan umat Muslim terhadap geografi diawali dengan kegandrungan atas
astronomi. Perkembangan di bidang astronomi itu perlahan tapi pasti mulai membawa para
sarjana untuk menggeluti ilmu bumi. Umat Islam mulai tertarik mempelajari peta yang dibuat
bangsa Yunani dan Romawi. Beberapa naskah penting dari Yunani yang diterjemahkan
antara lain; “Alemagest dan Geographia”
Berkembangnya geografi di dunia Islam dimulai ketika Khalifah Al-Ma'mun yang
berkuasa dari tahun 813 hingga 833 M memerintahkan para geografer Muslim untuk
mengukur kembali jarak bumi. Sejak saat itu muncullah istilah mil untuk mengukur jarak.
Sedangkan orang Yunani menggunakan istilah stadion.
Era keemasan Islam, perkembangan astronomi Islam, penerjemahan naskah-naskah
kuno ke dalam bahasa Arab serta meningkatnya ekspansi perdagangan dan kewajiban
menunaikan ibadah haji merupakan sejumlah faktor yang mendukung berkembangnya
geografi di dunia Islam. Tak pelak, Islam banyak memberi kontribusi bagi pengembangan
geografi. Geografer Muslim di Era Keemasan yaitu sebagai berikut :
1) Hisyam Al-Kalbi (abad ke-8 M)
Dia adalah ahli ilmu bumi pertama dalam sejarah Islam. Hisyam begitu populer
dengan studinya yang mendalam mengenai kawasan Arab.
2) Musa Al-Khawarizmi (780 M - 850 M)
Ahli matematika yang juga geografer itu merevisi pandangan Ptolemaues mengenai
geografi. Bersama-sama 70 puluh geografer, Al-Khawarizmi membuat peta globe
pertama pada tahun 830 M. 
3) Al-Ya’qubi (wafat 897 M)
Dia menulis buku geografi bertajuk ‘Negeri-negeri’ yang begitu populer dengan studi
topografisnya.
4) Ibnu Khordadbeh (820 M - 912 M)
Dia adalah murid Al-Kindi yang mempelajari jalan-jalan di berbagai provinsi secara
cermat dan menuangkannya ke dalam buku Al- Masalik wa Al-Mamalik (Jalan dan
Kerajaan).
5) Al-Dinawari (828 M - 898 M)
Geografer Muslim yang juga banyak memberi kontribusi pada perkembangan ilmu
geografi.

6) Hamdani (893 M - 945 M)


Geografer Muslim abad ke-9 M yang mendedikasikan dirinya untuk mengembangkan
geografi.
7) Ali al-Masudi (896 M - 956 M)
Nama lengkapnya Abul hasan Ali Al-Ma’sudi. Ia mempelajari faktorfaktor internal
dan eksternal yang mempengaruhi pembentukan batubatuan di bumi dengan
orisinalitas yang mencengangkan.
8) Ahmad ibn Fadlan (abad ke-10 M)
Dia adalah geografer yang menulis ensiklopedia dan kisah perjalanan ke daerah Volga
dan Kaspia.
9) Ahmad ibn Rustah (abad ke-10 M)
Ibnu Rustah merupakan geografer yang menulis ensiklopedia besar mengenai
geografi. Al Balkhi Memberikan sumbangan cukup besar dalam pemetaan dunia. Al
Kindi Selain terkenal sebagai ahli oseanografi, dia juga seorang ilmuwan multitalenta.
Sebagai ahli fisika, optik, metalurgi, bahkan filosofi.
10) Al Istakhar II dan Ibnu Hawqal (abad ke-10 M)
Memberikan kontribusi besar dalam pemetaan dunia.
11) Al-Idrisi (1099 M)
Ahli geografi kesohor pada zamannya, yang juga dikenal sebagai ahli zoologi.
12) Al Baghdadi (1162 M)
Seorang geografer Muslim terkemuka.
13) Abdul-Leteef Mawaffaq (1162 M)
Selain pakar geografi, dia juga merupakan ahli pengobatan.

Periode kejayaan Islam telah menyempurnakan tradisi penulisan tentang bumi dan
geografi. Walaupun tidak banyak orang yang menguraikan secara mendalam tentang
perkembangan ilmu pengetahuan dari abad ke V sampai dengan XIII atau pada masa masa
kejayaan Islam.
Di daerah barat pada akhir abad pertengahan, uraian-uraian tentang Geografi masih
bercirikan hasil laporan perjalanan, baik perjalanan yang dilakukan melalui darat maupun
melalui laut. Pesatnya perkembangan Geografi didorong oleh munculnya gerakan
pembaharuan di bidang seni, filsafat, renesaince, dan humanisme agama (munculnya paham
protestanisme) sehingga para sarjana lebih leluasa dalam mengemukakan pendapatnya
tentang keadaan dunia. Pada masa tersebut para pelancong tidak didorong oleh sekedar hasrat
ingin tahu dari luar horisonnya, tetapi dalam melakukan perjalanan sudah memiliki tujuan
tertentu, yaitu :
1) Menemukan daerah baru sebagai sumber ekonomis, sebagai daerah koloni, atau untuk
kepentingan perdagangan dengan kata lain sebagai upaya untuk memperoleh
kekayaan (Gold).
2) Sebagai tugas suci mengembangkan ajaran agamanya masing-masing atau bertujuan
untuk penyebaran agama ke daerah baru (Gospel).
3) Sebagai akibat negatif yang kemungkinan diduga lebih dahulu dari kedua tujuan di
atas, yaitu karena keperluan peperangan baik karena perebutan daerah sumber atau
daerah pemasaran maupun peperangan akibat bentrokan ajaran agama (Glory).
Beberapa tokoh geografi abad pertengahan adalah : Marcopolo, Bartholomeus Diaz,
Vasco Da Gama, Columbus, Amerigo Vespucci, Ferdinand Magelhaens, Nicolas Copernicus
dan Ibnu Kaldun

1) Ibnu Khaldun(1332-1406)
Berhasil menulis buku geografi kesejahteraan (Historical geography), yang
boleh dipandang sebagai embrio dari ilmu pengetahuan kemasyarakatan.
Diperhatikannya masalah irigasi, kehidupan bangsa Nomad, perdagangan di daearh-
daerah gurun. Diuraikannya pula mengapa kerajaan-kerajaan islam dapat muncul dan
diramalkan akan amruknya dikemudian harinya. Bagi geografi sekarang Ibnu
Khaldun sudah menunjukan contoh cara menguraikan pengaruh lingkungan alam
terhadap masyarakat di wilayah-wilayah. Semuanya kemudian diterjemahkan
kedalam bahasa-bahasa Barat.
2) Marcopolo
Ia berasal dari Venetia, yang mengunjungi Cina, India, dan negeri Asia lainnya,
hal ini berjaas besar bagi geografi. Pada zaman renaissance buku Geographia
karangan Ptolomeus diterjemahkan ke dalam bahasa Latin (abab ke-15) yang
mendorong bangsa Spanyol dan Portugis menjelajahi lautan Atlantik mencari
Indonesia lewat jalan Barat.
3) Varenius (1622-1650)
Ia menerbitkan bukunya berjudul Geographia generalis di Amsterdam pada
tahun 1650. Ia memecah uraian tentang bumi atas dua bagian, bagian yang alami
sehinga lahir geografi fisis dan bagian sosial, dimana dibicarakan gejala-gejala sosial
masyarakat. Varenius menamakan geografi geografi umum dan geografi khusus. Ia
meninggal pada usia 28 tahun sehinga ia tak bisa melanjutkan pokok pikiran nya
yang cukup maju pada zamannya. Namun ia telah mewariskan garis besar perincian
ilmu geografi menurut cabang-cabang nya yang tidak jaug berbeda pada saat
sekarang. Geografi umum menurut gagasannya mencakup tiga bagian yaitu: 1).
Bagian terestrial yakni pengetahuan tentang bumi sebagai keseluruhan, bentuknya dan
ukurannya, 2). Bagian falakiah yang membicarakan relasinya dengan bintang-bintang
lain sehinga dari sini muncul kosmografi, 3). Bagian komparatif yang menyajikan
deskripsi lengkap mengenai bumi dan prinsip-prinsip dari pelayaran laut. Adapun
geografi khusus juga dibagi atas tiga bagian yaitu: (1). Aspek langit yang secara
khusus membicarakan iklim, (2). Lithosfera yang menyajikan relief, vegetasi, fauna,
diberbagai negeri. (3). Aspek manusia yang membicarakan berbagai pennduduk,
perniagaan, dan pemerintahan dai berbagai negeri.
4) Claverius (abad 17)
Berasal dari jerman yang karyanya memuat ciri-ciri peralihan dari geografi
dari zaman abad pertengahan ke zaman awal geografi modren. Buku tulisan Claverius
yang diterbitkan tahun 1626 bermaksud memberi pengantar kepada geografi umum.
Bab-bab permulaan berisi geografi mtematis yang dimaksudkan untuk mendasari bab-
bab berikutnya. Dan setelah itu di sajikan deskripsi negara-negara di dunia akhirnya
telah meliputi empat perlima dari jumlah negara yang ada pada abad ke-17 itu.
5) Batholomeus Diaz
Pelaut Portugis yang melakukan perjalanan sampai ke Tanjung Harapan (Cape
ot the God Hope) di Afrika Selatan dan diteruskan dengan mengarungi Samudera
Hindia Ke Kalikut di India pada tahun 1486.
6) Vasco Da Gama
Pelaut Portugis yang mengabdi pada Raja Portugis dan dipilih untuk memimpin
pelayaran mencari rute ke Timur. Vasco Da Gama berlayar pada tahun 1497 dengan 4
kapal kecil dan 170 awak. Dia melakukan perjalanan dengan rute yang sama dengan
Bartholomeus Diaz dan terus melanjutkannya hingga sampai ke Indonesia pada tahun
1498.
7) Columbus
Seorang pelaut Genoa. Pelayaran perdananya pada tahun 1492-1493mengarungi
Samudera Atlantik dan sampai ke Kuba dan Haiti. Dalam perjalanannya mencari jalan
lain ke India yang pada akhirnya menemukan Benua baru (Amerika). Pada
perjalanannya yang ke dua pada tahun 1493-1494, Columbus sampai di Kepulauan
Bahama dan di dalam perjalanannya yang ke tiga pada tahun 1498 dia sampai di
pantai Venezuela serta pada penjelajahan yang ke empat pada tahun 1502-1504 ia
menjelajahi dataran Amerika Tengah.
8) Amerigo Vespuci
Pelaut India yang pada tahun 1501-1502 mengarungi Samudera Atlantik melalui
Tanjung Horn di Patagonia dan menyeberangi Samudera Pasifik mendarat di Filipina
dalam perjalanannya mengelilingi dunia.
9) Ferdinand Magelhaens
Melakukan perjalanan ke Amerika Selatan pada tahun 1519 dan melanjutkan
pelayarannya ke Filipina pada tahun 1521.
10) Nicholas Copernicus
Mengemukakan bahwa bumi berbentuk bulat, bergerak pada porosnya (rotasi)
dan seperti planet lain bumi melakukan gerak edar mengelilingi matahari (Revolusi).
Teorinya tersebut dikenal dengan Heliosentris. Teori ini mematahkan anggapan yang
selama itu diakui, yaitu Geosentris (bumi sebagai pusat Tata Surya).

Gambar Peta perjalanan marcopolo


Sumber : http://sraksruk.blogspot.co.id
Nicolas Copernicus (1473-1543) Mengemukakan bahwa bumi berbentuk
bulat, bergerak pada porosnya (rotasi) dan seperti planet lain bumi melakukan
gerak edar mengelilingi Matahari (Revolusi). Teorinya tersebut dikenal dengan
Heliosentris. Teori ini mematahkan anggapan yang selama itu diakui, yaitu
Geosentris (bumi sebagai pusat Tata Surya). Usaha Copernicus tersebut,
kemudian dilanjutkan oleh Galileo Galilei (1564-1642), Johanes Keppler (1571-
1630). Keppler memberi gambaran baru tentang letak bumi dalam susunan tata
surya.
11) Galileo Galilei (1564-1642), Johanes Keppler (1571-1630).
Keppler memberi gambaran baru tentang letak bumi dalam susunan tata surya.
Pengaruh penemuan Sarjana Ilmu Alam pada abad ke-17, seperti Newton (1629-
1695), Boyle (1627-1691), dan Huygins (1629-1695) menyebabkan orang mulai
mempelajarinya secara mendalam proses terjadinyagejala-gejala fisis seperti
gunung dan pegunungan, arus laut, angin dan sebagainya. Kondisi ini
menunjukkan bahwa mulai berkembangnya geografi fisis di tengah masyarakat.

c. Geografi Modern (abad ke 18)


Pandangan ini mulai berkembang pada abad ke-18. Pada masa ini Geografi sudah
dianggap sebagai suatu disiplin ilmiah dan sudah dipandang dari sudut praktis. Para tokohnya
adalah:
1) Immanuel Kant (1724-1804)
Seorang ahli filsafat Universitas Koningsburg, Jerman yang memiliki
pandangan seperti Varenius. Dia memandang bahwa ilmu pengetahuan dapat
dipandang dari tiga pandangan yang berbeda.
a. Ilmu Pengetahuan yang menggolongkan fakta berdasarkan obyek yang diteliti.
Didiplin yang mempelajari kategori ini disebut “Ilmu Pengetahuan Sistematis”
seperti ilmu Botani yang mempelajari tumbuhan, Geologi yang mempelajari kulit
bumi, dan Sosiologi yang mempelajari manusia, terutama golongan sosial. Menurut
Kant, pendekatan yang dipergunakan dalam ilmu pengetahuan sistematis adalah
studi tentang kenyataan.
b. Ilmu Pengetahuan yang memandang hubungan fakta-fakta sepanjang masa. Ilmu
pengetahuan yang mempelajari bidang ini adalah sejarah.
c. Ilmu Pengetahuan yang mempelajari fakta yang berasosiasi dalam ruang, dan ini
merupakan bidang dari Geografi.
Kant dalam Daldjoeni (1982:65) membagi Geografi menjadi :
1) Mathematical Geography (Geografi Matematis) yang berisi keterangan
tentang gambaran bumi sebagai suatu massa dari sistem Tata Surya.
2) Moral Geography (Geografi Moral), yaitu uraian yang berisi gambaran
tentang cara dan adat istiadat manusia di berbagai daerah di muka bumi.
3) Political Geography (Geografi Politik), yaitu uraian yang berisi
gambaran tentang kesatuan-kesatuan negara di dunia yang didasarkan
atas sistem pemerintahan.
4) Physical Geography (Geografi Fisis), yaitu uraian yang berisikan
gambaran tentang bumi dan bagian-bagiannya termasuk hewan, veerasi
dan mineral.
5) Merchantile Geography (Geografi Perdagangan), yaitu uraian yang
berisikan gambaran tentang pola hubungan ekonomi penduduk dan
bangsa-bangsa di dunia.
6) Theological Geography (Geografi Agama), yaitu uraian yang berisi
tentang agama-agama di dunia, penyebarannya serta perubahan prinsip
theologi di berbagai lingkungan alam.
Kant mendapat julukan bapak Geografi Politik, ia juga dianggap sebagai peletak dasar
Geografi Modern. Menurutnya, Geografi bukan hanya sekedar ikhtisar tentang
keadaan alam, namun juga merupakan dasar dari sejarah. (Sumber : Bakaruddin
(2010:60))
2) Alexander Baron Van Humboldt (1769-1859).
Seorang ahli Ilmu Pengetahuan yang menaruh minat terhadap penampakan
fisikal dan biologikal. Humboldt melakukan petualangan ke beberapa daerah di Benua
Amerika, terutama Amerika Selatan dan membuat profil benua tersebut. Ia
memperkenalkan pengertian ekologi (ecology) yaitu ilmu pengetahuan yang
menyelidiki hubungan yang terdapat antara vegetasi dengan ketinggian tempat dan
melihat relasi yang jelas antara gejala sosial dan alamya, dikenal dengan bukunya yang
berjudul “cosmos” yang isinya pembagian zone berdasarkan gejala-gejala alam,
akhirnya sampai kepada ilmu geografi. Humboldt yang membagi ilmu pengetahuan
atas tiga golongan berikut ini : (a) physiographie. (b) Naturgischichte (perkembangan
segala hal dalam waktu). (c) Geogriesie order weltbeschreburg (membahas sebaran
spasial). (Sumber : Bakaruddin (2010:61))
3) Karl Ritter (1779-1839)
Profesor Geografi pertama dari Universitas Frederich Wilhelm, Berlin Jerman.
Gelar tersebut diperolehnya pada tahun 1825. Sebelumnya dia adalah tenaga pengajar
Geografi pada Akademi Militer di Berlin.
Karl Ritter berpendapat bahwa alam menjadi faktor utama. Faktor alam
menentukan gejala kemanusiaan (fisis determinis). Ritter dikenal sebagai peletak dasar
geografi sosial. Pada awalnya banyak ahli geografi yang menganut paham fisis
determinis. Semenjak abad XIX banyak ahli geografi yang berupaya meninggalkan
faham fisis determinis. Terutama paham yang dikembangkan Paul Vidal de la Blace
yang dikenal pelopor aliran Prancis, yaitu possibilisme
Menurut aliran possibilisme alam hanya menawarkan beberapa kemungkinan
terhadap manusia dan manusia sendiri yang memilih kemungkinan-kemungkinan
tersebut. Manusia memiliki akal dan pikiran untuk memperbaiki kehidupannya melalui
kemungkinan yang ditawarkan alam.
4) Charles Darwin (1809-1882).
Seorang naturalis Inggris yang terkenal karena teori evolusinya. Pengaruh
Darwin sangat besar terhadap pandangan Geografi setelah Humboldt dan Ritter. Teori
evolusi Darwin berpengaruh luas terhadap berbagai bidang pengetahuan pada masa itu,
bahkan konsep “Survival the Fittest” dan “Natural Selection” merupakan dasar
pemikiran berkembangnya fisis-determinis pada Geografi. Empat tema utama yang
merupakan sumbangan Biologi, terutama Darwin pada pemikiran geografi, yaitu:
a) Ide perubahan dari waktu ke waktu (the idea of change throught of time)
b) Ide organisasi (the idea of organization)
c) Ide perjuangan dan seleksi (the idea of struggle and selection)
d) Kerandoman atau karakter yang secara kebetulan dari variasi di alam (the
randomness or change character of variations in nature)

d. Geografi Akhir Abad Ke-19 dan Abad 20.


Pusat perhatian Geografi pada akhir abad ke-19 adalah terhadap iklim, tumbuhan, dan
hewan, serta terhadap bentang alam. Kebanyakan ahli Geogafi pada periode ini
memperdalam Geologi dan mempergunakan metode geologi dalam penyelidikannya.
Tokoh-tokoh geografi pada masa ini adalah:
1. Friederich Ratzel (1844-1904)
Seorang tokoh Geografi Jerman yang pemikirannya memperoleh pengaruh
besar. Ratzel menyatakan secara tegas bahwa alam menentukan kehidupan
manusia, paham fisis determinis menjadi semakin jelas. Ajaran Ratzel tersebut
dikenal dengan “Anthropogeographie”.
2. Ellen C Semple
Pengikut Ratzel yang memperlemah paham fisis determinis atau geografi
determinis menjadi “pengawasan geografi”(geographic control). Menurut paham
ini, faktor geografi terutama faktor fisis tidak lagi ditetapkan sebagai faktor yang
menentukan kehidupan manusia, melainkan dipandang sebagai faktor yang
mengawasi atau mempengaruhi kehidupan manusia.

3. Otto Schluter (1873).


Konsep “Kultur-geographie” sudah ada pada tahun 1872 dan member
kedudukan terhadap factor manusia dan kebudayaan. Menurut Schluter, obyek
geografi adalah “landscahaft” yang di dalamnya termasuk tempat tinggal manusia
dan jalan lalu lintas.
4. Elsworth Huntington (1876)
Ahli Geografi Universitas Yale, Amerika Serikat. Pemikiran Geografi
Huntington dipengaruhi oleh paham Geografi Ratzel. Pemikirannya tersebut
terlihat pada pandangannya yang tertuang dalam karya yang berjudul
“Civillization and Climate”.
5. Ferdinand Von Richthofen (1833-1905)
Ahli Geologi yang kemudian beralih menjadi seorang Geografer. Richthofen
member rumusan konsep Geografi yang merupakan suatu sintesa dari pandangan
Ritter dan Humboldt. Sebagai seorang ahli Geologi, ia mengemukakan bahwa yang
dimaksud dengan permukaan bumi, adalah bagian luar dari bumi yang terdiri dari
bagian padat.
6. Oscar Peschel (1833-1905)
Melakukan kritik terhadap Ritter yang dianggapnya terlalu melebih-lebihkan
pengaruh alam. Peschel berpendapat bahwa Geografi menyelidiki gejala bumi
dengan studi komparatif sehingga suatu ilmu dapat dikembangkan secara induktif
dan juga membawakan konsep dalam geografi bahwa manusia merupakan pusat
perhatian.
7. Alfred Hettner (1859-1941)
Ahli Geografi Jerman Hettner berhasil mempersatukan pendapat dan
pengertian tentang konsep dasar Ilmu Geografi di Jerman. Pada tahun 1898 Hettner
mengemukakan bahwa perbedaan pengetahuan geografi antara zaman purba
dengan zaman sekarang yang berkenaan dengan adanya unsur manusia sebagai
bagian yang integral dari alam.

e. Geografi Geografi Mutakhir


Perkembangan geografi saat ini lebih mengarah pada upaya pemecahan masalah yang
dihadapi manusia. Geografi tidak bisa lepas dari ilmu lainya dan sudah menggunakan metode
kuantitatif dan piranti komputer dalam penyelidikannya. Tokohnya adalah Wrigley, Peter
Hagget.
Menurut Peter Hagget membagi menjadi beberapa percabangan.
1) Geografi Fisik
Sebagai salah satu kajian sistematik geografi, cabang geografi fisik
mempelajari bentang lahan (Landscape) yaitu bagian ruang dari permukaan bumi
yang dibentuk oleh interaksi dan interdependensi bentuk lahan. Berikut merupakan
pencabangan geografi fisik,
a) Geologi
b) Geomorfologi
c) Meteorologi dan Klimatologi
d) Hidrologi
e) Oceanografi
f) Biogeografi
g) Kosmografi
h) Pedologi
2) Geografi Manusia
Sebagai salah satu kajian sistematik geografi, cabang geografi manusia
mempelajari yang mempelajari tentang aspek sosial, ekonomi dan budaya
penduduk. Berikut merupakan pencabangan geografi manusia,
a) Geografi Ekonomi
b) Demografi
c) Geografi Politik
d) Etnografi
e) Geografi Sosial
f) Geografi Industri
g) Geografi Pariwisata
h) Geografi Sejarah
i) Geografi Pertanian
j) Geografi Transportasi

3) Geografi Regional
Geografi regional merupakan studi tentang variasi persebaran gejala dalam
ruang pada waktu tertentu baik lokal, nasional, maupun kontinental. Geografi
regional terbagi atas:
a) Geografi Regional berdasar Zonasi
Geografi Wilayah Tropik, Geografi Wilayah Arid,Geografi Wilayah Kutub,
Geografi Desa, Geografi Kota
b) Geografi Regional berdasar Kultur
Geografi Kawasan Asia Tenggara, Geografi Kawasan Eropa, Geografi Kawasan
Amerika Utara, Geografi Kawasan Amerika Selatan, Geografi Kawasan Afrika,
Geografi Kawasan Australia

4) Geografi Teknik
Geografi teknik merupakan studi terbaru di bidang ilmu geografi yang
berkembang seiring pesatnya perkembangan teknologi yang mempelajari cara-
cara memvisualisasikan dan menganalisis data dan informasi geografis dalam
bentuk peta, diagram, foto udara dan citra hasil penginderaan jauh. Geografi
teknik terbagi atas,
a) Kartografi
b) Penginderaan Jauh
c) Sistem Informasi Geografis
d) Metode Kuantitatif Geografi

Dalam perkembangannya ilmu geografi dibagi menjadi dua paham :


N PAHAM TOKOH
O
1. Fisis Determinisme Ratzel,
Beranggapan bahwa kehidupan manusia ini Huntington,
sepenuhnya dikendalikan oleh faktor alam seperti Karl Ritter
cuaca dan lain sebagainya, artinya paham ini
beranggapan manusia adalah makhluk pasif.
Contohnya disaat musim kemarau petani tidak bisa
bercocok tanam karena sawah kekurangan air
2. Fisis Possibilisme Paul Vidal De
Beranggapan bahwa faktor manusialah yang paling La Blache
dominan dalam kehidupan ini sehingga alam dapat (bapak
diantisipasi oleh perkembangan teknologi, artinya Geografi
manusia adalah makhluk yang aktif. modern)
Contohnya untuk mengatasi kekeringan di suatu
daerah manusia bisa membuat hujan buatan.
2. Pengertian Geografi
Defenisi geografi secara luas adalah ilmu yang mempelajari dan mengkaji segala
fenomena yang ada di permukaan bumi, seperti penduduk, flora, fauna, batuan, iklim, tanah,
air, dan interaksi yang terjadi antara fenomena-fenomena tersebut. Defenisi geografi banyak
dikemukakan oleh para ahli antara lain
Menurut Ahli Barat
a) Richard Hartshorne
Geografi adalah sebuah ilmu yang menafsirkan realisme diferensiasi area muka
bumi, dalam arti adanya perbedaan-perbedaan tertentu, tetapi kombinasi
keseluruhan fenomena di setiap tempat yang berbeda keadaanya dengan tempat
lain
b) James Fairgrive (1966)
Geografi memiliki nilai edukatif yang dapat mendidik manusia untuk berpikir kritis
dan bertanggung jawab terhadap kemajuan-kemajuan dunia. Ia juga berpendapat
bahwa peta sangat penting untuk menjawab pertanyaan “di mana” dari berbagai
aspek dan gejala geografi.
c) Frank Debenham (1950)
Geografi adalah ilmu yang bertugas mengadakan penafsiran terhadap persebaran
fakta, menemukan hubungan antara kehidupan manusia dengan lingkungan fisik,
menjelaskan kekuatan interaksi antara manusia dan alam.
d) Bernard Varen (1622-1650)
Geografi adalah bagian dari matematika yang membahas keadaan bumi, bagian-
bagiannya termasuk benda langit lainnya.
e) Immanuel Kant (1724-1821)
Geografi adalah ilmu yang objek studi nya meliputi benda-benda dal hal-hal atau
gejala-gejala yang tersebar di wilayah permukaan bumi.
f) Alexander von Humboldt (1769-1859)
Ia menyatakan bahwa geografi identik dengangeografi fisik. Ia menjelaskan kaitan
bumi dengan matahari, prilaku bumi dalam ruang angkasa, gejala cuaca dan iklim
di dunia, tipe-tipe permukaan bumidan proses terjadinya, serta hal-hal yang
berkaitan dengan hidrosfer dan biosferr.
g) Kart Ritter (1779-1859)
Ritter mengatakan bahwa geografi merupakan suatu telaah tentang bumi sebagai
tempat makhluk hidup. Hal-hal yang menjadi objek study geografi adalah semua
fenomena di permukaan bumi, baik organik maupun anorganik yang berkaitan
dengan kehidupan manusia.
h) Paul Vidal de la Blache (1845-1918)
Geografi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang proses produksi
dilakukan manusia terhadap kemungkinan yang ditawarkan oleh alam
i) Halford Mackinder (1861-1947)
Ia mengatakan geografi adalah ilmu yang fungsi utama nya menyelidiki interaksi
manusia dalam masyarakat dengan lingkungan yang berbeda menurut lokasinya.
j) Ellsworth Huntington (1876-1947)
Ia mengatakan geografi sebagai studi tentang fenomena permukaan bumi beseta
penduduk yang menghuninya.
k) Friederich Ratzel (1844-1904)
Ajaran Ratzel tersebut dikenal dengan “Anthropogeographie”, Menurut Ratzel
bahwa selain lingkungan alam, aktifitas manusia merupakan faktor penting dalam
kehidupan di suatu lingkungan.
l) Oscar Peschel (1833-1905),
Melakukan kritik terhadap Ritter yang dianggapnya terlalu melebih-lebihkan
pengaruh alam. Peschel berpendapat bahwa Geografi menyelidiki gejala bumi
dengan studi komparatif sehingga suatu ilmu dapat dikembangkan secara induktif
dan juga membawakan konsep dalam geografi bahwa manusia merupakan pusat
perhatian.
Jadi, Geografi merupakan suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang fenomena-
fenomena atau gejala-gejala yang terjadi di permukaan bumi baik fenomena fisik
maupun fenomena sosial, serta pengaruh nya terhadap kehidupan makhluk yang ada
didalamnya.

Pengertian Menurut ahli Indonesia

Adapun pengertian geografi menurut ahli indonesia adalah sebagai berikut:


a) Bisri Mustofa (2007)
Geografi adalah ilmu yang menguraikan tentang permukaan bumi, iklim, penduduk,
flora, fauna serta hasil-hasil yang diperoleh dari bumi.
b) HeriosoSetiyono (1996)
Geografi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dengan
lingkungannya dan merujuk pada pola persebaran horizontal dipermukaan bumi.
c) Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan (1989)
Geografi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang permukaan bumi, iklim,
penduduk, flora, fauna, serta hasil yang diperoleh dari bumi.
d) Hasil seminar danlokakarya di Semarang (1988)
Geografi merupakan ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena
geosfer dengan sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks
keruangan.
e) Prof. Bintarto (1981)
Geografi merupakan ilmu yang mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di
permukaan bumi, baik yang bersifat fisik maupun yang menyangkut kehidupan
makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan keruangan,
kelingkungan, dan regional untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan
pembangunan.
f) Daldjoeni (1996)
Geografi merupakan ilu pengetahuan yang mengajarkan spasial (ruang), ekologi,
region (wilayah). Dalam hal spasial, geografi mempelajari persebaran gejala baik
yang alami maupun manusiawi dimuka bumi. Dalam ekologi, geografi mempelajari
cara manusia beradaptasi dengan lingkungannya. Dalam hal region, geografi
mempelajari wilayah sebagai tempat tinggal manusia berdasarkan kesatuan
fisiografisnya.
g) Ikatan Geografi Indonesia (IGI) 1988
Geografi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perbedaan dan persamaan
fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan, kewilayahan, dalam konteks
keruangan.

Jadi, geografi adalah ilmu yang mengkaji tentang fenomena atau gejala yang terjadi di
permukaan bumi, dari aspek fisik maupun sosial yang dikaji dengan tiga pendekatatan yaitu
pendekatatan ekologi, wilayah(ruang), dan kompleks wilayah.
Pertemuan 2
Indikator : 3.1.2 Menganalisis perbedaan objek studi dan aspek geografi
3.1.3 Mengidentifikasi konsep esensial geografi dan contoh terapannya

A. Objek Geografi
Setiap disiplin ilmu memiliki objek yang menjadi bidang kajiannya. Objek bidang ilmu
geografi terdiri atas objek material dan objek formal. Objek material Geografi berkaitan
dengan substansi materi yang dikaji. Bidang ilmu yang satu dan yang lain dapat memiliki
substansi objek yang hampir sama atau bahkan sama. Sementara itu, objek formal geografi
berkaitan dengan pendekatan (cara pandang) yang digunakan dalam menganalisis substansi
(objek material) tersebut. Objek studi geografi dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu objek
material dan objek formal (Sindhu, Yasintho:2016).

1. Objek material
Merupakan sasaran atau obyek yang dikaji dalam geografi, dalam geografi obyek
kajiannya berupa fenomena geosfer yang terdiri dari:
a. Atmosfer, yaitu lapisan udara: cuaca dan iklim yang dikaji dalam klimatologi dan
meteorologi
b. Lithosfer, yaitu lapisan batu-batuan yang dikaji dalam geologi, geomorfologi,
petrografi
c. Hidrosfer, yaitu lapisan air meliputi perairan didarat maupun dilaut yang dikaji dalam
hidrologi dan oceanografi
d. Biosfer, yaitu lapisan kehidupan: flora dan fauna yang dikaji dalam biogeografi,
biologi
e. Atroposfer, yaitu lapisan manusia yang merupakan ‘tema sentral’ diantara lapisan-
lapisan lainnya. Tema sentral artinya diutamakan dalam kajiannya.
Objek material juga menjadi bidang kajian bagi disiplin ilmu lain, seperti geologi,
hidrologi, biologi, fisika, kimia, dan displin ilmu lain. Oleh sebab itu, untuk membedakan
disiplin ilmu yang satu dengan yang satu dengan ilmu yang lain dapat dilakukan dengan
mengkaji objek formalnya (Sindhu, Yasinto:2016).
Jadi secara nyata objek material geografi meliputi gejala-gejala yang terdapat dan
terjadi di muka bumi, seperti aspek batuan, tanah, gempa bumi, cuaca, iklim, gunung api,
udara, air serta flora dan fauna yang terkait dengan kehidupan manusia.

2. Objek formal

Objek formal geografi adalah cara pandang (pendekatan) dan berpikir terhadap gejala
yang ada di permukaan bumi. Gejala tersebut baik berupa keadaan fisik maupun keadaan
sosialnya. Menurut Peter Hagget dalam Yasinto Sindu, pendekatan-pendekatan tersebut
dikenal dengan pendekatan keruangan (spatial approach). Selain itu, dalam geografi juga
dikenal pendekatan kompleks wilayah (regional complex appoarch). Objek formal inilah
yang membedakan geografi dengan bidang ilmu lainnya. Sebagai contoh, objek material
batuan sedimen dikaji dalam ilmu geologi dan geografi. Kajian geologi menjelaskan tentang
proses terjadinya batuan sedimen, struktur dan komposisinya. Kajian geografi menjelaskan
tentang persebaran batuan sedimen yang ada di permukaan bumi berdasarkan pendekatan
keruangan, ekologi dan dan regional (Sindhu, Yasinto:2016).

B. Konsep Geografi

Setiap bidang ilmu mempunyai konsep dan prinsip tersendiri, meskipun terkadang ada
kesamaan prinsip antara beberapa bidang ilmu. Prinsip suatu ilmu digunakan sebagai dasar
untuk menjelaskan fenomena yang terjadi dengan memahami karakteristik yang dimiliki dan
keterkaitan fenomena tersebut dengan permasalahan lain. Adapun prinsip-prinsip yang
dipegang dalam geografi sebagai berikut.

Agar dapat memahami geografi, diperlukan konsep-konsep dasar mengenai geografi itu
sendiri, artinya memahami pengertian istilah-istilah yang umum digunakan oleh geografi
sebagai disiplin ilmu. Konsep ini merupakan suatu hal yang abstrak berkenaan dengan gejala
nyata tentang geografi untuk mengungkapkan beberapa gejala, faktor atau masalah, sehingga
setiap kata mengandung arti tersendiri.

Banyak para ahli yang memberikan konsep-konsep tentang geografi, sehingga perlu
dibentuk konsep dasar bagi perkembangan geografi di Indonesia. Untuk itu, diselenggarakan
Seminar dan Lokakarnya Ahli Geografi tahun 1998 yang menghasilkan kesepatan berupa 10
konsep esensial geografi, yaitu sebagai berikut:

1. Konsep Lokasi
Konsep lokasi atau letak sebuah daerah di permukaan bumi ini konsep paling utama
sejak adanya perkembangan Ilmu Geografi dan jawaban pertama dalam geografi
yaitu “dimana”. Lokasi dibedakan atas dua yaitu :
a) Lokasi absolut
Berupa perhitungan letak yang tetap terhadap sistem grid atau koordinat dimana
sistem koordinat berdasarkan lintang dan bujur yang telah disepakati bersama dan
derajatnya dihitung dari garis equator (lintang) dan bujur melalui kota Grenwich
(meridian nol) dan sering juga letak absolute ini disebut letak astronomi. Contoh:
letak astronomis kepuluan Indonesia berada antara 6 o LU-11oLS dan 95o BT-
141oBT.( sumber : yasinto : 2016 : 13).

Gambar Letak Astronomis Indonesia


Sumber: http://www.geogle.co.id
b) Lokasi relatif
Yang sering juga disebut letak geografis yang sifatnya terjadi perubahan-
perubahan. Misalnya lokasi yang dekat atau tepi jalan raya, harga tanah disekitar
itu akan menjadi mahal, lokasi pemukiman sekitar pabrik dengan mengeluarkan
suara bising yang barangkali tidak menguntungkan sebagai tempat tinggal.
Contoh: Lokasi yang dekat atau tepi jalan raya harga tanah di sekitar itu agara
lebih mahal. (sumber : bakaruddin 2010:42)

2. Konsep Jarak
Jarak adalah salah satu konsep geografi yang amat penting untuik kehidupan
social, ekonomi, budaya maupun juga kepentingan pertanian. Jarak berkaitan erat
dengan arti lokasi dan upaya untuk pemenuhan kebutuhan pokok kehidupan, air,
tanah, pusat pelayanan, dan transportasi
Jarak juga erat kaitannya dengan lokasi relatif, sebab nilai sebuah objek
ditinjau dari lokasi relatifnya ditentukan oleh jaraknya terhadap objek atau objek lain
yang mempunyai hubungan fungsional.
Jarak mempunyai tiga dimensi ukuran, yaitu :
a) Jarak Geometrik dengan satuan ukuran kilometer, mill, yard dan lain
sebagainya.
b) Jarak yang diukur dari segi dimensi waktu (menit, jam, hari, minggu dan
seterusnya).
c) Jarak diukur dari segi dimensi ekonomi yaitu biaya diperlukan untuk
memindahkan barang berkesatuan volume/berat atau bisa juga biaya yang
diperlukan untuk memindahkan sebuah barang ke tempat lain.
Dengan kata lain, jarak itu juga pemisah antara dua tempat yang sering
mengalami perubahan akibat kemajuan sarana komunikasi dan sarana transportasi.
Jarak yang dikaitkan dengan ekonomi dapat dikembangkan menjadi teori atau
model-model yang bertalian dengan jarak angkut, nilai sewa tanah, zonefikasi tata
guna lahan dan sebagainya. Di samping itu jarak pada peta melalui garis lingkung
atau berkelok-kelok dapat diukur dengan alat yang disebut kurvameter, yang dapat
menunjukan jarak pada peta dengan skala-skala tertentu.

Gambar jarak beberapa kota diukur dengan menggunakan alat transportasi


Sumber : http://image.slidesharecdn.com
3. Konsep Keterjangkauan
Berkaitan dengan kondisi medan atau ada tidaknya sarana angkutan atau
komunikasi yang sering juga disebut accesbility antara satu tempat dengan tempat
lain. Rintangan medan tersebut berupa pegunungan tinggi, rawa-rawa, gurun-gurun,
hujan lebat, terlalu curam/terjal, banyak sungai dan hambatan lainnya, sehingga
untuk menjangkau daerah-daerah tersebut amat sukar. Konsep keterjangkauan ini
juga berlaku untuk perubahan individu, dengan begitu primitifnya masyarakat
tersebut mengalami beberapa hambatan dalam pembaharuan pola pikirnya.
Aksessibilitas mempunyai kaitan sangat erat dengan lokasi dan jarak yaitu
derajat tingkat kemudahan kelokasi lain. Artinya peran jarak dan waktu sangat
berpengaruh dalam menentukan derajat aksesbilitas ini. Di samping itu aksesbilitas
sangat tercermin pada kondisi medan sebuah lokasi yang jarak ekonomi juga
berperan untuk meningkatkan pembangunan dan prasarana jalan sebuah daerah.

Gambar lalu lintas di kota


Gambar lalu lintas dipelosok desa
Sumber : http://images.geoogle.co.id
Sumber : http://image.slidesharecdn.com

4. Konsep Pola
Susunan bentuk atau sebaran fenomena dalam ruang dimuka bumi disebut
“pola” baik bersifat alami yaitu aliran sungai, sebaran vegetasi, jenis tanah, curah
hujan, dan fenomena sosial budaya antara lain permukiman penduduk, sebaran,
kepadatan, untuk pencarian, jenis kelamin dan komposisi penduduk lainnya seperti
tradisi dan kebiasaan-kebiasaan pada kelompok-kelompok masyarakat. Cntohnya,
jika pola pemukiman penduduk yang menunjang jalan raya, maka kaitan dengan
adanya jenis kendaraan, serta lokasi tanah sekitar jalan akan lebih tinggi harganya.

Gambar Pola Perumahan


Sumber : http://image.slidesharecdn.com

5. Konsep Morfologi
Morfologi adalah kajian tentang wujud wujud daratan muka bumi sebagai
proses pengangkatan atau penurunan fisik wilayah dengan erosi dan atau
sedimentasi, sehingga membentuk daratan atau pulau-pulau kecil yang mempunyai
kelerengan serta pegunungan dan lembah yang sering juga dinamakan relief.
Kondisi morfologi pada sebuah wilayah mempunyai keuntungan dan kerugian, ada
wilayah subur dan ada yang kurang subur, ada penduduk yang jarang dan ada
penduduk yang padat (seperti daratan relatif datar, dan subur). Oleh karena itu,
pegunungan yang terjal mempunyai tingkat keterjangkauan yang dapat terbatas dan
sebaliknya

Gambar Kenampakan Alam


Sumber : http://image.slidesharecdn.com

Contohnya :
a. Bentuk lahan akan terkait dengan erosi dan pengendapan, penggunaan lahan,
ketebalan lapisan tanah, ketersediaan air, dan sebagainya.
b. Pengelompokan pemukiman cenderung di daerah datar.(sumber : BSE GEO kls
X/Kelas_10_geografi_1_bagja_waluya.pdf : 2009 : 8)

6. Konsep Aglomerasi
Pengelompokan sebaran penduduk pada sebuah wilayah yang relatif sempit
yagn paling menguntungkan baik mengingat kejenisan gejala maupun adanya faktor-
faktor umum lainnya yang mendrong pengelompokan tersebut.
Aglomerasi merupakan kecenderungan persebaran yang bersifat
mengelompok pada suatu wilayah yang relatif sempit. Contoh: industri akan
mengelompok pada suatu wilayah yang dianggap menghasilkan keuntungan
maksimum bagi produknya. Pemukiman padat dan kumuh, salah satu bentuk
aglomerasi di perkotaan
Aglommerasi ini yang paling tepat ditunjukan dengan adanya pemukiman elit,
para pedagang asrama-asrama maupun komplek perumahan lainnya. Lain halnya
pada pedesaan. Kehidupan mereka pertanian, penduduknya jarang, sehingga ada
kecenderungan bersifat gerombolan pada tanah yang relatif subur.
Gambar Aglomerasi Industri
Sumber : http://image.slidesharecdn.com
7. Konsep Nilai Kegunaan
Daerah pantai dengan material yang mempunyai pasir yang putih dan jernih
mempunyai nilai cukup tinggi untuk sebagian masyarakat. Daerah dataran banjir
yang untuk masyarakat yang lebih maju adalah daerah yang rawan dan tidak berguna
sebagai tempat tinggal, di lain pihak, masyarakat turun-temurun pada daerah tersebut
menjadi pilihan tempat tinggal yang menyenangkan. Walaupun harus disertai
dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengatasi kerawanan banjir dan tetap
memanaatkan daerah itu. Artinya, nilai kegunaan fenomena atau sumber daya alam
di permukaan bumi bersifat relatif, tidak sama oleh semua golongan masyarakat
tertentu.

Gambar Kebun teh sebagai mata Gambar Kebun teh sebagai objek
pencaharian wisata
Sumber:http://image.slidesharecdn.c Sumber:http://image.slidesharecd
om n.com

8. Konsep Interaksi dan Interdependensi


Pada setiap wilayah cara mengembangkan potensi sumber daya tidaklah sama.
Oleh sebab itu, sering terjadi interaksi dan interdependensi antaran satu tempat
dengan tempat lain. Interaksi keruangan juga terjadi antara unsur atau fenomena
setempat, baik fenomena alam maupun sosial atau kehidupan. Masyarakat tani,
memperoleh bahan makanannya dari hasil tani, tetapi sekaligus juga akan
mengurangi kesuburan tanah, yang akhirnya di atasi dengan pemupukan, yang asal
pupuk bukan dari daerah tersebut.
Gambar Proses pengangkutan hasil pertanian sayur mayur dari desa ke kota
Sumber : http://image.slidesharecdn.com

9. Konsep Diferensiasi Area


Pada setia wilayah terwujud perpaduan sebagai unsur baik fisik maupun
sosial. Setiap wilayah mempunyai corak yang khas yang berbeda dengan wilayah
lainnya. Misalnya, wilayah pedesaan mempunyai ciri tertentu dengan bentangan
persawahan sebagai anjang kehidupan dan penghidupan masyarakat setempat dan
berbeda kondisinya dengan wilayah perkotaan, yang walaupun kedua daerah
tersebut mengalami perubahan-perubahan. Dengan adanya differensiasi, akan
mendorong terjadinya interaksi dan sering terjadi interdependensi antar beberapa
wilayah tertentu.

Gambar Desa Pertanian Gambar Desa Nelayan


Sumber:http://image.slidesharecdn.co Sumber:http://image.slidesharecdn.co
m m

10. Konsep Keterkaitan Keruangan


Asosiasi keruangan menunjukan derajat keterkaitan sebaran fenomena dengan
fenomena lainnya dari satu ruang, baik mengangkut fenomena alam maupun
nonalami. Misalnya, kondisi kemiringan tanah yang terjal, dengan ketebalan lapisan
tanah yang makin kering, hal ini karena proses erosi berlangsung sangat kuat dan
intensif. Tumbuhan alang-alang pada wilayah terbuka, yang bebas sinar matahari
akan tumbuh subur tanpa ditanami. Adanya aneka macam tumbuhan dengan
kehidupan maupun unsur-unsur abiotik di sebuah tempat pada ketinggian tertentu
dari “formail regional” mungkin dikenal sebagai daerah hutan. Interaksi antara
unsur–unsur dalam ruang dapat dijelaskan bahwa pengertian fungsional region yang
berwujud hutan cadangan.
Pengertian ruang dalam artian luasa adalah seluruh lapisan permukaan bumi
adalah lapisan biosfer, tempat hidup tumbuhan-tumbuhan, hewan dan manusia.
Dalam arti sempit ruang dapat diartkan sama dengan wilayah yang mempunyai
batas-batas tertentu baik keadaan alam, sosial, pemerintahan. Ruang memuat dua
dimensi yaitu isi dan jarak. Dimensi isi, menyangkut lingkungan alam dan
lingkungan sosial. Dimensi jarak dapat dipandang dari wakru dan ekonomi.
Disamping itu ruang, bisa ditinjau dari segi ruang absolute dan relative. Jadi,
pengertian ruang dalam arti sempit, dapat dikaitkan dengan ruang sebagai pola
lokasi objek-objek yang menjadi titik perhatian, misalnya kota, jalan, industri, lahan
pertanian, perkebunan, dan sebagainya.
Pertemuan 3
Indikator : 3.1.4 Mengidentifikasi prinsip geografi dan contoh terapannya
3.1.5 Mengidentifikasi pendekatan geografi dan contoh terapannya

A. Prinsip-prinsip Geografi
Geografi adalah ilmu yang mengkaji fenomena geosfer. Dalam mengkaji fenomena
geosfer, geografi memiliki prinsip dan metode tersendiri dalam kajiannya. Prinsip dalam ilmu
geografi merupakan dasar dalam menguraikan, mengkaji, menganalisis, serta
mengungkapkan gejala, variabel, faktor, dan masalah geografi. Geografi menggunakan empat
prinsip sebagai berikut:

1. Prinsip Deskripsi
Prinsip deskripsi dapat diartikan sebagai penjelasan lebih lanjut tentang
fenomena geografi secara detail. Penjelasan tersebut disertai pet, tabel, grafik,
diagram citra, dan media lain yang mendukung. Pendeskripsian suatu fenomena
geografi didasarkan pada fakta, gejala, dan sebab akibat secara kualitatif atau
kuantitatif.
Contohnya: Penjelasan mengenai persebaran sumber daya alam di Indonesia
dilengkapi dengan peta, tabel ataupun diagram.

2. Prinsip Persebaran
Prinsip persebaran, artinya bahwa gejala, kenampakan, dan masalah yang
terdapat di ruang muka bumi persebarannya sangat bervariasi. Ada yang tersebar
secara merata, bergerombol di wilayah-wilayah tertentu, ataupun sama sekali tidak
merata. Karena itu, dapat diketahui di daerah mana saja objek tersebut berada?
Bagaimana persebarannya? Misalnya, persebaran daerah rawan longsor di Jawa Barat.
Oleh karena tidak semua wilayah Jawa Barat merupakan daerah rawan longsor maka
di wilayah mana saja terdapat daerah longsor? Jawabannya terdapat di sekitar Zona
Pegunungan Selatan Jawa Barat.
Prinsip persebaran menjelaskan bahwa persebaran fenomena dipermukaan
bumibervariasi atau tidak merata. Secara umum fenomena dibedakan menjadi
fenomena alam dan fenomena sosial. Prinsip ini juga disebut prinsip distribusi.
Contohnya: Persebaran jenis tanah di Indonesia yang berbeda-beda setiap
wilayah.

3. Prinsip Interelasi atau Keterkaitan


Prinsip interrelasi, artinya bahwa antara komponen atau aspek-aspek
lingkungan geografi senantiasa ada hubungan timbal balik atau saling keterkaitan satu
sama lain. Prinsip interrelasi didasarkan pada hubungan antara satu gejala dengan
gejala lain atau antara objek fisik yang satu dengan objek fisik lainnya, objek fisik
dengan sosial, atau sosial dengan sosial lainnya. Misalnya, daerah longsor sangat
berkaitan dengan morfologi wilayahnya. Karena Zona Selatan Jawa Barat merupakan
wilayah pegunungan maka morfologinya berbukit-bukit, sehingga memiliki banyak
lereng yang terjal.
Prinsip interelasi menjelaskan bahwa terdapat hubungan antara fenomena satu
dengan fenomena lain dalam satu ruang. Hubungan dapat berupa hubungan timbal
balik atau saling mempengaruhi. Hubungan dapat terjadi antara fenomena fisik
dengan fisik, dan fenomena fisik dengan sosial.
Contohnya: Tanah longsor terjadi karena adanya penggundulan hutan oleh
pihak yang tidak bertangung jawab.

4. Prinsip Korologi
Prinsip korologi dapat diartikan sebagai analisis suatu fenomena geosfer
menggunakan gabungan dari prinsip deskripsi, persebaran dan interelasi. Dalam
analisis menggunakan prinsip ini, fenomena yang terjadi akan di deskripsikan serta
dikaji persebaran dan interelasinya dalam suatu ruang. Kondisi ruang akan
memberikan suatu corak pada kesatuan gejala, fungsi, dan bentuk.
Contonya: Tanaman teh dapat tumbuh subur didaeah pegunungan yang memiliki
udara sejuk.

B. Pendekatan Geografi

1. Pendekatan Keruangan ( Spatial Approach )

Pada pelaksanaannya, pendekatan ke ruangan ini harus tetap berdasarkan prinsip-


prinsip yang berlaku yakni prinsip penyebaran, interelasi dan deskripsi. Sedangkan yang
temasuk pendekatan keruangan yaitu pendekatan topik, pendekatan aktivitas manusia dan
pendekatan regional. Secara teoritis pendekatan itu dapat dipisahkan satu sama lain, akan
tetapi pada satu sama lain.

Suatu ruang adalah sebuah kesatuan dan memiliki siste keruangan. Sebuah ruang
geografi dengan segala komponen dan subsistemnya membentuk sistem keruangan.
Pendekatan sistem adalah metode berfikir sintetik yang diterapkan pada sebuah sistem.
Sedangkan yang dimaksud mode berfikir sinektik, yaitu mode berfikir yang didasarkan atas
doktrin ekspansionisme. Doktrin ekspansionisme adalah cara meninjau sebuah benda atau
masalah sebagai bagian dari keseluruhan yang besar.

Dengan menanfaatkan analisis keruangan ini kita dapat mengetahui perbedaan-


perbedaan lokasi sebuah daerah, dan sifat-sifat penting yang terdapat didaerah tersebut.
Dalam analisis keruangan yang harus diperhatikan adalah:

a) Penyebaran penggunaan ruang yang telah ada


b) Penyediaan ruang yang akan digunakan untuk perbaikan kegunaan yang telah
dirancang sebelumnya.
Pendekatan keruangan ini tekanannya pada kerangka analisis yang eksistensi ruang
sebagai penekanan. eksistensi ruang dalam perspektif geografi dapat dilihat dari struktur
“spatial structure, pola atau “spatial patern” dan proses atau “spatial processes”. Berarti
dalam konteks fenomena keruangan terdapat perbedaan kenampakan struktur, pola dan
proses. Struktur keruangan berkenaan dengan elemen-elemen pembentukan ruang. Elemen-
elemen tersebut dapat disimpulkan dalam tiga bentuk utama yaitu kenampakan titik,
kenampakan garis, kenampakan bidang.

Dari pendekatan keruangan ini, geografiwan mengamati fenomena yang menjadi titik
perhatian atas dasar perbedaan lokasi yang tersebar dalam wilayah di permukaan bumi.
Dalam istilah sehari-hari sering disebut difusi, artinya pemencaran/penyebaran atau
penjalanan sebuah ruang tertentu.

2. Pendekatan kelingkungan ( Ecological Approach )

Pendekatan ekologi adalah sebuah metodologi untuk mendekati, menelaah dan


menganalisis gejala atau masalah geografi menerapkan konsep dan prinsip ekologi.
Pandangan dan penelaah ekologi diarahkan kepada hubungan antara manusia sebagai
makhluk hidup dengan lingkungan alam.

Pandangan dan penelaahan ini dikenal sebagai pendekatan ekologi, dapat


mengungkapkan masalah hubungan penyebaran dan aktifitas manusia dengan lingkungan
alamnya. Pendekatan ekologi pada sebuah daerah (permukiman, pertanian dan sebagainya)
maka daerah tersebut ditinjau sebagai bentuk ekosistem hasil interaksi penyebaran dan
aktivitas manusia dengan lingkungan alamnya.

Kerangka analisisnya dalam pendekatan kelingkungan ini tidak hanya mengaitkan


hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungan alam saja, tetapi harus dikaitkan dengan :

a) Fenomena alam dan relik fisik tindakan manusia


b) Perilaku manusia yang meliputi perkembangan ide-ide dan nilai-nilai
geografis serta kesadaran akan lingkungan.

Fenomena alam mencakup dua aspek yaitu relik fisik berupa tindakan manusia
mencakup penempatan urutan lingkungan dan manusia sebagai agen perubahan lingkungan.
Sedangkan lingkungan perilaku dapat meliputi dua aspek pula yaitu pemngembangan nilai
dan gagasan geografi berupa lingkungan budaya dan proses sosial ekonomi serta perubahan
nilai-nilai lingkungan dan kesadaran lingkungan yang penting adalah perubahan pengetahuan
lingkungan alam manusia.

Studi yang mendalam mengenai interrelasi fenomena-fenomena geosfer tertentu pada


wilayah formal dengan variabel kelingkungan inilah yang kemudia dianggap sebagai cirri
khas pada pendekatan kelingkungan. Sehingga diharapkan dapat menjawab keenam
pertanyaan geografi (what, where, when, why, how, who) dan selalu menyertai setiap bentuk
analisis geografi, yang sistematis dapat dicontohkan sebagai berikut: Dalam hal mempelajari
banjir dan tanah longsor (sebagai masalah pokok). Pendekatan kelingkungan dapat diawali
dengan tindakan berupa (1) mengidentifikasi kondisi fisik lokasi tempat terjadi banjir dan
tanah longsor, dengan mengidentifikasi jenis tanah, topografi, tumbuhan dan hewan, (2)
mengidentifikasi gagasan, sikap dan perilaku masyarakat setempat dalam mengolah alam di
lokasi tersebut, (3) mengidentifikasi sistem budaya yang dikembangkan untuk memenuhi
kebutuhan hidup, (4) menganalisis hubungan antara sistem budaya dengan hasil dampak
yang ditimbulkan, (5) mencari alternatif pemecahan masalah yang terjadi.

3. Pendekatan kewilayahan atau kompleks wilayah ( Regional Complex Approach)

Pendekatan ini adalah kombinasi antara analisis keruangan dan analisis kelingkungan.
Pada pendekatan ini sebagai ajang penelitiannya didekati atau dihampiri dengan dasar konsep
“area differentiation” yaitu konsep yang menegetangahkan, interaksi antara wilayah akan
berkembang karena adanya perbedaan karakteristik antar wilayah yang satu dengan yang
lainnya, dan disamping itu memperhatikan distribusi fenomena yang menjadi sasaran
penelitian serta interaksi antara variabel manusia dengan lingkungan alam secara timbal
balik.

Jadi objek dan sorotan dalam pendekatan kompleks wilayah ini bersifat multivariable
baik bersifat horizontal adalah analisis yang menekankanpada keruangan, dan bersifat
vertikal yang tekanannya pada lingkungan. Adanya perbedaan antara wilayah yang satu
dengan wilayah yang lain telah menciptakan hubungan fungsional antara unit-unit wilayah,
sehingga tercipta sebuah wilayah, sistem yang kompleks sifatnya dengan analisisnya
memerlukan pendekatan yang multivariate pula. Salah satu contoh analisis pendekatan
kompleks wilayah antara lain bagaimana memecahkan masalah urbanisasi. Maka untuk
pemecahan masalahnya adalah : 1) menerpakan pendekatan keruangan , 2) menerapkan
pendekatan kelingkungan, 3) menganalisis keterkaitan antara faktor-faktor diwilayah desa
dengan kota.

Dalam memahami wilayah hendaknya dilihat sebagai kompleksitas unsur-unsurnya


dan dilihat dalam kompleks wilayah atau hubungannya dengan wilayah-wilayah lain. Dari
komponen wilayah tersebut terlihat kaitan antara ruang dengan lingkungan, dimana
lingkungan yang dimaksud adalah geosfer adalah sistem hasil interaksi dan interdependensi
atmosfer, litosfer, pedosfer, hidrosfer, biosfer, dan antroposfer atau dengan kata lain, geosfer
pada ruang permukaan bumi dengan batas tertentu adalah wilayah.
Pertemuan 4
Indikator : 3.1.6 Mendiskusikan keterampilan geografi

Keterampilan yang harus dimiliki untuk memhmi konsep geografi adalah sebagai
berikut (Sindu P, Yasinto:2016):
1. Observasi
Observasi adalah kemampuan utama dalam mengjadapi konsep geografi. Hal-hal
yang diamati dalam prinsip observasi geografi adalah segela fenomena geosfer yang
meliputi litosfer, atmosfer, hidrosfer, biosfer, dan antroposfer. Contohnya melakuakn
pengamatan teehadap fenomena hujan dan musim.
2. Deskripsi
Kemampuan deskriptif adalah kemampuan untuk menjelaskan fenomena geosfer
yang terdapat di muka bumi secara detail dan optimal sehingga orang lain yang
mendengarkan atau membacanya seolah-olah melihat fenomena itu secara langsung.
Contohnya menggambarkan proses terbentuknya gunung api
3. Mengelompokkan ( klasifikasi)
Mengklarifikasikan fenomena geosfer dilakuakn berdasarkan syarat-syarat tertentu.
Misalnya pengklarifikasian jenis tanah, lahan, dan curah hujan. Prinsip klarifikasi
digunakan untuk melakukan analisis terkait interaksi antarfenomena
4. Pemetaan
Seorang ahli geografi sudah pasti harus mampu membuat dan membaca preta dengan
baik. Segala fenomena geosfer dapat digambarkan dengan peta, contohnya peta
persebaran jumlah penduduk, peta persebaran jenis lahan, dan peta persebaran curah
hujan
5. Analisis
Keterampilana analisis dlam geografi adalah kemampuan menganalisis hubungan
interaksi dan interelasi antara fenomena geosfer yang satu dan yang lainnya.
Contohnya hubungan keterkaitan antara perilaku sosial manusia dan lingkungan.
DAFTAR PUSTAKA

Bakaruddin. 2010. Dasar-Dasar Ilmu Geografi. Padang : UNP PRESS

Sindu P, Yasinto. 2016. Geografi untuk SMA/MA kelas X(kurikulum 2013). Jakarta:

Erlangga

http://www.sridianti.com/peran-geografi-dalam-kehidupan

http://sukasukasaya7.blogspot.co.id/2014/04/geografi-budaya.html

http://www.pengertianpengertian.com/2014/11/pengertian-klimatologi.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Oseanografi

http://geografi-geografi.blogspot.co.id/2013/04/oseanografi-dan-oseanologi.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Demografi_Indonesia

https://rizalsagala.wordpress.com/2013/02/14/geografi-sosial/

https://www.academia.edu/9543792/Aktivitas_Ekonomi_Manusia_Geografi_Ekonomi_

http://adhymb.blogspot.co.id/2012/09/pengertian-geografi-sejarah-dan-konsep.html

https://www.google.com/search?q=geologi&ie=utf-8&oe=