Anda di halaman 1dari 12

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KOMUNITAS

Disusun Oleh :

Kelompok 13, 18, dan 19

1. Dhia Ramadhani Wijayanti


9. Shindy Mayang Sari
2. Luthfina Dewi Silfiyani
10. Muflikhatul Ulya
3. Shyffa Arrizqi
11. Deni Purnasari
4. Faridatuz Zakiyah
12. Endah Titis Ningrum
5. Rofiqoh Hidayana
13. Siti Amilatul Mukaromah
6. Prameswari Ayu Winarsih
14. Rizaldy Yuwananda
7. Fivie Fridayanti
15. Hilmalana Saparudin
8. Neng Indah Awwaliyah P

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG

2021
A. Pengkajian

1. Lingkungan Fisik
a. Perumahan
Hasil tabulasi data diperoleh seluruh rumah masyarakat merupakan
bangunan rumah permanen. Seluruh rumah memiliki ventilasi yang baik
karena ukuran ventilasi sudah memenuhi syarat rumah sehat yaitu lebih
dari 5% dari luas lantai. Dan sebanyak 86,7% rumah memiliki
pencahayaan yang terang sehingga matahari dapat masuk maksimal ke
dalam rumah karena rumah berjarak dengan rumah lainnya. Kebersihan
di dalam dan di luar rumah masyarakat bersih sebanyak 86,7%.
b. Pekarangan
Pekarangan disekitar warga memanfaatkan lahan di pekarangan
dijadikan kebun sebanyak 60%. Pekarangan disetiap rumah warga ada
yang bersih namun sebagian juga ada yang kotor karena terdapat
genangan air dan lembab.
c. Sumber Air
Sumber air warga untuk minum, dan masak sebanyak 46,7%
berasal dari air sumur. Keadaan air memenuhi syarat yaitu bersih, tidak
berbau, tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak ada endapan. Jarak
sumber air dengan penampungan limbah warga dilokasikan mayoritas
lebih dari 10 meter. Sebagian besar kondisi bak mandi dan penampungan
air warga dalam kondisi terbuka, untuk waktu membersihkannya
mayoritas 1 minggu sekali.
d. Pembuangan Kotoran Manusia
Jenis tempat pembuangan kotoran manusia mayoritas
menggunakan WC yang dimiliki masing-masing kepala keluarga dalam
keadaan bersih, tidak berbau dan tidak berlumut.
e. Pembuangan Sampah
Pengolahan sampah warga sebanyak 46,7% diambil petugas namun
ada sebagian yang dibakar. Keadaan tempat pembuangan juga banyak
yang belum tertutup dengan kondisi ditemukan vektor seperti lalat,
kecoa, tikus, nyamuk. polusi yang berada dilokasi masyarakat rata-rata
berasal dari limbah rumah tangga.

2. Pelayanan Kesehatan/Sosial
Jenis pelayanan kesehatan/sosial yang ada dimasyarakat berupa
Puskesmas/ posyandu 94% dan ada dokter keluarga 27%, balai pengobatan
6,7%, rumah sakit 34%. Keadaan mutu dan pelayanan kesehatan yang ada
54% dinilai baik oleh masyarakat . Masyarakat sebesar 94% mengaku
terlibat dalam penggunaan jasa pelayanan. Kegiatan pelayanan kesehatan
yang sering dilakukan adalah Posyandu yang di nilai 100% cukup baik oleh
masyarakat. Warga biasa berobat ke puskesmas dan sebagian kecil di dokter
keluarga. Sebelum warga berobat biasanya warga beli obat yang dijual
bebas terlebih dahulu untuk mengatasi masalah kesehatan yang dialaminya.
Sumber pendanaan kesehatan keluarga sebagian besar berasal dari Askes
47% dan sisanya berobat dengan biaya Jamkesmas 40%, untuk biaya
pengobatan umum 13,3%. Penyakit yang paling sering muncul di
masyarakat dalam 6 bulan terakhir yaitu hipertensi sebanyak 47%.
Masyarakat sebesar 67% kurang mengetahui tentang keluhan maupun
penyakit yang dialami. Dalam kebiasaan sehari-hari sebagian besar warga
menyajikan makanan dengan tertutup 80% sehingga makanan yang
disajikan tidak terkontaminasi oleh lalat, sebelum memasak masyarakat
terlebih dahulu memotong lalu mencuci bahan makanan dahulu sebelum
memasaknya. Masyarakat sebesar 93,3% mempunyai kebiasaan tidak
mencuci tangan menggunakan sabun disetiap melakukan kegiatan dan tidak
mengetahui tetntang pola yang hidup bersih dan sehat.

3. Ekonomi
Sarana perekonomian yang ada dalam masyarakat yaitu wirausaha
dengan membuka toko/warung 80% dan berjualan di pasar 47%, masyarakat
berpendapat bahwa hal tersebut cukup bermanfaat dalam memenuhi
kebutuhan sehari-hari. Pengeluaran rata-rata keluarga perbulan khususnya
dalam kesehatan sebesar < Rp. 1.200.000. Meskipun demikian, terdapat
iuran wajib yang dibebankan kepada warga sehingga 53,3% warga setuju
dengan kebijakan yang diberikan oleh pemerintahan desa.

4. Keamanan Dan Transportasi


Keadaan jalan di wilayah masyarakat semua jalan sudah baik 47%,
namun masih ada beberapa jalan yang kondisinya tanah berlubang dan
terdapat genangan air 20%. Alat transportasi yang digunakan warga yang
sering digunakan adalah motor 93,3% dan mobil 67%. Mayoritas warga
menggunakan sepeda motor. Sistem penjagaan keamanan warga memiliki
sistem poskamling 60%. Kondisi keamanan dimasyarakat sekitar terbilanng
(angka kriminalitas) aman dengan data sebesar 67%.

5. Politik dan pemeritahan


Hasil laporan dari masyarakat mengatakan pandangan terhadap politik
cukup baik, partisipasi masyarakat terhadap partai politik tertentu juga aktif.
terdapat susunan structural seperti ketua RT, ketua RW, sekretaris dan juga
bendahara. Dalam masyarakat juga terdapat beberapa jenis kelompok sosial
diantaranya yaitu seperti PKK, Karang taruna, IRMAS. Cara pembentukan
kelompok dan pemilihan pemimpin di masyarakat dengan cara
musyawarah. Kemudian untuk penyampaian aspirasi masyarakat dengan
cara rapat desa/RT, untuk penyelesaian masalah pada bidang kesehatan
masyarakat lebih memilih tenaga medis.

6. Komunikasi
Cara penyampaian informasi kepada masyarakat dilakukan
pengumuman secara langsung atau menggunakan pengeras suara atau
mikrofon, bisa juga melalui via handpone. masyarakat memberikan
tanggapan informasi yang diberikan cukup baik. Tempat untuk
mendapatkan informasi yaitu di rumat RW/RT, waktu yang tepat untuk
memberikan yaitu pagi dan siang hari.
7. Pendidikan
Jenjang pendidikan masyarakat rata-rata yaitu SMA. Sarana
pendidikan yang ada dilingkungan masyarakat terdapat sekolah (SD, SMP,
SMA), TK-TPA dan bimbingan belajar. Jenis kegiatan pendidikan
kesehatan yang ada yaitu penyuluhan. Untuk program kesehatan diantaranya
yaitu UKS, PMR, Posyandu, bidan desa, dokter kecil.

8. Rekreasi
Pandangan masyarakat terhadap rekreasi cukup penting, sarana
rekreasi yang ada dimasyarakat paling banyak yaitu kolam renang, taman,
mall dan pantai. Masyarakat sebagian besar melakukan kegiatan rekreasi
diluar kota dan dilakukan pada waktu tidak tentu selama satu hari.
Masyarakat melakukan kegiatan rekreasi setiap 1-2 kali sebulan pada libur
sekolah dan libur akhir pekan. Anggaran yang digunakan untuk kegiatan
rekreasi tidak ada.

9. Program Pemerintah
Program pemerintah salah satunya salah satunya PISPK dengan
beberapa indicator, antara lain:
a. Keluarga Berencana
Dari hasil pengkajian secara keseluruhan dalam komunitas keluarga
melakukan KB/Keluarga berencana.
b. Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan
Dalam satu komunitas keluarga seluruh ibu yang melakukan persalinan
di fasilitas kesehatan yaitu sebanyak 93,3 % di puskesmas.
c. Imunisasi
Dalam satu komunitas secara keseluruhan keluarga melakukan
imunisasi dengan lengkap.
d. ASI Eksklusif
Dalam satu komunitas sebanyak 93,3% keluarga yang melakukan ASI
Eksklusif lengkap selama 6 bulan.
e. Pemantauan pertumbuhan balita
Dalam satu komunitas seluruh keluarga yang memantau pertumbuhan
balita sebanyak 93,3%.
f. Penderita TB paru mendapat pengobatan standar
Dalam satu komunitas seluruh anggota keluarga yang mendapat
pengobatan standar sebanyak 26,7%, keluarga yang tidak ada penderita
TB paru sebanyak 66,7.
g. Pengobatan Hipertensi
Pengobatan hipertensi yang rutin dilakukan dalam satu komunitas
yaitu sebanyak 60% artinya seluruh anggota keluarga sadar akan
Kesehatan itu penting.
h. Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak
diterlantarkan
Dalam satu komunitas seluruh anggota keluarga tidak ada yang
mengalami gangguan jiwa.
i. Anggota keluarga tidak ada yang merokok
Hasil pengkajian satu komunitas didapatkan bahwa 53,3 % anggota
keluarga ada yang merokok.
j. Keluarga sudah menjadi anggota jaminan kesehatan nasional
Didapatkan dari hasil pengkajian satu komunitas bahwa anggota
keluarga sudah menjadi anggota jaminan Kesehatan nasional
k. Keluarga mempunyai akses sarana air bersih
Dalam satu komunitas seluruh keluarga mempunyai askes sarana air
bersih
l. Keluarga mempunyai akses/ menggunakan jamban sehat
Didapatkan hasil dari satu komunitas bahwa seluruh keluarga
mempunyai akses/ menggunakan jamban sehat.
B. Analisa Data

Masalah
No Data Fokus Penyebab
Keperawatan
1  Menunjukan penolakan Pemilihan gaya Perilaku
terhadap perubahan status hidup tidak sehat Kesehatan
kesehatan cenderung
- Sebanyak 93,3% warga berisiko
mengatakan sudah tahu
mengenai pola hidup
bersih dan sehat, namun
belum dapat dalam
mengaplikasikannya
secara benar

 Gagal melakukan Tindakan


pencegahan masalah
kesehatan
- Sebanyak 20% warga
menderita thphoid dan
batuk pilek
- Sebanyak 53,3% warga
mengaku memiliki
anggota keluarga yang
merokok
-
 Menunjukan upaya
peningkatan status kesehatan
yang minimal
- Sebanyak 46,7%
masyarakat masih
menggunakan air sumur
untuk minum dan masak
- Sebanyak 33,3%
masyarakat memiliki jarak
antara sumber air dengan
penampungan
limbah/kotoran <10meter
- Sebanyak 60% masyarakat
memiliki kondisi bak mandi
dan penampunga air
terbuka, 26,7% tidak
menentu waktu untuk
membersihkan bak
air/penampung air
- Sebanyak 33,3%
masyarakat memiliki
saluran air limbah
pembuangan yang terbuka,
dengan kondisi banyak
sampah dan air tampak
hitam
- Dalam pengelolaan sampah
sebanyak 40% warga masih
membakar sampah, dan
66,7% warga memiliki
tempat sampah yang terbuka
sehingga lalat, tikus dan
kucing dapat berkeliaran
dengan bebas
- Sebanyak 60% warga
memiliki kebiasaan
menolah makan dengan
dipotong dahulu baru dicuci

Sebanyak 73,3% warga adalah


lulusan SMA dengan
penghasilan rata-rata diatas
UMR perbulan
 Gagal melakukan tindakan Ketidakcukupan Manajemen
untuk mengurangi faktor petunjuk untuk Kesehatan tidak
resiko bertindak efektif
- Sebanyak 46,7% warga
menderita hipertensi, 40%
asam urat, dan 13,3%
diabetes melitus
- Sebanyak 66,7%
mengatakan belum
mengetahui mengenai
penyakitnya, dan cara
perawatannya dirumah,
- Sebanyak 53,3% warga
mengaku memiliki anggota
keluarga yang merokok
 Gagal menerapkan program
perawatan/pengobatan dalam
kehidupan sehari—hari
- Angka kepuasan warga
terbilang cukup baik
terhadap keadaan (46,7%)
dan mutu (66,7%)
pelayanan kesehatan/sosial
di tempat tinggalnya namun
kegiatan pelayanan
kesehatan yang dilakukan
petugas masih terbilang
belum optimal, antara lain
senam lansia hanya
dilakukan 6,7% dan
screening test 13,3%
 Aktivitas hidup sehari-hari
tidak efektif untuk memenuhi
tujuan kesehatan
- Sebanyak 46,7% warga
masih membeli obat bebas
dan 13,3% jamu buatan
sendiri
- Sebanyak 33,3% penderita
hipertensi tidak melakukan
pengobatan secara teratur

C. Skoring data dan Prioritas Masalah


1. Perilaku Kesehatan cenderung berisiko (D.0099)
No Kriteria Skoring Bobot Nilai
1. Sifat masalah :
1. Aktual / sudah terjadi 3 3 3
x3=3
2. Ancaman kesehatan 2 3
3. Keadaan sejahtera 1
2. Kemungkinan masalah untuk diubah :
1. Mudah 2 2
2 x2=2
2. Sebagian 1 2
3. Tidak dapat 0
3. Potensial untuk dicegah :
1. Tinggi 3 2
2 x3=2
2. Cukup 2 3
3. Rendah 1
4. Menonjolnya masalah :
1. Masalah dirasakan dan perlu
penanganan segera 2 2
2 x2=2
2. Masalah dirasakan, tidak perlu 1 2
ditangani segera 0
3. Masalah tidak dirasakan
Total 9

2. Manajemen Kesehatan tidak efektif (D.0116)


No Kriteria Skoring Bobot Nilai
1. Sifat masalah :
1. Aktual / sudah terjadi 3 3 3
x3=3
2. Ancaman kesehatan 2 3
3. Keadaan sejahtera 1
2. Kemungkinan masalah untuk diubah :
1. Mudah 2 2
2 x2=2
2. Sebagian 1 2
3. Tidak dapat 0
3. Potensial untuk dicegah :
1. Tinggi 3 3
3 x3=3
2. Cukup 2 3
3. Rendah 1
4. Menonjolnya masalah :
1. Masalah dirasakan dan perlu
penanganan segera 2 2
2 x2=2
2. Masalah dirasakan, tidak perlu 1 2
ditangani segera 0
3. Masalah tidak dirasakan
Total 10

D. Diagnosa Keperawatan
1. Perilaku kesehatan cenderung berisiko berhubungan dengan pemilihan
gaya hidup tidak sehat.
2. Manajemen kesehatan tidak efektif berhubungan dengan ketidakcukupan
petunjuk untuk bertindak.
E. Rencana Keperawatan

No Tujuan dan kriteria hasil Intervensi


1 Perilaku Kesehatan Promosi Perilaku Upaya Kesehatan
(L.12107) (I.12472)
Setelah dilakukan tindakan Observasi :
keperawatan diharapkan - Identifikasi perilaku upaya kesehatan
gaya hidup/perilaku yang dapat ditingkatkan
membaik dengan KH : Terapeutik :
- Kemampuan - Berikan lingkungan yang mendukung
peningkatan kesehatan kesehatan
meningkat - Orientasi pelayanan kesehatan yang
- Kemampuan melakukan dapat dimanfaatkan
tindakan pencegahan Edukasi :
masalah kesehatan - Anjurkan mencuci tangan dengan air
meningkat bersih dan sabun
- Pencapaian pengendalian - Anjurkan menggunakan jamban sehat
kesehatan meningkat - Anjurkan memberantas jentik dirumah
seminggu sekali
- Anjurkan makan sayur dan buah setiap
hari
- Anjurkan melakukan aktivitas fisik
setiap hari
- Anjurkan tidak merokok di dalam rumah
2 Manajemen Kesehatan Edukasi Kesehatan (I.12383)
(L.12104) Observasi :
Setelah dilakukan tindakan - Identifikasi kesiapan dan kemampuan
keperawatan diharapkan menerima informasi
kemampuan mengatur dan - Identifikasi faktor-faktor yang dapat
mengintegrasikan meningkatkan dan menurunkan motivasi
penanganan masalah perilaku hidup bersih dan sehat
kesehatan dalam kehidupan Terapeutik :
sehari-hari meningkat, - Sediakan materi dan media pendidikan
dengan KH : kesehatan
- Melakukan tindakan - Jadwalkan pendidikan kesehtaan sesuai
untuk mengurangi faktor kesepakatan
resiko meningkat - Berikan kesempatan untuk bertanya
- Menerapkan program Edukasi :
perawatan meningkat - Jelaskan faktor resiko yang dapat
- Aktivitas hidup sehari- mempengaruhi kesehatan
hari efektif memenuhi - Ajarkan perilaku hidup bersih dan sehat
tujuan kesehatan - Ajarkan strategi yang dapat digunakan
meningkat untuk meningkatkan perilaku hidup
bersih dan sehat.