Anda di halaman 1dari 8

TUGAS COMPLEMENTARY NURSING

DESKRIPSI BAHAN HERBAL

OLEH :
Ni Made Wistita Dewi
17091110062

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ADVAITA MEDIKA TABANAN
2020
DESKRIPSI BAHAN HERBAL
KULIT MANGGIS

Nama Latin manggis: Garcinia Mangostana L.


Laurent Garcin, penjelajah hutan berkebangsaaan Prancis yang memberi
nama Garcinia mangostana pada abad ke-16, mungkin tidak menduga temuannya
memiliki manfaat lebih hebat daripada pengetahuan zaman kuno itu. Semua
bermula pada April 1993 saat Munekazu Iinuma mengumpulkan kulit manggis
dari berbagai sentra di Indonesia. Kulit manggis itu kemudian diterbangkan ke
Gifu Pharmaceutical University, Jepang.
Di sana, oleh Kenji Matsumoto dan kawan-kawan, termasuk Munekazu
Iinuma, sejumlah 2,7 kg kulit buah manggis kering diekstrak dengan heksana,
benzena, aseton, dan alkohol 70%. Ekstraksi menghasilkan 6 turunan xanthone: a-
mangostin, b-mangostin, g-mangostin, mangostinone, garcinone E, dan 2-
isoprenyl-1,7-dihydroxy-3-methoxyxanthone.
Selanjutnya mereka mengambil sejumlah sel penyebab leukemia, seperti
HL60, K562, NB4, dan U937 dari Riken Cell Bank, Tsukuba, Ibaraki, Jepang. Sel
kanker penyebab leukemia itu dikulturkan, kemudian senyawa-senyawa xanthone
dilarutkan dalam kultur itu. Hasilnya terbukti bahwa a-mangostin memicu proses
apoptosis sel leukemia.
Hasil penelitian Kenji Matsumoto itu seakan-akan menjadi pemicu
perhatian ilmuwan dunia pada manggis. Lima bulan setelah penelitian Kenji
Matsumoto, di Swiss ada penelitian yang membuktikan, xanthone ampuh
mengatasi depresi. Berikutnya susul-menyusul penelitian di berbagai negara yang
hasilnya saling menguatkan efek xanthone sebagai obat. Di Taiwan, misalnya,
pada Mei 1996 dilakukan 2 penelitian yang berbeda. Satu penelitian membuktikan
khasiat xanthone mengatasi depresi; penelitian lain, antikanker.
Manggis mengandung senyawa bioaktif seperti xanthone, terpen, antosianin,
tanin, fenol, dan beberapa vitamin. Nilai gizi manggis per 100 g termasuk 80,9 g
air, 0,5 g protein, 18,4 g karbohidrat, 1,7 g serat, 9 mg kalsium, 14 mg fosfor, 0,5
mg besi, 2 mg vitamin C, 0,09 mg vitamin B1 (thiamin), 0,06 mg vitamin B2
(riboflavin), dan 0,1 mg vitamin B5 (niacin).
Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa komponen dalam buah manggis
(Garcinia mangostana L.) yang paling besar adalah kulitnya yakni 70-75%,
sedangkan daging buahnya hanya 10-15%, dan bijinya 15-20 %. Kandungan
xanthone tertinggi terdapat di dalam kulitnya. Selain itu, beberapa penelitian
menunjukkan bahwa kulit buah manggis mengandung senyawa yang memiliki
aktivitas farmakologi sebagai:
a. Antibakteri
b. Antiinflamasi
c. Antihistamin
d. Antimalaria
e. Antijamur
f. Anti-aging
g. Stroke
h. Terapi HIV
Manfaat kulit manggis:
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan senyawa xanthone yang
tinggi pada kulit manggis membuatnya banyak digunakan untuk mengatasi
masalah kesehatan. Berikut ini adalah berbagai manfaat kulit manggis yang bisa
Anda dapatkan, di antaranya:
a. Mencegah kulit keriput
Senyawa xanthone yang berfungsi sebagai anti-aging dapat menghalangi
teroksidasinya vitamin dan asam lemak tak jenuh ganda (yang merupakan
penyusun dinding sel saraf) oleh radikal bebas. Kondisi ini akan
menghambat rusaknya jaringan sel yang menjadi penyebab kulit keriput
akibat hilangnya elastisitas kolagen dan otot. Selain itu, kulit manggis juga
bisa menghambat perkembangan bintik pigmen seperti flek.
b. Menurunkan gula darah
Meski klaim ini masih dilakukan dalam penelitian yang terbatas, ekstrak
kulit manggis terbukti mampu menurunkan gula darah. Namun, penurunan
kadar gula darah setiap penderita diabetes berbeda-beda. Hal itu
disebabkan karena berbedanya kadar gula awal dan respons sistem
metabolisme tubuh terhadap ekstrak yang diberikan. Senyawa antioksidan
bertindak sebagai penghambat yang digunakan untuk mencegah
autoksidasi, sehingga cara terbaik untuk mengurangi stres oksidatif adalah
dengan mengurangi radikal bebas atau mengoptimalkan pertahanan tubuh
dengan melipatgandakan antioksidan. Selain itu, antioksidan juga
melindungi jaringan dari kerusakan oksidatif
c. Mencegah penyakit jantung
Senyawa xanthone dipercaya dapat menurunkan trigliserida. Turunnya
kadar trigliserida dalam darah pada akhirnya dapat mencegah penyakit
jantung. Trigliserida merupakan lipid yang berpengaruh terhadap kerja
jantung. Tingginya kadar trigliserida terkait dengan peningkatan risiko
penyakit jantung koroner, terutama seseorang yang memiliki masalah
kesehatan lain.
d. Menghambat perkembangan sel kanker
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pemberian microgram
gammamangostin pada tikus mampu menghentikan inflamasi dengan
menghambat produksi enzym cyclooxygenase -2 (COX-2) penyebab
inflamasi. Sementara gammamangostin mempunyai efek antiinflamasi
yang lebih baik daripada obat antiinflamasi. Penelitian lain
mengungkapkan, alpha-mangostin yang diisolasi dari kulit manggis
mampu menghambat sel leukemia HL-60.
e. Mencegah Tuberkulosis
Senyawa xanthone yang ada di dalam buah manggis menurut sebuah
penelitian mampu menghentikan perkembangan bakteri Mycobacterium
tuberculosis penyebab tuberkulosis (TBC).
f. Mencegah terjadinya alergi
Komponen alami yang ada di kulit manggis selain bisa mencegah
peradangan, juga bisa memberi perlindungan dari terjadinya alergi.
g. Meningjatkan sistem kekebalan tubuh
Selain senyawa penting seperti xanthone, manggis juga kaya akan nutrisi
seperti mineral dan vitamin yang membantu meningkatkan sistem
kekebalan tubuh. Berbagai nutrisi tersebut mampu melindungi tubuh dari
penyakit yang melemahkan sistem imunitas.
h. Mempercepat penyembuhan
Sifat antibakteri dan antiinflamasi yang ada di dalam manggis bermanfaat
untuk mempercepat penyembuhan luka. Jika Anda tidak ingin
mengonsumsi ekstrak kulit manggis, Anda bisa menyiapkan rebusan daun
dan kulit manggis
i. Mengatasi masalah menstruasi
Jika siklus menstruasi Anda tidak normal, salah satu cara alami yang bisa
dilakukan dengan mengonsumsi buah manggis. Buah ini dipercaya
membantu mengatur siklus menstruasi, yang pada akhirnya membuat
seorang wanita dapat melakukan aktivitas harian dengan normal.
j. Mengatasi sariawan
Manfaat kulit manggis yang terakhir adalah kemampuannya untuk
mengatasi sariawan. Hal itu dipengaruhi oleh sifat astringen alami yang
ada di dalamnya.
Cara Mengolah Kulit Manggis
a. Cara mengolah kulit manggis menjadi teh herbal

Untuk mendapatkan teh herbal dari kulit manggis, langkah yang perlu
dilakukan:
1. Bersihkan kulit manggis, pastikan tidak ada debu maupun bercak
kuning yang menempel pada kulitnya.
2. Potong-potong kulit manggis
3. Rebus potongan kulit manggis di dalam air mendidih.
Air rebusan kulit manggis inilah yang diminum sebagai teh herbal. Dapat
juga menambahkan bahan lain, seperti madu atau gula batu, untuk
menambahkan rasa manis pada teh ini. Sebagai alternatif, bisa langsung
menuangkan air panas di gelas berisi potongan kulit manggis yang sudah
bersih. Tunggu hingga air panas berubah warna sebelum menikmatinya
sebagai teh herbal.
b. Cara mengolah kulit manggis menjadi jus
Kulit manggis juga dapat diminum langsung seperti layaknya meminum
jus. Caranya:
1. Belah buah manggis menjadi dua
2. Kerok bagian kulit manggis dengan menggunakan sendok. Untuk
menghindari rasa jus yang pahit, hindari mengerok bagian kulit yang
berwarna hitam atau ungu
3. Masukkan kerokan ke dalam blender
4. Tambahkan air matang dan gula aren
5. Tambahkan madu dan es batu secukupnya
6. Blender semua bahan agar tercampur halus
7. Siapkan gelas saji, tuangkan hasil blenderan dan hidangkan.
Jus kulit manggis ini sebaiknya langsung dikonsumsi setelah diproses. Jika
didiamkan selama lebih dari 5 menit, maka jus tersebut akan menggumpal
karena kulit manggis mengandung tannin yang membentuk koloidal dalam
air.
c. Cara mengolah kulit manggis menjadi bubuk

Ekstrak kulit manggis bubuk dapat bertahan lebih lama dibanding teh atau
jus. Bubuk kulit manggis yang tidak cepat basi dan bau ini sangat praktis
dan membuat tidak perlu repot mengolah kulit manggis setiap ingin
menikmati khasiatnya. Cara mengolah kulit manggis menjadi bubuk
dibagi menjadi dua, yakni cara basah dan cara kering. Cara basah adalah
dengan mengolah kembali jus kulit manggis seperti poin kedua, dengan
menambahkan bahan kimia bernama maltodektrin, kemudian
memprosesnya dengan mesin spray drying. Bagi orang awam, metode ini
mungkin tidak mungkin dilakukan. Oleh karena itu, ada cara mengolah
kulit manggis menjadi bubuk dengan lebih sederhana, yaitu:
1. Bersihkan kulit buah manggis segar
2. Jemur selama 2-3 hari di tempat yang terik, tapi tidak terkena polusi
3. Kulit manggis yang sudah kering dapat dihaluskan dengan cara
digiling atau diblender.
Bubuk instan dari kulit manggis ini dapat langsung dikonsumsi dengan
disedur air panas atau dimasukkan dalam kapsul dan dikonsumsi seperti
suplemen kesehatan. Bubuk yang belum digunakan bisa disimpan dalam
wadah yang tertutup rapat.
d. Cara mengolah kulit manggis untuk obat
1. Ambil kulit manggis segar dari buah yang sudah benar-benar matang,
kemudian cuci dengan air mengalir hingga bersih.
2. Rebus kulit manggis di dalam air mendidih selama 10 menit,
kemudian buang air rebusannya untuk menghilangkan getah dan
tannin yang bisa membuat perut mulas.
3. Masukkan kulit manggis ke dalam es batu selama 10 menit, kemudian
blender tanpa campuran apapun. Saring dan peras airnya hingga Anda
mendapatkan ekstrak.
4. Simpan ekstrak kulit manggis di dalam wadah tertutup dan letakkan di
dalam lemari es. Minum 2 sendok makan setiap hari untuk
mendapatkan khasiatnya.