Anda di halaman 1dari 5

TUGAS COMPLEMENTARY NURSING

UPAYA PENCEGAHAN VIRUS CORONA

OLEH :
Ni Made Wistita Dewi
17091110062

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ADVAITA MEDIKA TABANAN
2020
UPAYA PENCEGAHAN VIRUS CORONA

1. Pengertian Virus Corona


Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome corona virus 2
(SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit
karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan
gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian. Severe
acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal
dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke
manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang
dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. Infeksi virus ini disebut
COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir
Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke
wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia.
Corona virus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem
pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi
pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi
pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East
Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome
(SARS).
2. Gejala Virus Corona
Infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya
mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit
kepala; atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi,
batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Namun, secara
umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus
Corona, yaitu:
a. Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius)
b. Batuk
c. Sesak napas
Menurut penelitian, gejala COVID-19 muncul dalam waktu 2 hari
sampai 2 minggu setelah terpapar virus Corona.
3. Penyebab Virus Corona
Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus,
yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian
besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai
sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi
pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome
(MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Ada dugaan bahwa
virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian
diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.
Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:
a. Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita
COVID-19
b. Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah
menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19
c. Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan
atau berjabat tangan
Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih
berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang
yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.
4. Pencegahan Virus Corona
a. Mencuci tangan
Mencuci tangan dengan benar adalah cara paling sederhana namun
efektif untuk mencegah penyebaran virus 2019-nCoV. Cucilah tangan
dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer , setidaknya selama 20
detik. Pastikan seluruh bagian tangan tercuci hingga bersih, termasuk
punggung tangan, pergelangan tangan, sela-sela jari, dan kuku. Setelah
itu, keringkan tangan menggunakan tisu, handuk bersih, atau mesin
pengering tangan.
b. Menggunakan masker saat beraktivitas ditempat umum atau dikeramaian.
Ada dua tipe masker yang bisa digunakan untuk mencegah penularan
virus Corona, yaitu masker bedah dan masker N95.
1) Masker bedah atau surgical mask merupakan masker sekali pakai
yang umum digunakan. Cara pakai masker bedah yang benar
adalah sisi berwarna pada masker harus menghadap ke luar,
sementara sisi dalamnya yang berwarna putih menghadap wajah
dan menutupi dagu, hidung, dan mulut. Sisi berwarna putih terbuat
dari material yang dapat menyerap kotoran dan menyaring kuman
dari udara.
2) Masker N95 adalah jenis masker yang dirancang khusus untuk
menyaring partikel berbahaya di udara. Jenis masker inilah yang
sebenarnya lebih direkomendasikan untuk mencegah infeksi virus
Corona.
c. Menjaga daya tahan tubuh dengan minum vitamin dan mejaga pola
makan. Selain itu, rutin berolahraga, tidur yang cukup, tidak merokok,
dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol juga bisa meningkatkan
daya tahan tubuh agar terhindar dari penularan virus Corona.
d. Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
Tangan menyentuh banyak hal yang dapat terkontaminasi virus. Jika kita
menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang terkontaminasi,
maka virus dapat dengan mudah masuk ke tubuh kita.
e. Hindari bepergian ke tempat-tempat umum yang ramai pengunjung.
f. Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian
buang tisu ke tempat sampah.
g. Menjaga jarak saat berbicara dengan orang lain, sekurang-kurangnya satu
meter, terutama dengan orang yang sedang menderita batuk, pilek/bersin
dan demam. Saat seseorang terinfeksi penyakit saluran pernapasan,
seperti 2019-nCoV, batuk/bersin dapat menghasilkan droplet yang
mengandung virus. Jika kita terlalu dekat, virus tersebut dapat terhirup
oleh kita.
h. Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit demam, batuk, atau
pilek.
i. Hindari bepergian ke luar rumah saat merasa kurang sehat, terutama jika
merasa demam, batuk, dan sulit bernapas. Segera hubungi petugas
kesehatan terdekat, dan mintalah bantuan mereka. Sampaikan pada
petugas jika dalam 14 hari sebelumnya ]pernah melakukan perjalanan
terutama ke negara terjangkit, atau pernah kontak erat dengan orang yang
memiliki gejala yang sama. Ikuti arahan dari petugas kesehatan setempat.
j. Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.
k. Selalu pantau perkembangan penyakit COVID-19 dari sumber resmi dan
akurat. Ikuti arahan dan informasi dari petugas kesehatan dan Dinas
Kesehatan setempat. Informasi dari sumber yang tepat dapat membantu
melindungi diri dari penularan dan penyebaran penyakit ini.