Anda di halaman 1dari 11

PROPOSAL TERAPI BERMAIN CILUKBA

PADA ANAK USIA 6 BULAN

Oleh :
Ni Kadek Ayu Pitari Dewi
18101110005

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
ADVAITA MEDIKA TABANAN
2020
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Bermain dapat mengungkapkan Bahasa dan keinginan dalam
mengungkapkan konflik dari anak. Bermain adalah kegiatan yang
dilakukan secara sukarela untuk memperoleh kepuasan. Aktivitas bermain
merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan bagi anak, meskipun hal
tersebut tidak meghasilkan komoditas tertentu.
Aktivitas bermain merupakan salah satu stimulus bagi
perkembangan anak secara optimal. Oleh karena itu dalam memilih alat
bermain hendaknya disesuaikan dengan jenis kelamin dan usia anak.
Sehingga dapat merangsang perkembangan anak secara optimal. Dalam
kondisi sakit atau anak dirawat di rumah sakit, aktivitas bermain ini tetap
perlu dilaksanakan disesuaikan dengan kondisi anak.

1.2 Tujuan Terapi Bermain


a. Tujuan Umum
Merangsang perkembangan sensorik, intelektual, sosial, kreatifitas,
kesadaran diri, moral, dan bermain dengan terapi.
b. Tujuan Khusus
 Meningkatkan kemampuan dan kreatifitas anak
 Meningkatkan keterampilan anak, Mengidentifikasi anak
terhadap keterampilan tertentu
 Memberikan kesenangan dan kepuasan anak
 Mendekatkan anak dengan Ayah/Bundanya

1.3 Manfaat Terapi Bermain


a. Untuk Menghibur Anak, Membantu Pertumbuhan dan
perkembangan anak
b. Sebagai sarana orang tua untuk mengetahui suasana hati anak saat
bermain.
BAB II
TINJAUAN TEORITIS

I. Konsep Bermain
A. Definisi
Bermain adalah satu kegiatan menyenangkan bagi anak yang dilakukan
setiap hari secara sukarela untuk memperoleh kepuasan dan merupakan media
yang baik bagi anak-anak untuk belajar komunikasi, mengenal lingkungan,
dan untuk meningkatkan kesejahteraan mental dan sosial anak.
Aktivitas bermain merupakan salah satu stimulus bagi perkembangan anak
secara optimal. Oleh karena itu dalam memilih alat bermain hendaknya
disesuaikan dengan jenis kelamin dan usia anak. Sehingga dapat merangsang
perkembangan anak secara optimal. Dalam kondisi sakit atau anak dirawat di
rumah sakit, aktivitas bermain ini tetap perlu dilaksanakan disesuaikan dengan
kondisi anak.

B. Fungsi Bermain
Fungsi bermain adalah merangsang perkembangan sensorik-motorik,
perkembangan intelektual, sosial, kreatifitas, kesadaran diri, moral dan
bermain sebagai terapi.
1. Perkembangan sensorik-motorik merupakan komponen terbesar yang
digunakan anak dan bermain aktif sangat penting untuk perkembangan
pengobatan.
2. Perkembangan intelektual anak melakukan eksplorasi dan manipulasi
terhadap segala sesuatu yang ada dilingkungan sekitar.
3. Perkembangan sosial anak akan memberi dan menerima serta
mengembangkan hubungan sesuai dengan belajar memecahkan
masalah dan hubungan sulit.
4. Perkembangan kreatifitas anak belajar merealisasikan diri.
5. Perkembangan kesadaran diri, anak belajar mengenal kemampuan
dengan mencoba peran-peran baru dan mengetahui dampak tingkah
lakunya terhadap orang lain.
6. Perkembangan moral, anak akan belajar mengenai nilai dan moral dan
etika belajar membedakan mana yang benar dan mana yang salah serta
belajar bertanggung jawab atas segala tindakan yang telah dilakukan.
7. Bermain sebagai terapi, anak akan mengalihkan rasa sakitnya pada
permainannya dan relaksasi melalui kesenangannya bermain.

C. Tujuan Bermain
a) Dapat beradaptasi secara efektif terhadap stres karena sakit dan dirawat
di rumah sakit.
b) Mengekspresikan perasaan, keinginan, dan fantasi serta ide-idenya.
c) Pengembangan kreatifitas dan kemampuan memecahkan masalah.
d) Untuk melanjutkan pertumbuhan dan perkembangan yang normal pada
saat sakit, pada saat sakit anak mengalami gangguan pertumbuhan dan
perkembangan.

D. Faktor Yang Mempengaruhi Aktivitas Bermain


1. Alat dan jenis permainan yang cocok atau sesuai dengan anak
2. Jenis kelamin anak
3. Lingkungan yang tidak mendukung
4. Status kesehatan anak
5. Tahap perkembangan

E. Prinsip-Prinsip Dalam Aktivitas Bermain


1. Alat permainan
2. Pengetahuan cara bermain
3. Perlu energi ekstra
4. Ruang untuk bermain
5. Teman bermain
6. Waktu yang cukup
II. Konsep Bermain Cilukba
A. Pengertian Bermain Cilukba
Cilukba adalah permainan sederhana yang membangun suatu pemahaman
atas suatu konsep Objek yang permanen/ objek permanence. Ibu dapat
memainkan jenis permainan ini pada sikecil, Ia akan Senang melihan
wajah Ibu kembali.
B. Manfaat Cilukba
a. Memperkuat Ikatan antara Ibu dan ayah dengan sikecil
b. Meningkatkan kemampuan mengenali diri sendiri dan orang lain
c. Mempelajari sebab akibat usia dini
d. Mempelajari tingkat awal kemandirian
e. Mengajarkan anak sabar dan Fokus

C. Cara Bermain Cilukba


a. Bermain Cilukba bisa dilakukan dengan menutupi wajah kemudian
membukanya lagi, dan bisa dilakukan menggunakan benda, dengan
cara menutup benda lalu membukanya lagi.
b. Awali dengan menutup wajah atau benda yang digunakan lalu berterik
Ciluk dan buka penutup menggunakan kata Ba, Ulangi beberapa kali
c. Anak akan menunggu selama wajah atau benda yang digunakan
ditutup sampai dibuka, dan anak akan tertawa jika wajah bundanya /
benda yang digunakan bermain dibuka, karena anak tau wajah
bundanya atau benda yang digunakan bermain tidak benar benar
hilang, dan akan kembali lagi.
BAB III
PELAKSANAAN TERAPI BERMAIN ANAK USIA 6 Bulan

A. Pelaksanaan Kegiatan
1. Pembukaan (5 menit)
a. Penyuluh memberi salam dan mengingatkan kontrak yang telah
disepakati.
b. Penyuluhan menjelaskan pokok bahasan yang akan diberikan.
2. Kegiatan inti (5-10 menit)
a. Penyuluh menjelaskan tentang tata cara terapi bermain.
b. Mengajak anak untuk bermain.
c. Menfasilitasi anak untuk bermain
3. Penutup (5 menit )
a. Mengevaluasi sasaran dengan cara bertanya apakah mereka merasa
senang dengan kegiatan ini.
b. Membuat keilmuan bersama tentang terapi bermain yang telah
dilaksanakan.
B. Tata Cara Bermain
1. Leader
Tugas :
a. Membuka acara, memperkenalkan nama-nama terapis
b. Menjelaskan tujuan terapi bermain
c. Menjelaskan aturan terapi permainan pada Bunda sikecil
2. Co Leader
Tugas :
a. Membantu leader dalam mengorganisir kegiatan
b. Menyampaikan jalannya kegiatan
c. Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader dan
sebaliknya
3. Observer
Tugas:
a. Mengamati, mengobservasi, dan melporkan jalannya kegiatan serta
perilaku yang diharapkan.
b. Mencatat perilaku verbal dan non verbal selama berlangsungnya
kegiatan.
4. Fasilitator
Tugas :
a. Memfasilitasi kegiatan yang diharapkan
b. Memotivasi anak yang kurang aktif agar mengikuti
kegiatan dengan baik
c. Sebagai role model selama kegiatan
C. Permainan
Cilukba

D. Susunan Kegiatan
N Waktu Terapy Anak Ket
O
1 5 menit Pembukaan :
 Menjawab salam
 Co-Leader
membuka dan
mengucapkan salam  Mendengarkan
 Memperkenalkan
 Mendengarkan
diri terap
 Memperkenalkan
 Mendengarkan
pembimbing
 Memperkenalkan  Mendengarkan
petugas dan anak
 Kontrak waktu  Mendengarkan
dengan anak
 Mempersilahkan  Menjawab
2 5-10 pertanyaa
menit leader

Kegiatan bermain
 Bermain
 Leader menjelaskan
cara permainan
 Bermain
 Menanyakan pada
bunda sikecil, anak
 Mengungkapkan
mau bermain atau perasaan
tidak
 Leader ,co-leader,
dan Fasilitator
memotivasi anak  Selesai bermain
 Fasilitator
mengobservasi anak
 Mengungkapkan
 Menanyakan
perasaan
3 5 menit perasaan anak
 Mendengarkan

Penutup
 Mendengarkan
 Leader  Menjawab salam
Menghentikan
permainan
 Melihat ekspresi
anak
 Menyampaikan hasil
permainan
 Co-leader menutup
acara
 Mengucapkan salam

E. Evaluasi
1. Evaluasi struktur yang diharapkan
a. Kegiatan yang direncanakan dapat terlaksana
2. Evaluasi proses yang diharapkan
a. Terapi dapat berjalan dengan lancar
b. Anak dapat mengikuti terapi bermain dengan baik
c. Tidak adanya hambatan saat melakukan terapi
3. Evaluasi hasil yang diharapkan
a.Anak dapat mengembangkan motorik halus
b. Anak dapat mengikuti kegiatan dengan baik
c. Anak merasa senang
e. Orang tua dapat mendampingi kegiatan anak sampai selesai
f. Orang tua mengungkapkan manfaat yang dirasakan dengan aktifitas
bermain
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Bermain sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak
nantinya. Bermain merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari
kehidupan anak, karena bagi anak bermain sama saja bekerja bagi orang
dewasa. Bermain pada anak mempunyai fungsi yaitu untuk perkembangan
sensorik, motorik, intelektual, sosial, kreatifitas, kesadaran diri, moral
sekaligus terapi anak saat sakit.
Tujuan bermain adalah melanjutkan pertumbuhan dan perkembangan
yang normal, mengekspresikan dan mengalihkan keinginan fantasi. Dan
idenya mengembangkan kreatifitas dan kemampuan memecahkan masalah dan
membantu anak untuk dapat beradaptasi secara efektif terhadap stress karena
sakit dan dirawat di Rumah Sakit.
B. Saran
1. Terapi bermain dapat menjadi obat bagi anak-anak yang sakit. Jadi
sebaiknya di RS, maupun saat diperiksakan di puskesmas, aga sikecil tidak
cemas dan stress.
2. Mensosialisasikan terapi bermain pada orang tua sehingga orang tua dapat
menerapkan terapi di rumah, saat ke puskesmas, dan di rumah sakit.