Anda di halaman 1dari 10

Nama : Wahyu Santoso

NIM : 18173115064
MatKul : Rekayasa Pondasi (P2T)
Semester : V ( Lima )

Tugas ke 6

Contoh soal 6.1


Bangunan bertingkat yang dilengkapi ruang bawah tanah berukuran 15 m x 30 m akan dibangun di
atas tanah pasir. Perancangan fondasi bangunan tersebut dipertimbangkan dapat diwakili oleh
potongan tampang bangunan pada Gambar C6.1 . Dasar fondasi terletak pada kedalaman 1,25 m dari
permukaan tanah. Beban-beban dinding P1 dan P3 sebesar 45 t/m' , sedang beban kolom P2 sebesar
2500 kN. Beban-beban tersebut sudah termasuk beban-beban lantai, tanah di atas pelat fo ndasi dan
beban struktur. Garis kerja resultan beban-beban dinding P1 dan P3 eksentris dengan e =20cm, ke arah
dalam bangunan. Dari beberapa hasil uji kerucut statis (sondir) yang dilakukan pada lokasi bangunan
tersebut, kondisi tanah dasar dapat diwakili oleh hasil penguj ian yang ditunjukkan pada Gambar
C6.1b. Data berat volume tanah menurut kedalaman sebagai berikut:
(1) Dari 0 – 2,5 m : y1 = 18,5 kN/m3 = 1,85 t/m3
(2) Dari 2,5 – 6 m : y2 = 17,5 kN/m3 = 1,75 t/m3
(3) Dari 6 – 9,75 m : y3 = 18,0 kN/m3 = 1,80 t/m3
(4) Dari 9,75 – 11,75 m : y4 = 18,0 kN/m3 = 1,80 t/m3
Sudut gesek dalam efektif (φ') di bawah dasar fondasi rata-rata adalah 28° dan c = 0. Muka air tanah
sangat dalam. Hitung dimensi fondasi yang memenuhi syarat faktor aman terhadap kapasitas dukung
dan penurunan (disyaratkan penurunan maksimum 40 mm dan ⸹IL < 1/300). Dalam hitungan kapasitas
dukung gunakan persamaan Vesic ( 1975).

1
Penyelesaian

2
15 m 15 m

P1 = 45t/m P2 = 250 t/m P3 = 45 t/m


γ 1 = 1,85 t/m3 1,25 m

C=0
φ ' = 28o
γ 2 = 1,75 t /m3

φ '= 28o
γ 3 = 1,8 t/m3

γ 4 = 1,8 t /m3

3
e = 0,20 m

P1 = 45t/m 1,75 m x 1,75 m


P2 = 250 t/m

B2 = 1,75 m

Untuk pondasi pada tanah pasir, dengan c = 0 dan φ = 280 , Maka

4
Da1am hal ini akan digunakan Persamaan Vesic (1975). Dengan
φ ' = 28°, dari Tabel 3.3 dipero1eh:
Nc = 25,80; Nq = 14,72; Ny = 16,72
(a.l) Untuk fondasi P dibuat berbentuk bujur sangkar)
Faktor bentuk fo ndasi dari Vesic (Tabel 3.6a),untuk beban sentris B2 = B2 ' dan Lz = L2 ', B2 '/L2' =
1 (bujur sangkar) :
sq = 1 +tgφ = 1 + tg 28° = 1,5
sy = 0,60
Faktor keda1aman fo ndasi dari Vesic (Tabel 3.6b):
Untuk D/B ' < 1:
dq = 1 + 2 (D '/B2) tg 28° (1 - sin 28°)2
= 1 + 2 (0,5/B2) tg 28° (1 - sin 28°)2 = 1 + 0,15/B2
Dy =1
1
qs = F (sq dq D'yNq + sy dy 0,5ByNY -DfY) + DfY
F
25 0
qs =
B 22
1
qs =
3
[1,5 x {1 + 0,15
B2
} x 0,5 x 1,75 x 14,72 + 0,6 x {1 + 0,15
B2
}x

0,5 x B2 x 1,85 x 16,72 – 1,25 x 1,75 ] + ( 1,25 x 1,75 )

Diperoleh :
25 0 7,83
= 9,28 B2 + + 2,3
B 22 B2

9,28 B23 + 2,3 B2 + 7,83 B2 – 250 = 0


Dengan cara coba-coba dan dengan sedikit dilebihkan, diperoleh B2 = 1,75 m
Jadi, ukuran fondasi kolom P2 adalah 1,75 m x 1,75 m

(a.2) Untuk fondasi memanjang P1 dan P3 Diketahui beban eksentris dengan e = 0,20 m. Bila resultan
beban diletakan pada pusat fondasi, berlaku persamaan daya dukung dengan beban vertikal dan
terpusat. Oleh karena itu, lebar fondasi yang digunakan dalam hitungan daya dukung adalah lebar
fondasi sebenarnya (B).

5
Untuk fondasi memanjang, sq = sy = 1
0,15
dq = dy = 1 +
B3
1
qs = ( dq D ' YNq + dy 0,5 By Ny – Dfy ) + Dfy
F

32,5 1
2
B3
=
3
[{1 + 0,15
B3
} x 0,5 x 1,8 x 18,40 +

0,18
{1 + B3 } x 0,5 x B3 x 1,8 x 22,40 - ( 1,25 x 1,85 )] + ( 1,25 x 1,8)
Diperoleh:
30 2,36
= 5,52 B3 + + 6,72 B3
B3 B3
6,72 B32 + 5,52 B3 – 27,64 = 0

Dengan cara coba-coba dan dengan sedikit dilebihkan, diperoleh B3 = 1,2 m


Luasan fondasi dibuat simetris terhadap resultan beban. Jadi, tekanan pada dasar fondasi per meter
panjang terbagi rata sebesar
36/(1,2 x 1) = 30,00 t/m’.

(b) Hitungan tambahan tegangan vertikal


(b.1) Tambahan tegangan vertikal (∆σz) dibawah pusat fondasi P1

Fondasi P1 dan P3;


qn = 30,00 – (2,8 x 1,165) = 25,38 t/m²
Fondasi P2;
100
qn = – (2,8 x 1,65) = 34,44 t/m²
1,62
Hitungan faktor peranguh untuk fondasi memanjang dan fondasi bujur sangkar diperoleh dari Gambar
4.6, dengan z = kedalaman lapisan yang dihitung dari dasar fondasi, dan x = jarak horizontal dari pusat
ke pusat luasan fondasi. Tabel C6.1d memperlihatkan jumlah tambahan tegangan (∆σz) dibawah
fondasi P1 oleh perngaruh bebannya sendiri dan beban-beban fondasi P2 dan P3.

6
Tabel C6.1a ∆σz dibawah pusat fondasi P1 oleh pengaruh beban fondasi P1 (B1 = 1,2m, qn = 25,38
t/m²)
Kedalama Z Z / B1 X X / B1 Δσz / qn Δσz
n(m) (m ) (m) Gb.4.6a (t/m2)
4,25 1,75 1,46 0 0 0,4 10,2
7,875 5,375 4,48 0 0 0,15 3,8
10,75 8,25 6,88 0 0 0,09 2,3

Tabel C6.1b ∆σz dibawah pusat fondasi P1 oleh pengaruh beban fondasi P2 (B2 = 1,6m, qn = 34,44
t/m²)
Kedalama Z Z / B2 X X / B2 Δσz / qn Δσz
n(m) (m ) (m) Gb.4.6a (t/m2)
4,25 1,75 1,09 5 3,13 0,001 0,034
7,875 5,375 3,36 5 3,13 0,01 0,34
10,75 8,25 5,16 5 3,13 0,008 0,28

Tabel C6.1c ∆σz dibawah pusat fondasi P1 oleh pengaruh beban fondasi P3 (B1 = 1,2m, qn = 25,38
t/m²)
Kedalama Z Z / B1 X X / B1 Δσz / qn Δσz
n(m) (m ) (m) Gb.4.6a (t/m2)
4,25 1,75 1,46 10 8,3 0 0
7,875 5,375 4,48 10 8,3 0 0
10,75 8,25 6,88 10 8,3 0 0

Tabel C6.1d Tambahan tegangan bertikal di bawah pusat fondasi P1 akibat pengaruh beban-beban
fondasi P1,P2,P3.
Kedalaman Δσ z
(m) ( t/m2)
4,25 10,2 + 0,034+0 = 10,19
7,875 3,8 + 0,34 + 0 = 4,15
10,75 2,3 + 0,28 + 0 = 2,56

(b.2) Tambahan tegangan vertikal (∆σz) di bawah pusat fondasi P2


∆σz di bawah pusat fondasi P2 akibat pengaruh beban fondasi P3 (B3 = 1,2 m, qn = 25,38 t/m²) sama
dengan ∆σz akibat pengaruh beban fondasi P1, karena jarak antara kedua dinding terhadap kolom P2
sama (x=5 m).

7
Tabel C6.2c memperlihatkan jumlah tambahan tegangan (∆σz) diabah fondasi P2 oleh pengaruh
bebannya sendiri dan beban beban fondasi P1 dan P3.

Tabel C6.2a ∆σz dibawah pusat fondasi P2 oleh pengaruh beban fondasi P1 (B1 = 1,2m, qn = 25,38
t/m²)
Kedalama Z Z / B1 X X / B1 Δσz / qn Δσz
n(m) (m ) (m) Gb.4.6a (t/m2)
4,25 1,75 1,46 5 4,17 0,009 0,23
7,875 5,375 4,48 5 4,17 0,055 1,40
10,75 8,25 6,88 5 4,17 0,05 1,27

Tabel C6.2b ∆σz dibawah pusat fondasi P2 oleh pengaruh beban fondasi P2 (B1 = 1,6m, qn = 34,44
t/m²)
Kedalama Z Z / B1 X X / B1 Δσz / qn Δσz
n(m) (m ) (m) Gb.4.6a (t/m2)
4,25 1,75 1,10 0 0 0,055 18,94
7,875 5,375 3,36 0 0 0,065 2,24
10,75 8,25 5,16 0 0 0,022 0,76

Tabel C6.2c Tambahan tegangan bertikal di bawah pusat fondasi P2 akibat pengaruh beban-beban
fondasi P1,P2,P3.
Kedalaman Δσ z
(m) ( t/m2)
4,25 0,23 + 0,23+ 18,94 = 19,40
7,875 1,40 + 1,40+ 2,24= 5,03
10,75 1,27 + 1,27 + 0,76 = 3,30

(b.3) tambahan tegangan vertikal (∆σz) di bawah pusat fondasi P3


Hitungan sama dengan hitungan tambahan tegangan vertikal di bawah pusat fondasi P1, karena
susunan fondasinya simetris terhdap P2.
(c) Hitungan penurunan
Karena tanah fondasi berupa pasir, penurunan totalnya hanya berupa penurunansegera Hitungan
penurunan-segera akan dilakukan dengan cara De Beer dan Marten.

Tabel C6.3a Hitungan penurunan fondasi P1=P3


Lapisan ( m Z qc Po’ Δp C H Si
) (m) ( t/m2 ) ( t/m2) (t/m2) (m) (m)
2,5 – 6 4,25 1200 11,63 10,19 154,74 2,5 0,011
6,0 – 9,75 7,875 1200 22,89 4,15 78,62 3,75 0,008
9,75 – 11,75 10,75 300 36,90 2,56 12,20 2 0,011

8
Hitungan penurunan fondasi P1, dapat dilihat pada Tabel C6.3a sebagai contoh, pada lapisan 2,8 - 6
m:
Jarak tengah-tengah lapisan dari dasar fondasi z = 4,25 m
Po’ = (2,5 x 1,65) + (4,75 x 1,65) = 11,63 t/m²
Po’ = (6,0 x 1,65) + (8,37 x 1,65) = 22,89 t/m²
Po’ = (9,25 x 1,8) + (10,75 x 1,8) = 36,90 t/m²

∆p = ∆σz = t/m² (lihat Tabel C6.1d )

qc 1200
C = 1,5 x ' = 1,5 x = 154,74
po 11,63
qc 1200
C = 1,5 x ' = 1,5 x = 78,62
po 22,89
qc 300
C = 1,5 ' = 1,5 x = 12,20
po 36,90

H po ' + ∆ p 2,8 11,63+10,19


Si =
C
in , =
154,74
ln
11,63
= 0,011
po

H po ' + ∆ p 3,75 22,89+4,15


Si = in = ln = 0,008
C po ,
78,62 22,89

H po ' + ∆ p 2 36,90+2,56
Si = in = ln = 0,011
C po ,
12,20 36,90

Penurunan-segera Fondasi P1 = P3, dengan:


Si(P1) = 0,011+ 0,008 + 0,011 = 0,030m = 30 mm < 40 mm (OK)

Tabel C6.3b Hitungan penurunan fondasi P2


Lapisan ( m Z qc Po’ Δp C H Si

9
) (m) ( t/m2 ) ( t/m2) (t/m2) (m) (m)
2,8 – 6 4,25 1200 11,63 19,40 154,74 2,8 0,018
6,0 – 9,75 7,875 1200 22,89 5,03 78,62 3,75 0,009
9,75 – 11,75 10,75 300 36,9 3,30 12,20 2 0,014

H po ' + ∆ p 2,8 11,63+19,40


Si = in = ln = 0,018
C po ,
154,74 11,63

H po ' + ∆ p 3,75 22,89+5,03


Si = in = ln = 0,009
C po ,
78,62 22,89

H po ' + ∆ p 2 36,90+3,30
Si = in = ln = 0,014
C po ,
12,20 36,90

Penurunan Fondasi P2:


Si(P2) = 0,018 + 0.009 + 0,014 = 0,004 m = 41 mm > 40 mm (OK)
Dari hitungan di atas diperoleh penurnunan maksimum 38 mm < 40 mm. Besarnya beda penurunan
akibat penurunan tak seragam antara fondasi P1 dan P2. Atau P3 dan P2:

ᵹ = ∆S = Si(P2) – Si(P1) = 41 - 30 = 11 mm
Distorsikaku,ᵹ/L = 11/5000 = 1/ 457 < 1/300 (OK)
Dari pertimbangan faktor aman terhdap daya dukung dan penurunan toleransi, dimensi dan kedalaman
ketiga fondasi memenuhi syarat. Jadi, untuk dinding P1 dan P3, dipakai fondasi memanjang dengan
1,2 m , 1,2 m dan untuk kolom P2 dipakai fondasi bjur sangkar dengan lebar 1,6 m (lihat Gambar
diatas)

10