Anda di halaman 1dari 5

Pertemuan 8

Sistem Manusia Mesin


(Man Machine System)

I. Uraian Materi
Pada era masa kini, sudah banyak bermunculan mesin yang dapat membantu
dan meringankan tugas manusia. Mulai dari mesin lingkup lingkungan kecil seperti
dalam kehidupan rumah tangga sampai pabrik besar, yang menggunakan mesin
untuk menyelesaikan pekerjaan dan menghasilkan produk yang lebih berkualitas. Hal
ini dapat dikatakan bahwa ada hubungan antara manusia dan mesin dalam
menyelesaikan tugas, sering disebut dengan sistem manusia mesin.
Sistem manusia mesin sendiri memiliki pengertian kombinasi antara satu atau
beberapa manusia dengan satu atau beberapa mesin, di mana sebagian tugas
dilaksanakan oleh manusia dan lainnya dilakukan oleh mesin untuk
menghasilkan output dari input yang diperoleh. Sistem manusia mesin ini dapat
mengandalkan mesin untuk mengerjakan tugas atau menghasilkan output dari input
yang diperoleh, sedangkan manusia dapat bertugas hanya sebagai pengawas atau
pengoperasi mesin tersebut.

Jenis Hubungan (Interaksi): Manusia-Mesin

 1. Sistem Manusia - Mesin secara Manual

a. Masukan (Input) akan langsung ditransformasikan oleh manusia menjadi


keluaran (output)
b. Manusia memegang kendali secara penuh dalam menjalankan aktivitas
c. Mesin hanya sekedar menambah kemampuan dalam menyelesaikan aktivitas.
d. Manusia sebagai sumber tenaga (power) dan sekaligus fungsi kendali (control)
 2. Sistem Manusia - Mesin secara Semi-Otomatis

a. Adanya mekanisme khusus yang akan mengolah masukan (input) atau


informasi dari luar sebelum masuk ke dalam sistem manusia
b. Reaksi dari sistem manusia akan diolah atau dikontrol terlebih dahulu melalui
suatu mekanisme tertentu, sebelum suatu output berhasil diproses oleh mesin
c. Mesin yang memberikan sumber tenaga (power)
d. Manusia yang melakukan proses kendali (control)

 3. Sistem Manusia – Mesin secara Otomatis

a. Mesin memegang peranan penuh secara langsung


b. Mesin sebagai penerima rangsangan dari luar
c. Mesin juga sebagai pengendali aktivitas
d. Manusia hanya memonitor agar mesin dapat bekerja secara baik
e. Manusia dapat memasukan data atau mengganti program apabila diperlukan
f. Mesin berfungsi penuh sebagai sumber tenaga (power) & pengendali
(control) aktivitas.
Sebagai contoh dalam upaya meningkatkan produktivitas, manusia
memodifikasi layar monitor yang semula tidak dapat langsung menampilkan
keinginan user/pengguna yang harus mengunakan media tambahan seperti
keyboard, mouse, dan lain-lain. Pada perkembangannya layar monitor dapat
langsung menampilkan keinginan user / pengguna dengan cukup menyentuh layar
monitor tersebut / touchscreen. Dimana mesin akan memberikan tenaga (power)
dan manusia akan melaksanakan fungsi kontrol dikenal sebagai sistem
semiautomatik.

 Perkembangan Touchscreen
Sejarah perkembangan touchscreen diawali pada pada tahun 1971, pertama kali
“Touch Sensor” ini dikembangkan oleh Doktor Sam Hurst (pendiri Elographics)
sekaligus sebagai seorang instruktur di University of Kentucky. Pada tahun 1974
touchscreen pertama sesungguhnya yang telah dilengkapi dengan permukaan
transparan dikembangkan oleh Doktor Sam Hurst dan Elographics. Kemudian pada
tahun 1977 Elographics dikembangkan dan dipatenkan dengan teknologi lima-kawat
resistif, yaitu teknologi touchscreen yang paling populer di HP-150 dari tahun 1983
telah menjadi salah satu komputer paling awal di dunia touchscreen komersial.

Awalnya touchscreens yang semula hanya bisa merasakan satu titik kontak
pada satu waktu, dan hanya memiliki sedikit kemampuan untuk merasakan seberapa
keras seseorang menyentuh. Kini telah mulai berubah dengan komersialisasi dengan
teknologi multi-touch. PC tablet yang digagas oleh appel komputer dan diikuti oleh
merek-merek terkenal dunia lainnya telah menjadikan touchscreen multi-touch
menjadi interface utama dengan berbagai kemampuan yang disediakannya.

Fungsi dan Kelebihan Touchscreen Dibandingkan Monitor Biasa


Pfauth dan Priest (1981) menyebutkan keuntungan dan kerugian dari
digunakannya perangkat layar sentuh, yang antara lain sebagai berikut.

Keuntungan

a. Terdapat kontrol dan interaksi langsung antara indera penglihatan dan indera
peraba masukkan dan keluaran yang dihasilkan terdapat pada satu lokasi yang
sama.
b. Adanya kemampuan untuk memasukkan dan mengawasi data secara cepat
c. Karena penggunaannya mudah, tidak diperlukan terlalu banyak pelatihan
pengguna dalam mengoperasikan sistem layar sentuh
d Hanya pilihan yang valid dan mungkin untuk diterima yang dapat ditampilkan
e. Mudah diterima oleh penggunanya
f. Tidak dibutuhkannya daya ingat penggunanya
Kerugian
a. Besarnya biaya pengembangan sistem layar sentuh sebagai teknologi belum lama
digunakan dalam barang-barang yang diproduksi secara massal
b. Membutuhkan tambahan waktu dalam proses pemrogramannya
c. Kurang fleksibel untuk beberapa jenis masukan tertentu
d. Kesalahan pada gambar yang ditampilkan akan menimbulkan kesalahan
pengoperasian
e. Kelelahan yang dirasakan akibat mendekati layar secara berulang kali
f. Jari tangan seringkali menutupi tampilan visual layar
g. Diperlukannya metode-metode baru dalam pemrograman perangkat halus

  Mekanisme
a. Panel sensor layar sentuh, yang terletak di lapisan luar tampilan dan
menimbulkan aliran listrik tertentu tergantung di mana terdapat sentuhan.
b. Pengontrol layar sentuh, yang melakukan pemrosesan sinyal yang diterima dari
panel sensor, kemudian menerjemahkannya ke dalam data sentuhan yang
disalurkan kepada prosesor komputer
c. Driver perangkat halus, yang menerjemahkan data menjadi gerakan tetikus,
memungkinkan panel sensor untuk berfungsi layaknya tetikus, dan menyediakan
antarmuka pada sistem operasi computer.

Daftar Pustaka
Bariyah, Choirul, 2006, Aplikasi Human  Reliability Assessment Sebagai Upaya
Peningkatan Kualitas Benang pada PT. Industri Sandang Nusantara Unit
Patal Secang Magelang, Tesis, Jurusan Teknik Indutri FTI-ITS, Surabaya.
Nurmianto.E.2003. Ergonomi:Konsep Dasar dan Aplikasinya.Surabaya.Guna Widya