Anda di halaman 1dari 14

LEMBAGA KEMASYARAKATAN

A. Definisi Lembaga Kemasyarakatan


Istilah lembaga kemasyarakatan dalam bahasa Inggris adalah social
institution. Namun demikian, social institution juga diterjemahkan sebagai
pranata sosial. Terdapat berbagai pengertian yang diungkapkan oleh para ahli
berkenaan dengan istilah lembaga-lembaga kemasyarakatan ini, di antaranya:
a. Menurut Leopold Von Wiese dan Becker, lembaga kemasyarakatan
merupakan suatu jaringan proses hubungan antarmanusia dan
antarkelompok yang berfungsi untuk memelihara hubungan itu serta pola-
polanya sesuai dengan minat dan kepentingan individu dan kelompoknya.
b. Menurut Peter L. Berger, lembaga kemasyarakatan adalah suatu prosedur
yang menyebabkan perbuatan manusia ditekan oleh pola tertentu dan
dipaksa bergerak melalui jalan yang dianggap sesuai dengan keinginan
masyarakat.
c. Menurut Mayor polak, lembaga kemasyarakatan adalah suatu kompleks atau
sistem peraturan-peraturan dan adat istiadat yang mempertahankan nilai-
nilai yang penting.
d. Menurut W. Hamilton, lembaga kemasyarakatan menurut Robert Maclver
dan C. H. Page, lembaga kemasyarakatan adalah prosedur atau tat acara
yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antarmanusia yang
tergabung dalam suatu kelompok masyarakat.
e. Pengertian lembaga kemasyarakatan menurut Koentjaraningrat: Lembaga
kemasyarakatan adalah suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang
berpusat kepada aktivitas untuk memenuhi kompleksitas kebutuhan khusus
dalam kehidupan manusia.
f. Pengertian lembaga kemasyarakatan menurut Soerjono Soekanto: Lembaga
kemasyarakatan adalah himpunan norma dari segala tingkatan yang berkisar
pada suatu kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat.

3
B. Proses Pertumbuhan Lembaga Kemasyarakatan
1. Norma-norma Masyarakat
Manusia selalu menginginkan agar hubungan antar manusia di dalam
masyarakat terlaksana sebagaimana yang di harapkan, oleh karena itu di
rumuskan sesuatu yang disebut dengan norma atau aturan yang mengatur
tingkahlaku masyarakat tersebut, mula-mula norma biasanya dibuat
dengan secara tidak sadar tapi lama kelamaan norma tersebut dibuat secara
sadar. misalnya pada jual beli masa dahulu,seorang perantara dari jual beli
tersebut tidak mesti mendapat keuntungan dari jual beli tersebut,akan
tetapi pada masyarakat sekarang seorang perantara dari jual beli mesti
mendapat keuntungan apakah itu dari pihak penjual pembeli. Norma-
norma yang ada dalam masyarakat mempunyai kekuatan mengikat yang
berbeda-beda,mulai dari kekuatan yang mengikat secara lemah hingga
kekuatan yang mengikat secara kuat di dalam anggota masyarakat.
Ada empat pengertian mengenai masalah norma dimana yaitu
keempat tersebut sama,yaitu memberikan pedoman bagi mayarakat
tersebut dalam bertingkah laku dalam masyarakat.
a. Cara (usage)
Cara (usage) adalah menunjuk pada suatu perbuatan,dimana cara
(usage) lebih menonjol dalam hubungan antar individu dalam
masyarakat,suatu penyimpangan yang dilakukan terhadapnya tidak akan
mengakibatkan hukuman yang berat,tetapi hanya celaan dari individu-
individu yang di hubunginya.misalnya ketika seseorang makan dengan
cara masing-masing ketika bertemu,ada orang yang saat makan
mengeluarkan bunyi dan ada juga yang tidak berbunyi ketika seseorang
maka orang yang makan dengan mengeluarkan bunyi dianggap kurang
sopan oleh invidu lain.
b. Kebiasaan (folkways)
Kebiasaan (folkways) adalah perbuatan yang dilakukan oleh
individu secara berulang-ulang dalam bentuk yang sama. Kebiasaan
(folkways) juga mempunyai kekuatan yang lebih besar daripada cara.
c. Tata kelakuan (mores)
Tata kelakuan mores merupakan tata kelakuan yang dianggap
sebagai cara untuk berperilaku dan diterima norma-norma pengatur.
d. Adat istiadat (customs)
Adat istiadat (customs) tata kelakuan yang kekal serta kuat
integritasnya dengan pola-pola perilaku masyarakat, ada sanksi
penderitaan bila melanggarnya. Tata kelakuan juga mencerminkan sifat-
sifat yang hidup dalam dari kelompok manusia yang dilaksanakan
sebagai alat pengawas, secara sadar atau tidak sadar oleh masyarakat
tehadap anggota-anggotanya.
Proses yang terjadi dalam rangka pembentukan lembaga
kemasyarakatan adalah; a) proses pelembagaan (institutionalization) yaitu
suatu proses yang lewati oleh norma kemasyarakatan yang baru untuk
menjadi salahsatu lembaga kemasyarakatan. b) Proses norma yang
(internalized) artinya proses pelembagaan kemasyarakatan tidak hanya
berhenti sampai pelembagaan saja, tetapi mendarah daging dalam jiwa
anggota-anggota masyarakat.
2. Sistem Pengendalian Sosial (Social Control)
Pengendalian sosial terutama bertujuan untuk mencapai keserasian
antara stabilitas dengan perubahan-perubahan dalam masyarakat. Agar
anggota masyarakat taat terhadap norma yang berlaku, diciptakan sistem
pengendalian yang bersifat, positif atau negatif.

C. Ciri – ciri Lembaga Kemasyarakatan


Gillin dan Gillin di dalam karyanya yang berjudul General features of
Social Institution menguraikan beberapa ciri umum lembaga kemasyarakatan.
Ciri-ciri tersebut sebagai berikut:
1. Lembaga kemasyarakatan adalah organisasi pola–pola pemikiran dan pola
– pola perikelakuan yang terwujud melalui aktivitas-aktivitas
kemasyarakatan dan hasil – hasilnya. Lembaga kemasyarakatan terdiri dari
adat istiadat, tata kelakuan, kebiasaan, serta unsur – unsur kebudayaan
lainnya yang secara langsung maupun tidak langsung dalam satu unit yang
fungsional;
2. Suatu tingkat kekekalan tertentu merupakan ciri dari semua lembaga
kemasyarakatan. Sistem – sistem kepercayaan dan aneka macam tindakan,
baru akan menjadi bagian lembaga kemasyarakatan setelah melewati
waktu yang relatif lama. Misalnya sistem pendidikan tertentu baru akan
dapat diterapkan seluruhnya, setelah mengalami masa percobaan;
3. Lembaga kemsyarakatan mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu.
Mungkin tujuan–tujuan tersebut tidak sesuai atau sejalan dengan fungsi–
fungsi lembaga yang bersangkutan, apabila dipandang dari sudut
kebudayaan secara keseluruhan. Pembedaan antara tujuan dan fungsi
sangat penting oleh karena tujuan lembaga adalah tujuan yang mesti
dicapai oleh golongan masyarakat tertentu dan golongan masyarakat
bersangkutan pasti akan berpegang teguh padanya;
4. Lembaga kemasyarakatan mempunyai alat-alat perlengkapan yang
dipergunakan untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan, seperti
bangunan, peralatan, mesin-mesin dan lain sebagainya. Bentuk serta
penggunaan alat-alat tersebut biasanya berlainan antara satu masyarakat
dengan masyarakat lainnya. Misalnya, gergaji Jepang dibuat sedemikian
rupa sehingga alat tersebut akan memotong apabila ditarik. Sebaliknya
gergaji Indonesia dapat sedemikian rupa, sehingga bahwa alat tersebut
baru memotong jika didorong.
5. Lambang-lambang biasanya juga merupakan ciri yang khas dari lembaga
kemasyarakatan. Lambang-lambang tersebut secara simbolis
menggambarkan tujuan dan fungsi lembaga yang bersangkutan.
6. Lembaga kemasyarakatan, mempunyai tradisi tertulis atau tidak tertulis,
yang merumuskan tujuannya, tata tertib yang berlaku dan lain-lain. Tradisi
tersebut, merupakan dasar bagi lembaga itu di dalam pekerjaannya untuk
memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok masyarakat di mana lembaga
kemasyarakatan tersebut menjadi bagiannya.
D. Tipe-tipe Lembaga Kemasyarakatan
Tipe-tipe lembaga kemasyarakatan dapat diklasifikasikan dari berbagai
sudut. Menurut Gillin dan Gillin, lembaga kemasyarakatan dapat
diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Klasifikasi dari sudut perkembangannya
a. Crescive institution, juga disebut sebagai lembaga yang paling primer,
merupakan lembaga yang secara tidak sengaja tumbuh dari adat istiadat
masyarakat. Contoh: Hak milik, perkawinan, dan agama.
b. Enacted institutions, lembaga yang sengaja dibentuk untuk memenuhi
tujuan tertentu. Contoh: Lembaga hutang-piutang, lembaga pendidikan,
lembaga perdagangan.
2. Klasifikasi dari sudut nilai-nilai yang diterima masyarakat.
a. Basic institutions, sebagai lembaga kemasyarakatan yang sangat
penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam
masyarakat. Contoh: Sekolah, keluarga dan negara.
b. Subsidiary institutions, dianggap sebagai lembaga yang kurang penting,
Contoh: Kegiatan-kegiatan untuk rekreasi
3. Klasifikasi dari sudut penerimaan masyarakat
a. Approved institutions/Sanctioned institutions, adalah lembaga-lembaga
yang diterima di masyarakat. Contoh: Sekolah, perusahaan dagang, dan
sebagainya.
b. Unsanctioned Institutions, adalah lembaga yang ditolak oleh
masyarakat. Contoh: Penjahat, pelacur, pemeras, dan pencoleng.
4. Klasifikasi dari sudut penyebarannya.
a. General institutions, lembaga yang dikenal oleh hampir masyarakat di
dunia, Contoh: Agama
b. Restricted institutions, lembaga yang dikenal/dianut masyarakat tertentu
saja di dunia, Contoh: Islam, Protestan, Khatolik, Budha, dan lain-lain.
5. Klasifikasi dari sudut fungsinya
a. Operative institutions, merupakan lembaga yang menghimpun pola-
pola atau cara-cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan lembaga
yang bersangkutan. Contoh: Lembaga industrialisasi
b. Regulative institutions, merupakan lembaga yang bertujuan mengawasi
adat istiadat atau tata kelakuan yang tidak menjadi bagian yang mutlak
dari lembaga itu sendiri. Contoh: Kejaksaan dan pengadilan.

E. Fungsi Lembaga Kemasyarakatan


Soekanto (2007:79) horton dan hunt menjelaskan fungsi lembaga
kemasyarakatan adalah :
1. Fungsi manifes atau fungsi nyata yaitu fungsi lembaga yang disadari dan
diakui oleh seluruh masyarakat
2. Fungsi laten atau fungsi terselubung yaitu fungsi lembaga sosial yang tidak
disadari atau bahkan tidak dikehendaki atau jika diikuti dianggap sebagai
hasil sampingan dan biasanya tidak dapat diramalkan
Fungsi dari lembaga kemasyarakatan, yaitu:
1. Untuk memberikan pedoman kepada warga masyarakat, bagaimana
mereka bertingkah laku atau bersikap di dalam menghadapi masalah-
masalah dalam masyarakat, yang terutama menyangkut kebutuhan pokok.
2. Menjaga pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem
pengendalian sosial, artinya sistem pengawasan dari masyarakat terhadap
tingkah laku anggota-anggotanya.
3. Menjaga keutuhan masyarakat yang bersangkutan.
4. Memberikan pedoman bersikap atau bertingkah laku pada masyarakat,
menjaga keutuhan masyarakat, dan memberikan pedoman kepada
masyarakat untuk mengadakan sistem kontrol sosial.
Menurut Bondet (2009:67), fungsi dari lima pranata utama dalam
masyarakat, yaitu:
1. Pranata Keluarga
Pranata keluarga merupakan sistem norma dan tata cara yang
diterima untuk menyelesaikan beberapa tugas penting. Keluarga berperan
membina dan membimbing anggota-anggotanya untuk beradaptasi dengan
lingkungan fisik maupun lingkungan budaya di mana ia berada. Apabila
semua anggota sudah mampu untuk beradaptasi dengan lingkungan di
mana ia tinggal, maka kehidupan masyarakat akan tercipta menjadi
kehidupan yang tenang, aman, dan tenteram. Fungsi utama pranata
keluarga adalah menjaga para anggota keluarganya untuk terhindar dari
tindakan menyimpang dari pranata yang ada di masyarakat luas.
Sementara itu, fungsi pranata keluarga meliputi beberapa hal, di antaranya
adalah:
a. Fungsi pengaturan hubungan biologis
b. Fungsi reproduksi
c. Fungsi sosialisasi
d. Fungsi afeksi
e. Fungsi penentu kedudukan dan status
f. Fungsi perlindungan
g. Fungsi ekonomi
2. Pranata Pendidikan
Pranata ini lahir ketika kebudayaan suatu masyarakat mulai
kompleks dan rumit, serta memiliki berbagai macam aktivitas dan
kebutuhan, sehingga kebutuhan akan pengetahuan tidak dapat lagi
dipenuhi oleh pranata keluarga. Dalam hal ini yang perlu diingat adalah
bahwa pranata pendidikan ini bukan hanya pranata atau lembaga sekolah
saja. Sekolah hanyalah bagian dari pranata pendidikan secara lebih
spesifik. Beberapa fungsi pokok pranata pendidikan secara umum adalah
sebagai berikut:
a. Bertindak sebagai perantara pemindahan warisan kebudayaan
b. Memberikan persiapan bagi peranan-peranan pekerjaan
c. Mempersiapkan peranan sosial yang dikehendaki oleh individu
d. Memberikan landasan penilaian dan pemahaman status relatif
e. Memperkuat penyesuaian diri dan mengembangkan hubungan sosial
f. Meningkatkan kemajuan melalui keikutsertaan dalam riset-riset ilmiah
3. Pranata Agama
Agama merupakan salah satu pranata yang sangat penting dalam
mengatur kehidupan manusia. Istilah agama yang digunakan di sini berarti
suatu prinsip kepercayaan kepada Tuhan atau dewa dan sebagainya dengan
ajaran kebaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan
kepercayaannya itu. Oleh karena itu, lebih tepat jika dipakai istilah religi
atau religiositas. Karenanya, pranata agama lebih tepat diterjemahkan
sebagai pranata religi (religious institutions). Religi atau religiositas
merupakan suatu sistem terpadu antara keyakinan dan praktik yang
berkaitan dengan hal-hal yang suci yang dianggap tidak terjangkau.
Religiositas memiliki dua unsur ajaran hakiki, yaitu yang berada di dunia
ini (imanen) dan yang berada di luar jangkauan pengindraan manusia
(transedental). Penjabaran dua unsur di atas terjadi dalam praktik ritual
atau peribadatan, ajaran-ajaran tentang keberadaan Tuhan (termasuk unsur
transedental), dan bagaimana menjalin kehidupan dengan sesama makhluk
hidup yang lain (unsur imanen). Adapun fungsi-fungsi pokok pranata
agama adalah sebagai berikut:
a. Membantu mencari identitas moral
b. Menjelaskan arah dan tujuan hidup manusia
c. Meningkatkan kualitas kehidupan sosial dan mempererat kohesi sosial
4. Pranata Ekonomi
Manusia adalah makhluk sosial yang mempunyai kebutuhan hidup
yang sangat kompleks. Untuk bisa memenuhinya, manusia melakukan
kegiatan ekonomi yang meliputi kegiatan produksi, distribusi, dan
konsumsi. Kegiatan tersebut diwujudkan dengan mendirikan perusahaan-
perusahaan yang menghasilkan berbagai produk guna memenuhi
kebutuhan manusia. Perusahaan-perusahaan yang sekarang terus
berkembang dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu perusahaan barang dan
jasa. Perusahaan jasa
semakin hari semakin banyak karena memang setiap manusia mempunyai
kebutuhan dan keinginan akan berbagai bentuk layanan (jasa). Tetapi, tidak
semua barang dan jasa yang ditawarkan itu secara otomatis mampu memenuhi
kebutuhan biologis dan sosial manusia. Karena dalam kenyataannya harus ada
suatu sistem tingkah laku yang terorganisir yang memungkinkan individu
untuk membuat, mengadakan, atau menyediakan setiap barang dan jasa yang
dibutuhkan itu. Sistem norma atau kaidah yang mengatur tingkah laku individu
dalam masyarakat guna memenuhi kebutuhan barang dan jasa ini disebut
dengan pranata ekonomi. Dalam kehidupan manusia di masyarakat, pranata
ekonomi memiliki beberapa fungsi berikut:
a. Mengatur produksi barang dan jasa
b. Mengatur distribusi barang dan jasa
c. Mengatur konsumsi barang dan jasa
5. Pranata Politik
Pranata politik adalah pranata yang memiliki kegiatan dalam suatu
negara yang berkaitan dengan proses untuk menentukan dan melaksanakan
tujuan negara, dalam hal ini adalah pemerintah negara. Kandungan pokok
dalam unsur kenegaraan adalah kekuasaan. Dalam proses pencapaian tujuan
negara, pemerintah mempunyai hak untuk menggunakan kekuasaannya sebagai
pemegang kekuasaan. Untuk mengemban tugasnya mengatur negara dan
melaksanakan kekuasaannya, pemerintah melaksanakan berbagai variasi
aktivitas yang berhubungan dengan bidang-bidang kehidupan masyarakat. Oleh
karena itu dikenal berbagai lembaga yang berkaitan dengan bidang politik
seperti eksekutif, legislatif, yudikatif, militer, keamanan, partai politik, dan
sebagainya. Pranata politik memiliki beberapa fungsi berikut:
a. Melembagakan norma melalui undang-undang
b. Melaksanakan undang-undang yang telah disetujui
c. Menyelesaikan konflik
d. Menyelenggarakan pelayanan umum
e. Melindungi warga Negara

F. Macam-macam Lembaga
1. Lembaga Sosial
Lembaga sosial merupakan cara yang mengatur bagaimana individu,
kelompok dalam bertindak, bersifat mengikat yang diharapkan tidak
melakukan tindakan menyimpang yang dapat menganggu keamanan dan
kestabilan masyarakat.
a. Fungsi Lembaga Sosial
1) Memberikan pedoman pada anggota-anggota masyarakat, bagaimana
mereka harus bertingkah laku atau bersikap di dalam masyarakat,
terutama menyangkut kebutuhan-kebutuhan yang bersangkutan.
2) Menjaga keutuhan dari masyarakat yang bersangkutan.
3) Memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem
pengendalian social ( social control ) yaitu sistem pengawasan dari
masyarakat terhadap tingkah laku anggotanya.
b. Ciri-ciri Lembaga Sosial
1) Suatu lembaga kemasyarakatan adalah suatu organisasi pola-pola
pemikiran dan pola-pola yang terwujud melalui aktivitas-aktivitas
kemasyarakatan dan hasil-hasilnya
2) Suatu kekekalan tertentu merupakan ciri semua lembaga kemasyarakatan
3) Lembaga kemasyarakatan satu atau beberapa tujuan tertentu
4) Lembaga kemasyarakatan mempunyai alat-alat pelengkapan yang
dipergunakan untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan
5) Lambang biasanya juga merupakan ciri khas lembaga tersebut
6) Suatu lembaga kemasyarakatan mempunyai suatu tradisi tertulis atau
tidak tertulis
2. Lembaga Keluarga

Lembaga keluarga adalah lembaga sosial yang terkecil yang ada ditengah-
tengah masyarkat. lembaga keluarga ini terbentuk atas dasar adanya
perkawinan dan hubungan darah. Terdapat berbagai macam fungsi yang ada di
dalam lembaga keluarga seperti fungsi ekonomi, fungsi produksi, fungsi
proteksi, fungsi sosialisasi, fungsi afeksi, fungsi pengawasan sosial, dan fungsi
pemberian status. Seluruh fungsi tersebut akan memantu keluarga atau rumah
tangga dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Contoh (Keluarga yang
terdiri dari ayah, ibu, dan anak ditambah anggota keluarga lainnya seperti
nenek, kakek, keponakan, paman, dan bibi.

3. Lembaga Pendidikan

Lembaga edukasi / pendidikan adalah lembaga sosial yang memiliki peran


untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman melalui proses pendidikan
dari tingkat dasar dengan satu tujuan yaitu untuk meningkatkan kualitas sdm
dan merubah perilaku individu kearah yang lebih baik. Terdapat beberapa
fungsi yang dimiliki oleh lembaga pendidikan ini yaitu Sebagai sarana
pengembagangan dan pelestarian kebudayaan masyarkat, sebagai tempat
pengembangan bakat, memperpanjang masa rama, dan masih banyak lagi
fungsi dari lembaga edukasi ini. Contoh lembaga pendidikan formal seperti
( TK, SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi ) dan lembaga pendidikan informal
seperti ( tempat-tempat kursus dan bimbel ).

4. Lembaga Ekonomi

Menurut Widianti (2009), lembaga ekonomi merupakan bagian dari lembaga


sosial yang berkaitan dengan pengaturan dalam bidang-bidang ekonomi dalam
rangka mencapai kehidupan yang sejahtera. Lembaga ekonomi pada dasarnya
menangani masalah produksi, distribusi, dan konsumsi baik berupa barang
maupun jasa. Lembaga ekonomi memegang tiga fungsi utama, yaitu:
a. Memproduksi barang atau jasa yang dibutuhkan dalam kehidupan
masyarakat.

Produksi merupakan suatu kegiatan untuk membuat suatu barang semakin


bermanfaat baik secara langsung maupun tidak langsung untuk memenuhi
kebutuhan. Untuk melakukan proses produksi diperlukan unsur-unsur
produksi, antara lain alam, tenaga kerja, modal, dan manajemen.
b. Mengatur pendistribusian barang atau jasa kepada masyarakat yang
membutuhkan.

Distribusi adalah keinginan manusia untuk menyalurkan barang dan jasa


dari produsen ke konsumen. Penyaluran barang dan jasa ini mencakup tiga
pihak yang saling mempengaruhi, yaitu produsen, perantara, dan konsumen.
c. Mengatur penggunaan atau pemakaian barang atau jasa dalam kehidupan
masyarakat.
Konsumsi adalah pemakaian barang dan jasa baik sekaligus maupun secara
bertahap atau berangsur-angsur oleh setiap anggota masyarakat yang
mendambakan kehidupan yang layak. Hidup layak tergantung pada
tigafaktor, yaitu pendapatan, tersedianya barang dan jasa, dan tingkatbarang
dan jasa.

Menurut Laning (2009), fungsi tersembunyi lembaga ekonomi antara lain:


a. Terjadinya kerusakanpada lingkungan.
b. Terjadinya pencemaran terhadap udara, tanah, dan air.
c. Habisnya lahan produktif untuk lahan.
d. Terjadinya pola permukiman yang semula menyebar kemudian pola
permukiman yang menggerombol didekat lokasi industri.
e. Terjadinya perubahan gaya hidup masyarakat di sekitar industri terhadap
masyarakat umum yang terkadang berorientasi westernisasi.

Contoh lembaga ekonomi yang bergerak dalam perekonomian di


Indonesia adalah sebagai berikut:
Bank, koperasi, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik
Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), perusahaan
perseroan, perusahaan grosir.

5. Lembaga Agama

Sosiolog Emile Durkheim (dalam Widianti, 2009), mengatakan bahwa agama


merupakan suatu sistem terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktek
yang berhubungan dengan hal-hal yang suci dan mempersatukan semua
penganutnya dalam suatu komunitas moral yang disebut umat. Ajaran agama
sangat berperan dalam memperbaiki moral manusia, terutama yang tekait
dengan hubungan antara sesama manusia, hubungan antara manusia dengan
makhluk lain, dan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Pesan-
pesan moral yang diajarkan dalam agama dan juga kuatnya pengaruh agama
dalam kehidupan manusia telah membuat agama memiliki hubungan yang
sangat erat dengan lembaga-lembaga sosial lainnya.
Menurut Laning (2009), adapun fungsi lembaga agama secara lebih terperinci
sebagai berikut:
a. Sebagai Dorongan untuk Merumuskan Identitas Moral

Moral adalah kondisi mental di mana manusia merasakan, mengetahui, dan


menghayati tingkah laku yang baik menurut nilai-nilai atau norma-norma
yang berlaku. Melalui moral, individu dituntut untuk menaati patokan-
patokan hidup bersama. Melalui moral pula, individu dapat diterima sebagai
anggota masyarakat. Dalam hal ini, lembaga agama membantu pembuatan
suatu aturan moral bagi lingkungannya. Agama akan memberikan petunjuk
mengenai hal yang baik dan tidak baik, yang boleh dilakukan dan yang
dilarang, yang haram dan halal, serta yang berdosa dan tidak berdosa.
b. Menafsirkan tentang Eksistensi Manusia

Lembaga agama memberikan penafsiran dan menjelaskan beberapa


permasalahan mengenai keberadaan manusia yang tidak dapat dijelaskan
lewat akal. Misalnya, permasalahan apa yang terjadi setelah mati,
bagaimana kehidupan sesudah mati dan lain-lain. Kesemua permasalahan
ini tentunya tidak dapat dijawab dengan akal dan pikiran bahkan ilmu
manusia. Hanya pranata agama yang dapat menjawab semua permasalahan
tersebut.
c. Meningkatkan Kehidupan Sosial dan Mempercepat Kohesi Sosial

Lembaga agama dapat mendorong indivi dumeningkatkan kualitas


kehidupan sosial. Hal ini dikarenakan lembaga agama mengajarkan kepada
penganutnya untuk bersikap saling mencintai, menghormati, dan
menghargai. Dengan sikap tersebut, secara otomatis akan menimbulkan
solidaritas kelompok. Di mana rasa ini akan mendorong manusia untuk
saling menolong, kerja sama, dan toleransi terhadap sesama.

Contoh lembaga agama islam: Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kristen


Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Katolik Konferensi Wali Gereja
Indonesia (KWI), Hindu Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Buddha
Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Khonghucu Majelis Tinggi
Agama Khonghucu Indonesia (Matakin), Lembaga Wanita Katolik (WK),
Lembaga Pendoa Rosario (legio maria).
6. Lembaga Politik

Lembaga politik adalah lembaga sosial yang berperan penting dalam


menunjang keberlangsungan proses pembentukan, pembagian kekuasaan
dalam masyarakat sebagai proses pengambilan keputusan. Lembaga politik ini
juga memiliki beberapa fungsi lain seperti mengatur proses kegiatan politik,
mewujudkan ketertiban di dalam maupun di luar negeri, dan mengupayakan
kesejahteraan masyarakat secara umum.

Contoh lembaga politik adalah partai politik, DPR, MK, dan lain-lain.