Anda di halaman 1dari 5

BAB 6

Aplikasi Teori Permintaan dan Penawaran

Pilihan Ganda

1. Apakah ciri-ciri perkembangan sektor pertanian dalam jangka panjang?


Jawab: D. Kemajuan teknologi dapat menaikkan produksi pertanian dengan
pesat.

2. Kebijakan menstabilkan harga barang pertanian pada suatu tingkat harga tertentu akan
menyebabkan?
Jawab: A. Pendapatan petani secara keseluruhannya menjadi lebih stabil.

3. Yang manakah dari keadaan yang berikut akan berlaku apabila pemerintah
menjalankan kebijakan harga maksimum?
Jawab: A. Inflasi akan berlaku

4. Akibat yang manakah akan berlaku apabila pemerintah mengenakan pajak penjualan
ke atas sesuatu harga barang?
Jawab: B. Harga barang naik dan jumlah barang yang diperjualbelikan
berkurang.
Esei

1. Dengan menggunakan grafik terangkan masalah jangka panjang sektor pertanian di


negara-negara yang mengalami perkembangan pesat di sektor pertaniannya.
Jawab:

Pada mulanya, dalam perekonomian yang belum berkembang, permintaan


terhadap barang pertanian adalah seperti yang ditunjuk oleh kurva DD dan
penawaran adalah seperti yang ditunjukkan oleh kurva SS. Harga barang
pertanian adalah P dan jumlah hasil pertanian yang diperjualbelikan adalah Q.

Kenaikan pendapatan dan pertambahan penduduk dalam jangka panjang akan


menambah permintaan. Tetapi, karena elastisitas permintaan pendapatan
untuk barang pertanian adalah rendah, maka pertambahan permintaan terhadap
hasil pertanian tidak begitu besar. Pertambahan permintaan tersebut dari DD
menjadi D 1 D 1. Pada waktu yang sama penawaran hasil pertanian mengalami
pertambahan yang relatif besar, yaitu disebabkan oleh perkembangan dalam
teknologi. Kemajuan bercocok tanam yang sangat tinggi tinggi telah
menyebabkan kenaikan produktivitas dan produksi yang sangat pesat dan
menyebabkan penawaran bertambah dari SS menjadi S1 S 1 yang
menggambarkan suatu pertambahan yang relatif besar.

Kurva permintaan telah bertambah menjadi D1 D 1dan penawaran juga


bertambah menjadi S1 S 1 maka keseimbangan pasar yang baru adalah pada E1
.Dengan demikian, harga yang dicapai sekarang adalah lebih rendah, yaitu
harga P1 dan ini jauh dibawah harga yang lama (P).
2. Terangkan faktor-faktor yang menimbulkan kestabilan barang harga pertanian dalam
jangka pendek. Apakah akibat ketidakstabilan harga barang pertanian kepada (a)
pendapatan petani dan (b) penggunaan tenaga kerja di sektor pertanian?
Jawab: Faktor-faktor yang menimbulkan ketidakstabilan harga barang pertanian
dalam jangka pendek dibedakan kepada dua sumber berikut:
(i) naik turunnya permintaan, dan
(ii) naik turunnya penawaran.
Selain itu ada faktor alamiah yang mempengaruhi produksi pertanian yaitu
keadaan cuaca, iklim dan banjir serta serangan hama tanaman dan binatang
pengganggu lainnya.

Pendapatan produsen barang pertanian mengalami pengurangan yang besar


sebagai akibat dari harga yang sangat merosot dan bukan karena produksi
yang sangat besar penurunannya serta permintaan yang merosot. Sedangkan
apabila produksi tidak banyak berubah maka tenaga kerja yang digunakan juga
tidak banyak berubah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam
kegiatan pertanian, perubahan permintaan lebih mempengaruhi pendapatan
daripada kesempatan kerja.

3. Bahaslah cara-cara yang dapat dijalankan oleh pemerintah untuk menstabilkan harga
barang pertanian. Apakah implikasi dari tiap-tiap cara tersebut kepada pendapatan
para petani? Buat tinjauan mengenai sampai di mana kesesuaian berbagai jenis
kebijakan harga tersebut kalau dipraktekkan di negara kita.
Jawab: Cara-cara yang dapat dijalankan oleh pemerintah untuk menstabilkan harga
barang pertanian:
a. Membatasi produksi pertanian, dan
b. Melakukan campur tangan dalam jual beli hasil pertanian.
Campur tangan dalam jual beli hasil pertanian meliputi:
i. Menstabilkan harga pada pada harga ksesimbangan melalui jual
beli hasil pertanian,
ii. Menetapkan harga minimum,
iii. Memberikan subsidi kepada petani.

Kesesuaian berbagai jenis kebijakan harga sampai di tangan para pembeli dan
penjual baik dari kalangan masyarakat bawah maupun menengah ke atas.
Dengan adanya kebijakan yang di buat oleh pemerintah dapat membantu para
pembeli dalam meringankan beban biaya yang dikeluarkan begitu pula dengan
penjual.
4. Apakah sifat-sifat kebijakan harga maksimum? Apakah akibat-akibat yang mungkin
timbul dalam kebijakan seperti itu? Dan dalam keadaan yang bagaimanakah kebijakan
itu tidak praktis lagi untuk dijaankan?
Jawab: Sifat-sifat dari kebijakan harga maksimum adalah diberlakukan pada saat
harga pasar yang ada tidak mengalami kenaikan yang cenderung berarti dalam
kurun waktu yang singkat sedangkan suatu permintaan pasar terhadap produk
meningkat serta stok yang harus dijual pemerintah untuk menutupi kelebihan
permintaan.

Akibat-akibat yang mungkin timbul dari kebijakan harga maksimun adalah


cenderung terciptanya pasar gelap yaitu kegiatan jual beli yang dilakukan
tidak secara terbuka dan bertentangan dengan kebijakan harga maksimum
yang dilaksanakan.

Keadaan yang mempengaruhi kebijakan itu tidak praktis lagi ketika pasar
gelap semakin merebak luas dan jurang antara harga pasar gelap dan harga
maksimum yang ditetapkan menjadi semakin besar. Akhirnya timbul
keburukan-keburukan oleh pasar gelap lebih besar daripada kebaikan yang
diperoleh dari kebijakan harga maksimum.

5. Definisikan istilah “insiden pajak”. Terangkan bagaimana elastisitas permintaan


mempengaruhi insiden pajak. Bagaimanakah pengaruh elastisitas penawaran kepada
insiden pajak?
Jawab: Insiden pajak atau tax incidence adalah pembagian beban pajak di antara
pembeli dan penjual. Beban insiden pajak ditentukan oleh elastisitas
pemintaan dan penawaran. Untuk melihat bagaimana elastisitas permintaan
dapat mempengaruhi insiden pajak akan dimisalkan bahwa penawaran adalah
sama sifatnya pada kedua keadaan yang dibandingkan. Dengan pemisalan ini
selanjutnya akan dibandingkan keadaan di mana permintaan adalah elastis
dengan permintaan tidak elastis. Insiden pajak dan elastisitas permintaan
terdiri dari 2 kasus: kasus permintaan elastis dan kasus permintaan tidak
elastis. Kesimpulannya :

o Semakin elastis kurva permintaan semakin sedikit beban pajak yang


akan ditanggung oleh para pembeli. Apabila kurva permintaan adalah
elastis sempurna maka seluruh pajak penjualan dibayar oleh penjual.
Apabila kurva permintaan tidak elastis sempurna maka seluruh pajak
penjualan ditanggung pembeli.

o Semakin elastis kurva permintaan semakin banyak penurunan jumlah


barang yang diperjualbelikan sebagai akibat dari pemungutan pajak
penjualan oleh pemerintah.
Insiden pajak dan elastisitas penawaran terdiri ada 2 kasus juga yakni kasus
penawaran elastis dan kasus penawaran tidak elastis.Kesimpulannya :

o Semakin elastis kurva penawaran, semakin banyak beban pajak penjualan


yang akan ditanggung pembeli.

o Pajak penjualan akan mengurangi jumlah barang yang diperjualbelikan.

o Semakin elastis kurva penawaran, semakin banyak pengurangan jumlah


barang yang diperjualbelikan.

6. Sampai di manakah subsidi pemerintah menguntungkan para pembeli? Bagaimana


pulakah keuntungan yang diterima penjual?
Jawab: Dengan adanya subsidi dari pemerintah maka harga-harga barang akan
menjadi turun, sehingga dapat menguntungkan para pembeli. Dengan adanya
subsidi, besarnya keuntungan yang diperoleh pembeli adalah bergantung
kepada besarnya penurunan hargayang akan berlaku.
Sedangkan keuntungan yang diterima oleh penjual yaitu menambah kuantitas
barang yang dijual. Kenaikan harga akan ditanggung bersama yaitu oleh
penjual maupun pembeli. Subsidi akan menurunkan harga dan menambah
kuantitas barang yang dijual. Sehingga subsidi akan dinikmati bersama yaitu
penjual dan pembeli.

Anda mungkin juga menyukai