Anda di halaman 1dari 64

STANDAR SPLN S6.

003: 2020
Lampiran Peraturan Direksi
PT PLN (PERSERO) PT PLN (Persero) No. 0075.P/DIR/2020

UJI FUNGSI REMOTE STATION

PT PLN (Persero)
Jl. Trunojoyo Blok M-1/135 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12160
STANDAR SPLN S6.003: 2020
Lampiran Peraturan Direksi
PT PLN (PERSERO) PT PLN (Persero) No. 0075.P/DIR/2020

UJI FUNGSI REMOTE STATION

PT PLN (Persero)
Jl. Trunojoyo Blok M-1/135 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12160
UJI FUNGSI REMOTE STATION

Disusun oleh :

Kelompok Bidang Standardisasi SCADA


dengan Keputusan
General Manager PT PLN (Persero) PUSLITBANG KETENAGALISTRIKAN
(Research Institute)
No. 0083.K/GM/2018

Susunan Kelompok Kerja Standardisasi


Uji Fungsi Remote Station
dengan Keputusan
General Manager PT PLN (Persero) PUSLITBANG KETENAGALISTRIKAN
(Research Institute)
No. 0083.K/GM/2018

Diterbitkan oleh:
PT PLN (Persero)
Jl. Trunojoyo Blok M - 1/135, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12160
h
PLN
PT PLN (PERSERO)

PERATURAN DIREKSI PT PLN (PERSERO)

NOMOR : 0075 .PlOlRJ2020

TENTANG

SPLN 56.OO3
UJI FUNGSI REMOTE SIATION

DtREKSt PT PLN (PERSERO)

Menimbang a bahwa dalam rangka mengatur prosedur, pengujian


fungsi, dan syarat kelulusan dari setiap pengujian uji
fungsi remofe station pada sistem SCADA, perlu untuk
menerbitkan SPLN 56.003 Uji Fungsi Remote Station;
b bahwa setelah melalui pembahasan dan memperoleh
persetujuan Direksi, Draft Standar Final (DSF) SPLN
56.003 Uji Fungsi Rernole Station dipandang telah
memenuhi syarat untuk disahkan menjadi SPLN 56.003;
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
pada huruf a dan b, perlu menetapkan Peraturan Direksi
PT PLN (Persero) tentang SPLN 56.003 Uji Fungsi
Remote Station.

Mengingat 1 Undang-Undang Republik lndonesia Nomor 19 Tahun


2003 tentang Badan Usaha Milik Negara;
2 Undang-Undang Republik lndonesia Nomor 40 Tahun
2007 tentang Perseroan Terbatas;
3 Undang-Undang Republik lndonesia Nomor 30 Tahun
2009 tentang Ketenagalistrikan;
4 Peraturan Pemerintah Republik lndonesia Nomor 23
Tahun 1994 tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan
Umum (Perum) Listrik Negara Menjadi Perusahaan
Perseroan (Persero);
4 Peraturan Pemerintah Republik lndonesia Nomor 45
Tahun 2005 tentang Pendirian, Pengurusan, Pengawasan
dan Pembubaran Badan Usaha Milik Negara;
b Peraturan Pemerintah Republik lndonesia Nomor 14
Tahun 2012 tentang Kegiatan Usaha Penyediaan Tenaga
Listrik sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Pemerintah Rl Nomor 23 Tahun 2014;
7. Peraturan ...

b f* /;,o
t, A
Paraf
---rTn
*

PLN
7 Peraturan Pemerintah Republik lndonesia Nomor 62
Iahun 2012 tentang Usaha Jasa Penunjang Tenaga
Listrik;
8 Anggaran Dasar PT PLN (Persero);
o Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Selaku
Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan
(Persero) PT Perusahaan Listrik Negara Nomor SK-
1381M8U10712017 tentang Pemberhentian, Perubahan
Nomenklatur Jabatan, Pengalihan Tugas, dan
Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan
Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara;
10 Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Selaku
Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan
(Persero) PT Perusahaan Listrik Negara Nomor SK-
3251M8U11212019 tentang Pemberhentian Anggota
Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan
Listrik Negara;
11 Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Selaku
Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan
(Persero) PT Perusahaan Listrik Negara Nomor SK-
147|MBU10512020 tentang Pemberhentian, Perubahan
Nomenklatur Jabatan, Pengalihan Tugas, dan
Pengangkatan Anggota-anggota Direksi Perusahaan
Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara;
12 Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Selaku
Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan
(Persero) PT Perusahaan Listrik Negara Nomor SK-
357lMBUl11l202O tentang Pemberhentian dan
Pengangkatan Anggota Direksi Perusahaan Perseroan
(Persero) PT Perusahaan Listrik Negara;
13 Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor
3M.ruDlFy2009 tentang Batasan Kewenangan
Pengambilan Keputusan di Lingkungan PT PLN (Persero)
sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan
Peraturan Direksi PT PLN (Persero) Nomor
0297. P/DrRv2016;
14 Peraturan Direksi PT PLN (Persero) Nomor
0051 P/DlRy2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja PT
PLN (Persero) sebagaimana telah beberapa kali diubah,
terakhir dengan Peraturan Direksi PT PLN (Persero)
Nomor 0021.P/D1PJ2020:
Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor
033.1(DlRy2005 tentang Penetapan PT PLN (Persero)
Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan sebagai
Penanggung Jawab Kegiatan Standardisasi di Lingkungan
PT PLN (Persero).

MEMUTUSKAN

l^t
Para( I MLW /.t
---rT7
t
PLN
MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN DIREKSI PT PLN (PERSERO) TENTANG SPLN


56,003 UJI FUNGSI REMOTE STATION.

PERTAMA Mengesahkan SPLN S6.003 Uji Fungsi Remote Station,


sebagaimana terdapat pada Lampiran Peraturan ini.

KEDUA SPLN 56.003 sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA


diberlakukan di lingkungan PT PLN (Persero) dan Anak
Perusahaan PT PLN (Persero) berdasarkan Keputusan Rapat
Umum Pemegang Saham (RUPS) Anak Perusahaan atau
melalui ratifikasi.

KETIGA Pada saat Peraturan ini mulai berlaku, maka Peraturan Direksi
PT PLN (Persero) Nomor 0162.P/DlRy2019 Tentang SPLN
54.006: 2018 Uji Fungsi Remote Station dan ketentuan-
ketentuan lain yang bertentangan dengan Peraturan ini dicabut
dan dinyatakan tidak berlaku.

Peraturan ini mulai berlaku terhitung sejak tanggal diterbitkan.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 10 Desember 2020

UR UTAMA,

ull( EXsl

FLI ZAINI

a I f'k/*
Paraf
I t ( "/-
Susunan Kelompok Bidang SCADA Standardisasi
General Manager PT PLN (Persero) Puslitbang Ketenagalistrikan
(Research Institute)
No. 0083.K/GM/2018

1. Purnomo, S.T. : Sebagai Ketua merangkap Anggota


2. Hery Santoso, S.T. : Sebagai Sekretaris merangkap Anggota
3. Iwan Utama, S.T. : Sebagai Anggota
4. Agus Harya Maulana, S.T. : Sebagai Anggota
5. Tri Hardimasyar, S.T., M.Sc. : Sebagai Anggota
6. William Randa K, S.T. : Sebagai Anggota
7. A Sugeng Sugarjito, S.T. : Sebagai Anggota
8. Muchsin Akuba Gani, S.T. : Sebagai Anggota
9. Doni Adrean, S.T. : Sebagai Anggota
10. Arsyadany G.A, S.T. : Sebagai Anggota
11. Yanuar Indut Prakoso, S.T. : Sebagai Anggota
12. Wiyono, S.T. : Sebagai Anggota
13. Denden Ruhdani, S.T. : Sebagai Anggota

Susunan Kelompok Kerja Standardisasi


Uji Fungsi Remote Station
General Manager PT PLN (Persero) Puslitbang Ketenagalistrikan
(Research Institute)
No. 0083.K/GM/2018

1. Tri Hardimasyar, S.T., M.Sc. : Sebagai Ketua merangkap Anggota


2. Syamsurijal, S.T. : Sebagai Sekretaris merangkap Anggota
3. M. Said Al Manshury, S.T., M.T. : Sebagai Anggota
4. Sutaryo, S.T. : Sebagai Anggota
5. Kent Ridha I, S.T. : Sebagai Anggota
6. Timbar Imam. P, S.T. : Sebagai Anggota
7. Mochammad Ali Randy, S.T. : Sebagai Anggota
8. Roni Mochammad R, S.T. : Sebagai Anggota
9. Akbar Kurnia Rahman, S.T. : Sebagai Anggota
10. Anang Hardoyo, S.T. : Sebagai Anggota
SPLN S6.003: 2020

Daftar Isi

Daftar Isi ...........................................................................................................................i


Daftar Tabel .................................................................................................................... iii
Daftar Gambar ................................................................................................................ iii
Daftar Lampiran .............................................................................................................. iii
Prakata ........................................................................................................................... iv
1. Ruang Lingkup .......................................................................................................... 1
2. Tujuan ....................................................................................................................... 1
3. Acuan Normatif .......................................................................................................... 1
4. Istilah dan Definisi ..................................................................................................... 2
4.1 Daftar Istilah ..................................................................................................... 2
4.2 Acknowledge .................................................................................................... 3
4.3 Alarm ................................................................................................................ 3
4.4 Aplikasi ............................................................................................................. 3
4.5 Automatic Generation Control (AGC) ............................................................... 3
4.6 AVR.................................................................................................................. 3
4.7 Bay level........................................................................................................... 3
4.8 Bouncing delay ................................................................................................. 3
4.9 Card faulty ........................................................................................................ 3
4.10 Catu daya ......................................................................................................... 3
4.11 Command......................................................................................................... 4
4.12 Conformance test certificate ............................................................................. 4
4.13 DC source ........................................................................................................ 4
4.14 Dongle .............................................................................................................. 4
4.15 Double point ..................................................................................................... 4
4.16 Download ......................................................................................................... 4
4.17 Earth Leakage Circuit Breaker (ELCB) ............................................................. 4
4.18 Event ................................................................................................................ 4
4.19 Event handling.................................................................................................. 4
4.20 Firmware .......................................................................................................... 5
4.21 Flag buffer overflow .......................................................................................... 5
4.22 Fleeting ............................................................................................................ 5
4.23 Gateway ........................................................................................................... 5
4.24 General interogation (overall check) ................................................................. 5
4.25 Global Positioning System (GPS) ..................................................................... 5
4.26 GOOSE ............................................................................................................ 5
4.27 Human Machine Interface (HMI) ....................................................................... 5
4.28 IED faulty.......................................................................................................... 5
4.29 Intelligent Electronic Device (IED) .................................................................... 6
4.30 Interface ........................................................................................................... 6
4.31 Interoperability .................................................................................................. 6

i
SPLN S6.003: 2020

4.32 Komputer konfigurator........................................................................................... 6


4.33 Komunikasi multi master ....................................................................................... 6
4.34 Laboratorium ......................................................................................................... 6
4.35 Link faulty.............................................................................................................. 6
4.36 Load Break Switch (LBS) ...................................................................................... 6
4.37 Load Frequency Control (LFC) .............................................................................. 6
4.38 Local Area Network (LAN)..................................................................................... 7
4.39 Local/remote switch .............................................................................................. 7
4.40 Logical Node (LN) ................................................................................................. 7
4.41 Master station ....................................................................................................... 7
4.42 Measurement ........................................................................................................ 7
4.43 Media telekomunikasi............................................................................................ 7
4.44 Miniature Circuit Breaker (MCB)............................................................................ 7
4.45 Multipoint-Partyline ............................................................................................... 7
4.46 Operating system .................................................................................................. 8
4.47 Protokol................................................................................................................. 8
4.48 Recloser................................................................................................................ 8
4.49 Redundancy .......................................................................................................... 8
4.50 Remote control...................................................................................................... 8
4.51 Remote station ...................................................................................................... 8
4.52 Reporting .............................................................................................................. 8
4.53 Response time ...................................................................................................... 8
4.54 Remote Terminal Unit (RTU)................................................................................. 8
4.55 Sequence of Event (SOE) ..................................................................................... 9
4.56 Server ................................................................................................................... 9
4.57 Single point ........................................................................................................... 9
4.58 Software................................................................................................................ 9
4.59 Sistem Otomasi Gardu Induk (SOGI) .................................................................... 9
4.60 Step position ......................................................................................................... 9
4.61 Substation level..................................................................................................... 9
4.62 Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) .............................................. 9
4.63 Switch ................................................................................................................. 10
4.64 Switch over link komunikasi ................................................................................ 10
4.65 Telemetering ....................................................................................................... 10
4.66 Telesignal ........................................................................................................... 10
4.67 Time synchronization .......................................................................................... 10
4.68 Time tag .............................................................................................................. 10
4.69 Type test ............................................................................................................. 10
4.70 Upload ................................................................................................................ 10
4.71 Watchdog............................................................................................................ 11
4.72 Workstation ......................................................................................................... 11
5. Prosedur Pengujian Fungsi .......................................................................................... 11
6. Pengujian Fungsi Remote Station ................................................................................ 13

ii
SPLN S6.003: 2020

7. Syarat Kelulusan ................................................................................................... 16


Lampiran A Pengujian RTU ....................................................................................... 17
Lampiran B Pengujian SOGI ...................................................................................... 29

Daftar Tabel

Tabel 1. Type test ....................................................................................................... 12

Daftar Gambar

Gambar 1. Konfigurasi Umum Pengujian Fungsi RTU ................................................ 15


Gambar 2. Konfigurasi Umum Peralatan Pengujian Fungsi SOGI............................... 16

Daftar Lampiran

Lampiran A. Pengujian RTU ....................................................................................... 17


Lampiran B. Pengujian SOGI ...................................................................................... 29

iii
SPLN S6.003: 2020

Prakata

Standar SPLN S6.003: 2020 Uji Fungsi Remote Station ini merupakan penjelasan yang
terperinci mengenai uji fungsi remote station pada sistem SCADA.

Standar ini mencakup definisi, prosedur, pengujian fungsi dan syarat kelulusan dari setiap
pengujian dari uji fungsi remote station yang harus dipenuhi untuk membangun sistem
SCADA.

Standar ini dapat menjadi acuan dalam setiap penerapan pengujian RTU dan SOGI yang
mengutamakan mutu, keandalan serta ekonomis pada sistem SCADA
di PT PLN (Persero) secara nasional.

Dengan berlakunya SPLN ini, maka SPLN S4.006: 2018 dinyatakan tidak berlaku lagi.

iv
SPLN S6.003: 2020

UJI FUNGSI REMOTE STATION

1. Ruang Lingkup

Standar ini dimaksudkan untuk menetapkan standar pengujian fungsi remote station
di Laboratorium PLN yang terdiri dari pengujian fungsi RTU dan SOGI. Standar ini berlaku
untuk sistem SCADA sesuai dengan yang tertuang pada SPLN S3.001-3: 2012 tentang
spesifikasi remote station (sesuai edisi terbarunya).

2. Tujuan

Standar ini ditujukan untuk memberikan pedoman yang terarah dalam penerapan pengujian
fungsi RTU dan SOGI yang mengutamakan mutu, keandalan dan ekonomis.

3. Acuan Normatif

Dokumen-dokumen berikut terkait dengan standar ini. Dalam hal terjadi perubahan pada
dokumen tersebut, maka ketentuan dapat mengikuti edisi terakhir.
1. SPLN S5.001: 2008 tentang Teleinformasi data untuk operasi jaringan tenaga listrik
(sesuai edisi terbarunya);
2. SPLN S5.002: 2008 tentang Teleinformasi data untuk pemeliharaan instalasi sistem
tenaga listrik (sesuai edisi terbarunya);
3. SPLN S4.001: 2008 tentang Pengujian fungsi sistem SCADA (sesuai edisi terbarunya);
4. SPLN S3.001:2008 tentang Peralatan SCADA; (sesuai edisi terbarunya);
5. SPLN S4.002-2011 tentang Interoperability protokol IEC 60870-5-101 (sesuai edisi
terbarunya);
6. SPLN S4.003-2011 tentang Interoperability protokol IEC 60870-5-104 (sesuai edisi
terbarunya);
7. SPLN S3.001-3:2012 tentang Spesifikasi remote station (sesuai edisi terbarunya);
8. SPLN S5.003-1:2014 tentang Teleinformasi data dan tampilan untuk sistem otomasi
gardu induk Bagian 1 - Fungsi operasi (sesuai edisi terbarunya);
9. SPLN S5-003-2:2014 tentang Teleinformasi data dan tampilan untuk sistem otomasi
gardu induk Bagian 2 - Fungsi pemeliharaan (sesuai edisi terbarunya);
10. SPLN S4.006: 2015, Interoperability protokol DNP 3.0 Bagian 1: Pemeliharaan (sesuai
edisi terbarunya);
11. SPLN S4.007: 2017, Interoperability protokol DNP 3.0 Bagian 2: Pengujian (sesuai
edisi terbarunya).

1
SPLN S6.003: 2020

4. Istilah dan Definisi

4.1 Daftar Istilah

AC Alternating Current
ACD Access Command Demand
ACK Acknowledge
AGC Automatic Gain Control
AI Analog Input
AO Analog Output
AVR Automatic Voltage Regulator
BCU Bay Control Unit
COT Cause Of Transmission
CPU Central Processing Unit
DC Direct Current
DI Digital Input
DO Digital Output
ELCB Earth Leak Circuit Breaker
GD Gardu Distribusi
GH Gardu Hubung
GI Gardu Induk
GOOSE Generic Object Oriented Substation Event
GPS Global Position System
HMI Human Machine Interface
I/O Input Output
IED Inteligent Electronic Device
LAN Local Area Network
LBS Load Break Switch
LFC Load Frequency Control
MCB Mini Circuit Breaker
RC Remote Control
RCA Remote Control Analog
RCD Remote Control Digital
RTU Remote Terminal Unit
SAS Substation Automation System
SBO Select Before Operate
SCADA Supervisory Control and Data Acquisition
SOE Sequence Of Event
SOGI Sistem Otomasi Gardu Induk
TIP Tele Informasi Plan
TM Telemetering
TPI Tap Position Indication
TS Telesignalling
TSD Telesignal Double
TSS Telesignal Single
UTP Unshielded Twisted Pair

2
SPLN S6.003: 2020

4.2 Acknowledge

Tindakan dispatcher menanggapi alarm yang diterima untuk menunjukkan bahwa informasi
telah diketahui.

4.3 Alarm

Perubahan kondisi dari peralatan atau sistem yang telah terdeteksi sebelumnya karena
fungsi yang tidak dilakukan oleh operator/dispatcher, atau kegagalan peralatan untuk
merespon secara benar. Indikasi alarm berupa audible atau visual, atau keduanya.

4.4 Aplikasi

Fungsi-fungsi yang mencakup kebutuhan khusus dari proses dimana sistem telekontrol
atau SCADA diterapkan.

4.5 Automatic Generation Control (AGC)

Automatic generation control adalah sama dengan load frequency control.

4.6 AVR

Sistem pengatur tegangan secara otomatis sesuai dengan pengaturan yang diminta.

4.7 Bay level

Tingkat konfigurasi pada standard IEC 61850 yang melingkupi IED BCU, IED proteksi dan
IED lainnya.

4.8 Bouncing delay

Waktu tunda agar apabila terjadi beberapa event perubahan status pada TIP yang sama di
dalam rentang waktu tersebut akan dianggap sebagai satu event.

4.9 Card faulty

Gangguan internal card.

4.10 Catu daya

Sebuah piranti elektronika yang berguna sebagai sumber daya untuk perangkat.

3
SPLN S6.003: 2020

4.11 Command

Kendali peralatan operasional menggunakan transmisi informasi dengan teknik


telekomunikasi.

4.12 Conformance test certificate

Sertifikat hasil kesesuaian fungsi.

4.13 DC source

Peralatan yang dapat menghasilkan besaran ampere dan tegangan searah.

4.14 Dongle

Sebuah perangkat keras yang terhubung ke peralatan/komputer, tanpa perangkat ini


program perangkat lunak tertentu tidak akan berjalan, digunakan untuk mencegah
penggunaan yang tidak sah.

4.15 Double point

Pengawasan status ganda dari peralatan operasional dengan menggunakan teknik


telekomunikasi, seperti posisi switch.

4.16 Download

Kegiatan menerima file/data dari komputer/peralatan ke komputer lokal.

4.17 Earth Leakage Circuit Breaker (ELCB)

Alat pengaman arus bocor tanah atau juga disebut Sakelar Pengaman Arus Sisa (SPAS)
yang bekerja dengan sistem diferensial. Sakelar ini memiliki sebuah transformator arus
dengan inti berbentuk gelang, inti ini melingkari semua hantaran, misalkan dengan batas
arus bocor 300 mA.

4.18 Event

Perubahan diskrit yang terjadi pada kondisi sebuah sistem atau peralatan.

4.19 Event handling

Kemampuan untuk merekam kejadian peralatan pada sebuah perangkat dalam bentuk
informasi.

4
SPLN S6.003: 2020

4.20 Firmware

Software program di dalam sebuah IED.

4.21 Flag buffer overflow

Tanda bahwa kemampuan IED/RTU mencapai batas maksimal dalam menyimpan data
dalam memory.

4.22 Fleeting

Perubahan status sesaat pada fungsi proteksi.

4.23 Gateway

Simpul relai (relay node) jaringan data dimana jalur transmisi dengan definisi protokol yang
berbeda dari semua tujuh layer protokol terinterkoneksi oleh konversi protokol.

4.24 General interogation (overall check)

Suatu perintah dari master station yang meminta remote station untuk mengirimkan semua
data status dan pengukuran ke master station.

4.25 Global Positioning System (GPS)

Peralatan yang mengakuisisi data waktu dan posisi dengan presisi tinggi dari satelit.

4.26 GOOSE

Proses pengiriman data antar IED pada bay level.

4.27 Human Machine Interface (HMI)

Perangkat dimana pengguna berinteraksi dengan sistem SCADA. HMI menyediakan


fasilitas dimana pengguna dapat memberikan input kepada sistem dan sistem dapat
memberikan output kepada pengguna.

4.28 IED faulty

Gangguan internal pada IED.

5
SPLN S6.003: 2020

4.29 Intelligent Electronic Device (IED)

Peralatan elektronik berbasis mikroprosesor yang memiliki fungsi tertentu untuk melakukan
telekontrol, telemetering, telesignal, proteksi, dan meter energi.

4.30 Interface

Batasan atau titik umum untuk dua atau lebih sistem atau entitas berseberangan dalam
informasi atau tempat dimana energi mengalir.

4.31 Interoperability

Kemampuan untuk pertukaran data yang diperlukan untuk operasi secara online, umumnya
dilakukan dengan hanya menggunakan standar data dan definisi obyek yang umum,
protokol standar pada semua layer yang relevan.

4.32 Komputer konfigurator

Komputer yang sudah diinstall software konfigurator dan digunakan dalam melakukan
konfigurasi peralatan.

4.33 Komunikasi multi master

Komunikasi suatu peralatan ke beberapa master station secara bersamaan.

4.34 Laboratorium

Tempat riset ilmiah, eksperimen, pengukuran, penelitian ilmiah ataupun pengujian yang
kegiatannya terkendali dan sudah terakreditasi oleh lembaga yang berwenang.

4.35 Link faulty

Gangguan link komunikasi.

4.36 Load Break Switch (LBS)

Sakelar yang menghubungkan dan memutuskan sirkit pada jaringan distribusi tenaga listrik
dalam kondisi berbeban.

4.37 Load Frequency Control (LFC)

Peralatan yang secara otomatis merespon sinyal dari control center secara real-time untuk
mengatur daya aktif keluaran dari generator yang berada dalam suatu area tertentu sebagai
tanggapan terhadap perubahan frekuensi sistem, pembebanan tieline, atau keduanya,

6
SPLN S6.003: 2020

dengan maksud untuk menjaga frekuensi sistem yang diinginkan, dan/atau mewujudkan
pertukaran daya aktif dengan area lain dalam batas yang dikehendaki.

4.38 Local Area Network (LAN)

Jaringan komunikasi yang digunakan untuk interkoneksi peralatan yang terdistribusi dalam
suatu area lokal seperti misalnya sebuah gedung atau antar gedung dalam suatu tempat
yang khusus.

4.39 Local/remote switch

Bagian dari sistem kendali suatu stasiun yang membolehkan untuk memilih operasi lokal
atau remote.

4.40 Logical Node (LN)

Bagian terkecil dari fungsi yang mempertukarkan data. LN adalah objek yang ditentukan
oleh data dan metode (IEC 61850).

4.41 Master station

Stasiun yang melaksanakan telekontrol (telemetering, telesignal, dan remote control)


terhadap remote station.

4.42 Measurement

Transmisi nilai variabel yang diukur dengan menggunakan teknik telekomunikasi.

4.43 Media telekomunikasi

Media yang menghubungkan antar peralatan untuk melakukan pertukaran informasi.

4.44 Miniature Circuit Breaker (MCB)

Perangkat elektromekanis yang berfungsi sebagai pelindung rangkaian instalasi listrik dari
arus lebih (over current).

4.45 Multipoint-Partyline

Konfigurasi telekontrol dimana pusat kendali atau master station terhubung dengan lebih
dari satu remote station melalui suatu link umum sehingga pada suatu waktu hanya satu
remote station yang boleh mengirimkan data ke master station, master station dapat
mengirimkan data ke satu atau beberapa remote station yang dipilih atau pesan global ke
seluruh remote station secara bersamaan. [IEV 371-06-09]

7
SPLN S6.003: 2020

4.46 Operating system

Perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat
keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan perangkat lunak aplikasi.

4.47 Protokol

Sekumpulan semantik dan aturan cara penulisan (sintaksis) yang menentukan cara unit
fungsional dalam berkomunikasi. [ISO/IEC 2382-9]

4.48 Recloser

Sakelar yang menghubungkan dan memutuskan jaringan distribusi tenaga listrik yang
bertegangan dalam kondisi operasi normal dan mampu memutuskan arus hubung singkat
serta dapat melakukan restorasi secara otomatis setelah terjadi gangguan sementara.

4.49 Redundancy

Kemampuan suatu sistem untuk tetap berfungsi dengan normal walaupun terdapat elemen
yang tidak berfungsi.

4.50 Remote control

Penggunaan teknik telekomunikasi untuk mengubah status peralatan operasional.


[IEV 371-01-06].

4.51 Remote station

Stasiun yang dipantau, atau diperintah dan dipantau oleh master station, yang terdiri dari
gateway, IED, local HMI, RTU, dan meter energi.

4.52 Reporting

Proses pengiriman data dari bay level ke substation level.

4.53 Response time

Selisih waktu yang diperlukan antara pengiriman dengan penerimaan data.

4.54 Remote Terminal Unit (RTU)

Salah satu komponen peralatan SCADA yang berfungsi untuk memonitor aktifitas Gardu
Induk (GI) pada suatu sistem tenaga listrik.

8
SPLN S6.003: 2020

4.55 Sequence of Event (SOE)

Urutan kejadian pada suatu remote station yang diproses dan dikirim ke control center.

4.56 Server

Komputer yang berfungsi menyediakan layanan khusus kepada komputer lainnya.

4.57 Single point

Pengawasan status tunggal dari peralatan operasional dengan menggunakan teknik


telekomunikasi, seperti kondisi alarm.

4.58 Software

Sekumpulan data elektronik yang disimpan dan diatur oleh komputer, data elektronik yang
disimpan oleh komputer itu dapat berupa program atau instruksi yang akan menjalankan
suatu perintah.

4.59 Sistem Otomasi Gardu Induk (SOGI)

Sistem untuk mengelola, mengendalikan dan proteksi sistem tenaga listrik. Hal ini dapat
dicapai dengan mengambil informasi real time dari sistem, didukung oleh aplikasi local dan
remote control yang handal dan proteksi sistem tenaga listrik. Terdiri dari local intelligence,
komunikasi data dan supervisory control, serta monitoring.

4.60 Step position

Pengawasan posisi tap dari peralatan operasional dengan menggunakan teknik


telekomunikasi, seperti posisi tap changer.

4.61 Substation level

Tingkat konfigurasi pada standard IEC 61850 yang melingkupi workstation dan gateway.

4.62 Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA)

Sistem yang mengawasi dan mengendalikan peralatan proses yang tersebar secara
geografis. [ IEC 870-1-3 ]

9
SPLN S6.003: 2020

4.63 Switch

Terminal yang berfungsi untuk menghubungkan antar komputer dan komputer


ke peripheral dalam satu LAN.

4.64 Switch over link komunikasi

Perpindahan link komunikasi dari main ke backup ataupun sebaliknya.

4.65 Telemetering

Transmisi nilai variabel yang diukur dengan menggunakan teknik telekomunikasi. [IEV
371-01-03].

4.66 Telesignal

Pengawasan status dari peralatan operasional dalam jarak tertentu dengan menggunakan
teknik telekomunikasi seperti kondisi alarm, posisi switch atau posisi katup. [IEV
371-01-04].

4.67 Time synchronization

Proses yang mengatur frekuensi clock untuk mencapai keserempakan dari dua fenomena
waktu yang berbeda. [ IEV 704-13-17 ]

4.68 Time tag

Metode transmisi perubahan status dimana informasi yang ditransmisikan disertai dengan
data yang berisi waktu pencatatan ketika perubahan terjadi, menurut resolusi waktunya.
[IEV 371-05-02].

4.69 Type test

Uji dilakukan untuk memberikan bukti bahwa desain memenuhi persyaratan spesifikasi
fungsional.

4.70 Upload

Kegiatan mengirim file/data dari komputer lokal ke komputer/peralatan.

10
SPLN S6.003: 2020

4.71 Watchdog

Perangkat yang digunakan untuk melindungi sistem dari kegagalan pada perangkat lunak
atau perangkat keras yang dapat menyebabkan sistem berhenti merespon.

4.72 Workstation

Sebuah komputer yang ditujukan untuk melakukan suatu pekerjaan yang spesifik.

5. Prosedur Pengujian Fungsi

Standar ini digunakan sebagai acuan dalam melakukan pengujian fungsi peralatan remote
station di laboratorium PLN. Prosedur pengujian fungsi meliputi:

1. Pengarahan teknis pengujian fungsi;


2. Pemeriksaan spesifikasi, laporan type test dan sertifikasi peralatan;
3. Pengujian fungsi peralatan;
4. Laporan hasil pengujian fungsi.

Sebelum melakukan pengujian fungsi, dilakukan pengarahan teknis pengujian fungsi,


pemeriksaan spesifikasi, laporan type test dan sertifikasi peralatan. Pemeriksaan
spesifikasi, laporan type test dan sertifikasi peralatan sesuai dengan
SPLN S3.001-3: 2012 tentang spesifikasi remote station (sesuai edisi terbarunya).

Peralatan remote station yang akan diuji harus memiliki laporan type test dari
laboratorium independen terakreditasi. Type test yang harus dipenuhi mengacu pada SPLN
S3.001-3: 2012 tentang spesifikasi remote station (sesuai edisi terbarunya). Jika mata uji
type test tidak tercantum pada SPLN S3.001-3: 2012 tentang spesifikasi remote station
(sesuai edisi terbarunya), mata uji type test dapat mengacu pada Tabel 1.

Peralatan SOGI (IED BCU, IED Proteksi, IED AVR, IED kWh meter dan IED lainnya) harus
memiliki Conformance test IEC 61850 dari laboratorium independen terakreditasi diluar
negara pembuat peralatan tersebut.

11
SPLN S6.003: 2020

Tabel 1. Type test

No. Jenis Pengujian Metode Uji/Acuan/Persyaratan Mandatory


1 Resistans Insulasi IEC 60255-5 / IEC 60255-27 /
IEC 60870-2-1
2 Kekuatan dielektrik IEC 60255-5 / IEEE C37.90 /
IEC 60255-27
3 Impuls Tegangan Tinggi IEC 60255-5 / IEC 60255-27 
4 Getar IEC 60255-21-1
5 Shock and bump test IEC 60255-21-2
6 Panas lembab IEC 60068-2-3 / IEC 60068-2-30 
7 Dingin (cold test) IEC 60068-2-1 / IEC 60255-6
8 Panas kering (dry heat) IEC 60068-2-2 / IEC 60068-2-1 
9 Tingkat pengaman IP IEC 60529 / ≥ IP 30 
10 Tegangan puncak (peak IEC 60255-6
withstand)
11 Supply interruption IEC 60255-11 / Max. 50ms
12 Riak (frequency fluctuations) IEC 60255-11 / Max. 12%
13 Supply variations IEC 60255-6 / ± 20%
14 High frequency disturbance IEC 60255-22-1 / IEC 61000-4-12
/ IEEE C37.90,1
15 Electrostatic discharge IEC 60255-22-2 / IEC 61000-4-2 
16 Kekebalan radiasi (radiated IEC 60255-22-3 / ANSI C37.90,2
immunity) / IEC 61000-4-3
17 Fast Transient Burst/(ANSI IEC 60255-22-4 / IEC 61000-4-4 /
C37.90,1) IEEE C37.90,1
18 Surge immunity IEC 61000-4-5 
19 High frequency conducted IEC 61000-4-6
immunity
20 Harmonics Immunity IEC 61000-4-7 
21 Power frequency magnetic field IEC 61000-4-8
immunity
22 Frekuensi daya (power IEC 61000-4-16
frequency)
23 Conducted emission EN 55022
24 Radiated emission EN 55022
25 Radio interference withstand IEC60255-22-3 : 1992 /
ANSI C37.90,2
26 Radio interference withstand IEC60255-22-3:1992 / ANSI
C37.90,2

Beberapa ketentuan umum dalam pengujian fungsi remote station adalah sebagai berikut:
a. Engineer yang diperbolehkan melakukan pendampingan selama pengujian
di Laboratorium adalah engineer lokal/WNI dengan bahasa Indonesia;
b. Tidak diperbolehkan melakukan perubahan firmware dan penggantian hardware
dengan spesifikasi/tipe yang berbeda;

12
SPLN S6.003: 2020

c. Versi software/firmware yang diujikan merupakan release resmi dari vendor tersebut
dan harus menggunakan lisensi resmi, tidak boleh menggunakan versi trial/demo;
d. Versi software/firmware yang boleh diujikan adalah versi terakhir atau 1 tahun terakhir
dihitung dari tanggal pengujian. Perubahan versi software/firmware dilihat dari
datasheet peralatan yang diberikan oleh vendor;
e. Vendor wajib menyerahkan software konfigurator beserta semua kelengkapan yang
digunakan (lisensi, dongle, kabel data, manual book, dan lain-lain) kepada PLN;
f. Software konfigurator wajib diinstal dengan lisensi/dongle resmi pada komputer yang
disediakan oleh PLN jika komputer dan Operating system komputer tersebut tersedia
dan mendukung software konfigurator tersebut;
g. Aplikasi SOGI (aplikasi HMI/gateway/server) yang diuji harus diinstal pada komputer
yang disediakan oleh PLN, jika komputer dan operating system dalam komputer
tersebut tersedia dan mendukung aplikasi SOGI tersebut;
h. Vendor wajib memberikan penjelasan/training singkat bagaimana melakukan
konfigurasi terhadap produknya kepada engineer penguji dari PLN;
i. Vendor wajib memberikan manual book dan dokumentasi yang terkait dengan
peralatan yang akan diuji kepada PLN dalam bentuk softcopy;
j. Vendor wajib melakukan dokumentasi proses troubleshooting selama pengujian.
Dokumentasi tersebut yang menjadi bagian tak terpisahkan dari laporan pengujian.

6. Pengujian Fungsi Remote Station

Pengujian fungsi remote station di Laboratorium PLN ini terdiri dari pengujian fungsi RTU
dan SOGI (HMI, Gateway dan IED), yang mencakup peralatan sebagai berikut:
a. RTU untuk LBS;
b. RTU untuk Recloser;
c. RTU untuk Gardu Hubung (GH);
d. RTU untuk Gardu Distribusi (GD);
e. RTU untuk Gardu Induk (GI);
f. Gateway untuk Gardu Hubung (GH);
g. Gateway untuk Gardu Distribusi (GD);
h. Gateway untuk Gardu Induk (GI);
i. IED Kontrol dan proteksi untuk Gardu Hubung (GH)/ Gardu Distribusi (GD);
j. IED Kontrol untuk Gardu Hubung untuk (GH)/ Gardu Distribusi (GD);
k. IED IO untuk Gardu Hubung (GH)/ Gardu Distribusi (GD);
l. IED BCU;
m. IED IO;
n. IED AVR;
o. IED Proteksi;
p. IED kWh meter;
q. IED meter;
r. Lokal HMI (server & workstation).

Detail item pengujian masing-masing peralatan terdapat pada Lampiran A untuk pengujian
RTU dan Lampiran B untuk pengujian SOGI.

13
SPLN S6.003: 2020

Protokol yang diujikan pada masing-masing peralatan mengikuti protokol yang disebutkan
pada SPLN S3.001-3: 2012 tentang Spesifikasi remote station (sesuai edisi terbarunya).

Peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan Pengujian Fungsi RTU adalah sebagai
berikut:
1. Master station;
2. Adjustable power supply DC;
3. Komputer konfigurator beserta aksesorisnya (dongle, kabel dan lain-lain);
4. Digital IO/dummy simulator;
5. Tap Changer Simulator;
6. Analog Input Simulator;
7. DC source;
8. IED atau RTU;
9. Protocol analyzer (ASE 2000, harness, wireshark dan lain-lain);
10. Kabel serial beserta aksesorisnya;
11. Kabel UTP (ethernet) beserta aksesorisnya;
12. Multimeter;
13. Toolset;
14. Kabel kontrol NYM 1.5 mm beserta aksesoris (Sepatu kabel, terminal kabel, rel omega
dan lain-lain);
15. Alat Pelindung Diri (sarung tangan, dan lain-lain);
16. MCB (Mini Circuit Breaker);
17. ELCB (Earth Leak Circuit Breaker).

Sedangkan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan pengujian fungsi SOGI adalah
sebagi berikut:
1. SOGI (Server, workstation, gateway, dan IED dari beberapa merek yang ada
di laboratorium PLN beserta peralatan lainnya seperti GPS dan lain-lain);
2. Adjustable power supply DC;
3. Komputer konfigurator beserta aksesorisnya (dongle, kabel dan lain-lain);
4. Industrial server;
5. Industrial workstation;
6. Managable ethernet switch (support IEC 61850);
7. Simulator bay trafo (Digital IO /dummy simulator);
8. Injeksi sekunder;
9. Simulator tap changer;
10. GPS;
11. Protocol analyzer (IED scout, wireshark, ASE 2000, harness dan lain-lain);
12. Kabel serial beserta aksesorisnya;
13. Kabel UTP (ethernet) beserta aksesorisnya;
14. Kabel fiber optik beserta aksesorisnya;
15. Multimeter;
16. Toolset;
17. Alat Pelindung Diri (sarung tangan, dan lain-lain);
18. Mini Circuit Breaker (MCB);
19. Earth Leak Circuit Breaker (ELCB).

14
SPLN S6.003: 2020

Konfigurasi umum pengujian fungsi RTU dan SOGI dapat dilihat pada Gambar 1 dan
Gambar 2. Pada saat pengujian fungsi, peralatan apa saja yang terpasang pada konfigurasi
pada Gambar 1 dan Gambar 2 menyesuaikan dengan alat yang akan diuji.

MASTER STATION

2 link IEC 60870-5-101


1 link IEC 60870-5-104

2 link DNP3 Serial/


1 link DNP3 TCP
RTU

Tap Changer
IED Simulator

Analog Input Digital I/O


Komputer
Simulator Simulator
Konfigurator

Gambar 1. Konfigurasi umum pengujian fungsi RTU

15
SPLN S6.003: 2020

MASTER STATION

2 link IEC 60870-5-101


1 link IEC 60870-5-104

2 link DNP3 Serial/


1 link DNP3 TCP
Peralatan SOGI di
laboratorium PLN :
- Server
- Workstation (HMI)
- Gateway Workstation
- IED (2 Set)
- GPS GATEWAY
- dll

Server (2 Set)
Switch
IEC 61850

Switch

IED IED IED IED


IED IED I/O IED IED
Kontrol Proteksi Meter kWH
Kontrol BCU AVR
dan
Proteksi

Injeksi Sekunder

Simulator Tap
Simulator bay Transformator/dummy simulator
Changer

Gambar 2. Konfigurasi umum peralatan pengujian fungsi SOGI

7. Syarat Kelulusan

Peralatan dinyatakan lulus pengujian fungsi apabila memenuhi seluruh persyaratan/kriteria


pengujian sesuai peralatan yang diujikan.

16
SPLN S6.003: 2020

Lampiran A
Pengujian RTU

Tabel A1. Pengujian RTU

No. Item Uji Prosedur uji Kriteria Keterangan a b c d e

1 Visual :
1.1 Pemeriksaan Visual Melihat kondisi fisik peralatan, misalnya : tombol, Spesifikasi minimal sesuai dengan SPLN
Peralatan terminal input, terminal output, catu daya, modul S3.001-3:2012 (sesuai edisi terbarunya).     
I/O, dll.

2 Catu daya :
2.1 Pemeriksaan Modul Catu Cek indikator operasi normal dan alarm tidak Modul catudaya peralatan beroperasi dan
Daya menyala. indikator alarm tidak menyala.     

2.2 Pemeriksaan polaritas Pengujian dilakukan dengan membalik supply Peralatan harus dapat bekerja dengan
DC pada peralatan. normal setelah disimulasikan salah
pemasangan sumber dengan membalik     
polaritas.

2.3 Tegangan kerja Pengujian dilakukan menggunakan variable DC Peralatan harus dapat bekerja dengan
supply atau AC supply untuk mengetahui batas normal (fungsi TS, TM, RC) pada kondisi
tegangan kerja pada RTU. tegangan minimal (Vn-(15%*Vn)) dan
tegangan maksimal (Vn+(10%*Vn)) sesuai
dengan SPLN S3.001-3: 2012 Spesifikasi
    
remote station.
Harus dapat shutdown apabila kondisi
tegangan Vn + (20%*Vn).

2.4 Short circuit Pengujian dilakukan dengan Tidak merusak peralatan, hanya sebatas
menghubungsingkat polaritas catudaya. merusak pengaman (fuse/ varistor dll).     

17
SPLN S6.003: 2020

No. Item Uji Prosedur uji Kriteria Keterangan a b c d e

3 Central Processing Unit


(CPU) :
3.1 Pemeriksaan Modul CPU Cek indikator operasi normal dan alarm tidak Modul CPU Peralatan beroperasi dan
menyala. indikator alarm tidak menyala.     

3.2 Pemeriksaan database Periksa versi firmware peralatan dan software Sesuaikan database dengan versi firmware
konfigurasi konfigurator sesuai atau kompatible sesuai pada card yg terpasang, sesuai dengan
manual book. tools configurator, sesuai dengan versi
Periksa lisensi firmware peralatan dan software aplikasi, lisensi dan kapasitas maksimal
konfigurator memenuhi kebutuhan saat peralatan.
implementasi.
Periksa database awal untuk inisialisasi     
peralatan telah dapat membaca seluruh
perangkat keras terpasang dan kapasitas
maksimal peralatan.

3.3 Pemeriksaan fungsi upload Lakukan prosedur upload dan download Database berhasil diupload dan
download database database. didownload.     

3.4 Pemeriksaan Perekaman Buat perubahan status dan alarm pada masukan Perubahan status dan alarm termasuk
event peralatan, lihat pada event log aplikasi timetag terekam dalam event log, dan bisa
konfigurasi peralatan bahwa event telah diterima didownload menggunakan aplikasi     
dan dikonfigurasi. konfigurasi peralatan.

3.5 Fungsi self diagnostic Pengujian dilakukan dengan melakukan simulasi Peralatan harus dapat menampilkan alarm     
kerusakan pada Card IO atau modul komunikasi. Kontak watchdog dari NO (Normally Open)
ke NC (Normally Close) (Optional).

18
SPLN S6.003: 2020

No. Item Uji Prosedur uji Kriteria Keterangan a b c d e

4 Uji pengembangan
modul/card RTU :
4.1 Uji pengembangan Pengujian dilakukan pada peralatan dengan Peralatan dapat berfungsi dengan normal
kapasitas maksimal sesuai dengan yang pada kapasitas yang telah didefinisikan,
dinyatakan pabrikan untuk setiap tipe tanpa penurunan kinerja peralatan (fungsi
card/modul. TS, TM, RC).   
Tanpa mengubah versi firmware, dan
software konfigurator.

5 Modul IO :
5.1 Pemeriksaan card digital Pengujian dilakukan dengan memberikan Dalam range tegangan kerja nominal ±20%,
input tegangan pada card Digital Input dengan Card Digital Input harus bisa membacanya
tegangan kerja nominal ±20%. sebagai status "1", sedangkan pada
tegangan dibawah -20% dari tegangan     
kerja nominal harus dibaca sebagai status
"0" .

5.2 Fungsi Bouncing Delay Pengujian dilakukan dengan melakukan simulasi Peralatan harus dapat memberikan satu
bouncing delay adalah waktu tunda agar apabila event perubahan status pada master station
terjadi beberapa event perubahan status pada apabila terjadi bouncing perubahan status.
TIP yang sama di dalam rentang waktu tersebut     
akan dianggap sebagai satu event.

5.3 Tipe data pada digital input Pengujian dilakukan dengan mengkonfigurasi 2 buah terminal digital input yang sama Kecuali pada
terminal digital input sebagai Tele Signal Single dapat dikonfigurasi sebagai 2 buah Tele protokol DNP3,
(TSS) dan Tele Signal Double (TSD. Signal Single (TSS) atau 1 buah Tele Signal untuk TSD tidak     
Double (TSD). diuji

19
SPLN S6.003: 2020

No. Item Uji Prosedur uji Kriteria Keterangan a b c d e

5.4 Pemeriksaan card Digital Pengujian dilakukan dengan menghubungkan Kontrol berhasil dan tidak merusak kontak
Output (DO) card digital output ke dummy simulator dengan DO peralatan.
beban arus minimal 5A selama 2 detik baik
kontrol open ataupun close.     

5.5 Pemeriksaan card analog Pengujian dilakukan dengan injeksi arus (mA) Pengukuran dapat dihitung dan ditampilan
input sebesar 0% ( 0 mA) s.d 120 % (24 mA). oleh RTU dari rentang yang diperbolehkan
Pengujian dilakukan dengan injeksi tegangan (yaitu 4 s.d 20 mA dan 0 s.d 10 Vdc) dan
(Vdc) sebesar 0% ( 0 Vdc) s.d 120 % (12 Vdc). dikonversi menjadi besaran energi listrik
Pengujian dilakukan dengan membalik polaritas (MW/MVAR/kV/A) .
arus (mA) dan tegangan (Vdc). Untuk injeksi dibawah 4 mA / 1 Vdc dan
diatas 20 mA / 10 Vdc RTU
mengindikasikan bahwa tegangan/arus
terjadi out of range (dengan memberikan   
sinyal lampu LED / kontak watchdog / inhibit
/alarm logging.
Jika dilakukan injeksi lebih dari 120 % baik
mA dan Vdc, modul analog input tidak
mengalami malfungsi.

20
SPLN S6.003: 2020

No. Item Uji Prosedur uji Kriteria Keterangan a b c d e

5.6 Pemeriksaan card analog Pengujian dilakukan dengan memerintahkan Output dari channel modul analog output
output RTU (Dengan Memberikan set point command dapat dikonfigurasi menjadi besaran mA
output) dengan tipe data Floating value (Tipe (contoh: 4 s.d 20 mA) dan atau Vdc
data = 50). (contoh: 0 s.d 10 Vdc).
Set point yang dikirim adalah sebesar 0 % s.d Jika dikirim set point lebih dari 120 % oleh
100 % (contoh: 0 MW s.d 150 MW). master station, maka modul analog output
Setelah itu akan dikirim set point sebesar 120 % memberikan sinyal lampu LED / kontak
(contoh: 180 MW). watchdog/inhibit/alarm logging (dengan
memberikan indikasi bahwa tegangan/arus
out of range).
Pengujian tersebut diharuskan tidak
menimbulkan malfungsi di sisi hardware
maupun software.

21
SPLN S6.003: 2020

No. Item Uji Prosedur uji Kriteria Keterangan a b c d e

6 Pengujian Protokol Untuk protokol IEC 60870-5-101 dan IEC


Komunikasi ke Master 60870-5-104 khusus pada RTU GI dan
Station : (RTU & Gateway Gardu Induk menggunakan 3
Gateway) oktet IOA, dan IOA RTU menyesuaikan
dengan master station.

6.1 Fungsi Tele Signal Single Pengujian fungsi dilakukan dengan Status dan timetag yang tersimpan pada
(TSS) mensimulasikan element status yang memiliki 2 log peralatan harus sama dengan
kemungkinan perubahan status, yaitu: “0” dan “1”. status dan timetag yang diterima master
Simulasi status menggunakan dummy simulator. station sampai skala milidetik.
Pada DNP3 tipe data tele signal yang diuji adalah Perubahan status harus diterima di master
binary input (contoh= group:2 variation:2). station maksimal 1,5 detik dari saat status
diubah.
Untuk protokol DNP3, data TSS harus
berada pada kelas 1 dan kelas 2 tergantung
dari prioritas.
    
Untuk protokol IEC 60870-5-101 , data TSS
harus berada pada kelas 1.
Untuk protokol IEC 60870-5-101 dan 104,
COT yang dikirim melalui protokol adalah
‘Spontaneous’ (3).

22
SPLN S6.003: 2020

No. Item Uji Prosedur uji Kriteria Keterangan a b c d e

6.2 Fungsi Tele Signal Double Pengujian fungsi dilakukan dengan Status dan timetag yang tersimpan pada log
(TSD) mensimulasikan element status yang memiliki 4 peralatan harus sama dengan status dan
kemungkinan perubahan status, yaitu: “00”, timetag yang diterima master station sampai
“01”,”10” dan “11”. skala milidetik.
Perubahan status harus diterima di master
station maksimal 1,5 detik dari saat status
diubah.     
Untuk protokol IEC 60870-5-101, data TSD
harus berada pada kelas 1.
Untuk protokol IEC 60870-5-101 dan 104,
COT yang dikirim melalui protokol adalah
‘Spontaneous’ (3).

6.3 Fungsi Tele Metering (TM) Pengujian fungsi dilakukan melalui injeksi arus Akurasi kesalahan analog input ±0.25%.
4-20 mA pada analog input, dengan besaran Perubahan pengukuran harus diterima di
injeksi arus : 0%, 25%, 50%,75%, 100%, 120%, master station maksimal 5 detik dari saat
underrange, overrange. Untuk protokol IEC pengukuran berubah melebihi deadband
60870-5-101 dan 104 tipe data pengukuran yang Untuk protokol DNP3, data TM harus
diuji meliputi : floating, scaled dan normalized, berada pada kelas 3.
sedangkan untuk DNP3 tipe data pengukuran Untuk protokol IEC 60870-5-101, data TM   
yang diuji adalah floating (contoh= group:30). harus berada pada kelas 2.
Untuk protokol IEC 60870-5-101 dan 104,
COT yang dikirim melalui protokol adalah
‘Spontaneous’ (3).

23
SPLN S6.003: 2020

No. Item Uji Prosedur uji Kriteria Keterangan a b c d e

6.4 Fungsi remote control Pengujian fungsi dilakukan dengan memberikan Perintah berhasil mengubah status sesuai
digital perintah perubahan status digital (on dan off) perintah yang dikirimkan (on/off), baik untuk
dari master station. Pola perintah operasi yang direct maupun SBO.
dilakukan adalah Direct dan SBO (Select Before Durasi waktu peralatan mengirimkan sinyal
Operate). acknowledge ke master station adalah
Pada DNP3 tipe data remote control yang diuji maksimal 1,5 detik.
adalah binary output (contoh= group:10). Durasi waktu dari perintah dikirimkan oleh     
master station sampai perubahan status di
terima di master station adalah maksimal
3 detik.

6.5 Fungsi remote control Pengujian fungsi dilakukan dengan memberikan Perintah berhasil mengubah nilai analog
analog perintah perubahan nilai analog/set point pada analog output sesuai dengan perintah
(0%,25%,50%,75%,100%) dari master station. yang dikirimkan, baik untuk direct maupun
SBO .
Akurasi kesalahan pengukuran analog
output adalah +0.25%.
Durasi waktu peralatan mengirimkan sinyal
acknowledge ke master station adalah 
maksimal 1,5 detik.
Durasi waktu dari perintah dikirimkan oleh
master station sampai keluaran analog
output maksimal 2 detik.

6.6 Fungsi kontrol tap changer Pengujian fungsi dilakukan dengan memberikan Durasi waktu dari perintah dikirimkan oleh
kontrol naik atau turun tap changer simulator. master station sampai perubahan posisi tap
changer di terima di master station adalah
maksimal 5 detik. 

24
SPLN S6.003: 2020

No. Item Uji Prosedur uji Kriteria Keterangan a b c d e

6.7 Fungsi posisi tap changer Pengujian fungsi dilakukan dengan melakukan Input perubahan tap changer sesuai SPLN
perubahan posisi tap changer simulator. sesuai dengan SPLN S3.001-3:2012
(sesuai edisi terbarunya).
Posisi tap changer sesuai dengan
perubahan yang dilakukan.
Posisi tap changer dan timetag yang
tersimpan pada log peralatan harus sama 
dengan posisi tap changer dan timetag
yang diterima master station sampai skala
milidetik.

6.8 Fungsi general Pengujian dilakukan dengan melakukan perintah Peralatan akan mengirimkan semua data
interogation (overall check) general interogation. yang dipetakan (selective point active)     
dalam merespon general interogation.

6.9 Fungsi sinkronisasi waktu Pengujian dilakukan dengan memutus Peralatan akan merespon dan
komunikasi peralatan dengan master station, lalu menyesuaikan perubahan waktu apabila ada
ubah waktu peralatan yang dibedakan dengan perintah sinkronisasi waktu dari master
waktu master station mulai dari tahun, bulan, station, mulai dari tahun, bulan, tanggal, jam,
tanggal, jam, menit dan detik. Hubungkan menit dan detik.     
peralatan dengan master station. Waktu yang dibutuhkan untuk mengirim
perintah sinkronisasi waktu dari master
station secara periodik maksimal 30 menit. .

25
SPLN S6.003: 2020

No. Item Uji Prosedur uji Kriteria Keterangan a b c d e

6.10 Fungsi Sequence of Event Komunikasi peralatan ke master station diputus, Peralatan mengirimkan event sesegera Jumlah event
lalu disimulasikan banyak event (sesuai jenis mungkin setelah komunikasi ke master per jenis
peralatan) atau lebih sampai muncul alarm station terhubung kembali tanpa ada event peralatan
buffer overflow. Event disimpan di buffer dengan yang hilang, event dan timetag di event LBS : 50 event
mekanisme FIFO, event dapat dibaca di software logger peralatan harus sama dengan event Recloser : 50
konfigurator dan dikirim sebagai SOE (Sequence dan timetag yang dikirimkan ke master event     
of Event) setelah komunikasi ke master station station. GH : 200 event
normal. Akurasi waktu minimal 1 ms. GD : 200 event
GI : 600 event

6.11 Fungsi status link faulty Pengujian dilakukan dengan memutus salah satu Peralatan harus dapat mengirimkan sinyal Hanya untuk
link komunikasi ke master station. status link faulty ke master station. komunikasi yang   
redundant

6.12 Fungsi status card faulty Pengujian dilakukan dengan melakukan simulasi Peralatan harus dapat mengirimkan sinyal
kerusakan pada card AI, AO, DI atau DO. status card faulty ke master station. 

6.13 Fungsi party line Pengujian dilakukan dengan menghubungan Peralatan harus mampu berkomunikasi
komunikasi peralatan ke Master station dengan konfigurasi normal dengan master station dengan
komunikasi party line. konfigurasi komunikasi party line, tanpa   
menggunakan peralatan tambahan.

6.14 Fungsi multi master Pengujian dilakukan dengan peralatan Peralatan harus mampu berkomunikasi Untuk
komunikasi dihubungkan ke beberapa master station (multi dengan baik dengan minimal 3 master komunikasi
master), baik menggunakan protokol yang sama station. ethernet,
atau protokol yang berbeda. pengiriman data
mempergunakan   
port ethernet
yang sama untuk
ke 3 master
station.

26
SPLN S6.003: 2020

No. Item Uji Prosedur uji Kriteria Keterangan a b c d e

6.15 Fungsi switch over main Pengujian dilakukan dengan peralatan Saat link komunikasi pertama (aktif) diputus,
backup komunikasi serial dihubungkan ke satu master station melalui 2 maka komunikasi akan beralih secara
link komunikasi, link komunikasi pertama otomatis ke link komunikasi kedua. Setelah
difungsikan sebagai aktif link dan link kedua link komunikasi pertama disambung lagi,   
difungsikan sebagai link standby. Link komunikasi yang aktif tetap menggunakan
komunikasi pertama diputus. link komunikasi kedua.

6.16 Fungsi bouncing delay Pengujian dilakukan dengan melakukan simulasi Peralatan harus dapat memberikan satu
bouncing delay adalah waktu tunda agar apabila event perubahan status pada master station
terjadi beberapa event perubahan status pada apabila terjadi bouncing perubahan status.
TIP yang sama di dalam rentang waktu tersebut     
akan dianggap sebagai satu event.

6.17 Fungsi transfer file Pengujian dilakukan dengan menghubungkan File COMTRADE berhasil diterima di master 
peralatan dengan IED proteksi, lakukan perintah station.
transfer file dari master station.
7 Komunikasi ke IED :
7.1 Komunikasi protokol ke Pengujian dilakukan dengan Peralatan berhasil komunikasi dan
IED mengkomunikasikan peralatan dengan IED menerima data digital dan analog (sesuai
mempergunakan protokol yang telah disepakati, protokol yang digunakan) dari IED dan
data dari IED diterima oleh peralatan dengan mengirimkan data digital dan analog ke   
melihat pada software konfigurator dan telah master station
terkirim ke master station.

27
SPLN S6.003: 2020

Keterangan:

a. RTU untuk LBS


b. RTU untuk Recloser
c. RTU untuk Gardu Hubung
d. RTU untuk Gardu Distribusi
e. RTU untuk Gardu Induk

28
SPLN S6.003: 2020

Lampiran B
Pengujian SOGI

Tabel B1. Pengujian SOGI

No. Item Uji Prosedur uji Kriteria Keterangan f g h i j k l m n o p q r

1 Visual :
1.1 Pemeriksaan Visual Melihat kondisi fisik peralatan, Spesifikasi minimal sesuai
Peralatan misalnya : tombol, terminal input, dengan SPLN S3.001-3:2012
            
terminal output, catu daya, (sesuai edisi terbarunya).
modul I/O, dll.
2 Catu daya :
2.1 Pemeriksaan modul Cek indikator operasi normal Modul catudaya peralatan
catu daya dan alarm tidak menyala. beroperasi dan indikator             
alarm tidak menyala.
2.2 Pemeriksaan Pengujian dilakukan dengan Peralatan harus dapat
polaritas membalik supply DC pada bekerja dengan normal
peralatan. setelah disimulasikan salah           
pemasangan sumber dengan
membalik polaritas
2.3 Tegangan kerja Pengujian dilakukan Peralatan harus dapat
menggunakan variable DC bekerja dengan normal
Supply atau AC supply untuk (fungsi TS, TM, RC) pada
mengetahui batas tegangan kondisi tegangan minimal
kerja pada RTU. (Vn-(15%*Vn)) dan tegangan
maksimal (Vn+(10%*Vn))
            
sesuai dengan SPLN S3.001-
3: 2012 Spesifikasi Remote
Station.
Harus dapat shutdown
apabila kondisi tegangan Vn
+ (20%*Vn).

29
SPLN S6.003: 2020

No. Item Uji Prosedur uji Kriteria Keterangan f g h i j k l m n o p q r

2.4 Short circuit Pengujian dilakukan dengan Tidak merusak peralatan,


menghubungsingkat polaritas hanya sebatas merusak
            
catudaya. pengaman (fuse/varistor dll).

3 Central Processing
Unit (CPU) :
3.1 Pemeriksaan Modul Cek indikator operasi normal Modul CPU Peralatan
CPU dan alarm tidak menyala beroperasi dan indikator             
alarm tidak menyala
3.2 Pemeriksaan Periksa versi firmware peralatan Sesuaikan database dengan
Database Konfigurasi dan software konfigurator sesuai versi firmware pada card yg
atau kompatible sesuai manual terpasang, sesuai dengan
book. tools configurator, sesuai
Periksa lisensi firmware dengan versi aplikasi, lisensi
peralatan dan software dan kapasitas maksimal
konfigurator memenuhi peralatan.             
kebutuhan saat implementasi.
Periksa database awal untuk
inisialisasi peralatan telah dapat
membaca seluruh perangkat
keras terpasang dan kapasitas
maksimal peralatan.
3.3 Pemeriksaan fungsi Lakukan prosedur upload dan Database berhasil di upload
upload download download database. dan di download.            
database

3.4 Pemeriksaan Buat perubahan status dan Perubahan status dan alarm
perekaman event alarm pada masukan peralatan, termasuk timetag terekam
lihat pada event log aplikasi dalam event log, dan bisa
konfigurasi peralatan bahwa didownload menggunakan             
event telah diterima dan aplikasi konfigurasi peralatan.
dikonfigurasi.

30
SPLN S6.003: 2020

No. Item Uji Prosedur uji Kriteria Keterangan f g h i j k l m n o p q r

3.5 Fungsi self diagnostic Pengujian dilakukan dengan Peralatan harus dapat
melakukan simulasi kerusakan menampilkan alarm.
pada Card IO atau Modul Kontak watchdog dari NO
Komunikasi . (Normally Open) ke NC             
(Normally Close) (Optional).

4 Pengujian protokol Untuk protokol IEC 60870-5-


komunikasi ke 101 dan IEC 60870-5-104
master station : khusus pada RTU GI dan
Gateway Gardu Induk
menggunakan 3 oktet IOA,
dan IOA RTU menyesuaikan
dengan master station
4.1 Fungsi Tele Signal Pengujian fungsi dilakukan Status dan timetag yang
Single (TSS) dengan mensimulasikan element tersimpan pada log peralatan
status yang memiliki harus sama dengan status
2 kemungkinan perubahan dan timetag yang diterima
status, yaitu: “0” dan “1”. master station sampai skala
Simulasi status menggunakan milidetik.
dummy simulator. Pada DNP3 Perubahan status harus
tipe data tele signal yang diuji diterima di master station
adalah binary input (contoh= maksimal 1,5 detik dari saat
group:2 variation:2) status diubah.
Untuk protokol DNP3, data   
TSS harus berada pada kelas
1 dan kelas 2 tergantung dari
prioritas.
Untuk protokol IEC 60870-5-
101 , data TSS harus berada
pada kelas 1.
Untuk protokol IEC 60870-5-
101 dan 104, COT yang
dikirim melalui protokol
adalah ‘Spontaneous’ (3).

31
SPLN S6.003: 2020

No. Item Uji Prosedur uji Kriteria Keterangan f g h i j k l m n o p q r

4.2 Fungsi Tele Signal Pengujian fungsi dilakukan Status dan timetag yang
Double (TSD) dengan mensimulasikan element tersimpan pada log peralatan
status yang memiliki 4 harus sama dengan status
kemungkinan perubahan status, dan timetag yang diterima
yaitu: “00”, “01”,”10” dan “11”. master station sampai skala
milidetik.

Perubahan status harus


diterima di master station
  
maksimal 1,5 detik dari saat
status diubah.
Untuk protokol IEC 60870-5-
101, data TSD harus berada
pada kelas 1.
Untuk protokol IEC 60870-5-
101 dan 104, COT yang
dikirim melalui protokol
adalah ‘Spontaneous’ (3).
4.3 Fungsi Tele Metering Pengujian fungsi dilakukan Akurasi kesalahan analog
(TM) melalui injeksi arus 4-20 mA input ±0.25%.
pada analog input, dengan Perubahan pengukuran harus
besaran injeksi arus : 0%, 25%, diterima di master station
50%,75%, 100%, 120%, maksimal 5 detik dari saat
underrange, overrange. Untuk pengukuran berubah melebihi
protokol IEC 60870-5-101 dan deadband
104 tipe data pengukuran yang Untuk protokol DNP3, data
diuji meliputi : floating, scaled TM harus berada pada kelas   
dan normalized, sedangkan 3.
untuk DNP3 tipe data Untuk protokol IEC 60870-5-
pengukuran yang diuji adalah 101, data TM harus berada
floating (contoh= group:30) pada kelas 2.
Untuk protokol IEC 60870-5-
101 dan 104, COT yang
dikirim melalui protokol
adalah ‘Spontaneous’ (3).

32
SPLN S6.003: 2020

No. Item Uji Prosedur uji Kriteria Keterangan f g h i j k l m n o p q r

4.4 Fungsi remote control Pengujian fungsi dilakukan Perintah berhasil mengubah
digital dengan memberikan perintah status sesuai perintah yang
perubahan status digital (on dan dikirimkan (on/off), baik untuk
off) dari master station. Pola direct maupun SBO
perintah operasi yang dilakukan Durasi waktu peralatan
adalah Direct dan SBO (Select mengirimkan sinyal
Before Operate). acknowledge ke master
  
Pada DNP3 tipe data remote station adalah maksimal 1,5
control yang diuji adalah binary detik.
output (contoh= group:10) Durasi waktu dari perintah
dikirimkan oleh master station
sampai perubahan status di
terima di master station
adalah maksimal 3 detik.
4.5 Fungsi remote control Pengujian fungsi dilakukan Perintah berhasil mengubah
analog dengan memberikan perintah nilai analog pada analog
perubahan nilai analog/set point output sesuai dengan
(0%,25%,50%,75%,100%) dari perintah yang dikirimkan, baik
master station. untuk direct maupun SBO.
Akurasi kesalahan
pengukuran analog output
adalah +0.25%.
Durasi waktu peralatan 
mengirimkan sinyal
acknowledge ke master
station adalah maksimal 1,5
detik.
Durasi waktu dari perintah
dikirimkan oleh master station
sampai keluaran analog
output maksimal 2 detik.

33
SPLN S6.003: 2020

No. Item Uji Prosedur uji Kriteria Keterangan f g h i j k l m n o p q r

4.6 Fungsi kontrol tap Pengujian fungsi dilakukan Durasi waktu dari perintah
changer dengan memberikan kontrol naik dikirimkan oleh master station
atau turun tap changer sampai perubahan posisi tap
simulator. changer di terima di master 
station adalah maksimal 5
detik.
4.7 Fungsi posisi tap Pengujian fungsi dilakukan Input perubahan tap changer
changer dengan melakukan perubahan sesuai SPLN sesuai dengan
posisi tap changer simulator. SPLN S3.001-3:2012 (sesuai
edisi terbarunya)
Posisi tap changer sesuai
dengan perubahan yang
dilakukan.
 
Posisi tap changer dan
timetag yang tersimpan pada
log peralatan harus sama
dengan posisi tap changer
dan timetag yang diterima
master station sampai skala
milidetik.
4.8 Fungsi general Pengujian dilakukan dengan Peralatan akan mengirimkan
interogation (overall melakukan perintah general semua data yang dipetakan
check) interogation. (selective point active) dalam   
merespon general
interrogation.

34
SPLN S6.003: 2020

No. Item Uji Prosedur uji Kriteria Keterangan f g h i j k l m n o p q r

4.9 Fungsi sinkronisasi Pengujian dilakukan dengan Peralatan akan merespon dan
waktu memutus komunikasi peralatan menyesuaikan perubahan
dengan master station, lalu ubah waktu apabila ada perintah
waktu peralatan yang sinkronisasi waktu dari master
dibedakan dengan waktu master station, mulai dari tahun,
station mulai dari tahun, bulan, bulan, tanggal, jam, menit dan
tanggal, jam, menit dan detik. detik.   
Hubungkan peralatan dengan Waktu yang dibutuhkan untuk
master station. mengirim perintah
sinkronisasi waktu dari master
station secara periodik
maksimal 30 menit.

4.10 Fungsi Sequence of Komunikasi peralatan ke master Peralatan mengirimkan event Jumlah event per
Event station diputus, lalu sesegera mungkin setelah jenis peralatan
disimulasikan banyak event komunikasi ke master station LBS : 50 event
(sesuai jenis peralatan) atau terhubung kembali tanpa ada Recloser : 50 event
lebih sampai muncul alarm event yang hilang, event dan GH : 200 event
buffer overflow. Event disimpan timetag di event logger GD : 200 event
  
di buffer dengan mekanisme peralatan harus sama dengan GI : 600 event
FIFO, event dapat dibaca di event dan timetag yang
software konfigurator dan dikirim dikirimkan ke master station.
sebagai SOE (Sequence of Akurasi waktu minimal 1 ms.
Event) setelah komunikasi ke
master station normal.
4.11 Fungsi status link Pengujian dilakukan dengan Peralatan harus dapat Hanya untuk
faulty memutus salah satu link mengirimkan sinyal status link komunikasi yang   
komunikasi ke master station. faulty ke master station. redundant.
4.12 Fungsi status card Pengujian dilakukan dengan Peralatan harus dapat
faulty melakukan simulasi kerusakan mengirimkan sinyal status
pada Card AI, AO, DI atau DO. card faulty ke master station. 

35
SPLN S6.003: 2020

No. Item Uji Prosedur uji Kriteria Keterangan f g h i j k l m n o p q r

4.13 Fungsi party line Pengujian dilakukan dengan Peralatan harus mampu
komunikasi menghubungan peralatan berkomunikasi normal
ke master station dengan dengan master station
konfigurasi komunikasi party dengan konfigurasi   
line. komunikasi party line, tanpa
menggunakan peralatan
tambahan.
4.14 Fungsi multi master Pengujian dilakukan dengan Peralatan harus mampu Untuk komunikasi
komunikasi Peralatan dihubungkan ke berkomunikasi dengan baik ethernet, pengiriman
beberapa master station (multi dengan minimal 3 master data mempergunakan
master), baik menggunakan station. port ethernet yang   
protokol yang sama atau sama untuk ke 3
protokol yang berbeda. master station.
4.15 Fungsi switch over Pengujian dilakukan dengan Saat link komunikasi pertama
main backup Peralatan dihubungkan ke satu (aktif) diputus, maka
komunikasi serial master station melalui 2 link komunikasi akan beralih
komunikasi, link komunikasi secara otomatis ke link
pertama difungsikan sebagai komunikasi kedua. Setelah
  
aktif link dan link kedua link komunikasi pertama
difungsikan sebagai link disambung lagi, komunikasi
standby. Link komunikasi yang aktif tetap
pertama diputus. menggunakan link
komunikasi kedua.
4.16 Fungsi bouncing Pengujian dilakukan dengan Peralatan harus dapat
delay melakukan simulasi bouncing memberikan satu event
delay adalah waktu tunda agar perubahan status pada
apabila terjadi beberapa event master station apabila terjadi
  
perubahan status pada TIP yang bouncing perubahan status.
sama di dalam rentang waktu
tersebut akan dianggap sebagai
satu event.

36
SPLN S6.003: 2020

No. Item Uji Prosedur uji Kriteria Keterangan f g h i j k l m n o p q r

4.17 Fungsi transfer file Pengujian dilakukan dengan File COMTRADE berhasil
menghubungkan peralatan diterima di master station.
dengan IED proteksi, lakukan 
perintah transfer file dari master
station.
5 Komunikasi ke IED :
5.1 Komunikasi protokol Pengujian dilakukan dengan Peralatan berhasil
ke IED mengkomunikasikan peralatan komunikasi dan menerima
dengan IED mempergunakan data digital dan analog
protokol yang telah disepakati, (sesuai protokol yang
data dari IED diterima oleh digunakan) dari IED dan   
peralatan dengan melihat pada mengirimkan data digital dan
software konfigurator dan telah analog ke master station.
terkirim ke master station.

6 Pengujian Fungsi Logical node yang digunakan


SOGI : harus sesuai standar IEC
61850.
6.1 Fungsi sinkronisasi Pengujian dilakukan dengan Peralatan akan merespon dan
waktu memutus komunikasi peralatan menyesuaikan waktu dari
dengan GPS/gateway, lalu ubah tahun, bulan, tanggal, jam,
waktu peralatan yang dibedakan menit dan detik sesuai dengan
dengan waktu GPS/gateway waktu GPS/gateway.
         
mulai dari tahun, bulan, tanggal, Waktu yang dibutuhkan untuk
jam, menit dan detik. Hubungkan sinkronisasi waktu maksimal 5
peralatan dengan GPS/gateway. menit.

37
SPLN S6.003: 2020

No. Item Uji Prosedur uji Kriteria Keterangan f g h i j k l m n o p q r

6.2 Pengujian interlock antar IED Kontrol dapat dilaksanakan


BCU/IO, pengujian dilakukan sesuai fungsi interlock antar
minimal dengan 3 IED BCU/IO ( bay.
1 IED BCU/IO merek sendiri dan IED BCU tersebut dapat
2 IED BCU/IO merek lain). melakukan komunikasi 2 arah
 
dengan baik menggunakan
GOOSE minimal dengan 3
IED BCU ( 1 IED BCU merek
sendiri dan 2 IED BCU merek
lain).
Fungsi GOOSE antar
6.3 Perintah trip dari IED Proteksi IED BCU menerima perintah
IED
ke IED BCU/IO. trip dari IED proteksi melalui
GOOSE dan meneruskan trip
ke dummy CB .
IED Proteksi tersebut dapat
melakukan komunikasi   
dengan baik menggunakan
GOOSE minimal dengan 3
IED BCU ( 1 IED BCU merek
sendiri dan 2 IED BCU merek
lain).
6.4 Fungsi report dari IED Fungsi report yang diuji meliputi: Semua fungsi dapat diterima Data yang dikirimkan
ke lokal HMI & - Single point oleh HMI dan gateway IED melalui report
gateway - Double point dengan beda timetag sesuai IED yang
- Measurement maksimal 1 ms antara IED, bersangkutan, misal
- Step position HMI dan gateway. untuk IED meter
- Counter IED tersebut dapat mengirimkan data
Tipe report yang diuji melakukan komunikasi measurement.             
menggunakan metode buffered dengan baik menggunakan
dan unbuffered report, untuk report minimal dengan 3 lokal
buffered report diuji dengan HMI/gateway (1 lokal HMI
memutus link komunikasi. dan gateway merek sendiri
dan 2 lokal HMI/gateway
merek lain).

38
SPLN S6.003: 2020

No. Item Uji Prosedur uji Kriteria Keterangan f g h i j k l m n o p q r

Untuk buffered report, data


akan dikirimkan ke
HMI/gateway setelah
komunikasi tersambung.
6.5 Command dilakukan saat switch Command tidak dieksekusi
L/R pada IED posisi remote      

6.6 Command dari IED Command dilakukan saat switch Command dieksekusi
L/R pada IED posisi local      

6.7 Command dilakukan saat switch Command tidak dieksekusi


L/R pada IED dan HMI posisi      
remote
6.8 Command dilakukan saat switch Command tidak dieksekusi
L/R pada IED dan HMI posisi      
Command dari HMI lokal
6.9 ke IED Command dilakukan saat switch Command dieksekusi
L/R pada IED Remote dan HMI      
posisi lokal
6.10 Command dilakukan saat switch Command tidak dieksekusi
L/R pada IED lokal dan HMI      
posisi remote
6.11 Command dilakukan saat switch Command dieksekusi
L/R pada IED dan HMI posisi      
remote
6.12 Command dilakukan saat switch Command tidak dieksekusi
L/R pada IED dan HMI posisi      
Command dari
lokal
Gateway / Master
6.13 Command dilakukan saat switch Command tidak dieksekusi
Station ke IED
L/R pada IED Remote dan HMI      
posisi lokal
6.14 Command dilakukan saat switch Command tidak dieksekusi
L/R pada IED lokal dan HMI      
posisi remote

39
SPLN S6.003: 2020

No. Item Uji Prosedur uji Kriteria Keterangan f g h i j k l m n o p q r

6.15 Fungsi Tele Signal Pengujian fungsi dilakukan Status dan timetag yang
Single (TSS) SOGI dengan mensimulasikan element tersimpan pada log IED harus
status yang memiliki 2 sama dengan status dan
kemungkinan perubahan status, timetag yang diterima di HMI
yaitu: “0” dan “1”. Simulasi status SAS dan master station
menggunakan dummy simulator. sampai skala milidetik.           
Perubahan status harus
diterima di HMI SAS
maksimal 1,5 detik dari saat
status diubah

6.16 Fungsi Tele Signal Pengujian fungsi dilakukan Status dan timetag yang
Double (TSD) SOGI dengan mensimulasikan element tersimpan pada log IED harus
status yang memiliki 4 sama dengan status dan
kemungkinan perubahan status, timetag yang diterima di HMI
yaitu: “00”, “01”,”10” dan “11”. SAS dan master station
sampai skala milidetik.
Perubahan status harus          
diterima di HMI SAS
maksimal 1,5 detik dari saat
status diubah.

40
SPLN S6.003: 2020

No. Item Uji Prosedur uji Kriteria Keterangan f g h i j k l m n o p q r

6.17 Fungsi Tele Metering Pengujian fungsi dilakukan Akurasi kesalahan analog
( TM )SOGI melalui injeksi arus sekunder input ±0.25%.
pada analog input, dengan Perubahan pengukuran harus
besaran injeksi arus : 0%, 25%, diterima di display IED, HMI
50%,75%, 100%, 120%, SAS dan master station.
underrange, overrange. maksimal 5 detik dari saat
Pengujian fungsi dilakukan pengukuran berubah melebihi          
melalui injeksi tegangan deadband.
sekunder pada analog input,
dengan besaran injeksi
tegangan : 0%, 25%, 50%,75%,
100%, 120%, underrange,
overrange.
6.18 Fungsi remote control Pengujian fungsi dilakukan Perintah berhasil mengubah
digital SOGI dengan memberikan perintah status sesuai perintah yang
perubahan status digital (on dan dikirimkan (on/off), baik untuk
off) dari HMI SAS dan master direct maupun SBO.
station. Pola perintah operasi Durasi waktu peralatan
yang dilakukan adalah Direct mengirimkan sinyal
dan SBO (Select Before acknowledge ke master
Operate). station adalah maksimal 1,5
detik.          
Durasi waktu dari perintah
dikirimkan oleh master station
sampai perubahan status di
terima di master station
adalah maksimal 3 detik.

41
SPLN S6.003: 2020

No. Item Uji Prosedur uji Kriteria Keterangan f g h i j k l m n o p q r

6.19 Fungsi remote control Pengujian fungsi dilakukan Perintah berhasil mengubah
analog SOGI dengan memberikan perintah nilai analog pada analog
perubahan nilai analog/set point output sesuai dengan
(0%,25%,50%,75%,100%) dari perintah yang dikirimkan, baik
HMI dan master station. untuk direct maupun SBO
Akurasi kesalahan
pengukuran analog output
adalah +0.25%.
Durasi waktu peralatan   
mengirimkan sinyal
acknowledge ke master
station adalah maksimal 1,5
detik.
Durasi waktu dari perintah
dikirimkan oleh master station
sampai keluaran analog
output maksimal 2 detik.
6.20 Fungsi kontrol tap Pengujian fungsi dilakukan Durasi waktu dari perintah
changer SOGI dengan memberikan perintah dikirimkan oleh HMI SAS atau
naik atau turun tap changer master station sampai
simulator. perubahan posisi tap changer   
di terima di HMI SAS dan
master station adalah
maksimal 5 detik.

42
SPLN S6.003: 2020

No. Item Uji Prosedur uji Kriteria Keterangan f g h i j k l m n o p q r

6.21 Fungsi posisi tap Pengujian fungsi dilakukan Input perubahan tap changer
changer SOGI dengan melakukan perubahan sesuai SPLN sesuai dengan
posisi tap changer simulator. SPLN S3.001-3:2012 (sesuai
edisi terbarunya)
Posisi tap changer sesuai
dengan perubahan yang
dilakukan
  
Posisi tap changer dan
timetag yang tersimpan pada
log peralatan harus sama
dengan posisi tap changer
dan timetag yang diterima
HMI SAS dan master station
sampai skala milidetik.
6.22 Fungsi redudancy Menguji gangguan salah satu Gangguan salah satu server
server server dengan metode hot-hot tanpa kehilangan data ( 0
redundancy server: detik).
1. Mematikan seketika salah
satu server memutus power 
supply.
2. Mencabut kabel network pada
salah satu server.

6.23 Fungsi redudancy Menguji gangguan salah satu Gangguan salah satu HMI
HMI HMI dengan metode hot-hot tanpa mengganggu fungsi 
redundancy server: HMI lainnya.
1. Mematikan seketika salah
satu HMI memutus power
supply.
2. Mencabut kabel network pada
salah satu HMI.

43
SPLN S6.003: 2020

No. Item Uji Prosedur uji Kriteria Keterangan f g h i j k l m n o p q r

6.24 Fungsi tampilan HMI Cek konfigurasi bay yg di HMI menampilkan bay yang
supervisi meliputi status, di supervisi meliputi status, 
pengukuran, remote control, pengukuran, remote control,
event dan alarm. event dan alarm.
7 Pengujian
Perangkat:
7.1 Watchdog peralatan Pengujian dilakukan dengan Kontak watchdog dari NO
melakukan simulasi dengan cara (Normally Open) ke NC            
mematikan salah satu IED (Normally Close).
dianggap sebagai gangguan IED Untuk peralatan yang
menggunakan protokol IEC
61850, Gangguan peralatan
termonitor sebagai alarm di
HMI melalui IED sebelahnya

Keterangan:

f. Gateway untuk Gardu Hubung


g. Gateway untuk Gardu Distribusi
h. Gateway untuk Gardu Induk
i. IED Kontrol dan proteksi untuk Gardu Hubung/Gardu Distribusi
j. IED Kontrol Gardu untuk Hubung/Gardu Distribusi
k. IEDIO Gardu Hubung/Gardu Distribusi
l. IED BCU
m. IED IO
n. IED AVR
o. IED Proteksi
p. IED kWh Meter
q. IED meter
r. Lokal HMI (server & workstation)

44
Pengelola Standardisasi:

PT PLN (Persero) Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan


Jl. Duren Tiga, Jakarta 12760, Telp. 021-7973774, Fax. 021-7991762,
www.pln-litbang.co.id
Pengelola Standardisasi:

PT PLN (Persero) Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan


Jl. Duren Tiga, Jakarta 12760, Telp. 021-7973774, Fax. 021-7991762,
www.pln-litbang.co.id