Anda di halaman 1dari 4

1.

Coba saudara jelaskan apa yang dimaksud dengan titik pertalian primer (TPP) atau titik taut
pembeda dan titik taut sekunder (TPS) atau titik taut penentu!

Titik pertalian primer (TPP) merupakan alat-alat pertama guna pelaksanaan hukum untuk
mengetahui apakah suatu perselisihan hukum merupakan soal hukum antar tata hukum. Titik
pertalian primer melahirkan atau menciptakan hubungan hukum antar tata hukum, sering disebut
juga sebagai pembeda Titik Pertalian Sekunder (TPS) merupakan faktor faktor atau sekumpulan fakta
yang menentukan hukum manakah yang harus diinginkan , sering disebut juga sebagai penentu
Faktor-faktor apa saja yang termasuk TPP dan faktor-faktor apa saja yang termasuk TPS 1.Tempat
terletak benda (lex situs / lex rei sitae) 2. Tempat dilangsungkannya perbuatan hukum (lex loci actus)
3. Tempat dilangsungkannya atau diresmikan perkawinan (lex loci celebrationis) 4. Tempat
ditandatanganinya kontrak (lex loci contractus) 5. Tempat dilaksanakannya perjanjian (lex loci
solutionis / lex loci executionis) 6. Tempat terjadinya perbuatan melawan hukum (lex loci delicti
commisi) 7. Pilihan hukum (choice of law); menurut Sudargo Gautama ada kemungkinan titik taut
sekunder jatuhnya bersamaan dengan titik taut primer 8. Kewarganegaraan 9. Bendera kapal dan
pesawat udara 10. Domisili 11. Tempat kediaman 12. Tempat kedudukan badan hukum.

2. Coba saudara jelaskan apa gunanya adanya TPP dan TPS dalam hubungannya dengan HATAH!

Titik pertalian primer sebagai titik taut pembeda yang menentukan bahwa peristiwa hukum yang
terjadi bukan perdata biasa tetapi terhubung dengan Hukum Perdata Internasional.

Bagian dari Titik Taut Primer yang relevan misalnya mengenai hal menyangkut kewarganegaraan,
domisili, tempat kediaman, tempat kedudukan (untuk badan hukum), Pilihan Hukum dalam
Hubungan Intern yang disepakati para pihak termasuk bendera kapal.

pertalian utama (primer) menentukan peristiwa hukum tersebut termasuk HPI.

Kemudian tidak cukup sampai di titik taut primer saja, keterampilan kedua yang sangat penting
adalah bagaimana menemukan titik Pertalian sekunder (TPS).

Pada saat bagian dari TTP telah ditemukan tentu permasalahan selanjutnya adalah mengenai stelsel
hukum negara mana yang semestinya diberlakukan. Dengan kata lain TPS merupakan titik taut
penentu dari keadaan yang berhubungan dengan HPI.

Ketika bagian dari TPP tersangkut fakta mengenai perselisihan kewarganegaraan, domisili, bendera
kapal, dan tempat kediaman, tempat kedudukan badan hukum maka titik pertalian sekundernya
dilakukan dengan cara menemukan syarat formil dan materiil dari aturan atau hukum masing –
masing negara.

Asas hukum kebendaan lex Rei Sitae (tempat letaknya benda), kemudian tempat dimana diadakan
perbuatan hukum (Lex Loci Actus), tempat diadakannya perjanjian (Lex Loci Contractus), tempat
dilaksanakannya perjanjian (lec luci solution, lex loci executionis), tempat terjadinya perbuatan
melanggar hukum (Lex Luci Deliecti commissie), Maksud dari para pihak yang diwujudkan dalam
pihan hukum (choice of Law), tempat diajukannya proses perkara.

B. TITIK PERTALIAN SEKUNDER (TPS)

8. Tempat dilaksanakan Perjanjian

Salah satu faktor yang menentukan akan hukum yang harus berlaku adalah tempat dimana
perjanjian dilaksanakan, tempat dimana para pihak harus menunaikan kewajiban-kewajiban
kontraktuil mereka.

9. Pilihan Hukum

Pilihan Hukum dapat:

· Dilakukan secara tegas, yaitu dengan menyatakan dalam kata-kata yang tercantum di dalam
perjanjian tersebut.

· Dilakukan pilihan secara diam-diam. Pilihan hukum semacam ini bisa disimpulkan dari ketentuan-
ketentuan dan fakta-fakta yang ada dalam perjanjian tersebut.

Pembatasan-pembatasan terhadap Pilihan Hukum:

· Tidak boleh bertentangan dengan ketertiban umum.

· Bila pengusahaan telah mengadakan peraturan khusus yang bersifat memaksa tentang apa yang di
perjanjikan tersebut.

· Pilihan hukum ini hanya diperbolehkan dalam bidang hukum perjanjian

10. Tempat Terjadinya Perbuatan Melawan Hukum


Ada tiga kemungkinan mengenai hukum yang di pergunakan untuk menyelesaikan

perkara penyelewengan perdata.

· Hukum dari tempat terjadinya penyelewengan perdata (lex loci delicti commisi).

· Hukum dari tempat dimana perbuatan itu diadili (kex fori).

· Dipakai teori ”The proper law of tort”.


3. Coba saudara sebutkan faktor-faktor apa saja yang termasuk TPP dalam HPIdan faktor-faktor
apa saja yang termaksuk TPS dalam HPI!
Faktor-fator yang termasuk Titik pertalian Primer (pembeda) TPP diantaranya:

1) Kewarganegaraan,

2) Bendera kapal atau pesawat udara,

3) Domisili,

4) Tempat kediaman,

5) Tempat kedudukan badan hukum,

6) Pihak hukum dalam hubungan hukum intern,

7) Tempat dilaksanakannya perbuatan hukum.

Faktor-faktor yang termasuk Titik pertalian sekunder (penentu) TPS diantaranya:

a) Tempat terletaknya benda (lex situs),

b) Kewarganegaraan atau domisili pemilik benda bergerak (mobilia sequuntur personam),

c) Tempat dilangsungkannya perbuatan hukum (lex loci actus),

d) Tempat terjadinya perang buatan melawan hukum (lex loci delicti commisi),

e) Tempat diresmikannya pernikahan (lex loci celebrationis),

f) Tempat di tandatanganinya kontrak (lex loci contraktus),

g) Tempat dilaksanakannya kontrak (lex loci solutionis),

h) Pilihan hukum (choice of law).


Titik pertalian Primer (pembeda) TPP adalah Alat pertama bagi hakim guna melaksanakan hukum,
hal-hal yang menyebabkan berlakunya hukum mana yang dipakai jika terjadi 2 stetsel hukum yang
konflik. Sedangkan Titik pertalian sekunder (penentu) TPS adalah Alasan-alasan yang dipergunakan
oleh hakim untuk menyelesaikan konflik itu/hukum mana yang akan dipakai dan merupakqn titik
taut penentu/hukum apakah yang diberlakukan jika terjadi sistim hokum stetsel yang konflik.

Kegunaan TPP dan TPS adalah sebagai faktor-faktor atau keadaan-keadaan atau sekumpulan fakta
yang melahirkan atau menciptakan hubungan hukum perdata internasional atau merupakan bagian
yang penting dalam Hukum Antar Tata Hukum (HATAH).

Faktor-fator TPP diantaranya : Kewarganegaraan, bendera kapal atau pesawat udara, domisili,
tempat kediaman, tempat kedudukan badan hukum, pihak hukum dalam hubungan hukum intern,
tempat dilaksanakannya perbuatan hukum.
Faktor-faktor TPS diantaranya : Tempat terletaknya benda (lex situs), kewarganegaraan atau
domisili pemilik benda bergerak (mobilia sequuntur personam), tempat dilangsungkannya perbuatan
hukum (lex loci actus), tempat terjadinya perang buatan melawan hukum (lex loci delicti commisi),
tempat diresmikannya pernikahan (lex loci celebrationis), tempat di tandatanganinya kontrak (lex
loci contraktus), tempat dilaksanakannya kontrak (lex loci solutionis), pilihan hukum (choice of law )

4. Coba saudara jelaskan seperti apa fungsi TPS HPI dalam menyelesaikan suatu kasus yang
berkaitan dengan HPI!

Terdapatnya titik pertalian primer telah terciptalah suatu hubungan HPI, dimana HPI menurut
konsepsi di Indonesia merupakan persoalan tentang ”choice of law”. Dalam malaksanakan tugas ini,
titik pertalian sekunderlah yang memberi bantuan kepada si pelaksana hukum. Titik pertalian
sekunder ini karena sifatnya sebagai yang menentukan akan hukum yang harus diperlukan, disebut
pula dengantitik taut penentu.

Anda mungkin juga menyukai