Anda di halaman 1dari 3

Nama : Tri Purwa Ningrum

Kelas : Biologi F 2018


NIM : 18308141064

WAWASAN KAJIAN MIPA


LOGIKA INDUKTIF

1. Apa beda logika induktif dari logika deduktif?


Jawab :
Logika Induktif : Penalaran induktif didasarkan pada generalisasi pengetahuan
atau pengalaman yang sudah kita miliki. Berdasarkan pengetahuan atau pengalaman
yang kita miliki tersebut, dirumuskan atau disimpulkan suatu pengetahuan atau
pengalaman baru. Logika induktif merupakan cara berpikir untuk menarik kesimpulan
dari pengamatan terhadap hal yang bersifat partikular ke dalam gejala-gejala yang
bersifat umum atau universal. Meskipun kebenaran penyimpulan induktif hanya sampai
pada tingkat kemungkinan semata-mata, kebenaran penyimpulan induktif yang satu
berbeda dengan penyimpulan induktif yang lain bergantung pada ‘faktor-faktor
probabilitas’. Faktor-faktor probabilitas tersebut adalah faktor jumlah fakta, faktor
analogi di dalam premis, faktor disanalogi di dalam premis dan faktor luas konklusi
Logika Deduktif : Kerangka atau cara berpikir yang bertolak dari sebuah asumsi
atau pernyataan yang bersifat umum untuk mencapai sebuah kesimpulan yang bersifat
khusus. Kebenaran konklusi deduksi didasarkan pada apakah premisnya benar atau
tidak dan apakah bentuk argumennya valid atau tidak. Sebuah argumen valid ketika
argumen tersebut memiliki struktur formal di mana premisnya mendukung kebenaran
konklusi.

2. Apa syarat pengambilan kesimpulan dari logika induktif?


Jawab :
Syarat pengambilan kesimpulan dari logika induktif :
Kesimpulan yang bersifat kemungkinan ini diperoleh dengan penalaran yag didasarkan
pada pengamatan terhadap sejumlah kecil masalah sampai pada suatu kesimpulan yang
diharapkan berlaku secara umum. Syarat-syarat dalam penalaran induktif yaitu jumlah
fakta yang diamati seksama harus cukup banyak untuk bisa dijadikan dasar menarik
kesimpulan yang bersifat menyamaratakan, dan fakta atau contoh yang cukup banyak
itu harus memadai mewakili dan mencermikan semua bahan keterangan yang ada, jika
ingin kesimpulan yang menyamaratakan itu dianggap sah.
3. Beri contoh pengambilan kesimpulan berdasarkan premis-premis dengan logika
induktif !
Jawab :
Contoh:
Premis :
Doni, melanggar lalu lintas, bukanlah orang yang menaati hukum,
Jodi, melanggar lalu lintas, bukanlah orang yang menaati hukum,
Johan, melanggar lalu lintas, bukanlah orang yang menaati hukum,
Budi, melanggar lalu lintas, bukanlah orang yang menaati hukum,
Kesimpulan:
Semua orang yang melanggar lalu lintas, bukanlah orang yang menaati hukum.

Contoh di atas merupakan induksi dalam pengertian generalisasi induksi. Generalisasi


induksi umumnya disingkat dengan induksi saja. Generalisasi induktif merupakan
sebuah proses penarikan kesimpulan umum (universal) dari data, fakta, kenyataan
tertentu atau beradasarkan proposisi singular.
DAFTAR PUSTAKA

Cholid Narbuko dan Abu Achmadi. 2008. Metodologi Penelitian. Jakarta :


Bumi Aksara.
Dhofir, Syarqawi. 2000. Pengantar Metodologi Riset. Sumenep: Iman Bela.
http://repo.iain-tulungagung.ac.id/9076/5/BAB%20II.pdf // Diakses 17 April 2020
Pukul 19.51 WIB
https://media.neliti.com/media/publications/196422-ID-logika-penalaran-dan-
argumentasi-hukum.pdf // Diakses 17 April 2020 Pukul 19.56 WIB