Anda di halaman 1dari 11

Rekayasa Ide Manajemen Risiko

Disusun oleh:
Kelompok 2
1. Siti Aisyah Rizki Lestari 7191220018
2. Gita Rahma 7192520001
3. Diana Defrica 7193520018
4. Dian Lestari 7193520020
5. Muhammad Abdillah 7193520030

Dosen Pengampu:
Drs. Jihen Ginting M. Si.

Prodi Akuntansi
Fakultas Ekonomi
Universitas Negeri Medan
T.A 2020/2021
Kata Pengantar

Segala puji hanya milik Tuhan Yang Maha Esa, Berkat limpahan rahmat-Nya
penyusun mampu menyelesaikan makalah ini guna memenuhi tugas mata kuliah Manajemen
Resiko yaitu, “Manajemen Risiko Korporasi”.

Dalam penyusunan makalah ini, tidak sedikit hambatan yang penyusun lalui. Namun
penyusun menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan makalah ini tidak lain berkat
bantuan, dorongan, dan bimbingan dari dosen, orang tua, teman-teman mahasiswa dan sahabat
yang ikhlas membantu sehingga kendala-kendala yang penyusun hadapi bisa teratasi.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi
sumbangan pemikiran kepada pembaca, khususnya kepada penyusun dan para mahasiswa
Unimed. Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari
sempurna. Untuk itu, kepada dosen pengampu penyusun meminta masukannya demi perbaikan
pembuatan makalah penyusun di masa yang akan datang, dan mengharapkan kritik serta saran
yang membangun dari pembaca.

Akhir kata penyusun sampaikan terimakasih.

06 Juni , 2021

Kelompok 2

II
Daftar Isi

Kata Pengantar ........................................................................................................................ii

Daftar Isi ................................................................................................................................ iii

Bab 1 Pendahuluan................................................................................................................. 1

A. Latar Belakang .................................................................................................................. 1

B. Rumusan Masalah ............................................................................................................. 2

C. Tujuan dan Manfaat .......................................................................................................... 2

Bab 2 Pembahasan ................................................................................................................. 3

Bab 3 Penutup ........................................................................................................................ 7

A. Kesimpulan........................................................................................................................ 7

B. Saran .................................................................................................................................. 7

Daftar Pustaka ........................................................................................................................ 8

III
Bab 1
Pendahuluan

A. Latar Belakang
Risiko muncul sekitar pada abad ke 2100 SM yang kemudian melahirkan konsep
bottomry dan manajemen risiko sendiri muncul pada tahun 1999 yang memberikan
perhatian pada laporan keuangan. Risiko muncul karena adanya ketidakpastian dan adanya
risiko ini memang bukanlah ni memang bukanlah suatu hal yang harus dihilangkan namun
sebisa mungkin risiko ini setidaknya harus dihindari. Menurut COSO ERM (2004),
pengertian risiko adalah kemungkinan terjadinya sebuah peristiwa yang dapat
mempengaruhi pencapaian tujuan organisasi.
Risiko tidak dapat dihilangkan akan tetapi untuk menghindari, mengurangi, dan atau
meminimalisir risiko tersebut maka diperkenalkanlah ilmu dan pengetahuan yang
diharapkan mampu menjawab semua yang diperlukan untuk mencegah risiko tersebut yakni
“Manajemen Risiko”. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (2016), manajemen risiko adalah
serangkaian metodologi dan prosedur yag digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur,
memantau, dan mengendalikan risiko yang timbul dari seluruh kegiatan usaha. Pengertian
manajemen risiko menurut Smith (1990) adalah proses identifikasi, pengukuran, dan
kontrol keuangan dari sebuah risiko yang an dari sebuah risiko yang mengancam aset dan
penghasilan dari sebuah perusahaan atau proyek yang dapat menimbulkan kerusakan atau
kerugian pada perusahaan tersebut.
Manajemen risiko adalah proses identifikasi, penil proses identifikasi, penilaian, dan
prioritas aian, dan prioritas risiko yang diikuti oleh risiko yang diikuti oleh koordinasi
koordinasi dan aplikasi sumber daya ekonomi untuk meminimalkan, memantau, dan
mengevaluasi kemungkinan terjadinya peristiwa yang tidak menguntungkan.
menguntungkan. Pengertian manajemen risiko yang digunakan dalam buku yang menjadi
referensi penulis dalam membuat makalah ini yakni manajemen risiko adalah serangkaian
metodologi dan prosedur yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau,
dan mengendalikan risiko yang timbul dari seluruh kegiatan usaha, baik risiko kredit, risiko
pasar, risiko operasional, maupun risiko-risiko lainnya dalam upaya memaksimalkan
nilai perusahaan.
Selanjutnya, setelah berbicara mengenai risiko dan manajemen risiko akan dibahas
lebih lanjut tentang “Manajemen Risiko Korporasi”. Menurut Lam (2007), manajemen

1
risiko korporasi atau enterprise risk management (ERM) adalah kerangka kerja yang
komprehensif dan integratif untuk mengelola risiko kredit, mengelola risiko kredit, risiko
pasar, risiko opera risiko pasar, risiko operasional, modal ekonomi, sional, modal ekonomi,
dan transfer risiko dalam upaya memaksimalkan nilai perusahaan.
Manajemen risiko korporasi (MRK), atau dikenal dengan singkatan bahasa Inggris
enterprise risk management (ERM) adalah suatu proses, yang dipengaruhi oleh dewan
direktur, manajemen, dan personel lain dalam perusahaan, yang diterapkan pada tataran
strategis dan menyeluruh, yang dirancang untuk mengidentifikasi potensi peristiwa yang
dapat mempengaruhi perusahaan untuk memberikan jaminan yang wajar terhadap
pencapaian sasaran perusahaan. ERM diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk
efisiensi dan efektivitas operasional, memahami risiko dengan lebih baik, dan meningkatkan
kualitas keputusan. ERM sekiranya dapat mempromosikan budaya budaya peduli risiko
dalam perusahaan perusahaan yang aka yang akan memberikan memberikan nilai
tambah bagi kegiatan usaha.

B. Rumusan Masalah
a) Apa pengertian dari risiko?
b) Apa pengertian dari manajemen risiko?
c) Apa pengertian dari manajemen risiko korporasi?
d) Apa saja manfaat dari manajemen risiko?
e) Bagaimana kerangka enterprice risk management?

C. Tujuan dan Manfaat


a) Untuk mengetahui defenisi dari risiko
b) Untuk mengetahui defenisi dari manajemen risiko
c) Untuk mengetahui defenisi dari manajemen risiko korporasi
d) Untuk mengetahui apa saja manfaat dari manajemen resiko
e) Untuk mengetahui kerangka enterprice risk management

2
Bab 2
Pembahasan

A. Pengertian Manajemen Risiko


Menurut Lam (2007), manajemen risiko korporasi atau enterprice risk management
adalah kerangka kerja yang konprehensif dan integratif untuk mengelola risiko kredit,
risiko pasar, risiko operasional, model ekonomi, dan transfer risiko dalam upaya
memaksimalkan nilai perusahaan. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (2016), manajemen
risiko adalah serangkaian metodologi dan prosedur yang digunakan untuk
mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan risiko yang timbul dari
seluruh kegiatan usaha.
Manajemen risiko menurut Hubbard (2009) adalah proses identifikasi, penilaian, dan
prioritas risiko yang diikuti oleh koordinasi dan aplikasi sumer daya ekonomi untuk
meminimalkan, memantau dan mengawasi kemungkinan terjadinya peristiwa yang tidak
menguntungkan.
Enterprise risk management dengan pendekatan terstruktur diperlukan untuk
membantu manajemen meminimalkan kemungkinan terjadinya kerugian yang tak
diprediksi sebelumnya terhadap laba, reputasi atau kepercayaan investor, asosiasi usaha,
nasabah dan karyawan. Enterprise risk management diharapkan dapat memberikan
kontribusi untuk efisiensi dan efektivitas operasional, memahami risiko dengan lebih baik,
dan meningkatkan kualitas keputusan. Enterprise risk management sekiranya dapat
mempromosikan budaya peduli risiko dalam perusahaan yang akan memberikan nilai
tambah bagi kegiatan usaha.

B. Manfaat Manajemen Risiko


Pada dasarnya, enterprise risk management adalah integrasi tiga cara, yaitu:
1. Pengintegrasian organisasi risiko.
Di dalam ERM harus ada unit manajemen risiko perusahaan tersentralisasi dan
bertanggung jawab langsung kepada chief executive officer dan direksi dengan
tanggung jawab menyusun kebijakan umum untuk seluruh aktivitas pengambilan
risiko.

3
2. Pengintegrasian strategis transfer risiko.
Pendekatan ERM menggunakan sudut pandang portofolio seluruh jenis risiko
dalam suatu perusahaan dan merasinalisasikan penggunaan derivatif, asuransi, dan
produk-produk alternatif transfer risiko lainnya untuk melindungi nilai hanya risiko
residual yang tidak dikehendaki manajemen.

3. Pengintegrasian manajemen risiko ke dalam proses bisnis perusahaan. ERM


mengoptimalkan kinerja bisnis dengan mendukung dan memengaruhi keputusan
penetapan harga, pengalokasian sumber daya, dan berbagai keputusan bisnis lainnya.

Bila telah dilaksanakan ERM secara terintegrasi, maka akan didapat manfaat utama dalam
tiga hal, yaitu:
1. Efektivitas organisasi.
Penunjukan chief risk officer (CRO) dan pembentukan fungsi ERM
memungkinkan adanya koordinasi dari atas ke bawah yang diperlukan untuk membuat
berbagai fungsi ini bekerja secara efisien.

2. Pelaporan risiko.
Fungsi unit enterprise risk dapat menetapkan prioritas tingkat dan isi laporan
risiko yang harus disampaikan kepada manajemen senior dan direksi, seperti
perspektif perusahaan, kerugian agrefat, pengecualian kebijakan risk incident,
eksposur penting, dan indikator peringatan dini. Laporan ini dapat berbentuk panel
risiko yang mencakup indormasi yang tepat waktu dan ringkas mengenai risiko-risiko
penting perusahaan. Enterprise risk management nantinya akan mengingkatkan
transparasi di seluruh organisasi.

3. Kinerja bisnis.
Perusahaan yang telah mengadopsi penekata ERM mengalami perbaikan
kinerja bisnis. Perbaikan ini didapat dari pengalokasian model dan penetapan harga.
Enterprise risk management mengelola hubungan antara risiko, modal, profitabilitas
dan merasionalisasikan strategi pemindahan risiko.

4
C. Kerangka Enterprice Risk Management
Otoritas Jasa Keuangan (2016) menetapkan paling sedikit empat prasyarat
penerapan manajemen risiko secara efektif:
1. Pengawasan aktif dewan komisaris dan direksi.
2. Kecukupan kebijakan dan prosedur manajemen risiko serta penetapan limit risiko.
3. Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko
serta sistem informasi manajemen risiko.
4. Sistem pengendalian intern yang menyeluruh.

Kerangka Enterprise Risk Management


1. Corporate Governance
Mengembangkan manajemen risiko dari atas ke bawah
2. Manajemen Lini
Penyelarasan strategi bisnis
3. Manajemen Portofolio
Berfikir dan bertindak seperti fund manager
4. Transfer Risiko
Memindahkan risiko yang terkonsentrasi dan tidak efisien
5. Analisis Risiko
Mengembangkan piranti analisis canggih
6. Sumber Daya Data dan Teknologi
Mengintegrasi data kemampuan data sistem
7. Manajemen Stakeholder
Meningkatkan transparasi risiko untuk para stakeholder utama

Menurut Lam (2007) dan Hanggraeni (2010), terdapat tujuh komponen yang
harus dikembangkan dan dihubungkan menjadi satu kesatuan yang terintegrasi dalam
ERM:
1. Tata kelola perusahaan untuk memastikan bahwa dewan komisaris dan direksi telah
membuat proses organisatoris dan konrol perusahaan yang tepat untuk mengukur dan
mengelola risiko lintas perusahaan.
Otoritas jasa keuangan (2016) telah menetapkan wewenang dan tanggung jawab
dewan komisaris berikut:

5
a. Menyetujui dan mengevaluasi kebijakan manajemen risiko.
b. Mengevaluasi pertanggungjawaban direksi atas pelaksanaan kebijakan
manajemen risiko,
c. Mengevaluasi dan memutuskan permohonan direksi yang berkaitan dengan
transaksi yang memerlukan persetujuan komisaris.
Evaluasi kebijakan menajemen risiko idealnya dilakukan oleh dewan komisaris
paling sedikit satu kali dalam setahun atau dengan frekuensi yang kegiatan usaha
secara signifikan. Sedangkan evaluasi pertanggungjawaban direksi atas pelaksanaan
kebijakan manaejen risiko dilakukan oleh dewan komisatis paling sedikit secara
triwulanan.
2. Manajemen lini untuk megintegrasikan manajemen risiko ke dalam aktivitas
penghasil pendapatan perusahaan, termasuk pengembangan bisnis, manajemen
produk, penentuan harga, dan lain-lain.
3. Manajemen portofolio untuk mengumpulkan ekposur risiko, menggabungkan
pengaruh diversifikasi, ddan mengawasi konsentrasi risiko terhadap batas risiko
yang dibuat.
4. Pemindahan risiko untuk mengurangi eksposur risiko yang dipandang telalu tinggi
atau dipandang lebih efektif biaya apabila memindahkan ke pihak ketiga daripada
menahannya dalam portofolio risiko perusahaan.
5. Analisis risiko untuk memberikan perangkat pengukuran analisis dan pelaporan
untuk mengukur eksposur risko perusahaan dan juga menelusuri pemicu eksternal.
6. Sumber daya data dan teknologi untuk mendukung proses analisis dan pelaporan.
7. Manajemen stakeholder untuk menyampaikan dan melaporkan informasi risiko
perusahaan kepada para stakeholder-nya.

6
Bab 3
Penutup

A. Kesimpulan
Manajemen risiko adalah serangkaian metodologi dan prosedur yang digunakan
untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan risiko yang timbul dari
seluruh kegiatan usaha, baik risiko kredit, risiko pasar, risiko operasional, dan risiko-risiko
lainnya dalam upaya memaksimalkan nilai perusahaan. Bila telah dilaksanakan enterprise
risk management secara terintegrasi, maka akan diperoleh manfaat utama dalam tiga hal,
yaitu efektivitas organisasi, pelaporan risiko, dan kinerja bisnis. Terdapat tujuh kerangka
enterprise risk management yaitu: corporate governane, manajemen portofolio, transfer
risiko, analisis risiko, sumber daya data dan teknologi, dan manajemen stakeholder.

B. Saran
Penulis berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat dan pengetahuan
yang lebih mendalam tentang “Manajemen Risiko K orporasi” bagi para pembaca.
Semoga dengan terselesaikannya makalah ini penulis juga diharapkan mampu memahami
dan menambah wawasan serta pengetahuan tentang “Manajemen Risiko Korporasi” dalam
mata kuliah Manajemen Risiko. Penulisan makalah ini tidak terlepas dari kekurangan dan
keterbatasan penulis, oleh karena itu penulis juga mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari para pembaca.

7
Daftar Pustaka

Rustam, Bambang Rianto. 2019. Manajemen Manajemen Risiko: Prinsip, Penerapan, dan
Penelitian. Jakarta: Salemba Empat
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Manajemen_risiko
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Manajemen_risiko_korporasi