Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM PENILAIAN KONSUMSI PANGAN (PKP)

Metode Household Food Record

Oleh
Nama : Zahra Putri Hesya
NIM/ SHIFT: J310190109/ E

Pengampu :
Arum Sari, S. Gz., M. Gz.

Asisten:
Nabila Amartya Yuana

PROGRAM STUDI ILMU GIZI


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2021
Metode Household Food Record

A. Tujuan
1. Untuk mendemostrasikan penilaian konsumsi pangan tingkat rumah tangga
2. Untuk menganalisis metode penilaian konsumsi pangan sesuai data yang
dibutuhkan
3. Untuk memahami penggunaan hasil penilaian status gizi dalam pembuatan
kebijakan

B. Teori
Metode food record merupakan metode survei konsumsi pangan yang
digunakan untuk menilai asupan makanan pada tingkat individu dan dapat juga
digunakan untuk tingkat keluarga. Prinsip dari metode ini adalah responden
mencatat semua makanan dan minuman yang dikonsumsi selama 24 jam.
Responden dapat melakukan pencatatan makanan dengan dua cara yakni dengan
cara melakukan estimasi dan dengan cara melakukan penimbangan makanan.
Pencatatan makanan dengan cara estimasi disebut juga dengan estimated food
record. Pencatatan makanan dengan cara melakukan penimbangan disebut juga
dengan weighed food record (Sirajuddin dkk., 2018).

Metode food record atau pencatatan makanan dapat digunakan untuk


menilai konsumsi tingkat rumah tangga. Pencatatan makanan yang dilakukan untuk
tingkat rumah tangga disebut juga dengan household food record. Prinsip dari
metode ini adalah responden mencatat makanan yang dikonsumsi oleh semua
anggota keluarga dalam sebuah formulir pencatatan rumah tangga yang telah
disiapkan oleh peneliti. Hal-hal yang perlu dicatat dan dilpaorkan adalah penjelasan
lengkap mengenai makanan dan bahan makanan yang dikonsumsi anggota
keluarga, metode pengolahan yang digunakan dan jumlah atau ukuran porsi yang
dikonsumsi. Penjelasan dapat ditambah mengenai merek atau harga makanan untuk
memudahkan peneliti dalam menganalisa tingkat konsumsi zat gizi rumah tangga
(Sirajuddin dkk., 2018).

Langkah-langkah dalam melakukan household food record adalah:


1. Peneliti atau petugas pengumpul data menyiapkan formulir household food record
2. Peneliti atau petugas menjelasakan cara pengisian formulir household food record
3. Responden mencatat dan melaporkan semua makanan yang dikonsumsi oleh
anggota keluarga selama periode penelitian
4. Setelah data dari responden terkumpul, peneliti atau pengumpul data
menerjemahkan ukuran porsi yang dikonsumsi respoden dari ukuran rumah
tangga ke dalam ukuran berat (gram).
5. Peneliti atau pengumpul data menganalisis bahan makanan untuk mengetahui
jumlah konsumsi zat gizi dengan menggunakan daftar komposisi bahan makanan
atau menggunakan software untuk analisa konsumsi zat gizi (Sirajuddin dkk.,
2018).

Untuk mendapatkan data asupan gizi tingkat tangga yang


menggambarkan asupan yang sebenarnya, perlu disiapakan formulir yang dapat
mengumpulkan data yang dibutuhkan. Beberapa hal yang perlu dimasukkan ke
dalam formulir adalah:
1. Identitas Keluarga, seperti jumlah anggota keluarga, usia dan jenis kelamin dari
anggota keluarga serta alamat keluarga tersebut.
2. Penjelasan mengenai makanan yang dikonsumsi oleh anggota keluarga.
3. Jumlah atau ukuran porsi dari makanan yang dikonsumsi anggota keluarga.
4. Keterangan lain seperti merek makanan yang dikonsumsi anggota keluarga
(Sirajuddin dkk., 2018).

C. Alat
- Formulir household food record
- Alat tulis
D. Hasil dan Pembahasan
 Hasil

Nama Keluarga : Syamsul Hadi


Alamat : Serang - Banten
Hari/ Tanggal : Kamis, 8 April 2021

Jumlah Deskripsi Berat Berat Diisi oleh pengumpul data


anggota makanan makanan sisa Berat Konsumsi Kode
keluarga yang dan metode yang makanan makanan makanan
mengkonsumsi pengolahan disajikan yang per orang
dikonsumsi
3 Nasi 1 sangku 1 piring 900 gr
3 Telur balado 3 butir - 180 gr
3 Ayam kecap 6 potong - 180 gr
3 Tahu goreng 6 potong 1 potong 200 gr
3 Tumis 1 piring 1 piring 150 gr
kangkung besar kecil
3 Sayur asem 1 panci - 750 gr
3 Sambal 1 mangkok - 30 gr
kecil
3 Melon 3 potong - 300 gr
Makanan yang dikonsumsi di luar rumah (porsi makanan dapat menggunakan estimasi)

2 Kue muffin 2 buah - 80 gr


coklat

Usia Jenis Kelamin


Ayah : 54 Tahun Laki-laki
Ibu : 44 Tahun Perempuan
Anak 1 : 14 Tahun Perempuan

Nama Keluarga : Syamsul Hadi


Alamat : Serang - Banten
Hari/ Tanggal : Jumat, 9 April 2021

Jumlah Deskripsi Berat Berat Diisi oleh pengumpul data


anggota makanan makanan sisa Berat Konsumsi Kode
keluarga yang dan metode yang makanan makanan makanan
mengkonsumsi pengolahan disajikan yang per orang
dikonsumsi
3 Nasi goreng 3 piring - 300 gr
3 Nasi putih ½ sangku - 600 gr
3 Telur ceplok 3 butir - 180 gr
3 Ikan 3 ekor - 150 gr
bandeng
bakar
3 Ayam 3 potong - 90 gr
kalasan
3 Tempe 5 potong 1 potong 160 gr
goreng
3 Sayur asem 1 panci 1 500 gr
mangkok
3 Capcay kuah 1 mangkok ½ 150 gr
besar mangkok
3 Pisang 3 buah - 100 gr
Makanan yang dikonsumsi di luar rumah (porsi makanan dapat menggunakan estimasi)

3 Ice thai tea 3 cup - 750 gr

Usia Jenis Kelamin


Ayah : 54 Tahun Laki-laki
Ibu : 44 Tahun Perempuan
Anak 1 : 14 Tahun Perempuan

Nama Keluarga : Syamsul Hadi


Alamat : Serang - Banten
Hari/ Tanggal : Jumat, 9 April 2021
Jumlah Deskripsi Berat Berat Diisi oleh pengumpul data
anggota makanan makanan sisa Berat Konsumsi Kode
keluarga yang dan metode yang makanan makanan makanan
mengkonsumsi pengolahan disajikan yang per orang
dikonsumsi
3 Nasi putih 1 sangku - 1000 gr
3 Ikan mujahir 3 ekor - 120 gr
goreng
3 Sate bebek 25 tusuk - 75 gr
3 Sate ayam 25 tusuk - 75 gr
3 Tahu bacem 5 potong 2 potong 120 gr
3 Sayur sop 2 mangkok - 500 gr
3 Karedok 1 piring - 250 gr
besar
3 Jeruk 8 buah 4 buah 400 gr
3 Kerupuk 6 buah 2 buah 80 gr
3 Sambal 1 mangkok - 20 gr
kecil

3 Pudding 3 potong - 120 gr


green tea
3 Risoles 3 potong - 150 gr

Usia Jenis Kelamin


Ayah : 54 Tahun Laki-laki
Ibu : 44 Tahun Perempuan
Anak 1 : 14 Tahun Perempuan

Tabel Man Value

No Responden Anggota Keluarga Usia L/P Man Value


.
1. Tn. SH Ayah 54 L 1
2. Ny. HF Ibu 44 P 0.9
3. An. AD Anak 1 14 P 0.9
Total = 2.8
Hari ke - Jenis Makanan Berat Makanan Rata-rata Konsumsi Per Orang
yang Dikonsumsi Ayah Ibu Anak 1
1 Nasi 900 gr 321,42 289,28 289,28
Telur balado 180 gr 64,28 57,85 57,85
Ayam kecap 180 gr 64,28 57,85 57,85
Tahu goreng 200 gr 71,42 64,28 64,28
Tumis kangkung 200 gr 71,42 64,28 64,28
Sayur asem 750 gr 267,85 241,07 241,07
Sambal 30 gr 10,71 9,64 9,64
Melon 300 gr 107,14 96,42 96,42
Kue muffin coklat 60 gr 0 25,71 25,71
978,52 906,38 906,38

Hari ke - Jenis Makanan Berat Makanan Rata-rata Konsumsi Per Orang


yang Dikonsumsi Ayah Ibu Anak 1
2 Nasi goreng 300 gr 107,14 96,42 96,42
Nasi putih 600 gr 214,28 192,85 192,85
Telur ceplok 180 gr 64,28 57,85 57,85
Ikan bandeng 150 gr 53,57 48,21 48,21
bakar
Ayam kalasan 90 gr 32,14 28,92 28,92
Tempe goreng 160 gr 57,14 51,42 51,42
Sayur asem 500 gr 178,57 160,71 160,71
Capcay kuah 150 gr 53,57 57,85 57,85
Pisang 300 gr 107,14 96,42 96,42
Ice thai tea 750 gr 267,85 241,07 241,07
1.078,54 1.031,63 1.031,63

Hari ke - Jenis Makanan Berat Makanan Rata-rata Konsumsi Per Orang


yang Dikonsumsi Ayah Ibu Anak 1
3 Nasi putih 1000 gr 357,14 321,42 321,42
Ikan mujahir 120 gr 42,85 38,57 38,57
goreng
Sate bebek 75 gr 26,78 24,10 24,10
Sate ayam 75 gr 26,78 24,10 24,10
Tahu bacem 120 gr 42,85 38,57 38,57
Sayur sop 500 gr 178,57 160,71 160,71
Karedok 250 gr 89,28 80,35 80,35
Jeruk 300 gr 107,14 96,42 96,42
Kerupuk 80 gr 28,57 25,71 25,71
Sambal 20 gr 7,14 6,42 6,42
Pudding green tea 120 gr 42,85 38,57 38,57
Risoles 150 gr 53,57 57,85 57,85
1.003,52 912,79 912,79

 Pembahasan

Berdasarkan pengisian form household food record yang telah diisi oleh
responden SH, HF, dan AD didapatkan hasil bahwa pada hari pertama (Kamis, 8
April 2021) konsumsi rumah tangga SH, HF, dan AD mengonsumsi banyak jenis
bahan makanan, yaitu asupan karbohidrat yang berasal dari nasi putih, lauk
hewani telur balado dan ayam kecap, lauk nabati tahu goreng, asupan sayuran
yang dikonsumsi adalah tumis kangkung dan sayur asem, buah melon, dan
sambal. Terdapat makanan yang dikonsumsi responden HF dan AD di luar
rumah, yaitu kue muffin coklat. Kualitas konsumsi pangan berdasarkan HDDS
(Household Dietary Diversity Score (HDDS) dikategorikan menjadi rendah
(HDDS <3 jenis), sedang (HDDS 4-5 jenis) dan tinggi (HDDS ≥ 6 jenis). Rata-rata
skor pola konsumsi rumah tangga responden SH, HF, dan AD pada hari pertama
pengamatan (Kamis, 8 April 2021) termasuk dalam kategori tinggi dengan
mengonsumsi enam atau lebih jenis sumber pangan, yaitu mengonsumsi 8 jenis
sumber pangan. Metode HDDS ini menggambarkan kemampuan akses rumah
tangga terhadap berbagai jenis pangan (Vhurumuku 2014).

Pada hari kedua responden SH, HF dan AD pun mengonsumsi banyak


jenis sumber makan, yaitu asupan karbohidrat yang didapatkan dari nasi goreng,
nasi putih, sumber lauk hewani didapatkan dari telur ceplok, ikan bandeng bakar,
dan ayam kalasan, sumber lauk nabati didapatkan dari tempe goreng, asupan
sayuran yang dikonsumsi adalah sayur asem dan capcay kuah, dan buah pisang.
Selain itu, responded SH, HF, dan AD juga mengonsumsi makanan di luar
rumah, yaitu minuman ice thai te. Rata-rata skor pola konsumsi rumah tangga
responden SH, HF, dan AD berdasarkan metode HDDS (Household Dietary
Diversity Score) pada hari kedua pengamatan (Jumat, 9 April 2021) termasuk
dalam kategori tinggi dengan mengonsumsi enam atau lebih jenis sumber
pangan, yaitu mengonsumsi 10 jenis sumber pangan. Jenis sumber pangan yang
dikonsumsi rumah tangga ini pun sangat bervariasi (Vhurumuku, 2014).

Pada hari ketiga, yaitu hari weekend (Minggu, 11 April 2021) responden
SH, HF, dan AD mengonsumsi berbagai jenis sumber pangan, yaitu asupan
karbohidrat yang didapatkan dari nasi putih, lauk hewani didapatkan dari ikan
mujahir goreng, sate bebek, dan sate ayam, lauk nabatinya berasal dari tahu
bacem, sayurannya berasal dari sayur sop dan karedok, buah jeruk, kerupuk,
dan sambal. Selain itu, ketiga responden juga mengonsumsi makanan yang
berasal dari luar rumah, yaitu pudding green tea dan risoles. Rata-rata skor pola
konsumsi rumah tangga responden SH, HF, dan AD berdasarkan metode HDDS
(Household Dietary Diversity Score) pada hari ketiga pengamatan (Minggu, 9
April 2021) termasuk dalam kategori tinggi dengan mengonsumsi enam atau
lebih jenis sumber pangan, yaitu mengonsumsi 12 jenis sumber pangan
(Vhurumuku, 2014).

Frekuensi pangan yang dikonsumsi keluarga dapat dilihat dari data Food
Frequency Questionnaire (FFQ) yaitu frekuensi konsumsi sejumlah bahan
makanan atau makanan jadi selama periode tertentu. Jenis pangan sumber
karbohidrat seperti pengisian formulir Household Food Record yang telah
dilakukan para responden yang paling sering dikonsumsi oleh seluruh responden
(100%) dengan frekuensi ≥ 1 kali/hari adalah nasi. Nasi yang dikonsumsi pun
tidak hanya nasi putih, melainkan juga nasi goreng. Hampir seluruh penduduk
Indonesia mengonsumsi beras dan olahannya yaitu sebesar 97.7% (SDT 2014).

Jenis pangan sumber protein yang banyak dikonsumsi oleh responden


dengan frekuensi ≥ 1 kali/hari adalah protein nabati yaitu tempe/tahu, sedangkan
dengan frekuensi 4-6 kali/minggu dengan persentase sama mengonsumsi
sumber protein hewani yaitu daging ayam dan telur. Banyaknya rumah tangga
yang mengonsumsi tahu dan tempe adalah baik ditinjau dari segi kesehatan
karena pangan ini merupakan sumber protein nabati dan termasuk makanan
fungsional yang sangat berguna untuk menjaga kesehatan tubuh manusia
(Purwantini dan Mewa 2019).

Bahan pangan sumber serat yang paling banyak dikonsumsi oleh


responden ketiga responden adalah dengan frekuensi 2-3 kali/minggu adalah
sayur asem. Urutan berikutnya adalah tumis kangkung, capcay kuah, dan sayur
sop dengan frekuensi 1-2 kali/minggu, yang masing-masing dikonsumsi oleh
ketiga responden. Buah-buahan yang paling banyak dikonsumsi adalah melon,
pisang dan jeruk dengan frekuensi 1-2 kali/minggu, masing-masing dikonsumsi
oleh ketiga responden. Proporsi penduduk mengonsumsi sayur dan olahan
terlihat pada sayuran daun yaitu 79.1%, sedangkan yang mengonsumsi buah-
buahan dan olahannya terlihat pada pisang (15.1%) diikuti konsumsi buah
lainnya sebesar 6.9% dan jeruk 6.0% (SDT, 2014).
Metode household food record mempunyai beberapa kelebihan, antara
lain: 1.) Dapat digunakan untuk mengukur tingkat konsumsi rumah tangga, dan
2.) Hasil lebih akurat jika dilakukan penimbangan terhadap makanan atau bahan
makanan. Selain mempunyai kelebihan, metode ini juga mempunyai metode
kelemahan, antara lain: 1.) Metode ini membebani responden karena responden
harus menuliskan dan mencatat semua makanan yang dikonsumsi oleh keluarga
selama periode tertentu, Apabila responden harus melakukan penimbangan,
maka akan menambah beban responden , 2.) Metode ini memerlukan waktu yang
cukup lama dan biaya yang cukup mahal, dan 3.) Metode ini tidak cocok
digunakan untuk responden yang buta huruf (Sirajuddin dkk., 2018).

E. Kesimpulan
F. Daftar Pustaka
Purwantini, T. B. & Mewa, A. 2019. Pola Konsumsi Pangan pada Rumah Tangga
Petani Padi. Prosiding Seminar Nasional Dinamika Pembangunan Pertanian
dan Perdesaan: Tantangan dan Peluang Bagi Peningkatan Kesejahteraan
Petani, 219 – 232.
Studi Diet Total (SDT). 2014. Kementrian Kesehatan 2014. Jakarta (ID): Lembaga
Penerbitan Badan Litbangkes.
Sirajuddin, Surmita, & Trina, A. 2018. Survey Konsumsi Pangan. Kementerian
Kesehatan Republik Indonesia.
Vhurumuku E. 2014. Integrating Nutrition and Food Security Programming for
Emergency Response Workshop. Nairobi: WFP East and Central Africa
Bureau.