Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

TEORI MENURUT ROSEMARIE RIZZO PARSE

Di Susun Oleh :

Siti Diyani 20217171

Siti Khaerunnisa 20217175

Tia Nurfalyya 20217192

Yasa AlMansyah 20217203

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) YATSI

TANGERANG

2020/2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang maha esa atas segala limpahan
rahmat dan karunia-Nya sehingga penyusunan makalah “sumber hukum dalam islam” dapat
diselesaikan dengan baik. Tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang
telah membantu dan mendukung penyusunan makalah ini.

Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini yakni mengenalkan dan membahas
sumber-sumber hukum yang dijadikan pedoman dan landasan oleh umat islam. Dengan
makalah ini diharapkan baik penulis maupun pembaca dapat memiliki pengetahuan yang
lebih luas mengenai sumber hukum islam.

Kami menyadari bahwa dalam penyusun makalah ini masih banyak terdapat
kekurangan. Oleh karna itu, kritik dan saran yang bersifat membantu sangat kami harapkan.
Akhir kata, semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca umumnya dan bagi penulis
khususnya.

Tangerang,07 Desember 2020

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.....................................................................................
………………….. i
DAFTAR ISI...................................................................................................................... .... ii

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.....................................................................……………..………………
1.2 Rumusan Masalah.................................................................………..……………………
1.3 Tujuan...................................................................................................................................
1.4 Manfaat.................................................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
1.1 Biografi Rosemarie Rizzo Parse..................................................................................
1.2 Sumber Teori Rosemarie Rizzo Parse................................................................................
1.3 Teori Rosemarie Rizzo Parse.............................................................................................
1.4 Prinsip dan Konsep teori................................................................................................
1.5 Kelebihan dan Kelemahan......................................................................................................
1.6 Asumsi Dasar Paradigma Keperawatan Rosemarie Rizzo Parse ........................................
BAB II PENUTUP
3.1 Kesimpulan.................................................................................................................
3.2 Saran............................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam dunia Perawatan, banyak sekali dikemukakan tentang teori-teori keperawatan
antara lain yang dikemukakan oleh: Dorethea Orem, Sister Calista Roy, Virgina Handerson,
Betty Neuman, Jean Watson, King, Peplau, Johnson, Martha E, Rogers, Mashlow,florence
nightingale, Hildegard E. Peplau, Dorothea E. Johnson, Faye Glenn Abdellah, Ida Jean
Orlando, Ernestine Wiefnbach, Myra Estrin Levine, Josephine E. Paterson and Loretta T. Z
Derad, Rosemarie Rizzo Parse, yang kesemuanya bertujuan untuk kemajuan dalam bidang
keperawatan. Salah satu teori yang akan kita bahas adalah “Model dan Teori Konseptual
Keperawatan” yang dikemukakan oleh Rosemarie Rizzo Parse. Teori-teori
keperawatan berfokus di kedua pendekatan bio-medis atau pendekatan bio-psiko-sosial-
spiritual. Dan sementara teori-teori ini tidak hanya sah, tetapi sering sangat efektif, ada
beberapa perawat yang akan lebih memilih untuk fokus pada kualitas hidup pasien mereka,
terutama dari perspektif masing-masing pasien individu. Teori Menjadi Manusia
Keperawatan, dikembangkan oleh Rosemarie Rizzo Parse, membahas isu ini. Semoga dengan
pembahasan Model dan Teori Konseptual ini, maka wacana kita akan bertambah luas.

1.2 Rumusan Masalah


1. Biografi Rosemarie Rizzo Parse?
2. Prinsip dan teori Rosemerie Rizzo Parse?
3. Teori Rosemerie Rizzo Parse?
4. Proses keperawatan menurut Rosemerie Rizzo Parse?
5. Definisi keperawatan menurut Rosemerie Rizzo Parse?
6. Kelebihan dan kekurangan Teori Rosemerie Rizzo Parse?
1.3 Tujuan
1. Mengertahui Toeri keperawatan Rosemerie Rizzo Parse
2. Menganalisa Kelebihsan dan kekurangan Teori Rosemerie Rizzo Parse
3. Dapat mengetahui Proses keperawatan Menurut Rosemerie Rizzo Parse
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Biografi Rosemerie Rizzo Parse

Rosemarie Rizzo Parse adalah seorang lulusan sarjana keperawatan dari


Duquesne University, kemudian dia melanjutkan Master dan Doktoral di University
of Pittsburgh. Karir Parse dimulai sejak tahun 1982-1997 menjadi dekan Sekolah
Keperawatan di Duquesne University, 1983-1993 menjadi professor dan koordinator
pusat penelitian keperawatan di Hunter College, 1993-2006 menjadi professor di
Loyola Univeristy (Alligood.,2014).

Salah satu teori keperawatan yang memberikan pengaruh di dalam pelayanan


keperawatan dan mampu digunakan sebagai dasar teori adalah Humanbecoming yang
diperkenalkan oleh Rosemarie Rizzo Parse. Teori humanbecoming adalah kombinasi
dari faktor biologis, psikologis, sosiologis, dan spiritual, dan menyatakan bahwa
seseorang adalah makhluk kesatuan dalam interaksi terus menerus dengan
lingkungannya itu (McEwen&Wills,2014).

Model konseptual keperawatan dikembangkan oleh para ahli keperawatan dengan


harapan dapat menjadi kerangka berpikir perawat, sehingga perawat perlu memahami
konsep ini sebagai kerangka konsep dalam memberikan askep dalam praktek

2.2 Prinsip dan teori Rossemerie Rizzo Parse

Tiga prinsip pada teori Human Becoming. Setiap prinsip berisi 3 konsep yang
diperlukan untuk mengeksplorasi pengertian yang lebih mendalam tentang theory
human becoming. Teori ini terdiri dari 3 bagian besar yaitu: McEwen & Wills, 2014)

1.Structuring

Pada komponen ini terdapat tiga bagian penting antara lain

a.Imaging

Menurut Parse manusia memiliki rasa ingin tahu yang luarbiasa tinggi.Dalam
memenuhi hasratnya akan suatu hal tersebut manusia mencoba untuk mencari tahu
ataupun menduga jawabanya. Jawaban dari pertanyaan muncul dari penggalian
manusia terhadap realita dan pandangannya terhadap suatu fenomena.

b.Valuing
Valuing merupakan konsep tentang bagaimana seseorang menegaskan
kepercayaanya atau tidak mengenai perspektif personal atau pandangan dunia.
Manusia menegaskan pemikiran mereka tentang bagaimana manusia berpikir,
betindak dan merasakan dan pilihan mereka mungkin menjadi menetap sebagai
pilihan utama dan mereka mungkin berbeda secara radikal dan mencari perpindahan
nilai.

c.Languaging

Manusia berkomunikasi baik secara verbal maupun non verbal. Setiap


tindakan seperti cara berbicara, melihat, bergerak, bahkan ketika mereka diam
mengisyaratkan terjadinya komunikasi. Perawat dapat memahamibeberapa bahasa
dimana manusia tersebut memperlihatkan, tetapi mereka tidak mampu mengetahui
arti dari bahasa tersebut. Untuk mengerti bahasa, perawat harus bertanya kepada
orang tersebut apa maksud dari kata-kata, tindakan dan gerak-gerik tersebut. Sesuatu
yang mungkin terjadi ketika seseorang belum mengetahui maksud dari bahasa
mereka, dimana perawat menghormati proses yang sedang berjalan untuk mengerti
maksud dari situasi tersebut. Jelaslah bahwa untuk mengerti itu membutuhkan waktu,
dan manusia tahu kapan untuk menjelaskan arti yang sesuai pada saat itu.

2.Cocreating

Maksud dari prinsip ini adalah kehidupan manusia menciptakan pola-pola dari
hari ke hari dan pola-pola tersebut memberitahukan tentang arti dan nilai secara
personal. Dalam pola yang saling berhubungan manusia menciptakan, banyak
kebebasan dan pembatasan pada pilihan; semua pola terlibat dalam ikatan yang
komplek dan tidak terikat dengan manusia, pikiran dan pilhan. Prinsip kedua ini
memiliki 3 konsep yaitu :

a. Mengutarakan–menyembunyikan (Revealing-Concealing)

Mengutarakan-membunyikan adalah cara seseorang untuk memperlihatkan dan


sembunyi, sekaligus, untuk menjadi manusia (Parse, 1981, 1998). Digunakan untuk
menceritakan dan lebih mengenalkan tentang diri sendiri kepada orang lain.
Terkadang manusia mengetahui apa yang ingin dikatakan dan mereka
menyalurkannya dengan begitu jelas dan terkadang juga manusia memiliki hal yang
mengejutkan diri mereka sendiri dengan kata-kata yang mereka lontarkan.

b. Tidak ada batasan–terbatas (Enabling-Limiting)


Kemungkinan–keterbatasan adalah tentang memilih dari kemungkinan dan hidup
dengan konsekuen pada pilihan yang telah dipilih. Perawat dapat membantu untuk
oranglain seperti merenungkan pilihan dan antisipasi dari konsekuen pada pilihan
yang sulit.
c. Berhubungan– terpisah (Connecting-Separating)

Konsep ini berhubungan dengan bagaimana manusia menciptakan pola dari yang
berhubungan dan terpisah antara manusia dan proyek. Pola ini menciptakan nilai
prioritas yang diungkapkan. Saling berhubungan dan terpisah ini adalah tentang
komunitas-kesendirian dan orang yang terpisah dari perkumpulan untuk bergabung
bersama. Berhungan-terpisah juga menjelaskan antara 2 orang dapat lebih dekat dan
belum terpisahkan antara 2. Kadang-kadang terhubungkan ketika orang terpisah
karena seseorang dapat menghuni atau mendiami dengan kehadiran seseorang
dengan kedekatan yang besar, terutama ketika berduka untuk orang lain. (Burnes,
200a; Cody, 1995b; Pilkington, 1993). Nurses belajar mengenai pola seseorang dari
terhubung-terpisah dengan menanyakan tentang pentingnya arti suatu hubungan dan
proyek.

3.Cotranscending

Dalam pengambilan keputusan pastilah akan ada keterlibata norang lain baik
mengenai bagaimana menjadi, sikap apa atau pendekatan untuk memiliki, untuk
berhubungan dengan siapa, minat apa atau keprihatinan untuk diganggu. Pilihan
mencerminkan cara orang bergerak dan berubah dalam proses menjadi.

Tiga konsep prinsip ini adalah sebagai berikut

a. Powering

Makna tentang kehidupan dan perjuangan dan kemauan untuk terus berjuang
meskipun menemui kesulitan dan ancaman. Parse (1981, 1998) menggambarkan
powering sebagai proses mendorong - menolak yang selalu terjadi dan yang
menegaskan keberadaan kita dalam kemungkinan ketidakberadaan. Orang secara
terus-menerus terlibat dan ketidakberadaan (tentang hilang dan risiko kematian dan
penolakan). (nonbeing). Selalu ada perlawanan dengan kekuatan mendorong

b. Originating

Konsep tentang keunikan manusia dan memegang dua paradoks berikut: (1)
sesuai-tidak sesuai dan (2) kepastian-ketidakpastian. Orang berjuang untuk menjadi
seperti orang lain, namun mereka juga berusaha untuk menjadi unik. Pilihan tentang
originating terjadi dengan realitas kepastian-ketidakpastian. Tidak mungkin
mengetahui semua yang mungkin datang dari memilih untuk menjadi berbeda atau
dari memilih untuk menjadi seperti orang lain. Originating dan menciptakan lagi
adalah pola yang berdampingan dengan keteguhan dan kesesuaian (Parse, 1981,
1998). Pola originating kerajinan manusia yang unik ketika kemungkinan mereka
terlibat kehidupan sehari-hari. Perawat saksi originating bersama orang-orang yang
sedang dalam proses memilih bagaimana mereka akan dengan mengubah pola
kesehatan.

c.Transforming

Transforming adalah tentang perubahan yang disengaja dan pergeseran


pandangan bahwa orang-orang memiliki tentang hidup mereka. Orang selalu berjuang
untuk mengintegrasikan yang tidak biasa dengan yang biasa terjadi dalam keseharian
kehidupan mereka. Ketika penemuan-penemuan yang baru dibuat, orang mengubah
pemahaman mereka, kadang-kadang, pola hidup dan pandangan dunia dapat bergeser
dari wawasan misteri dan situasi yang sering terjadi dalam kehidupan mereka.
Transformasi adalah perubahan yang berkelanjutan dengan karakteristik mutual
process dan kecerdikan manusia sebagai orang-orang yang menemukan cara untuk
mengubah arah harapan dan impian mereka (Parse, 1981, 1998). Perawat, dengan
cara mereka hadir dengan orang lain, membantu atau menghalangi upaya orang untuk
mengklarifikasi harapan, impian, dan arah yang diinginkan mereka.

2.3 Teori Rosemerie Rizzo Parse

Human Becoming Theory popular pada tahun 1992. Teori ini berasal dari .
(McEwen & Wills, 2014)

Parse tidak memisahkan secara spesifik asumsinya tentang alam semesta karena
dia yakin bahwa alam semesta adalah multidimensi dan proses yang saling
menguntungkan pada manusia dan juga tidak dapat dipisahkan dari manusia.
Kejadian ini membuktikan bahwa asumsi tentang manusia dan prosesnya adalah
sebagai berikut (McEwen & Wills, 2014):

1. Manusia adalah ada selama pola secara teratur dari pembentukan (proses)
alam semesta (keberadaan, pembentukan, dan pola).
2. Manusia adalah mahluk terbuka, menentukan makna situasi secara bebas,
bertanggung jawab untuk keputusan (situasi bebas, terbuka, dan energi).
3. Manusia adalah unit terkecil, terjadi pola hubungan yang teratur (energi, pola,
dan pembentukkan).
4. Manusia adalah mempunyai cakupan yang luas (melihat lebih jauh) secara
multidimensi terhadap berbagai kemungkinan-kemungkinan (terbuka,
pandimensional, dan situasi yang bebas).
5. Menjadi unit terkecil dari kehidupan kesehatan manusia (terbuka, situasi
bebas dan pembentukkan).
6. Menjadi bagian proses pembentukkan manusia-alam semesta secara terarur
(pola pembentukan dan pandimensional).
7. Menjadi adalah pola yang terbentuk dari prioritas nilai dari hubungan (siatusi
bebas, pola, dan keterbukaan).
8. Menjadi adalah proses dalam diri terhadap berbagai kemungkinan
(keterbukaan, situasi bebas, dan keberadaan).
9. Menjadi adalah proses menjadi manusia sebagai suatu unit (keberadaan,
energi, dan pandimensional).

Parse (1998) mensintesis 9 asumsi dasar tentang manusia dan prosesnya menjadi
3 asumsi dasar, yaitu :

1.Proses menjadi manusia adalah pilihan setiap individu secara bebas terhadap
makna akan suatu situasi dalam proses nilai kehidupan manusia.

2.Proses manusia menjadi adalah pola yang diciptakan secara teratur dalam
hubungan proses menguntungkan antara manusia dan alam semesta.

3.Proses menjadi manusia adalah proses multidimensi yang menggabungkan


berbagai kemungkinan-kemungkinan (McEwen & Wills, 2014).

2.4 Proses keperawatan menurut Rosemerie Rizzo Parse

Proses keperawatan adalah serangkaian langkah-langkah diikuti oleh perawat


untuk merawat pasien. Bagaimana seorang perawat tertentu menggunakan proses
keperawatan bervariasi berdasarkan perawat, pasien, dan situasi, namun proses
umumnya mengikuti langkah yang sama: penilaian, diagnosis, perencanaan,
pelaksanaan, evaluasi. Langkah pertama, penilaian, digunakan untuk mendapatkan
riwayat pasien, serta daftar gejala atau keluhan. Menggunakan informasi yang
dikumpulkan dalam penilaian, para profesional perawat kesehatan dan perawatan
dapat membentuk diagnosis. Diagnosis adalah penentuan apa yang salah dengan
pasien, jika ada. Penilaian dan diagnosis memungkinkan perawat untuk
mengembangkan rencana asuhan keperawatan, yang merupakan rencana aksi untuk
cara merawat pasien.

2.5 Definisi keperawatan menurut Rosemerie Rizzo Parse


Keperawatan memiliki sejarah panjang sebagai cara untuk memberikan bantuan
kepada pasien saat mereka bekerja menuju tujuan kesehatan. Dari awal biarawati
yang melayani orang sakit dan sekarat untuk pria dan wanita modern yang bekerja di
rumah sakit, klinik, dan rumah untuk membantu orang mencapai dan memelihara
kesehatan, keperawatan adalah cara untuk terlibat dalam industri perawatan kesehatan
dan bekerja dengan pasien pada tingkat pribadi. Meskipun pekerjaan keperawatan
yang berbeda membutuhkan tugas dan tanggung jawab, definisi keperawatan tidak
melalui banyak perubahan sebagai sebagai karir itu sendiri.

2.6 Prinsip dan konsep teori Rosemerie Rizzo Parse

Keperawatan memiliki sejarah panjang sebagai cara untuk memberikan bantuan


kepada pasien saat mereka bekerja menuju tujuan kesehatan. Dari awal biarawati
yang melayani orang sakit dan sekarat untuk pria dan wanita modern yang bekerja di
rumah sakit, klinik, dan rumah untuk membantu orang mencapai dan memelihara
kesehatan, keperawatan adalah cara untuk terlibat dalam industri perawatan kesehatan
dan bekerja dengan pasien pada tingkat pribadi. Meskipun pekerjaan keperawatan
yang berbeda membutuhkan tugas dan tanggung jawab, definisi keperawatan tidak
melalui banyak perubahan sebagai sebagai karir itu sendiri.

2.7 Kelebihan dan kekurangan Teori Rosemerie Rizzo Parse

Berbeda dengan model yang lain yang sudah establish, Human Becoming belum
digunakan secara luas dalam prakteknya.

Bagaimanapun juga sebuah teori tentunya mempunyai kelemahan dan kelebihan,


seperti halnya teori “Human Becoming” dari parse ini :
 Kelebihan
 Membedakan keperawatan dari disiplin lain
 Praktek - Menyediakan pedoman perawatan dan administrasi yang berguna
Berguna dalam Pendidikan
 Model ini menyediakan metodologi penelitian
 Menyediakan kerangka kerja untuk membimbing penyelidikan teori lain  
 Kelemahan
 Penelitian dianggap berada dalam "lingkaran tertutup“
 Jarang kuantitatif hasil - Sulit untuk membandingkan dengan studi penelitian
lain
 tidak ada kelompok kontrol, pertanyaan standar, dll
 Tidak dimanfaatkan proses keperawatan / diagnosa
 Meniadakan gagasan bahwa setiap orang terlibat dalam pengalaman hidup
yang unik
 Tidak dapat diakses oleh perawat pemula
 Tidak berlaku untuk akut

BAB III

KEGUNAAN TEORI PARSE DALAM 4 ASPEK KEPERAWATAN

3.1 Asumsi dasar dan paradigma keperawatan

McEwen & Wills (2014) menyatakan asumsi dasar paradigma keperawatan berdasarkan
konsep Parse yaitu:

1. Perawat

Keperawatan adalah sebuah ilmu pengetahuan manusia dan seni yang


menggunakan badan abstrak pengetahuan untuk melayani orang. Keperawatan dilihat
sebagai komponen yang harus ada (dihadirkan) untuk dapat memfasilitasi proses menjadi
sehat dari setiap komponen yang lain. Menulis secara luas tentang keyakinan mengenai
keperawatan sebagai ilmu pengetahuan dasar selama lebih dari 30 tahun. Parse telah
mengembangkan keyakinannya bahwa keperawatan adalah ilmu pengetahuan dasar dan
bahwa perawat memerlukan teori yang berbeda dari disiplin ilmu lain.

2. Kesehatan

Kesehatan dipandang sebagai proses yang berubah secara terus menerus untuk
menjadi tetap sehat. Kesehatan manusia berhubugan erat dengan bagaimana perilaku
dalam hidupnya mengembangkan

3. Manusia

Manusia merupakan komponen terbuka, unik dan berbeda dari komponen yang lain
secara terpisah. Parse memandang konsep manusia universal dan kesehatan sebagai suatu
kesatuan. Parse mengatakan bahwa walaupun tiap hal ini dideskripsikan secara terpisah
tetapi mereka berhubungan dalam suatu proses. Manusia mempengaruhi dan dipengaruhi
orang lain. Manusia menjadi tau dan mengerti saat mereka bekerja dengan alam melalui
orang lain dengan ide-ide,sejarah, budaya dan harapan-harapan. Konsep manusia menurut
Parse diantaranya:

 Manusia yang hidup berdampingan sambil


 Manusia adalah kesatuan, terus
 Manusia terbuka, bebas memilih makna dalam situasi, yang bertanggung jawab atas
keputusan.
 Manusia ini melampaui multidimensional dengan possibles
 Becoming adalah proses terbuka, dipengaruhi oleh pengalaman manusia (konsep
terbuka,
4. Lingkungan

Lingkungan dipandang sebagai pemberi stimulus dalam proses timbal balik dalam
hubungan dengan manusia. Segala sesuatu secara pribadi dan pengalamannya yang
mampu memberikan hubungan timbal balik dengan manusia.
BAB IV

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Teori Parse memungkinkan perawat untuk memahami bagaimana individu memilih


dan memegang tanggung jawab akan pola kesehatan personal. Menurut Parse, klien
adalah figur yang berkuasa dan pengambilan keputusan . Peran perawat adalah
menbantu individu dan keluarga memilih segala kemungkinan , terutama menjelaskan
makna (meaning) (menyingkap apa yang sebelumnya dan apa yang akan terjadi),
mengsinkronkan ritme (rhyhm) (mengarahkan selama diskusi untuk mengenali
harmoni),dan memobilisasi transcendence (membayangkan kemungkinan dan
perencanan untuk mencapainya ) .

3.2 Saran

 Kebanyakan perawat menggunakan proses keperawatan tanpa menyadari itu


adalah bagian dari karir mereka. Artinya, ia datang alam sebagai kedua untuk mereka
daripada berpikir keluar setiap langkah yang mereka bawa. Jika Anda baru mulai
belajar tentang keperawatan dan teori keperawatan , pemahaman proses keperawatan
dapat membantu Anda mendapatkan apresiasi yang lebih dalam untuk bagaimana
perawat merawat pasien mereka, serta lebih mempersiapkan Anda untuk melaksanakan
proses tersebut menjadi proses keperawatan sendiri.
DAFTAR PUSTAKA

 aryanti22. ( 2013, Maret Kamis, 28 ). Teori rosemarie rizzo parse. Retrieved from
http://aryanti22.blogspot.com/2013/03/teori-rosemarie-rizzo-parse.html

 ermawati, E. (2018, februari 07). TEORI ROSEMARIE RIZZO PARSE. Retrieved from
https://elitugasku.blogspot.com/2018/02/teori-rosemarie-rizzo-parse.html

 kurnia, Y. (n.d.). Teori model keperawatan. Retrieved from


https://slideplayer.info/slide/2883157/

 Kurniadi, R. (2018 , februari 15). MIDDLE RANGE THEORY ROSEMARIE RIZZO PARSE DALAM
ASUHAN KEPERAWATAN. Retrieved from 

http://asuhankeperawatanonline.blogspot.com/2018/02/middle-range-theory-rosemarie-
rizzo.html

 Magdalena Indomastuti, M. S. (2015, March 7th ). Teori Human Becoming Parse. Retrieved
from http://maulidiamega1497.blogspot.com/2015/03/salah-satu-pencetus-teori-
dasar_29.html

 priambodo, G. (2013, Februari 24). Teori keperawatan menurut Rosemarie Rizzo parse.
Retrieved from  http://galih-priambodo.blogspot.com/2013/02/teori-keperawatan-
rosemarie-rizzo parse_25.html

Anda mungkin juga menyukai