Anda di halaman 1dari 17

1. Apa saja faktor yang mempengaruhi pertumbuhan pada bayi?

1. Faktor internal
- Perbedaan ras/etnik atau bangsa
Bila seseorang dilahirkan sebagai ras Eropa maka tidak mungkin ia memiliki
faktor herediter ras orang Indonesia atau sebaliknya. Tinggi badan tiap bangsa
berlainan, pada umumnya ras orang kulit putih mempunyai ukuran tungkai lebih
panjang dari pada ras orang Mongol.
- Keluarga
Ada kecenderungan keluarga yang tinggi-tinggi dan ada keluarga yang gemuk
gemuk.
- Umur
Kecepatan pertumbuhan yang pesat adalah pada masa prenatal, tahun pertama
kehidupan dan masa remaja.
- Jenis kelamin
Wanita lebih cepat dewasa dibanding anak laki-laki. Pada masa pubertas wanita
umumnya tumbuh lebih cepat daripada laki-laki dan kemudian setelah melewati
masa pubertas laki-lald akan lebih cePat.
- Kelainan genetik
Sebagai salah satu contoh : Achorzdropksia yang menyebabkan dwarisme,
sedangkan sindrom Marfan tendapat pertumbuhan tinggi badan yang berlebihan.
- Kelainan kromosom
Kelainan kromosom umumnya disertai dengan kegagalan pertumbuhan seperti
pada sindroma Down's dan sindroma Turner's.
2. Faktor eksternal/lingkungan
a. Faktor Pranatal :
- Gizi
Nutrisi ibu hamil terutama dalam timester akhir kehamilan akan
mempengaruhi Pertumbuhan janin.
- Mekanis
Posisi fetus yang abnormal bisa menyebabkan kelainan kongenital seperti club
foot.
- Toksin/zat kimia
Aminopterin dan obat kontrasepsi dapat menyebabkan kelainan kongenital
seperti pktoskisis.
- Endokrin
Diabetes melitus dapat menyebabkan makrosomia, kardiomegali,
hiperplasia adrenal.
- Radiasi
Paparan radium dan sinar Rontgen dapat mengakibatkan kelainan pada
janin seperti mikrosefali, spina bifida, retardasi mental dan deformitas
anggota gerak, kelainan kongenital mata, kelainan jantung.
- Infeksi
Infeksi pada trimester pertama dan kedua oleh TORCH floksoplasma,
Rubella, Sitomegalo virus, Herpes simpleks), PMS (Penyakit Menular
Seksual) serta penyakit virus lainnya dapat mengakibatkan kelainan pada
janin seperti katarak, bisu' tuli, mikrosefali, retardasi mental dan kelainan
jantung kongenital.
- Kelainan imunologi
Eritoblastosis fetalis timbul atas dasar perbedaan golongan darah antara
janin dan ibu sehingga ibu membentuk antibodi terhadap sel darah merah
janin; kemudian melalui plasenta masuk ke dalam peredaran darah janin
dan akan menyebabkan hemolisis yang selanjutnya mengakibatkan
hiperbilirubinemia dan kern icterus yang akan menyebabkan kerusakan
jaringan otak.
- Anoksia embrio
Anoksia embrio yang disebabkan oleh gangguan fungsi plasenta
menyebabkan pertumbuhan terganggu.
- Psikologis ibu
Kehamilan yang tidak diinginkan, perlakuan salah,kekerasan mental pada
ibu hamil dan lain lain.
3. Faktor Persalinan : Komplikasi persalinan pada bayi seperti trauma kepala dan
asfiksia dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan otak.
b. Pasca natal :
- Gizi
Untuk tumbuh kembang bayi, diperlukan zat makanan yang adekuat.
- Penyakit kronis/kelainan kongenital
Tuberkulosis, anemia, kelainan jantung bawaan mengakibatkan retardasi
pertumbuhan jasmani.
- Lingkungan fisis dan kimia
Sanitasi lingkungan yang kurang baik, kurangnya sinar matahari, paparan
sinar radioaktif, zat kimia tertentu (Pb, Mercuri, rokok, dan lain{ain)
mempunyai dampak yang negatif terhadap pertumbuhan anak.
- Psikologis
Hubungan anak dengan orang sekitarnya. Seorang anak yang tidak
dikehendaki oleh orang tuanya atau anak yang selalu merasa tertekan akan
mengalami hambatan di dalam pertumbuhan dan perkembangannya.
- Endokrin
Gangguan hormon misalnya pada penyakit hipotiroid akan menyebabkan
anak mengalami hambatan pertumbuhan. Defisiensi hormon pertumbuhan
akan menyebabkan anak menjadi kerdil.
- Sosio-ekonomi
Kemiskinan selalu berkaitan dengan kekurangan makanan, kesehatan
lingkungan yang jelek dan ketidaktahuan, akan menghambat pertumbuhan
anak.
- Lingkungan pengasuhan
Pada lingkungan pengasuhan, interaksi ibu-anak sangat mempengaruhi
fumbuh kembang anak.
- Obat-obatan
Pemakaian kortikosteroid jangka lama akan menghambat pertumbuhan,
demikian halnya dengan pemakaian obat perangsang terhadap susunan
saraf pusat yang menyebabkan terhambatnya produksi hormon
pertumbuhan.
2. Bagaimana kurva pertumbuhan normal dan kurva pertumbuhan
pasien yang ada pada skenario?
- Ada atau tidak kurva khusus yang dipakai untuk bayi dengan kelahiran
prematur?
- Ditampilkan kurva & pelajari cara penggunaan kurva tersebut
- Tinggi badan Normal
Pada scenario :
WHZ < -2 -> wasting
HAZ < -3 -> stunting
WAZ < -3 -> underweight
 Tinggi badan untuk usia / HAZ ( stunting : z score < -2)
 Berat badan untuk tinggi badan / WHZ ( wasting : z score < 2)
 Berat badan untuk usia / WAZ ( underweight : z score < -2)

- Kurva Fenton 2013


Kurva Fenton 2013 memiliki kelebihan:
 Jumlah sampel populasi besar mencapai 4 juta
 Dibuat berdasarkan data populasi terbaru antara tahun 1991-2007
 Sampel populasi berasal dari negara maju untuk mengurangi pengaruh
lingkungan yang tidak baik
 Kurva spesifik untuk bayi laki-laki dan perempuan
3. Apa saja daftar masalah pada skenario?
Gangguan gizi juga sering terjadi pada periode transisi ini, oleh karena
keluarga/ibu :
a. Kurang pengetahuan mengenai kebutuhan bayi dan makanan tambahan
yang bergizi.
b. Ketidaktahuan menyiapkan makanan tambahan dari bahan-bahan lokal
yang bergizi.
 Menyebabkan asupan makanan kurang. Asupan makanan yang kurang
dapat juga disebabkan oleh anakg yang tidak mampu mengkonsumsi
makanan yang disediakan untuknya. Pada kasus ini harus dicari sebabnya,
antara lain frekwensi makan, cara pemberian makan, besarnya lubang dot,
penyakit sistemik. Manifestasi klinis ditentukan oleh berat dan lamanya
kejadian. Gejala awal yaitu konstipasi, tidur kurang, cengeng. Gejala
lanjut, kulit menjadi kering, hilangnya lemak subkutan, bayi tampak
seperti orang tua (marasmus).

Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan kelainan bawaan yang sering


dijumpai, dengan angka kejadian 30% dari seluruh kelainan bawaan.
Gangguan pertumbuhan pada penderita PJB terutama disebabkan oleh
gangguan hemodinamik yang menyebabkan penurunan oksigenasi
jaringan, baik karena kelainan hemodinamik akibat PJB itu sendiri maupun
akibat hipertensi pulmonal.Anak dengan PJB dengan gangguan
hemodinamik ringan dapat tumbuh dan berkembang secara normal, tetapi
anak dengan gangguan hemodinamik berat terancam mengalami gangguan
pertumbuhan.
Malnutrisi akibat penyakit jantung bawaan merupakan penyebab utama
gagal tumbuh pada anak. Sekitar 60%-70% anak yang dirawat di bangsal
jantung mengalami gangguan pertumbuhan.Anak dengan PJB asianotik
membutuhkan zat gizi lebih tinggi dibanding anak normal.Diperlukan
energi 20%-30% di atas Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk mencapai
tumbuh kejar dan pertumbuhan optimal
4. Bagaimana hubungan riwayat kelahiran anak dengan kondisi
sekarang?
Pertumbuhan dan perkembangan anak dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya
faktor pascanatal. Penyakit termasuk factor pascanatal baik penyakit kronis maupun penyakit
kelainan kongenital. Beberapa penyakit kronis seperti glumerulonefritis kronik, tuberkulosis
paru dan penyakit sesak dapat mengakibatkan retardasi pertumbuhan jasmani. Hal yang sama
juga dapat terjadi pada penderita kelainan jantung bawaan. Periode penting dalam tumbuh
kembang anak adalah masa balita, karena pada masa ini pertumbuhan dasar yang akan
mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya.
Deteksi dini perkembangan anak dilakukan dengan cara pemeriksaan perkembangan
secara berkala, apakah sesuai dengan umur atau telah terjadi penyimpangan dari
perkembangan normal. Empat parameter yang dipakai dalam menilai perkembangan anak,
yaitu:
- Gerakan motorik kasar (pergerakan dan sikap tubuh),
- Gerakan motorik halus (menggambar, memegang suatu benda dll),
- bahasa (kemampuan merespon suara, mengikuti perintah, berbicara spontan),
- kepribadian/tingkah laku (bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya).

5. Apa hubungan pemberian ASI Esklusif dengan kesehatan bayi dan


pemberian susu formula tanpa pemberian ASI serta susu formula
tanpa makanan pendamping susu formula pada skenario?
Efek dari kandungan susu formula
Pertumbuhan bayi yang mendapat ASI eksklusif

Bayi yang mendapat ASI eksklusif akan kembali ke berat lahir paling tidak pada usia
2 minggu, dan tumbuh sesuai atau bahkan di atas grafik sampai usia 3 bulan
Penurunan berat badan bayi selama 2 minggu pertama kehidupan tidak boleh melebihi
10%. Bayi yang lahir dengan berat rendah lebih lambat kembali ke berat lahir
dibandingkan bayi dengan berat lahir normal, yang dapat lebih jelas diikuti dengan
kurva Dancis.

Apabila memakai grafik pada KMS yang biasa dipakai, bayi yang mendapat ASI
eksklusif akan tumbuh lebih lambat sebelum usia 4 sampai 6 bulan. Bayi yang
mendapat susu formula akan tumbuh lebih cepat setelah 6 bulan, dan seringkali hal ini
dihubungkan dengan risiko obesitas di kemudian hari. Berdasarkan Survei Kesehatan
dan Nutrisi Nasional III di Amerika Serikat didapatkan bahwa bayi yang mendapat
ASI eksklusif selama 4 bulan (saat itu batasan ASI eksklusif adalah 4 bulan), pada
usia 8-11 bulan, mempunyai rerata berat badan, panjang badan dan lingkar lengan atas
lebih rendah dibanding yang mendapatkan susu formula.

Namun pada bayi yang mendapat ASI eksklusif akan terjadi catch up growth (tumbuh
kejar), sehingga pada usia 5 tahun tidak didapatkan perbedaan antara bayi yang
mendapat ASI dengan bayi yang mendapat susu formula. Perlu untuk diketahui, kurva
NCHS yang saaat itu dipakai, dibuat berdasarkan pertumbuhan bayi kulit putih yang
terutama mendapatkan susu formula. Bayi yang mendapat ASI eksklusif tumbuh lebih
cepat pada usia 2 sampai 4 bulan pada kurva NCHS, tetapi mulai usia 6 bulan sampai
1 tahun pertumbuhan tersebut mengalami deselerasi (penurunan).

Hal ini juga terjadi pada penelitian WHO di Eropa, bayi yang mendapat ASI eksklusif
4 bulan dan terus menyusui sampai umur 1 tahun, terjadi deselerasi pertumbuhan
apabila diterapkan pada kurva NCHS. Secara global perlambatan pertumbuhan terjadi
pada usia 3 bulan dan secara cepat akan menurun sampai usia 12 bulan. Setelah itu
perlambatan pertumbuhan melandai sampai kira-kira usia 18 sampai 19 bulan dan
setelah itu akan terjadi percepatan pertumbuhan. Penelitian di negara sedang
berkembang seperti Mexico, Senegal dan Kenya mendapatkan bahwa bayi yang
mendapatkan ASI eksklusif mempunyai pertumbuhan berat badan dan panjang badan
lebih baik dibanding susu formula. Tentu saja apabila digunakan kurva NCHS,
pertumbuhan bayi tersebut terletak pada garis pertumbuhan yang bawah.Tahun 2005
WHO mengeluarkan kurva pertumbuhan yang baru berdasarkan penelitian pada bayi
yang mendapat ASI eksklusif dari ibu yang tidak merokok, yang diikuti dari lahir
sampai usia 24 bulan, dan penelitian belah lintang pada anak usia 18 - 71 bulan.
Penelitian ini meliputi 8440 bayi dari Brasilia (Amerika Selatan), Ghana (Afrika),
India dan Oman (Asia), Norwegia (Eropa) dan Amerika Serikat. Dengan berbagai
latar belakang etnis dan budaya yang mewakili berbagai negara di semua benua, maka
diharapkan perbedaan pertumbuhan berat dan panjang badan karena faktor genetik
dapat diabaikan. Dengan memakai kurva pertumbuhan yang baru, diharapkan
pertumbuhan bayi yang mendapat ASI eksklusif di semua negara dapat dinilai lebih
obyektif. Beberapa kurva pertumbuhan pada buku kesehatan anak di Indonesia sudah
memakai grafik ini, tetapi sampai saat ini belum ada penelitian berskala besar yang
melaporkan arah pertumbuhan bayi di Indonesia maupun negara lain setelah
penggunaan kurva ini.

Susu Formula
Kita harus membatasi pemberian susu formula/susu botol, atas indikasi
yang tepat. Karena pemberian susu botol dapat membawa dampak yang
sangat merugikan yaitu meningkatnya morbiditas dan mortalitas bayi.
Menurut Jelliffe, penggunaan susu botol di negara yang sedang
berkembang dapat berakibat kelainan yang dikenal dengan trias Jelliffe
yaifu diare akibat infeksi, moniliasis pada mulut, dan marasmus. Keadaan
tersebut di atas disebabkan oleh : susu botol tidak mengandung zat anti dan
kurang kebersihan dalam menyiapkan, sehingga mudah terjadi diare; susu
botol mahal cenderung diencerkan agar dapat menghemat,sehingga nilai
gizinya kurang; pendidikan ibu yang kurang, sehinggga mengalami
kesulitan dalam menentukan konsentrasi yang benar; terlalu banyak jenis
susu formula yrang beredar di pasaran, seringkali membuat ibu bingung
dalam memilih susu yang tepat untuk bayinya.

6. Bagaimana mekanisme terjadinya community acquired pneumonia


dan apa saja gejalanya, serta terapi nya?
Penyebab paling sering pneumonia yang didapat dari masyarakat dan
nosokomial:
a. Yang didapat di masyarakat: Streeptococcus pneumonia, Mycoplasma
pneumonia, Hemophilus influenza, Legionella pneumophila, chlamydia
pneumonia, anaerob oral, adenovirus, influenza tipe A dan B.
b. Yang didapat di rumah sakit: basil usus gram negative (E. coli,
Klebsiella pneumonia), Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus,
anaerob oral.
Manifestasi Klinis
Gejala khas dari pneumonia adalah demam, menggigil, berkeringat, batuk
(baik non produktif atau produktif atau menghasilkan sputum berlendir,
purulen, atau bercak darah), sakit dada karena pleuritis dan sesak. Gejala
umum lainnya adalah pasien lebih suka berbaring pada
yang sakit dengan lutut tertekuk karena nyeri dada. Pemeriksaan fisik
didapatkan retraksi atau penarikan dinding dada bagian bawah saat
pernafas, takipneu, kenaikan atau penurunan taktil fremitus, perkusi redup
sampai pekak menggambarkan konsolidasi atau terdapat cairan pleura,
ronki, suara pernafasan bronkial, pleural friction rub.
Diagnosis
Diagnosis pneumonia kominiti didasarkan kepada riwayat penyakit yang
lengkap, pemeriksaan fisik yang teliti dan pemeriksaan penunjang.
Diagnosis pasti pneumonia komunitas ditegakkan jika pada foto toraks
terdapat infiltrat baru atau infiltrat progresif ditambah dengan 2 atau lebih
gejala di bawah ini:
a. Batuk-batuk bertambah
b. Perubahan karakteristik dahak/purulen
c. Suhu tubuh > 38C (aksila) /riwayat demam
d. Pemeriksaan fisis: ditemukan tanda-tanda konsolidasi, suara napas
bronkial dan ronki
e. Leukosit > 10.000 atau < 4500 12,13
Penilaian derajat keparahan penyakit pneumonia komunitas dapat
dilakukan dengan menggunakan sistem skor menurut hasil penelitian
Pneumonia Patient Outcome Research Team (PORT).
Terapi Penunjang Lain
Pasien CAP yang mengalami syok septik yang persisten walaupun sudah
diberikan resusitasi cairan yang adekuat perlu dipertimbangkan pemberian
drotrecogin alfa activated dalam 24 jam perawatan. Pasien dengan CAP
yang berat yang mengalami hipotensi dan memerlukan terapi resusitasi
cairan harus dipikirkan kemungkinan adanya occult adrenal insufficiency.
Pada pasien-pasien tersebut perlu dipertimbangkan pemberian
hidrokortison 200 - 300 mg/hari. Pasien dengan hipoksemia dan
respiratory distress yang belum memerlukan tindakan intubasi segera harus
diberikan terapi dengan non-invasif ventilation (NIV). Pasien CAP yang
mengalami hipoksemia berat dengan arterial oxygen pressure/fraction of
inspired oxygen (PaO2/FiO2) ratio < 150 disertai dengan gambaran
infiltrat alveolar bilateral perlu segera dilakukan intubasi dan pemasangan
ventilator mekanik. Pada pasien CAP berat atau yang mengalami ARDS
yang memerlukan dukungan ventilator maka disarankan untuk
menggunakan low-tidal-volume ventilation (6 cm2/ kg BB ideal).
7. Bagaimana kondisi normal yang seharusnya dimiliki pada bayi usia 7
bulan?

8. Apa saja faktor resiko dari community acquired pneumonia?


1. Umur > 65 tahun
2. Tinggal di rumah perawatan tertentu (panti jompo)
3. Alkoholismus : meningkatkan resiko kolonisasi kuman, mengganggu
refleks batuk, mengganggu transport mukosiliar dan gangguan terhadap
pertahanan sistem seluler
4. Malnutrisi : menurunkan immunoglobulin A dan gangguan terhadap
fungsi makrofag
4. Kebiasaan merokok juga mengganggu transport mukosiliar dan sistem
pertahanan selular dan humoral.
5. Keadaan kemungkinan terjadinya aspirasi misalnya gangguan
kesadaran, penderita yang sedang diintubasi
6. Adanya penyakit – penyakit penyerta : PPOK, kardiovaskuler, DM,
gangguan neurologis.
7. Infeksi saluran nafas bagian atas : + 1/3 – 1/ 2 pneumonia didahului
oleh infeksi saluran nafas bagian atas / infeksi virus
9. Bagaimana mekanisme gejala dan tata laksana pada pasien Acyanotic
Congenital Heart Disease pada anak?
Penyakit Jantung Bawaan (PJB) adalah penyakit jantung yang dibawa sejak lahir, dan
terjadi ketika bayi masih berada dalam kandungan. Kelainan pembentukan jantung terjadi
pada awal kehamilan karena saat usia kandungan 7 minggu, pembentukan jantung sudah
lengkap. Penyebab PJB belum pasti, meskipun beberapa faktor dianggap berpotensi sebagai
penyebab. Faktor-faktor yang berpotensi antara lain:
- infeksi virus pada ibu hamil (misalnya campak Jerman atau rubella),
- obat-obatan atau jamu-jamuan,
- alcohol
- Faktor keturunan atau kelainan genetik dapat juga menjadi penyebab meskipun
jarang, misalnya Sindroma Down (Mongolism) yang sering disertai dengan
berbagai macam kelainan, dimana salah satunya PJB.

10. Bagaimana dampak jangka panjang dan pendek pada skenario


apabila dibiarkan?
11. Bagaimana pencegahan pada skenario?

12. Bagaimana cara memaksimalkan pertumbuhan pasien pada


skenario?
Pengaruh Gizi
Kecukupan pangan yang essensiil baik kualitas maupun kuantitas sangat
penting untuk pertumbuhan normal. Suatu pengamatan yang dilakukan
setelah perang di Jerman waktu terjadi kelaparan, anak-anak mengalami
kelambatan perlumbuhan 10 - 20 bulan dibandingkan dengan anak-anak
yang fumbuh normal. Pada malnutrisi protein kalori yang berat
(kwashiorkor atau marasmus kwashiorkor) terjadi kelambatan
pertumbuhan tulang dan maturasi; kelambatan penyatuan epifise sekitar 1
tahun dibandingkan dengan anak gizi cukup, dan proses pubertas juga
terlambat. Pada maramus terjadi pengurusan otot dan jaringan lemak
subkutan yang menyolok sehingga berat badan anak sangat menurun.
Banyak zat atau unsur yang penting untuk pertumbuhan, antara lain ialah
yodium, kalsium, fosfor, magnesium, besi, fluor, dan sebagainya. Juga
berbagai macam vitamin, misalnya vitamin A,B12, C, dan D dapat
mempengaruhi pertumbuhan anak.
Nutrisi yang adekuat & seimbang.
Nutrisi adalah termasuk pembangun tubuh yang mempunyai pengaruh
terhAdap dan perkembangan, terutama pada tahun-tahun pertama
kehidupan dimana anak sedang mengalami pertumbuhan yang sangat pesat
terutama pertumbuhan otak.
Keberhasilan perkembangan anak ditentukan oleh keberhasilan
pertumbuhan & perkembangan otak. Jadi dapat dikatakan bahwa nutrisi,
selain mempengaruhi pertumbuhan, juga mempengaruhi perkembangan
otak. Sampai umur 6 bulan Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan yang ideal
untuk bayi baik ditinjau dari segi kesehatan fisis maupun psikis. Asi
mempunyai kadar laktosa tinggi yang diperlukan otak bayi. Pertumbuhan
otak manusia lebih cepat dan lebih besar dibandingkan dengan otak jenis
makhluk hidup lain. Karenanya memerlukan zat-zat yang sesuai untuk
mendorong pertumbuhan otaknya dengan sempurna.
Pemberian makanan tambahan yang tepat akan memberikan hasil yang
lebih baik bagi pertumbuhan anak. Namun demikian, akan lebih sempurna
apabila makanan tambahan yang diberikan dalam bentuk yang seimbang.
Oleh karena kebutuhan dan pemenuhannya sangat tergantung pada ibu dan
keluarga, pengetahuan tentang gizi harus dikuasai oleh ibu/keluarga
melalui penyuluhan gizi

Sumber :
- Tumbuh Kembang Anak Dan Remaja. Ikatan Dokter Anak Indonesia
- UKK KARDIOLOGI IDAI IDAI CABANG SUMATERA SELATAN DEPARTEMEN
ILMU KESEHATAN ANAK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS
SRIWIJAYA RSUP Dr. MOH. HOESIN PALEMBANG. PEDIATRIC CARDIOLOGY
UPDATE VII. The Role Of Pediatrician In Pediatric Cardiac Care With Limited
Resources.
- Original Article Paediatrica Indonesiana, Vol. 57, No. 3, May 2017 The Effect Of
Cyanotic And Acyanotic Congenital Heart Disease On Children’s Growth Velocity.
- Pemberian Diet Tambahan Pada Anak Dengan Penyakit Jantung Bawaan Asianotik.
Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro/RSUP Dr.
Kariadi, Jl. Dr. Sutomo 18 Semarang
- Pneumonia Komuniti. Pedoman Diagnosis & Penatalaksanaan Di Indonesia.
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia
- Tata Laksana Severe Community- Acquired Pneumonia. C. Martin Rumende. Divisi
Respirologi Dan Penyakit Kritis Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fkui-Rscm.
- Pneumonia. Dr. Irvan Medison Spp. Bagian Pulmonologi Dan Ilmu Kedokteran Respirasi
Fk Unand.
- Hubungan Penyakit Jantung Bawaan Dengan Perkembangan Anak Usia 0-5 Tahun Di
Unit Perawatan Jantung Rs Dr. Kariadi Semarang, Alfyana Nadya Rahmawati, Stikes
Kusuma Husada Surakarta
- Pedoman Pelaksanaan : Stimulasi, Deteksi Dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak.
- Pediatric Cardiology Update Vii, The Role Of Pediatrician In Pediatric Cardiac Care
With Limited Resources, Ria Nova, Deny Salverra Yosy, Yulia Iriani, Dhandi Wijaya,
Ratih Gustifa, Palembang