Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN

HIPERTENSI

Disusun untuk memenuhi tugas stase Keperawatan Medikal Bedah (Bedah)

Oleh:
Kelompok 14
Lia Anis Syafaah G3A020069

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
2020
A. Resume Pengkajian (kasus pemicu)
1. Data Pasien
Tn. A (50 th) di rawat dibangsal penyakit dalam dengan diagnosis medis
Hipertensi.
2. Keluhan Utama
Pasien mengeluh nyeri kepala, nyeri seperti di tekan di belakang kepala,
skala nyeri 8.
3. Riwayat Kesehatan
Pasien memiliki riwayat hipertensi sudah 2 tahun dan jarang kontrol ke
dokter, minum obat anti hipertensi tidak teratur, senang mengkonsumsi
makanan bersantan dan berlemak.
4. Pemeriksaan fisik:
Tekanan darah 170/100 mmhg
Frekwensi nadi 100 kali/mnt, irama tidak teratur
Suhu tubuh 37,5 C
Frekwensi napas 24 x/mnt.

Pemeriksaan Jantung:
Bunyi jantung: terdengar S2 pada dasar ; S3 (CHF dini) ; S4 (pergeseran
ventrikel kiri/hipertrofi ventrikel kiri). Murmur stenosis valvular. Desiran
vaskular terdengar diatas karotis, femoralis. Terdapat distensi vena
jugularis.

Ekstrimitas: capilary refil > 2 detik, akral teraba dingin. Pitting oedema
pada ekstremitas bawah.

B. Data Penunjang
Hasil pemeriksaan laboratorium trigliseride 300 g/dl, LDL 350 g/dl, HDL 25
g/dl
C. Analisa Data

Data Etiologi Masalah


DS : Agen pencedera Nyeri akut (D.0077)
fisiologis (resistensi
Pasien mengeluh nyeri kepala
pembuluh darah
P : tekanan darah tinggi otak)
Q : Seperti ditekan
R : Belakang kepala
S:8
T:-
DO :
-
DS : Peningkatan Penurunan curah
- afterload jantung (D.0008)
DO :
- Bunyi jantung:
Terdengar S2 pada dasar;
S3 (CHF dini); S4
(pergeseran ventrikel
kiri/hipertrofi ventrikel
kiri).
- Murmur stenosis valvular
- Desiran vaskular terdengar
diatas karotis, femoralis
- Terdapat distensi vena
jugularis.
- Capillary revil > 2 detik
- Akral teraba dingin
DS :- Retensi natrium Hipervolemia
DO : (D.0022)
- Pitting oedema pada
ekstremitas bawah
- Distensi vena jugularis
D. Pathway Keperawatan

Jenis kelamin Obesitas


Umur Gaya hidup

Elastisitas
aterosklerosiss

Hipertensi

Kerusakan vaskuler pembuluh darah

Perubahan struktur

Penyumbatan pembuluh darah

vasokonstriksi

Gangguan sirkulasi

Otak Ginjal Pembuluh darah

Resistensi Vasokonstriksi pembuluh


pembuluh darah ginjal Sistemik Koroner
darah otak

Blood flow Vasokonstriksi Iskemi


miokard
menurun
Nyeri kepala
(nyeri akut)
Respon RAA Afterload
Nyeri dada
meningkat
(nyeri akut)
Rangsang
aldosteron Penurunan
curah
jantung

Retensi Na

Edema Hipervolemi
a
E. Diagnosa Keperawatan
1. Penurunan curah jantung berhubungan dengan peningkatan afterload
(D.0008)
2. Nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis (resistensi
pembuluh darah otak) (D.0077)
3. Hipervolemia berhubungan dengan retensi natrium (D.0022)

F. Intervensi dan Luaran


DX 1. Penurunan curah jantung berhubungan dengan peningkatan afterload
(D.0008)
Luaran Intervensi
Luaran utama curah jantung (L.02008) Perawatan Jantung
- Kekuatan nadi perifer Observasi
meningkat - Identifikasi tanda/gejala primer
- Dispnea/sesak napas menurun penurunan curah jantung
- Kulit pucat menurun (meliputi dispnea, kelelahan,
- Tekanan darah membaik edema)
- Identifikasi tanda/gejala
sekunder penurunan curah
jantung (meliputi peningkatan
BB, hepatomegali, distensi vena
jugularis, palpitasi, kulit pucat)
- Monitor TD dan nadi
Terapeutik
- Posisikan pasien semi fowler
atau fowler dengan kaki ke
bawah atau posisi nyaman
- Berikan diet jantung yang sesuai
(mis batasi asupan kafein,
natrium, kolesterol dan makanan
tinggi lemak)
- Gunakan stocking elastis atau
penumatik intermiten, sesuai
indikasi
Edukasi
- Anjurkan beraktivitas fisik
secara bertahap
Kolaborasi
- Kolaborasi pemberian
aniaritmia, jika perlu
DX 2. Nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis (resistensi
pembuluh darah otak) (D.0077)
Luaran Intervensi
Luaran Utama : Manajemen nyeri (I.08238)
Tingkat nyeri menurun (L.08066)
dengan kriteria hasil : Observasi
a. Kemampuan menuntaskan - Identifikasi lokasi, karakteristik,
aktivitas meningkat durasi, frekuensi, kualitas nyeri
b. Keluhan nyeri menurun - Identifikasi skala nyeri
c. Meringis menurun Terapeutik
d. Gelisah menurun - Berikan teknik non farmakologis
untuk mengurangi nyeri
(Aromaterapi, relaksasi otot
progresif)
- Fasilitasi istirahat dan tidur
Edukasi
- Anjurkan memonitor nyeri secara
mandiri
Kolaborasi
- Kolaborasi pemberian analgetik

DX 3. Hipervolemia berhubungan dengan retensi natrium (D.0022)


Luaran Intervensi
Luaran Utama : Manajemen Hipervolemia
Observasi
- Asupan cairan meningkat - Periksa tanda dan gejala
- Haluan urine meningkat hypervolemia (mis. Ortopnea,
- Kelembaban membrane mukosa dispnea, edema, JVP/CVP
meningkat meningkat, refleks hepatojugular
- Asupan makanan meningkat positif, suara napas tambahan)
- Edema menurun - Identifikasi penyebab
- Asites menurun hipervolemia
- Dehidrasi menurun - Monitor status hemodinamik
(mis. Frekuensi jantung, tekanan
darah, MAP, CVP, PAP, POMP,
CO, CI) jika tersedia
- Monitor intake dan output cairan
- Monitor efek samping deuretik
(mis. Hipotensi ortortostatik,
hypovolemia, hipokalemia,
hyponatremia)
- Monitor tanda peningkatan
tekanan onkotikplasma (mis.
Kadar protein dan albumin
mengingkat)
Terapeutik
- Timbang berat badan setiap hari
pada waktu yang sama
- Batasi asupan cairan dan garam
- Tinggikan kepala tempat tidur
30°-40°
Edukasi
- Anjurkan melapor jika haluaran
urine <0,5 ml/kg/jam dalam 6
jam-Anjurkan melaporkan jika BB
bertambah >1 kg dalam sehari
- Ajarkan cara mengukur dan
mencatat asupan dan haluaran
cairan
Kolaborasi
- Kolaborasi pemberian diuretik
- Kolaborasi penggantian
kehilangan kalium akibat deuretik