Anda di halaman 1dari 6

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KOMUNITAS DENGAN KOPING

KOMUNITAS TIDAK EFEKTIF

Disusun Oleh :

Kelompok 14 dan 15

1. Shinta Mayangsari (G3A020068)


2. Lia Anis Syafa’ah (G3A020069)
3. Diah Ayu P (G3A020070)
4. Furqan Syakban N (G3A020071)
5. Deddy Ramadhan (G3A020072)
6. Siti Mukharomah M.H (G3A020073)
7. Frscha Ayudya (G3A020074)
8. Eka Sarima (G3A020075)
9. Aullia Firodhatul J. (G3A020076)
10. Siti Dyah Harum (G3A020077)

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG

2021
A. Pengkajian

1. Lingkungan Fisik
a. Perumahan
Hasil tabulasi data diperoleh seluruh rumah masyarakat merupakan bangunan rumah
permanen. Sebanyak 80% rumah memiliki ventilasi yang cukup baik. Dan sebanyak
90% rumah memiliki pencahayaan yang terang sehingga matahari dapat masuk
maksimal ke dalam rumah karena 80% memiliki rumah yang berjarak.
b. Pekarangan
Pekarangan disekitar warga memanfaatkan lahan di pekarangan dijadikan kandang
hewan ternak sebanyak 60% dan sebagai kebun sebanyak 20%. Pekarangan disetiap
rumah warga ada yang bersih namun sebagian juga ada yang sebagian sampah
berserakan di pekarangan.
c. Sumber Air
Sumber air warga untuk minum, dan masak sebanyak 70% berasal dari PDAM.
Kebutuhan air untuk MCK warga menggunakan air yang berasal dari PDAM sebanyak
60%. Keadaan air bersih, tidak berbau, tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak ada
endapan. Jarak sumber air dengan penampungan limbah warga dilokasikan lebih dari
10 meter. Kondisi bak mandi dan penampungan air warga mayoritas dalam kondisi
terbuka dan namun untuk waktu membersihkan tidak menentu.
d. Pembuangan Kotoran Manusia
Jenis tempat pembuangan kotoran manusia mayoritas menggunakan WC yang dimiliki
masing-masing kepala keluarga dalam keadaan bersih, tidak berbau dan tidak
berlumut.
e. Pembuangan Sampah
Mayoritas warga membakar sampah disekitar rumah namun ada sebagian yang diambil
oleh petugas. Keadaan tempat pembuangan juga banyak yang belum tertutup dengan
kondisi ditemukan vektor seperti lalat, kecoa, tikus, nyamuk. polusi yang berada
dilokasi masyarakat rata-rata berasal dari limbah rumah tangga.

2. Pelayanan Kesehatan/Sosial
Jenis pelayanan kesehatan/sosial yang ada dimasyarakat berupa Puskesmas dan ada
dokter keluarga. Keadaan mutu dan pelayanan kesehatan yang ada dinilai kurang baik
oleh masyarakat. Masyarakat mengaku tidak terlibat dalam penggunaan jasa pelayanan.
Kegiatan pelayanan kesehatan yang sering dilakukan adalah Posyandu yang di nilai
kurang baik oleh masyarakat.
Warga biasa berobat ke puskesmas dan sebagian kecil di dokter keluarga. Sebelum
warga berobat biasanya warga beli obat yang dijual bebas terlebih dahulu untuk
mengatasi masalah kesehatan yang dialami. Sumber pendaan kesehatan keluarga sebagian
besar berasal dari Jamkesmas dan sisanya berobat dengan biaya pribadi. Penyakit yang
paling sering muncul di masyarakat dalam 6 bulan terakhir yaitu hipertensi. Warga
kurang mengetahui tentang keluhan maupun penyakit yang dialami.
Dalam kebiasaan sehari-hari sebagian besar warga menyajikan makanan dengan
tertutup sehingga makanan yang disajikan tidak terkontaminasi oleh lalat, dan mencuci
bahan makanan dahulu sebelum memasaknya. Sebagian masyarakat mempunyai
kebiasaan tidak mencuci tangan menggunakan sabun disetiap melakukan kegiatan dan
tidak mengetahui tetntang pola yang hidup bersih dan sehat.

3. Ekonomi
Sarana perekonomian yang ada dalam masyarakat yaitu wirausaha dengan membuka
toko/warung dan berjualan di pasar, masyarakat berpendapat bahwa hal tersebut cukup
bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pengeluaran rata-rata keluarga
perbulan khususnya dalam kesehatan sebesar Rp. 1.200.000 - 2.000.000. Meskipun
demikian, terdapat iuran wajib yang dibebankan kepada warga sehingga warga kurang
setuju dengan kebijakan yang diberikan oleh pemerintahan desa.

4. Keamanan Dan Transportasi 


Keadaan jalan di wilayah masyarakatsemua jalan sudah cukup baik, namun masih ada
beberapa jalan yang kondisinya tanah berlubang dan terdapat genangan air. Alat
transportasi yang digunakan warga yang sering digunakan adalah  motor dan mobil.
Mayoritas warga menggunakan sepeda motor. Sistem penjagaan keamanan warga
memiliki sistem poskamling, namun tidak berjalan dengan baik karena belum adanya
petugas keamanan secara resmi.

5. Politik Dan Pemerintahan 


Dari hasil laporan masyarakat mengatakan adanya susunan struktural seperti ketua RW,
ketua RT serta sekertaris dan bendahara. Dalam masyarakat terdapat jenis kelompok
sosial seperti PKK, karang taruna dan IRMAS.
6. Komunikasi
Cara penyampaian informasi disampaikan melalui speaker atau mikrofon masjid dimana
informasi disampaikan secara lisan dan langsung, serta biasanya pada waktu pagi.
Masyarakat dalam menanggapi informasi yang diberikan memberikan respon cukup baik.
Tempat untuk mendapatkan informasi biasanya melalui mesjid.

7. Pendidikan
Jenjang pendidikan masyarakat rata-rata yaitu SMP. Sarana pendidikan yang ada di
masyarakat terdapat sekolah ( MI, SD, SMP, SMA), bimbingan belajar, dan TK-TPA.
Jenis kegiatan di sekolah yaitu UKS.

8. Rekreasi
Masyarakat dalam kegiatan rekreasi menganggap cukup penting hal tersebut. Sarana
rekreasi yang ada seperti taman dan kolam renang. Masyarakat sebagian besar melakukan
kegiatan rekreasi saat waktu yang tak tentu, tergantung pada situasi dan kondisi.
Masyarakat biasanya melakukan kegiatan rekreasi di luar rumah dan sebagian besar
dilakukan pada waktu tak tentu dengan lamanya sehari. Anggaran yang digunakan untuk
rekresi tidak ada.
B. Analisa Data

Masalah
No Data Fokus Penyebab
Keperawatan

1  Masyarakat merasa tidak puas dengan Program tidak Koping komunitas


program yang terdapat pada pelayanan mengatasi seluruh tidak efektif
kesehatan, dengan data dibawah ini : masalah kesehatan
- Keadaan kesehatan sosial yang ada 50% komunitas
kurang baik
- Mutu kesehatan sosial yang ada 50%
kurang baik
- Tanggapan masyarakat terhadap pelayanan
kesehatan kurang baik sebesar 70%
- Masyarakat tidak terlibat sebagai
pengguna jasa pelayanan sebesar 80%.
 Konflik masyarakat meningkat dengan data
dibawah ini :
- Tanggapan masyarakat terhadapa iuran
kemasyarakatan yang ada kurang baik
sebesar 70%
 Insiden masalah masayarakat tinggi (mis.
pembunuhan, pengursakan, terorisme,
perampokan, pelecehan, pengangguran,
kemiskinan, penyakit mental) dengan data
dibawah ini :
- Kondisi kemanan dimasyarakat ( angka
kriminalitas) kurang aman dengan data
sebesar 70% terutama kejadian pencurian
- Sistem penjagaan keamanan warga
memiliki sistem poskamling, namun
tidak berjalan dengan baik karena belum
adanya petugas keamanan secara resmi.
 Partisipasi masyarakat kurang dengan data
dibawah ini :
- Sebesar 80% masyarakat memiliki etos
kerja yang kurang baik
 Tingkat penyakit masyarakat meningkat
dengan data dibvawah ini :
- Penyakit yang paling sering dialami di
keluarga dalam 6 bulan terakhir yaitu
hipertensi 60%.
- Sebesar 70% masyarakat tidak memiliki
pengetahuan tentang keluhan/penyakit
yang terjadi.
- Sebesar 80% masyarakat memiliki
kebiasaan tidak mencuci tangan dengan
menggunakan sabun setiap melakukan
kegiatan dan tidak memiliki pengetahuan
tentang pola hidup bersih dan sehat
C. Rencana Keperawatan

Diagnosa
Tujuan dan
No Keperawata Intervensi Keperawatan
Kriteria Hasil
n
1. Koping Status Koping Manajemen Lingkungan Komunitas (I.14515)
komunitas Komunitas Observasi
tidak efektif (L.09089) - Melakukan screening resiko gangguan kesehatan
lingkungan
berhubungan Setelah dilakukan - Identifikasi faktor resiko kesehatan yang diketahui
dengan tindakan Terapeutik
program tidak keperawatan - Libatkan partisipasi masyarakat dalam memelihara
mengatasi diharapkan koping keamanan lingkungan
seluruh komunitas membaik Edukasi
masalah dengan luaran : - Promosikan kebijakan pemerintah untuk
kesehatan - Keberdayaan mengurangi resiko penyakit
- Berikan pendidikan kesehatan
komunitas komunitas - Informasikan layanan kesehatan ke individu,
meningkat keluarga, kelompok beresiko dan masyarakat
- Perencanaan Kolaborasi
komunitas - Kolaborasi dalam tim multidisiplin untuk
meningkat mengidentifikasi ancamankeamanan di masyarakat
- Pemecahan - Kolaborasi dengan tim kesehatan lain dengan
masalah program kesehatan komunitas untuk menghadapi
resiko yang diketahui
komunitas - Kolaborasi dalam pengembangan program aksi
meningkat masyarakat
- Sumber daya - Kolaborasi dengan kelompok masyarakat dalam
komunitas menjalankan aturan pemerinta
meningkat
- Insiden masalah
kesehatan
dalam
komunitas
menurun
- Partisipasi
masyarakat
meningkat