Anda di halaman 1dari 5

PENGKAJIAN KOMUNITAS (BETTY NEUMAN) DI RT 3 RW 1 DESA

RAJEK KECAMATAN GODONG KABUPATEN GROBOGAN

Disusun Oleh :

Lia Anis Syafaah

G3A020069

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG

TAHUN 2021
A. Lingkungan fisik
1. Perumahan.
- Luas rumah
Masyarakat RT 3 memiliki luas rumah yang berbeda-beda. Rata-rata luas
rumah lebih dari 10m x 10 m
- Jenis rumah
70% masyarakat memiliki rumah permanen sedangkan 30% yang lain
memiliki rumah non permanen
- Ventilasi :
Jarak antar rumah tidak padat dan berdempet, sehingga ventilasi di setiap
rumah cukup baik untuk keluar masuknya udara.
- Pencahayaan :
95% rumah di RW 3 memiliki jendela dan menggunakan genteng kaca
sehingga pencahayan di setiap rumah sangat baik
- Jenis lantai
Dari 25 rumah, 3 rumah masih berlantai tanah, 5 rumah berlantai plester
dan 17 rumah berlantai keramik
- Kebersihan dalam dan luar rumah, kepadatannya
Sebagian besar masyarakat masih kurang kesadaran dengan perilaku
hidup bersih dengan ditemukan banyaknya kotoran dan sampah yang
dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan seperti DBD.
- Vektor
Di sekitar lingkungan luar rumah terdapat banyak lalat dan tampak
adanya tikus sekitar got perumahan.

2. Pekarangan
Sebagian besar masyarakat masih kurang kesadaran dengan perilaku hidup
bersih dengan ditemukan banyaknya kotoran dan sampah yang dapat
mengakibatkan berbagai masalah kesehatan seperti DBD. Terdapat beberapa
rumah warga yang memiliki tanaman hias dan sedikit yang memiliki
tanaman obat.
3. Sumber air.
Masyarakat menggunakan air sumur untuk memasak, minum dan untuk
kebutuhan MCK. Sedangkan letak dari sumur/sumber air dengan got limbah
air kotor hanya berjarak kurang lebih 1 meter. Sebagian kecil masyarakat
menggunakan air isi ulang untuk memasak dan kebutuhan minum karena
masyarakat mengatakan air sumur tidak layak untuk dikonsumsi. Seluruh
masyarakat di Rt 3 memiliki bak mandi yang terbuka. Saat dikunjungi, ada
3 rumah yang di dalam bak mandinya terdapat jentik-jentik nyamuk.

4. Pembuangan kotoran manusia


Mayoritas masyarakat Rt 3 menggunakan jenis pembuangan kotoran
manusia dengan septic tank yang berada di luar rumah.

5. Pembuangan sampah
Masyarakat membuang sampah di kotak sampah di depan rumah dan ada
beberapa yang di belakang rumah. Tempat pembuangan sampah terbuka
sehingga banyak lalat di sekitar sampah. Masyarakat tidak memisahkan
sampah organik maupun anorganik. Masyarakat membersihkan sampah
dengan cara membakar sehingga menyebabkan polusi di sekitar.

B. Pelayanan kesehatan/sosial
Pelayanan kesehatan yang bisa diakses oleh masyarakat yaitu puskesmas,
praktik dokter dan bidan desa. Namun sebagian besar masayarakat lebih
memilih untuk datang ke bidan desa karena jaraknya yang terdekat dengan
rumah. Pelayanan yang diberikan berupa posyandu balita/anak, pos bindu, dan
posyandu lansia. Posyandu dilakukan setiap 2 bulan 1 kali guna untuk melihat
keadaan kesehatan anak, balita, dewasa dan lansia.

C. Ekonomi
Rata-rata masyarakat bekerja sebagai petani dan ada juga beberapa warga yang
membuka warung. Kategori pekerjaan warga di desa Rajek adalah PNS,
swasta, karyawan swasta, wiraswasta, dan petani. Mayoritas setiap bulan warga
memiliki pendapatan rata-rata < 2.5 juta dan mampu menyiapkan makanan
yang bergizi seperti telur, ayam, sayur-sayuran dan buah-buahan setiap
harinya. Di desa terdapat usaha kecil menengah (UKM) seperti beternak ayam
kampung untuk membantu menambah perekonomian masyarakat. Masyarakat
tidak tahu berapa nilai rata-rata pengeluaran perbulan untuk kesehatan.

D. Keamanan dan transportasi


Fasilitas keamanan masih belum tersedia seperti tidak adanya polisi atau
hansip, hansip hanya bertugas saat terdapat acara tertentu saja dan tidak adanya
alat pemadam kebakaran. Desa jauh dari jalan raya sehingga polusi udara tidak
terlalu pekat dan kondisi jalan desa sudah ada penerangan jalan dan terpasang
paving blok. Mayoritas masyarakat menggunakan transportasi berupa sepeda
motor dan sebagian masyarakat menggunakan mobil.

E. Politik dan pemerintahan


Setiap 5 tahun sekali masyarakat ikut berpartisipasi dalam pemilihan kepala
desa, presiden, dan pemilihan umum lainnya. Terdapat kelompok sosial seperti
perkumpulan ibu-ibu PKK dan perkumpulan pengajian di desa setiap bulan.
Kelompok ini dibentuk oleh anggota pemerintahan desa. Dalam pemilihan
ketua kelompok sosial yang ada dilakukan oleh perangkat desa setempat.
Dalam bidang kesehatan, pemerintah sudah mengadakan kegiatan posyandu
balita/anak, posbindu, posyandu lansia yang dinaungi oleh puskesmas.

F. Komunikasi
Media komunikasi yang digunakan oleh masyarakat adalah handphone dan
arisan sebagai sarana menjaga silaturahmi antar masyarakat desa. Didapati
bahwa sebagian masyarakat enggan untuk berkonsultasi dengan tenaga
kesehatan karena menganggap remeh akan penyakit yang dialaminya.
Pemerintahan desa setempat melakukan cara penyampaian informasi kepada
masyarakat melalui speaker masjid sehingga dapat didengar seluruh
masyarakat desa.

G. Pendidikan
Sebagian masyarakat memiliki pendidikan terakhir sekolah menengah atas.
Namun terdapat beberapa yang hanya lulusan sekolah dasar. Terdapat 3 sarana
pendidikan formal di dalam desa yaitu play group, taman kanak-kanak, sekolah
dasar, madrasah ibtidaiyah dan madrasah dinniyah namun tidak terdapat sarana
pendidikan informal. Di sekolah dasar diadakan pendidikan kesehatan seperti
kegiatan dokter kecil dan uks.

H. Rekreasi
Tidak tersedia tempat rekreasi di sekitar lingkungan masyarakat. Sebagian
besar masyarakat melakukan rekreasi di desa seperti rekreasi di tempat-tempat
wisata. Dalam kelompok sosial memiliki anggaran khusus untuk melakukan
rekreasi di setiap tahunnya.