Anda di halaman 1dari 46

Mata Kuliah:

ANTENA &
PROPAGASI

Oleh: Budi Aswoyo


TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)

ü Mengenal fungsi dan parameter-parameter antena


ü Menjelaskan macam-macam antena yang sering
digunakan dalam dunia telekomunikasi.
ü Memahami prinsip kerja radiasi dari suatu antena
(sebagai dasar: antena dipole)
ü Antena array dan mekanisme kerja
ü Memahami mekanisme propagasi gelombang di
udara
ü Dapat merancang ketinggian suatu antena dalam
lintasan LOS
ü Merancang lintasan LOS dan menentukan kinerja
sistem

2
SILABUS:

§ Pendahuluan antena § Eksitasi amplitudo uniform


§ Dasar Radiasi Antena § Pencatuan array
§ Radiasi dipole pendek § Dasar-dasar Popagasi
§ Antena Dipole λ/2 § Propagasi gelombang
§ Antena kelipatan dipoleλ/2 § Gelombang LOS
§ Antena Array § Dasar Perancangan Link
§ Antena Array dengan Fasa Radio LOS
Distribusi Uniform § Perancanagan Link Radio
§ Elektronik Scanning Array LOS
§ Perhitungan lintasan
propagasi

3
DAFTAR PUSTAKA

[1] Balanis, C.A., Antenna Theory: Analysis and Design, Third Edition,
Harper & Row, New York, 2005.
[2] Collin, R.E., Antennas and Radiowave Propagation, McGraw-Hill,
New York, 1985.
[3] Fawwaz T.Ulaby, Fundamentals of Applied Electromagnetics, 2001
Ed., Printice Hall International, Inc., 2001.
[4] Ishimaru, A., Electromagnetic Wave Propagation, Radiation and
Scattering, Prentice Hall, Upper Saddle River, New Jersy, 1991.
[5] Kraus, J.D, Antennas, 2th ed., McGraw-Hill, New York, 1988.
[6] Sander, K.F. and G.A.L. Reed, Transmission and Propagation of
Electromagentic Wave, 2nd ed., Cambridge University Press,
Cambridge, England, 1986.
[7] Stutzman, W.L. and G.A. Thiele, Antenna Theoary and Design,
John Wiley & Sons, New York, 1981.

4
ANTENA
(Pendahuluan)

Antena
Gelombang EM

Udara
Kabel

Info
Pemancar/
masuk/
Penerima
keluar

5
Definisi Antena
Antena disebut juga Areal adalah:
perangkat yang berfungsi untuk memancarkan atau
menerima gelombang elektromagnetik (EM) dari media
kabel ke udara atau sebaliknya udara ke media kabel.
Syarat-syarat antena yang baik:
ì mempunyi efisiensi pancaran yang baik ( di atas 50 %)
ì mempunyai impedansi input yang sesuai (matched) dengan
impedansi karakteristik kabel pencatunya (SWR < 2)
ì dapat meradiasikan dan menerima energi gelombang radio
dengan arah dan polarisasi yang sesuai dengan aplikasi yang
dibutuhkan

6
Ilustrasi kerja Antena

7
Ilustrasi kerja Antena (2)

8
Ilustrasi kerja Antena (3)

9
Ilustrasi kerja Antena (5)
Garis-garis medan listrik
Antena

Radiasi Radiasi
gelom- gelom-
bang bang
EM EM

10
Ilustrasi kerja Antena (6)

11
Parameter penting Antena

ì Pola radiasi
ì Polarisasi
ì Efisiensi
ì Gain
ì Impedansi Input
ì Lebar band frekuensi
(Bandwidth)

12
Pola Radiasi
Pola radiasi adalah pernyataan secara grafis yang
menggambarkan sifat radiasi dari antena (pada
medan jauh) sebagai fungsi dari arah
arah arah

Dua dimensi Tiga dimensi


13
Ilustrasi Pola Radiasi
Koordinat polar
(polar plot)

Antena Pola radiasi


14
Keterangan Pola Radiasi (1)

1.0
Lobe sisi 0.8
(side lobe) 0.6

Lobe kecil 0.4


(minor lobes) Half Power
Lobe belakang Beam Width
(back lobe) (HPBW)

Lobe sisi
(side lobe) Titik setengah daya
(Half power point)
Pancaran utama
(Main lobe/ main
beam)
15
Keterangan Pola Radiasi (2)
ì Beam utama (main beam) atau lobe utama (main lobe)
adalah pancaran utama dari pola radiasi suatu antena
ì Lobe kecil (minor lobes) adalah pancaran-pancaran
kecil selain pancaran utama dari pola radiasi antena
ì Lobe sisi (side lobes) adalah pancaran-pancaran kecil
yang dekat dengan pancaran utama dari pola radiasi
antena
ì Lobe belakang (back lobe) adalah pancaran yang
letaknya berlawanan dengan pancaran utama dari pola
radiasi antena
16
Keterangan Pola Radiasi (3)
ì Titik setengah daya (Half power point) adalah suatu titik pada
pancaran utama yang mempunyai nilai daya separoh dari harga
maksimumnya.
ì Haf power beam width (HPBW) adalah lebar sudut yang
memisahkan dua titik setengah daya pada pancaran utama dari
pola radiasi.
ì Front to back ratio adalah perbandingan antara daya maksimum
yang dipancakan pada lobe utama (main lobe) dan daya pada
arah belakangnya

ì Cross polarisation ratio adalah perbandingan antara daya pada


saat antena menerima gelombang dengan polarisasi vertikal dan
pada saat menerima dengan polarisasi horisontal

17
Penamaan Antena

Penamaan antena berdasarkan pola radiasi:


ì Antena Broadside = antena yang mempunyai pancaran
utama (main beam) sejajar dengan bidang yang memuat
antena
ì Antena Endfire = antena yang mempunyai pancaran
utama (main beam) sejajar dengan bidang yang memuat
antena
ì Antena Intermediate = antena yang mempunyai pancaran
utama (main beam) sejajar dengan bidang yang memuat
antena

18
Ilustrasi Penamaan Antena

Pancaran Pancaran
utama utama
90o
Bidang antena
Bidang antena
Antena endfire
Antena broadside Pancaran
utama

90o < sudut < 0o


Antena endfire
Bidang antena
19
Ilustrasi Pancaran (beam) Antena

beam antena daaerah cakupan


(covered area)

beam antena
20
Pola Omni Directional

21
Pola Directional

22
Bidang Pola Radiasi

Penamaan bidang pola radiasi antena:


ì Bidang elevasi = pola radiasi antena yang
diamati dari sudut elevasi
ì Bidang azimuth = pola radiasi antena yang
diamati dari sudut azimuth
ì Bidang E = bidang medan listrik dari pola
radiasi antena
ì Bidang H = bidang medan magnet dari pola
radiasi antena

23
Bidang Elevasi dan Azimuth

Bidang
elevasi

Bidang azimuth

24
Pola Radiasi Dipole λ/2

F(φ)

Bidang elevasi = Bidang azimuth


Bidang E = Bidang H
25
Polarisasi Antena

Antena Gelombang EM

Kabel Medan listrik

Info
Pemancar/
masuk/
Penerima Permukaan tanah/bumi
keluar

26
Definisi Polarisasi Antena
ì Polarisasi antena ditentukan oleh polarisasi gelombang
yang dipancarkan oleh antena atau oleh efektivitas antena
dalam dalam menerima gelombang
ì Penamaan polarisasi antena ditentukan oleh arah medan
listrik (E) gelombang yang dipancarkan oleh antena
terhadap bidang permukaan bumi/ tanah
ì Jika antena lebih efektif menangkap gelombang yang
berpolarisasi horisontal = antena horisontal
ì Jika antena lebih efektif menangkap gelombang yang
berpolarisasi vertikal = antena vertikal

27
Polarisasi and Orientasi (1)

Given: A cellular phone base station with a vertical dipole antenna


at the top, and a cellular phone user nearby.

Imagine someone in their


backyard pool, talking on
the phone and sunning
themselves. Their cell
phone is oriented such that
the antenna is horizontal, as
shown in the figure. Is their
reception: ???

28
Polarisasi and Orientasi (2)

Now consider the same person, who


has stood up so that their cell phone
is oriented vertically, and moved so
that they are directly under the base
station antenna, as shown in the
figure. Note that the tip of their
antenna is pointing directly towards
the tip of the base station antenna. Is
their reception: ???

29
Penguatan (Gain) Antena

Pancaran

Pancaran

Pancaran
utama

utama

utama
Antena 1 Antena 2 Antena 3
ì Jika ketiga antena mempunyai efisiensi radiasi dan daya
input yang sama, maka pada arah tertentu kuat daya antena 3
lebih besar dari antena 2 lebih besar dari antena 1
ì Dikatakan penguatan (gain) antena 3 lebih besar dari antena 2
lebih besar dari antena 1
30
Efisiensi Radiasi
Efisiensi radiasi (eff) adalah perbandingan antara daya yang
diinputkan ke terminal catu (feeder) nya (P input) dengan
daya yang diradiasikan (P radiasi) oleh antena
Antena
P input P radiasi
P radiasi eff =
P input

31
Antena Isotropis

Antena Isotropis adalah antena titik yang meman-


carkan daya ke segala arah dengan intensitas
yang sama besar
Kerapatan daya rata-
rata pada jarak R:
R
Pt Pt
Prata2 =
2
Isotropis 4πR

32
Definisi Penguatan (Gain) Antena
ì Peguatan (Gain) antena berbeda dengan gain penguat (amplifier)

ì Peguatan (Gain) penguat (amplifier) perbandingan antara


daya output dan daya input

rah
A Peguatan (Gain) adalah
R panguatan daya radiasi yang
diberikan oleh antena (riil)
Pt pada arah tertentu dibanding
Antena riil dengan antena isotropis

33
Perhitungan Gain

ì Bila pada arah tertentu mempunyai penguatan daya


sebesar G, maka:
Pt
Prata2 (arah tertentu) = G x
4πR 2
ì Dan dikatakan bahwa antena tersebut mempunai gain
sebesar G kali dari antena isotropis.

Gain (dB) = 10 log G

34
Contoh pernyataan gain

35
Impedansi Input
ì Impedansi Input antena adalah impedansi antena di
terminal catu (feeder) nya

ì Impedansi Input = perbandingan antara tegangan dan


arus di terminal input atau catu (feeder)

Impedansi Input

36
Ilustrasi Gelombang Berdiri
Gelombang datang
Antena
Kabel (Zo) (Zin)
Tidak ada gelombang pantul
Zin = Zo (matched)
Gelombang datang
Antena
Kabel (Zo) (Zin)
Ada gelombang pantul Zin = Zo
GELOMBANG BERDIRI (missmatched)
(STANDING WAVE)

37
Pengertian SWR
SWR (standing wave ratio) adalah perbandingan tegangan
maksimum dan minimum gelombang berdiri
Besar SWR (standing wave ratio) dapat dicari dengan
persamaan :

1+ K K = besar koefisien
SWR = pantul (tegangan)
1− K

0 ≤ K ≤1 1 ≤ SWR ≤ tak hingga


Matched Terbuka/Hubung
singkat

38
Komentar tentang SWR

39
Penyesuaian Impedansi
(Matching Impedance)
Penyesuaian impedansi (matching impedance) adalah suatu
upaya untuk menyesuaikan impedansi antena dengan impe-
dansi karakteristik saluran

Gelombang datang
Rangkaian
Antena
maatching
Kabel (Zo) impedance (Zin)

Zo Zin Zin = Zo
(missmatched)

40
Lebar band frekuensi
(bandwidth)
Lebar band frekuensi (bandwidth) antena adalah range frekuensi
kerja dimana, antena masih dapat bekerja dengan efektif.

• • BW = fU - fL
2,00
fU - fL
BW = %
SWR

fU
X BW = leber band frekuensi

1,0 fU = frekuensi atas


fL = frekuensi bawah
0
fL fC fU frekuensi
BW
41
Contoh penampilan lebar band frekuensi

42
Satuan panjang gelombang

Untuk menentukan ukuran suatu antena digunakan


ukuran panjang gelombang atau λ (dibaca: lamda)
8
3×10
λ=
f
Dengan demikian semakin tinggi frekuensi kerja
suatu antena, maka dimensi antena tersebut semakin
kecil

43
Antena Yagi

Contoh ukuran
antena Yagi dalam
satuan panjang
gelombang (λ)

44
Penutup

TERIMA KASIH

Wassalam Wr.Wb.

45
46