Anda di halaman 1dari 45

Teori PSA

Macam endodontic treatment

• Konvensional

• PC
• Apeksifikasi (nonvital) - diletakan di 1/3 apikal
• Apeksogenesis (gigi vital) - diletakan di ruang
pulpa

•Menutup sendiri dengan proses fisiologi


• Pemberian MTA
• root canal treametment (PSA)
• Pulpotomi -> utk apeksogenesis, apikal blm
PSA

• Teknik step back


• akar sempit dan bengkok 1/3 apikal


• Kelebihan

• membentuk glide path pada akar bengkok 1/3


apikal
• Kekurangan

• Irigrasi apikal susa


• lebih banyak resiko debris terdorong ke
apikal
step back

• MAF

• file terbesar yg bs msk


• Cari IAF

• file yg terasa fit/ biasa di atas maf 3 nomor


• setelah itu naikan file bertahap tiap 1mm
tergantung jumlah akar yg bengkok
• stlh itu paling atas sesuaikan dengan syarat
preparasi
• FAF -> file terakir yg digunakan
Single visit endodontic

• tidak ada kelainan periapikal akut/pembengkakan


• karena ada bakteri yg sudah masuk apikal
sehingga tidak dapat diatasi dengan chlorhexidin
saja??
• chlorhexidin digunakan terakir setelah naocl dan
edta,, setiap pergantian di bilas aquades steril
Kasus

• Fistula -> gutap dimasukan ke fistule kemudian


foto Ro untuk mengetahui asal abses dr gigi mana
Tahapan pengerjaan

• Anestesi infiltrasi pada bagian bukal gigi 46 dan


gingival polip di eksisi dengan scalpel, kemudian
luka di tekan menggunakan tampon yang sudah
diberi yon gliceryn

• Control of pain -> anestesi


• Relief of pain -> pemberian obat
Pembuatan cavity entrance dan
mencari orifice
• Pembungan karies dengan round bur kecil dan
pembukaan akses dengan bur endoacces sampai
mencapai ruang pulpa
• Pembukaan atap ruang pulpa diteruskan dengan
diamond bur sampai akses masuk ke orifice terbuka
• Buat dinding (rewalling) didaerah distal menggunakan
matriks dan RMGIC (Resin modified glass ionomer
cement)
• Orifice ditutup dengan paper point kemudian pasang
isolator karet (rubberdam) pada daerah kerja

• gigi bawah pers


• acces opening selesai jika orifice terlihat, semua atap
pulpa terambil, ada akses lurus (straigh line)
Pembuatan cavity entrance

• Membuang atap pulpa


• menemukan orifice
• menemukan rootmap
• straight line

Ekstirpasi

• dengan jarum ekstripasi dengan gerakan filling,


masuk dengan didorong dan tekan tanpa di putar
kemudian ditarik
Preparasi 2/3 koronal SL

• Preparasi 2/3 dari Panjang kerja estimasi


• Gunakan k file #10 kemudian 15# pada saluran
akar mesiobukal, mesiolingual, dan distal
• Selanjutnya dengan teknik Crown down pelebaran
menggunakan file protapper hand use S1
kemudian S2 pada setiap saluran akar
• Tiap pergantian file diirigrasi menggunakan
NaOCL 2,5% sebanyak 2,5 ml

• Gerakan File watch winding: masuk searah jarum


jam kemudian dikeluarin berlawanan arah jarum
jam
• Gerakan protaper reaming: dimasukan searah
Penentuan panjang kerja/DWF
• Penentuan panjang kerja dengan menggunakan foto radiografi dan dapat dikonfirmasi
dengan apex locator.
• K file #20 dimasukan ke SA distal
• K file #15 dimasukan ke SA mesiobukal
• K file #15 ke mesiolingual
• Diukur sesuai dengan panjang kerja estimasi masing-masing, kemudian diberi rubber
stopper. Setelah itu diambil gambaran radiograf sehingga panjang kerja sebenarnya
dapat ditentukan
• PK -1 mm agar tidak merusak apikal konstriksi
• Hasil PK distal 23mm, mesiobukal dan mesiolingual 22mm
Preparasi 1/3 apikal SL

• Preparasi sesuai dengan panjang kerja tiap saluran


akar dimulai dari k file #10,#15 kemudian
protapper S1, S2, F1, F2 dan diakhiri k file #25
• Setiap pergantian file diirigrasi dengan larutan
NaOCL 2.5% sebanyak 2,5 ml dan file dilumasi
EDTA

• S untuk membentuk, F untuk membentuk dan


menghaluskan
• Setiap pergantian shaping “F” di rekapitulasi
dengan k file seukuran untuk mempertahankan
panjang kerja.

Tanda preparasi selesai ?

• sal akar cukup diisi pengisian


• cukup halus lebar
• trial gutap terasa initial fit
• waktu foto trial sudah sesuai panjang kerja

• terbaru pada CDP: cek dengan file terakir ada


tugback sudah selesai (terasa tahanan)
Trial gutap

• Pengepasan gutap perca #F2 yang ditandai sesuai panjang


kerja masing-masing untuk tiap saluran akar, kemudian
dilakukan pengambilan foto radiografi periapikal
Sterilisasi/dressing saluran akar

• Sterilisasi intrakanal menggunakan kalsium


hidroksida (CaOH2) yang dimasukan
menggunakan tip 3mm diatas panjang kerja
kemudian deponir perlahan sambil ditarik,
kemudian kavitas ditutup restorasi sementara dan
kontrol setelah 2 minggu
• Pada jurnal case report tidak dilakukan strerilisasi
saluran akar menggunakan CaOH2. Saluran akar
didesinfeksi dengan klorheksidin 2% selama 1
menit
Syarat sterilisasi

• Tidak ada keluhan


• perkusi bite test, jaringan sekitar baik
• tidak ada eksudat
• tumpatan sementara baik
Pengisian saluran akar

Teknik obturasi single cone

Gutap perca distrelisisasi dengan dicelupkan ke dalam
larutan NaOCL 2.5% selama 1 menit kemudian di bilas
menggunakan aquadest steril

Sealer (endometason dan eugenol) dimasukan ke dalam
saluran akar menggunakan lentulo yang dipasang rubber
stopper sesuai panjang kerja dengan arah berlawanan jarum
jam

Kemudian guta perca dikondensasikan dalam saluran dan
dipotong dibawah orifice 1-2mm dengan eskavator

Pemeriksaan hasil obturasi saluran akar dengan pengambilan
radiografi, hasil menunjukan pengisian yang hermetis,
setelah itu orifice ditutup dengan basis dan tumpatan
sementara


Dipotong 2 mm dibawah orifice utk mencegah perubahan
warna.. karena dentin sudah tipis dan enamel translusen sehg
gutap akan terlihat
Kontrol
• Kontrol dilakukan 2 minggu kemudian
• Pemeriksaan subjektif: tidak ada keluhan sakit
• Pemeriksaan obyektif: tumpatan sementara masih utuh , perkusi (-), fistula (-)
• Pemeriksaan radiografi: masih terlihat rambaran radiolusen pada furkasi dan
sekitar akar mesial
• Dilanjutkan preparasi onlay PFM

• Kontrol ke II dilakukan 2 bulan setelah kontol I, Insersi Onlay PFM


• Kontrol III dilakukan 2 bulan setelah kontrol II.


• Pemeriksaan subyektif tidak adakeluhan
• Pemeriksaan obyektif: restorasi onlay utuh, oklusi baik, perkusi (-) palpasi
ada jaringan pendukung
• Radiografi: masih terlihat sedikit gambaran radiolusen
Tugas
• Perbedaan gingiva polip dan pulpa polip? Dari foto Ro
gmn?
• Macam-macam obat strelisisai dan durasi nya
• Perbedaan Ca(OH)2 untuk PC, strelisasi SA, Pengisian
SA
• CaOH2 sterlissasi efek apa aja? Bakteriostatik atau
bakteriosida?
• Cara strelisasi
• Cara irigrasi? konsentrasi berpengaruh? Alat bahan
yang dipakai?
• NaOCL 2.5 konsentrasi kenapa? Harusnya konsentrasi
mulai dari brp?
Perbedaan pulpa polip dan gingiva
polip?

Tekstur: Pulpa polip lebih kasar, polip gingiva halus seperti
gingiva

Warna: pulpa polip warna merah tua dan gelap, gingiva
polip: merah muda
• Lokasi: pulpa polip: berada di tengah gigi yang perforasi,
gingiva polip: berasal dari gingiva umumnya pada proximal
atau furkasi (-)
• Kepekaan: pulpa polip mudah berdarah, gingiva polip tidak
mudah berdarah

Vitalitas: pulpa polip (+), gingiva polip (+/-)
Bentuk preparasi Open cavitas

• RA

• I-C -> segitiga terbalik


• P1 2 akar-> oval?
• P2-> oval?
• M -> segitiga
• RB

• I-C -> segitiga terbalik


• P1 - P2 -> Oval
• M1 -> segitiga -> trapezoid
Preparasi

• Cara gerakan file


• K file
• Protapper
BAHAN IRIGRASI


H2O2 3%

Chlorhexidin 2%
• NaOCL 2,5% , 5.25% untuk SVE
• Urea peroxide 10%

Ultrasonic irrigation

Newer irrigant

Normal saline 0.9%

Aquadest steril H20

Iodin 1.5%
• Urea 30%
• Edta 17%


Konsentrasi tinggi -> makin efektif -> makin toksik

syarat biokompatibiltas dan melarutkan organik/anorganik

fungsi bahan irigrasi


membersihkan jar nekrotik anorganik dan organik,

membantu kerja instrumen agar bs menjangkau daerah panjang kerja

membantu mensterilkan sal akar
Mengapa konsentrasi NaOCL 2.5%?
Dan mulai konsenstrasi berapa?
• Mulai konsentrasi 0.5 – 5.25%
• 2.5% karena efek antimikrobial dan efek
melarutkan jaringan organik (protein/jaringan
nekrotik,) bkn anorganik (smear layer/ ca dll)
• Konsentrasi semakin tinggi, efek nya semakin
meningkat dan semakin cepat
H2O2 3%

• mengandung onasen mekanisme menghasilkan


bubling action mendorong debris dan partikel jar
nekrotik ke permukaan (secara mekanik)
• mengapa setelah itu harus dibilas dengan
aquadest/h20?

• jika di tumpat sementara bs sakit karena


meninggalkan efek berbusa dan menekan,
sehingga harus di bilas
• bisa terdorong ke periapikal
• jarang digunakan
Chlorhexidin 2% (0,2% utk obat
kumur)
• antibakterial broad spectrum
• konsentrasi rendah bakteriostatik
• konsentrasi tinggi bakteriosida
• sebelum di beri chlorhexidin di kasi naocl atau
h2o2 karena chlor tidak dpt melarutkan jar organik
dan anorganik
• kekurangan

• tidak bisa melarutkan jar organik dan anorganik


• kurang efektif thd gram negatif
EDTA 17%

• Menghambat bakteri
• Melarutkan dentin dengan membentuk ikatan
dengan Ca2+
• tidak dapat digunakan bersama NaOcl -> Cl
berkurang sehingga efek antibakteri menurun
• Bentuk gel diulas ke file
Normal saline 0,9%

• sebagai final rinse


• tidak ekstrusi ke periapikal karena tekanan
osmotik saline = tek osmotik darah
aquadest steril H20

• final rinse
Cara irigrasi

Menggunakan jarum close ended side vented no.25-27
• Jarum di bengkokan 30 derajat

Masukan larutan ke dalam SA secara pasif dan
perlahan

Jarum tidak boleh nyangkut di SA dan harus ada back
flow


Masukan ujung jarum sampai terasa tahanan

Tarik 2-3 mm
• Irigrasi SA secara pasif sambil ditarik keluar

Bersihkan cairan irigrasi SA dengan paper point
STRELISISASI/DRESSING

Golongan fenol


Fenol
• paraklorofenol

cmcp

Chkm


Masa aktif 3-7 hari

Chresophene


Masa aktif 3-7 hari

Cresatine
• Pulperil

Aldehid


TKF (Trikresol formalin)
• Formokresol

Halogen

Golongan antibiotik
• CaOH


Masa aktif 7-14 hari

Minyak esensial: eugenol
FUNGSI/TUJUAN/SYARAT

• fungsi dan tujuan


• membnutuh bakteri dan menghambat


pertumbuhan bakteri
• Syarat

• tidak mengiritasi
• efek antimikroba
• tidak mnimbulkan perubahan wanra gigi
• biokompatibilas
CaOH/ metapex
• Bakteriosidal
• efek pada jaringan yang berkontak langsung
• Ion OH merusak dinding sel bakteri (LPS) sehingga bakteri
lisis
• Ion Ca beperan dalam merangsang kalsifikasi penutupan
apex??? digunakan jika ada abses??
• PH tinggi (basa kuat 12.5-12.8)tidak mengiritasi
• CaOH sulit larut dan berdifusi dalam saluran akar sehingga
sitotoksisitasnya hanya terbatas pada jaringan yang kontak
• waktu kerja panjang minimal 7 hari

• aplikasi dengan lentulo/syringe


• bersihkan dengan k file dan irigrasi aquadest
Golongan fenol

• ChKM

• diperlukan uap nya


• bersifat toksik dan iritatif
• masa kerja pendek 3-7 hari (kekurangan)
• Cresophene

• Mmeiliki sifat antibakteri lebih baiik dr chkm


• Mengandung kortikosteroid sehingga dapat
mengurangi inflamasi
• bs mengiritasi dan masa kerja pendek 3-7 hari

Perbedaan CaOH2 untuk
PC,stelisisasi SA, dan pengisian SA
• PC: CaOH terdiri dari 2 sediaan yaitu base dan katalis, dgn
merk dagang dycal


Base: CaOH 50%, Zinc oxide 10%, sulfoamide 40%

Katalis: Butylene glycol disalsilat 40% dan kalsium sulfat ->
untuk mineralisasi dan membantu kalsifikasi


Sterilisasi: sediaan pasta, merk dagang metapex (Caoh2 dan
iodiform)


Terdapat analgesik, antiseptik, dan definsektan)


Pengisian SA: merk dagang AH plus (CaOh + ca tungsen)


Terdapat tungsen sehinga tampak radiopak pada foto radiogarfi

Terdapat resin +formaldehide untuk membentuk sementum


Cara sterilisasi
• Keringkan saluran akar
• CaOH2 dimasukan dengan syringe tip 3 mm
dibawah panjang kerja kemudian deponir perlahan
sambil di tarik
PENGISIAN/OBTURASI

• kombinasi gutap dengan pasta


• Pasta

• CaoH

• Merangsang penutupan apikal


• kekurangan bisa larut - jd kosong
• AH+

• warna baik, srinkage baik, sealing baik



Syarat dilakukan pengisian

• Tidak ada keluhan


• perkusi bite test, jaringan sekitar baik
• tidak ada eksudat
• tumpatan sementara baik
Macam bahan pengisi

• bahan padat

• Guttap percha point


• Ag point/ sliver cone
• acrilyc cone heat cure
• Plastis

• Acrilic cold cure


• amalgam
• gutap dilunakan/dipanaskan
• Semen
Gutap percha

• Adaptasi dalam SA baik


• Biokompatibilitas baik
• radiopak
• tidak bisa steril tp bs di densinfeksi di naocl
5,25%/h202/alkohol

• Kekurangan

• Mudah diplacement oleh tekanan


• Kmempuan adesif kurang (dibantu dengan
selaer pasta dan semen)
Sealer/pasta saluran akar

• ZnoE -> toxic utk jaringan periapikal


• CoOH2

• Metaapex
• Induksi penutupan apikal ->cementogenesis
• hambat aktivitas osteoklas -> PH alkali
• Kekurangan: bisa larut dan Tidak bs
membentuk dentin karena tidak ada jar pulpa
vital
• AH26

• resin based epoxy resin


Teknik pengisian

• Single cone

• teknik preparasi secara konvensional cth CDP


• Kondensasi lateral

• untuk preparasi step back


• paling bnyk digunakan
• tidak mendorong gutap ke apikal
• Kondensasi vertikal

• sealing kanal apikal dan lateral bagus



apical gauging

• saat preparasi pake file


• tuck back -> trial gutap?