Anda di halaman 1dari 10

ANGINA PEKTORIS

Angina (angina pektoris) merupakan nyeri dada sementara atau suatu perasaan tertekan,
yang terjadi jika otot jantung mengalami kekurangan oksigen akibat pembuluh darah yg
menyempit. Angina terjadi bila penyumbatan blok telah mencapai 70 persen atau lebih.
Biasanya penyumbatan disebabkan oleh lemak.

Kebutuhan jantung akan oksigen ditentukan oleh beratnya kerja jantung (kecepatan dan
kekuatan denyut jantung). Aktivitas fisik dan emosi menyebabkan jantung bekerja lebih
berat dan karena itu menyebabkan meningkatnya kebutuhan jantung akan oksigen.

Jika arteri menyempit atau tersumbat sehingga aliran darah ke otot tidak dapat memenuhi
kebutuhan jantung akan oksigen, maka bisa terjadi iskemia dan menyebabkan nyeri.

Angina dapat terjadi di saat :


• Latihan atau Olahraga
• Setelah makan
• Stress atau emosi yang berlebihan

Angina bisa saja datang secara tiba-tiba ketika anda sedang menaiki tangga atau sedang
bersih-bersih.Sakit yang ditimbulkan juga berbeda-beda,bisa terasa sangat keras atau
hanya sakit ringan saja seperti sakit di leher atau di tangan selain di dada tentunya.Jika
gejala nya hanya ringan anda mungkin bisa menghilangkannya dengan beristirahat
sebentar.Tapi anda akan pengobatan bila rasa sakitnya tak tertahankan lagi.Obat yang
biasanya dipakai untuk meredakan angina adalah Nitrogliserin.

Langkah berikut, mungkin dapat dijadikan pedoman untuk meredakan serangan


angina(nyeri dada);
1. Sebelum minum obat, sebaiknya anda duduk - karena obat ini bisa menimbulkan
pusing atau kepala terasa ringan.Biarkan tablet Nitrogliserin larut dengan komplit
di bawah lidah, jangan langsung menelan tablet ini.Jika anda menggunakan
semprotan Nitrogliserin, semprotkan sekali sekali kebagian dalam pipi atau
seperti anjuran dokter.
2. Jika nyeri dada masih berlangsung setelah lima menit, minumlah tablet atau
semprotkan Nitrogliserin lagi.
3. Jika nyeri masih terasa berlangsung setelah lima menit kedua ini, minumlah
Nitrogliserin yang ketiga kali.ingat untuk selalu membiarkan tablet tersebut larut
dengan komplit.
4. Jika setalah tiga dosis Nitrogliserin atau lebih 15 menit, biasanya nyeri dada
sudah mereda.Jika masih terus berlangsung, curigai jangan jangan anda
mengalami serangan jantung , segera ke Dokter.

Apakan angina dan serangan jantung sama??

Hampir mirip,tetapi jawabannya tidak,yang membedakan hanya tingkatannya saja.


Angina disebabkan oleh “penyempitan” arteri koroner yang menyebabkan berkurangnya
aliran darah ke jantung. Sedangkan serangan jantung disebabkan oleh “tersumbatnya”
pembuluh darah,serangan jantung dapat menyebabkan kerusakan pada otot
jantung,sedangkan angina tidak

DEFINISI
Penyakit angina pectoris ini ditemukan oleh Herbeden pada tahun 1772. Dia menemukan
suatu sindroma gangguan pada dada berupa perasaan nyeri, terlebih saat sedang berjalan,
mendaki, sebelum atau sesudah makan. Nyeri itu sebenarnya tidak hanya karena kelainan
organ di dalam toraks, akan tetapi juga dari otot, syaraf, tulang dan faktor psikis. Penyakit
angina pectoris ini juga disebut sebagai penyakit kejang jantung. Penyakit ini timbul
karena adanya penyempitan pembuluh koroner pada jantung yang mengakibatkan jantung
kehabisan tenaga pada saat kegiatan jantung dipacu secara terus- menerus karena aktifitas
fisik atau mental.
SEBAB
Angina pectoris dapat terjadi bila otot jantung memerlukan asupan oksigen yang lebih
pada waktu tertentu, misalnya pada saat bekerja, makan, atau saat sedang mengalami
stress. Jika pada jantung mengalami penambahan beban kerja, tetapi supplay oksigen
yang diterima sedikit, maka akan menyebabkan rasa sakit pada jantung. Oksigen
sangatlah diperlukan oleh sel miokard untuk dapat mempertahankan fungsinya. Oksigen
yang didapat dari proses koroner untuk sel miokard ini, telah terpakai sebanyak 70 - 80
%, sehingga wajar bila aliran koroner menjadi meningkat.

Faktor- faktor yang mempengaruhi pemakaian oksigen pada jantung, adalah:


1. Denyut jantung
Apabila denyut jantung bertambah cepat, maka kebutuhan oksigen tiap menitnya
akan bertambah.
2. Kontaktilitas
Dengan bekerja, maka akan banyak mengeluarkan katekolamin (adrenalin dan nor
adrenalin) sehingga dapat meningkatkan kontraksi pada jantung.
3. Tekanan Sistolik Ventrikel Kiri
Makin tinggi tekanan, maka akan semakin banyak pemakaian oksigen.
4. Ukuran Jantung
Jantung yang besar, akan memerlukan oksigen yang banyak.

Faktor- faktor penyebab lainnya, antara lain adalah:


1. Denyut jantung yang terlalu cepat
2. Anemia (kurang darah)
3. Kelainan pada katup jantung, terutama aortic stenosis yang disebabkan oleh
sedikitnya aliran darah ke katup jantung.
4. Penebalan pada di dinding otot jantung - hipertropi- dimana dapat terjadi pada
penderita tekanan darah tinggi sepanjang tahun.
GEJALA
Semua jenis- jenis gejala angina berhubungan dengan kegiatan fisik atau karena keadaan
sedang stress. Angina pectoris dapat dikenali dengan tanda- tanda:

1. Kualitas nyeri dada yang khas, yaitu perasaan dada tertekan, merasa terbakar atau
susah bernafas.
2. Lokasi nyeri yaitu retrosternal yang menjalar ke leher, rahang atau mastoid dan
turun ke lengan kiri.
3. Faktor pemicu seperti sedang emosi, bekerja, sesudah makan atau dalam udara
dingin.
4. Rasa ketarik- tarik pada kerongkongan

JENIS- JENIS

1. STABLE ANGINA PECTORIS


Disebabkan karena kebutuhan metabolik otot jantung dan energi yang tidak dapat
dipenuhi karena terdapat stenosis yang menetap pada arteri koroner yang disebabkan oleh
proses aterosklerosis. Keluhan nyeri dada akan timbul bila melakukan suatu pekerjaan.

Berdasarkan tingkat penyebabnya, maka dapat dibagi menjadi:


1. Selalu timbul sesudah kegiatan berat
2. Timbul sesudah melakukan kegiatan sedang ( jalan cepat 1/2 km)
3. Timbul sesudah melakukan kegiatan ringan (jalan 100 m)
4. Jika melakukan aktivitas yang ringan (jalan biasa)

Diagnosa Stable Angina Pectoris:


1. Pemeriksaan EKG
2. Uji latihan fisik (Exercise stress testing dengan atau tanpa pemeriksaan Radionuclide)
3. Angiografi koroner

Terapi:
1. Menghilangkan faktor pemberat
2. Mengurangi faktor resiko
3. Penghambat Beta
4. Antagonis Kalsium

2. UNSTABLE ANGINA PECTORIS


Disebabkan primer oleh kontraksi otot poles pembuluh koroner sehinggga
mengakibatkan iskeia miokard. Patogenesis spasme tersebut hingga kini belum dapat
diketahui, kemungkinan tonus alphaadrenergik yang berlebihan. Manifase pembuluh
koroner yang paling sering adalah variant (prinzmental).

Angina jenis ini dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

1. Angina yang baru terjadi (dalam 1 bulan)


2. Crescendo Angina (meningkatnya frekuensi atau keparahan dalam beberapa hari
atau minggu)
3. Insufisiensi koroner akut (nyeri angina yang menetap pada saat istirahat tanpa
adanya infark miokardium)

Terapi:

1. Nitrogliserin subligual dosis tinggi


2. Untuk frokfikasis dapat dipakai pasta nitroglisrerin, nitrat dosis tinggi ataupun
antagonis kalsium
3. Bila bersama dengan aterosklerosis, maka diberikan kombinasi nitrat, antagonos
kalsium, dan penghambat beta

3. ANGINA VARIANT (PRINZMENTAL)


Disebabkan oleh vasospasma . Vasospasma merupakan kekejangan yang disebabkan oleh
penyempitan arteri koronari dan berkurangnya aliran darah ke jantung. Angina jenis ini
jarang terjadi.
4. ANGINA MIKROVASKULAR
Disebabkan karena adanya gangguan pada fungsi saluran darah yang terdapat pada
jantung, kaki dan tangan.

KOMPLIKASI PADA ANGINA PECTORIS


1. Infarksi miokardium yang akut ( serangan jantung)
2. kematian karena jantung secara mendadak
3. Aritmia kardiak

PENCEGAHAN
1. Kurangi hal- hal yang dapat menjadi faktor resiko
2. Makan makanan yang bergizi seperti, makan sayur- sayuran, biji-bijian.
3. Menghindari produk- produk makanan yang berserat tinggi.
4. Berhenti merokok.
5. Berdiet jika mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.
6. Sering- sering menggerakkan badan atau berolahraga.

DIAGNOSIS

Landasan diagnosis atas suatu penyakit adalah tipe- tipe gejala yang timbul maupun dari
daftar riwayat penderita. Pada Angina Pectoris, jenis gejalanya dapat berupa nyeri secara
khas yang terletak sentral, retrosternal, bersifat kencang, menekan dan berat. Selain itu
Angina akan timbul lebih cepat saat beraktivitas dalam udara dingin atau setelah makan.
Tetapi Angina dapat juga menghilang dalam beberapa menit jika aktivitas maupun emosi
(karena stress) telah berhenti.Nitrogliserin juga dapat digunakan untuk meredakan angina
dalam beberapa menit. Angina akibat spasme arteri koronaria dapat terjadi kapan saja.
Sedangkan nyeri dada yang timbul dengan tidak jelas, umumnya bukan angina.
Pada pemeriksaan fisik, sering kali normal. Pada penilaian klinis mencakup pemeriksaan
faktor- faktor resiko. Kita juga dapat mencari bukti- bukti penyakit vaskular
aterosklerotik di tempat lain, misalnya berkurangnya denyut nadi pada tungkai atau bruit,
kecemasan dan sindrom hiperventilasi (pernapasan dada atas, sering kali menghela nafas,
dan berbagai gejala- gejala cemas) dapat disertai dengan nyeri dada sementara. Nyeri
seperti ini, sering terdapat pada dada bagian kiri. Kadang pada riwayat “gangguan
jantung” seperti bising jantung, atau keluarga yang menderita penyakit jantung. Hal itu
tentu juga menjadi suatu pertimbangan dalam pembuatan suatu diagnosa.

PEMERIKSAAN

1. EKG (Elektrokardiogram)
Kemungkinan besar, dokter akan melakukan pemeriksaan yang dapat menunjukkan
aktivitas melalui Elektrokardiogram dan memantau gejala- gejala yang ada.EKG ini
dapat merekam impuls elektrik jantung. Sehingga dapat diketahui apakah otot jantung
telah menerima supplay oksigen yang cukup atau kekurangan oksigen (iskemia). Selain
itu, EKG ini juga dapat digunakan untuk menentukan atau mengetahui ritme jantung.

2. Arteriografi Koroner
Merupakan satu- satunya teknik yang memungkinkan untuk melihat penyempitan pada
koroner. Suatu kateter dimasukkan lewat arteri femoralis ataupun brakialis dan diteruskan
ke aorta ke dalam muara arteri koronaria kanan dan kiri. Media kontras radio grafik
kemudian disuntikkan dan cineroentgenogram akan memperlihatkan kontur arteri serta
daerah penyempitan. Kateter ini kemudian didorong lewat katup aorta untuk masuk ke
ventrikel kiri dan disuntikkan lebih banyak media kontras untuk menentukan bentuk,
ukuran, dan fungsi ventrikel kiri. Bila ada stenosis aorta, maka derajat keparahannya akan
dapat dinilai, demikian juga kita dapat mengetahui penyakit arteri koroner lain.

PENGOBATAN

1. Pencegahan
Aspirin dengan dosis yang rendah, misalnya Angettes 75 yang dapat mengurangi
kecenderungan dari sel darah merah dan membantu pencegahan pembentukan maupun
pengaturan trombosit.
2. Terapi

A. Glyseril trinitrat
GTN yang diletakkan di bawah lidah atau obat semprot dapat mengendurkan arteri pada
jantung dan dapat mengurangi serangan Angina.

B. Nitrat
Gerakan nitrat dapat digunakan untuk mengurangi frekuensi serangan angina. Dapat
berupa tablet atau potongan obat, dan itu sangat efektif. Efek samping dari penggunaan
nitrat ini adalah sakit kepala. Tetapi setelah pemakaian dalam beberapa minggu, sakit
kepala ini akan jarang terjadi.

Nitrat ada 4 macam, yaitu:

1. Nitrogliserin
Merupakan obat yang paling utama. Nitrat efektif pada angina dengan cara menurunkan
konsumsi oksigen miokardium lewat penurunan tekanan darah dan tekanan intrakardiak.
Nitrogliserin ini diserap dari mukosa pipi dan dapat meredakan angina dalam 2- 4 menit.

2. Isosorbid dinitrat (sorbitrat)


Diberikan dengan jumlah dosis 10- 20 mg tiap 2- 4 jam. Merupakan suatu sediaan nitrat
kerja lama yang dapat membantu mencegah angina, meski mempunyai efek yang
berbeda- beda. Obat ini lebih jarang menimbulkan nyeri kepala dibandingkan dengan
nitrogliserin

3. Nitrat transdermal
Diserap melalui kulit dan dapat digunakan sebagai pasta yang dioleskan pada dinding
dada.
4. Perheksilin maleat
Dengan besar dosis 100 mg per oral tiap 12 jam, lalu ditingkatkan hingga 200mg tiap 12
jam. Sehingga dapat mengurangi denyut jantung saat beraktivitas. Merupakan obat yang
sangat toksik, dan sering menimbulkan efek samping (pusing, tremor, ataksia dan
gangguan usus). Pada pemakaian kronik dapat mengakibatkan efek samping berupa
neurologik, metabolic dan hepatic.

C. Penghambat Beta
Memberikan efek pada hormon sehingga nadi akan berdenyut secara pelan dan tekanan
darah menjadi rendah. Hal itu akan dapat membuat jantung untuk mengurangi jumlah
oksigen yang diperlukan dan memperbaiki supplai darah ke otot jantung. Selain itu,
penghambat beta ini juga penting untuk melindungi jantung saat terkena serangan.

D. Antagonis Kalsium
Fungsinya secara umum adalah untuk mengurangi tekanan pada otot arteri koronari.
Antagonis kalsium terdiri atas beberapa jenis, antara lain:
1. Verapamil (cordilox)
Dengan dosis 40- 120 mg per oral tiap 8 jam. Merupakan obat dari antagonis kalsium
yang adapat melebarkan pembuluh darah koroner dengan cara menghambat efek
kontriksi kalsium pada otot polos.Verapamil ini sangat bermanfaat pada penderita angina
saat sedang istirahat, khususnya angina tak stabil.
2. Nifedipin (adalat)
Dengan dosis 10- 20 mg per oral tiap 8 jam. Nifedipin ini dapat menyebabkan
pembengkakan lutut. Obat ini tidak memiliki kerja antiaritmik. Bermanfaat pada angina
Prinzmental dan angina yang disertai hipertensi. Efek samping dari pemakaian nifedipin
ini adalah nyeri kepala, flushing (semu merah), pusing dan peningkatan angina yang
bersifat paradoksal.

E. Pengobatan Secara Umum


Yang mungkin diperlukan untuk mengontrol atau mengetahui gejala- gejala dan
memperbaiki kondisi tanpa ada efek samping dari pengobatan itu sendiri. Pengobatan ini
disesuaikan dengan kebutuhan masing- masing penderita.

Anda mungkin juga menyukai