Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH MENDESKRIPSIKAN PENGERTIAN PEMBELAJARAN

DAN CIRI-CIRI PEMBELAJARAN


Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
Teori Belajar Dan Pembelajaran
yang Diampuh oleh
Prof. Dr.Edwita, M. Pd.

Disusun oleh:
Nawah Anwar (1410619073)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIMBINGAN KONSELING


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
TAHUN 2021
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI
BAB I.................................................................................................................................2
PENDAHULUAN.............................................................................................................2
A. Latar Belakang.......................................................................................................2
B. Rumusan Masalah..................................................................................................2
C. Tujuan....................................................................................................................2
BAB II...............................................................................................................................3
PEMBAHASAN................................................................................................................3
A. Pembelajaran..........................................................................................................3
B. Ciri-ciri Pembelajaran............................................................................................5
C. Perubahan Paradigma Dari Pengajaran (Teaching) Kepada Pembelajaran
(Instruction)....................................................................................................................7
BAB III............................................................................................................................11
PENUTUP.......................................................................................................................11
A. Kesimpulan..........................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................12

2|Page
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam dunia pendidikan, Metode Pembelajaran adalah sesuatu yang wajib

diterapkan oleh guru dalam proses pembelajaran. terdapat bermacam-macam

metode pembelajaran yang telah dikembangkan oleh ahli guna membantu guru

dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di dalam kelas. semua metode

pembelajaran sangat baik untuk dilaksanakan namun tetap harus menyesuaikan

dengan karakteristik peserta didik yang di ajar. setiap metode memiliki

kekurangan dan kelebihan sehingga seorang pendidik harus pintar-pintar dalam

memilih metode yang akan di terapkan

B. Rumusan Masalah

1. Apa Yang dimaksud Pembelajaran ?

2. Apa Ciri-ciri pembelajaran ?

3. Apa Perubahan Paradigma dari pengajaran (teaching) Kepada pembelajaran

(Instruction) ?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui pengertian Pembelajaran

2. Untuk Mengetahui Peran Gaya Belajar

3. Untuk mengetahui Perubahan Paradigma dari pengajaran (teaching) Kepada

pembelajaran (Instruction).

3|Page
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pembelajaran

Belajar dan pembelajaran adalah suatu kegiatan yang tak terpissahkan dari

kehidupan manusia. Dengan belajar manusia bisa mengembangkan potensipotensi

yang dibawa sejak lahir. Tanpa belajar manusia tidak mungkin dapat memenuhi

kebutuhannya tersebut. Kebutuhan belajar dan pembelajaran dapat terjadi dimana-

mana, misalnya di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Kebutuhan

manusia akan belajar tidak akan pernah berhenti selama manusia ada di muka

bumi ini. Hal itu disebabkan karena dunia dan isinya termasuk manusia selalu

berubah.

Belajar merupakan kegiatan yang dilakukan seseorang agar dapat

mencapai kompetensi yang diinginkan. Melalui proses belajar seseorang dapat

memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang lebih baik. Proses belajar

pada dasarnya dilakukan untuk meningkatkan kemampuan atau kompetensi

personal (Pribadi, 2009:21).

Definisi pembelajaran menurut Sadiman, dkk., (1986:2) “Belajar

(learning) adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan

berlangsung seumur hidup, sejak ia masih bayi sampai ke liang lahat nanti.”

Belajar dapat terjadi di rumah, di sekolah, di tempat kerja, di tempat ibadah, dan

di masyarakat, serta berlangsung dengan cara apa saja, dari apa, bagaimana, dan

siapa saja. Salah satu tanda seseorang telah belajar adalah adanya perubahan

tingkah laku dalam dirinya. Perubahan tingkah laku tersebut meliputi perubahan

4|Page
pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotor), dan perubahan sikap atau

tingkah laku (afektif). Proses belajar bersifat individual dan kontekstual, artinya

proses belajar terjadi dalam diri peserta didik sesuai dengan perkembangan dan

lingkungannya.

(Warsita, 2008:62). Untuk dapat berlangsung efektif dan efesien, proses

belajar perlu dirancang menjadi sebuah kegiatan pembelajaran.

Menurut Pribadi (2009:10) menjelaskan bahwa, “Pembelajaran adalah

proses yang sengaja dirancang untuk menciptakan terjadinya aktivitas belajar

dalam individu. Sedangkan pembelajaran menurut.” Sedangkan menurut Gegne

(dalam Pribadi, 2009:9) menjelaskan “pembelajaran adalah serangkaian aktivitas

yang sengaja diciptakan debgan maksud untuk memudahkan terjadinya proses

belajar.” Pembelajaran (instruction) adalah suatu usaha untuk membuat peserta

didik belajar atau suatu kegiatan untuk membelajarkan peserta didik (Warsita,

2008:85). Dalam pengertian lain, pembelajaran adalah usaha-usaha yang

terencana dalam memanipulasi sumber-sumber belajar agar terjadi proses belajar

dalam diri peserta didik (Sadiman dkk, 1986:7). Sedangkan menurut Depdiknas

(dalam Warsita, 2008:85) “Dalam UU No.20 Tahun 2003 tentang Sikdiknas Pasal

1 Ayat 20, Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik

dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.” Dari semua pendapat

mengenai pembelajaran menurut para ahli dapat disimpulkan bahwa pembelajaran

merupakan suatu interaksi aktif antara guru yang memberikan bahan pelajaran

dengan siswa sebagai objeknya. Proses pembelajaran merupakan kegiatan yang

didalamnya terdapat sistem rancangan pembelajaran hingga menimbulkan sebuah

5|Page
interaksi antara pemateri (guru) dengan penerima materi (murid/siswa). Adapun

beberapa rancangan proses kegiatan pembelajaran yang harus diterapkan adalah

dengan melakukan pendekatan pembelajaran, strategi pembelajaran serta metode

pembelajaran.

B. Ciri-ciri Pembelajaran

Oemar Hamalik (1999) memaparkan tiga ciri khas yang terkandung dalam sistem

pembelajaran, yaitu:

1. Rencana, ialah penataan ketenagaan, material, dan prosedur yang

merupakan unsur-unsur sistem pembelajaran, dalam suatu rencana khusus.

2. Kesalingtergantungan, antara unsur-unsur sistem pembelajaran yang serasi

dalam suatu keseluruhan. Tiap unsur bersifat esensial, dan masing-masing

memberikan sumbangannya kepada sistem pembelajaran.

3. Tujuan, sistem pembelajaran mempunyai tujuan tertentu yang hendak

dicapai. Ciri ini menjadi dasar perbedaan antara sistem yang dibuat oleh

manusia dan sistem pemerintahan, semuanya memiliki tujuan. Sistem

alami seperti: ekologi, sistem kehidupan hewan, memiliki unsur-unsur

yang saling ketergantungan satu sama lain, disusun sesuai dengan rencana

tertentu, tetapi tidak mempunyai tujuan tertentu. Tujuan sistem menuntun

proses merancang sistem. Tujuan utama sistem pembelajaran agar siswa

belajar. Tugas seorang perancang sistem adalah mengorganisasi tenaga,

material, dan prosedur agar siswa belajar secara efisien dan efektif.

Selanjutnya ciri-ciri pembelajaran lebih detail adalah sebagai berikut:

6|Page
1. Memiliki tujuan, yaitu untuk membentuk siswa dalam suatu

perkembangan tertentu.

2. Terdapat mekanisme, prosedur, langkah-langkah, metode dan teknik yang

direncanakan dan didesain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

3. Fokus materi ajar, terarah, dan terencana dengan baik.

4. Adanya aktivitas siswa merupakan syarat mutlak bagi berlangsungya

kegiatan pembelajaran.

5. Aktor guru yang cermat dan tepat.

6. Terdapat pola aturan yang ditaati guru dan siswa dalam proporsi masing-

masing.

7. Limit waktu untuk mencapai tujuan pembelajaran.

8. Evaluasi, baik evaluasi proses maupun evaluasi produk.

Yang menjadi kunci untuk menentukan tujuan pembelajaran adalah

kebutuhan siswa, mata ajaran dan guru itu sendiri. Kebutuhan siswa dapat

ditetapkan apa yang hendak dicapai, dikembangkan dan diapresiasi. Mata ajaran

yang ada dalam petunjuk kurikulum dapat ditentukan hasil-hasil pendidikan yang

diinginkan.

Pada prinsipnya pembelajaran harus melaksanakan langkah-langkah sebagai

berikut:

1. Identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan (perumusan masalah).

2. Analisis kebutuhan untuk mentransformasikannya menjadi tujuan-tujuan

pembelajaran (analisis masalah).

7|Page
3. Merancang metode dan materi pembelajaran (pengembangan suatu

pemecahan).

4. Pelaksanaan pembelajaran (eksperimental).

5. Menilai dan merevisi.

D. Perubahan Paradigma Dari Pengajaran (Teaching) Kepada Pembelajaran


(Instruction)
Perubahan paradigma didorong oleh hasil analisis mutakhir yang

menunjukkan bahwa sistem yang dianut tidak lagi memberi hasil atau keuntungan

yang memuaskan. Perubahan paradigma membawa perubahan mindset, dan

perubahan mindset membawa implikasi operasional sejalan dengan tujuan yang

akan dicapai oleh perubahan paradigma. Apabila digambarkan sebagai suatu

bagan alir, maka perubahan di satu titik akan mempengaruhi aktivitas berikutnya,

baik dalam aliran linear maupun paralel, sehingga tampak gambar networking

yang kompleks.

Kompleksitas networking tadi perlu dikelola secara efisien, terukur,

terpantau, dan terpadu agar tujuan perubahan paradigma dapat tercapai secara

mudah dan ekonomis. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan penataan ulang

organisasi yang di dalamnya terkandung kearifan agar tidak terjadi benturan

maupun selisih pendapat yang tajam, atau untuk meminimalisasi masalah yang

timbul sebagai akibat dari perbedaan pendapat. Kearifan memerlukan sinergi dan

keterpaduan intelligent quotient, emotional quotient, dan spiritual quotient.

Kearifan yang telah dimiliki oleh para staf senior perlu diorganisasi dalam

aktivitas yang rasional, mudah dipahami dan diikuti oleh orang lain, serta

8|Page
menimbulkan inspirasi di kalangan para staf junior dan para mahasiswa sehingga

tercipta suatu gerakan saiyeg saeka kapti, saiyeg saeka praya (bahu membahu

dalam satu tekad yang bulat). Dapat dipastikan bahwa setiap langkah

pembaharuan atau perubahan akan menimbulkan gejolak; dalam hal ini diperlukan

manajemen perubahan agar gejolak yang timbul dapat diminimalisasi.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang

begitu pesat, namun proses pembelajaran yang mewarnai dunia pendidikan kita

saat ini (sekolah dasar dan sekolah menengah) sekarang ini masih di dominasi

oleh guru. Metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru adalah “I give the

Lesson, you listen” merupakan suatu metode pembelajaran yang hampir tidak bisa

dilapaskan dari sosok seorang guru. Karena proses mentransformasi pengetahuan

kepada siswa masih bersifat konvensional, guru hanya bisa dengan metode

ceramah satu arah dan siswa duduk sebagai pendengar.

Pada masyarakat dalam dunia pendidikan formal, siswa sadar akan apa yang ingin

dicapainya. Dalam proses pembelajaran, peserta didik merupakan pemegang hak,

maka tujuan pembelajaran harus sesuai dengan keinginan peserta didik. Guru

sebagai fasilitator dan mengfasilitasi proses pembelajaran untuk mencapai hasil

atau tujuan dari pembelajaaran itu sendiri.

Perubahan paradigma dalam proses pembelajaran yang awalnya berpusat

pada guru (techer centred) menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa

(learning centred) diiharapkan mampu mendorong siswa untuk terlibat secara

aktif dalam membangun pengetahuan, sikap dan prilaku. Melalui proses

9|Page
pembelajaran dengan keterlibatan aktif siswa ini berarti guru tidak mengambil hak

anak untuk belajar dalam arti yang sesungguhnya. Dalam proses pembelajaran

yang berpusat pada siswa, maka siswa memperoleh kesempatan dan fasilitasi

untuk membangun sendiri pengetahuannya sehingga mereka akan memperoleh

pemahaman yang mendalam (deep learning), dan pada akhirnya dapat

meningkatkan mutu kualitas siswa.

Pergeseran Paradigma pembelajaran dari Teacher-Centred ke Student-Centred

Learning sekiranya dapat merubah kualitas pendidikan kita saat ini. Perubahan

paradikma ini bukan lagi bagaimana guru mengajar dengan baik tetapi bagaimana

siswa dapat belajar dengan baik. Guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran.

Pendidikan memegang peranan penting dalam menciptakan manusia-manusia

berkualitas. Pendidikan memerlukan inovasi-inovasi yang sesuai dengan

kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa mengabaikan nilai-nilai

kemanusiaan. Pendidikan juga dipandang sebagai sarana untuk melahirkan insan-

insan yang cerdas, kreatif, terampil, bertanggung jawab, produktif dan berbudi

pekerti luhur.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk melakukan inovasi dalam dunia

pendidikan. Inovasi yang dilakukan biasanya dilakukan dengan memperhatikan

tiga alasan penting, yaitu efisien, efektif dan kenyamanan. Efisien maksudnya

waktu yang tersedia bagi guru harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Efektif

maksudnya pelajaran yang diberikan harus menghasilkan hasil yang bermanfaat

bagi siswa atau masyarakat, sedangkan kenyamanan berarti sumber belajar, media

alat bantu belajar, metode yang ditentukan sedemikian rupa sehingga memberikan

10 | P a g e
gairah belajar mengajar bagi siswa dan guru. Dalam rangka meningkatkan mutu

pendidikan pemerintah, guru, dan orang tua selalu berupaya untuk meningkatkan

prestasi belajar siswa.

Dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa, sangatlah penting untuk

mengadopsi metode pembelajaran yang sesuai untuk pencapaian tujuan

pembelajaran, dengan melakukan pergeseran dari “teaching centered” ke

“learning centered”, mengakomodasi kebutuhan perimbangan antara keunggulan

dan kesesuaian akademik untuk tujuan peningkatan kualitas, kebutuhan peserta

didik , dan pendekatan belajar lain yang lebih lentur (HELTS 2003-2010)

11 | P a g e
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Belajar merupakan kegiatan yang dilakukan seseorang agar dapat

mencapai kompetensi yang diinginkan. Melalui proses belajar seseorang dapat

memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang lebih baik. Proses belajar

pada dasarnya dilakukan untuk meningkatkan kemampuan atau kompetensi

Tujuan, sistem pembelajaran mempunyai tujuan tertentu yang hendak

dicapai. Ciri ini menjadi dasar perbedaan antara sistem yang dibuat oleh manusia

dan sistem pemerintahan, semuanya memiliki tujuan. Sistem alami seperti:

ekologi, sistem kehidupan hewan, memiliki unsur-unsur yang saling

ketergantungan satu sama lain, disusun sesuai dengan rencana tertentu, tetapi

tidak mempunyai tujuan tertentu. Tujuan sistem menuntun proses merancang

sistem. Tujuan utama sistem pembelajaran agar siswa belajar. Tugas seorang

perancang sistem adalah mengorganisasi tenaga, material, dan prosedur agar siswa

belajar secara efisien dan efektif

12 | P a g e
DAFTAR PUSTAKA

A. Pribadi, Benny (2009). Model Desain Sistem Pembelajaran . Jakarta : Dian


Rakyat

Warsita, Bambang. 2008. Teknologi Pembelajaran Landasan dan Aplikasinya.


Jakarta: Rineka Cipta.

Hamalik, Oemar. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

13 | P a g e