Anda di halaman 1dari 5

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

PENERAPAN PROGRAM SEKOLAH


KAWASAN HEMAT ENERGI (KHE)

1. Latar Belakang
Sekolah merupakan salah satu sarana publik yang tidak bisa lepas dari penggunaan energi.
Banyak energi yang digunakan di sekolah, diantaranya energi listrik. Di Indonesia sendiri energi
listrik mengalami ancaman krisis, dimana kebutuhan listrik lebih tinggi dari pada ketersediaan
pasokan listrik. Ancaman krisis energi listrik ini merupakan bagian dari peringatan agar kita
sebagai masyarkat Indonesia dapat melakukan penghematan. Sebagai warga sekolah kita bisa
melakukan penghematan menggunakan energi listrik yang berada di sekolah.

Menggunakan energi secara berlebihan akan mengakiatkan kerugian pada diri manuisa
sendiri. Kerugian itu akan memberi pengaruh kepada segala aspek kehidupan manusia. Berikut
beberapa akibat yang terjadi jika kita menggunakan energi secara berlebihan, yaitu :
a. Menggunakan energi listrik secara berlebihan akan mengakibatkan kurangnya pasokan
listrik.
b. Menggunkan air secara berlebihan akan mengakibakan kita kekurangan air.
c. Menggunakan minyak bumi secara berlebihan akan mengakibatkan kosongnya ketersediaan
minyak bumi yang akan berpengaruh dalam segala aspek baik itu ekonomi maupun sosial.

Sekolah adalah tempat belajar, berlatih, dan menuntut ilmu pengetahuan sebagai bekal
hidup kita di kemudian hari. Sebagai siswa-siswi yang bertanggung jawab terhadap
kelangsungan hidup bangsa kita harus memiliki kesadara untuk melakukan penghematan energi.
Karena dengan melakukan penghematan energi kita sudah memberikan kontribusi besar untuk
persediaan energi energi di masa yang akan datang. Hemat energi bisa dilakukan dari sedini
mungkin. Sekolah memiliki andil dalam mengajarkan para siswa dan siswi untuk melakukan
hemat energi dari sedini mungkin. Jika siswa terbiasa untuk hemat energi maka akan berdampak
baik pada kehidupan siswa kedepanya.

2. Landasan Hukum
Penerapan program sekolah Sebagai Kawasan Hemat Energi (KHE) yang dilaksanakan
berdasarkan landasan hokum sebagai berikut :
1) Undang-Undang No. 30 Tahun 2007 tentang Energi
2) Peraturan Pemerintah No. 70 Tahun 2009 tentang Konservasi Energi
3) Keputusan Presiden No.43 Tahun 1991 tentang Konservasi Energi
4) Instruksi Presiden No. 13 Tahun 2011 tentang Penghematan Energi dan Air.
5) Rencana Induk Konservasi Energi 2005.
6) Permendiknas nomor 19 Tahun 2007 tentang standar pengelolaan.
7) Permendiknas nomor 24 Tahun 2007 tentang standar sarana dan prasarana
8) Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) nomor 13 tahun 2012 tentang
Penghematan Pemakaian Energi Listrik

3. Tujuan
Penerapan program sekolah Sebagai Kawasan Hemat Energi (KHE) memiliki tujuan sebagai
berikut :
1) Memberikan panduan tentang langkah-langkah pokok untuk pengembangan dan pelaksanaan
program “ Kawasan Hemat Energi “
2) Sebagai dasar untuk mengembangkan Program “ Kawasan Hemat Energi “

4. Sasaran Kegiatan
Sasaran kegiatan ini adalah seluruh warga sekolah yang meliputi :
1) Peserta Didik
2) Pendidik ( guru )
3) Tenaga Kependidikan ( karyawan )

5. Prosedur Program Sekolah Berwawasan Hemat Energi


Prosedur yang diterakan dalam Program Sekolah Berwawasan Hemat Energi, sebagai berikut :
1) Menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan yang melibatkan seluruh warga sekolah.
2) Monitoring, evaluasi, dan tindak lanjut.
3) Menyusun program sekolah sebagai kawasan hemat energi yang mengikat ke semua komponen
yang ada di sekolah.

6. Program Sekolah Kawasan Hemat Energi


Program yang akan dilaksanakan dalam mewujudkan sekolah kawasan hemat energi di SD
Negeri Pondok Ranji 01 adalah sebagai berikut.
No Kegiatan Waktu Penanggung Tempat Indikator
Pelaksanaan Jawab Kegiatan Keberhasilan
1 Mematikan Lampu Setiap Hari Ketua kelas Ruang Kelas Ruang kelas
yang mematikan
Tidak Digunakan lampu jika tidak
digunakan

2 Mematikan Kipas Setiap Hari Ketua kelas Ruang Kelas Ruang kelas
yang Tidak Mematikan Kipas
Digunakan, yang Tidak Digunakan,
menseting Kipas menseting Kipas pada
pada kecepatan yang diinginkan,
yang diinginkan, membuka pintu, jendela
membuka pintu, dll pada saat Kipas
jendela dll pada menyala dan mematikan
saat Kipas Kipas selama satu jam
menyala pada jam istirahat
dan mematikan
Kipas selama satu
jam pada jam
istirahat
3 Pemberian Label Awal Tahun Tata Usaha Seluruh Terlebeli
Matikan Ajaran Baru Ruang seluruh ruang sekolah
Penggunaan Sekolah
Listrik Jika Tidak
terpakai
4 Pemeriksaan Setiap Wakil Kepala Seluruh Tidak ada
Peralatan Listrik Semester Sekolah Ruang peralatan menggunakan
yang telah Mati Sekolah listrik yang mati
5 Pengadaan Slogan Liburan Wakil Kepala Lingkungan Slogan hemat energi
Hemat Energi Semester Sekolah Sekolah berjalan
dengan baik
6 Satu Hari Tanpa Setiap Wakil kepala Ruang Kegiatan tanpa mengecas
Mengecas HP Minggu Sekolah Sekolah berjalan dengan baik
7 Lomba Hemat Setiap Wakil Kepala Lingkungan Diumumkan
Energi Semester Sekolah Sekolah kejuaraan untuk masing-
masing kelas pararel
sesuai dengan kriteria
penilaian
8 Pelajar Pelopor Setiap Hari Wakil Kepala Lingkungan Terlaksananya hemat
Hemat Energi Sekolah Sekolah energi

9 Pengiriman Duta Jika Ada Kepala Menyesuaikan Sekolah dapat


Hemat Energi Undangan Sekolah dan berpartisipasi
Pada Moment Wakil serta dalam kegiatan hemat
Tertentu Pendidik energi di masyarakat
10 Peningkatan Jika Ada Kepala Menyesuaikan Perwakilan dari warga
Pengetahuan Undangan Sekolah dan sekolah
Hemat Energi Pada Moment Wakil serta mendapatkan pengetahuan
Tertentu Pendidik tentang pentingnya
menghemat energi

7. Bentuk Kegiatan

Rincian kegiatan yang akan dilaksanakan dalam mewujudkan sekolah kawasan hemat energi di
SD Negeri Pondok Ranji 01 adalah sebagai berikut.
No Kegiatan Bentuk Kegiatan
1 Mematikan Lampu yang Setiap peserta didik melakukan tugas sebagai berikut :
Tidak Digunakan 1. Mematikan lampu jika tidak digunakan
2. Mengingatkan teman jika menggunakan lampu secara
berlebihan
3. Melaporkan ke wakil kepala sekolah bidang sarana dan
prasarana jika ditemukan lampu yang tidak berfungsi
2 Mematikan kipas yang Setiap peserta didik melakukan tugas sebagai berikut
Tidak 1. Mematikan kipas yang Tidak Digunakan, menseting kipas pada
Digunakan, menseting kipas kecepatan yang diingikan, membuka pintu, jendela dll pada
pada kecepatan yang kipas menyala dan mematikan kipas selama satu jam pada jam
diingikan, membuka pintu, istirahat
jendela dll pada saat kipas 2. Mengingatkan teman jika lupa pada point 1
menyala dan mematikan 3. Melaporkan ke wakil kepala sekolah bidang sarana dan
kipas selama satu jam pada prasarana jika ditemukan kipas yang tidak berfungsi
jam istirahat
3 Pemberian Label Matikan Karyawan menempelkan label untuk mematikan peralatan yang
Penggunaan Listrik Jika menggunakan listrik jika tidak digunakan
Tidak terpakai
4 Pemeriksaan Peralatan 1. Mengontrol setiap ruangan untuk memastikan kipas
Listrik yang telah Mati atau lampu tidak ada yang mati
2. Mengganti peralatan listrik yang mati dengan
yang lebih hemat energi tanpa mengurangi kenyamanan
5 Pengadaan Slogan Hemat Memasang slogan-slogan tentang :
Energi 1. Penghematan energi
2. Matikan peralatan listrik jika tidak digunakan
3. Cinta akan penghematan energi
6 Satu Hari Tanpa Mengecas Seluruh warga sekolah sadar untuk tidak melakukan pengecasan
HP HP pada satu hari tersebut
7 Lomba Hemat Energi Setiap kelas melakukan proses penghetaman energi sesuai dengan
kriteria penilaian
8 Pelajar Pelopor Hemat Mengadakan kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung program
Energi berbasis konservasi energi
9 Pengiriman Duta Hemat Mengirimkan peserta didik untuk mengikuti kegiatan berbasis
Energi energi, mis :
1. Pengembangan sumber energi terbarukan
2. Penghematan energi
10 Peningkatan Pengetahuan Mengikuti diklat, seminar, workshop dan sejenisnya yang
Hemat Energi berkaitan dengan lingkungan, misalnya :
1. Hemat energi
2. Pengembangan sumber energi terbarukan
3. Konservasi energi
4. Penyelamatan energi
5. Krisis energi

8. Penghargaan dan Sangsi


1) Penghargaan
Penghargaan diberikan dalam bentuk piagam penghargaan dan insentif sesuai ketentuan
untuk :
a) Pemenang lomba kelas
b) Peserta duta lingkungan
c) Pendidik dan Tenaga kependidikan dan Peserta didik yang aktif dalam berbagai
kegiatan program KHE
2) Sanksi
Sanksi diberikan dalam bentuk :

No Bentuk Sanksi Bentuk Pelanggaran


1 Peringatan Lisan 1. Tidak mematikan lampu
(Teguran) 2. Tidak menempelkan label hemat energi
3. Membiarkan peralatan listrik yang mati
4. Tidak mematikan kipas
5. Tidak mematikan peralatan listrik setelah meninggalkan
ruangan yang tidak terpakai.
6. Tidak mengikuti lomba hemat energi
7. Tidak ada pelajar yang menjadi pelopor untuk hemat energi
8. Tetap mengecas HP pada saat hari bebas mengecas HP
2 Peringatan tertulis 1. Telah mendapatkan peringatan lisan sebanyak 3 kali.
2. Melakukan Vandalisme
3. Merokok di lingkungan sekolah
4. Merusak fasilitas sekolah
3 Point untuk peserta Telah mendapatkan peringatan tertulis
didik/pembinaan untuk
PTK

1. Penutup
Penerapan Kawasan Hemat Energi (KHE) adalah tanggung jawab bersama dari setiap
warga sekolah. Pemeliharaan dan perwujudan lingkungan sekolah yang hemat energi tidak lepas
dari peran peserta didik, pendidik maupun tenaga kependidikan. Kondisi demikian akan
melahirkan peserta didik yang cerdas, bermutu, berwawasan konservasi energi serta mampu
menerapkan sikap cinta dan peduli lingkungannya, terutama di lingkungan SD Negeri Pondok
Ranji 01 maupun di masyarakat pada umumnya.

Anda mungkin juga menyukai