Anda di halaman 1dari 2

f﷽

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Kemudahan yang Tak Terlihat.


Jurnal baiq, 10 Juni 2021

Assalamualaikum..
Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat wal affiat :)
Tulisan ini merupakan rangkuman dan refleksi dari kajian Ust. Nouman Ali Khan
yang berjudul “Kehidupan Bersama Kemudahan” link :

Setiap diri kita tentu mempunyai masalah, tidak ada satu pun dari kita yang tidak
memiliki masalah. Apalagi jika kita sudah masuk fase QLC, dan ternyata masalah yang
paling sulit bukan masalah yang terjadi di luar diri kita tetapa masalah yang terjadi di
dalam dada (apa yang sedang kita rasakan dan apa yang sedang kita pikirkan) apa yang
terjadi dalam dada ini lebih merusak daripada apapun yang terjadi di luar. Seperti
stres, depresi, insecure, sampai bahkan berujung pada putus asa, lupa pada Tuhan dan
bunuh diri. Nauzubillahiminzlik.
Ternyata saat kita ditimpa masalah, kita terlalu fokus pada masalah itu, padahal
selalu ada kemudahan yang tak terlihat. Dalam ayat 6 surah al insyira, Inna berarti
tentu/ pasti (menghilangkan keraguan) bahwa kemudahan itu desertai dengan
kesulitan.
“bersama kesulitan ada kemudahan” berarti kesulitan dan kemudahan itu selalu
beriringan, jika ingin mendapatkan kemudahan maka harus melewati kesulitan dulu.
Sekarang ubah mindset kita saat mendapatkan kesulitan atau masalah, katakan “ya!
Saya akan melalui kesulitan ini, tetapi melalui kesulitan ini saya yakin Allah akan
mendatangkan kemudahan yang lain. Saya yakin, bahwa Allah pasti menciptakan
kemudahan dalam hidup dan saya harus menemukan solusinya, masalahnya bisa saya
lihat, solusinya saya harus mencarinya dan menemukan itu dimana”

“kita harus mengalami kesulitan untuk mengalami kemudahan” begitulah


rencana Allah azza wa jalla.

Jangan takut dengan kesulitan yang ada di depan karena sesudah melewati
kesulitan, Allah akan memberikan berbagai kemudahan. Kuncinya adalah lewati
kesulitan itu dengan mencari solusi maka Allah akan memberikan kemudahan.
Bagaimana cara mencari solusi? Jawabannya adalah ada di waktu senggang kita.
Ketika kita sedang berada di waktu senggang, sibukkan diri !!
Allah tidak ingin kita melewati kesulitan, hanya dengan meratapi nasip dan
menangis. Bukan, bukan itu. Allah ingin kita menyibukkan diri.
Pertanyaan sekarang berapa banyak waktu luang yang anda dan saya habiskan untuk
memikirkan tentang betapa buruknya hidup ini, duduk merenung tanpa melaukan apa
pun, membiarkan pikiran kita berputar-putar dan menjadi tidak produktif.
Perhatikan awal surah ke-5, dimulai dengan fa, yang berarti “karena itu”
“karena kita ingin kemudahan datang, kita harus lebih banyak menyibukkan diri” yang
harus kita lakukan adalah menjadi produktif. Rasulullah shallahu alaihi wassalam
menyibukkan diri dengan membagi waktunya menjadi 2 hal yaitu. Yang pertama
menyibukkan diri dengan mengingat Allah (ibadah) kemudian menyibukkan diri untuk
membantu orang lain (membimbing, mengajar, bahkan menolong orang lain).
Pertanyaanya adalah, apakah yang anda dan saya sudah melakukan sesuatu yang
membuat Allah senang atau apakah anda dan saya sudah melakukan sesuatu yang
membawa kemudahan untuk orang lain. Ketika kita peduli dengan Allah dan ketika kita
peduli dengan memberi kemudahan kepada orang lain. Maka Allah menjadi peduli
dengan memberi kita kemudahan.
Apa yang anda lakukan dengan waktumu ketika senggang? Apa yang anda
lakukan ketika anda senggang akan menentukan ya atau tidaknya Allah memberikan
kemudahan dalam hidup anda.
Saat kita memiliki waktu luang, kita terbiasa untuk mementngkan diri,
menghibur diri, menikmati yang lain. Yang dipikiran kita adalah, apa yang akan kita
makan? Film apa yang kita akan tonton? Liburan kemana sekarang? Hanya untuk
menghibur diri, memuaskan diri. Padahal hal itu akan memunculkan lebih banyak
masalah.
Mari perbaiki waktu senggang kita, sibukkan diri kita dengan mengingat Allah
atau dengan membantu memudahkan orang lain. Kesulitan kita membuat kita buta
pada kemudahan. Karena memang kemudahan itu tak terlihat. Kemudahan pertama
yang sebenarnya kita perlukan terdapat dalam surah al insyrah ayat 1. “ kami
lapangkan dadamu untukmu” yaitu, kelapangan dada.

Bq.