Anda di halaman 1dari 29

Disusun oleh : Rosa Apriliana

LKPD
Universitas Negara Surabaya

Lembar Kerja Peserta Didik

AKUNTANSI PERSEDIAAN

Untuk SMK/MAK
Program Keahliian Akuntansi Keuangan

Nama : ..........................
Kelas : ..........................
XI No. Absen : ..........................
Lembar Kerja Peserta Didik
Akuntansi Persediaan

Sekolah Menengah Kejurusan (SMK)


Program Keahlian Akuntansi Keuangan
Kelas XI

Oleh :
Rosa Apriliana
Rosa.19046@mhs.ac.id

Pembimbing :
Moh Danang Bahtiar, S.Pd., M.Pd
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan
hidayah-Nya, kami dapat menyusun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk Mata
Pelajaran Akuntansi, yang dikhususkan untuk pencapaian Standart Kompetensi
Pengerjaan Siklus Akuntansi Persediaan. LKPD yang disusun ini menggunakan
pendekatan pembelajaran yang sederhana, sehingga diharapkan dalam LKPD ini
dapat dengan mudah dipahami dan digunakan dalam proses belajar dan
pembelajaran.

Sumber dan bahan ajar pokok berupa LKPD, baik LKPD manual maupun
interaktif dengan mengacu pada Standar Kompetensi Nasional (SKN) atau
standarisasi pada dunia kerja dan industri, diharapkan dapat digunakan sebagai
sumber belajar pokok oleh peserta didik untuk mencapai Standart Kompetensi dan
Kompetensi Dasar yang telah direncanakan dan diharapkan mampu diaplikasikan
dalam dunia kerja dan industri.

LKPD ini disusun melalui beberapa tahapan proses, yakni mulai dari penyiapan
materi LKPD, penyusunan naskah secara tertulis, kemudian disetting dengan bantuan
alat-alat komputer. Harapannya, LKD yang telah disusun ini merupakan bahan dan
sumber belajar yang berbobot untuk membekali peserta didik dengan kompetensi
dasar yang diharapkan. Namun demikian, karena dinamika perubahan di dunia
industri begitu cepat terjadi, maka LKSl ini masih akan selalu dimintakan masukan
untuk bahan perbaikan atau direvisi agar supaya selalu relevan dengan kondisi
lapangan.

Kami mengharapkan saran dan kritik dari para pakar di bidang psikologi,
praktisi dunia usaha dan industri, dan pakar akademik sebagai bahan untuk
melakukan peningkatkan kualitas modul. Diharapkan para pemakai berpegang pada
azas keterlaksanaan, kesesuaian dan fleksibilitas, dengan mengacu pada
perkembangan IPTEK pada dunia usaha dan industri dan potensi SMK dan dukungan
dunia usaha industri dalam rangka membekali kompetensi yang terstandar pada
peserta didik.

Demikian, semoga modul ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya
peserta didik atau praktisi yang sedang mengembangkan bahan ajar SMK.

Sidoajro, 16 April 2021

Penulis

Akuntansi Persediaan i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................... i


DAFTAR ISI ............................................................................................................... ii
KOMPETENSI INTI .................................................................................................... 1
KOMPETENSI DASAR .............................................................................................. 1
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI .............................................................. 1
INDIKATOR ............................................................................................................... 2
TUJUAN PEMBELAJARAN ...................................................................................... 2
PETUNJUK BELAJAR .............................................................................................. 3
INFORMASI PENDUKUNG ....................................................................................... 3
PETA KONSEP ............................................................. Error! Bookmark not defined.
PENDALAMAN MATERI ........................................................................................... 5
Pengertian............................................................................................................... 5
Jenis – Jenis ........................................................................................................... 6
Klasifikasi Persediaan ............................................................................................. 7
Sistem Percatatan Persediaan............................................................................... 7
Metode Penentuan Nilai Persediaan....................................................................... 8
Biaya Dimasukan Dalam Persediaan...................................................................... 9
Contoh Jurnal:....................................................................................................... 11
UJI KOMPETENSI ................................................................................................... 12
LEMBAR PENILAIAN .............................................................................................. 12
RANGKUMAN ......................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 12

Akuntansi Persediaan| ii
KOMPETENSI INTI

KI 3: Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual,


prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidangkerja yang
spesifik untuk memecahkan masalah.
KI 4: Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu melaksanakan
tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

KOMPETENSI DASAR

3.13 Menjelaskan pengertian, klasifikasi dan sistem pencatatan persediaan

4.13 Mengindetifikasi klasifikasi persediaan dan sistem pencatatannya

ALOKAS WAKTU

90 menit (1 x Pertemuan)

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

a. Mengaplikasikan perilaku disiplin, jujur, teliti, tanggung jawab, obyektif,


kreatif, inovatif, santun, peduli dan ramah lingkungan dalam melakukan
pekerjaan sebagai bagian dari sikap ilmiah
b. Mengetahui pengertian ,klifikasi dan system pencatatan persediaan
c. Menyebutkan klasifikasi persediaan dan system pencatatanya

Akuntansi Persediaan| 1
STANDAR KOMPETENSI

Menghitung nilai persediaan akhir sistem periodik dan sistem perpetual dengan
metode FIFO, LIFO dan rata-rata (average)

INDIKATOR

3.13.1 Menguraikan pengertian sistem Periodik dan Perpetual dengan metode


FIFO, LIFO Dan Rata – Rata (Average)
3.13.2 Mendiskripsikan transaksi sistem periodik dan perpetual dengan
menggunakan FIFO, LIFO dan Rata – rata (Average)
4.13.1 Melakukan pencatatan transaksi atau dokumen menggunakan sistem
periodik dan perpetual
4.13.2 Menyusun daftar pencatatan transaksi untuk akuntansi persediaan

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah kegiatan pembelajaran siswa diharapkan:


a. Mampu menjelaskan pengertian,klasifikasi dan sistem pencatatan
persediaan
b. Mampu mengidentifikasi klasifikasi persediaan dan system pencatatanya
c. Mampu membuat jurnal dengan kedua system pencatatan persediaan

MATER PEMBELAJARAN

a. Menjelaskan Pengertian persediaan dan sistem pencatatan persediaan


b. Menjelaskan perbedaan sistem persediaan periodic dan perpetual
c. Mendiskripsikan sistem pencatatan transaksi persediaan perpetual dan
periodik
d. Melakukan penyusunan transaksi persediaan menggunakan sistem
periodik dan perpetual

Akuntansi Persediaan| 2
PETUNJUK BELAJAR

Bacalah petunjuk modul pembelajaran ini dan pahamilah isinya untuk dapat
memudahkan siswa dan guru sebagai fasilitator/intruksi menggunakan modul
pembelajaran ini dalam proses pembelajaran
1. Petunjuk Bagi Peserta didik
a. Bacalah dan pahami dengan baik uraian materi yang disajikan pada
masing-masing kegitan pembelajaran dengan baik.
b. Apabila terdapat materi yang tidak jelas atau kurang jelas segera
ditanyakan kepada guru.
c. Kerjakan setiap kegiatan diskusi, soal latihan dengan baik dan benar
untuk melatih kemampuan penguasaan pengetahuan konseptual dan
literasi.

2. Petunjuk Bagi Guru


a. Memotivasi siswa dalam mengerjakan soal-soal latihan untuk melatih
kemampuan penguasaan pengetahuan konseptual dan literasi
lingkungan.
b. Membimbing siswa yang merasa kesulitan menyelesaikan tugas
c. Mengarahkan siswa untuk menemukan konsep melalui kegiatan diskusi
dan praktikum
d. Mengembangkan sikap peduli lingkungan dengan menyampaikan sikap
yang dapat diteladani dari materi interkasi makhluk hidup dengan
lingkungan dan mengingatkan siswa untuk dapat selalu peduli terhadap
lingkungan sekitar mereka khususnya lingkungan lahan gambut.

INFORMASI PENDUKUNG

Menurut PSAK 14 Tahun 2008 Mengklarifikasi bahwa berlaku efektif untuk


laporan keuangan yang mencakup periode yang dimulai pada atau setelah
tanggal 1 Januari 2009.

Pada materi PSAK 14 ini merupakan mengatur perlakuan akuntansi untuk


persediaan. Permasalahan pokok dalam akuntansi persediaan adalah
penentuan jumlah biaya yang diakui sebagai aset dan perlakuan akuntansi
selanjutnya atas aset tersebut sampai pendapatan terkait diakui.

Akuntansi Persediaan| 3
PETA KONSEP

Akuntansi
Persediaan

Contoh Materi
Pengerjaan Pembelajaran
Laporan

Pengertian Jenis – Jenis Metode Penentuan Sistem


Akuntansi Nilai Persediaan Percatatan
Persediaan
Persediaan Persediaan

Akuntansi Persediaan| 4
PENDALAMAN MATERI

Pengertian

Pengertian Persediaan
Persediaan adalah pos-pos aktiva yang dimiliki oleh perusahaan untuk dijual
dalam operasi bisnis normal, atau barang yang akan digunakan atau dikonsumsi
dalam membuat barang yang akan dijual. Dapat disimpulkan bahwa Persediaan
(Inventory), merupakan aktiva perusahaan yang menempati posisi yang cukup
penting dalam suatu perusahaan, baik itu perusahaan dagang maupun perusahaan
industri (manufaktur), apalagi perusahaan yang bergerak dibidang konstruksi, hampir
50% dana perusahaan akan tertanam dalam persediaan yaitu untuk membeli bahan-
bahan bangunan.
Berdasarkan pengertian di atas maka perusahaan jasa tidak memiliki
persediaan, perusahaan dagang hanya memiliki persediaan barang dagang sedang
perusahaan industri memiliki 3 jenis persediaan yaitu persediaan bahan baku,
persediaan barang dalam proses dan persediaan barang jadi (siap untuk dijual).
Dalam laporan keuangan, persediaan merupakan hal yang sangat penting karena
baik laporan Rugi/Laba maupun Neraca tidak akan dapat disusun tanpa mengetahui
nilai persediaan. Kesalahan dalam penilaian persediaan akan langsung berakibat
kesalahan dalam laporan Rugi/Laba maupun neraca.

Pengertian Persediaan Menurut Ahli


Menurut ( standar akuntansi keuangan tahun 1999 ) pengertian persediaan ialah
aktiva :

 Yang tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha normal.


 Dalam proses produksi atau dalam perjalanan atau
 Dalam bentuk bagan atau perlengkapan ( supplies ) untuk digunakan dalam
proses produksi atau pemberian jasa.

Pengertian persediaan dalam hal ini ialah sebagai suatu aktiva yang meliputi barang-
barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode waktu
tertentu atau persediaan barang-barang yang masih dalam pengerjaan atau proses
produksi ataupun persediaan bahan bakau yang menunggu penggunaannya dalam
suatu proses produksi.

Akuntansi Persediaan| 5
Dasar – Dasar Persediaan

a. Neraca dalam perusahaan manufaktur dan dagang menggambarkan


persediaan merupakan aktiva lancar yang jumlahnya sangat besar
b. Laporan rugi laba, persediaan merupakan hal yang sangat menentukan
keuntungan atau hasil usaha.
c. Pendapatan kotor, (penjualan bersih dikurangi harga pokok penjualan)
diawasi oleh manajemen perusahaan, pemilik maupun pihak-pihak lain

Jenis – Jenis

Jenis-jenis persediaan
1. Bahan Baku
Barang persediaan milik perusahaan yang akan diolah lagi melalui proses
produksi, sehingga akan menjadi barang setengah jadi atau barang jadi
sesuai dengan kegiatan perusahaan. Besarnya persediaan bahan baku
dipengaruhi oleh perkiraan produksi, sifat musiman produksi, dapat
diandalkannya pihak Pemasok serta tingkat efisiensi penjadualan pembelian
dan kegiatan produksi.
2. Barang Dalam Proses
Merupakan barang yang masih memerlukan proses produksi untuk menjadi
barang jadi, sehingga persediaan barang dalam proses sangat dipengaruhi
oleh lamanya produksi, yaitu waktu yang dibutuhkan sejak saat bahan baku
masuk keproses produksi sampai dengan saat penyelesaian barang jadi.
Perputaran persediaan bisa ditingkatkan dengan jalan memperpendek
lamanya produksi. Dalam rangka memperpendek waktu produksi salah satu
cara adalah dengan menyempurnakan tekhnik-tekhnik rekayasa, sehingga
dengan demikian proses pengolahan bisa dipercepat. Cara laian adalah
dengan membeli bahan-bahan dan bukan membuatnya sendiri.

3. Barang Jadi
Merupakan barang hasil proses produksi dalam bentuk final sehingga dapat
segera dijual, pada persediaan ini besar kecilnya persediaan barang jadi
sebenarnya merupakan masalah koordinasi produksi dan penjualan. Manajer
keuangan dapat merangsang peningkatan penjualan dengan cara mengubah
persyaratan kredit atau dengan memberikan kredit untuk resiko yang kecil
(marginal risk). Tetapi tidak peduli apakah barang-barang tercatat sebagai
persediaan atau sebagai piutang dagang, manajer keuangan harus tetap
membiayainya. Sebenarnya perusahaan lebih suka menjualnya (dan tercatat
sebagai piutang dagang), karena dengan demikian untuk menuju realisasi kas
tinggal satu langkah saja. Dan laba potensial dapat menutup tambahan resiko
penagihan piutang.

Akuntansi Persediaan| 6
Klasifikasi
Persediaan
Klasifikasi persediaan dapat dibedakan menjadi dua , yaitu :

1. Menurut PSAK no.14 (2007)


Istilah persediaan dalam akuntansi ditujukan untuk menyatakan suatu jumlah
aktiva berwujud yang memenuhi kriteria (PSAK : Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan Indonesia No. 14) yang menyatakanbahwa persediaan adalah aktiva:

 Tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha normal.


 Dalam proses produksi dan atau perjalanan atau
 Dalam bentuk bahan (atau perlengkapan) untuk digunakan dalamproses
produksi

2. Menurut Perusahaan
Persediaan barang diklasifikasikan sesuai dengan jenis usaha perusahaan
tersebut.Dalam perusahaan perdagangan persediaan barang merupakan aktiva
dalam bentuk siap dijual kembali dan yang paling aktif dalam operasi usahanya.
Sedangkan dalam perusahaan pabrikasi atau manufaktur, persediaan barang
dapat diklasifikasikan sebagai berikut : persediaan bahan baku, barang dalam
proses, dan barang jadi. Terdapatnya klasifikasi persediaan yang berbeda antara
perusahaan perdagangan dengan perusahaan manufaktur adalah karena fungsi
dua perusahaan itu memang berbeda.Fungsi perusahaan perdagangan adalah
menjual barang yang diperolehnya dalam bentuk sudah jadi. Dengan kata lain,
tidak ada proses pengolahan seandainya terjadi pengolahan maka pengolahan
tersebut terbatas pada pembungkusan atau pemberian kemasan agar barang
lebih menarik selera konsumen. Sedangkan fungsi perusahaan manufaktur
adalah mengolah bahan mentah menjadi produk selesai.

Sistem Percatatan
Persediaan
Untuk dapat menetapkan nilai persediaan pada akhir periode dan menetapkan biaya
persediaan selama satu periode, sistem persediaan yang digunakan adalah:

1. Sistem Periodik (Physical)


Pada setiap akhir periode dilakukan perhitungan secara phisik untuk
menentukan jumlah persediaan akhir. Perhitungan tersebut meliputi
pengukuran dan penimbangan barang - barang yang ada pada akhir suatu

Akuntansi Persediaan| 7
periode untuk kemudian dikalikan dengan suatu tingkat harga/biaya.
Perusahaan yang menerapkan sistem periodik umumnya memiliki karakteristik
persediaan yang beraneka ragam namun nilainya relatif kecil.

2. Sistem Permanen (Perpetual)


Melakukan pembukuan atas persediaan secara terus menerus yaitu dengan
membukukan setiap transaksi persediaan baik pembelian maupun penjualan.
Sistem perpetual ini seringkali digunakan dalam hal persediaan memiliki nilai
yang tinggi untuk mengetahui posisi persediaan pada suatu waktu sehingga
perusahaan dapat mengatur pemesanan kembali persediaan pada saat
mencapai jumlah tertentu. Misalnya persediaan alat rumah tangga elektronik
(mesin cuci, kulkas, microwave).

Perbedaan penggunaan kedua metode adalah pada akun yang digunakan


untuk mencatat pembelian persediaan. Pada system pencatatan periodik
pembelian persediaan dicatat dengan mendebit akun pembelian sehingga
pada kahir periode akan dilakukan penyesuaian untuk mencatat harga pokok
barang yang dijual dan melaporkan nilai persediaan pada akhir periode.

Metode Penentuan Nilai


Persediaan
Metode yang dapat kita pergunakan adalah :
1. Metode FIFO ( First In First Out )
Dalam metode ini, barang yang pertama kali masuk dianggap dijual terlebih
dahulu. Jadi harga barang yang masih tersisa di persediaan kita adalah barang-
barang yang terakhir dibeli oleh kita.

2. Metode LIFO ( Last In First Out )


Metode ini merupakan kebalikan dari metode yang pertama disebutkan diatas.
Jadi barang yang pertama kali dijual justu adalah barang yang terakhir kali
dibeli. Dan barang yang masih ada di persediaan kita adalah barang-barang
yang pertama kali kita beli.

3. Metode rata-rata ( Average Method )


Nilai persediaan barang yang ada di unit usaha kita dihitung berdasarkan harga
rata-rata pembelian. Dalam metode ini terdapat dua cara penghitungan yang
berbeda.
a. Rata-rata sederhana, Nilai rata-rata ditentukan dari rata-rata harga beli
barang secara global.
b. Rata-rata tertimbang, niali rata-rata per unit.

4. Metode idetifikasi khusus.


Dalam metode ini penilaian barang sesuai dengan nilai masing-masing jenis
barang yang ada. Jadi dalam metode ini setiap barang haruslah jelas darimana
asal-usulnya serta harga yang diperoleh ketika pembelian barang tersebut.

Akuntansi Persediaan| 8
Biaya Dimasukan Dalam
Persediaan
Salah satu masalah paling penting dalam menangani persediaan berhubungan
dengan berapa jumlah persediaan yang harus yang dicatat dalam akun. Pembelian
(akuisisi) persediaan, seperti aktiva lain, umumnya di perhitungkan atas dasar biaya.

 Biaya Produk
(product cost) adalah biaya yang” melekat” pada persediaan dan di catat dalam
akun persediaan. Biaya-biaya ini berhubungan langsung dengan transfer
barang kelokasi bisnis pembeli dan pengubahan barang tersebut ke kondisi
yang siap di jual. Beban seperti itu mencakup ongkos pengangkutan barang
yang di beli, biaya pembelian langsun lainnya, dan biaya tenaga kerja serta
produksi lain nya yang dikeluarkan dalam memproses barang ketika dijual.
Namun karna adanya kesulitan prak tis dalam mengalokasikan biaya dan
beban, maka tidak dimasukkan dalam penilaian persediaan.

 Biaya Periode
Beban penjualan (selling expenses) dan, dalam kondisi yang biasa, beban
umum serta adminstrasi tidak dianggap berhubungan langsung dengan akuisisi
atau produk si brang dan, karenanya, tidak dianggap sebagai bagian dari
persediaan. Biaya semacam itu disebut dengan biaya periode secara
konseptual, beban ini merupakan biaya dari produk eperti halnya harga beli
awal dan ongkos pengangkutan. Biaya bunga yang berhubungan dengan
penyiapanpersediaan agar siap dijual biasanya di bebankan pada saat
dikeluarkan. Arguman penting untuk pendekatan ini adalah bahwa biaya bunga
merupakan biaya pembiayaan.

 Biaya Manufaktur
Seperti telah dibahas sebelumnya, sebuah bisnis yang membuat barang
mengunakan persediaan- bahan baku,barang dalam proses, barang jadi.
Barang dalam proses dan barang jadi meliputi bahan, tenaga kerja langsung,
Biaya overhead manufaktur. Biaya overhead manufaktur meliputi bahan tidak
langsung,tenaga kerja tidak langsung da pos-pos seperti penyusutan ,
pajak,asuransi, pemanas, dan listrik yang dibutuhkan dalam proses
manufaktur.

Akuntansi Persediaan| 9
Alasan Diperlukannya Persediaan
 Dibutuhkannya waktu untuk menyelesaikan operasi
produksi dan untuk memindahkan produk dari suatu
tingkat proses ke tingkat proses lainnya yang
disebut persediaan dalam proses dan pemindahan.
 Alasan organisasi untuk memungkinkan suatu unit
membuat jadwal operasinya secara bebas tidak
tergantung dari yang lainnya.

Biaya Persediaan Manufaktur


Biaya Persediaan Manufaktur dan Dampak Peningkatan Produksi. Biaya persediaan
manufaktur terdiri atas tiga komponen:

1. Bahan baku atau bahan mentah-biaya dari bahan dasar yang digunakan untuk
membuat produk.
2. Tenaga kerja –biaya tenaga kerja langsung yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan produk jadi.
3. Overhead- biaya tidak langsung pada proses manufaktur,seperti penyusutan
peralatan manufaktur, gaji penyelia, dan biaya prasarana.

Perusahaan dapat mengistiminasi dua komponen pertama secara akurat dari


spesifikasi rancangan dan penelitian atas waktu dan pergerakan pada proses
perakitan. Overhead sering kali merupakan komponen biaya produk terbesar dan
paling sulit diukur untuk tingkat produk. Total overhead harus dialokasi pada seluruh
hasil produksi. Umumnya produk yang terbanyak menggunakan sumber daya (yaitu
membutuhkan mesin mahal trbanyak atau memakai waktu rekayasa tertinggi) harus
diberikan alokasi sebagian besar dari overhead. Biaya persediaan untuk
perusahaan manufaktur umumnya dipelajari pada mata kuliah akuntansi manajemen.
Namun analis perlu waspada bahwa alokasi biaya overhead bukan merupakan ilmu
pasti dan sangat tergantung pada asumsi yang digunakan.

Manfaat Adanya Persediaan

1. Menghilangkan resiko keterlambatan datangnya barang atau bahan-bahan


yang dibutuhkan perusahaan.
2. Menghilangkan resiko dari materi yang dipesan berkualitas atau tidak baik
sehingga harus dikembalikan.
3. Mengantisipasi bahwa bahan-bahan yang dihasilkan secara musiman
sehingga dapat digunakan bila bahan itu tidak ada dalam pasaran.

Akuntansi Persediaan| 10
4. Mempertahankan aktivitas operasi perusahaan atau menjamin kelancaran arus
produksi.
5. Mencapai penggunaan mesin yang optimal.
6. Memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan sebaik-baiknya agar
keinginan pelanggan pada suatu waktu dapat dipenuhi dengan memberikan
jaminan tetap tersedianya barang jadi tersebut.
7. Membuat pengadaan atau produksi tidak perlu sesuai dengan penggunaannya
atau penjualannya.

Contoh Jurnal:

Mencatatat Pembelian Barang dagangan secara kredit :

Sistem Periodik Sistem Perpetual

Pembelian xxx Persediaan xxx


Hutang Dagang xxx Hutang Dagang xxx

Mencatat pembayaran biaya angkut :

Sistem Periodik Sistem Perpetual

Biaya angku pembelian xxx Biaya angkut pembelian xxx


Kas xxx Kas xxx

Dari kasus diatas, maka jurnal yang harus dibuat adalah sebagai berikut:
Diketahui :
Pembelian 2.000 unit @Rp 450
Penjualan 2.250 unit @Rp 750

Sistem Periodik :

Pembelian Rp 900.000
Utang dagang Rp 900.000

Piutang dagang Rp 1.687.500


Penjualan Rp 1.687.500

Akuntansi Persediaan| 11
Sistem Perpetual :

Persediaan barang dagang Rp 900.000


Utang dagang Rp 900.000

Piutang dagang Rp 1.687.500


Penjualan Rp 1.687.500

HPP Rp 1.012.500
Pers. Barang Dagang Rp 1.012.500

Menutup Buku :
Membebankan Persediaan R/L Rp 675.000
Awal ke R/L Persediaan (awal) Rp 675.000

Mencatatan persediaan persediaan (akhir) Rp 562.500


Akhir tahun R/L Rp 562.500

Laporan Laba Rugi Periodik :


Penjualan Rp 1.687.500
Harga pokok penjualan (HPP)
Persediaan awal Rp 675.000
Pembelian Rp 900.000+
BTUD Rp 1.575.000
Persediaan akhir Rp 562.500
HPP Rp 1.012.500 -
Laba Kotor Penjualan Rp 675.000
Laporan Laba Rugi Perpetual :
Penjualan Rp 1.687.500
Harga Pokok Penjualan (HPP) Rp 1.012.500
Laba kotor penjualan Rp 675.000

Akuntansi Persediaan| 12
UJI KOMPETENSI

A Berilah tanda silang (X) huruf a, b, c, d atau e pada jawaban yang benar

1. PT Jaka mempunyai data untuk tahun 2016 adalah sebagai berikut :

Keterangan Harga Pokok Harga Jual


Persediaan awal 50.000.000 70.000.000
Pembelian bersih 124.000.000 164.000.000

Persediaan barang ditoko menurut harga jual eceran adalah 90.500.000 per 31
desember 2016, tentukan besarnya persediaan barang per 31 desember 2016
menurut harga eceran adalah ....
a. 1 %
b. 74,35 %
c. 13,4 %
d. 12 %
e. 10,5%

2. PT. Tinata memiliki data sebagai berikut :


Persediaan awal 10.000.000
Pembelian bersih 45.000.000
Penjualan bersih 96.000.000
Hitunglah besarnya nilai persediaan akhir apabila berdasarkan pengalaman
tahun lalu laba kotor 20 % dari penjualan bersih ...
a. 21.800.000
b. 30.200.000
c. 151.000.000
d. 131.800.000
e. 55.0000.000

3. PT. CAKA CIKI mempunyai data mutasi persediaan sebagai berikut :


Desember 5, Persediaan awal 150 kg harga perkilo Rp. 400
Desember 8, Pembelian 700 kg harga perkilo Rp. 500
Desember 19, Penjualan 450 kg
Desember 25, Pembelian 70 kg harga perkilo Rp. 350
Berdasarkan data tersebut hitunglah nilai persediaan tgl 31 Desember 2016 jika
menggunakan metode rata-rata secara fisik .
a. 416,66
b. 195.830,2
c. 470

Akuntansi Persediaan| 13
d. 1.250
e. 1.370

4. Tanggal 31 Desember 2015 PT. RED AND WHITE membeli kendaraan harga
perolehannya yaitu 120.000.000 umur ekonomis 10 tahun, nilai residu
15.000.000. Hitunglah beban penyusutan tahun 2015 dengan metode saldo
menurun ...
a. 105.000.000
b. 10.500.000
c. 24.000.000
d. 3.000.000
e. 6.000.000

5. Kendaraan dengan harga perolehan 1.000.000 dengan nilai sisa 60.000 ditaksir
akan digunakan selama 1.200 jam. Hitunglah depresiasi per jam dengan
menggunakan metode service hours method apabila tahun pertama digunakan
300 jam ....
a. 999.950
b. 299.985
c. 3.760.000
d. 289.996
e. 999.972

6. Dijual barang dagangan secara kredit jika menggunakan sistem pencatatan


perpectual, maka jurnalnya adalah....
a. Piutang dagang xxx
Penjualan xxx
b. Piutang dagang xxx
Persediaan barang dagangan xxx
c. Persediaan barang dagangan xxx
Penjualan xxx
HPP xxx
d. Persediaan dagang xxx
Piutang dagang xxx
e. Harga pokok penjualan xxx
Persediaan xxx

7. Salah satu metode penilaian dengan sistem fisik setiap barang yang masuk
(dibeli) diberikan tanda pengenal khusus yang menunjukkan harga satuan
sesuai dengan faktur yang diterima merupakan pengertian dari metode...

a. Harga eceran
b. Rrata – rata
c. MPKP
d. MTKP
e. Identitas Khusus

Akuntansi Persediaan| 14
8. Untuk menghitung nilai persediaan barang dagangan dapat menggunakan metode FIFO
yaitu metode yang menetapkan...
a. Harga jual lebih rendah
b. Harga barang
c. Barang terakhir masuk dianggap keluar pertama
d. Barang masuk pertama dianggap keluar terakhir
e. Barang masuk pertama dianggap keluar pertama
9. Jurnal untuk retur pembelian dan potongan harga pada metode periodik adalah ....
a. Retur Pembelian (D)
Piutang dagang (K)
HPP (D)
Persediaan (K)
b. Retur Pembelian (D)
Hutang dagang (K)
c. Piutang dagang (D)
Retur Pembelian (K)
HPP (D)
Persediaan (K)
d. Hutang dagang (D)
Retur Pembelian (K)
HPP (D)
Persediaan (K)
e. Hutang dagang (D)
Retur Pembelian (K)

10. Jika perusahaan melakukan pencatatan pembelian barang dagangan dengan


menggunakan akun pembelian. Sistem pencatatan persediaan yang dimaksud adalah
sistem pencatatan...

a. Fisik
b. Perpetual
c. Terus menerus
d. Avarage
e. Berpasangan

Akuntansi Persediaan| 15
Jawablah pertanyaan ini dengan benar
B
1. Berikut ini adalah data mengenai barang dagangan PT JUALAN BMX selama bulan
Januari 2011:

- Persediaan barang dagangan, 1 Januari, 20 Unit @ Rp5.000.

- Penjualan barang dagangan, 5 Januari, 15 Unit @ Rp9.000.

- Pembelian barang dagangan, 14 Januari, 30 Unit @ Rp5.400.

- Penjualan barang dagangan, 18 Januari, 25 Unit @ Rp9.300.

- Pembelian barang dagangan, 25 Januari, 40 Unit @ Rp6.500.

- Penjualan barang dagangan, 28 Januari, 35 Unit @ Rp9.800.

PT JUALAN BMX menggunakan sistem perpetual untuk mencata mutasi persediaan


barang dagangan. Pada tanggal 31 Januari 2011, persediaan barang dagangan yang
tersedia sebesar 15 Unit.

Diminta:

Tentukanlah berapa biaya perolehan persediaan barang dagangan akhir dan beban
pokok penjualan, apabila perusahaan menggunakan metode FIFO, LIFO, dan Rata-
Rata Bergerak.

2. Dibawah ini terdapat catatan mengenai persediaan PT. Khatulistiwa selama bulan
September 2008 sebagai berikut:

Tanggal Keterangan Kuantitas Harga


1 Sept Persediaan awal 100 unit Rp.10.000
5 Sept Pembelian, termin 2/10,n/60 500 unit Rp.12.000
12 Sept Pembelian, termin 2/10,n/30 100 unit Rp.15.000
22 Sept Penjualan 300 unit Rp.25.000
27 Sept Pembelian, termin 5/10,n/30 100 unit Rp 20.000
30 Sept Penjualan 50 unit Rp.30.000
1 Sept Persediaan awal 100 unit Rp.10.000
5 Sept Pembelian, termin 2/10,n/60 500 unit Rp.12.000

Tentukan nilai persediaan akhir, harga pokok penjualan dan laba kotor jika
diasumsikan perusahaan menerapkan sistem periodik FIFO dan sistem perpetual
LIFO.

3. Berikut ini adalah informasi mengenai persediaan barang dagang awal, pembelian
barang dagang, dan penjualan barang dagang pada perusahaan dagang METRO
POWER selama tiga bulan:

 Juli 1, Persediaan barang dagang awal, 000 unit @ Rp6.100.


 Juli 8, Pembelian barang dagang, 000 unit @ Rp6.150.

Akuntansi Persediaan| 16
 Juli 20. Penjualan barang dagang, 000 unit @ Rp7.000.
 Juli 31, Penjualan barang dagang, 000 unit @ Rp7.000.
 Agustus 8, Penjualan barang dagang, 000 unit @ Rp7.100.
 Agustus 10, Pembelian barang dagang, 000 unit @ Rp6.200.
 Agustus 27, Penjualan barang dagang, 000 unit @ Rp7.200.
 Agustus 30, Penjualan barang dagang, 000 unit @ Rp7.150.
 September 5, Pembelian barang dagang, 000 unit @ Rp6.050.
 September 13, Penjualan barang dagang, 000 unit @ Rp7.000.
 September 22, Pembelian barang dagang, 000 unit @ Rp6.000.
 September 30, Penjualan barang dagang, 000 unit @ Rp7.000.
Diminta:

1. Catatlah informasi persediaan barang dagang awal, pembelian barang dagang,


dan penjualan barang dagang ke dalam kartu persediaan barang dengan
menggunakan sistem perpetual dan metode First In First Out (FIFO).
2. Tentukan total penjualan dan total beban pokok penjualan barang dagang dari
METRO POWER selama tiga bulan tersebut. Lalu buatlah jurnal yang
digunakan untuk mencatat hasil penjualan dan beban pokok penjualan
tersebut, dengan asumsi semua penjualan dilakukan secara kredit.
3. Tentukan laba kotor dari METRO POWER untuk periode tiga bulan di atas.

4. Toko Peralatan Olahraga FIVA menjual berbagai macam raket badminton.


Salah satu diantara raket yang dijual adalah raket dengan merk Super tipe X-
100 yang paling banyak diminati oleh para konsumen. Data yang
berhubungan dengan pembelian Super X-100 selama bulan yang
bersangkutan seperti di bawah ini:

Tanggal Keterangan Unit Biaya Total Biaya


Perolehan per Perolehan
Unit
Sept. 1 Persediaan 26 Rp 97.000 Rp 2.522.000
Sept. 12 Persediaan 45 Rp 102.000 Rp 4.590.000
Sept. 19 Persediaan 20 Rp 104.000 Rp 2.080.000
Sept. 26 Persediaan 50 Rp 105.000 Rp 5.250.000
TOTAL 141 Rp 14.442.000

Selama bulan September Toko Peralatan Olahraga FIVA telah menjual 121
buah Super X-100 kepada konsumen. Perusahaan ini menggunakan Sistem
Pencatatan persediaan secara periodik.

Diminta:

1. Hitunglah persediaan akhir Toko Peralatan Olahraga FIVA pada tanggal 30


September dan beban pokok penjualannya dengan menggunakan metode FIFO,
dan Rata-Rata Tertimbang.
2. Dari kedua metode tersebut, metode manakah yang menghasilkan laba bersih
paling tinggi?

5. PT Sederhana adalah perusahaan yang bergerak di bidang jual beli barang dagang. PT
Sederhana menggunakan Sistem Pencatatan Persediaan secara periodik. Berikut ini

Akuntansi Persediaan| 17
adalah sdata yang terdapat pada PT Sederhana untuk bulan yang berakhir tanggal 30
Juni 2011:
- Juni 1, Persediaan barang dagang awal, 40 unit @ Rp40.000.
- Juni 4, Pembelian barang dagang, 135 unit @ Rp44.000.
- Juni 10, Penjualan barang dagang, 110 unit @ Rp70.000.
- Juni 11, Retur Penjualan barang dagang, 15 unit @ Rp70.000.
- Juni 18, Pembelian barang dagang, 55 unit @ Rp46.000.
- Juni 18, Retur Pembelian barang dagang, 10 unit @ Rp46.000.
- Juni 25, Penjualan barang dagang, 65 unit @ Rp75.000.
- Juni 28, Pembelian barang dagang, 30 unit @ Rp50.000.

Diminta:

Hitunglah besarnya persediaan akhir, beban pokok penjualan, laba kotor, dan
presentase laba kotor jika menggunakan metode FIFO, LIFO, dan Rata-Rata
Tertimbang.

Akuntansi Persediaan| 18
Lembar Jawaban

Akuntansi Persediaan| 19
Lembar Jawaban

Akuntansi Persediaan| 20
Lembar Jawaban

Akuntansi Persediaan| 21
LEMBAR PENILAIAN

No. Kriteria Penilaian Skor


Soal
1. Siswa mampu menghitung laporan dengan menggunakan 20
sistem Perpetual dan metode FIFO, LIFO, dan Rata - rata
2. Siswa mampu menghitung persediaan akhir harga pokok 20
penjualan dan laba kotor dengan metode FIFO dan LIFO
3. Siswa mampu mencatat mencatat oersediaan barang 30
dagang awal dan menentukan laba kotor selama 3 bulan
4. Siswa mampu mencatat persediaan akhir Toko Viva dengan 15
menggunakan metode FIFO dan Rata – rata
5. Siswa mampu menghitung persediaan akhir beban pokok 15
penjualan, laba kotor, dan presentase laba kotor
TOTAL SEKOR 100
Total soal = 5 dengan berat soal yang berbeda – beda. Untuk butir soal 1 dan 2
tingkat kesulitan (sedang / dengan skor 20), butiran soal no 3 (sulit / dengan skor
30), dan butiran soal nomer 4 dan 5 (mudah / dengan skor 15)

Akuntansi Persediaan| 22
RANGKUMAN

Pengertian Persediaan Persediaan adalah pos-pos aktiva yang dimiliki oleh


perusahaan untuk dijual dalam operasi bisnis normal, atau barang yang akan
digunakan atau dikonsumsi dalam membuat barang yang akan dijual.Dapat
disimpulkan bahwa Persediaan (Inventory), merupakan aktiva perusahaan yang
menempati posisi yang cukup penting dalam suatu perusahaan, baik itu perusahaan
dagang maupun perusahaan industri (manufaktur), apalagi perusahaan yang
bergerak dibidang konstruksi, hampir 50% dana perusahaan akan tertanam dalam
persediaan yaitu untuk membeli bahan-bahan bangunan.
Berdasarkan pengertian di atas maka perusahaan jasa tidak memiliki
persediaan, perusahaan dagang hanya memiliki persediaan barang dagang sedang
perusahaan industri memiliki 3 jenis persediaan yaitu persediaan bahan baku,
persediaan barang dalam proses dan persediaan barang jadi (siap untuk dijual).
- Dalam proses produksi atau dalam perjalanan atau
- Dalam bentuk bagan atau perlengkapan ( supplies ) untuk digunakan dalam
proses produksi atau pemberian jasa.
Pengertian persediaan dalam hal ini ialah sebagai suatu aktiva yang meliputi barang-
barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode waktu
tertentu atau persediaan barang-barang yang masih dalam pengerjaan atau proses
produksi ataupun persediaan bahan bakau yang menunggu penggunaannya dalam
suatu proses produksi.
Dasar – Dasar Persediaan Neraca dalam perusahaan manufaktur dan dagang
menggambarkan persediaan merupakan aktiva lancar yang jumlahnya sangat besar
Laporan rugi laba, persediaan merupakan hal yang sangat menentukan keuntungan
atau hasil usaha.Bahan Baku Barang persediaan milik perusahaan yang akan diolah
lagi melalui proses produksi, sehingga akan menjadi barang setengah jadi atau
barang jadi sesuai dengan kegiatan perusahaan.Barang Dalam Proses Merupakan
barang yang masih memerlukan proses produksi untuk menjadi barang jadi, sehingga
persediaan barang dalam proses sangat dipengaruhi oleh lamanya produksi, yaitu
waktu yang dibutuhkan sejak saat bahan baku masuk keproses produksi sampai
dengan saat penyelesaian barang jadi.
Barang Jadi Merupakan barang hasil proses produksi dalam bentuk final
sehingga dapat segera dijual, pada persediaan ini besar kecilnya persediaan barang
jadi sebenarnya merupakan masalah koordinasi produksi dan penjualan.Menurut
Perusahaan Persediaan barang diklasifikasikan sesuai dengan jenis usaha
perusahaan tersebut.Dalam perusahaan perdagangan persediaan barang merupakan
aktiva dalam bentuk siap dijual kembali dan yang paling aktif dalam operasi
usahanya.Sedangkan dalam perusahaan pabrikasi atau manufaktur, persediaan
barang dapat diklasifikasikan sebagai berikut : persediaan bahan baku, barang dalam
proses, dan barang jadi.

Akuntansi Persediaan| 23
CATATAN :

Tingkat penguasaan peserta didik :


(Skor Soal Pilihan Ganda + Uraian)%
Sehingga apabila nilai yang dapat diperoleh peserta
didik dapat mencapai tingkat kepuasaan yaitu
>75% maka peserta didik dapat melanjutkan materi
yang ada selanjutnya, namun apabila peseta didik
belum mencapai tingkat kepuasan yaitu <75%
maka peseta didik tidak akan dapat melanjutkan
materi yang ada selanjutnya, sehingga peserta didik
dapat mempelajari lebih paham lagi materi
sebelumnya

Akuntansi Persediaan| 24
DAFTAR PUSTAKA

Pakaya, Sri Isnawaty. 2012. Penerapan Pencatatan Akuntansi Persediaan


Barang, Jurnal Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universita Negeri
Gorontalo

Bahri, S. (2019). Pengantar akuntansi berdasarkan standar akuntansi


keuangan-entitas tanpa akuntabilitas publik, international financial report
standard. Yogyakarta: ANDI Anggota Ikatan Penerbit Indonesia.

Martani, D., Siregar, V. S., Wardani, R., Farmawati, A., Tanujaya, E. (2014).
Akuntansi keuangan menengah berbasis pernyataan standar akuntansi
keuangan. Jakarta: Salemba Empat

Agustina, Silvia, 2012. Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Perubahan Laba


Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, Jurnal
Wira Ekonomi Mikrosil, Vol. 2, No.02.

Akuntansi Persediaan| 25

Anda mungkin juga menyukai