Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I

RADIX
Dosen Pengampu : Apt.Rabima, S.Si,. M.Farm,.

Disusun oleh :

RAIHAN FADHIL MUHAMMAD (1943050027)

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA
2020/2021
RADIX

I. Tujuan :
1. Mampu memahami perbedaan isi dari bubuk symplisia yaitu ; kalsium Oxalat ( kristal
) epidermis atas dan bawah, rambut penutup, sklerenkum, trachea spiral dan jala,
jaringan kulit buah, idiobeast, stomata
2. Mampu menjelaskan perbedaan isi dari bubuk symplisia yaitu ; kalsium Oxalat (
kristal ) epidermis atas dan bawah, rambut penutup, sklerenkum, trachea spiral dan
jala, jaringan kulit buah, idiobeast, stomata

II. Pendahuluan
1. Pengertian radix
Akar adalah bagian pokok di samping batang dan daun bagi tumbuhan yang tumbuh
menuju inti bumi kormus.
Sifat-sifat akar:
1. Merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah, dengan arah
tumbuh ke pusat bumi (geotrop) atau menuju ke air (hidrotrop),
meninggalkan udara dan cahaya
2. Tidak berbuku-buku, jadi juga tidak beruas dan tidak mendukung daun-daun atau
sisik-sisik maupun bagian-bagian lainnya
3. Warna tidak hijau, biasanya keputih-putihan atau kekuning-kuningan
4. Tumbuh terus pada ujungnya, tetapi umumnya pertumbuhannya masih kalah pesat
jika dibandingkan dengan bagian permukaan tanah
5. Bentuk ujungnya seringkali meruncing, hingga lebih mudah untuk menembus
tanah

Secara umum, ada lima jenis akar yaitu:


1. Akar serabut.
Akar ini umumnya terdapat pada tumbuhan monokotil. Walaupun kadang-
kadang, tumbuhan dikotil juga memilikinya (dengan catatan, tumbuhan dikotil
tersebut dikembangbiakkan dengan cara cangkok, atau stek). Fungsi utama akar
serabut adalah untuk memperkokoh berdirinya tumbuhan.
2. Akar tunggang
Akar ini umumnya terdapat pada tumbuhan dikotil. Fungsi utamanya adalah
untuk menyimpan makanan. Sebagai contoh wortel, ubi dan sebagainya dalam
bentuk umbi-umbian.
3. Akar gantung
Akar gantung tumbuh dari bagian atas batang dan tumbuh ke arah tanah. Oleh
karena itu, akar tersebut terlihat menggantung di udara. Akar gantung ini
berfungsi menyerap uap air dan gas dari udara. Namun, bila telah mencapai
tanah, akar tersebut masuk ke dalam tanah dan berfungsi menyerap air dan
garam-garam mineral. Tumbuhan yang memiliki akar gantung misalnya
beringin.
4. Akar napas
Akar napas tumbuh keluar dari batang bagian bawah. Akar tersebut sebagian
muncul di permukaan tanah dan sebagian lagi berada di dalam tanah. Akar ini
terlihat seperti menopang tegaknya batang. Akar napas mempunyai banyak
celah tempat masuknya udara. Jadi, sesuai namanya, akar napas berfungsi untuk
bernapas. Tumbuhan yang mempunyai akar napas, misalnya bakau dan pandan.
5. Akar pelekat
Akar pelekat tumbuh di sepanjang batang. Akar pelekat terdapat pada tumbuhan
yang tumbuh memanjat. Akar ini berfungsi untuk melekatkan batang pada
tembok maupun tumbuhan lain. Tumbuhan yang mempunyai akar pelekat,
misalnya sirih.
2. Macam – macam radix
1. Valeriane radix

Nama : indonesian: valerian. English: garden heliotrope


Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Superdivisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Subkelas: Asteridae
Ordo: Dipsacales
Famili: Valerianaceae
Genus: Valeriana
Spesies: Valeriana officinalis L.
2. Raowalfia radix

Nama : pule pandak,serpentina


Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Superdivisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Subkelas: Asteridae
Ordo: Gentianales
Famili: Apocynaceae
Genus: Rauvolfia
Spesies: Rauvolfia serpentina (L.) Benth. ex Kurz
3. Gentiane radix

Nama : yellow gentian, gentian


Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Superdivisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Subkelas: Asteridae
Ordo: Gentianales
Famili: Gentianaceae
Genus: Gentiana
Spesies: Gentiana lutea L.
4. Ipeccaunnhae radix

Nama : akar ipeka,akar muntah


Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Superdivisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Subkelas: Asteridae
Ordo: Rubiales
Famili: Rubiaceae
Genus: Cephaelis
Spesies: Cephaelis ipecacuanha (Brot.) Tussac
5. Liquiritane radix

Nama : akar manis,licorice


Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Superdivisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Subkelas: Rosidae
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae
Genus: Glycyrrhiza
Spesies: Glycyrrhiza glabra L
6. Rhei radix

Nama : kelembak,chinese rubarb


Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Superdivisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Subkelas: Hamamelidae
Ordo: Polygonales
Famili: Polygonaceae
Genus: Rheum
Spesies: Rheum officinale Baill.
3. Manfaat radix pada bidang farmasi
• Valerianae radix
Valerian (Valeriana officinalis L.) merupakan salah satu obat tradisional yang secara
empiris digunakan sebagai obat penenang ringan dan untuk sulit tidur (insomnia).
Bagian tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional adalah akar (Valerianae
radix). Akar valerian memiliki senyawa yang berefek depresi sistem saraf pusat
(SSP). Depresi SSP akan memperpanjang waktu reaksi
• Rauwolfia radix
Pule pandak dapat menyembuhkan tekanan darah tinggi (hipertensi), sakit kepala,
vertigo, insonmnia, radang empedu, epilepsi, bisul, serta luka akibat gigitan ular atau
kalajengking
• Gentiane radix
Mengurangi kehilangan nafsu makan. Mengurangi rasa mual, mulas, dan diare.
Meningkatkan produksi air liur dengan merangsang selaput mulut dan perasa.
Membantu produksi lambung dan empedu.
• Ipecacuannhae radix
Akar pule pandak mengandung lebih dari 50 macam alkaloid, beberapa di antaranya
sudah berhasil diisolasi seperti reserpina, resinamina, ajmalina, dan serpentina.
Bahan aktif ini berkhasiat sebagai pencegah naiknya suhu badan, obat penenang,
obat tekanan darah tinggi, dan menormalkan denyut jantung. Penemuan terakhir
adalah di isolasinya tiga macam alkaloid baru yang tergolong dalam monoterpenoid
indol alkaloid (Hendrian 2008; Sheludko et,al 2008)
• Liquiritiae radix
Ekstrak akar Manis (Glycyrrhiza glabra) mengandung glycyrrhizin (10-25%),
liquiritin, liquiritigenin, isoliquiritigenin, isoliquiretin, glizirhizat, glabrenen acid
and glabridin. Glabridin, merupakan sebuah senyawa fenol yang memiliki sifat
antioksidan, neuroprotektif, antiinflamasi, entieksim, antipruitis, serta agen pemutih
(Damle, 2014).
• Rhei radix
Akar kelembak mengandung aloe-imodin, rhein, emodin dan physcion (Zhao N, et
al., 2014), anthrones dan glikosida, stilbenes, sakarida, tanin dan sebagainya (Sheng,
et al., 2011). Dalam beberapa tahun terakhir ditemukan komponen baru seperti
sulfemodin8-O-b-D-glukosida, revandchinone-1, revandchinone-2, revandchinone-
3, revandchinone-4, 6-methylrhein dan 6-methyl aloe-emodin (Ahmad, et al., 2013).
Kelembak berkhasiat memperbaiki fibrosis tubulointerstitial pada ginjal tikus
5/6Nx, dengan mengurangi IS yang berlebihan dan mengurangi stres oksidatif ginjal
dan cedera inflamasi (Lu, et al., 2015)
4. Cara mengidentifikasi herba di laboratorium
• Uji makroskopik
Pada uji makroskopik dilihat dari bentuk,bau,warna,tekstur dan rasa
• Uji mikroskopik
dilakukan dengan menggunakan mikroskop yang derajat pembesarannya
disesuaikan dengan keperluan. Simplisia yang diuji dapat berupa sayatan
melintang, radial, paradermal maupun membujur atau berupa serbuk. Pada uji
mikroskopik dicari unsur – unsur anatomi jaringan yang khas. Dari pengujian
ini akan diketahui jenis simplisia berdasarkan fragmen pengenal yang spesifik
bagi masing – masing simplisia.
III. Alat dan Bahan
1. Alat :
• Kaca objek
• Kaca penutup (cover)
• Mikroskop
• Spatula
• Tissue
• Pipet tetes
2. Bahan
• Valerianae radix
• Rauwolfia radix
• Gentiane radix
• Ipecacuannhae radix
• Liquiritiae radix
• Rhei radix
3. Cara kerja
1. Prosedur pemeriksaan farmakognosi simplisia flos
a. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
b. Diletakkan sampel flos diatas kaca objek
c. Ditetesi dengan chloral hidrat kemudian ditutup dengan dengan kaca penutup
d. Difiksasi pada lampu bunsen kemudian diamati dibawah mikroskop
e. Digambar bentuk fragmen dari hasil pengamatan
2. Prosedur pemeriksaan farmakognosi simplisia flos
a. Diambil serbuk flos dari masing-masing varietas
b. Diamati ciri-ciri dari serbuk flos
c. Dicocokkan dengan buku morfologi tumbuhan
d. Hasil pengamatan dicatat
4. Hasil dan gambar
• Valerianae radix
Makroskopis

Bentuk serbuk dengan warna coklat disertai bau yang spesifik dan rasa yang manis
manis pahit
Mikroskopik

Vo: (a) akar / rimpang kering; (b – c) bahan bubuk: (b) sel parenkim dengan pati
biji-bijian (20 ×); (c) butir pati (40 ×); (d – f) Vj: (d) akar / rimpang kering; (e – f)
bahan bubuk: (e) bentuk skalari kapal (20 ×); (f) butir pati (40 ×); (g – i) Nj: (g) akar/
rimpang kering; (h – i) bahan bubuk: (h) sel gabus (10 ×); (i) serat dan butiran pati
kecil (40 ×). Gambar 1. (a – c) Vo: (a) akar / rimpang kering; (b – c) bahan bubuk:
(b) sel parenkim dengan butir pati (20 ×); (c) butir pati (40 ×); (d – f) Vj: (d) akar /
rimpang kering; (e – f) bahan bubuk: (e) pembuluh skalariform (20 ×); (f) butir pati
(40 ×); (g – i) Nj: (g) akar / rimpang kering; (h – i) bubuk bahan: (h) sel gabus (10
×); (i) serat dan butiran pati kecil (40 ×).
• Rauwolfia radix
Makroskopik

Bentuk serbuk dengan warna coklat, rasa yang pahit dan tidak berbau
Mikroskopik

Mikroskopi Serbuk - a. Akar bubuk; b. Sel gabus memanjang; c. Sel parenkim yang
mengandung butiran pati dan massa resin coklat; d. Trakeid dan pembuluh darah
bersama dengan sinar meduler; e. Kapal berlubang dengan perforasi sederhana; f.
Tracheid berlignifikasi dan diadu; g. Sinar meduler uniseriate; h. Serat xilem
menunjukkan lumen; saya. Kelompok serat; j. Roset dan kristal prismatik kalsium
oksalat; k. Massa resin coklat; l. Sederhana untuk biji pati majemuk.
• Gentiane radix
Makroskopik

Bentuk serbuk dengan warna coklat,rasa pahit dan memiliki bau


Mikroskopik

Trachea besar-besar,bentuk spiral yang terpotong,terdapat sel batu,jaringan empelur


terdiri dari parenkim dan tracheids, sel parenkim dengan jarum halus kalsium oksalat
yang berasal dari kulit dan empelur (cahaya terpolarisasi) sangat banyak dan khas.
Sel parenkim tetes fitosterna dan jarum kalsium oksalat, fragmen pembuluh yang
berlubang-lubang banyak,tak begitu khas, sel gabus 4-6 lapis tak terlihat hanya
amorf ada phloem
• Ipecacuannhae radix
Makroskopik
Akarnya berliku-liku dan berbentuk silinder kasar. Tumbuh dalam potongan-
potongan, panjang 5 sampai 15 cm dan tebal 4 sampai 6 cm. Itu ditutupi dengan kulit
kayu yang dianulasi, yang sering dipisahkan sepenuhnya dari kayu. Kulit kayunya
berwarna coklat kemerahan sampai coklat tua dan kayunya berwarna kuning. Obat
tersebut memiliki patah tulang pendek biasanya dengan karakteristik permukaan
retak yang bertepung atau bertepung di kulit kayu dan serpihan di Kayu. Permukaan
potongan melintang menunjukkan kambium yang berbeda, kulit kayu lebar dan kayu
tengah yang sempit dan padat. Ini memiliki sedikit bau dan rasa pahit.
Mikroskopik
terdapat serat sklerenkim,serat sklerenkim berisi hablu kalsium oksalat,terdapat
gabus,fragmen kekuningan, pembuluh sangat lebar dan berongga,terdapat amylum
dan parenkim dengan hablur kalsium oksalat
• Liquiritiae radix
Makroskopik

Bentuk bubu,berwarna kuning muda,rasa manis sedikit sepat tetapi tidak pahit, bau
aromatis lemah
Mikroskopik

Serat terdapat kristal oksalat berwarna kuning puvat,terdapat sklereid,kristal


berbentuk prisma,kristal oksalat dengan letak berderet,jaringan empelur teridiri dari
parenkim dan trakeid,gabus hampir tidak ada,terdapat pembuluh kayu,ada amilum
dan terdapat serat-serat sklerenkim
• Rhei radix
Makroskopik

Secara makroskopis, rhei radix memiliki bentuk serbuk dengan warna kuning
jingga,rasa pahit aromatis dan bau yang spesifik aromatis.
Mikroskopik
Ciri mikroskopis serbuk akar dan rimpang kering Rheum officinale Baill.
1. Gugus kalsium oksalat 2. Pembuluh darah retikulasi dan pembuluh spiral 3.
Pembuluh darah retikulasi 4. Granul pati majemuk 5. Butiran pati. Sebuah. Fitur di
bawah mikroskop cahaya b. Fitur di bawah mikroskop terpolarisasi
5. Pembahasan.
• Valerianae radix
Bentuk serbuk dengan warna coklat disertai bau yang spesifik dan rasa yang manis
manis pahit. Pada pemeriksaan mikroskopis terdapat sel parenkim dengan
pati,terdapat sel gabus,serat dan butiran pati kecil,terdapat pembuluh sklariform
• Rauwolfia radix
Bentuk serbuk dengan warna coklat, rasa yang pahit dan tidak berbau. Mikroskopi
Serbuk - a. Akar bubuk; b. Sel gabus memanjang; c. Sel parenkim yang mengandung
butiran pati dan massa resin coklat; d. Trakeid dan pembuluh darah bersama dengan
sinar meduler; e. Kapal berlubang dengan perforasi sederhana; f. Tracheid
berlignifikasi dan diadu; g. Sinar meduler uniseriate; h. Serat xilem menunjukkan
lumen; saya. Kelompok serat; j. Roset dan kristal prismatik kalsium oksalat; k.
Massa resin coklat; l. Sederhana untuk biji pati majemuk.
• Gentiane radix
Bentuk serbuk dengan warna coklat,rasa pahit dan memiliki bau. Pemeriksaan
mikroskopis Trachea besar-besar,bentuk spiral yang terpotong,terdapat sel
batu,jaringan empelur terdiri dari parenkim dan tracheids, sel parenkim dengan
jarum halus kalsium oksalat yang berasal dari kulit dan empelur (cahaya
terpolarisasi) sangat banyak dan khas. Sel parenkim tetes fitosterna dan jarum
kalsium oksalat, fragmen pembuluh yang berlubang-lubang banyak,tak begitu khas,
sel gabus 4-6 lapis tak terlihat hanya amorf ada phloem
• Ipecacuannhae radix
Akarnya berliku-liku dan berbentuk silinder kasar. Tumbuh dalam potongan-
potongan, panjang 5 sampai 15 cm dan tebal 4 sampai 6 cm. Itu ditutupi dengan kulit
kayu yang dianulasi, yang sering dipisahkan sepenuhnya dari kayu. Kulit kayunya
berwarna coklat kemerahan sampai coklat tua dan kayunya berwarna kuning. Obat
tersebut memiliki patah tulang pendek biasanya dengan karakteristik permukaan
retak yang bertepung atau bertepung di kulit kayu dan serpihan di Kayu. Permukaan
potongan melintang menunjukkan kambium yang berbeda, kulit kayu lebar dan kayu
tengah yang sempit dan padat. Ini memiliki sedikit bau dan rasa pahit. Pada
pemeriksaan mikroskopis terdapat serat sklerenkim,serat sklerenkim berisi hablu
kalsium oksalat,terdapat gabus,fragmen kekuningan, pembuluh sangat lebar dan
berongga,terdapat amylum dan parenkim dengan hablur kalsium oksalat
• Liquiritae radix
Bentuk bubu,berwarna kuning muda,rasa manis sedikit sepat tetapi tidak pahit, bau
aromatis lemah. Serat terdapat kristal oksalat berwarna kuning puvat,terdapat
sklereid,kristal berbentuk prisma,kristal oksalat dengan letak berderet,jaringan
empelur teridiri dari parenkim dan trakeid,gabus hampir tidak ada,terdapat
pembuluh kayu,ada amilum dan terdapat serat-serat sklerenkim
• Rhei radix
Secara makroskopis, rhei radix memiliki bentuk serbuk dengan warna kuning
jingga,rasa pahit aromatis dan bau yang spesifik aromatis. Ciri mikroskopis serbuk
akar dan rimpang kering Rheum officinale Baill. terdapat Gugus kalsium oksalat,.
Pembuluh darah retikulasi dan pembuluh spiral, Granul pati majemuk, Butiran pati.

6. Kesimpulan.
1. Radix memiliki bentuk yang berbeda beda dibawah mikroskop
2. Radix dapat dibedakan dari kalsium oksalat,sel gabus,batu,pati dan pembuluh nya
3. Tiap radix memiliki susunan yang berbeda-beda.

DAFTAR PUSTAKA

Buchwald W., Mikołajczak P.Ł. (2015) Gentianae radix. In: Rybczyński J., Davey M.,
Mikuła A. (eds) The Gentianaceae - Volume 2: Biotechnology and Applications. Springer, Berlin,
Heidelberg. https://doi.org/10.1007/978-3-642-54102-5_17

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1977. Materia Medika Indonesia Jilid I.


Jakarta:

Direktorat Pengawasan Obat dan Makanan. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.


1979. Materia Medika Indonesia Jilid III. Jakarta:

Direktorat Pengawasan Obat dan Makanan. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.


1980. Materia Medika Indonesia Jilid IV. Jakarta:

Direktorat Pengawasan Obat dan Makanan. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.


1989. Materia Medika Indonesia Jilid V. Jakarta: Direktorat Pengawasan Obat dan Makanan.

Cornara L, Gabriele A, Domenico T, Marcella D, Susanna A, Jessica F, Massimo L ,


Govinda G, Marco V,Antonella S . 2020. Comparative and Functional Screening of Three Species
Traditionally used as Antidepressants: Valeriana officinalis L., Valeriana jatamansi Jones ex Roxb.
and Nardostachys jatamansi (D.Don) DC. Plants 2020, 9, 994; doi:10.3390/plants9080994

Ipecacuanha – Uses, Botanical Source, Characters, and Chemical Constituents. Diakses


dari https://thepharmacognosy.com/ipecacuanha/

Prajapati, Shashikant & Harisha, Channappa & Patel, Bhupesh. (2015).


PHARMACOGNOSTICAL EVALUATION OF GLYCYRRHIZA GLABRA LINN. STEM -A
PRELIMINARY STUDY. 6.

Rungsung, W. & Dutta, S. & Mondal, D.N. & Ratha, Kshirod & Hazra, Jayram. (2014).
Pharmacognostical profiling on the root of Rauwolfia Serpentina. International Journal of
Pharmacognosy and Phytochemical Research. 6. 612-616.

Anda mungkin juga menyukai