Anda di halaman 1dari 15

TUGAS KELOMPOK II

METODOLOGI PENELITIAN

(PROSEDUR, TATA CARA MELAKUKAN PENELITIAN &


MENGIDENTIFIKASI SUMBER-SUMBER PENELITIAN KEPERAWATAN )

Di susun oleh :
1. Edhy Siwi Purwaningtyas 112019030661
2. Umi Suswati 112019030698
3. Kartika Dwi Suryani 112019030698

Kelas Rembang
Program Keperawatan
Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiah Kudus
2021
KATA PENGANTAR

Syujur Alhamdulilah senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya,sehingga kami dapat menyelesaikan tugas
mata kuliah metodologi penelitian dengan judul “Prosedur, Tata cara melakukan
Penelitian dan Sumber-Sumber Penelitian Keperawatan”

Kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna di
karenakan terbatasnya pengalaman dan penetahuan yang kami miliki. Oleh karena
itu, kami mengharapkan segala bentuk saran dan masukan,bahkan kritik yang
membangun kita agar lebih semangat lagi.

Rembang, 12 Maret 2021

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

Berfikir bagaimana melakukan penelitian merupakan hal yang paling


penting dari beberapa aspek pada berbagai bidang ilmu. Mengerti dan
memformulasikan prinsip-prinsip dari prosedur yang harus dilalui,
membangun dan melakukan percobaan tentang teori-teori baru sesuai dengan
bidang ilmu masing-masing.
BAB II

TINJAUAN TEORI

A. DEFINISI PENELITIAN
Menurut Grinnel (1993:4) dalam Ranjit Kumar (2010) Penelitian
adalah terjemahan dari kata Inggris research. Dari kata itu kemudian para ahli juga
menerjemahkan research sebagai riset. Research itu sendiri berasal dari kata re
dan to search. Re berarti kembali dan to search berarti mencari. Dengan demikian
arti yang sebenarnya dari research adalah mencari kembali.

Sementara menurut Hillway, penelitian tidak lain dari suatu metode studi
yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna
terhadap suatu masalah, sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap
masalah tersebut.

Dengan demikian, penelitian dapat diartikan sebagai pencarian


pengetahuan dan pemberi artian yang terus menerus terhadap sesuatu. Penelitian
juga merupakan percobaan yang hati-hati dan kritis untuk menemukan sesuatu
yang baru.

B. JENIS-JENIS PENELITIAN

1. Penelitian Kausalitas

Penelitian kausalitas adalah penelitian yang ingin mencari


penjelasan dalam bentuk hubungan sebab akibat (cause-effect) antar
beberapa konsep atau beberapa variabel atau beberapa strategi
yang dikembangkan dalam berbagai bidang ilmu. Penelitian ini
menggambarkan hubungan sebab akibat dari beberapa variabel sehingga
bisa ditarik sebuah kesimpulan umum. Sebagai contoh studi terhadap
strategi pemberian kompensasi terhadap kinerja karyawan, atau
hubungan nilai-nilai yang dianut terhadap penganggaran.

2. Penelitian Perbandingan (Komparatif)

Penelitian ini menitik beratkan pada perbandingan terhadap


permasalahan yang ada. Berdasarkan hal tersebut akan diambil
kesimpulan mengapa terjadi perbedaan situasi terhadap masalah
tersebut. Seperti penelitian terhadap perbandingan antara perilaku
korupsi karyawan sebelum gaji dinaikkan dan sesudah

dinaikkan. Contoh lain perilaku pejabat pembuat anggaran jika tingkat


partisipasi ditingkatkan. Diteliti bagaimana perilaku para pembuat
anggaran sebelum dan sesudah partisipasi mereka ditingkatkan.

3. Penelitian Untuk Membangun Hipotesis

Biasanya penelitian untuk membangun hipotesis ini merupakan


karya ilmiah yang menjadi cikal bakal atau bibit pada penelitian-
penelitian berikutnya. Penelitian ini lebih populer disebut sebagai
seminal work. Penelitian ini berorientasi hanya pada membangun
konsepsi teori melalui preposisi atau hipotesis. Contoh adalah penelitian
yang dilakukan oleh Tor Busch (2002) berjudul “Slack in Public
Administration: Conseptual and Methodological issues”, yang dimuat
dalam Managerial Auditing Journal; 17; 3; ABI/GLOBAL pg. 153.

4. Penelitian Untuk Menguji Hipotesis

Penelitian ini adalah proses membangun hipotesis dan menguji secara


empirik hipotesis yang dibangun tersebut, dengan banyak variasi.
Diantaranya adalah penelitian replikasi (menguji kembali hasil
penelitian seseorang di jakarta dengan daerah yang berbeda
menggunakan hipotesis-hipotesis yang sama) dan penelitian
replikasi ekstensi (meneliti kembali penelitian orang lain di daerah
yang berbeda dengan menambahkan hipotesis-hipotesis baru yang
dikembangkan).
C. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN ILMIAH

Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan selama melakukan penelitian


ilmiah adalah sebagai berikut:

1. mengidentifikasi dan merumuskan masalah

Sebelum melakukan penelitian ilmiah, perlu untuk


mengidentifikasi masalahnya. Proses mengidentifikasi masalah itu penting
agar formulasi masalah menjadi tajam dan sebagai bentuk data awal
bahwa dalam penelitian ilmiah penyelesaian masalah memang dibutuhkan
melalui penelitian.

Identifikasi masalah dirumuskan sesuai dengan latar belakang


masalah, berdasarkan fakta dan data di lapangan. Identifikasi masalah pada
umumnya dirumuskan dalam bentuk kalimat deklaratif, sedangkan
perumusan masalah ditulis dalam bentuk kalimat pertanyaan (dalam
bentuk pertanyaan).

2. Melakukan studi pendahuluan


Perlu dilakukan upaya untuk memilah teori yang sesuai. Selain itu
studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti melalui tinjauan pustaka
akan dapat membuat penelitian lebih fokus pada masalah yang diteliti
sehingga memudahkan penentuan data apa yang akan dibutuhkan
nantinya.
3. Merumuskan hipotesis
Hipotesis terkait erat dengan asumsi dasar. Asumsi dasar adalah
kesimpulan yang kebenaran absolutnya sehingga ketika seseorang
membaca asumsi dasar, tidak lagi meragukan kebenaran.
4. Mengidentifikasi variabel dan definisi operasional variabel
Variabel penelitian benar-benar perlu ditentukan sehingga masalah yang
diangkat dalam studi ilmiah menjadi jelas dan terukur. Pada tahap
selanjutnya, setelah variabel penelitian ditentukan, peneliti perlu membuat
definisi operasional dari variabel sesuai dengan maksud atau tujuan
penelitian.
5. Menentukan desain dan desain penelitian

Desain penelitian sering disebut sebagai desain penelitian. Desain


penelitian adalah prosedur atau langkah-langkah penelitian terapan yang
berguna sebagai pedoman dalam melakukan ilmiah bagi peneliti yang
bersangkutan.

6. Menentukan dan mengembangkan instrumen penelitian

Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan oleh peneliti untuk


mengumpulkan data yang mereka butuhkan. Berbagai alat dan teknik
pengumpulan data yang dapat dipilih sesuai dengan tujuan dan jenis
penelitian ilmiah yang dilakukan.

7. Tentukan subjek penelitian

Penelitian yang menggunakan sampel sebagai subjek penelitian akan


menyimpulkan hasil penelitian yang umumnya berlaku untuk seluruh
populasi, meskipun data yang diambil hanya sampel yang jauh lebih kecil
daripada populasi penelitian.

Mengambil sampel penelitian yang salah akan mengarahkan peneliti ke


kesimpulan yang salah juga. Sampel yang dipilih harus mewakili populasi
penelitian.
8. Melakukan penelitian
Penelitian harus dilakukan dengan cermat dan hati-hati karena berkaitan
dengan data yang dikumpulkan, validitas dan kebenaran data penelitian
tentu akan menentukan kualitas penelitian yang dilakukan.

Berdasarkan cara pengambilan data pada subyek penelitian, data dapat


dibagi menjadi dua macam, yaitu data langsung dan data tidak langsung.
Data langsung adalah data yang diperoleh langsung oleh peneliti dari
sumber data (subjek penelitian), sedangkan data tidak langsung adalah
data yang diperoleh peneliti tanpa secara langsung berkaitan dengan
subjek penelitian, yaitu melalui penggunaan media tertentu seperti
wawancara telepon, dan sebagainya.

9. Lakukan analisis data

Berbagai data dikumpulkan ketika peneliti melakukan penelitian tidak


akan memiliki kana sebelum analisis. Ada berbagai alat yang dapat
digunakan untuk melakukan analisis data, tergantung pada jenis data itu
sendiri.

10. Merumuskan hasil penelitian dan diskusi

Intinya, merumuskan hasil penelitian dan melakukan diskusi adalah


kegiatan menjawab pertanyaan atau merumuskan masalah penelitian,
sesuai dengan hasil analisis data yang telah dilakukan.

11. menyusun laporan penelitian dan melakukan diseminasi.

Seorang peneliti yang telah melakukan penelitian harus menyiapkan


laporan tentang hasil penelitiannya. Penyusunan laporan dan penyebaran
hasil penelitian adalah langkah terakhir dalam melakukan penelitian.

Format laporan ilmiah sering distandarisasi berdasarkan institusi atau


sponsor tempat peneliti melakukannya. Penyebaran dapat dilakukan dalam
bentuk seminar atau menulisnya di jurnal penelitian.

D. RUANG LINGKUP PENELITIAN KEPERAWATAN

Lingkup penelitian keperawatan sebagai berikut :

Pre Klinik
Lingkup penelitian ini adalah segala bentuk penelitian yang berfokus pada ilmu
kepemetaan dasar, seperti masalah pendidikan kesehatan/keperawatan,
pemenuhan kebutuhan dasar manusia, komunikasi dalam keperawatan,
manajemen pelayanan keperawatan, dokumentasi keperawatan atau penerapan
teori keperawatan. Meliputi :

1. Keperawatan dasar
2. Dasar Keperawatan
3. Administrasi dan Manajemen Keperawatan dan Kesehatan
4. Pendidikan Keperawatan
5. Teori terkait (kedokteran, farmasi, kesehatan masyarakat, psikologi, sosial
dll) , dan berikut contoh dari penelitian pre klinik :
a. Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan kemampuan
keluarga dalam perawatan luka DM.
b. Studi tentang pemenuhan kebutuhan oksigenasi pada pasien dengan
PPOK.
c. Pengaruh “Touching” dalam komunikasi perawat terhadap
kecemasan pasien pre operasi.
d. Model praktik keperawatan yang harus diterapkan di Puskesmas A.
e. Pendokumentasin pemberian obat oleh perawat di ruang rawat inap
RS “B” 

Klinik

Ruang lingkup penelitian ini membahas tentang berbagai masalah yang terjadi
dalam aplikasi klinik baik medical bedah, anak, maternitas, gawat darurat atau
jiwa. Meliputi :

1. Keperawatan Reproduksi (Maternal Perinatal)


2. Keperawatan Pediatrik
3. Keperawatan Medikal Bedah
4. Keperawatan Psikiatrik, contoh dari ruang lingkup penelitian klinik yaitu :
a. Pengaruh massasse terhadap nyeri persalinan,
b. Penerapan konsep bermain di ruang rawat inap anak di RS “B”
c. Pelaksanaan perawatan luka DM di ruang rawat inap RS “C”
d. Tingkat kecemasan pada klien dengan tuberkulosa paru yang dirawat di
RS “C”
e. Penanganan fraktur terbuka di unit gawat darurat RS “C” , d

Komunitas

Ruang lingkup penelitian bidang ini yaitu masalah yang terjadi di masyarakat baik
kelompok khusus ataupun keluarga. Dapat berupa masalah yang berkaitan dengan
aspek keperawatan atau factor yang berkaitan dengan masalah kesehatan di
masyarakat, seperti:

1. Keperawatan Keluarga
2. Keperawatan Komunitas
3. Keperawatan Gerontik dan Kelompok khusus
4. Keperawatan Kesehatan Matra dan kesehatan kerja, dengan contoh : 
a. Tingkat ketergantungan lansia penderita rheumatoid arthritis di kecamatan
“D”
b. Peran keluarga dalam pemberian pada penderita Tb di kecamatan “D” 
c. Pelaksanaan PHBS di tempat umum di kecamatan “D” 
d. Mekanisme koping keluarga dengan anggota keluarga yang mempunyai
masalah kesehatan 

Ruang lingkup riset keperawatan secara umum dibagi menjadi:

1. Keperawatan medikal bedah


2. Keperawatan maternitas
3. Keperawatan anak
4. Keperawatan jiwa
5. Keperawatan gerontik
6. Keperawatan keluarga
7. Keperawatan komunitas
8. Manajemen keperawatan 
9. Pendidikan keperawatan
E. PERUMUSAN MASALAH DAN TINJAUAN PUSTAKA
1. Seleksi Topik dan Masalah
Sumber utama dalam pemilihan permasalahan ini adalah: teori studi empiris
sebelumnya pengalaman peneliti. Beberapa langkah yang dapat dilakukan
dalam seleksi topic penelitian adalah:
1. Apakah ada permasalahan?
2. Apakah masalah tersebut dapat dipecahkan melalui penelitian?
3. Apakah masalah tersebut menarik untuk dipecahkan?
4. Apakah masalah tersebut bermanfaat untuk dipecahkan?

2. Sumber Permasalahan
Ada dua sumber permasalahan yang dapat digunakan untuk penelitian, yaitu:
1. Literatur atau bahan bacaan yg berhubungan denan minat dan pengetahuan
peneliti
2. Pengalaman (pribadi) juga akan merupakan sumber permasalahan yang
cukup banyak.

3. Identifikasi Masalah

Proses identifikasi masalah adalah apabila peneliti mengetahui dan menyadari


bahwa telah atau akan terjadi situasi yang tidak diinginkan dalam lingkungan.

Identifikasi permasalahan yang diturunkan dari teori membawa beberapa


keuntungan, yaitu:

1. Peneliti sudah mempelajari teori aplikasinya yang terkait untuk


menjawab persoalan yang ada
2. Formulasi hipotesis pada umumnya akan menjadi lebih mudah dan
jelas, karena mempunyai hubungan yang erat dengan teori
3. hasil penelitian akan memberikan kontribusi terhadap teori yang
dijadikan dasar untuk perumusan masalah

4. Tipe Masalah Penelitian


1. Masalah-masalah yang saat ini ada di suatu lingkungan yang memerlukan
solusi
2. Bidang-bidang tertentu dalam suatu organisasi yang memerlukan
pembenahan atau perbaikan
3. Persoalan-persoalan teoritis yang memerlukan penelitian untuk
menjelaskan atau memprediksi fenomena
4. Pertanyaan penelitian yang memerlukan jawaban dari sebuah hasil dari
penelitian

5. Kriteria Masalah

Perumusan masalah adalah konteks dari penelitian, alasan mengapa penelitian


diperlukan, dan petunjuk yang mengarahkan tujuan penelitian (Evans,
1997:63). Beberapa karakteristik perumusan masalah yang baik adalah sebagai
berikut:

1. Pada umumnya menunjukkan variabel yang menarik peneliti dan


hubungan deskriptif, dimana permasalahan secara sederhana diungkapkan
dalam suatu pertanyaan yang harus dijawab. Namun demikian arti penting
penelitian tetap pada hubungan antar variabel. Perkecualian dalam hal ini
adalah dalam metode penelitian deskriptif, dimana permasalahan mungkin
merupakan suatu pertanyaan yang sederhana untuk dijawab
2. Menyusun definisi dari semua variabel yang relevan, baik secara langsung
maupun operasional. Definisi operasional ini harus jelas dan spesifik
sehingga tidak menimbulkan berbagai macam penafsiran yang berbeda,
yang pada akhirnya akan “mengganggu” pelaksanaan penelitian.
3. Perumusan masalah harus disertai dengan latar belakang masalah. Latar
belakang masalah adalah segala informasi yang diperlukan untuk
memahami perumusan masalah yang disusun oleh peneliti. Dengan kata
lain, latar belakang masalah merupakan informasi yang diperlukan untuk
mengerti permasalahan yang ada. Dengan penyajian latar belakang
masalah, pemahaman permasalahan penelitian menjadi lebih jelas.
Perumusan masalah ini merupakan komponen yang pertama, baik dalam
proposal maupun dalam laporan penelitian. Oleh karena itu pernyataan
masalah memberikan arah terhadap penelitian yang dilakukan.
6. Karakteristik Permasalahan Peneliti

Karakteristik yang pertama adalah: Permasalahan tersebut dapat diselidiki


melalui pengumpulan dan analisis data. Beberapa permasalahan yang
berhubungan dengan filosofi dan etika sangat sulit untuk diteliti. Karakteristik
yang kedua adalah: Mempunyai arti penting baik dari latar belakang teori
maupun praktek.

Sekedar menemukan permasalahan yang tidak ada hubungannya dengan


pengembangan teori ataupun tidak memberikan manfaat apapun dalam praktek
(bisnis) bukan merupakan hal yang disarankan dalam penelitian. Permasalahan
yang baik, sebenarnya adalah permasalahan yang dirasakan baik oleh peneliti,
dalam arti empat macam hal berikut :

a. Mempunyai keahlian dalam bidang tersebut


b. Tingkat kemampuan peneliti memang sesuai dengan tingkat
kemampuan yang diperlukan untuk memecahkan permasalahan
yang ada
c. Peneliti mempunyai sumber daya yang diperlukan
d. Peneliti telah mempertimbangkan kendala waktu, dana, dan
berbagai kendala yang lain dalam pelaksanaan penelitian yang
akan dilakukan
BAB III

KESIMPULAN

Menurut Grinnel (1993:4) dalam Ranjit Kumar (2010) Penelitian adalah


terjemahan dari kata Inggris research. Dari kata itu kemudian para ahli juga
menerjemahkan research sebagai riset. Research itu sendiri berasal dari kata re
dan to search. Re berarti kembali dan to search berarti mencari. Dengan demikian
arti yang sebenarnya dari research adalah mencari kembali.

Dengan demikian, penelitian dapat diartikan sebagai pencarian


pengetahuan dan pemberi artian yang terus menerus terhadap sesuatu. Penelitian
juga merupakan percobaan yang hati-hati dan kritis untuk menemukan sesuatu
yang baru. Dengan berbagai jenis penelitian, langkah-langkah penelian.
DAFTAR PUSTAKA

Handayani, 2020. Metode penelitian sosial. Universitas lancang kuning


pekanbaru

https://frieyadie.web.id/tipe-masalah-penelitian/ (di akses pada tanggal 12 maret


2021 pada puku 11.00)

https://www.bendebesah.com/penelitian-ilmiah-yang-benar/ (di akses pada


tanggal 12 maret 2021 pada pukul 13.00)