Anda di halaman 1dari 18

TUGAS KIMIA DASAR

PEKAN XIV – BIOMOLEKULAR

Disusun dalam rangka memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah Kimia Dasar dengan
dosen pengampuh Dr. Rugaiyah Andi Arfah, M.Si”

DISUSUN OLEH :
AINUN SAPUTRI
H041201099
BIOLOGI B

PROGRAM STUDI BIOLOGI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2020
1. Gambarkan struktur asam amino secara umum dan berikan penjelasan Anda terhadap
struktur tersebut.

Jawaban :

Struktur asam amino secara umum

Struktur asam amino secara umum adalah satu atom C yang mengikat empat gugus:
gugus amina (NH2), gugus karboksil (COOH), atom hidrogen (H), dan satu gugus sisa (R,
dari residue) atau disebut juga gugus atau rantai samping yang membedakan satu asam
amino dengan asam amino lainnya.

Atom C pusat tersebut dinamai atom Cα ("C-alfa") sesuai dengan penamaan senyawa
bergugus karboksil, yaitu atom C yang berikatan langsung dengan gugus karboksil. Oleh
karena gugus amina juga terikat pada atom Cα ini, senyawa tersebut merupakan asam α-
amino.
Asam amino biasanya diklasifikasikan berdasarkan sifat kimia rantai samping tersebut
menjadi empat kelompok. Rantai samping dapat membuat asam amino bersifat asam
lemah, basa lemah, hidrofilik jika polar, dan hidrofobik jika nonpolar.

2. Jelaskan struktur hirarkis protein disertai satu contoh pembentukan struktur protein.
Jawaban :

Secara hirarki, para ahli mengklasifikasikan 4 tingkatan struktur, yaitu:

1. Struktur Primer

Protein yang dibentuk dengan asama amino tergabung dalam ikatan polipeptida.  Setiap
asam amino terhubung dengan asam amino lainnya dalam ikatan peptida yang terbentuk
karena adanya  reaksi kondensasi gugus karboksil pada setiap masing-masing asam
amino.

contohnya yaitu pembentukan ikatan peptide


2.  Struktur Sekunder

Pada struktur sekunder, rangkaian polipeptida memiliki konformasi yang berbeda. Bersifat
reguler dan memiliki pola lipatan berulang dari rangka protein. Dua tipe umum struktur
protein sekunder yaitu α-heliks dan β-sheet. Keduanya terbentuk karena ikatan hidrogen
yang terjadi antara asam amino yang berbeda pada polipeptida.

Contohnya

Struktur sekunder α-heliks

3.    Struktur Tersier

Struktur polipeptida yang terjadi dari lipatan komponen struktur sekunder polipeptida yang
membentuk konfigurasi tiga dimensi. Bermacam-macam gaya ikatan hidrogen antar asam
amino yang terjadi pada rangkaian polipeptida inilah maka disebur struktur tersier. Disertai
gaya hidrofobik rangkaian ini menempatkannya (asam amino gugus non-polar) dibagian
dalam protein dengan tujuan melindunginya dari air. Selain ikatan hidrogen, terdapat juga
ikatan kovalen yang disebut juga sebagai jembatan disulfide antara asam amino sistein di
berbagai macam posisi pada rangkaian polipeptida.

Contoh :

Bentuk struktur tersier dari protein denitrificans cytochrome C550 pada bakteri Paracoccus denitrificans 

4.    Struktur Kuartener

Asosiasi yang terjadi antara dua atau lebih rangkaian polipeptida, dimana masing-masing
terlipat menjadi struktur tersier, menjadi protein multisubunit. Tidak semua protein
membentuk struktur kuaternair. Antara rangkian polipeptida yang berbeda struktur protein
terikat dengan jembatan disulfide. Sedangkan pada protein yang terdiri dari asosiasi subunit
yang lebih lemah akan dihubungkan dengan ikatan hidrogen dan efek hidrofobik. Protein ini
dapat kembali pada komponen polipeptidanya, atau berubah komposisi subunitnya
tergantung pada kebutuhan fungsinya. Singkatnya, struktur kuartener menggambarkan
subunit-subunit yang berbeda dipak bersama-sama membentuk struktur protein.

Contohnya :

3. Klasifikasikan asam-asam amino tersebut dalam golongannya masing-masing


berdasarkan relatif gugus R-nya: Alanin, isoleusin, asparagine, asam aspartate,
arginine, serin, asam glutamate, histidin, prolin, tirosin, lisin, dan metionin.

Jawaban :

1. ALANIN, ISOLEUSIN, PROLIN DAN METIONIN : Termasuk kedalam golongan asam


amino dengan gugus R non polar (tak mengutub). Asam amino dengan gugus R non
polar, adalah gugus yang mempunyai sedikit atau tidak mempunyai selisih muatan
dari daerah yang satu ke daerah yang lain. Pada umumnya golongan asam amino ini
bersifat kurang atau tidak larut dalam air.
2. SERIN, TIROSIN DAN ASPARAGIN : Termasuk kedalam golongan Asam amino dengan
gugus R mengutub tak bermuatan. Golongan ini lebih mudah larut dalam air dari pada
golongan yang tak mengutub, karena gugus R mengutup dapat membentuk ikatan
hidrogen dengan molekul air.
3. ASAM ASPARTAT DAN ASAM GLUTAMAT : Termasuk kedalam golongan Asam amino
dengan gugus R bermuatan negatif (Asam amino asam) Golongan asam amino ini
bermuatan negatif pada pH 6.0 - 7.0. masing-masing mempunyai dua gugus karboksil
(-COOH).
4. HISTIDIN, LISIN, ARGININ : Termasuk kedalam golongan . Asam amino dengan gugus
R bermuatan positif (Asam amino basa). Golongan asam amino ini bermuatan positif
pada pH 7.0.

4.Uraikan penggolongan karbohidrat dan reaksi-reaksi penting karbohidrat.


Jawaban :

Penggolongan Karbohidrat
Berdasarkan jumlah monomer pembentuk suatu karbohidrat maka dapat dibagi menjadi tiga
yaitu :

 Monosakarida
Monosakarida merupakan karbohidrat yang paling sederhana, hal ini dikarenakan karbohidrat
tidak dapat dihidrolisis. Monosakarida dapat larut dalam air dan memiliki rasa yang manis,
sehingga dapat disebut sebagai gula. Monosakarida dalam ilmu gizi digolongkan menjadi tiga
jenis yaitu:

1. Glukosa
Glukosa merupakan karbohidrat yang berfungsi sebagai sumber energi dalam tubuh. Glukosa
banyak dijumpai dalam buah, sayuran, sirup dan tets tebu dan dalam aliran darah (kadar gula
darah)

2. Fruktosa
Fruktosa berasal dari bahasa inggris fructose yang lebih dikenal dengan gulabuah atau
levulosa merupakan jenis sakarida yang manis dan banyak dijumpai pada madu dari gula
tebu.

3. Galaktosa
Galaktosa merupakan salah satu sebuah monosakarida atau gula sederhana Galaktosa
merupakan monosakarida jenis sakarida yang ada di dalam tubuh yang dihasilkan dari
hidrolisa laktosa.

 Disakarida

Disakarida merupakan gabungan antara dua molekul monosakarida. Disakarida dibagi


menjadi 3 jenis yaitu :

1. Sukrosa
Sukrosa merupakan gula yang sering kita gunakan sehari-hari. Sukrosa terbuat dari dua
molekul monosakarida yang terdiri dari molekul glukosa dan satu molekul fruktosa.
Sukrosa juga berguna dalam tubuh manusia salkan penggunaannya tidak berlebihan.

2. Maltosa
Maltosa merupakan disakarida yang mempunyai dua molekul monosakarida yang terdiri
dari dua molekul glukosa. Maltose didalam tubuh didapat dari hasil pemecahan amilum,
lebih mudah dicerna dan rasanya lebih enak dan nikmat. Amilum saat bereaksi dengan
iodium akan berubah warna menjadi biru.
3. Laktosa
Laktosa merupakan gula pereduksi, karena dapat mereduksi pereaksi fehling, benedict, dan
pereaksi tollens.

 Polisakarida

Polisakarida adalah senyawa dimana molekul-molekulnya mengandung banyak satuan


monosakarida yang dipersatukan dengan ikatan glikosida, mempunyai massa molekul tinggi
dan tidak larut dalam air atau hanya membentuk emulsi saja. Hidrolisis lengkap akan
mengubah polisakarida menjadi monosakarida (heksosa). Polisakarida merupakan polimer
monosakarida, mengandung banyak satuan monosakarida yang dihubungkan oleh ikatan
glikosida. Hidrolisis lengkap dari polisakarida akan menghasilkan monosakarida. Glikogen
dan amilum merupakan polimer glukosa.

REAKSI PENTING KARBOHIDRAT


a. Oksidasi menjadi asam-asam aldonat dan aldarat

Gugus aldehid dapat dengan mudah mengalami oksidasi, demikian halnya dengan aldosa dapat
dioksidasi menjadi asam aldonat dengan mudah sehingga dapat dilakukan oleh pereaksi-
pereaksi seperti Ag+ dan Cu2+ . Oleh sebab itu, aldosa dapat memberikan uji positif dalam uji
Tollens, Fehling dan Benedict. Juga oksidator ringan sekalipun, seperti larutan brom yang
dibuffer sudah mampu mengoksidasi aldosa. Pengoksidasi kuat seperti larutan asam nitrat
dapat mengoksidasi gugus aldehida dan gugus hidroksi ujung (suatu alkohol primer) menjadi
asam polihidroksidikarboksilat, yang dikenal sebagai asam-asam aldarat.

b. Reduksi menjadi alditol


Gugus aldehida dari aldosa dan gugus keto dari ketosa dapat direduks oleh berbagai zat
pereduksi, seperti hidrogen katalitik atau suatu hidrida logam, menghasilkan polialkohol yang
disebut aldito.
D-glusitol alamiah telah diisolasi dari berbagai buah, lumut dan rumput laut. Molekul D-glusitol
digunakan sebagai pemanis makanan penderita diabetes.

c. Esterifikasi
Gugus-gugus hidroksi dalam karbohidrat bersifat seperti gugus hidroksi pada alkohol lain, dapat
diesterifikasi. Misalnya dapat diubah menjadi ester melalui reaksi. dengan turunan asam.
Contohnya perubahan β-D-glukosa menjadi penta asetat dengan anhidrida asam.

d. Glukosidasi
Pengolahan lebih lanjut suatu hemiasetal dengan alkohol akan menghasilkan suatu asetal.
Asetal monosakarida disebut glikosida. Perhatikan bahwa hanya satu-satunya gugus hidroksil
anomerik yang digantikan oleh gugus -OCH3. Asetal ini disebut glikosida, dan ikatan yang
terbentuk antara karbon anomerik dengan gugus -OCH3 disebut ikatan glikosida. Penamaan
glokosida diturunkan dari nama monosakarida-nya dengan mengubah akhiran - a menjadi - ida,
sehingga glukosa menjadi glukosida, mannosa menjadi mannosida dan seterusnya.
5. Apakah yang dimaksud istilah atom C-asimetrik, konfigurasi L, dan konfigurasi D
dalam struktur monosakarida. Lengkapi jawaban Anda dengan contoh struktur
sederhana monosakarida yang menunjukkan ketiga istilah tersebut.
Jawaban :

C-Asimetrik adalah atom C yang terletak dipusat yang mengikat 4 gugus yang berbeda.
Sedangkan, Suatu Konfigurasi dinyatakan sebagai D apabila gugus hidroksil pada atom
karbon kiral terletak di sebelah kanan, dan L jika gugus hidroksil di sebelah kiri rumus
proyeksi Fischer. Sistem ini juga berlaku untuk monosakarida lain dengan cara berikut. Jika
atom karbon kiral yang terjauh dari gugus aldehida atau keton mempunyai konfigurasi
seperti D-gliseraldehida (hidroksil di sebelah kanan), maka senyawa itu adalah D-
monosakarida. Jika konfigurasi pada atom karbon terjauh mempunyai konfigurasi yang sama
dengan L-gliseraldehida (hidroksil di sebelah kiri), maka senyawa itu adalah L-monosakarida.
6. Gambarkan dan jelaskan mengenai proyeksi fischer dan struktur Haworth dari
karbohidrat.
Jawaban :
7. Kelompokkan senyawa-senyawa berikut ini dalam golongan karbohidrat: glukosa,
fruktosa, sukrosa, laktosa, amilum, selulosa. Uraikanlah masing-masing fungsi dan
sumber diperolehnya senyawa karbohidrat tersebut.
Jawaban :
 Monosakarida

Monosakarida atau gula sederhana kebanyakan ditemukan pada buah-buahan, dan madu.
Mereka dapat mengandung tiga hingga sembilan atom karbon. Perwakilan paling umum
terdiri dari lima atau enam yang bergabung bersama untuk membentuk molekul seperti rantai.

1. Glukosa
Glukosa berperan penting dalam proses biologis. Glukosa merupakan molekul paling
sederhana. Biasanya glukosa terdapat dalam buah-buahan masak terutama anggur. Glukosa
merupakan salah satu hasil utama fotosintesis dan awal bagi respirasi.
2. Fruktosa
Fruktosa adalah gula ketosa yang merupakan makanan berenergi yang pada akhirnya akan
dioksidasi menjadi karbon dioksida dan air di dalam sel-sel tubuh. Fruktosa biasanya
terdalam madu dan buah-buahan. Rasa manisnya melebihi glukosa dan sukrosa. Pada
tanaman fruktosa dapat berbentuk monosakarida dan sebagai komponen dari sukrosa.
 Disakarida

Disakarida tersusun dari dua molekul monosakarida yang jenisnya sama atau berbeda.
Disakarida terjadi dengan penggabungan dua molekul monosakarida dengan pelepasan air.

1. Sukrosa
Sukrosa disebut juga gula tebu. Gula tersebut dikenal dengan sebutan gula pasir yang
dikonsumsi. Selain itu terdapat juga gula aren, gula kelapa dan madu.
Sukrosa mempunyai peranan sangat penting dalam proses pengolahan makanan. Pada
umumnya, sukrosa berbentuk butiran-butiran kristal halus dan sedikit kasar.

2. Laktosa
Laktosa merupakan gula pereduksi, karena dapat mereduksi pereaksi fehling, benedict, dan
pereaksi tollens.
Laktosa disebut juga gula susu, karena terdapat dalam air susu. Laktosa merupakan serbuk
tak berwarna dan sedikit larut dalam air.

 Polisakarida

Polisakarida merupakan molekul besar dan lebih kompleks. Polisakarida mempunyai massa
yang sangat besar dan tidak larut dalam air.
1. Amilum
Amilium merupakan polimer glukosa yang terdiri atas kurang lebih 500 unit. Amilum ada
sebagai persediaan makanan tumbuh-tumbuhan. Seperti kentang, jagung, singkong.
Terbentuknya amilum pada tumbuh-tumbuhan merupakan hasil reaksi fotosintesis.
2. Selulosa
Selulosa merupakan molekul yang terdiri dari karbon, hidrogen, dan oksigen. Biasanya
ditemukan dalam struktur selular hampir semua materi tanaman. Selulosa merupakan
penyusun utama dinding sel tumbuhan. Selulosa terdiri atas satuan D-glukosa yang terdiri
atas 1.000-3.000 unit, maka sukar dicerna oleh enzim manusia.
8. Uraikanlah defenisi lipid dan tunjukkan struktur kimia lipid secara umum serta
reaksi kimia yang terjadi pada lipid.
Jawaban :
- Definisi Lipid

Lipid berasal dari kata Lipos (bahasa Yunani) yang berarti lemak. Secara definisi, lemak


adalah senyawa organik yang terdapat di alam dan sukar larut dalam air, tetapi mudah larut
dalam pelarut organik nonpolar, misalnya hidrokarbon atau eter. 
- Struktur Kimia Lipid

- Reaksi Kimia Lipid


9. Uraikanlah perbedaan minyak dan lemak.
Jawaban :

perbedaan minyak dan lemak


Lemak

Pengertian lemak ialah sekelompok besar molekul-molekul alam yang terdiri atas unsur-
unsur karbon, hidrogen, dan oksigen meliputi asam lemak, malam, sterol, vitamin-vitamin
yang larut di dalam lemak, monogliserida, digliserida, fosfolipid, glikolipid, terpenoid dan
lain-lain. Lemak secara khusus menjadi sebutan bagi minyak hewani pada suhu ruang, lepas
dari wujudnya yang padat maupun cair.

Minyak

Pengertian minyak merupakan cairan organik yang tidak larut dalam air tetapi larut dalam
pelarut organik. Ada sifat tambahan lain yang dikenal oleh orang awam yaitu minyak akan
terasa licin saat dipegang. Minyak termasuk salah satu kelompok yang termasuk pada
golongan lipid, yaitu senyawa organik yang terdapat di alam serta tidak dapat larut dalam air,
tetapi akan larut dalam pelarut organik non-polar.

Perbedaan Lemak dan Minyak

Perbedaan yang mudah dikenali ialah lemak biasanya berwujud padat pada suhu ruang,
sedangkan minyak berwujud cair pada suhu ruang. Gliserida pada hewan berupa lemak
(lemak hewani) dan gliserida pada tumbuhan berupa minyak (minyak nabati).

Pada lemak, asam lemaknya memiliki sedikit ikatan rangkap (asam lemak jenuh), sedangkan
pada minyak, asam lemaknya memiliki banyak ikatan rangkap (asam lemak tak jenuh).
Lemak memiliki titik leleh tinggi, sedangkan minyak memiliki titik leleh rendah. Lemak
umumnya berasal dari hewan, sedangkan minyak umumnya dari tumbuhan.

Komponen lemak memiliki asam lemak jenuh yang lebih banyak, sedangkan komponen
minyak terdiri dari gliserrida yang memiliki asam lemak tak jenuh lebih banyak. Lemak
biasanya kurang reaktif sehingga tidak mudah berbau tengik, sedangkan minyak lebih reaktif
dan menyebabkan mudah berbau tengik.

10. Uraikanlah peranan senyawa organik yang termasuk kelompok lipid berikut ini:
trigliserida, lilin, fosfolipid, glikolipid, steroid, terpen, prostaglandin. Berikanlah
masing-masing satu contoh struktur senyawa-senyawa lipid tersebut.
Jawaban :
1. Trigliserida adalah ester alkohol gliserol dan asam lemak yang terdiri dari tiga molekul
asam lemak yaitu lemak jenuh, lemak tidak jenuh tunggal dan lemak tidak jenuh gandz.
Trigliserida digunakan tubuh terutama untuk menyediakan energi dalam proses metabolik,
sejumlah kecil trigliserida juga digunakan di seluruh tubuh untuk membentuk membran sel.
Trigliserida di dalam darah membentuk kompleks dengan protein tertentu (apoprotein)
sehingga membentuk lipoprotein. Lipoprotein itulah bentuk transportasi yang digunakan
trigliserida.
Contoh struktur

2. Lilin adalah ester asam lemak berantai panjang yang jenuh dan tidak jenuh (mempunyai
atom karbon dari 16 sampai 9 22). Lilin dibentuk dan dipergunakan dalam jumlah besar pada
kehidupan laut, terutama pada organisme plankton, yang menggunakan lilin sebagai bentuk
penyimpanan utama dari bahan bakar penghasil kalori
Contoh struktur.

3. Fosfolipid adalah lipid yang mengandung suatu residu asam fosfor, selain asam lemak dan
alkohol, sedangkan glikolipid adalah lipid yang mengandung asam lemak, sfingosin, dan
karbohidrat. fosfolipid berperan untuk menjaga lemak agar selalu tersuspensi didalam plasma
darah dan cairan tubuh. Fosfolipid juga membantu transportasi substansi yang larut dalam
lemak ketika melintasi membran sel.
Contoh struktur fosfolipid

4. Glikolipid adalah suatu lipid kompleks yang mengandung karbohidrat. Salah satu contoh
senyawa yang termasuk dalam golongan ini adalah serebrosida. Serebrosida terutama
terbentuk dalam jaringan otak, senyawa ini merupakan penyusun kurang lebih 7 % berat
kering otak, dan pada jaringan syaraf.
Contoh struktur

5. Steroid berperan penting bagi tubuh dalam menjaga keseimbangan garam, mengendalikan
metabolisme dan meningkatkan fungsi organ seksual serta perbedaan fungsi biologis lainnya
antara jenis kelamin. Tubuh manusia memproduksi steroid secara alami yang terlibat dalam
berbagai proses metabolisme. Sebagai contoh steroid dari garam empedu, seperti garam
deoksikolik, asam kholik dan glisin serta konjugat taurin yang berfungsi memperlancar
proses pencernaan.
Contoh struktur

6. Terpen .Salah satu senyawa organik bahan alam yang banyak dijumpai dalam mahluk
hidup terutama tumbuhan adalah kelompok terpen. Terpen yang lebih sederhana dikenal
sebagai minyak atsiri. Kelompok senyawa ini banyak digunakan sebagai bahan baku farfun
dan obat. Terpen terbentuk dari satuan-satuan isopren yang terkondensasi membentuk
senyawa terpen yang sederhana monoterpen hingga politerpen seperti karet alam.
Contoh struktur

7. prostaglandin
Prostaglandin adalah zat dengan struktur kimia menyerupai hormon.
Peran prostaglandin terbilang penting karena dibutuhkan dalam sistem reproduksi serta
proses penyembuhan luka.
Contoh struktur

11. Uraikan struktur dan fungsi asam nukleat secara ringkas.


Asam nukleat adalah makromolekul pertama yang berhasil diisolasi dari dalam inti sel. Asam
nukleat berbentuk rantai linier yang merupakan gabungan monomer nukleotida sebagai unit
pembangunnya. Molekul ini menyimpan informasi pertumbuhan sel dan reproduksi.
Fungsi asam nukleat yang amat penting adalah, peranan asam nukleat dalam mekanisme
molekular, yaitu menyimpan, mereplikasi dan mentranskripsi informasi genetika. Dalam sel
asam nukleat juga berperan dalam hubungannya dengan metabolisme antara dan reaksi-
reaksi transformasi energi. Selain itu, ditemukan pula beberapa nukleotida yang berperan
sebagai ko-enzim, antara lain sebagai ko-enzim pembawa energi, perpindahan asam asetat,
zat gula, senyawa amina dan biomolekul lainnya, juga sebagai ko-enzim dalam oksidasi
reduksi.
Struktur Karbohidrat
Ada dua macam asam nukleat DNA dan RNA. Perbedaan kedua asam nukleat
tersebut terletak pada unit karbohidratnya. Karbohidrat yang terdapat pada asam nukleat
di dalam inti sel adalah β-D-2-deoksiribosa, sehingga asam nukleatnya disebut
Deoksiribonucleic acid (DNA). Sedangkan gula yang terdapat pada asam nukleat dalam
sitoplasma adalah β-D-2-ribosa dan asam nukleatnya dikenal dengan Ribonucleic acid
(RNA).

Struktur Basa Nitrogen


Ada empat macam basa nitrogen yang terdapat pada DNA, dua diantaranya
merupakan derivat basa nitrogen purin yakni adenin dan guanin disingkat (A) dan (G),
dan dua adalah derivat basa nitrogen pirimidin yakni sitosin (C) dan timin (T).
Dalam RNA juga dijumpai empat macam basa yaitu adenin, guanin, sitosin, dan
urasil, masing-masing disingkat (A), (G), (C), dan (U). Urasil derivat dari basa nitrogen
pirimidin. Selain itu dikenal pula basa pirimidin lainnya yang tidak umum 5-
metilsitosin dan 5-hidroksimetilsitosin. Basa purin lainnya yang tidak umum adalah 2-
metiladenin dan 1-metilguanin. Selain komponen karbohidrat dan basa nitrogen,
nukleotida juga disusun oleh komponen Pospat (H2PO4).
Struktur Nukleosida
Nukleosida terbentuk akibat pengikatan secara kovalen antara unit karbohidrat
dengan derivat basa nitrogen purin atau pirimidin. Pengikatan tersebut terjadi pada
posisi C-1 karbohidrat dengan N-1 derivat basa pirimidin atau posisi N-9 derivat basa
purin. Nuklesida dapat diperoleh dari hasil hidrolisis nukleotida dengan jalan pelepasan
gugus fosfat.

Struktur Nukleotida
Nukleotida (nukleosida fosfat) merupakan ester asam fosfat dari nukleosida.
Asam fosfat terikat pada gugus hidroksil dari salah satu atom karbon dalam cincin
pentosa. Nukleotida terdapat bebas di dalam sel, dan dapat terbentuk dari hidrolisis
bertahap asam nukleat dengan enzim nuklease. Nukleotida juga terdiri dari dua
golongan yakni ribonukleotida dan deoksiribonukleotida.

Struktur Primer Polinukleotida DNA dan RNA


Asam nukleat merupakan polimer dari nukleotida. Unit-unit nukleotida tersebut
berhubungan satu sama lain melalui jembatan ester fosfat antara gugus hidroksil C-3’
pada nukleotida yang satu dengan gugus hidroksil C-5’ pada nukleotida yang lain.
Karena jembatan ester fosfat antara dua nukelotida itu mengandung dua ikatan ester
fosfat maka disebut dengan jembatan fosfodiester.
Polinukleotida terdiri dari dua golongan, yaitu deoksi asam ribonukleat (DNA),
yang terdiri dari unit-unit deoksiribonukleotida, dan asam ribonukleat (RNA) yang
terdiri dari unit-unit ribonukleotida.
12. Berikanlah uraian Anda dalam bentuk penjelasan dan gambar struktur kimia nukelotida,
nukleosida, dan polinukleotida.

JAWABAN :

Struktur Nukleotida

Nukleotida memiliki tiga karakteristik komponen yaitu basa nitrogen heterosiklik, gula pentosa dan
gugus fosfat. Molekul nukleotida yang gugus fosfatnya mengalami hidrolisis dinamakan dengan
nukleosida. Basa dan gula pentosa penyusun nukleotida merupakan bentuk senyawa heterosiklik.
Struktur nukleotida dan nukleosida dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Basa nitrogen heterosiklik yang menyusun nukleotida yaitu purin dan pirimidin. Ada empat
basa nitrogen yang merupakan unit pembentuk DNA yaitu adenin (A), guanin (G), sitosin (C)
dan timin (T). Sedangkan pembentuk RNA yaitu adenin (A), guanin (G), sitosin (C) dan urasil
(U). Adenin dan guanin merupakan basa nitrogen jenis purin sedangkan sitosin, timin dan
urasil adalah derivat pirimidin.
Rantai polinukleotida membentuk "rantai tulang punggung" untuk satu atau dua struktur
spiral. Dalam satu rantai polinukleotida, orientasinya dari ujung 5' ke ujung 3'. Dalam DNA
— yang terbentuk dari dua rantai yang membangun struktur untai ganda — orientasi satu
rantai mempunyai arah berlawanan dengan rantai lain. Satu rantai mempunyai orientasi 5'
ke 3', dan rantai lainnya mempunyai orientasi 3' ke 5'. Orientasi berlawan ini sangat penting
dalam proses replikasi dan translasi (salinan) informasi dalam DNA karena orientasi ini
memungkinkan keadaan pasangan basa dan perlengkapan di antara pasangan basa.

Anda mungkin juga menyukai