Anda di halaman 1dari 15

Cara Hitung Volume Dump Truck dan

Density (Berat Jenis) Material

Muh Toim
Lihat profil lengkapku

Senin, 21 Desember 2015

 Cara Menghitung Volume Dump Truck

Kita semua mengetahui bahwa setiap Truck mempunyai beras isi muatan yang

berbeda-beda. Ada Truck yang muat 5 ton hingga 20 ton yang biasa dijumpai dijalan

raya, namun taukah kalian bahwa dasar penentuan besar volume tersebut awalnya

menggunakan ukuran manual yaitu dengan memakai meteran dan langsung mengukur

Dump Truck.

Untuk kali ini bisa kita lihat, contoh perhitungan volume dump truck yang pernah saya

lakukan di kepulauan Bangka Belitung. Dump truck kecil milik bapak H. Min yang

umum kita lihat dengan volume 6 ton, berikut perhitungan nya :

Pengukuran Volume Dump Truck

a.       Volume balok = 1,83 m x 0,85 m x 3,48 m

= 5,413 m3

b.      Volume trapezium = ½ x (1,83 + 1,64) x 0,10 x 3,48

= 0,604 m3 

Total volume dump truck = 5,413 + 0,604

= 6,017 m3
Bisa kita lihat, hasil perhitungan secara manual menunjukkan volume dump truck

sama dengan berat asli muatan yang tercatat disamping dump truck. 

Setelah kita mengetahui volume dump truck tersebut, maka kita mampu menghitung

density (Berat Jenis) setiap material yang akan kita perlukan. Pada kolom berikut ini,

saya tampilkan hasil perhitungan density setelah melakukan timbangan otomatis

dengan timbangan digital merk KUBOTA. Hasil density ini berdasarkan ukuran

material batu yang kita perlukan, mulai dari batu 10-20mm, 20-30mm dan 30-50mm.

Berikut ini hasilnya :

BN 4151 AL Volume Bak Truck (6.017 m3) Berat Kosong 3620 Kg

No Ukuran Material Berat Isi Netto Density


1 Abu Batu
2 10 – 20 mm 12.100 Kg 8.480 Kg 1.41
3 20 – 30 mm 12.310 Kg 8.690 Kg 1.44
4 30 – 50 mm 12.450 Kg 8.830 Kg 1.46

Dokumentasi Penimbangan Truck & Material

Dump Truck (BN 4151 AL)


Batu 10 – 20 mm Batu 20 – 30 mm

Batu 30 – 50 mm

DUMP TRUCK dan


Perkiraan Produksinya
DUMPTRUCK
Pada pekerjaan pemindahan tanah mekanis
dimana pemindahan tanah memerlukan jarak angkut yang cukup jauh atau dalam
memobilisasi alat-alat berat dan mengangkut material. Pemilihan jenis alat pengangkutan
tergantung kondisi medan, volume material, waktu dan biaya.
Alat angkut khusus itu adalah
• Dump DUMPTRUCK
• Wagon
• Trailer
• dan lain-lainnya.
Alat angkut tersebut dibuat secara khusus untuk tujuan pengangkutan yang disesuaikan
dengan kondisi angkutan itu sendiri. Pada bab ini akan dibicarakan khusus mengenai
produksi dump DUMPTRUCK.
Dalam pekerjaan konstruksi dikenal 3 macam jenis dump DUMPTRUCK.
1. Side dump DUMPTRUCK (penumpahan ke samping).
2. Rear dump DUMPTRUCK (penumpahan ke belakang).
3. Rear and side dump DUMPTRUCK (penumpahan kebelakang dan kesamping).
Syarat utama agar Dump DUMPTRUCK dapat bekerja secara efektif adalah jalan kerja yang
keras dan relative rata, namun kadang kala DUMPTRUCK didisain agar mampu bekerja pada
kondisi khusus atau “cross country ability” yaitu mampu bekarja pada jalan yang tidak biasa.
KAPASITAS DUMPTRUCK.
Penentuan kapasitas DUMPTRUCK harus disesuaikan dengan alat pemuatnya atau Loader
maupun Excavator lainnya. Jika perbandingan tersebut tidak proporsional, maka
kemungkinan loader akan menunggu atau sebaliknya. Perbandingan yang dimaksud ialah
perbandingan antara kapasitas muat Loader dengan kapasitas DumpDUMPTRUCK, kurang
lebih antara 1 : 4 @ 5 , yakni kapasitas 1 Loader dapat melayani 4 @ 5
DumpDUMPTRUCK, perbandingan ini juga akan mempengaruhi waktu pemuatan.
Urutan perhitungan produktivitasnya adalah sebagai berikut :
• Menghitung waktu siklus dari DumpDUMPTRUCK, yang meliputi :
1. waktu muat,
2. waktu angkut,
3. waktu bongkar muatan,
4. waktu untuk kembali,
5. waktu yang dibutuhkan DUMPTRUCKuntuk mengambil posisi dimuati kembali.
Waktu siklus adalah jumlah kelima waktu tersebut, yaitu :
DD
Cmt = n. Cms + —- + t 1 + —- + t 2 …………………… (1)
V1V2
Waktu siklus DT = waktu muat + waktu angkut + waktu buang + waktukembali + waktu
tunggu/tunda.
dimana,
n = ( C 1 / q 1 ) x K ……………………………… (2)
n = jumlah siklus yang diperlukan Loader untuk mengisi DumpDUMPTRUCK.
C 1 = kapasitas rata-rata DumpDUMPTRUCK (m3, cuyd).
q 1 = kapasitas bucket Loader (m3).
K = faktor bucket Loader.
Cms = waktu siklus Loader (menit).
D = jarak angkut DumpDUMPTRUCK (m, yd).
V 1 = kecepatan rata-rata DumpDUMPTRUCK bermuatan (m/min, yd/min).
V 2 = kecepatan rata-rata DumpDUMPTRUCK kosong (m/min, yd/min).
t 1 = waktu buang + waktu stand by sampai pembuangan mulai ((menit).
t 2 = waktu untuk posisi pengisian dan untuk Loader mulai mengisi (menit)
• Waktu pemuatan :
Waktu yang diperlukan Loader untuk memuat DumpDUMPTRUCK dapat dihitung sbb :
Waktu muat = waktu siklus (Cms) + jumlah siklus untuk mengisi DT (n)……..
……………………………….. (3)
a. Waktu siklus Loader (Cms).
Waktu siklus Loader tergantunf dari tipe Excavator, (crawler atau wheel)
b. Jumlah siklus Loader untuk mengisi DumpDUMPTRUCK sampai penuh (n).
Daya muat DumpDUMPTRUCK dapat dinyatakan dalam kapasitas volume atau berat
muatan.
Kapasitas bucket dianggap kapasitas munjung atau tergantung material yang diangkut.
Faktor bucket ditentukan oleh sifat alamiah tanah yang digali/dimuat.

• Waktu angkut material dan waktu kembali :

Waktu angkut dan waktu kembali harus diperhitungkan dengan kondisi jalan

yang dilalui atau keadaan jalan seperti tanahan gelinding dan/atau tahanan kelandaian.

RR maupun GR dapat dihitung sebagaimana biasanya.

Gambar. 5. 2. waktu siklus DUMPTRUCK.

A 68

5. 2. PRODUKSI DUMPTRUCK.

Produksi perjam dari sejumlah DumpDUMPTRUCK yang bekerja di pekerjaan yang

sama secara simultan dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :

C x 60 x E t

P = ———————— x M ………………………. ( 4)

Cmt

C = n x q 1 x K ………………………………….. (5)

dimana,
P = produksi per jam (m3/jam).

C = produksi per siklus.

Et = effisiensi kerja DumpDUMPTRUCK

Cmt = waktu siklus DumpDUMPTRUCK (menit).

M = jumlah DumpDUMPTRUCK yang bekerja.

n = jumlah nsiklus dari Loader untuk mengisi DumpDUMPTRUCK.

q 1 = kapasitas bucket (m3, cuyd).

K = faktor bucket loader.

Es = effisiensi kerja Loader.

Cms = waktu siklus Loader (menit).

Kombinasi kerja antara DumpDUMPTRUCK dengan Loader,

Persamaannya :

C x 60 x Et 60 x q1 x K x Es

P = ——————- x M = ————————— ……. (5. 7.)

Cmt Cms

Jika DumpDUMPTRUCK dan Loader digunakan secara bersama dalam suatu kombinasi,

maka sebaiknya kapasitas operasi DumpDUMPTRUCK sama dengan kapasitas Loader.

Dari persamaan (5. 7.), jika hasil sebelah kiri lebih besar maka produksi Dump-

DUMPTRUCK akan berlebih, begitu pula sebaliknya berarti produksi Loader yang lebih

besar dan hal inilah yang menyebabkan waktu tunggu menjadi lebih laama.

Jumlah DumpDUMPTRUCK dan Loader yang dibutuhkan,

Jumlah Loader dan DumpDUMPTRUCK yang sesuai dengan perhitungan dari suatu peker

jaan, perlu ditambahkan (ekstra) guna menggantikan bila peralatan tersebut mengalami

gangguan atau rusak. Hal ini untuk mengatasi kelancaran jalannya opera

si pekerjaan.
Table dibawah ini akan memberikan data DUMPTRUCK atau Loader cadangan yang dibu

tuhkan sesuai dengan besarnya proyek yang dilaksanakan.

Sumber : Rochmanhadi, 1985.

5. 3. Contoh Permasalahan.

Suatu pekerjaan reklamasi atau penimbunan dengan menggunakan pasir urug

harus dilakukan pada suatu daerah cekungan. Bahan timbunan yang didatangkan

dari luar proyek dengan jarak 25 km, dari jarak tersebut 5 km diantaranya harus

melewati daerah perkotaan. Volume urugan sebesar 44.500 m3C, jalan akses ke

lokasi penimbunan merupakan jalan yang diperkeras namun tidak beraspal, berar

ti kontraktor tidak perlu memperbaiki jalan tersebut. Lama pekerjaan yang diberi

kan adalah 3 bulan atau 90 hari kalender. Pada bulan pertama terdapat 4 hari :

Minggu dan 1 hari libur Nasional, pada bulan kedua ada 5 hari Minggu dan pada

bulan ketiga terdapat 4 hari Minggu. Diperkirakan pada ketiga bulan tsb. akan

terjadi hujan selama 3 hari dan 2 hari setelah hujan, jalan ke lokasi pengambilan

material baru dapat dilewati oleh DumpDUMPTRUCK. Kontraktor selama hari libur tidak

diperkenankan untuk melakukan operasi, pekerjaan malam juga diperkenankan.

Jam kerja effektif per hari 8 jam.

Kondisi dan faktor-faktor :

Faktor konversi volume untuk pasir urug : keadaan padat = 1.0

keadaan lepas = 1,17

keadaan asli = 1,05

Peralatan yang digunakan :

1. Hidrolik Excavator PC 200 : Kapasitas bucket (q) = 0,70 m3B

Faktor bucket : 0,80 ; Faktor effisiensi :0,60

Waktiu siklus : Gali = 10 det


Swing = 2 x 5 detik

Dumping = 5 detik

2. Dump DUMPTRUCK : Kapasitas Bucket = 5.00 m3L

Faktor effisiensi : 0,80 ; Faktor bucket : 1.00

Kecepatan rata-rata – dalam kota : Isi : 20 km/jam ; kosong : 30 km/jam

– luar kota : Isi : 40 km/jam ; kosong : 60 km/jam

Waktu siklus : Loading : 4 menit ; Dumping dan manuver : 2 menit.

A 70

3. Bulldozer : Kapasitas blade (q) : 4,38 m3B.

Faktor effisiensi : 0,60 ; Jarak dorong : 30 m.

Kecepatan rata-rata : Maju/dorong = 2,77 km/jam.

Mundur = 7,14 km/jam.

Ganti persneling : 0,10 menit.

Hitung : Analisa produksi Alat, Kebutuhan Alat dan Side Out-put.

Jawaban :

Volume pekerjaan : 44.500 m3C

Voleme tanah asli atau yang harus digali = 44.500 m3 x 1,05 = 46.725 m3B.

Waktu pelaksanaan = 90 hari – 4 -1 – 5 – 4 – (3 x 2) = 90 – 20 = 70 hari kerja eff.

a. Alat yang bekerja di penggalian (gali dan muat) – Excavator PC 200.

q 1 = 0,70 m3B, K = 0,80, E = 0,60,

waktu siklus (Cm) = 10 + (2 x 5) + 5 = 25 detik.

Produksi per siklus : q = q1 x K = 0,70 x 0,80 = 0,56 m3B

q x 3600 x E 0,56 x 3600 x 0,60

Produksi per jam Q = ——————– = ————————-

Cm 25
= 48,384 m3/jam ~ 48 m3B/jam.

Produksi per hari = 48 m3/jam x 8 jam = 384 m3B/hari.

Jam kerja yang dibutuhkan = 46.725 m3B : 48 m3/jam = 973 jam

Waktu kerja adalah = 70 x 8 jam = 560 jam kerja.

Sehingga Excavator yang dibutuhkan = 973 : 560 = 1,74 atau 2 unit.

Produksi 2 buah Excavator = 384 m3B/hari x 2 = 768 m3B

Volume Side output Pasir lepas = 768 m3 x (1,17 / 1,05) = 856 m3L.

b. Alat angkut (DumpDUMPTRUCK) :

q = 5.0 m3L, K = 1.0, E = 0,80

waktu tempuh untuk jarak 5 km dgn kec. rata-rata – kosong : 30 km/jam

isi : 20 km/jam

waktu tempuhnya : – kosong = 5 /30 x 60 = 10 menit.

Isi = 5 /20 x 60 = 15 menit.

Waktu tempuh 20 km, kec. rata-ratanya : – kosong : 60 km/jam

Isi : 40 km/jam

Waktu tempuhnya : – kosong = 20/60 x 60 = 20 menit.

Isi = 20/40 x 60 = 30 menit.

waktu siklusnya : Loading = 4 menit

Dumping & manuver = 2 menit

Kec. isi : 15 + 30 = 45 menit

Kec.kosong 10 + 20 = 30 menit

Waktu siklus (Cm) = 81 menit atau 1 jam 21 menit

Produksi per siklus (q) = 5.0 x 1.0 = 5,00 m3

A 71

q x 60 x E 5.0 x 60 x 0,80
Produksi per jam : Q = —————– = ——————– = 2,963 m3/jam

Cm 81

= 3 m3/jamL

Produksi DumpDUMPTRUCK per hari : 3 m3/jamL x 8 = 24 m3L/hari.

Side output = 856 m3L/hari,

Jadi kebutuhan DumpDUMPTRUCK untuk melayani Excavator = 856 : 24 = 35.667

Dengan cadangan 2 unit, maka total DumpDUMPTRUCK yang dibutuhkan : 38 unit.

c. Perataan tanah dengan Bulldozer.

q = 4,38 m3 ; E = 0,60.

Kecepatan rata-rata : – maju (F) = 2,77 km/jam = 47 m/menit

mundur (R) = 7,14 km/jam = 119 m/menit

jarak gusur = 30 meter,

ganti persneling (z) = 0,10 menit.

Waktu siklus (Cm) = D/F + D/R + z = 30/47 + 30/119 + 0,10

= 0,99 atau 1.00 menit

q x 60 x E x 1,17 4,38 x 60 x 0,60 x 1,17

Produksi Bulldozer = ————————- = ———————————

Cm 1

= 179 m3/jam

Produksi Bulldozer per hari = 179 x 8 = 1.352 m3

Jumlah Bulldozer yang dibutuhkan = 856 : 1.352 = 0,633 ~ 1 unit/hari.


Perhitungan Cara Menghitung Jumlah Trip Dump Truck Untuk Pekerjaan Timbunan Biasa

Cara Menghitung Jumlah Trip Dump


Truck Untuk Pekerjaan Timbunan Biasa
admin 7 months ago
Pada pekerjaan konstruksi tentunya terdapat berbagai jenis pekerjaan seperti contoh nya pada
pekerjaan timbunan biasa. Untuk mengangkut material konstruksi berupa tanah timbunan
biasa ke lapangan dibutuhkan mobil dump truck.

Jumlah trip mobil dump truck untuk mengangkut material timbunan biasa dapat diperkirakan
jumlahnya tergantung kapasitas truk dan jumlah volume timbunan biasa.

Namun pada pembahasan kali tidak dijelaskan cara mengatur efiensiensi antara jumlah truk,
jarak angkut, kapasitas dump truck, berbagai faktor hambatan lainnya, akan tetapi berkaitan
jumlah trip yang dibutuhkan oleh dumptruck.

Rumus menghitung jumlah trip dump truck untuk mengangkut timbunan biasa secara umum
adalah:
- jumlah trip dump truck = (Volume Pekerjaan x faktor tanah gembur : kapasitas dump truck)

Penggunaan rumus tersebut berlaku untuk seluruh item pekerjaan timbunan lainnya. Sebagai
contoh perhitungannya akan dibahas di bawah ini.

Diketahui:
Kapasitas dump truck = 4 m3
Volume timbunan biasa = 300 m3
Faktor tanah gembur = 1,25

Ditanya :
Jumlah trip dump truck = ..?

Jawab:
- jumlah trip dump truck = (Volume Pekerjaan x faktor tanah gembur : kapasitas dump truck)
- jumlah trip dump truck = (300 x 1,25 : 4)
- jumlah trip dump truck = 93,8 = 94 trip truck

Jadi hasil perhitungan  trip dump trucks untuk pekerjaan timbunan biasa adalah 94

Sabtu, 26 April 2014


sewa dump truck
sistem penyewaan dump truck

Dalam penyewaan truck ada 3 sistem penyewaan yang berlaku, yaitu system ritase, system
tonase, dan system kontrak.

Disini akan dijelaskan detail tentang system penyewaan truck yang menganut sistem ritase,
yakni dihitung per satu kali muat dan bongkar barang, atau satu kali transaksi.

Pengertian Ritase atau rit

1 rit = Pengiriman Barang dari lokasi A ke Lokasi B dan truk langsung pulang

1 rit = 1x angkut barang atau 1x penurunan barang

2 rit = Pengiriman dari Lokasi A ke Lokasi B , dan Ulang lagi Dari A ke B

2 rit = Pengiriman dari Lokasi A ke Lokasi B lanjut ke Lokasi C

2 rit = 2 x angkut barang atau 2x penurunan barang

dan di sertakan barang yang akan di kirim jenisnya apa

Jika anda membutuhkan jasa penyewaan untuk dump truck kami siap menyediakan dalam
bentuk penyewaan armada (2008 up).

Yang dibutuhkan untuk administrasi penyewaan dump truck ini sebagai berikut :
  LOI
 Surat penawaran lengkap dengan data : jumlah armada, tahun armada, masa
kontrak, lokasi kerja, stempel resmi perusahaan, dan tanda tangan pimpinan
perusahaan (untuk memastikan perusahaan tersebut benar adanya)
 Lama proses setelah pengiriman LOI/surat penawaran adalah 7 hari kerja
(tergantung banyaknya permintaan)

Setelah administrasi dilengkapi kami akan mengirimkan undangan ke perusahaan tersebut


untuk datang ke pool untuk melakukan cek fisik, cek kelengkapan, dan tanda tangan kontrak
dengan membawa uang jaminan sebesar Rp. 1.000.000,-/unit sebagai tanda jadi

Prinsip Menghitung Jumlah Kebutuhan


Excavator dan Dump Truck Untuk
Pekerjaan Galian Basement
Dalam pekerjaan konstruksi basement pekerjaan galian tanah biasanya harus dilakukan dengan alat
berat karena volume pekerjaan yang besar. Ada dua alat berat yang utama yaitu excavator untuk
pekerjaan galian tanah dan dump truck untuk pekerjaan pengangkutan / pembuangan tanah hasil
galian basement ke luar lokasi proyek. 

Berapa jumlah alat berat seperti excavator dan dump truck yang diperlukan? 
Tidak ada jawaban yang pasti untuk menjawab pertanyaan tersebut karena situasi dan kondisi tiap
proyek konstruksi yang berbeda-beda dan juga jenis serta kapasitas alat berat yang bermacam-
macam. 

Jangan lupa simak artikel rumahmaterial.com sebelumnya tentang Perhitungan Biaya Pekerjaan
Basement. Apa Yang Harus Diperhatikan? 

Secara umum pemilihan dan penentuan jumlah alat berat adalah berdasarkan tiga hal ini.
1. Berapa volume pekerjaan yang harus dikerjakan?
2. Berapa kapasitas dan jumlah unit alat berat tersebut?
3. Berapa lama waktu yang tersedia untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut? 

Volume sudah pasti bisa dihitung berdasarkan gambar rencana konstruksi, tetapi untuk menentukan
kapasitas dan jumlah serta waktunya kita harus melihat bagaimana kondisi yang ada. Apakah kita
mengutamakan target waktu penyelesaian atau jumlah penggunaan alat? 

Misal kita tentukan target waktu selesainya maka kita dapat memperhitungkan berapa kapasitas dan
jumlah alat berat yang diperlukan. Sebaliknya jika jumlah dan kapasitas alat berat yang kita tentukan
maka kita dapat mencari berapa lama waktu untuk menyelesaiakan pekerjaan tersebut.

Sebagai contoh misalnya kita memiliki proyek konstruksi basement dengan volume galian 12.000 m3
berapa jumlah excavator dan dump truck yang diperlukan untuk pekerjaan galian dan pembuangan
tanah yang harus selesai dalam waktu maksimal 30 hari?

Menghitung kebutuhan unit Excavator


Volume galian = 12.000 m3

Waktu penyelesian = 30 hari

Produktivitas per hari yang harus dicapai = 12.000 m3 / 30 hari = 400 m3 / hari

Jika produktivitas alat = 300 m3 / hari 

Maka jumlah alat = produktivitas yang harus dicapai / produktivitas alat

= (400 m3 / hari) / (300 m3/ hari) 

= 1,33 dibulatkan menjadi 2 unit

Menghitung kebutuhan unit Dump Truck


Volume buangan tanah = 12.000 m3

Kapasitas dump truck = 20 m3

Asumsi satu hari hanya bisa dua rit pengangkutan tanah untuk satu dump truck.

Produktivitas per hari = 2 rit x 20 m3 = 40 m3

Target waktu 30 hari, produktivitas selama 30 hari = 30 hari x produktivitas / hari


= 30 hari x 40 m3

= 1200 m3 / unit

Jumlah kebutuhan dump truck = volume galian / produktivitas 30 hari

= 12.000 m3 / (1200 m3 / unit)

= 10 unit

Jadi untuk menyelesaikan galian tanah dan pembuangan tanah paling tidak diperlukan 2 unit
excavator dan 10 unit dump truck.

Untuk penggunaan alat berat kontraktor biasanya menggunakan sistem sewa dengan pihak
penyedia sewa alat berat. Untuk penjelasan lebih lanjut tentang sewa excavator silahkan simak juga
artikel rumahmaterial.com sebelumnya tentang Perhitungan Biaya Sewa Alat Berat Excavator dan
Mau Sewa Excavator? Perhatikan 5 Hal Ini.

Contoh perhitungan di atas adalah penyederhanaan dan asumsi untuk mengetahui prinsip
perhitungan saja. Untuk menghitung produktivitas alat tidak semudah itu, karena banyak faktor yang
harus diperhatikan. 

Demikian artikle rumahmaterial.com tentang Prinsip Menghitung Kebutuhan Jumlah Excavator dan
Dump Truck Untuk Pekerjaan Galian Basement semoga bermanfaat bagi Anda

Anda mungkin juga menyukai