Anda di halaman 1dari 19

ASUHAN KEPERAWATAN POST PARTUM

Disusun oleh :

KARTIKA BUDHI PERTIWI

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS KESEHATAN
UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
2021
Kasus

Ny. Y berusia 24 tahun dirawat di bangsal post partum rumah sakit X setelah melahirkan anak
pertamanya 12 jam yang lalu. Hasil pemeriksaan fisik: TD 110/70 mmHg, Nadi 100 kali per menit,
frekuensi napas 20 kali per menit, suhu 37 derajat celcius, Payudara: kenyal, ASI belum keluar, puting
kiri inverted, Abdomen: TFU setinggi pusat, kontraksi kuat, terdapat striae dan linea nigra, vesika
urinari penuh (pasien takut buat air kecil karena ada jahitan) genitalia: terdapat jahitan episiotomi,
lokhea rubra. Bayi rewel, menangis saat disusui oleh ibunya, tampak posisi menyusui tidak tepat, bayi
menghisap tidak kuat, ibu tampak cemas, wajah berkeringat, kesulitan saat merubah posisi, meringis
menahan sakit, tidak ada yang menunggu ibu saat di rumah sakit karena suaminya harus bekerja.
Pasien ingin menunda kehamilan berikutnya namun belum mengetahui metode KB yang tepat .

I. Pengkajian
1. IDENTITAS KLIEN
Nama Klien : Ny. Y
Umur : 24 Tahun
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Bangsa : Indonesia
Alamat : Ungaran
Diagnosa Medis : G0P1A0
Tanggal Masuk RS : 1 April 2021
Tanggal Pengkajian : 2 April 2021

2. IDENTITAS PENANGGUNG JAWAB


Nama : Tn. A
Umur : 26 tahun
Alamat : Ungaran
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Wiraswasta
Hubungan dengan klien : Suami

3. KELUHAN UTAMA KLIEN


Pasien mengatakan nyeri setelah melahirkan.
4. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Pada saat dilakukan pengkajian pasien mengatakan nyeri yang mengakibatkan sulit
untuk merubah posisinya, tampak pasien meringis kesakitan.
5. RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU
Klien mengatakan tidak mempunyai penyakit menurun seperti DM, penyakit jantung,
dan klien mengatakan tidak mempunyai riwayat penyakit menular.
6. GENOGRAM

Keterangan :

: Laki-laki/ perempuan sudah meninggal

: pasien

: laki-laki

: Hubungan suami istri

: Tinggal dalam satu rumah

: Hubungan saudara

7. DATA UMUM KESEHATAN


Tinggi Badan : 160 cm
Berat badan sebelum hamil : 55 kg
Berat badan selama Hamil : 62 kg
Masalah kesehatan khusus : Tidak ada
Buang air besar : 1 kali / hari
Frekuensi : Sedang
Konsistensi : Lembek
Buang air kecil : Belum BAK setelah melahirkan 12 jam
Frekuensi :-
Warna :-
Kebiasaan tidur : Tidur malam ± 5 jam, tidur siang ± 3 jam
8. RIWAYAT KESEHATAN
a. Riwayat Kesehatan Keluarga :
Anggota keluarga Ny. Y tidak ada yang mempunya riwayat penyakit menurun
maupun menular.
b. Riwayat Kesehatan Klien :
- Kebiasaan individu
Klien mengatakan dirinya tidak pernah mengkonsumsi alkhohol, merokok,
dan mengkonsumsi obat-obatan. Ny Y mengatakan selama hamil dirinya
sering melakukan aktifitas jalan pagi di sekitar rumahnya.
- Riwayat kesehatan yang lalu
Pasien mengatakan tidak mempunyai riwayat kesehatan tertentu.
- Riwayat KB
Klien mengatakan tidak pernah menggunakan alat kontrasepsi, karena
kelahiran saat ini adalah kelahiran anak pertama. Klien berencana
mengguakan alat kontrasepsi namun belum mengetahui metode KB yang
tepat.
9. RIWAYAT OBSTETRI DAN GYNEKOLOGI
a. Status obstetri
G0P1A0
b. Riwayat Menstruasi
1) Usia menarche : 14 Tahun
2) Siklus menstruasi : 28- 30 hari
3) Disminore : Nyeri kram perut bagian bawah timbul secara bertahap
4) Lama menstruasi : 6 – 7 hari
5) Periode menstruasi: Teratur
c. Riwayat perkawinan
1) Menikah berapa kali : 1 kali
2) Usia menikah : 22 Tahun
3) Lama perkawinan : 2 Tahun
4) Permasalahan dalam kehidupan seksual : Tidak ada
d. Riwayat kehamilan dan persalinan masa lalu

Anak Cara PB/ Jenis Keadaan Usia Penolong


ke Lahir BB Kelamin Lahir Sekarang
1 spontan 2800 L 1 hari Bidan
e. Kehamilan sekarang
HPHT : 27 Juni 2020
TP / HPL : 2 Maret 2021
Obat – obatan yang di konsumsi :
Klien mengatakan tidak ada obat khusus yang diminum selama kehamilan kecuali
vitamin vitamin dan susu untuk ibu hamil
Dukungan Keluarga :
Klien mengatakan keluarga selalu memberikan dukungan dan support selama
proses kehamilan sampai saat ini, suami senantiasa menemani istrinya.
f. Riwayat KB :
Klien mengatakan belum pernah KB.
10. PENGKAJIAN POLA FUNGSI
a. Persepsi terhadap kesehatan
Klien mengatakan bayinya ini merupakan anak pertama. Tetapi klien merasa
yakin atas kemampuannya untuk merawat bayinya, karena selama ini klien rajin
memeriksakan diri ke dokter kandungan, jika merasa tidak enak badan klien juga
langsung ke puskesmas atau dokter praktik yang dekat dengan rumahnya.
b. Pola bernafas
Klien mengatakan sebelum hamil ia dapat bernafas seperti biasa tidak ada
gangguan, dan selama hamil klien juga tidak memiliki gangguan pernafasan. RR :
20 x/menit.
c. Kebutuhan cairan dan elektrolit
Intake : Minum : ± 2000 ml, Makan : 1 porsi, Infus : 500 ml
Output : Urine : ±1000 cc, Feses : 150cc, Blood/ darah : 250 cc
Balance cairan : 2500 – 1400 = 1100
d. Pola nutrisi dan metabolik
 A (Antropometri) :
BB : 62 kg
TB : 160 cm
IMT : 24,2
 Biochemical : -
 Clinis : Klien mengatakan mengeluh merasa letih dan tidak merasakan mulas
pasca melahirkan
 Diet : Klien mengatakan menjalankan diet yang sudah dianjurkan
e. Pola eliminasi
 BAB : Klien mengatakan BAB sehari 1 kali dengan konsistensi lunak,
berwarna kuning kecoklatan dan berbau khas feses
 BAK : Klien mengatakan belum BAK setelah melahirkan 12 jam karena
takut jahitannya lepas
f. Pola Aktifitas dan latihan
Klien mengatakan selama hamil klien sering jalan – jalan bersama suami dan
aktifitas sehari – hari masih di bantu oleh suami.
g. Pola istirahat dan tidur
Klien mengatakan tidur malam ± 5-6 jam dan tidur siang ± 3-4 jam dengan
kualitas tidak kurang nyenyak. Pasien tampak tidak segar karena harus mengurus
bayinya jika bayinya terbangun dan pasien masih merasa nyeri.
h. Pola peran berhubungan
Pasien berperan sebagai seorang istri dan ibu dari kedua anaknya. Klien
mengatakan orang terdekat adalah suaminya yang selalu mendampingi. Klien
mengatakan selama ini hubungannya dengan anggota keluarga, tetangga, dan
masyarakat di sekitar baik – baik saja.
i. Pola nilai dan kepercayaan
Klien berasal dari suku jawa dan beragama islam sehingga kebudayaan yang
umum di masyarakat masih dilakukan seperti tujuh bulanan dan selamatan. Klien
merasa sangat bersyukur bayinya dapat lahir dengan selamat.
j. Kebutuhan rasa aman dan nyaman
Klien mengatakan merasa aman dan nyaman berada di lingkungan rumahnya
maupun lingkungan rumah sakit, perawat, bidan dan dokter selalu memberikan
pelayanan yang baik.
k. Kebutuhan belajar
Klien mengatakan selalu belajar setiap waktu agar menjadi ibu yang baik bagi
anaknya.
l. Kebutuhan personal hygiene
Klien mengatakan sejak dirawat di RS untuk kebutuhan personal hygiene belum
dilakukan karena suami sedang sibuk bekerja jadi tidak ada yang menemani di
RS.
m. Kebutuhan pemenuhan ADL
Klien mengatakan untuk memenuhi kebutuhan ADL-nya belum dapat melakukan
secara mandiri.
11. PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan Umum : Baik
Tingkat kesadaran : Composmentis
Glascow Coma Scala ( GCS ): E 4, M 6, V 5 = 15
Tanda – tanda Vital :
TD : 110 / 70 mmhg
N :100x / menit
RR : 20 x / menit
S : 37oC
a. Kepala dan Leher
Bentuk kepala simetris, rambut dan kulit kepala klien bersih, distribusi rambut
merata, warna rambut hitam, tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan, tidak ada
keluhan. tidak ada edema, tidak sembab, tidak ada cloasma gravidarum.
b. Mata
Mata tampak simetris antara kanan dan kiri, ukuran pupil ± 2 mm, sclera ikterik,
konjungtiva tidak anemis, fungsi penglihatan normal dan tidak terdapat nyeri
tekan pada daerah palpebra.
c. Hidung
Lubang hidung simetris, tidak ada bengkokan pada tulang hidung, tidak terdapat
lesi, tidak ada perdarahan, tidak ada sekret, tidak ada nyeri tekan pada daerah
hidung dan tulang pipi, fungsi penciuman normal.
d. Mulut
Mulut bersih, tidak ada lesi, tidak ada tanda – tanda sianosis, tidak ada stomatitis,
tidak ada caries pada gigi. Fungsi pengecapan baik. Pasien dapat membedakan
rasa asin, pahit, asam dan manis.
e. Telinga
Daun telinga bersih, telinga kanan dan kiri simetris, tidak adanya lesi, fungsi
pendengaran baik, klien dapat mendengar, dan dapat berkomunikasi dengan
perawat dan bidan dengan baik.
f. Jantung
I : Iktus cordis tidak tampak, tidak ada pembesaran jantung
P : Iktus cordis tidak teraba, tidak ada nyeri tekan, tidak ada pembengkakan
P : Suara pekak
A : Suara lup dup (S1 dan S2 reguler), tidak ada suara tambahan
g. Paru – Paru
I : Simetris antara kanan dan kiri, tidak ada kelainan bentuk dada
P : Taktil fremitus teraba sama, tidak ada nyeri tekan, tidak ada pembengkakan
P : Suara sonor
A : Bunyi nafas vesikuler di semua lapang paru, tidak terdapat suara tambahan,
seperti wheezung maupun ronchi
h. Payudara
Payudara tampak bersih, payudara kanan dan kiri simetris, puting susu bagian kiri
inverted, tidak ada benjolan, areola berwarna coklat tua, ASI belum keluar
i. Abdomen
Inspeksi :Tampak garis linea nigra dibawah pusar kebawah, tampak
adanya strea gravidarum.
Auskultasi : Bising usus + 16 x/menit
Palpasi : TFU setinggi pusat, kontraksi kuat, vesika urinaria masih
penuh
Perkusi :-
j. Genetalia
Ppv lokea rubra, bau khas dan jumlah cukup
Perineum terdapat luka jahit
Redness : Tampak kemerahan
Edema : Tidak ada
Ekimosis : Tidak ada
Discharge : Tidak ada
Approximate : tertutup
k. Ekstermitas
Ekstermitas atas :
Simetris, pergerakan normal, tonus otot baik, kekuatan otot baik, tidak tampak
odema, tidak ada sindaktil, polidaktil, CRT < 2 detik
Ekstermitas bawah :
Simetris, pergerakan normal, tonus otot baik, kekuatan otot baik, tidak ada odema,
tidak ada varises, tidak ada sindaktil dan polidaktil.
12. PEMERIKSAAN PENUNJANG
a. Pemeriksaan laboratorium
b. Pemeriksaan diagnostik
c. Terapi
13. PROSES KEPERAWATAN
a. Analisa data

Hari/ Kemungkinan Masalah


No Data fokus
tanggal penyebab keperawatan
1 DS: Pasca bersalin Ketidaknyamanan
Ny. Y mengatakan sulit untuk Pasca Partum
Perubahan fisik
merubah posisi (D.0075)
Sistem reproduksi
DO:
- Terdapat jahitan episiotomi, Servik, vulva,
vagina
- Tampak meringis,
- Terdapat kontraksi uterus Perlukaan jalan
lahir
- TD : 110 / 70 mmHg
- N : 100x / menit (Luka episiotomi)
- RR : 20 x / menit
Ketidaknyamanan
- S : 37oC pasca partum
2 DS : - Post partum Risiko infeksi
DO : (D.0142)
Perubahan
- Terdapat jahitan luka fisiologis pada
vagina dan
episiotomy
perineum
- Lochea rubra
Episiotomi
- TD : 110 / 70 mmHg
- N : 100x / menit Kerusakan
integritas jaringan
- RR : 20 x / menit
- S : 37oC Adanya trauma
jaringan

Memungkinkan
masuk
mikroorganisme

Risiko infeksi

3 DS : Ibu melahirkan Ansietas


anak pertama
Ny. Y mengatakan tidak ada yang (D.0080)
menunggu dirumah sakit terutama Kurangnya
pengetahuan ibu
suaminya
tentang proses
DO : persalinan
- Tampak cemas
- Tampak bingung Merasa cemas
- Gelisah dan takut

Ansietas

4 DS : Tidak ada Menyusui tidak


dukungan dari
- Ny. Y mengatakan melahirkan efektif (D.0029)
keluarga terutama
anak pertama suami
- Ny. Y mengatakan ASI belum
Kurang
keluar pengalaman
dalam pemberian
DO :
ASI
- Putting susu inverted
- Isapan bayi tidak adekuat Merasa bingung
dalam proses
- Tampak posisi menyusui yang
pemberian ASI
tidak tepat
ASI tidak keluar
- ASI tidak menetes/memancar
Putting susu
inverted

Isapan bayi tidak


adekuat

Ibu merasa tidak


puas dalam proses
pemberian ASI

Menyusui tidak
efektif
b. Prioritas dignosa keperawatan
1. Ketidaknyamanan pasca partum berhubungan dengan kondisi pasca persalinan
2. Risiko infeksi berhubungan dengan kerusakan integritas kulit
3. Ansietas berhubungan dengan krisis maturasional
4. Menyusui tidak efektif berhubungan dengan ketidakadekuatan suplai ASI
c. Rencana keperawatan

Hari
No
/ SDKI SLKI SIKI TTD
Dx
Tgl
1 Ketidaknyamanan L.07061) Status (I.08238) Manajemen Kartik
Nyeri
pasca partum Kenyamanan a
Tindakan :
(D.0075) Pascapartum Observasi
1. Identifikasi lokasi,
Setelah dilakukan
karakteristik,
tindakan keperawatan durasi, frekuensi,
kualitas, intensitas
diharapkan status
nyeri.
aktivitas pasien 2. Identifikasi skala
nyeri.
meningkat dengan
3. Identifikasi respons
kriteria hasil capaian: nyeri non verbal.
4. Identifikasi faktor
1. Meringis dari
yang memperberat
skala 5 dan memperingan
nyeri.
(meningkat)
5. Identifikasi
diturunkan ke pengaruh nyeri
terhadap kualitas
skala 2 (cukup
hidup.
menurun) 6. Monitor
keberhasilan terapi
2. Luka episiotomi
komplementer yang
dari skala 5 sudah diberikan.
7. Monitor efek
(meningkat)
samping
diturunkan ke penggunaan
analgesik.
skala 2 (cukup
Terapeutik
menurun) 1. Berikan teknik
nonfarmakologis
3. Kontraksi uterus untuk mengurangi
rasa nyeri
dari skala 5
2. Pertimbangkan
(meningkat) jenis dan sumber
nyeri dalam
diturunkan ke
pemilihan strategi
skala 2 (cukup meredakan nyeri
Edukasi
menurun)
1. Jelaskan penyebab,
4. Berkeringat dari periode, dan pemicu
nyeri
skala 5
2. Jelaskan strategi
(meningkat) meredakan nyeri
3. Anjurkan monitor
diturunkan ke
nyeri secara
skala 2 (cukup mandiri
4. Anjurkan teknik
menurun)
nonfarmakologi
5. Frekuensi nadi untuk mengurangi
rasa nyeri
dari skala 2
Kolaborasi
(cukup 1. Kolaborasi
pemberian
meningkat)
analgesik, jika
diturunkan ke perlu
skala 5
(menurun)
2 Risiko infeksi (L.14128) Kontrol Pencegahan infeksi Kartik
(I.14539)
(D.0142) Resiko a
Tindakan :
Setelah dilakukan Observasi
tindakan diharapkan 1. Monitor tanda dan
gejala infeksi local
pasien dapat dan sistemik
mengontrol resiko Terapeutik
1. Pertahankan teknik
infeksi dengan aseptic pada pasien
kriteria hasil: berisiko tinggi
Edukasi
1. Kemampuan 1. Jelaskan tanda dan
mencari informasi gejala infeksi
2. Ajarkan cara
tentang faktor
mencuci tangan
risiko dari skala 4 dengan benar
3. Ajarkan cara
ditingkatkan ke
memeriksa kondisi
skala 5. luka atau luka
operasi
2. Kemampuan
mengidentifikasi
faktor resiko dari
skala 3
ditingkatkan ke
skala 4.
3. Kemampuan
melakukan
strategi kontrol
resiko dari skala 4
ditingkatkan ke
skala 5.
4. Kemampuan
mengubah
perilaku dari skala
4 ditingkatkan ke
skala 5.
5. Komitmen
terhadap strategi
dari skala 4 ke
skala 5.
6. Kemampuan
menghindari
faktor resiko dari
skala 4 ke skala 5.

3 Ansietas Tingkat ansietas Terapi relaksasi Kartik


(D.0080) (L.09093) (I.09326) a
Setelah dilakukan Tindakan :
tindakan diharapkan Observasi
pasien dapat 1. Identifikasi
meningkatkan kriteria penurunan energi,
dengan hasil : ketidakmampuan
1. Verbalisasi berkonsentrasi, atau
kebingungan dari gejala lain yang
skala 3 diturunkan menganggu
ke skala 4 kemampuan
2. Verbalisasi kognitif
khawatir akibat 2. Identifikasi teknik
kondisi yang relaksasi yang
dihadapi dari pernah efektif
skala 3 diturunkan digunakan
ke skala 4 3. Periksa ketegangan
3. Perilaku gelisah otot, frekuensi nadi,
dari skala 3 tekanan darah, dan
diturunkan ke suhu sebelum dan
skala 4 sesudah latihan
4. Perilaku tegang 4. Monitor respons
dari skala 3 terhadap terapi
diturunkan ke relaksasi
skala 4 Terapeutik
5. Frekuensi 1. Ciptakan
pernapasan dari lingkungan tenang
skala 3 diturunkan dan tanpa gangguan
ke skala 4 dengan
6. Frekuensi nadi pencahayaan dan
dari skala 3 suhu ruang nyaman,
diturunkan ke jika memungkinkan
skala 4 2. Gunakaan pakaian
7. Tekanan darah longgar
dari skala 3 3. Gunakan relaksasi
diturunkan ke sebagai strategi
skala 4 penunjang dengan
8. Tremor dari skala analgetik atau
3 diturunkan ke tindakan medis lain,
skala 4 jika sesuai
9. Pucat dari skala 3 Edukasi
diturunkan ke 1. Jelaskan tujuan,
skala 4 manfaat, batasan,
10. Pola tidur dari dan jenis relaksasi
skala 3 yang tersedia
ditingkatkan ke 2. Jelaskan secara
skala 4 rinci intervensi
11. Pola berkemih relaksasi yang
dari skala 3 dipilih
ditingkatkan ke 3. Anjurkan
skala 4 mengambil posisi
nyaman
4. Anjurkan rileks dan
merasakan sensasi
relaksasi
5. Anjurkan sering
mengulangi atau
melatih teknik yang
dipilih
6. Demonstrasikan
dan latih teknik
relaksasi
4 Menyusui tidak Status menyusui Edukasi menyusui Kartik
(L.03029) (I.12393)
efektif (D.0029) a
Setelah dilakukan Tindakan :
tindakan diharapkan Observasi
1. Identifikasi
pasien dapat kesiapan dan
meningkatkan status kemampuan
menerima informasi
keefektifan menyusui 2. Identifikasi tujuan
dengan kriteria hasil : atau keinginan
menyusui
1. Perlekatan bayi Terapeutik
pada payudara 1. Dukung ibu
ibu dari skala 3 meningkatkan
ditingkatkan ke kepercayaan diri
skala 4 dalam menyusui
2. Kemampuan ibu 2. Libatkan sistem
memposisikan pendukung: suami,
bayi dengan keluarga, tenaga
benar dari skala kesehatan, dan
3 ditingkatkan ke masyarakat
skala 5
3. Miksi bayi lebih Edukasi
dari 8 kali/24 1. Berikan konseling
jam dari skala 3 menyusui
ditingkatkan ke 2. Jelaskan manfaat
skala 4 menyusui bagi bayi
4. Tetesan/pancaran dan ibu
ASI dari skala 3 3. Ajarkan 4 posisi
ditingkatkan ke menyusui dan
skala 5 perlekatan dengan
5. Suplai ASI benar
adekuat dari 4. Ajarkan perawatan
skala 3 payudara
ditingkatkan ke postpartum
skala 5
6. Kepercayaan diri
ibu dari skala 3
ditingkatkan ke
skala 5
7. Hisapan bayi
dari skala 3
ditingkatkan ke
skala 5
8. Lecet pada
putting dari skala
3 diturunkan ke
skala 2
9. Kelelahan
maternal dari
skala 3
diturunkan ke
skala 2
10. Kecemasan
maternal dari
skala 3
diturunkan ke
skala 2
11. Bayi rewel dari
skala 3
diturunkan ke
skala 2
12. Bayi menangis
setelah menyusu
dari skala 4
diturunkan ke
skala 2

d. Implementasi
Hari/tangga Dx Tindakan TTD
l
Ketidaknyamanan 1. Mengkaji nyeri Kartika
pasca partum 2. Memberikan terapi relaksasi nafas
dalam
3. Memberikan posisi nyaman
Risiko infeksi 1. Monitor tanda dan gejala infeksi local Kartika
dan sistemik
2. Ajarkan cara mencuci tangan dengan
benar
3. Ajarkan cara memeriksa kondisi luka
atau luka operasi
Ansietas 1. Periksa ketegangan otot, frekuensi Kartika
nadi, tekanan darah, dan suhu sebelum
dan sesudah latihan
2. Monitor respons terhadap terapi
relaksasi
3. Anjurkan mengambil posisi nyaman
4. Ajarkan teknik relaksasi nafas dalam
5. Demonstrasikan dan latih teknik
relaksasi
Menyusui tidak 1. Dukung ibu meningkatkan Kartika
efektif kepercayaan diri dalam menyusui
2. Berikan konseling menyusui
3. Ajarkan 4 posisi menyusui dan
perlekatan dengan benar
4. Ajarkan perawatan payudara
postpartum

e. Evaluasi

Hari/ Dx Perkembangan pasien TTD


tanggal
Ketidaknyamanan S : Ny. Y mengatakan sulit untuk merubah Kartik
pasca partum posisi a
O:
- Terdapat jahitan episiotomi,
- Tampak meringis,
- Terdapat kontraksi uterus
- TD : 110 / 70 mmHg
- N : 100x / menit
- RR : 20 x / menit
- S : 37oC
A : Ketidaknyamanan pasca partum
P : lanjutkan intervensi
- Mengkaji nyeri
- Memberikan terapi relaksasi nafas
dalam
- Memberikan posisi nyaman
Risiko infeksi S: Kartik
O: a
- Tampak ada jahitan episiotomi
- TD : 110/70 mmHg
- N : 100 x/mnt
- RR : 20 x/mnt
- S : 37°C
A : risiko infeksi
P : lanjutkan intervensi
- Monitor tanda dan gejala infeksi local
dan sistemik
Ansietas S : klien mengatakan merasa cemas karena Kartik
sendirian tidak ada keluarga yang a
menunggunya
O:
- Tampak cemas
- Gelisah
- Wajah berkeringat
A : ansietas
P : lanjutkan intervensi
- Ajarkan teknik relaksasi
- Berikan posisi nyaman
Menyusui tidak S: Kartik
efektif - klien menggatakan melahirkan anak a
yang pertama
- klien mengatakan ASI tidak keluar
O:
- Putting susu inverted
- Isapan bayi tidak adekuat
- Tampak posisi menyusui yang tidak
tepat
A : menyusui tidak efektif
P : lanjutkan intervensi
- Ajarkan 4 posisi menyusui dan
perlekatan dengan benar
- Ajarkan perawatan payudara
postpartum

Anda mungkin juga menyukai