Anda di halaman 1dari 39

PROSES PENYUSUNAN

KURIKULUM OPERASIONAL
DI SATUAN PENDIDIKAN
ASINKRON
Bagaimana proses
penyusunan
Terlebih dahulu,
kurikulum
mari kita pahami
operasional satuan
kerangka dasar dan
pendidikan?
struktur kurikulum!

DRAFT - UNTUK INTERNAL


TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN
Memahami Kerangka Dasar
dan Struktur Kurikulum
.
Apa saja yang menjadi dasar panduan kurikulum operasional
satuan pendidikan?
Apa saja yang ditentukan oleh kementerian pendidikan dan
kebudayaan dan apa saja yang menjadi otonomi satuan
pendidikan?

DRAFT - UNTUK INTERNAL


TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN
3
Kerangka Dasar TETAP
Ditetapkan oleh pemerintah pusat Tujuan Pendidikan Nasional
Kurikulum
ditetapkan oleh Profil Pelajar Pancasila
Pemerintah Pusat
dengan mengacu
Standar Kompetensi Lulusan
pada Tujuan (untuk PAUD STPPA)
Pendidikan Nasional
dan SNP Standar Isi Standar Proses Standar Penilaian Standar lainnya

Struktur Kurikulum Capaian Pembelajaran Prinsip Pembelajaran dan


Asesmen

Contoh Perangkat Ajar: Buku Teks Pelajaran, Bahan Ajar, modul ajar mata
pelajaran dan projek profil pelajar Pancasila, contoh kurikulum satuan pendidikan

FLEKSIBEL/DINAMIS
Satuan pendidikan
● Visi & Misi satuan pendidikan ● Kurikulum operasional di
mengembangkan kurikulum
operasional berdasarkan kerangka
● Konteks dan kebijakan lokal satuan pendidikan
dan struktur kurikulum, sesuai ● Perangkat ajar yang
DRAFT - UNTUK INTERNAL karakteristik satuan pendidikan dikembangkan secara mandiri
TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN
Memahami
Kerangka Dasar dan
Struktur Kurikulum
Tujuan Pendidikan Tujuan Pendidikan Nasional menjadi rujukan dalam penyelenggaraan
Nasional pendidikan di Indonesia. Tujuan Pendidikan Nasional ini sudah
diterjemahkan dalam Profil Pelajar Pancasila.
Kerangka berisi tujuan-tujuan yang
hendak dicapai dalam konteks luas Profil Pelajar Profil Pelajar Pancasila berperan menjadi penuntun arah yang memandu segala kebijakan dan pembaharuan
dan jangka panjang. Diharapkan
Pancasila dalam sistem pendidikan Indonesia, termasuk kurikulum, pembelajaran, dan asesmen. Dari perspektif
kerangka dasar ini menjadi kompas
dalam menunjukkan arah pendidikan penyusunan kurikulum, Profil Pelajar Pancasila adalah tujuan besar (aim) atau aspirasi yang perlu dicapai,
Indonesia. Berikut sekilas penjelasan atau yang disebut juga dengan long-term outcomes (luaran jangka panjang). Profil Pelajar Pancasila
mengenai dokumen pendukung atau merupakan interpretasi dari Tujuan Pendidikan Nasional dan visi pendidikan Indonesia, yang digunakan
dokumen yang selalu menjadi sebagai rujukan penyusunan Standar Nasional Pendidikan dan kurikulum
rujukan ketika mengembangkan
kurikulum satuan pendidikan
Standar Nasional Standar Pendidikan yang diacu sebagai kerangka dan sudah diterjemahkan pada Struktur Kurikulum, Prinsip
Pendidikan Pembelajaran dan Asesmen, serta Capaian Pembelajaran

Struktur Kurikulum Struktur Kurikulum yang ditetapkan oleh Pemerintah menjadi acuan sekolah untuk mengembangkan
kurikulum menuju tercapainya Profil Pelajar Pancasila dapat ditambahkan dengan kekhasan sekolah sesuai
dengan visi, misi, dan tujuan sekolah. Struktur kurikulum ini berisi kegiatan intrakurikuler, termasuk
pembelajaran berbasis projek untuk penguatan profil Pelajar Pancasila.

Prinsip Prinsip Pembelajaran dan Asesmen menjadi rujukan dalam menyelenggarakan pembelajaran dan asesmen di
Pembelajaran dan sekolah.
Asesmen

Capaian Capaian Pembelajaran merupakan kompetensi yang harus dicapai peserta didik sesuai dengan fase
DRAFT - UNTUK INTERNAL Pembelajaran perkembangannya.
TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN
Usai memahami tentang
kerangka dasar dan struktur
kurikulum, mari kita pelajari
proses penyusunan kurikulum
di satuan pendidikan!

DRAFT - UNTUK INTERNAL


TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN
Proses Penyusunan
Kurikulum Operasional di
Satuan Pendidikan
Bagaimana proses penyusunan kurikulum operasional satuan
pendidikan?

DRAFT - UNTUK INTERNAL


TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN
7
Proses TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL
Penyusunan
PROFIL
Kurikulum PELAJAR SNP
Operasional di PANCASILA
Struktur Kurikulum
Satuan
TETAP Prinsip Pembelajaran dan Asesmen
Pendidikan Ditetapkan oleh pemerintah pusat Capaian Pembelajaran
Kerangka dasar kurikulum yang ditetapkan oleh pusat
. .

1 3 5
Merancang
Menganalisis Menentukan PENDAMPINGAN,
konteks PENGORGANISASIAN EVALUASI, DAN
KARAKTERISTIK 2 PEMBELAJARAN 4 PENGEMBANGAN
SATUAN Merumuskan PROFESIONAL
Menyusun
PENDIDIKAN VISI RENCANA
MISI PEMBELAJARAN
FLEKSIBEL/DINAMIS TUJUAN
Satuan pendidikan mengembangkan
kurikulum operasional berdasarkan
kerangka dan struktur kurikulum,
sesuai karakteristik dan kebutuhan
satuan pendidikan evaluasi jangka
pendek
(semester/tahunan)
DRAFT - UNTUK INTERNAL
TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN evaluasi jangka panjang (4-5 tahun)
Proses Penyusunan
kurikulum operasional di
Satuan Pendidikan

Dalam penyelenggaraannya, kurikulum


1. Penyusunan dokumen
operasional sekolah perlu menjadi
dokumen yang hidup; menjadi referensi • Siapa yang akan memfasilitasi penyusunan ini? Siapa yang akan dilibatkan dalam penyusunan ini?
dalam keseharian, direfleksikan, dan • Apakah sudah pernah dilakukan pembahasan kurikulum operasional oleh pemangku kepentingan internal? (pimpinan
terus dikembangkan. Penyusunan sekolah dan guru)
dokumen kurikulum operasional sekolah
• Apakah sudah pernah dilakukan pembahasan kurikulum operasional sekolah oleh pemangku kepentingan eksternal,
dari awal, hendaknya dimulai dengan
(meliputi: orang tua, komite satuan pendidikan dan pemangku kepentingan lainnya yaitu, organisasi, berbagai sentra,
memahami secara utuh kerangka dasar serta industri)
kurikulum yang ditetapkan oleh
Pemerintah, antara lain Tujuan
Pendidikan Nasional, Profil Pelajar 1. Peninjauan dan revisi
Pancasila, SNP, Struktur Kurikulum, • Siapa yang akan memfasilitasi peninjauan dan revisi ini? Siapa yang akan dilibatkan dalam peninjauan dan revisi?
Prinsip Pembelajaran dan Asesmen, • Apakah satuan pendidikan memiliki dokumen kurikulum operasional sekolah yang sebagian atau seluruh isinya
serta Capaian Pembelajaran. merepresentasikan satuan pendidikan?
• Apakah ada diskusi/kerja kolaborasi untuk menyusun kurikulum operasional sekolah yang setidaknya melibatkan para
Bagi yang sudah memiliki dokumen pimpinan atau perwakilan guru?
kurikulum operasional satuan • Apakah ada informasi atau pembahasan yang disampaikan pada orangtua mengenai kurikulum dan/ atau program-
pendidikan, dapat langsung melakukan program?
peninjauan dan revisi.

DRAFT - UNTUK INTERNAL


TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN
Analisis Karakteristik
Satuan Pendidikan untuk
menentukan Visi, Misi,
dan Tujuan

DRAFT - UNTUK INTERNAL


TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN
Bagian ini akan menjawab beberapa pertanyaan
berikut ini:

• Bagaimana cara menganalisis karakteristik satuan


pendidikan?
• Bagaimana proses mendesain visi, misi dan tujuan?
• Bagaimana memfasilitasi proses desain visi, misi dan
tujuan satuan pendidikan?
• Apa fungsi profil Pelajar Pancasila dalam kurikulum
operasional satuan pendidikan?
• Bagaimana proses analisis kebutuhan dalam
menentukan strategi?

DRAFT - UNTUK INTERNAL


TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN
Proses Berpikir untuk Dalam menyusun kurikulum operasional satuan pendidikan, setiap komponennya dapat dikembangkan melalui
Menganalisis Karakteristik proses reversibel (bolak balik) antara analisis lingkungan belajar satuan pendidikan, visi-misi satuan pendidikan,
Satuan Pendidikan dan serta tujuan dan strateginya. Dalam perencanaan, penting bagi sekolah untuk mengumpulkan berbagai data untuk
mendapatkan informasi yang komprehensif. Informasi ini kemudian dianalisis untuk memberikan kesimpulan yang
Merumuskan Visi, Misi, Tujuan
tepat bagi perencanaan yang optimal. Satuan pendidikan dapat menggunakan berbagai cara yang dinilai sesuai
dengan kebutuhan berproses selama hasilnya selaras antarkomponennya.

Apakah satuan
Analisis Merumuskan Analisis
pendidikan Belum
Lingkungan Visi-Misi-Tujuan Kebutuhan Menyusun
sudah memiliki
Belajar Satuan Satuan Satuan Strategi
visi-misi-tujuan Pendidikan Pendidikan Pendidikan
yang ajek?

Belum Belum
Apakah sudah
memiliki
Sudah Sudah Apakah sudah
analisis
memiliki
kebutuhan
strategi?
satuan
pendidikan?
Sudah

Mendesain
pengorganisasian
pembelajaran
DRAFT - UNTUK INTERNAL
TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN
Sebelum mengembangkan kurikulum satuan pendidikan, sekolah perlu Berikut adalah pilihan cara untuk
melakukan analisis karakteristik dan lingkungan belajar dengan menampung mengumpulkan informasi
aspirasi anggota komunitas, dan menjadikan visi dan misi sebagai arahan
yang disepakati oleh seluruh warga satuan pendidikan. • Kuesioner, dengan pertanyaan
disesuaikan dengan tujuan dan sasaran
Prinsip-prinsip analisis lingkungan belajar: yang dibutuhkan.
• Melibatkan perwakilan warga satuan pendidikan
• Wawancara, untuk mendapatkan data
• Menggunakan data-data yang diperoleh dari situasi nyata/kondisi satuan
secara langsung.
pendidikan
Analisis • Mengalokasikan waktu yang cukup untuk pengumpulan,
pengorganisasian, analisis dan dokumentasi data
• Diskusi kelompok terpumpun (FGD)
dengan mengundang perwakilan dari
seluruh warga satuan pendidikan dan
Karakteristik • Memilah informasi yang relevan dan menyimpulkan untuk tokoh masyarakat.
mengembangkan strategi atau solusi
Satuan Contoh informasi yang perlu didapatkan dalam analisis lingkungan belajar
Beberapa alat yang dapat digunakan
Pendidikan satuan pendidikan:
• Apa kekhasan daerah setempat yang penting untuk dilestarikan?
untuk menganalisis informasi:
• Analisis SWOT
• Bagaimana peran satuan pendidikan sebagai bagian dari masyarakat
setempat? • Root Cause
• Apa dampak dari satuan pendidikan yang sudah dapat dirasakan saat ini • Fish Bone
(baik oleh warga masyarakat maupun warga satuan pendidikan itu
sendiri)?
• Bagaimana peran satuan pendidikan dalam menyiapkan peserta didik
DRAFT - UNTUK INTERNAL mencapai profil Pelajar Pancasila?
TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN
[CONTOH] Proses Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan
Analisis lingkungan belajar Visi - Misi - Tujuan Analisis kebutuhan satuan pendidikan

Sumber daya alam, sosial, dan budaya ● Seperti apakah gambaran ideal tentang masa depan Peserta didik
● Bagaimana mendokumentasikan semua dan ingin diwujudkan oleh satuan pendidikan? ● Siapa sajakah peserta didik yang ada di sekolah? Bagaimana sekolah bisa
informasi sistem, sumber daya dan fasilitas ● Bagaimana satuan pendidikan bisa mencapai mengklasifikasi peserta didik tersebut? Berdasarkan apakah klasifikasi
dan mitra yang ada? gambaran ideal tersebut? tersebut?
● Apakah ada sumber daya dari lingkungan ● Dari klasifikasi tersebut, apa saja kebutuhan masing-masing kelompok?
sekitar yang dapat dimanfaatkan oleh Review Visi Misi Apakah ada kelompok tertentu yang memerlukan perhatian dan
satuan pendidikan dalam proses belajar? ● Bagian mana yang perlu ditajamkan dalam visi dan pendampingan yang lebih banyak?
misi?
Sumber pendanaan ● Apakah perlu membuat visi dan misi baru yang lebih Guru dan tenaga kependidikan
● Bagaimana proses pendanaan satuan sesuai dengan kondisi lingkungan dan karakteristik ● Profil atau kompetensi guru yang diperlukan untuk pembelajaran yang
pendidikan? peserta didik?? optimal menuju visi-misi sekolah
● Bagaimana penggunaan dana ini? ● Apa saja prioritasnya? ● Apa saja kelompok-kelompok guru dan tenaga kependidikan yang ada di
satuan pendidikan? Apa saja kebutuhan setiap kelompok tersebut?
Sistem dan kebijakan di daerah ● Apakah ada kelompok guru dan tenaga kependidikan yang membutuhkan
Review Tujuan bantuan/dampingan lebih banyak?
● Apa saja visi, misi, dan tujuan daerah? ● Apa yang menjadi prioritas bagi satuan pendidikan
● Apa saja kebijakan satuan pendidikan terkait ● Apakah guru siap memfasilitasi peserta didik dengan berbagai latar belakang
dalam mendukung kompetensi peserta didik? dan kebutuhan?
indikator? ● Apa yang mendasari tujuan ini?
● Apa saja perubahan sistem yang terjadi? ● Kompetensi apa saja yang perlu dimiliki oleh peserta
● Apakah ada integrasi aktivitas untuk Sarana dan prasarana
didik? ● Apa saja sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk pembelajaran yang
mendukung pencapaian indikator? ● Mengapa kompetensi ini dianggap penting? optimal?
● Apa saja keterampilan yang perlu dikuasai peserta ● Apakah satuan pendidikan menjadi lingkungan yang aman dan sehat (fisik
Kemitraan didik?
● Siapa saja pihak-pihak yang dapat dilibatkan dan mental) bagi warganya?
● Apa karakteristik individu yang ingin dibangun? ● Apakah satuan pendidikan memiliki perangkat yang memadai untuk
untuk mendukung program satuan
pendidikan? (organisasi, komunitas, tokoh, menyelenggarakan pembelajaran yang optimal dan mengelola data?
dll.)

DRAFT - UNTUK INTERNAL


TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN Strategi
Visi adalah cita-cita bersama pada a. isi merupakan keadaan, yaitu gambaran masa depan yang ingin dicapai oleh
Visi, Misi, masa mendatang dari warga satuan satuan pendidikan.
dan Tujuan pendidikan, yang dirumuskan b. Visi harus dapat memberikan panduan/arahan serta motivasi.
berdasarkan masukan dari seluruh c. Visi harus tampak realistis, kredibel dan atraktif. Sebaiknya mudah
warga satuan pendidikan. dipahami, relatif singkat, ideal dan berfokus pada mutu, serta memotivasi
Visi, misi, dan tujuan menjadi setiap pemangku kepentingan
referensi arah pengembangan dan
menunjukkan prioritas satuan Misi adalah pernyataan bagaimana a. Pernyataan misi menunjukkan secara jelas mengenai apa yang hendak
pendidikan. satuan pendidikan mencapai visi. yang dicapai oleh satuan pendidikan.
Merumuskan visi, misi, dan tujuan ditetapkan untuk menjadi rujukan bagi b. Rumusan misi selalu dalam bentuk kalimat yang menunjukkan tindakan,
satuan pendidikan merupakan penyusunan program jangka pendek, bukan kalimat yang menunjukkan keadaan sebagaimana pada rumusan visi.
langkah awal yang sangat penting menengah, dan jangka panjang, dengan c. Antara indikator visi dengan rumusan misi harus ada keterkaitan atau
sebagai acuan utama dalam berdasarkan masukan dari seluruh terdapat benang merahnya secara jelas. Satu indikator visi dapat dirumuskan
merancang pembelajaran yang warga satuan pendidikan. lebih dari satu rumusan misi.
berkualitas. Untuk satuan d. Misi menggambarkan upaya bersama yang berorientasi kepada peserta didik.
pendidikan, visi, misi, dan tujuan
harus berpusat pada peserta Tujuan adalah gambaran hasil yang a. Tujuan harus serasi dan mendeskripsikan misi dan nilai-nilai satuan
didik. akan dicapai dalam kurun waktu pendidikan.
tertentu oleh setiap satuan pendidikan b. Tujuan fokus pada hasil yang diinginkan pada peserta didik
atau program keahlian dengan c. Tujuan harus spesifik, terukur, dapat dicapai dalam jangka waktu tertentu
mengacu pada karakteristik dan/atau (SMART). Untuk mengetahui pencapaian tujuan pendidikan, satuan
keunikan setiap satuan pendidikan pendidikan dapat melakukan evaluasi.
DRAFT - UNTUK INTERNAL sesuai dengan prinsip yang sudah
TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN
ditetapkan.
[CONTOH]
Membuat Visi

TIPS 1. Lakukan wawancara atau survei terhadap peserta didik, staf/guru, dan orang tua, untuk
mendapatkan informasi sebagai bahan diskusi.
● Sesuaikan pertanyaan untuk
peserta didik dengan 2. Dari jawaban mereka, buatlah keterkaitan/benang merah.
tahapan 3. Letakkan jawaban-jawaban ketiga kelompok tersebut sehingga semuanya terlihat.
perkembangan/belajarnya
4. Telisik persamaan dan perbedaannya:
● Tenaga kependidikan
a. Kumpulkan sebanyak mungkin persamaannya. Kumpulan persamaan ini merepresentasikan harapan bersama warga
terkadang tidak melihat satuan pendidikan.
dirinya sebagai pendidik. b. Bahas perbedaan yang ditemukan. Apa saja kemungkinan yang membuat perbedaan tersebut?
Berikan pengantar bahwa c. Apa kaitannya dengan persamaan yang ditemukan?
bekerja di satuan pendidikan
5. Mengubah kesimpulan yang didapatkan menjadi kalimat visi.
adalah pendidik, apapun
perannya. 6. Menentukan komponen utama visi yang diturunkan menjadi indikator-indikator pencapaian visi.
● Untuk wakil orang tua, perlu
cermat memilih perwakilan Peserta didik Staf/guru Orang tua
agar perwakilan representatif
● Apa kebutuhan yang ingin dipenuhi di ● Mengapa memilih profesi sebagai ● Mengapa memilih satuan pendidikan ini?
(orang tua baru dan lama,
satuan pendidikan? pendidik/bekerja di satuan pendidikan? ● Apa harapannya terhadap satuan
orang tua yang kritis terhadap ● Satuan pendidikan seperti apa yang kamu Apa yang ingin dicapai? pendidikan?
tujuan pendidikan untuk inginkan? ● Apa harapan bagi pelajar yang ada di ● Pribadi peserta didik seperti apa yang
peserta didik dan paham ● Hal apa yang paling ingin didapat satuan pendidikan ini? Jika mereka keluar diharapkan?
alasan memilih satuan /dipelajari/dikuasai di satuan pendidikan? atau sudah lulus ingin mereka jadi individu ● Kalau bisa menentukan hal paling penting
pendidikan tersebut) ● Apa yang paling penting bagi kamu di seperti apa? yang perlu dipelajari di satuan pendidikan,
satuan pendidikan? ● Apa nilai-nilai yang Anda percayai? apakah itu?
Bagaimana menanamkan itu pada pelajar?
DRAFT - UNTUK INTERNAL Apa perubahan diri yang diharapkan
TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN terjadi?
[CONTOH]
Membuat Misi

TIPS
Untuk membuat kalimat aksi 1. Membuat misi dapat dilakukan dalam kelompok-kelompok diskusi. Setiap kelompok dapat ditugaskan untuk
membuat sebanyak mungkin kalimat aksi dari satu indikator pencapaian visi.
yang jelas, gunakan kata kerja
operasional yang bersifat umum 2. Kelompok membuat kalimat-kalimat aksi yang sesuai dengan indikator pencapaian visi yang dimaksud.
yang masih bisa diterjemahkan 3. Dalam rapat pleno, semua kalimat aksi yang telah dibuat direviu bersama, dikelompokkan berdasarkan
menjadi pernyataan spesifik. kemiripan dan mengarah pada komponen visi yang serupa. Kemudian dirumuskan dalam kalimat aksi yang lebih
Contoh: sederhana, namun dengan cakupan yang lebih luas. Satu indikator pencapaian visi dapat dibuat ke dalam 1-3
kalimat misi.
● Menjadi satuan pendidikan
yang menginspirasi 4. Cek kembali kalimat misi yang sudah dibuat dengan pertanyaan pemantik berikut.
perubahan • Apakah misi sudah berupa kalimat tindakan?
● Menginisiasi aksi-aksi nyata • Apakah misi menjelaskan pencapaian indikator visi?
dalam rangka mendidik • Apakah misi sudah dinyatakan dengan jelas dan tidak multitafsir?
masyarakat mengenai cara • Apakah misi menunjukkan keberpihakan pada peserta didik?
hidup ramah lingkungan

DRAFT - UNTUK INTERNAL


TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN
[CONTOH]
Membuat Tujuan
Satuan Pendidikan
atau Program Tujuan dibuat untuk menerjemahkan kalimat tindakan dalam misi menjadi aksi-aksi
spesifik dan terukur. Aksi-aksi inilah yang selanjutnya akan digunakan manajemen
Keahlian satuan pendidikan untuk menyusun program kerja yang akan direfleksikan dan
dievaluasi dalam kurun waktu tertentu.

Prinsip penting dalam membuat tujuan:

S M A R T ( E R)
• Specific, tujuan haruslah sederhana dan spesifik, dapat menjadi ciri khas satuan
pendidikan.
• Measurable, tujuan harus dapat diukur dan dapat memotivasi agar tercapai,
dibutuhkan kriteria pencapaian yang jelas.
• Achievable/Attainable, tujuan harus dapat dicapai dan dilaksanakan oleh seluruh
warga satuan pendidikan dan melibatkan pihak eksternal.
• Relevant, tujuan harus relevan dengan misi, masuk akal, dan menempatkan
pelajar sehingga mampu memperkuat kompetensinya.
• Time bound, tujuan harus memiliki alokasi waktu yang lebih fleksibel dengan
linimasa yang disesuaikan dengan kebutuhan, oleh karena itu perlu melibatkan
semua guru dalam pembuatan linimasa tersebut.

Selain prinsip ini, hal penting lainnya adalah:


• Evaluated, tujuan perlu dievaluasi untuk memastikan pencapaiannya, secara
berkala menyediakan waktu untuk mendiskusikan bersama warga satuan
pendidikan.

DRAFT - UNTUK INTERNAL • Reviewed, tujuan juga perlu ditinjau secara berkelanjutan, direfleksikan bersama
TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN dan didiskusikan modifikasi yang perlu dilakukan.
[CONTOH]
Membuat Tujuan
Satuan
Pendidikan atau 1. Dari kalimat misi yang dibuat, deskripsikan langkah yang dilakukan agar misi tersebut dapat diselesaikan.
Program Keahlian 2. Pastikan setiap kalimat tujuan dibuat dengan spesifik, dapat diukur, dan memiliki alokasi waktu yang jelas.
3. Contoh berikut dapat digunakan untuk mengecek setiap kalimat tujuan sudah memenuhi prinsip SMART (baris
berwarna adalah penjelasan dari SMART).

Menyelenggarakan program unggulan yang bertujuan untuk


meningkatkan kompetensi peserta didik satu kali setiap akhir semester

Specific, Measurable Attainable Relevant Time bound


Sederhana dan jelas Ada satuan ukuran atau kriteria Masuk akal dan dapat Relevan dengan misi dan Ada alokasi waktu
ketercapaian dicapai berpihak pada peserta didik pencapaian

tentang program dapat diukur dengan contoh program dan alokasi waktu tujuan untuk meningkatkan satu kali setiap akhir
unggulan satuan kriteria : masuk akal kompetensi peserta didik semester
pendidikan - Sekolah jadi perintis dalam
program
- Program berkualitas
- Program yang dipahami dan
menjadi komitmen seluruh warga
sekolah
DRAFT - UNTUK INTERNAL
TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN
Merumuskan Tujuan
yang Berpusat Pada
Peserta Didik
Tujuan harus selalu merupakan perwujudan dari visi dan misi, dan tujuan sekolah harus mencerminkan karakteristik atau
hasil yang akan dicapai oleh peserta didik. Karakteristik tersebut mencakup berbagai kapasitas dan tanggung jawab
seseorang yang mencakup pertumbuhan intelektual, pribadi, emosional dan sosial.
TIPS
• Fokus untuk memahami dan Prinsip-prinsip dalam merumuskan tujuan yang berpusat pada peserta didik :
membantu peserta didik untuk 1. Dalam kurikulum operasional sekolah, Profil Pelajar Pancasila secara lengkap menjadi fondasi, termasuk semua
mengenal diri dan cara belajar dimensi beserta elemen dan sub-elemennya. Satuan pendidikan dapat menambahkan kompetensi peserta didik
mereka sendiri sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan, selama tidak bertentangan dengan Profil Pelajar Pancasila.
• Memungkinkan peserta didik 2. Mengevaluasi secara kritis lingkungan belajar di satuan pendidikan dan membuat perubahan yang diperlukan agar
untuk melihat kemajuan mereka memungkinkan semua peserta didik dan guru untuk bekerja mengembangkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila
sendiri, merefleksikan cara dan pada peserta didik
kekuatan belajar mereka, dan
menetapkan tujuan individu? 3. Memfokuskan kembali pada tujuan satuan pendidikan secara kreatif mengelola sumber daya yang ada pada
satuan pendidikan baik itu sumber daya manusia (guru/orang tua, peserta didik) maupun sumber daya lainnya
• Tinjau kembali dan refleksikan seperti lingkungan/ komunitas di sekitar satuan pendidikan.
berdasarkan Profil Pelajar
Pancasila. Sepanjang tahun, 4. Menjadikan Profil Pelajar Pancasila sebagai prinsip utama setiap program pembelajaran untuk membantu peserta
peserta didik akan berubah dan didik berkembang sesuai potensinya.
bertumbuh. Berikan ruang bagi 5. Menggunakan Profil Pelajar Pancasila sebagai alat untuk melakukan refleksi dan analisis seluruh program
peserta didik untuk merekam pembelajaran di satuan pendidikan.
refleksi diri secara teratur.
6. Satuan pendidikan melakukan refleksi secara berkala, untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan dalam
pembelajaran, pada struktur dan sistem serta kurikulum yang ada di satuan pendidikan memungkinkan peserta
didik dan guru yang melaksanakan program pembelajaran , untuk berkembang menjadi seperti yang
dideskripsikan di Profil Pelajar Pancasila yang ada di satuan pendidikan.
DRAFT - UNTUK INTERNAL
TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN
CONTOH:
Analisis Kebutuhan
untuk Mencapai Tujuan
S W O T
(strength/kekuatan) (weakness/kelemahan) (opportunity/peluang) (threat/ancaman)

Analisis kekuatan, kelemahan, internal eksternal


peluang, serta ancaman atau
yang biasa kita sebut sebagai
situasi atau kondisi yang situasi atau kondisi yang situasi atau kondisi yang merupakan Ancaman atau tantangan apa
SWOT merupakan cara yang merupakan kekuatan yang merupakan kelemahan yang peluang atau kesempatan di luar saja yang mungkin akan
umum dilakukan dalam dimiliki satuan pendidikan dimiliki satuan pendidikan satuan pendidikan yang bisa dihadapi satuan pendidikan
mengenali satuan pendidikan yang bisa memberikan yang bisa memberikan memberikan peluang untuk yang bisa menghambat laju
dan lingkungannya serta pengaruh positif pada saat ini pengaruh negatif pada saat berkembang di kemudian hari. perkembangan satuan
menyusun strategi untuk atau pun di masa yang akan ini atau pun di masa yang pendidikan.
datang. akan datang.
mengembangkan dan mengatasi
permasalahan satuan
● Kekuatan atau kelebihan ● Apa yang dapat kita ● Apa saja kesempatan yang ada di ● Hambatan apa yang sedang
pendidikan.
apa yang dimiliki satuan tingkatkan dalam satuan luar satuan pendidikan? (Misal: dihadapi sekarang?
pendidikan? pendidikan? lingkungan yang mendukung, ● Tren apa yang
● Apa yang membuat ● Apa saja kebutuhan mitra yang dapat memperkaya menyebabkan ancaman
satuan pendidikan lebih peserta didik yang belum pembelajaran) bagi satuan pendidikan?
baik dari satuan terpenuhi di sekolah? ● Perubahan apa saja yang terjadi Misalnya: Perkembangan
pendidikan lainnya? ● Apa saja yang harus di luar satuan pendidikan (hasil Teknologi
● Keunikan apa yang dihindari satuan riset terbaru, praktik- praktik ● Adakah perubahan
dimiliki oleh satuan pendidikan? pendidikan dan pengasuhan) peraturan pemerintah yang
pendidikan? ● Faktor apa saja yang yang selaras dan bisa menjadi akan berdampak bagi
● Apa yang menyebabkan menyebabkan pendukung satuan pendidikan? perkembangan satuan
satuan pendidikan kehilangan dukungan? ● Apa saja perkembangan pola pendidikan?
mendapatkan ● Apa yang dilihat atau pikir masyarakat (orang tua dan
“dukungan”? dirasakan masyarakat praktisi pendidikan) yang bisa
● Apa yang dilihat atau sebagai suatu kelemahan membantu satuan pendidikan
dirasakan oleh satuan pendidikan? untuk melakukan inovasi?
DRAFT - UNTUK INTERNAL masyarakat sebagai
TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN suatu kelebihan?
LANJUTAN CONTOH
Analisis Kebutuhan
untuk Mencapai
Tujuan internal

Strength Weakness
Kekuatan Kelemahan
Setelah mengidentifikasi
1. … 1. …
SWOT (kekuatan, 2. … 2. …
kelemahan, peluang, dan 3. ... 3. ...
ancaman/tantangan),
satuan pendidikan dapat Opportunity Bagaimana satuan pendidikan
memanfaatkan kekuatan untuk
Bagaimana satuan pendidikan
memanfaatkan peluang untuk mengurangi
mencari strategi-strategi Peluang mengoptimalkan peluang? atau menghindari kelemahan?
yang bisa dilakukan untuk Bagaimana satuan pendidikan 1. …
eksternal

mengoptimalkan proses 1. … memanfaatkan peluang untuk 2. …


2. … mengoptimalkan kekuatan? 3. ...
belajar mengajar secara 3. ... 1. …
menyeluruh (internal dan 2. …
eksternal). 3. ...

Threat Bagaimana satuan pendidikan


memanfaatkan kekuatan untuk
Apa yang dapat dilakukan satuan pendidikan
untuk mengurangi kelemahan dan
Ancaman meminimalkan dampak dan menghadapi menghadapi ancaman/tantangan?
ancaman/tantangan? 1. …
1. … 1. … 2. …
2. … 2. … 3. ...
3. ... 3. ...

DRAFT - UNTUK INTERNAL


TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN
Strategi
Menganalisis
Kebutuhan untuk Ketika akan menyusun strategi pengorganisasian pembelajaran, satuan
Mengorganisasi pendidikan perlu melakukan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan dapat
membantu menjabarkan kondisi satuan pendidikan saat ini dan Berikut adalah pilihan cara untuk mengambil
Pembelajaran kesenjangannya dengan kondisi yang diharapkan dalam visi. Oleh karena
data untuk analisis kebutuhan satuan
pendidikan
itu, langkah menganalisis kebutuhan dilakukan secara berkesinambungan
• Observasi, mengamati kebutuhan peserta
dengan penyusunan strategi.
didik.

Prinsip-prinsip analisis kebutuhan satuan pendidikan : • Kuesioner, dibuat untuk berbagai


responden dengan pertanyaan disesuaikan
dengan tujuan dan sasaran yang
● Melibatkan warga satuan pendidikan dibutuhkan.
● Fokus pada kondisi saat ini dan yang akan dicapai di masa mendatang
• Wawancara, untuk mendapatkan data
● Menganalisis secara mendalam dan jujur tentang berbagai kekuatan dan secara langsung.
kekurangan satuan pendidikan
• Diskusi kelompok terpumpun (FGD)
● Menggunakan berbagai aktivitas operasional sekolah dan faktor yang dengan mengundang perwakilan dari
mempengaruhi sebagai bahan acuan memetakan kebutuhan. seluruh warga satuan pendidikan.

Saat melakukan analisis kebutuhan, satuan pendidikan juga dapat langsung


merancang strategi-strategi berdasarkan informasi yang telah diperoleh. Alat-alat yang biasanya digunakan untuk
melakukan analisis:
Strategi mengarah langsung pada program-program yang akan dijalankan
satuan pendidikan untuk mencapai tujuan, berdasarkan kekuatan dan • Analisis SWOT
kelemahan serta tantangan dan kesempatan yang dimiliki. • Fish Bone

DRAFT - UNTUK INTERNAL


TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN
[CONTOH REFLEKSI]
Untuk menentukan pengorganisasian pembelajaran yang tepat sesuai dengan konteks dan kebutuhan
Menentukan Strategi untuk peserta didik, berikut beberapa contoh pertanyaan pemantik yang dapat membantu tim yang terlibat
Mengorganisasi Pembelajaran kurikulum mencari strategi pembelajaran yang tepat. Telisik kembali keselarasan antara program
pengembangan guru, tujuan satuan pendidikan , konsep dan landasan satuan pendidikan, serta lingkungan
belajar. Semuanya harus selaras dan saling menguatkan.

CONTOH PERTANYAAN ANALISIS KEBUTUHAN STRATEGI UNTUK MENGORGANISASI PEMBELAJARAN

● Apa saja kebutuhan peserta didik yang ada di satuan pendidikan? Bagaimana ● Bagaimana cara satuan pendidikan untuk memenuhi kebutuhan tersebut?
kebutuhan tersebut berubah seiring waktu?

● Bagaimana kualitas pembelajaran berubah dari waktu ke waktu? ● Bagaimana caranya agar satuan pendidikan bisa mengembangkan area-
● Proses dan program apa yang dianggap paling berhasil? Apa indikator area tersebut?
keberhasilannya? ● Sumber daya apa saja yang dapat dimanfaatkan satuan pendidikan atau
● Proses dan program apa yang masih perlu dikembangkan? Apa saja bagian- untuk mengembangkan area-area tersebut? Bagaimana cara mengelola
bagian yang paling penting untuk dikembangkan? sumber daya tersebut?
● Bagaimana satuan pendidikan mendukung pengembangan guru/tenaga
kependidikan serta kurikulum?

● Sejauh mana peserta didik, orang tua, guru, dan warga satuan pendidikan ● Apa saja yang bisa dilakukan satuan pendidikan agar warganya semakin
lainnya semakin menyadari dan memahami satuan pendidikan sebagai menyadari perannya untuk mendukung lingkungan belajar yang sehat?
lingkungan belajar yang sehat? Apakah ada kelompok tertentu yang perlu intervensi khusus?

DRAFT - UNTUK INTERNAL


TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN
Menyelaraskan
Visi, Misi, dan Profil Pelajar Pancasila
Tujuan Satuan
Pendidikan VISI
Apakah visi
TIPS menggambarkan harapan
seluruh warga satuan
pendidikan?
Saat melakukan analisis Apakah visi menyatakan tujuan besar yang
lingkungan belajar, pastikan visi, ingin dicapai satuan pendidikan?
misi, dan tujuan tidak Apakah visi sudah berpusat pada peserta didik?
bertentangan dengan kerangka
kurikulum yang ditetapkan oleh
MISI
pusat: Tujuan Pendidikan
Apakah misi jelas menyatakan hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai visi?
Nasional, Pelajar Pancasila,
Apakah semua warga satuan pendidikan memahami hal-hal yang menjadi prioritas
Struktur Kurikulum, Prinsip
untuk mencapai visi?
Pembelajaran dan Asesmen, serta
Capaian Pembelajaran.
TUJUAN
Apakah tujuan sudah secara jelas menyatakan hasil aksi yang perlu dilakukan untuk mencapai misi?
Apakah cara/strategi untuk mencapai misi realistis untuk dijalankan?

STRATEGI PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN


Bagaimana satuan pendidikan mengorganisasi pembelajarannya untuk mencapai tujuan?
DRAFT - UNTUK INTERNAL Apa saja faktor yang mendukung strategi tersebut? Bagaimana mengoptimalkan faktor-faktor tersebut?
TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN
Pengorganisasian
Pembelajaran Satuan
Pendidikan

DRAFT - UNTUK INTERNAL


TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN
Bagian ini akan menjawab beberapa pertanyaan
berikut ini:

• Bagaimana mengorganisasi
pembelajaran di satuan
pendidikan?
• Apa saja langkah-langkah dalam
mendesain pembelajaran sekolah?
• Bagaimana proses mendesain
pembelajaran?
DRAFT - UNTUK INTERNAL
TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN
Gambaran Penerapan
profil Pelajar Pancasila Intrakurikuler
Muatan Pelajaran
di Satuan Pendidikan Kegiatan/pengalaman belajar.

Profil Pelajar Pancasila adalah


karakter dan kemampuan yang Beriman,
dibangun dalam keseharian dan bertakwa kepada
dihidupkan dalam diri setiap Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak Projek penguatan
individu peserta didik melalui mulia
budaya sekolah, pembelajaran
Mandiri
profil Pelajar
Berkebinekaan
intrakurikuler, projek penguatan
profil Pelajar Pancasila, maupun
global Pancasila
ekstrakurikuler. Pelajar
Indonesia Projek Lintas Disiplin Ilmu yang
kontekstual dan berbasis pada
kebutuhan masyarakat/permasalahan
di lingkungan sekolah.
Bergotong
Bernalar kritis
royong

Budaya Sekolah Kreatif

Iklim sekolah, kebijakan, pola


Ekstrakurikuler
interaksi dan komunikasi, serta
Kegiatan untuk
norma yang berlaku di sekolah.
mengembangkan minat dan
bakat.
DRAFT - UNTUK INTERNAL
TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN
Penjelasan Struktur Kurikulum di Satuan Pendidikan

PROGRAM INTRA-KURIKULER PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PROGRAM EKSTRAKURIKULER


PANCASILA

Tujuan Mengembangkan kompetensi pelajar Menguatkan Profil Pelajar Pancasila dan membangun Sarana bagi peserta didik untuk
sesuai CP pemahaman mengenai isu-isu penting dan melatih mengeksplorasi dan melatih keterampilan
kemampuan penyelesaian masalah dalam tema atau isu sesuai minat dan bakat peserta didik
penting terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
(Sustainable Development Goals, SDGs)

Metode ● Menggunakan berbagai metode ● mengasah kepekaan dan mengeksplorasi isu riil dan ● Bersifat individual dan merupakan
pengajaran/pendekatan belajar kontekstual dalam bentuk projek pilihan peserta didik
● Menggunakan berbagai instrumen ● Memberikan ruang lebih banyak bagi peserta didik ● Melibatkan guru dan narasumber
asesmen dalam menilai progress dan untuk bekerja mandiri dan fleksibel profesional dalam melatih keterampilan
capaian peserta didik ● Melibatkan seluruh komunitas sekolah (peserta tertentu
● Melibatkan guru dalam proses desain didik, guru, staf, orangtua) serta
asesmen dan moderasi hasil asesmen narasumber/profesional

Hasil ● Bukti pencapaian CP berupa ● Bukti berupa jurnal kerja yang fokus pada proses dan ● Bukti berupa testimoni atau cerita dari
portfolio/kumpulan hasil pekerjaan pencapaian tujuan proyek peserta didik
peserta didik dari berbagai instrumen ● Sekolah menyediakan waktu khusus untuk peserta ● Sekolah bisa memilih bentuk
asesmen didik menunjukkan hasil proyek melalui pelaporan
● Dilaporkan melalui rapor pameran/pertunjukan
● Dilaporkan melalui rapor pada bagian terpisah
DRAFT - UNTUK INTERNAL
TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN
dengan intrakurikuler
Prinsip Prinsip Pembelajaran dan Asesmen harus digunakan secara terintegrasi sebagai pertimbangan utama dalam
merancang struktur kurikulum satuan pendidikan. Untuk dapat membuat keputusan-keputusan dalam kelas
Pembelajaran dan lebih tepat, guru perlu memahami prinsip pembelajaran dan asesmen ini. Detail penjelasan dapat merujuk ke
Asesmen dokumen Prinsip Pembelajaran dan Asesmen.

Prinsip Pembelajaran
Pembelajaran dirancang dengan Pembelajaran dirancang Proses pembelajaran Pembelajaran yang relevan, yaitu Pembelajaran berorientasi
mempertimbangkan tahap perkembangan dan dan dilaksanakan untuk mendukung pembelajaran yang dirancang pada masa depan yang
tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai membangun kapasitas perkembangan sesuai konteks, lingkungan dan berkelanjutan.
kebutuhan belajar, serta mencerminkan untuk menjadi kompetensi dan karakter budaya peserta didik, serta
karakteristik dan perkembangan yang beragam pembelajar sepanjang peserta didik secara melibatkan orang tua dan
sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan hayat. holistik. masyarakat sebagai mitra.
menyenangkan.

Prinsip Asesmen
Asesmen merupakan bagian terpadu Asesmen dirancang dan Asesmen dirancang secara Laporan kemajuan belajar dan Hasil asesmen digunakan oleh
dari proses pembelajaran, memfasilitasi dilakukan sesuai dengan fungsi adil, proporsional, valid, dan pencapaian peserta didik peserta didik, pendidik, tenaga
pembelajaran, dan menyediakan asesmen tersebut, dengan dapat dipercaya (reliable) bersifat sederhana dan kependidikan, dan orang tua
informasi yang holistik sebagai umpan keleluasaan untuk menentukan untuk menjelaskan informatif, memberikan sebagai bahan refleksi untuk
balik untuk guru, peserta didik, dan teknik dan waktu pelaksanaan kemajuan belajar dan informasi yang bermanfaat meningkatkan mutu
orang tua, agar dapat memandu mereka asesmen agar efektif mencapai menentukan keputusan tentang karakter dan pembelajaran
dalam menentukan strategi tujuan pembelajaran tentang langkah selanjutnya. kompetensi yang dicapai serta
pembelajaran selanjutnya strategi tindak lanjutnya

DRAFT - UNTUK INTERNAL


TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN
Merancang
Pengorganisasian
Pembelajaran di
Satuan Pendidikan Pengorganisasian pembelajaran adalah cara satuan pendidikan mengatur pembelajaran muatan kurikulum dalam satu rentang
waktu. Pengorganisasian ini termasuk pula mengatur beban belajar, mata pelajaran dan area belajar, kapan mata pelajaran dan
area belajar, serta bagaimana mata pelajaran dan area belajar tersebut akan dihantarkan. Pengorganisasian pembelajaran juga
meliputi pengaturan mata pelajaran inti dan pilihan ( tema-tema), program ekstrakurikuler dan projek penguatan profil Pelajar
Desain pembelajaran perlu Pancasila yang dipelajari dalam satu tahun ajaran:
dilakukan secara “mundur”,
diawali dari hasil akhir. Hasil Struktur kurikulum Intrakurikuler. muatan/mata pelajaran dan muatan tambahan lainnya jika ada (mulok)
akhir perlu dinyatakan agar Projek penguatan profil Pelajar Pancasila. Penjelasan tema dan pengelolaan projek pada tahun
ajaran tersebut
seluruh warga satuan
Ekstrakurikuler. Gambaran ekskul yang menjadi ciri khas dan selaras dengan pencapaian tujuan
pendidikan berkomitmen dan satuan pendidikan
berkolaborasi untuk
mencapainya. Jika kurikulum Cara program-program Satuan pendidikan boleh memilih cara pengelompokkan, secara tematik mata pelajaran dan
hanya menuliskan sederet tersebut dikelompokkan kombinasi.
konten (materi) maka hal ini
akan mengakibatkan semua Pemetaan program Pemetaan program-program tersebut dalam satu tahun ajaran yang sesuai dengan alokasi waktu
orang bekerja secara terpisah- yang sudah ditetapkan. Satuan pendidikan boleh memilih cara pemetaan yang sesuai dengan
kebutuhan, contoh: menggunakan kalender pendidikan atau program tahunan atau program
pisah.
semester atau cara pemetaan yang lain
● Pembelajaran berbasis projek sebagai penguatan profil Pelajar Pancasila menggunakan 20-
30% dari waktu total pembelajaran.
● Memecah tujuan dalam aktivitas-aktivitas yang akan dijalankan dalam waktu tertentu;
pertahun/semester/kuartal/term/caturwulan/dll.
● Membuat jadwal harian untuk lingkup kelas

DRAFT - UNTUK INTERNAL


TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN
Rencana pembelajaran untuk ruang lingkup sekolah
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Alur pembelajaran yang runtut dinyatakan dalam rangkaian tujuan pembelajaran yang meliputi konten/ materi,
keterampilan dan konsep inti untuk mencapai Capaian Pembelajaran setiap Fase dan menjelaskan cakupan/kedalaman
setiap konten

Prinsip Alur Tujuan Pembelajaran:


● Esensial, ada penjabaran konsep, keterampilan dan konten inti yang diperlukan untuk mencapai capaian pembelajaran
Proses ● Berkesinambungan, tujuan - tujuan dalam alur pembelajaran tersusun secara berkesinambungan dan urut secara
berjenjang dengan arah yang jelas
Mendesain ● Kontekstual, Tahapan tujuan pembelajaran sesuai dengan tahapan perkembangan peserta didik.
● Sederhana. Tujuan pembelajaran disampaikan dengan bahasa/istilah yang mudah dipahami.
Rencana
Pembelajaran

Rencana pembelajaran untuk ruang lingkup sekolah


KEGIATAN PEMBELAJARAN

1. Tujuan Pembelajaran, dikembangkan sesuai dengan kompetensi utuh yang sudah melingkupi aspek sikap,
pengetahuan, dan keterampilan, beserta materi/konten inti
2. Proses asesmen, strategi pencarian bukti hasil belajar yang menyasar tujuan pembelajaran beserta indikator
keberhasilan yang mengukur sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
3. Pengalaman belajar, serangkaian kegiatan dengan alokasi waktu dan menyasar indikator yang dikembangkan dari
tujuan pembelajaran
DRAFT - UNTUK INTERNAL
TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN
ALUR TUJUAN Ada beberapa cara dalam mengurutkan tujuan pembelajaran
PEMBELAJARAN Pengurutan Metode pengurutan dari konten yang konkret dan berwujud ke konten yang lebih abstrak dan simbolis.
Konkret → Contoh : memulai pengajaran dengan menjelaskan tentang benda geometris (konkret) terlebih dahulu
Alur tujuan pembelajaran disusun untuk Abstrak sebelum mengajarkan aturan teori objek geometris tersebut (abstrak).
membantu peserta didik mencapai Capaian
Pengurutan Metode pengurutan dari konten bersifat umum ke konten yang spesifik. Contoh : mengajarkan konsep
Pembelajaran (CP) secara bertahap. Alur
Deduktif database terlebih dahulu sebelum mengajarkan tentang tipe database, seperti hierarki atau relasional.
dibuat dengan mengurutkan tujuan-tujuan
pembelajaran sesuai kebutuhan, meskipun
beberapa tujuan pembelajaran harus Pengurutan dari Metode pengurutan dari konten paling mudah ke konten paling sulit. Contoh : mengajarkan cara mengeja
menggunakan tahapan tertentu. Mudah → Sulit kata-kata pendek dalam kelas bahasa sebelum mengajarkan kata yang lebih panjang.

Hal penting yang perlu dipertimbangkan: Pengurutan Metode ini dilaksanakan dengan mengajarkan keterampilan komponen konten yang lebih mudah terlebih
● keterampilan dasar yang perlu Hierarki dahulu sebelum mengajarkan keterampilan yang lebih kompleks. Contoh : peserta didik perlu belajar tentang
dipelajari peserta didik untuk penjumlahan sebelum mereka dapat memahami konsep perkalian.
menguasai kompetensi tertentu
● Cara untuk mengukur ketercapaian Pengurutan Metode ini dilaksanakan dengan mengajarkan tahap pertama dari sebuah prosedur, kemudian membantu
tujuan Prosedural peserta didik untuk menyelesaikan tahapan selanjutnya. Contoh : dalam mengajarkan cara menggunakan t-
● pengetahuan/materi inti yang perlu test dalam sebuah pertanyaan penelitian, ada beberapa tahap prosedur yang harus dilalui, seperti menulis
diketahui untuk memahami konsep hipotesis, menentukan tipe tes yang akan digunakan, memeriksa asumsi, dan menjalankan tes dalam sebuah
tertentu. Misal: untuk menulis makalah perangkat lunak statistik.
penelitian peserta didik perlu
mengetahui perbedaan bentuk-bentuk Scaffolding Metode pengurutan yang meningkatkan standar performa sekaligus mengurangi bantuan secara bertahap.
dan tujuan teks dan peserta didik perlu Contoh : dalam mengajarkan berenang, guru perlu menunjukkan cara mengapung, dan ketika peserta didik
keterampilan membuat pertanyaan mencobanya, guru hanya butuh membantu. Setelah ini, bantuan yang diberikan akan berkurang secara
riset. bertahap. Pada akhirnya, peserta didik dapat berenang sendiri.

Referensi (1) Creating Learning Materials for Open and Distance Learning (2005). Retrieved December 6, 2016, from http://www.oerafrica.org/system/files/7824/creating-lerarning-materials-
handbook-authors-and-instructional-designers.114f5f85-1baf-42dd-8e37-d195c2565255_0.pdf?file=1&type=node&id=7824 (2) Doolittle, P. E. (2001). Instructional Design for Web-based Instruction.
DRAFT - UNTUK INTERNAL Retrieved from http://staff.washington.edu/rel2/geog100-UW/Archive/instructionalsequence.pdf (3) Morrison, G. R., Ross, & Kemp, J. E. (2007). Designing Effective Instruction (5th Edition). Hoboken,
TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN NJ: John Wiley & Sons. ISBN13: 978-0-470-07426-8 (4) Reigeluth, C. M., & Keller, J. B. (2009). Understanding instruction. In C. M. Reigeluth & A. A. Carr-Chellman (Eds.), Instructional-design theories and
models: Building a common knowledge base (pp. 27-39). New York, NY: Taylor & Francis.
33
CONTOH
Proses Mendesain Alur Pembelajaran
Workshop pengembangan kurikulum operasional
0 sekolah
Menjadi prasyarat untuk tim penyusun alur pembelajaran
Pemahaman Profil Pelajar Pancasila.
Memahami secara utuh konsep dasar Profil Pelajar 1
Pemahaman Capaian Pembelajaran
Pancasila 2 Pahami rasional CP setiap fase, mulai dari fase A hingga
fase E
Menguraikan CP ke tujuan-tujuan pembelajaran Untuk penyusunan fase A, baca CP fase fondasi untuk
Uraikan tujuan pembelajaran per dimensi/elemennya 3 memastikan transisi yang halus dari PAUD ke SD
Susun seluruh tujuan pembelajaran menjadi satu alur Baca karakteristik tiap mapel, dimensi/elemen
linear
Tentukan tujuan yang menjadi kunci (konsep dan
4 kompetensi kunci)
Tentukan asesmen untuk mengukur ketercapaian
tujuan-tujuan/kompetensi kunci 5
6 Rangkaikan semua tujuan menjadi satu alur yang linear
Tentukan alokasi jam pelajaran yang dibutuhkan Penulis menyusun alur (sequence), semua
Mengatur durasi jam pelajaran yang dibutuhkan untuk 7 dimensi/elemen dilebur dalam alur ini
setiap tujuan pembelajaran Referensi untuk urutan bisa melihat slide “ALUR
DRAFT - UNTUK INTERNAL
TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN PEMBELAJARAN”
CONTOH
Pengaturan Waktu
Belajar
Satuan pendidikan dapat Sistem Blok Sistem Kolaborasi Sistem Reguler
menentukan model struktur
kurikulum yang sesuai dengan
Pembelajaran dikelola dalam bentuk Konsep-konsep dan keterampilan Setiap pembelajaran dilakukan
kondisi dan tujuan masing-masing
blok-blok waktu dengan berbagai tertentu dari mata pelajaran diajarkan terpisah antara satu mapel dengan
satuan pendidikan.
macam pengelompokkan. secara kolaboratif (team teaching) . mapel lainnya.
Pengaturan cara penghantaran (per
Contoh: Guru berkolaborasi sedemikian rupa Tatap muka dilakukan secara reguler
mata pelajaran, tematik integratif,
1. Mata pelajaran IPS, Bahasa untuk merencanakan, melaksanakan setiap minggu, dengan jumlah jam
unit inkuiri, dll.) akan
Indonesia dan IPAS akan diajarkan dan melakukan asesmen untuk suatu tatap muka sesuai dengan yang
mempengaruhi sekolah dalam
dari jam 07.00- 12.00 dalam pembelajaran yang terpadu. ditetapkan oleh masing-masing
mengelola waktu (penjadwalan) dan
semester 1 satuan pendidikan berdasarkan
sumber dayanya.
2. Dalam satu tahun ajaran, Contoh: ketentuan minimal dari pemerintah
pembelajaran IPA dibagi ke dalam Konsep pengelolaan data dapat
Model ini tidak harus dipilih salah
3 blok waktu (masing-masing 4 secara kolaboratif diajarkan oleh guru
satu, akan tetapi bisa juga
bulan). Mata pelajaran Biologi, matematika dan IPA. Konsep ini bisa
dikombinasikan. Misalnya dengan
Kimia dan Fisika akan diajarkan diajarkan di satu kegiatan dengan
menggunakan sistem terintegrasi
secara bergantian di setiap blok. menggabungkan alokasi waktu kedua
dan blocking secara bersamaan atau
Blok ke- 1 tahun ajaran 2020/2021 mata pelajaran atau diajarkan pada
mengkombinasikan ketiga model
untuk Fisika, blok ke-2 untuk masing-masing mapel, dengan
Biologi, blok ke-3 Kimia. penyelarasan aktivitas.

DRAFT - UNTUK INTERNAL


TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN
Sistem Blok Sistem Kolaborasi Sistem Reguler

Kelebihan ● memberikan waktu yang cukup bagi peserta didik ● Peserta didik belajar suatu konsep secara memudahkan dalam pembuatan jadwal pembelajaran
untuk mempelajari materi secara mendalam komprehensif dan kontekstual karena di satuan pendidikan
● waktu pembelajaran menjadi lebih banyak dan hal keterampilan, pengetahuan dan sikap
tersebut memungkinkan peserta didik belajar diintegrasikan untuk mencapai suatu penguasaan
hingga tuntas kompetensi tertentu
● dengan blok waktu yang lebih panjang, guru ● Guru-guru terkondisikan untuk berkolaborasi
memiliki lebih banyak waktu untuk menyelesaikan secara intensif karena perlu memilih
rencana pelajaran dan untuk memeriksa dan kompetensi/konten yang selaras dengan
mengevaluasi pembelajaran pemahaman yang dituju
● dengan blok waktu yang lebih lama ● Lebih efisien karena guru bisa memilah konsep
memungkinkan untuk studi yang mendalam, yang perlu dieksplorasi secara lebih mendalam
seperti mengerjakan proyek / penelitian individu / dan konten yang memerlukan waktu lebih sedikit
kelompok, kolaborasi antar peserta didik dan
guru.

Hal yang perlu ● Pengaturan jam mengajar guru -- harus ● Memberikan waktu yang cukup untuk ● Beban yang harus dihadapi peserta didik setiap
dipertimbangkan diperhitungkan sedemikian rupa, sehingga guru merencanakan dan menyelaraskan antar guru minggu harus diperhitungkan sedemikian rupa,
dalam memutuskan tidak ada waktu di hari-hari tertentu mata pelajaran yang mengajarkan tujuan sehingga peserta didik tidak terbebani dengan
model ini ● Ketersediaan sarana prasarana - mengingat sistem pembelajaran yang berkaitan atau sama dengan banyaknya beban mata pelajaran
blok membutuhkan pengaturan sarana dan unit atau konsep yang dipelajari ● Daya serap peserta didik terhadap mata pelajaran
prasarana yang ketat ● Satuan pendidikan harus memberikan fleksibilitas akan sangat berpengaruh jika macam mata
● Perlu dirancang strategi tertentu agar materi yang bagi guru untuk mengelola penjadwalan pelajaran yang diberikan dalam satu waktu
diajarkan pada satu blok tertentu bisa tetap mengikuti kebutuhan / fokus pemahaman yang tertentu terlampau banyak. Ada kecenderungan
diingat. bisa berbeda setiap term/semester/ tahun konten suatu mapel belum terserap, sudah harus
ganti mata pelajaran yang lainnya.
● Perlunya koordinasi antar guru mata pelajaran --
pengaturan harus dilakukan sedemikian rupa,
DRAFT - UNTUK INTERNAL sehingga tidak memberikan tugas dalam waktu
TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN
yang bersamaan.
Pengalaman belajar yang bermakna adalah sebuah 1.Memilih tujuan
proses yang bertujuan untuk membangun pemahaman belajar dari alur
konsep yang dipelajari. Agar bermakna proses ini pembelajaran
bersifat aktif, konstruktif, dan melibatkan peserta didik yang sudah
8. Refleksi untuk dirancang
dalam seluruh prosesnya.
menetapkan tujuan 2. Menganalisis
belajar berikutnya situasi kelas dan
Pertimbangan yang perlu dilakukan dalam merancang berdasarkan hasil kebutuhan
pengalaman belajar yang bermakna : ketercapaian pelajar
• Pengetahuan yang akan dipelajari harus masuk akal kompetensi
bagi peserta didik (konsep yang dipelajari dan
aktivitas yang dilakukan dapat dihubungkan dengan
kondisi nyata, termasuk menunjukkan permasalahan 7. Pelaksanaan [CONTOH]
yang nyata yang harus dipecahkan/diselesaikan)
pembelajaran dan
asesmen untuk
Proses 3. Asesmen untuk
mengetahui posisi
• Pendekatan yang berpusat pada peserta didik (ketika memonitor kemajuan merancang peserta didik di awal
peserta didik lebih terlibat dalam proses belajar, belajar selama proses siklus pembelajaran.
mereka akan memiliki pemahaman yang lebih baik pembelajaran. kegiatan
tentang tujuan pelajaran. Guru mengajukan belajar yang
bermakna
pertanyaan terbuka, mendorong kolaborasi dan
proyek kelompok, serta memberi tugas yang melatih 6. Sosialisasi target
4. Menentukan
belajar dan
kemampuan refleksi dan sintesa strategi dan metode
menyepakati
• Melibatkan banyak referensi dan sumber belajar untuk mencapai
pembelajaran
tujuan tsb.
(belajar dari berbagai buku, majalah, jurnal penelitian, bersama peserta didik
Program TV, Internet, narasumber/profesional)
5. Memilih dan
menetapkan perangkat
DRAFT - UNTUK INTERNAL
ajar, serta aktivitas
TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN
pembelajaran.
1. Penetapan tujuan 2. Menganalisis situasi kelas 3. Asesmen untuk mengetahui posisi 4. Menentukan strategi dan metode untuk
belajar peserta didik di awal siklus mencapai tujuan tsb.
pembelajaran.

Apakah tujuan pembelajaran ini Siapa saja peserta didiknya? (jumlah, Menyamakan persepsi antar guru yang mengajar Apa saja pendekatan yang berorientasi pada kompetensi
kontekstual dengan kondisi pengetahuan dan pengalaman, motivasi, kelas dan materi yang sama : Kriteria penilaian tujuan?
lingkungan sekitar? latar belakang budaya dll). seperti apa yang tepat? Stimulus apa saja yang bisa diberikan agar peserta didik
Apakah tujuan pembelajaran sudah Sumber daya apa yang tersedia untuk proses Bagaimana cara mengukur ketercapaian kompetensi terlibat aktif dan membantu peserta didik mencapai
sesuai dengan tahapan dan pembelajaran? (Ruang kelas, laboratorium, (pemahaman atau keterampilan tertentu)? Apakah tujuan pembelajaran?
kebutuhan belajar peserta didik? perpustakaan, ruang komputer, halaman menggunakan rubrik atau daftar centang atau Metode pengajaran dan konsep pedagogis mana yang
dll). catatan pengamatan? harus digunakan? Mengapa?
Siapa saja guru yang terlibat? Jika ada Bagaimana cara untuk mengajak pelajar memahami Apakah metode pengajaran yang dipilih mampu
beberapa guru, bagaimana proses asesmen atau pengukuran ketercapaian mendorong aktivitas peserta didik secara mandiri (self-
komunikasi dan koordinasi dilakukan? kompetensi? regulated learning)?

5. Memilih dan 6. Sosialisasi target belajar dan 7. Pelaksanaan pembelajaran dan 8. Refleksi untuk menetapkan tujuan
menetapkan perangkat menyepakati pembelajaran asesmen untuk memonitor kemajuan belajar berikutnya berdasarkan hasil
ajar, serta aktivitas bersama pelajar belajar selama proses pembelajaran. ketercapaian kompetensi
pembelajaran.

Diskusikan bersama peserta didik : Apa saja target yang akan dicapai? Bagaimana agar guru bisa memberikan umpan balik Bagaimana guru mendapatkan informasi untuk proses
Apa ide pokok materi dan Bagaimana cara membuat peserta didik untuk pada peserta didik secara reguler? evaluasi? (Wawancara, umpan balik dari rekan kerja,
hubungan dengan situasi nyata? memahami target- target yang akan Bagaimana melatih keterampilan refleksi bagi kuesioner dll).
Diskusikan dengan guru pada level dicapai? peserta didik sehingga mereka memahami hal-hal Informasi apa yang Anda perlukan untuk melakukan
yang sama Kompetensi apa yang yang sudah tercapai dan area yang perlu evaluasi? (Bagaimana peserta didik memandang proses
perlu diasah agar tujuan belajar diperbaiki? pembelajaran, apakah hasilnya jelas, apakah mereka
tercapai? telah mempelajari apa yang seharusnya mereka pelajari,
apakah guru mendukung peserta didik, dll.)
DRAFT - UNTUK INTERNAL
TIDAK UNTUK DISEBARLUASKAN
SAMPAI JUMPA DI
MATERI SELANJUTNYA!