Anda di halaman 1dari 7

Nama : Lulu’ Vionica

NPM : 21701082108
Kelas : A3
Tugas : Suwardjono. 2010. Teori Akuntansi: Perekayasaan Pelaporan Keuangan. BAB XI

1. Jelaskan pengertian atau definisi ekuitas. Mengapa ekuitas didefinisi seperti itu?
Jawab:
Karena keperluan artikulasi, ekuitas didefinisi secara sintaktik sebagai berikut “Hak
residual atas aset perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban”. Definisi di atas bersudut
pandang pemilik bukan kesatuan usaha. Secara semantik dan dari sudut kesatuan usaha,
ekuitas adalah “utang” kepada pemilik.

2. Secara konseptual, apakah perbedaan antara kewajiban dan ekuitas?


Jawab:

m
er as
Ekuitas berbeda dengan kewajiban dalam hal:

co
 Penyelesaian klaim

eH w
 Akses terhadap aset, operasi, dan keputusan

o.
 Substansi perjanjian
rs e
ou urc
3. Sebutkan komponen-komponen ekuitas pemegang saham dan tunjukkan hubungan
antara komponen-komponen tersebut!
Jawab:
o
aC s
vi y re
ed d
ar stu
is
Th
sh

Ekuitas Pemegang Saham

This study source was downloaded by 100000802780256 from CourseHero.com on 06-10-2021 18:46:08 GMT -05:00

https://www.coursehero.com/file/64615380/BAB-11docx/
Modal Setoran Modal Bentukan Lain-Lain

Modal Yuridis Modal Setoran Lain

 Premium modal saham


 Laba atau rugi dari
 Penerbitan saham baru  Penjualan saham
statemen laba-rugi

m
 Kapitalisasi laba ditahan treasuri

er as
 Dividen
 Dividen saham  Penyerapan defisit

co
 Rekapitulasi
 Konversi obligasi atau  Deklarasi dividen

eH w
 Defisit
saham terkonversi likuidasi

o.
 Koreksi
 Pemesanan saham  Restrukturisasi kapital
rs e  Revaluasi aset
 Perubahan akuntansi
ou urc
5. Mengapa modal setoran harus dibedakan dengan laba ditahan?
o

Jawab:
aC s

Modal setoran harus dibedakan dengan laba ditahan karena:


vi y re

 Untuk mencapai tujuan penyajian


 Berbeda sumbernya
 Berbeda kandungan informasinya (dana dasar versus daya melaba)
ed d

 Penyebab perubahan berbeda esensinya (pendanaan versus produktif)


ar stu

 Transaksi modal versus operasi

6. Apakah yang dimaksud dengan modal yuridis dan apakah modal yuridis perlu
is

ditunjukkan dalam laporan keuangan?


Th

Jawab:
Modal yuridis merupakan jumlah rupiah “minimal” yang harus disetor oleh investor
sehingga membentuk modal yuridis (legal capital). Ada juga aturan yang menetapkan bahwa
sh

saham tidak dapat dijual di bawah nilai tertentu yang menjadi batas nilai yuridis sehingga
tidak dikenal adanya di akun modal saham.
Modal yuridis dapat diubah sewaktu-waktu tanpa harus menerbitkan saham baru.
Modal yuridis juga dapat berubah akibat transfer antar sumber dana sehingga terkadang sulit
untuk menentukan berapakah modal yuridis perusahaan yang sebenarnya sebagai informasi
kepada pihak yang berkepentingan. Pengungkapan modal yuridis tidak diperlukan kecuali

This study source was downloaded by 100000802780256 from CourseHero.com on 06-10-2021 18:46:08 GMT -05:00

https://www.coursehero.com/file/64615380/BAB-11docx/
untuk perusahaan yang baru berdiri. Dalam perusahaan besar yang labanya berkembang,
modal yuridis biasanya merupakan sebagian kecil dari total ekuitas pemegang saham.
Modal yuridis (legal capital) dapat disajikan sebagai suatu rincian di bawah judul
“modal setoran total”. Oleh karena itu, neraca akan menjadi kurang informatif kalau
komponen-komponen modal setoran dipisahkan tetapi tidak ditunjukkan totalnya.

8. Dapatkah saham tanpa nilai nominal diterbitakan dan untuk tujuan apa hal tersebut
dilakukan?
Jawab:
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengemukakan, penerbitan saham tanpa nilai nominal
sudah dapat dilakukan sesuai dengan peraturan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007
tentang Perseroan Terbatas. Konsep awal dari saham tanpa nilai nominal adalah hasil dari
penjualan saham tanpa nilai nominal harus dipertimbangkan sebagai modal dasar. Ada
pendapat yang lain yang menyatakan bahwa nilai nominal dapat diberi nilai ditentukan (nilai

m
er as
dinyatakan) per lembar dan kelebihan penjualan atas nilai ditentukan dapat di kredit Disetor

co
Modal di atas Nilai Ditentukan (Modal Disetor dalam Kelebihan Nilai Lain).

eH w
o.
9. Bagaimana pendapat Paton dan Littleton mengenai pemecahan modal setoran menjadi
rs e
modal yuridis dan modal setoran lainnya?
ou urc
Jawab:
Pendapat Paton dan Littleton mengenai pemecahan modal setoran menjadi modal
yuridis dan modal setoran lainnya bahwa jumlah rupiah modal setoran tidak menunjukkan
o

secara khusus tujuan penggunaan jumlah rupiah tersebut. Oleh karena itu, perubahan dalam
aC s

modal setoran harus dibatasi hanya untuk transaksi antara perseroan dengan pemegang
vi y re

saham.

12. Apakah jumlah rupiah uang muka pesanan saham dapat diakui sebagai modal
ed d

setoran?
ar stu

Jawab:
Jumlah rupiah saham pesanan dapat diakui sebagai modal setoran hanya apabila
memenuhi dua syarat, yaitu:
is

 Tidak dapat dibatalkan dan


Th

 Pelunasan tidak terlalu lama.

13. Bila pemegang obligasi terkonversi menggunakan hak tukarnya, apakah dasar yang
sh

dapat digunakan untuk menentukan modal setoran?


Jawab:
Dasar yang dapat digunakan untuk menentukan modal setoran yaitu:
 Nilai buku (book value) atau nilai bawaan (carrying value) obligasi pada saat
penukaran.
 Harga pasar obligasi atau harga pasar saham (mana yang paling obyektif)

This study source was downloaded by 100000802780256 from CourseHero.com on 06-10-2021 18:46:08 GMT -05:00

https://www.coursehero.com/file/64615380/BAB-11docx/
14. Apakah untung atau rugi dapat terjadi dalam penukaran saham prioritas terkonversi
menjadi saham biasa?
Jawab:
Tidak ada untung atau rugi yang diakui pada saat konversi tersebut. Ini berarti bahwa
jumlah rupiah yang mula-mula diterima pada saat menerbitkan saham prioritas dianggap
sebagai modal setoran mula-mula untuk saham biasa.

15. Jelaskan pendekatan dua-transaksi dan satu-transaksi dalam mencatat pengambilan


hak tukar saham prioritas terkonversi oleh pemegangnya!
Jawab:
 Konsep dua-transaksi
Dengan konsep ini, pemerolehan kembali saham sebagai saham treasuri dianggap
sebagai likuidasi ekuitas pemegang saham sedangkan penjualan kembali saham treasuri

m
er as
dianggap sebagai penerbitan saham baru. Konsep ini disebut pendekatan nilai nominal

co
(par-value approach) karena harga penarikan atau penjualan kembali ditandingkan

eH w
dengan nilai nominal. Selisihnya, baik dalam penarikan atau penjualan, dikompensasi

o.
ke modal setoran lain (excess of paid-in capital over par stock atau agio saham)
rs e
seluruhnya atau sebatas porsi modal setoran lain mula-mula dan selisihnya
ou urc
dikompensasi ke laba ditahan.
 Konsep satu-transaksi
Konsep ini disebut juga dengan metode kos karena jumlah rupiah total yang dibayarkan
o

dianggap seakan-akan merupakan kos pembelian saham treasuri. Disebut satu-transaksi


aC s

karena pembelian saham treasuri dan penjualannya kembali diangga satu transaksi.
vi y re

Artinya, pembelian dan penjualan dianggap sebagai kesatuan transaksi untuk mencapai
tujuan yang diinginkan dengan transaksi saham treasuri tersebut.
ed d

18. Apa beda antara dividen saham dan pemecahan saham?


ar stu

Jawab:
Dividen saham membagikan sejumlah saham berdasarkan kepemilikan saham saat ini.
Sedangkan pemecahan saham (stock split) membagi saham yang ada menjadi beberapa
is

saham dengan maksud untuk memperluas jumlah saham. Dividen saham biasanya
Th

ditawarkan dalam situasi dimana perusahaan tidak dapat membayar dividen tunai.

21. Kapan suatu opsi saham dapat dikategorikan sebagai opsi saham nonimbalan dan
sh

bagaimana perlakuannya bila opsi tersebut diambil?


Jawab:
Opsi saham dapat dikategorikan sebagai nonimbalan jika keempat karakteristik
program opsi saham berikut dipenuhi:
 Hampir seluruh karyawan full time yang memenuhi kualifikasi jabatan terbatas boleh
berpartisipasi dalam program opsi saham

This study source was downloaded by 100000802780256 from CourseHero.com on 06-10-2021 18:46:08 GMT -05:00

https://www.coursehero.com/file/64615380/BAB-11docx/
 Karyawan mempunyai hak membeli saham dalam jumlah yang sama atau atas dasar
presentase tertentu dari gaji
 Jangka waktu opsi tidak terlalu lama
 Harga saham tidak terlalu rendah dibandingkan dengan harga pasar saham atau harga
yang ditawarkan kepada pihak lain
Harus diasumsi pula bahwa pemberian hak opsi tersebut tidak mempunyai
konsekuensi bagi karyawan untuk melaksanakan kewajiban atau pekerjaan tambahan. Pada
umumnya kalau opsi saham tersebut non imbalan, harga saham atau harga pengembalian
ditentukan sama dengan harga saham pada saat opsi diberikan. Dengan demikian pada saat
tersebut karyawan dianggap tidak menerima manfaat atau penghasilan tambahan karena
karyawan akan membayar jumlah yang sama dengan jumlah yang harus dibayar ileh non
karyawan untuk saham bersangkutan di pasar saham.

23. Apa saja yang membedakan waran dengan opsi saham?

m
er as
Jawab:

co
Perbedaan waran dan opsi saham secara umum yaitu:

eH w
 Jangka waktu waran pada umumnya lebih lama (bisa sampai tahunan) daripada jangka

o.
waktu opsi saham
rs e
 Waran diterbitkan oleh perusahaan sedangkan opsi saham diterbitkan oleh investor
ou urc
 Opsi saham dijual dengan harga tertentu atau tunai kepada karyawan sedangkan waran
dijual atau diterbitkan bukan kepada pemegang saham atau karyawan perusahaan
 Waran dapat diterbitkan menyertai penerbitan surat utang sedangkan opsi saham tidak
o

bisa
aC s
vi y re

26. Apa yang dapat menyebabkan turunnya modal setoran?


Jawab:
Penyebab modal saham turun/penurunan modal setoran adalah sebagai berikut:
ed d

 Treasury stock/saham treasuri yaitu penarikan kembali saham yang beredar oleh
ar stu

perusahaan.
 Pembayaran dividen likuidasi
is

29. Sebut berbagai alasan yang menyarankan kapitalisasi akibat dividen saham hanya
Th

sebesar nilai yuridis!


Jawab:
 Alasan pendukung kapitalisasi hanya sebesar nilai yuridis adalah bahwa dividen saham
sh

bukan merupakan pendapatan dan mengkapitalisasi sebesar harga pasar memberi kesan
bahwa dividen tersebut merupakan pendapatan yang di reinvestasi ke dalam perusahaan.
 Bahwa harga pasar menggambarkan harga seluruh ekuitas pemegang saham (modal
setoran dan laba ditahan). Jadi sangat tidak logis mentransfer jumlah yang merefleksi
elemen modal setoran dan laba ditahan ke modal setoran itu sendiri.

This study source was downloaded by 100000802780256 from CourseHero.com on 06-10-2021 18:46:08 GMT -05:00

https://www.coursehero.com/file/64615380/BAB-11docx/
21. Bila terjadi penggabungan usaha, apakah laba ditahan masing-masing perusahaan
tetap dipertahankan seperti sedia kala dalam penyajian perusahaan yang baru?
Jawab:
Penyesuaian periode lalu adalah perlakuan terhadap suatu jumlah rupiah yang
mempengaruhi operasi periode masa lalu yang baru ditemukan atau baru dapat diakui dalam
periode sekarang. Bukan sebagai pengurang atau penambah perhitungan laba tahun sekarang
(masuk dalam laporan laba rugi tahun sekarang/berjalan), tapi sebagai penyesuai terhadap
laba ditahan awal periode seakrang.
Perlakuan semacam ini dimaksudkan untuk menjadikan laba ditahan awal periode
sekarang menunjukkan saldo yang semestinya seandainya jumlah rupiah tersebut telah
diakui dalam periode yang lalu.

27. Apakah yang disebut kuasi-reorganisasi dan apa syarat-syarat yang harus dipenuhi
untuk melakukan kuasi-reorganisasi tersebut?

m
er as
Jawab:

co
Menurut PSAK No.51 Pasal 9 Kuasai-Reorganisasi adalah reorganisasi tanpa melalui

eH w
reorganisasi secara hukum yang dilakuka dengan menilai kembali akun- akun dan kewajiban

o.
pada nilai wajar dan mengeliminasi saldo defisit. Syarat- syarat perusahaan dapat melakuka
rs e
kuasai- reorganisasi yaitu (PSAK No. 51 Pasal 11):
ou urc
a. Perusahaan mengalami defisit dalam jumlah yang material.
b. Perusahaan harus memiliki status kelancaran usaha dan memiliki prospek yang baik
pada saat kuasai- reorganisasi dilakukan.
o

c. Perusahaan tidak sedang menghadapi permohonan kepailitan.


aC s

d. Tidak bergantung dengan peraturan perundangan yang berlaku.


vi y re

e. Saldo ekuitas sesudah kuasai- reorganisasi harus positif.


ed d

28. Apa yang ada di balik tradisi penyajian kewajiban dan ekuitas di neraca?
ar stu

Jawab:
Tradisi penyusunan kewajiban dan ekuitas dalam neraca sebenarnya didasari oleh dua
konsep urutan penting yaitu urutan penyerapan rugi dan urutan perlindungan. Urutan
is

penyerapan rugi menggambarkan komponen apa yang lebih dahulu menyerap rugi sampai
pihak nama (ekuitas atau kewajiban) yang akan terpengaruh. Urutan perlindungan berkaitan
Th

dengan siapa yang akhirnya harus menanggung rugi seandainya perusahaan dilikuidasi.
Dengan demikian, urutan perlindungan menunjukan siapa yang harus didahulukan untuk
menerima distribusi aset bila perusahaan dilikuidasi.
sh

37. Bandingkan pengertian laba operasi berlanjut (income from continuing operations) dan
laba periode (earnings)!
Jawab:

This study source was downloaded by 100000802780256 from CourseHero.com on 06-10-2021 18:46:08 GMT -05:00

https://www.coursehero.com/file/64615380/BAB-11docx/
 Laba operasi berlanjut (income from continuing operations) adalah angka bersih
setelah biaya lainnya dan rugi serta pajak penghasilan.
 Laba operasi (earning) adalah peristiwa atau perubahan nilai yang dapat dikendalikan
manajemen dan berasal dari keputusan- keputusan periode berjalan.

39. Berilah contoh penyajian statemen laba-rugi dengan angka atas dasar sifat biaya dan
fungsi biaya menurut PsAK No. 1 dan No. 25 yang cukup komprehensif!
Jawab:
Dalam PSAK No.1, Dewan Standar Akuntansi menetapkan bahwa statemen laba-rugi
harus disajikan sedemikian sehingga mengungkapkan berbagai unsur kinerja keuangan yang
bermanfaat bagi pemakainya. Oleh karena itu, statemen laba-rugi minimal harus menyajikan
dan menonjolkan hal-hal berikut:
a. pendapatan

m
b. laba atau rugi usaha

er as
c. biaya pinjaman

co
eH w
d. bagian dari laba atau rugi perusahaan terafiliasi dan terasosiasi yang diperlakukan
dengan metode ekuitas

o.
e. pajak penghasilan
rs e
ou urc
f. laba atau rugi dari aktivitas normal perusahaan
g. pos luar biasa
h. hak minoritas
o

i. laba atau rugi bersih perioda berjalan (Suwardjono, 2010:568).


aC s

Ketentuan tersebut bersifat umum dan berlaku untuk perusahaan jasa, perdagangan,
vi y re

maupun pemanufakturan. PSAK no 1 menetapkan bahwa penyajian biaya-biaya usaha dapat


menggunakan klasifikasi (format) atas dasar sifat biaya atau fungsi biaya.

Dalam PSAK no.25, IAI mengenalkan konsep laba atau rugi dari aktivitas normal
ed d

yang dalam PSAK no.1 disebut sebagai laba atau rugi usaha. Konsep ini sama dengan
ar stu

konsep FASB yang disebut laba dari operasi berlanjut. PSAK no.25 juga mengenalkan
konsep laba atau rugi untuk perioda berjalan yang merupakan angka bersih dari komponen
berikut:
is
Th

a. laba atau rugi dari aktivitas normal


b. pos luar biasa
Dalam PSAK no.25 tidak dibahas atau dikenal yang disebut efek kumulatif perubahan
sh

akuntansi yang harus dilaporkan dalam statemen laba-rugi berjalan (currently) sebagai
alternatif perlakuan. Pendekatan semacam ini disebut dengan current atau catch-up method
sebagaimana dicontohkan dalam Penyajian Statemen Laba-Rugi Komprehensif Pendekatan
Dua Statment di atas. Walaupun demikian, PSAK no.25 memperlakukan perubahan estimasi
akuntansi sebagai komponen statemen laba-rugi.

This study source was downloaded by 100000802780256 from CourseHero.com on 06-10-2021 18:46:08 GMT -05:00

https://www.coursehero.com/file/64615380/BAB-11docx/
Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

Anda mungkin juga menyukai