Anda di halaman 1dari 6

PRAKTIKUM 2

APLIKASI ANALISIS EPIDIMIOLOGI LANJUT-1

CONFOUNDING

KELOMPOK 5:

ALEK (2006504591)
KHOLISOTUL HIKMAH (2006504686)
TIFFANY NURACHMANIA (2006610451)

PROGRAM STUDI EPIDEMIOLOGI


FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS INDONESIA
TUGAS MATA KULIAH – APLIKASI
ANALISIS EPIDEMIOLOGI LANJUT 1
AAEL Rabu, 10.00 – 12.30 | PHS1803021B
Prof.drg.Nurhayati Adnan, M.Sc.,Sc.D

1. Suatu studi kasus control oleh Mann dan kawan2 mengenai penggunaan kontrasepsi
oral (OC) dan risiko infark miokard (MI) yang tidak fatal. Distribusi kasus dan
control dan penggunaan kontrasepsi oral berdasarkan umur ditampilkan pada tabel
dibawah ini.

< 40 40-44
OC Tidak OC Total OC Tidak OC Total
MI 21 26 47 18 88 106
Kontrol 17 59 76 7 95 102
Total 38 85 123 25 183 208

a. Apakah umur merupakan confounder dalam hubungan OC dan MI? Jelaskan


menurut karakterisk umum confounder.
1) Umur merupakan faktor risiko penyakit pada kelompok tidak terpajan
kasus non exposed 26
a) Risk MI among those non exposed <40 = = =0.31
total non exposed 85
b) Risk MI among those non exposed 40-44 =

kasus non exposed 88


= =0.48
total non exposed 183
Terbukti pada umur 40-44 tahun berisiko 1.5 lebih besar mengalami MI
dibandingkan usia yang lebih muda (<40 tahun), sehingga dapat
disimpulkan bahwa umur memiliki asosiasi dengan pajanan pada
kelompok control atau dapat dinyatakan umur secara independen
merupakan faktor risiko MI.
2) Umur berhubungan dengan pajanan dan outcome di populasi sumber dari
subjek
OC Tidak OC Total
MI 39 114 47
Kontrol 24 154 76
Total 63 268 123

exposed develop MI 39
a) % of those exposed who develop MI = = =0.62=62 %
tot exposed 63
ne develop MI 114
b) % of those not exposed who develop MI = = =0.43=43 %
tot ne 268

Halaman 1 dari 7 | AAEL-1


TUGAS MATA KULIAH – APLIKASI
ANALISIS EPIDEMIOLOGI LANJUT 1
AAEL Rabu, 10.00 – 12.30 | PHS1803021B
Prof.drg.Nurhayati Adnan, M.Sc.,Sc.D

Pada tabel kumulatif kedua kelompok umur, terbukti proporsi kasus MI pada
kelompok terpajan lebih besar dibandingkan kelompok tidak terpajan, sehingga
dapat dinyatakan bahwa pajanan dan outcome memiliki asosiasi (positif).
Atau dengan melihat distribusi proporsi pajanan antar kelompok umur yang tidak
sama:
tot exposed 38
a) % of OC among <40 tahun = = =0.31=31 %
tot pop< 40 123
tot exposed 25
b) % of OC among 40-44 tahun = = =0.12=12 %
tot pop< 40 208
3) Confounder bukan bagian dari kausal dari pajanan ke outcome
Umur bukan bagian dari causal pathway antara penggunaan oral
contraception dan miokard infark.
Kesimpulan, umur merupakan confounder karena memenuhi kriteria umum
definisi confounding, yaitu:
1) Berhubungan dengan pajanan di populasi sumber dari subjek
2) Merupakan faktor risiko penyakit pada kelompok tidak terpajan
3) Umur secara independen menjadi faktor risiko outcome, bukan causal
pathway.
b. Hitung besar asosiasi (dan 95% CI) hubungan OC dan MI tanpa mengontrol
factor umur dan setelah di kontrol factor umur
1) Asosiasi OC dan MI tanpa mengontrol faktor umur
OC Tidak OC Total
MI 39 114 47
Kontrol 24 154 76
Total 63 268 123

ad 39( 154) 6006


Crude OR = = = =2.20
bc 114 (24 ) 2736
2) Asosiasi OC dan MI setelah dikontrol umur
< 40 40-44
OC Tidak Total OC Tidak OC Total
OC
MI 21 26 47 18 88 106
Kontro
17 59 76 7 95 102
l
Total 38 85 123 25 183 208

Halaman 2 dari 7 | AAEL-1


TUGAS MATA KULIAH – APLIKASI
ANALISIS EPIDEMIOLOGI LANJUT 1
AAEL Rabu, 10.00 – 12.30 | PHS1803021B
Prof.drg.Nurhayati Adnan, M.Sc.,Sc.D

a) Stratum 1: Usia <40 tahun


ad 21(59) 1239
¿1= = = =2.80
bc 26(17) 442
b) Stratum 2: Usia 40-44 tahun
ad 18(95) 1710
¿2 = = = =2.78
bc 88(7) 616
Digunakan metode Mantel-Henszel untuk menghitung adjusted OR.
ai di 21(59) 18( 95)
∑ +
Ni 123 208 10.07+ 8.22 18.29
MH ¿ = = = = =2.79
bi c i 26(17) 88 (7) 3.59+ 2.96 6.55
∑ +
Ni 123 208
c. Menurut saudara apakah perlu mengontrol faktor umur pada data ini? Jelaskan

Nilai crude OR ≠¿adj , yaitu nilai OR crude (OR=2.20) dan adjusted OR


(OR=2.78). Untuk memastikan, maka dihitung perbedaan hasil asosiasi dari 2
pengukuran tersebut.

∣¿crude −¿adj ∣ ∣2.20−2.79∣


Perbedaan asosiasi = x 100= x 100=21.1 %
¿ adj 2.79

Hasil perhitungan perbedaan hasil asosiasi antara crude dan adjusted sebesar
21.1% atau lebih besar 10% yang digunakan sebagai kriteria confounding
variabel, sehingga variabel umur perlu dikontrol untuk mencegah terjadinya
overestimate atau underestimate pada asosiasi yang diteliti.

2. Studi kasus kontrol yang bertujuan untuk meneliti hubungan minum kopi dan
osteoporosis dilakukan pada wanita usia lebih dari 30 tahun. Tabel dibawah
merupakan data penelitian tersebut yang distratifikasi berdasarkan status merokok.

Merokok Tidak merokok


Osteoporosis Osteoporosis
Ya Tidak Total Ya Tidak Total
Minum kopi 96 62 158 42 57 99
Tidak minum kopi 24 18 42 38 63 101
Total 120 80 200 80 120 200

a. Hitung besar asosiasi minum kopi dan osteoporosis pada wanita yg merokok dan
yang tidak merokok
1) Stratum 1: wanita yang merokok

Halaman 3 dari 7 | AAEL-1


TUGAS MATA KULIAH – APLIKASI
ANALISIS EPIDEMIOLOGI LANJUT 1
AAEL Rabu, 10.00 – 12.30 | PHS1803021B
Prof.drg.Nurhayati Adnan, M.Sc.,Sc.D

ad 96(18) 1728
¿1= = = =1.16
bc 62(24) 1488
2) Stratum 2: wanita yang tidak merokok
ad 42(63) 2646
¿2 = = = =1.22
bc 57(38) 2166
b. Apakah cocok menggunakan metode Mantel-Haenszel untuk estimasi “pooled
odds ratio”?
Asumsi penggunaan metode Mantel-Henszel untuk OR adalah nilai OR antar
stratum konstan, dimana OR antara stratum merokok dan tidak merokok berkisar
1 (dengan selisih 6%); sehingga dalam kasus ini dapat digunakan metode ini
dalam mengestimasi confounding.
c. Hitung besar asosiasi minum kopi dan osteoporosis setelah dikontrol status
merokok
ai di 96 (18) 42(63)
∑ +
Ni 200 200 8.64 +13.23 21.87
MH ¿ = = = = =1.20
bi c i 62(24 ) 57(38) 7.44+ 10.83 18.27
∑ +
Ni 200 200
d. Apakah merokok merupakan confounder pada hubungan minum kopi dan
osteoporosis? Jelaskan.
1) Perbandingan nilai asosiasi kasar dan overall adjusted OR
Tidak
Merokok Total
Merokok
Minum kopi 138 119 257
Tidak minum kopi 62 81 143
Total 200 200 400
ad 138(81) 11178
¿crude = = = =1.52
bc 119(62) 7378
¿adj =1.20
Karena nilai asosiasi antara crude dan adjusted berbeda, maka dapat
diestimasikan bahwa merokok merupakan confounder.
2) Analisis dari perbedaan hasil asosiasi
∣¿crude −¿adj ∣ 1.52−1.20
Perbedaan asosiasi = x 100= x 100=26.7 %
¿ adj 1.20

Halaman 4 dari 7 | AAEL-1


TUGAS MATA KULIAH – APLIKASI
ANALISIS EPIDEMIOLOGI LANJUT 1
AAEL Rabu, 10.00 – 12.30 | PHS1803021B
Prof.drg.Nurhayati Adnan, M.Sc.,Sc.D

Dengan menggunakan batasan beda asosiasi 10% sebagai determinasi


confounder, maka status merokok sudah masuk dalam kategori confounder
(27%) dalam penelitian ini.
3. Studi kasus kontrol dilakukan untuk meneliti hubungan penggunaan kontrasepsi
oral (OC) dan kanker ovarium. Hasil penelitian mendapatkan OR secara kasar
sebesar 0,77. Peneliti melakukan stratifikasi berdasarkan umur karena
dipertimbangan sebagai potensial confounder (Lihat tabel dibawah).

20 - 39 tahun 40 - 49 tahun 50 – 54 tahun


Tida Tidak Tidak
OC Total OC Total OC Total
k OC OC OC
Kasus 46 12 58 30 30 60 17 44 61
Kontrol 285 51 336 463 301 764 211 331 542
Total 331 63 394 493 331 824 228 375 603
a. Berapakah OR untuk kelompok umur 20-39 tahun?
ad 46(51) 2346
¿20−39= = = =0.69
bc 12( 285) 3420
b. Berapakah OR untuk kelompok umur 40-49 tahun?
ad 30(301) 9030
¿ 40− 49= = = =0.65
bc 30(463) 13890
c. Berapakah OR untuk kelompok umur 50-54 tahun?
ad 17(331) 5627
¿50−54= = = =0.61
bc 44 (211) 9284
d. Berapakah besar asosiasi penggunaan kontrasepsi oral (OC) dan kanker
ovarium dengan mengontrol factor umur?
ai di 46 ( 51 ) 30 ( 301 ) 17 ( 331 )
∑ + +
Ni 394 824 603 26.24
MH ¿ = = = =0.64
bi c i 12 ( 285 ) 30 ( 463 ) 44 ( 211 ) 40.94
∑ + +
Ni 394 824 603
e. Apakah umur merupakan confounder pada hubungan kontrasepsi oral (OC) dan
kanker ovarium?
∣¿crude −¿adj ∣ 0.77−0.64
Perbedaan asosiasi = x 100= x 100=20.3 %
¿ adj 0.64

Dengan menggunakan batasan beda asosiasi 10% sebagai determinasi


confounder, maka umur termasuk dalam kategori confounder (20.3%; dimana
>10%).

Halaman 5 dari 7 | AAEL-1