Anda di halaman 1dari 7

KOP SURAT KANTOR ADVOKAT

KONTRA MEMORI BANDING


Dalam Perkara Perdata No. ...../Pdt.G/2015/PN.....

Antara
(nama)................................................................................Pembanding
Dahulu Penggugat Konvensi ; Tergugat Konvensi

Melawan

(nama)................................................................................Terbanding
Dahulu Tergugat Konvensi ; Penggugat Konvensi

Kepada Yth
Ketua Pengadilan Tinggi.....
Di .....

Dengan Hormat,
Perkenankan saya/kami, (nama advokat), Advokat dan penasehat hukum
yang berkantor di (nama kantor advokat) dengan alamat di Jalan Mendut
Nomor 3 Jakarta Pusat, berdasarkan surat kuasa khusus tertanggal..........,
bertindak untuk dan atas nama (nama klien), beralamat di (alamat klien)
Selanjutnya disebut sebagai TERBANDING semula PENGGUGAT

TERBANDING dengan ini bermaksud menyampaikan Kontra Memori


Banding atas Memori Banding yang diajukan oleh Pembanding, dahulu
Tergugat, yang permohonannya telah diajukan pada tanggal ..................

Selanjutnya isi dari Kontra Memori Banding ini adalah :


1. Tentang Tanggapan atas Isi Memori Banding Pembanding.
2. Tentang Tidak Terbuktinya Dalil-Dalil Pembanding.
3. Tentang Tepatnya Pertimbangan Hukum Majelis Hakim Tingkat Pertama

Ad. 1. Tentang Tanggapan atas Isi Memori Banding Pembanding


a. Bahwa terkait dengan tidak dipertimbangkannya saksi-saksi Pembanding
dalam putusan yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim tingkat pertama,
maka pertanyaan yang terlebih dahulu harus dijawab adalah :

 Apakah saksi-saksi yang diajukan oleh Pembanding di depan


persidangan di tingkat pertama adalah saksi-saksi yang pernah melihat
secara langsung atau mendengar secara langsung pertengkaran yang
terjadi antara Pembanding dengan Terbanding..?

 Apakah keterangan-keterangan dari saksi-saksi yang diajukan oleh
pembanding bernilai sebagai alat bukti saksi atau hanya
berupa Testimony de Audituatau rekaan/pendapat..?

Bahwa saksi-saksi yang diajukan oleh Pembanding (Penggugat)


adalah saksi-saksi yang keteranganya tidak dapat dinilai sebagai alat
bukti karena tidak ada satupun saksi Pembanding (Penggugat) yang
melihat ataupun mendengar secara langsung bahwa antara Pembanding
(Penggugat) dengan Terbanding (Tergugat) pernah terjadi pertengkaran
(Vide Kesimpulan ..........)

b. Bahwa saksi-saksi yang diajukan oleh Terbanding yangnotabene setiap


harinya hidup bersama denganPembanding dan Terbanding (karena
saksi-saksi tersebut adalah adik Terbanding dan anak-
anak Terbanding yang tinggal dalam satu rumah bersama Pembanding)
sama sekali tidak pernah melihat ataupun mendengar pertengkaran
ataupun cecok yang terjadi antaraPembanding dengan Terbanding. (vide
saksi Sanduana, saksi Nurpratiwi, dan saksi Fatmawati).

c. Bahwa terkait dengan alat bukti yang diajukan olehPembanding yakni


Surat Pernyataan Sarah Tangke (bukti P.2B), Terbanding telah
membantahnya dan Pembandingtidak mampu membuktikan keaslian
surat maupun tanda tangan yang ada pada surat tersebut.

Sesungguhnya pada kenyataannya Terbanding sama sekali tidak pernah


membuat ataupun menandatangani surat pernyataan tersebut.
Sehingga Terbanding dapat memastikan bahwa surat termasuk tanda
tangan yang ada dalam surat tersebut adalah palsu dan perbuatan
demikian dapat diproses secara pidana.

Ad. 2. Tentang Tidak Terbuktinya Dalik-Dalil Pembanding.

Selanjutnya pertanyaan hukum yang kemudian muncul adalah Apakah


Dalil-Dalil atau Fakta-Fakta yang dikemukakan oleh Pembanding
(Penggugat) dalam Gugatannya terbukti secara sah dan meyakinkan..?

a) Bahwa semua dalil-dalil yang dikemukan oleh oleh Pembanding atau


Penggugat dalam gugatannya telah dibantah dan ditolak oleh
Terbanding (Tergugat).

b) Bahwa Pembanding mendalilkan bahwa antara Pembanding dengan


Terbanding sering terjadi cekcok dan pertengkaran, namun tidak ada
satu pun keterangan saksi yang diajukan oleh Pembanding di depan
persidangan yang bernilai sebagai alat bukti saksi karena tidak ada
satupun saksi yang melihat langsung ataupun mendengar langsung
bahwa antara Pembanding dengan Terbanding terjadi cekcok atau
perselisihan. Semua keterangan saksi yang diajukan oleh Pembanding
hanyalah berupa rekaan atau testimony de auditu belaka.
c) Bahwa terkait dengan alat bukti P.2B yang diajukan oleh Pembanding di
depan persidangan Tingkat Pertama. Maka :

SEKALI LAGI DENGAN INI TERBANDING MENEGASKAN DENGAN


SESUNGGUHNYA BAHWA TERBANDING TIDAK PERNAH MEMBUAT
APALAGI MENANDATANGANI SURAT PERNYATAAN TERSEBUT (BUKTI
P.2B)

BAHWA TERBANDING SANGAT YAKIN SEYAKIN-YAKINNYA BAHWA ISI


DAN TANDA TANGAN DALAM SURAT PERNYATAAN YANG DIBERI KODE
P.2B YANG DIAJUKAN OLEH PEMBANDING DI DEPAN PERSIDANGAN
TINGKAT PERTAMA TERSEBUT ADALAH PALSU.

d) Bahwa dalam menjatuhkan putusan dalam perkara perceraian maka


harus berpedoman pada Pasal 19 PP No. 9 Tahun 1975, yang memuat
pertanyaan hukum sebagai berikut :

1. Apakah Terbanding melakukan perbuatan Zina, menjadi


Pemabuk, atau Penjudi..?

Buktinya bahwa Terbanding tidak melakukan Zina, apalagi menjadi


pemabok ataupun penjudi. Justru fakta persidangan membuktikan
bahwa Terbanding adalah seorang istri yang bertanggung jawab,
adalah seorang Ibu yang menyayangi putra-putrinya. (vide
kesimpulan Tergugat Konvensi)

2. Apakah Terbanding meninggalkan Pembading selama 2 (dua) tahun


berturut-turut tanpa alasan yang sah..?

Buktinya selama ini Terbanding berada di domisili hukumnya.


Apakah Terbanding mendapat hukuman penjara 5 (lima) tahun atau
lebih setelah perkawinan berlangsung..?

Buktinya selama ini Terbanding tidak pernah berurusan dengan kasus


pidana.

3. Apakah Terbanding melakukan kekejaman atau penganiayaan berat


yang membahayakan Pembanding..?

Buktinya Terbanding tidak pernah melakukan kekejaman ataupun


kekerasan. Juga bahwa selama ini Pembanding sehat-sehat saja dan
tetap menjalankan ativitasnya seperti biasa.

4. Apakah Terbanding mendapat cacat badan aau penyakit dengan


akibat Terbanding tidak dapat menjalankan kewajbannya sebagai
seorang istri..?

Terbukti bahwa Terbanding sehat-sehat saja dan telah memberikan


Pembanding 4 (empat) orang anak.
5. Apakah antara Pembanding dan Terbanding terjadi cekcok atau
perselisihan secara terus menerus..?

Terbukti secara sah dan meyakinkan di depan persidangan bahwa tidak


ada satu alat bukti pun yang bernilai sebagai alat bukti yang
menerangkan bahwa antara Pembanding dengan Terbanding telah
terjadi cekcok dan perselisihan yang berlangsung terus menerus.

Justru alat bukti saksi-alat bukti saksi yang diajukan oleh


Terbanding yakni saksi Sanduana, saksi Nurpratiwi dan saksi
Fatmawati yang ketiganya pada pokoknya menerangkan bahwa tidak
pernah melihatPembanding dengan Terbanding bertengkar dan
berselisih.

- Saksi Sanduana menerangkan “Keluarga kami hidup bahagia dan tidak


pernah ada cekcok”;

- Saksi Nurpratiwi menerangkan :


“Soal cekcok, mama dengan bapak tidak pernah terjadi cekcok. Yang wiwi
tahu hanya salah paham biasa. Contohnya kalau mama minta uang
pembayaran listrik, air, aau telpon atau kebutuhan sehari-hari, bapak
tidak beri karena bapak tidak punya uang”.

“Saya tidak pernah melihat bapak dipukul oleh mama, termasuk ketika
makan mangga”

- Saksi Fatmawati menerangkan :


“Selama ini saya tidak pernah melihat mama dengan bapak cekcok”
“Terkait tuduhan pemukulan yang dilakukan oleh mama terhadap bapak
pakai helm, pada saat itu saya ada di antara mereka karena pada saat
itu kami sedang berboncengan menggunakan sepeda motor. Pada saat itu
saya tidak melihat mama memukul bapak”.

“Terkait tudahan pemukulan mama terhadap bapak pada saat makan


mangga, itu juga tidak benar adanya”.

e) Bahwa alat bukti surat yang diajukan Pembanding hanya berupa :

1. Bukti P.1 adalah sekedar membuktikan tentang perkawinan antara


Penggugat Konvensi dengan Tergugat Konvensi.
2. Bukti P.2B adalah suatu alat bukti surat yang menerangkan pernyataan
dari Tergugat Konvensi yang bersedia diceraikan oleh Penggugat
Konvensi adalah suatu alat bukti palsu, karena Tergugat Konvensi sama
sekali tidak pernah membuat dan menandatangani surat pernyataan
tersebut.
3. Sementara Bukti P.2B s/d bukti P.11 adalah bukti yang tidak
berhubungan dengan alasan-alasan perceraian tetapi hanya
menyangkut harta gono-gini.
f) Bahwa secara formal alat bukti saksi-alat bukti saksi yang
keterangannya membantah dalil Pembanding mengenai perselisihan
terus menerus antara Pembanding dengan Terbanding sekaligus
menerangkan bahwa tidak ada perselisihan diantara keduanya, adalah
telah memenuhi batas minimal pembuktiannya.

g) Bahwa ternyata Pembanding tidak dapat membuktikan adanya alasan-


alasan yang dapat menyebabkan terjadinya perceraian menurut
ketentuan PP No. 9 Tahun 1975tersebut di atas.

h) Bahwa dalam kehidupan rumah tangga masalah pertengkaran kecil


adalah suatu hal yang biasa terjadi, seperti halnya yang dialami oleh
Pembanding dan Terbanding. Hal ini bukan merupakan alasan untuk
menjadikan perkawinan putus karena perceraian. Oleh karenanya
biarkanlah Pembanding dengan Terbandingmenyelesaiakn
ketidakharmonisannya yang terjadi akhir-akhir ini, agar keluarga ini
dapat hidup damai, rukun dan bahagia sebagaimana yang dirumuskan
dan diamanatkan dalam UU No. 1 Tahun 1974.

i) Bahwa dalam perkawinan tersebut, Tuhan telah mengkaruniai


Pembanding dengan Terbanding dengan 4 (empat) orang anak yang
kesemuanya belum menginjak masa dewasa. Jiwa mereka masih sangat
labil untuk menerima kenyataan apabila orang tuanya nanti berpisah.
Mereka sangat mendambakan keharmonisan kembali hubungan antara
bapak dan mamanya.

j) Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, kesimpulan Terbanding dapat


dikatakan sebagai berikut :
1. Gugatan Penggugat Konvensi dan Permohonan Banding
pembanding tidak beralasan dan tidak ada dasar hukumnya menurut
undang-undang;
2. Penggugat Konvensi (Pembanding) tidak dapat membuktikan dalil-
dalil dalam gugatannya dan dalil-dalil dalam permohonan bandingnya;
3. Tergugat konvensi (Terbanding) menolak putusnya perkawinan karena
perceraian;
4. Gugatan Penggugat Konvensi dan permohonan Banding harus ditolak
seluruhnya.

Ad.3. Tentang Tepatnya Pertimbangan Hukum Majelis Hakim Tingkat


Pertama

a) Bahwa Majelis Hakim Tingkat Pertama telah tepat pertimbangan


hukumnya karena telah smelalui proses penemuan hukum (rechtsvinding)
yang benar dan tepat.

b) Bahwa hal demikian dapat terlihat dari proses penemuan hukumnya


yakni :

1. Bahwa diawali dengan mengidentifikasi fakta-fakta hukum Yakni adanya


dalil yang diajukan oleh Penggugat (Pembanding) tentang adanya
perselisihan atau cekcok yang berlangsung terus menerus yang terjadi
antara Penggugat (Pembanding) dengan Tergugat (terbanding).

2. Selanjutnya Majelis Hakim tingkat pertama telah tepat mengkualifikasikan


fakta hukum tersebut sebagai fakta hukum yang termasuk dalam perkara
perdata perceraian.
3. Bahwa selanjutnya Majelis Hakim tingkat pertama telah tepat dalam
menentukan sumber-sumber hukum yang akan diterapkan yakni HIR/RBg,
UU Perkawinan, dan PP No. 9 Tahun 1975 serta dengan tepat telah
menentukan sumber-sumber hukum materil yakni nilai-nilai yang hidup
dalam masyarakat mencakup nilai-nilai sosiologis, kekeluargaan dan nilai-
nilai filosofis.

4. Bahwa oleh karena Tergugat (Terbanding) telah membantah seluruh dalil


Penggugat (pembanding) maka berdasarkan ketentuan dalam Pasal 163 HIR
beban pembuktian dijatuhkan kepada Penggugat (pembanding).

5. Bahwa oleh karena di depan persidangan Penggugat (Pembanding) telah


tidak mampu membuktikan dalil-dalil atau fakta-fakta hukumnya, sehingga
ketentuan-ketentuan tentang alasan perceraian tidak dapat diterapkan ke
dalam fakta in konkrito yang diajukan oleh Penggugat (Pembanding) maka
Majelis Hakim tingkat pertama setelah mempertimbangan nilai-nilai yuridis,
sosiologis, dan filosofis telah tepat dalam melakukan penentuan hukum
yakni Menolak fakta-fakta/dalil-dalil hukum yang diajukan oleh Penggugat
(Pembanding).

c). bahwa metode penemuan hukum (rechtsvinding) dan penentuan hukum


(rechtsconstituir) yang dilakukan oleh Majelis Hakim telah tepat, hal mana
telah sesuai dengan peraturan perundang-perundangan dan doktrin-
doktrin para pakar (vide Rechtsvinding karya J.A. Pontier terjemahan B.Arief
Sidharta).

TENTANG TUNTUTAN PERCERAIAN

 Bahwa sesungguhnya Terbanding sampai sekarang tidak habis pikir


kenapa Pembanding bersikeras untuk membubarkan rumah tangganya.
 Bahwa kalaupun dengan alasan perbedaan agama yang disinggung oleh
Pembanding yang juga disinggung oleh beberapa saksi yang diajukan oleh
Pembanding, Terbandingkemudian mempertanyakan kenapa baru sekarang
dipermasalahkan? Kenapa bukan sejak awal? Lagi pula, di awal pernikahan
kami, Pembanding lah yang meyakinkan Terbanding bahwa perbedaan
agama bukan lah menjadi penghalang untuk bersatu dalam mahligai
rumah tangga.
 Bahwa juga dalam tuntutan perceraiannya, Pembandingmendalilkan dalam
rumah tangga kami sering terjadi pertengkaran yang tidak dapat akur lagi,
padahal pada fakta persidangan terungkap bahwa rumah tangga kami baik-
baik saja. Pembanding apabila berada di rumah atau kumpul bersama
anggota keluarga lainnya selalu memperlihatkan sikapnya sebagai suami
atau ayah yang baik.
 Bahwa saat ini rumah tangga Pembanding dengan Terbanding telah
dikaruniai 4 (empat) orang anak yang saat ini kesemuanya tengah dalam
tahap pertumbuhan. Sehingga apabila dihadapkan pada kondisi broken
home, maka akan sangat besar dampak psikologis dan pasti berimbas pada
mental tumbuh mereka.
 Bahwa sekali lagi, tuntutan perceraian yang dilayangkan oleh
Pembanding terbukti sangat mengada-ada dan emosional.

PETITUM

Berdasarkan hal-hal dan argumentasi hukum di atas maka dengan ini


Terbanding meminta agar Majelis Hakim Banding menjatuhkan putusan:

1. Menolak permohonan banding dari Pembanding untuk seluruhnya;


2. Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Sungguminasa tanggal 01 November
2010 No : 17/Pdt.G/2010/PN. Sungg.
3. Membebankan biaya perkara ini kepada Pembanding.

(nama kota),(tanggal)
Terbanding

(nama kuasa hukum)