Anda di halaman 1dari 45

1.

Seorang analis di laboratorium diminta melakukan pemeriksaan Rapid Plasma Reagin


(RPR) untuk memonitor penyakit sifilis yang disebabkan oleh bakteri Treponema
pallidum.
Bagaimana hasil negatif (-) dari pemeriksaan tersebut di atas?
A. Terbentuk garis berwarna putih
B. Terlihat campuran homogen berwana putih
C. Terbentuk garis berwarna abu-abu
D. Terlihat campuran homogen berwarna abu-abu
E. Terbentuk aglutinasi berwana abu-abu

2. Seorang wanita berumur 45 tahun datang ke rumah sakit dengan gejala anoreksi,
demam, nafsu makan berkurang dan perih, kutil di alat kelamin. Dokter menganjurkan
skrining Rapid Plasma Reagin. Tes ini tidak spesifik karena menggunakan antigen dari
kompleks lipid yang dilapiskan pada karbon.
Apa isi dari kompleks lipid pada pemeriksaan di atas?
A. Kolestrol, lesitin, sterol
B. Kolestrol, lesitin, lemak
C. Kardiolipin, kolestrol, lesitin
D. Kardiolipin, kolestrol, lemak
E. Kardiolipin, kolestrol, na azida
3. Seorang wanita datang ke dokter dengan keluhan anoreksi, demam, anemia, nafsu
makan turun, kutil pada kelamin, radang tenggorokan yang tidak kunjung sembuh.
Dokter menyarankan skrining Rapid Plasma Reagin karena tersangka sifilis. Seorang
analis melakukan pemeriksaan RPR ternyata, pada kontrol positif hasilnya negatif
walaupun dilakukan pemeriksaan ulang.
Kemungkinan kesalahan apa yang ada di laboratorium?
A. Reagen tumpah
B. Reagen kadaluarsa
C. Tidak menggunaan APD
D. Pempetan tidak sesuai prosedur
E. Serum pasien disimpan terlebih dahulu di lemari es
4. Seorang wanita berumur 25 tahun datang ke laboratorium untuk pemeriksaan
kehamilan. Analis melakukan pemeriksaan hcg menggunakan metode yang cukup
sensitive dengan hasil cepat. Interpertasi hasil dilakukan dengan cara visual, dengan
melihat ada tidaknya pita berwarna merah pada kertas tes.
Apa metode pemeriksaan kehamilan tersebut di atas?
A. Metode Biologi
B. Metode Galli Mainini
C. Metode Ascheim Zondek
D. Metode Aglutinasi Lateks
E. Metode Imunokromatografi
5. Seorang wanita berumur 25 tahun datan ke klinik pada tanggal 5 juni untuk
pemeriksaan kehamilan. Dokter melakukan pemeriksaan kehamilan dengan alat yang
sangat cukup sensitive dan hasil pemeriksaannya cepat. Interpertasi hasil dilakukan
dengan cara visual, melihat adanya pita berwarna merah pada alat. Hasil tes
menunjukkan hasil yang negative. Wanita itu melakuakan pemeriksaan kehamilan
berikutnya tanggal 20 Juni dan menunjukkan hasil yang positif.
Apa komponen yang terdapat pada kertas tersebut?
A. Anti β-hcg yang mobile di sample well, anti α-hCG label enzim dilekatkan pada tes
dan HCG lengkap di control
B. hcG lengkap dan anti β hcg pada sampel well, anti α hCG label enzim pada test dan
anti β-hcg pada control
C. anti α-hCG label enzim yang mobile pada sample well, anti β-hcg dan hcg lengkap
pada test dan hcg lengkap pada control
D. anti α-hCG label enzim yang mobile pada sample well, anti β-hcg di test dan anti β-
hCG serta hcg lengkap di control
E. anti α-hCG label enzim yang mobile pada sample well, hCG lengkap pada test dan
anti β-hCG pada control
6. Seorang anak berusia 13 tahun diduga menderita demam tifoid.Maka, dokter
menganjurkan untuk dilakukan pemeriksaan Widal terhadap serum pasien. Setelah
diperiksa ternyata hasil menunjukan positif, ditandai dengan terbentuknya aglutinasi.
Mengapa pada hasil yang positif terbentuk aglutinasi?
A. Antigen Salmonella dalam reagen bereaksi dengan bakteri salmonella dalam serum
pasien
B. Antigen Salmonella dalam reagen bereaksi dengan antibodi salmonella dalam
serum pasien
C. Antigen Salmonella dalam serum pasienbereaksidenganantibodi salmonella
dalamreagen
D. Antibodi Salmonella dalam serum pasien bereaksi dengan reagen
E. Antibodi Salmonella dalam reagen bereaksi dengan bakteri salmonella dalam tubuh
7. Seorang anak berinisial DK mengalami gejala sakit berupa demam suhu 39ºC selama
satu bulan, sakit perut, diare, muncul ruam pada kulit, batuk kering, dan sakit pada
bagian perut seperti kembung. Oleh dokter, direkomendasikan untuk melakukan
pemeriksaan laboratorium untuk demam tifoid. Teknisi lab, melakukan pemeriksaan
TUBEX terhadap bahan pemeriksaan pasien DK dengan hasil pemeriksaan positif (+) 6.
Apa yang tampak pada reaksi bahan pemeriksaan tersebut?
A. Tampak larutan hasil reaksi berwarna merah karena antibodi anti O9 S.typhi
berikatan dengan antigen pada reagen coklat.
B. Tampak larutan hasil reaksi berwarna biru karena antibodi anti O9 S.typhi berikatan
dengan antigen pada reagen coklat.
C. Tampak larutan hasil reaksi berwarna biru karena antibodi berlabel partikel lateks
warna pada reagen biru berikatan dengan antigen pada reagen coklat
D. Tampak larutan hasil reaksi berwarna merah karena antibodi berlabel partikel lateks
warna pada reagen biru berikatan dengan antigen pada reagen coklat
E. Tampak larutan hasil reaksi berwarna biru karena antibodi berlabel partikel lateks
wana berikatan dengan antigen pada reagen coklat
8. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke dokter untuk konsultasi karena adanya
gejala pada organ intim, misalnya saat berkemih mengeluarkan nanah dan rasa sakit
pada uretra. Pasien tersebut disarankan untuk melakukan uji spesifik terhadap penyakit
sifilis.
Hasil yang didapat dari uji spesifik ini?
A. Aglutinasi
B. Flokulasi
C. Hemaglutinasi
D. Endapan
E. Keruh
9. Seorang analis melakukan pemeriksaan HbSAg pada pasien. Yang akan melakukan
imunisasi Hepatitis B. Setelah melakukan pemeriksaan dengan metode ICT ternyata
hasil pemeriksaan pasien tersebut HbSAg nya (+) lemah.
Dari kondisi diatas apa yang sekiranya disarankan seorang analis pada pasien
tersebut?
A. Meminta sampel ulang pada pasien
B. Mengulang pemeriksaan dengan metode yang sama
C. Langsung mengeluarkan hasil tersebut pada pasien
D. Memeriksa sampel dengan metode yang lebih sensitif
E. Mengulang dengan kaset rapid yang berbeda

10. Seorang analis melakukan pemeriksaan spesimen dengan parameter HIV2, ternyata
hasil pemeriksaan pasien tersebut positif dengan menggunakan metode ICT.
Antibodi apa yang digunakan untuk diagnosis penderita tersebut?
A. P 24
B. Gp 36
C. Gp120
D. Gp 40
E. Gp 41
11. Seorang analis laboratorium diminta melakukan pemeriksaan Rapid Plasma Reagin
(RPR) untuk memonitor penyakit Sifilis pada pasien yang diduga mengidap penyakit
yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.
Bagaimana hasil negatif (-) dari pemeriksaan tersebut ?
A. Terbentuk garis berwarna putih
B. Terlihat campuran berwana putih
C. Terbentuk garis berwarna abu-abu
D. Terlihat campuran homogen
E. Terbentuk aglutinasi berwana abu-abu

12. Seorang wanita berumur 25 tahun datan ke klinik untuk pemeriksaan kehamilan. Dia
merasa sudah terlambat 2 minggu, Dokter melakukan pemeriksaan kehamilan dengan
alat yang sangat cukup sensitive dan hasil pemeriksaannya cepat. Interpertasi hasil
dilakukan dengan cara visual, melihat adanya pita berwarna merah pada alat. Hasil tes
menunjukkan hasil yang negative.
Hal yang menyebabkan hasil negative dari kasus diatas adalah...
A. Kadar hCG <25µl
B. Konsumsi metadon
C. Penyakit trophoblastic
D. Urin terkontaminasi saliva
E. Pembacaan hasil >10 menit

13. Seorang analis diminta untuk melakukan pemeriksaan Widal. Setelah dilakukan
percobaan, hasilnya masih terjadi aglutinasi pada titer 1/160 tetapi pada titer 1/320 tidak
terjadi aglutinasi.
Bagaimana cara pelaporan dari pemeriksaan tersebut?
A. Titer 1/160.
B. Titer 1/320
C. Titer > 1/160
D. Titer > 1/320
E. Titer ≥ 1/160
14. Berikut adalah langkah kerja pemeriksaan Widal , Teteskan serum masing-masing 80
µL pada slide sebanyak 4 buah, Tambahkan masing-masing antigen sebanyak 1
tetes.Kemudian, campur dan goyang-goyang dalam waktu 2 menit Periksa ada tidaknya
aglutinasi. Jika hasil pemeriksaan pada 1/320 menunjukan adanya aglutinasi
Hal yang harus dilakukan oleh seorang analis adalah
A. Melaporkan hasil dengan titer 1/320
B. Melaporkan hasil dengan titer< 1/320
C. Melaporkan hasil dengan titer> 1/320
D. Melaporkan hasil dengan titer ≤ 1/320
E. Melaporkan hasil dengan titer ≥ 1/320
15.

Ini merupakan kaset pemeriksaan HIV


Dari gambar tersebut buffer pembawa dan sampel di teteskan pada bagian mana?
A. Buffer pada bagian A, sampel pada bagian A
B. Buffer pada bagian A, sampel pada bagian B
C. Buffer pada bagian B, sampel pada bagian B
D. Buffer pada bagian B, sampel pada bagian A
E. Buffer pada bagian A, sampel pada bagian T
16. Imunisasi dilakukan bertujuan untuk mencegah timbulnya wabah penyakit pada suatu
daerah. Untuk memperoleh antibodi yang proteksi diperlukan penyuntikan ulang dengan
antigen yang sama.
Apa yang menyebabkan peningkatan antibodi tersebut?
A. Terbentuk sel efektor
B. Terbentuk sel memori
C. Terjadi proliferasi limfosit B
D. Terjadi differensiasi limfosit B
E. Terjadi proliferasi limfosit T
17. Seorang pasien di duga terkena infeksi oleh kuman Streptokokus β haemoliticus, dia
dianjurkan memeriksan darah ke laboratorium yaitu pemeriksaan ASTO. Setelah
dilakukan pemeriksaan secara kualitatif ternyata hasilnya reaktif, kemudian dilanjutkan
dengan pemeriksaan semikuantitatif, hasilnya positif pada titer 1/8. Sensitivitas reagen
adalah 200 IU/mL.
Berapa kadar ASTO pada pasien dengan titer tersebut?
A. 200 IU/mL
B. 400 IU/mL
C. 800 IU/mL
D. 1600 IU/mL
E. 3200 IU/mL
18. Seorang pasien dengan berat badan berlebih dengan perut seperti buah peer,
dianjurkan untuk melalukan pemeriksaan CRP oleh dokter. Setelah dilakukan
pemeriksaan hasilnya non reaktif.
Apa kemungkinan penyebab hasil pemeriksaan tersebut ?
A. Pasien terkena inflamasi akut
B. Pasien terkena inflamasi kronis
C. Hasil C-RP ≤ 6 mg/L
D. Hasil C-RP ≥ 6 mg/L
E. Hasil C-RP ≤ 15 mg/L
19. Seorang wanita pengguna obat Intra Vena datang ke laboratorium dengan kulit dan
sclera mata berwarna kuning, merasa mual, lemas dan nyeri ulu hati. Atas rujukan
dokter, diminta melakukan pemeriksaan screening dengan hasil laboratorium
sebelumnya SGOT normal dan SGPT sedikit meningkat serta pemeriksaan hematologi
rutin dalam batas normal.
Pemeriksaan skrining imunoserologi apa yang harus dilakukan, untuk menunjang
diagnose kasus tersebut?
A. RF
B. CRP
C. HIV
D. Widal
E. HbsAg

20. Seorang perempuan yang telat mendapatkan menstruasi dengan gejala mual muntah
melakukan pemeriksaan laboratorium dengan sampel urine. Reagensia yang digunakan
berupa strip test iimunochromatograhy. Hasil pemeriksaan muncul garis warna pada
zona test namun pada zona kontrol tidak.
Bagaimana interpretasi hasil pada kasus tersebut ?
A. Positif
B. Negatif
C. Tes invalid
D. Positif Palsu
E. Negatif Palsu

21. Seorang perempuan yang telat mendapatkan menstruasi dengan gejala mual muntah
melakukan pemeriksaan laboratorium dengan sampel urine. Reagensia yang digunakan
berupa strip test iimunochromatograhy. Hasil pemeriksaan muncul garis warna pada
zona test dan pada zona kontrol.
Jenis zat (Hormon) apa yang terdeteksi pada pemeriksaan tersebut ?
A. Beta HCG
B. Estrogen
C. Prolaktin
D. FSH
E. LSH
22. Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun, mengalami demam selama 7-9 hari.
Disarankan dokter untuk memeriksa Widal ke laboratorium. Hasil yang diperoleh setelah
diperiksa adalah reaktif dengan titer 1/160 pada salah satu antigen reagen, yaitu
Salmonella paratyphi Antigen O. Penyimpanan reagen widal ini perlu memperhatikan
suhu agar tidak mudah rusak.
Pada suhu berapakah yang paling optimal ?

A. 56oC
B. 37 oC
C. 28-30oC
D. 2-8oC
E. -20oC
23. Pasien wanita berusia 39 tahun akan bekerja sebagai TKI, melakukan medikal chek Up bebas
dari kasus sifilis. ATLM memberikan hasil pemeriksaan Rapid Plasma Reagein (RPR) di
laboratorium yang menunjukan hasil reaktif dengan titer 1: 4, sehingga pasien batal melakukan
perjalanan sebagai TKI. Pada saat pemeriksaan hasil, ATLM melihat adanya aglutinasi berwarna
hitam, dan melakukan proses pengulangan secara duplo untuk memastikan keyakinannya.
Pemeriksaan RPR termasuk ke dalam uji serologis sifilis non treponemal.
Pemeriksaan yang sama dengan kelompok uji sifilis tersebut adalah?

A. Fluorescense Treponemal Antibody


B. Treponema pallidum Hemagglutination
C. Treponema pallidum Immobilization
D. Venereal Disease Research Laboratory
E. Treponema pallidum Complement fixation
23. ATLM akan melakukan pemeriksaan ASO, sedang mempersiapkan slide, serum pasien dan
reagen. Pada slide lingkaran pertama meneteskan regaen kontrol positif.; lingkaran kedua,
meneteskan reagen kontrol negatif dan lingkaran ketiga, keempat, kelima, keenam, ketujuh
meneteskan serum pasien yang telah diencerkan (1:2, 1:4, 1:8, 1:16, 1:32). Masing-masing
sebanyak 50 µl. Kemudian ditambahkan reagen ASO latek pada masing-masing lingkaran
sebanyak satu tetes. Hasilnya menunjukan reaktif pada slide lingkaran kelima. Hasil reaktif
tersebut terjadi oleh karena adanya antibodi yang dibentuk oleh tubuh terhadap suatu enzim
streptolisin O.
Bakteri manakah yang memproduksi enzim tersebut?
A. αlpha hemolytic Streptococcus group A
B. Beta hemolytic Streptococcus group A
C. gamma hemolytic Streptococcus group A
D. Streptococcus group B
E. Streptococcus group C

24. Seorang perempuan yang telat mendapatkan menstruasi dengan gejala mual muntah
melakukan pemeriksaan laboratorium dengan sampel urine. Reagensia yang digunakan berupa
strip test iimunochromatograhy. Hasil pemeriksaan muncul garis warna pada zona test namun
pada zona kontrol tidak.
Bagaimana interpretasi hasil pada kasus tersebut ?
A. Positif
B. Negatif
C. Tes invalid
D. Positif Palsu
E. Negatif Palsu

25. Seorang perempuan yang telat mendapatkan menstruasi dengan gejala mual muntah
melakukan pemeriksaan laboratorium dengan sampel urine. Reagensia yang digunakan berupa
strip test iimunochromatograhy. Hasil pemeriksaan muncul garis warna pada zona test dan pada
zona kontrol.
Jenis zat (Hormon) apa yang terdeteksi pada pemeriksaan tersebut ?

A. Beta HCG
B. Estrogen
C. Prolaktin
D. FSH
E. LSH
26. Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun, mengalami demam selama 7-9 hari. Disarankan dokter
untuk memeriksa Widal ke laboratorium. Hasil yang diperoleh setelah diperiksa adalah reaktif
dengan titer 1/160 pada salah satu antigen reagen, yaitu Salmonella paratyphi Antigen O.
Penyimpanan reagen widal ini perlu memperhatikan suhu agar tidak mudah rusak.
Pada suhu berapakah yang paling optimal ?
A. 56ᵒC
B. 37ᵒC
C. 28-30ᵒC
D. 2-8ᵒC
E. -20ᵒC
27. Pasien wanita berusia 39 tahun akan bekerja sebagai TKI, melakukan medikal chek Up bebas
dari kasus sifilis. ATLM memberikan hasil pemeriksaan Rapid Plasma Reagein (RPR) di
laboratorium yang menunjukan hasil reaktif dengan titer 1: 4, sehingga pasien batal melakukan
perjalanan sebagai TKI. Pada saat pemeriksaan hasil, ATLM melihat adanya aglutinasi berwarna
hitam, dan melakukan proses pengulangan secara duplo untuk memastikan keyakinannya.
Pemeriksaan RPR termasuk ke dalam uji serologis sifilis non treponemal.
Pemeriksaan yang sama dengan kelompok uji sifilis tersebut adalah?

A. Fluorescense Treponemal Antibody


B. Treponema pallidum Hemagglutination
C. Treponema pallidum Immobilization
D. Venereal Disease Research Laboratory
E. Treponema pallidum Complement fixation
28. ATLM akan melakukan pemeriksaan ASO, sedang mempersiapkan slide, serum pasien dan
reagen. Pada slide lingkaran pertama meneteskan regaen kontrol positif.; lingkaran kedua,
meneteskan reagen kontrol negatif dan lingkaran ketiga, keempat, kelima, keenam, ketujuh
meneteskan serum pasien yang telah diencerkan (1:2, 1:4, 1:8, 1:16, 1:32). Masing-masing
sebanyak 50 µl. Kemudian ditambahkan reagen ASO latek pada masing-masing lingkaran
sebanyak satu tetes. Hasilnya menunjukan reaktif pada slide lingkaran kelima. Hasil reaktif
tersebut terjadi oleh karena adanya antibodi yang dibentuk oleh tubuh terhadap suatu enzim
streptolisin O.
Bakteri manakah yang memproduksi enzim tersebut?
A. αlpha hemolytic Streptococcus group A
B. Beta hemolytic Streptococcus group A
C. gamma hemolytic Streptococcus group A
D. Streptococcus group B
E. Streptococcus group C
29. Seorang wanita yang baru menikah 3 bulan yang lalu datang ke dokter praktek dengan keluhan
terlambat haid ± 7 hari. Dokter melakukan anamnesa (wawancara) kepada pasien tersebut dan
meminta pemeriksaan laboratorium untuk pemeriksaan HCG sebagai skrining kehamilan.
Sampel yang paling baik untuk pemeriksaan HCG metode imunokromatografi tersebut ?
A. Whole blood
B. Urine midstream
C. Urine pagi
D. Plasma
E. Serum
30. HCG adalah suatu glikoprotein yang mengandung galaktosa dan heksosamin. Keberadaannya
dalam urin pada awal kehamilan adalah dasar bagi laboratorium untuk kehamilan, dan hormon
ini kadang-kadang dapat terdeteksi didalam urin 14 hari setelah pembuahan.
Dibawah berikut mana yang menghasilkan Hormon HCG tersebut ?
A. Placenta
B. Payudara
C. Ovarium
D. Cervix
E. Rahim
31. Metode pemeriksaan untuk mendeteksi HCG salah satunya adalah metode imunokromatografi
dengan keuntungan dapat dilakukan sendiri oleh pasien dan hasilnya cepat.
Apa kekurangan dari metode imunokromatografi tersebut ?
A. Cukup sulit dikerjakan
B. Tidak diketahui secara pasti kadar HCG
C. Perlu peralatan yang mahal
D. Reagensia harus disimpan di refrigerator
E. Memerlukan daya listrik yang besar
32. Infeksi menular seksual masih merupakan masalah kesehatan di dunia. Prilaku individu yang
sering berganti – ganti pasangan merupakan factor risiko tinggi penularan infeksi menular
seksual. Pemeriksaan RPR merupakan salah satu skrining untuk infeksi menular seksual.
Apa tujuan dari pemeriksaan RPR tersebut ?
A. Mendeteksi antibody non treponemal
B. Mendeteksi penyakit Sifilis
C. Mendeteksi antibody HIV
D. Mendeteksi antibody bakteri Chlamydia
E. Mendeteksi bakteri Neisseria Gonorrhoeae
33. Seorang anak laki – laki usia 15 tahun di diagnosis oleh dokter terkena penyakit jantung rematik.
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala klinis, pemeriksaan EKG dan pemeriksaan
laboratorium. Pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil ASTO positif. 800IU/ml.
Apa tujuan dari pemeriksaan ASTO tersebut ?
A. Mendeteksi protein fase akut
B. Mendeteksi antibodi Salmonella typhi O
C. Mendeteksi antibodi Streptococcus β haemolyticus grup A
D. Mendeteksi antibodi Staphylococcus sp
E. Mendeteksi antibodi Leptospira
34. Seorang anak laki – laki usia 15 tahun di diagnosis oleh dokter terkena penyakit jantung rematik.
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala klinis, pemeriksaan EKG dan pemeriksaan
laboratorium. Pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil ASTO positif. 800IU/ml.
Apa tujuan dari pemeriksaan ASTO tersebut ?
A. Mendeteksi protein fase akut
B. Mendeteksi antibodi Salmonella typhi O
C. Mendeteksi antibodi Streptococcus β haemolyticus grup A
D. Mendeteksi antibodi Staphylococcus sp
E. Mendeteksi antibodi Leptospira
35. Pemeriksaan ASTO metode aglutinasi semikuantitatif merupakan metode yang paling banyak
dipakai di laboratorium. Bila hasil pemeriksaan didapatkan titer 1/8 dengan cut off test adalah
200 IU/ml.
Berapa kadar dari pemeriksaan ASTO tersebut ?
A. 4 IU/ml
B. 25 IU/ml
C. 80 IU/ml
D. 800 IU/ml
E. 1600 IU/ml
36. Pemeriksaan Widal merupakan salah satu pemeriksaan untuk mengetahui adanya demam tifoid
dimana mendeteksi antibodi spesifik dalam serum tersangka penderita demam tifoid dengan
antigen somatik ( O ) dan antigen flagela (H) dalam reagen widal.
Apa warna reagen widal yang mengandung antigen O tersebut ?
A. Biru
B. Coklat
C. Merah
D. Pink
E. Hitam
37. Pemeriksaan Widal merupakan pemeriksaan untuk mengetahui demam tifoid dimana demam
tifoid merupakan penyakit sistemik yang disebabkan oleh bakteri Bakteri ini merupakan bakteri
gram negatif batang, tidak membentuk spora, motil, berkapsul dan berflagella juga termasuk
family Enterobacteriaceae.
Apa mikroorganisme yang paling mungkin pada kasus tersebut ?
A. Enterobacter aerogenes
B. Escherichia coli
C. Klebsiella pneumoniae
D. Salmonella typhi
E. Proteus mirabilis
38. Hasil pemeriksaan lab seorang anak laki-laki 9 tahun yang mengalami demam lebih dari 5 hari
adalah Haemoglobin 12,5 g/dL, Leukosit 2800/mm3, trombosit 120.000/mm3 dan pada hasil
pemeriksaan imunoserologi positif antigen O dengan pengenceran terakhir 1/320.
Apa nama pemeriksaan imunoserologi yang digunakan pada kasus tersebut ?
A. CRP
B. RF
C. RPR
D. ASTO
E. Widal
39. Atas permintaan dokter seorang ATLM melakukan pemeriksaan autoimun terhadap pasien
perempuan lanjut usia dengan keterangan mengalami demam dan nyeri sendi setiap pagi hari.
Apa nama pemeriksaan imunoseologi yang digunakan pada kasus tersebut ?
A. CRP
B. RF
C. RPR
D. ASTO
E. Widal
40. Atas rujukan dokter seorang wanita berusia 43 tahun datang ke laboratorium untuk
pemeriksaan CRP Spesimen diambil dan dilakukan preparasi, lalu ATLM menghomogenkan
spesimen dengan reagen lateks, pada slide hingga diperoleh hasil pemeriksaan setelah di
goyangkan selama 1 menit.
Apa metode pemeriksaan yang dimaksud pada kasus tersebut ?
A. Aglutinasi
B. Fiksasi Komplemen
C. Flokulasi
D. Haemaglutinasi
E. Presipitasi
41. Seorang ATLM melakukan pemeriksaan CRP yang spesimen berupa serum di homogenkan
dengan reagen lateks kemudian hasil pemeriksaan menunjukkan adanya aglutinasi.
Apa yang terkandung dalam reagen lateks pada pemeriksaan tersebut ?
A. Antigen
B. Antibodi
C. Enzim
D. Koloid Emas
E. Sel Eritrosit
42. Seorang dokter ingin memastikan obat anti peradangan bekerja dengan baik dalam
menyembuhkan suatu penyakit pada pasien sehingga pasien tersebut di rujuk untuk dilakukan
pemeriksaan CRP.
Apa jenis spesimen yang paling sesuai pada pemeriksaan tersebut ?
A. Darah
B. Faeces
C. Urin
D. Saliva
E. Sputum
43. Seorang ATLM mendapatkan permintaan untuk pemeriksaan HIV. ATLM tersebut mengambil
spesimen, melakukan preparasi, dan pemeriksaan HIV dengan imunokromatografi sesuai SOP.
Setelah 15 menit hanya terbentuk 1 garis berwarna pada daerah kontrol.
Alat perlindungan diri apa saja yang perlu digunakan oleh ATLM tersebut?
A. Masker, Sarung tangan, Jas lab
B. Sarung tangan, Kaca mata Google, Masker
C. Jas lab, Sepatu tertutup, Kaca mata Google
D. Head cover, Sarung Tangan, Masker
E. Masker, Head cover, Jas lab
44. Seorang analis kesehatan sedang melakukan pemeriksaan HBsAg pada sampel X dengan
metode rapid test imunokromatogafi. Hasil yang didapatkan adalah sebagai berikut:

Apa yang dapat disimpulkan analis tersebut?


A. Hasil pemeriksaan HBsAg invalid
B. Hasil pemeriksaan HBsAg negatif
C. Di dalam sampel X terdapat HBsAg dalam jumlah yang banyak
D. Hasil pemeriksaan HBsAg positif palsu
E. Di dalam sampel X terdapat HbsAg
45. Dalam sebuah pemeriksaan rapid test, seorang ATLM melakukan tes HCG menggunakan
specimen urin. Setelah 15 menit, muncul 2 garis pada strip dan ATLM tersebut menyatakan
hasil pemeriksaan negatif.
Apakah makna dari hasil tersebut?
A. Perlu dilakukan pemeriksaan ulang
B. Dilanjutkan dengan pemeriksaan yang lebih spesifik
C. Urin pasien tidak mengandung senyawa target
D. Hasil pemeriksaan seharusnya positif
E. Dilakukan pemeriksaan ulang dengan spesimen serum
46. Seorang ATLM melakukan pemeriksaan CRP untuk seorang pasien paska operasi selama
beberapa hari. Kadar CRP pasien tersebut mula-mula naik, kemudian setelah 7 hari kembali
normal.
Apa fungsi pemeriksaan tersebut?
A. Memantau kerja eritrosit
B. Memantau kerja leukosit
C. Memantau kerja sel NK
D. Memantau proses penyembuhan paska operasi
E. Memantau terjadinya inflamasi paska operasi
47. Seorang pasien yang menderita sakit di persendian. Pasien tersebut dianjurkan melakukan uji
RF (Rheumatoid Factor) untuk memastikan penyakit yang dideritanya.
Kapan kadar pemeriksaan tersebut dinyatakan positip ?
A. > 1/16
B. > 1/32
C. >1/64
D. > 130
E. >180
48. Untuk memastikan imunisasi Hepatitis B yang dilakukan sudah berhasil, maka dilakukan
pemeriksaan laboratorium untuk memastikan respon imun melalui terbentuknya titer antibodi.
Test apa yang paling tepat untuk pemeriksaan tersebut?
A. Imunokromatografi
B. Imunofluoresence
C. IHC
D. ELISA
E. PCR
49. Seorang ATLM melakukan uji ASO secara semi kuantitatif. Hasil yang didapat diinterpretasikan
positif .
Berapa kadar titer pemeriksaan tersebut ?
A. 50 IU/ml
B. 80 IU/ml
C. 100 IU/ml
D. 150 IU/ml
E. 200 IU/ml
50. Seorang ATLM akan mengambil sampel darah seseorang untuk dilakukan pemeriksaan kadar
CRP, namun sampel tersebut tidak bisa langsung diperiksa.
Apa yang harus dilakukan oleh ATLM terhadap sampel (serum) tersebut agar hasil pemeriksaan
dapat dipercaya?
A. Sampel disimpan pada suhu 2-80C sampai 2-7 hari.
B. Sampel disimpan pada suhu -20 0C sampai 4 minggu
C. Sampel disimpan pada suhu kamar sampai 1 minggu
D. Menambahkan pengawet toluene
E. Sampel ditempatkan dalam container
51. Pemeriksaan HCG dengan menggunakan tes imunokromatografi saat ini banyak digunakan oleh
masyarakat. Pada tes HCG ini terdapat 3 perangkat diantaranya yaitu bantalan, daerah tes (T),
dan daerah kontrol (C). Proses pemeriksaan bantalan direndam ke dalam urin, maka yang
terbentuk pada daerah tes (T).
Apakah ikatan yang terjadi pada hasil pemeriksaan tersebut?
A. HCG dan anti-beta HCG
B. HCG dan anti-alfa HCG
C. HCG dan IgG anti-goat
D. HCG, anti-beta HCG, dan anti-alfa HCG
E. Anti-beta HCG dan anti-alfa HCG
52. Seorang pasien datang ke laboratorium dengan membawa surat rujukan dari dokter. pasien
tersebut datang ke laboratorium dengan kondisi yang sangat lemah, mata berwarna kuning dan
kencing seperti air teh. Diagnosis dokter sementara bahwa pasien mengidap Hepatitis B. Untuk
memastikan diagnosis dokter tersebut dilakukan pemeriksaan HBsAg Kuantitatif .
Apa metode untuk pemeriksaan tersebut?
A. Haemaglutinasi
B. ELISA
C. Imunofloresense
D. RIA
E. Imunopresipitasi
53. Seorang ibu datang ke laboratorium dengan membawa surat rujukan dari dokter. Pada rujukan
tersebut dokter meminta ibu tersebut untuk melakukan pemeriksaan kehamilan. Analis segera
menginfomasikan sampel yang harus disiapkan dari pasien tersebut.
Apakah spesimen yang sesuai untuk pemeriksaan tersebut?
A. urin sewaktu
B. urin 12 jam
C. urin 24 jam
D. urin puasa
E. urin pagi
54. Pemeriksaan antigen HIV dengan metode Immunochromatography Test (ICT) tertera pada
gambar dibawah ini:
Terdiri dari apa saja konjugat pada pemeriksaan tersebut?
A. Koloid emas yang dilekati dengan antigen HIV
B. Koloid emas yang dilekati dengan antibodi HIV
C. Koloid emas yang dilekati dengan antiimunoglobulin HIV
D. Koloid emas yang dilekati dengan en HIV
E. Koloid emas yang dilekati dengan antigen HIV

55. Pasien datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan panas naik turun selama 5 hari,
mual, nyeri ulu hati dan didapatkan lidah kotor pada pemeriksaan. Dokter melakukan rujukan
untuk pemeriksaan widal TUBEX. Didapatkan Hasil pemeriksaan +3.
Jenis antigen apakah yang dapat dideteksi dengan pemeriksaan ini ?
A. Salmonella typhi O
B. Salmonella typhi H
C. Salmonella paratyphi AO
D. Salmonella paratyphi CO
E. Salmonella paratyphii BO
56. Seorang analis sedang melakukan pemeriksaan terhadap sampel darah pasien suspect HIV.
Pemeriksaan HIV dilakukan dengan menggunakan strip test. Dari hasil pemeriksaan diperoleh
muncul garis warna pada zona garis test dan tidak muncul pada zona kontrol.
Bagaimana seorang analis menginterpretasikan hasil tersebut?
A. Menunjukkan bahwa pada serum terdapat antibodi HIV
B. Hasil tes tidak valid
C. Menunjukkan bahwa pada serum tidak terdapat antibodi HIV
D. Adanya kerusakan pada serum pasien
E. Menunjukkan bahwa pasien HIV positif
57. Seorang ATLM melakukan pemeriksaan pada sampel sesuai dengan permintaan dokter untuk
membantu mengakkan diagnosa penderita. Pemeriksaan VDRL memberikan hasil positif
sedangkan pemeriksaan TPHA dengan sampel yang sama memberikan hasil negatif.
Apakah penyebab terjadinya perbedaan hasil dengan menggunakan kedua pemeriksaan
tersebut?
A. Akurasi
B. Kompleksitas
C. Sensitivitas
D. Spesifisitas
E. Reliabilitas
58. Seorang ATLM melakukan pemeriksaan Tubex pada suatu sampel sesuai dengan permintaan
dokter. Setelah melakukan pemeriksaan, tidak terbentuk warna pada hasil akhirnya.
Apakah tindakan yang harus dilakukan selanjutnya?
A. Mengulangi pemeriksaan dengan menggunakan sampel yang sama
B. Mengevaluasi reagen yang digunakan untuk pemeriksaan
C. Meminta kepada pasien untuk pengambilan sampe ulang
D. Mengeluarkan hasil sesuai dengan hasil pemeriksaan
E. Melaporkan hasil kepada supervisor
59. Seorang laki-laki 28 tahun tertular melalui jarum kontaminan virus hepatitis B. Dua bulan
kemudian, ia mulai merasa lelah dan kehilangan nafsu makan. Hasil tes serologi, sebagai
berikut:
HBsAg +, HBsAb -, HBcAb +, HBeAg +. HBeAb –
Bagaimana keadaan dari orang tersebut?
A. Infeksi akut
B. Infeksi kronis
C. infeksi fulminan
D. Reaksi autoimmune
E. Tidak ada infeksi
60. Seorang pasien dilakukan pemeriksaan anti HIV oleh dokter sesuai dengan persetujuan dari
pihak pasien. Pemeriksaan pertama dilakukan menggunakan metode rapid test, sensitifitas
reagensia 99,9 % dan spesifitas 97 %.
Tes apakah yang tepat untuk mengkonfirmasi kepastian hasil tersebut ?
A. Dipilih test dengan tingkat spesifitasyang lebih tinggi dari test pertama
B. Dipilih test dengan tingkat spesifitasyang lebih rendah dari test pertama
C. Dipilih test dengan tingkat sensitifitas yang lebih tinggi dari test pertama
D. Dipilih test dengan tingkat sensitifitas yang lebih rendah dari test pertama
E. Dipilih test metode elisa dengan tingkat sensitifitas lebih tinggi dari test pertama
61. Pada penderita yang diduga sifilis, diagnosisnya harus ditegakkan melalui pemeriksaan
laboratorium. Banyak metoda yang dapat digunakan misalnya VDRL dan TPHA. Hasil VDRL dan
TPHA ternyata tidak selalu sama. VDRL posistif belum tentu TPHA positif.
Apa yang harus dilakukan pada kasus tersebut?
A. Melakukan uji diagnostic sensitifitas VDRL
B. Melakukan uji diagnostic sensitifitas TPHA
C. Melakukan uji diagnostic sensitifitas dan spesifisitas VDRL terhadap TPHA
D. Melakukan uji diagnostic sensitifitas dan spesifisitas TPHA terhadap VDRL
E. Mengganti uji selain VDRL dan TPHA
62. Apabila pasien menunjukkan gejala yang khas untuk penderita hepatitis B, tetapi dari hasil
reaksi imunokromatografi menunjukkan hasil negative.
Apa yang harus saudara lakukan?
A. Meminta pasien untuk periksa ulang
B. Melakukan pengenceran serum secara serial dan diuji kembali
C. Dilaporkan ke dokter bahwa hasil pasien negative
D. Melakukan enzim immunoassay, karena membutuhkan assay yang lebih sensitive
E. Melakukan pemeriksaan secara invivo
63. Seorang pasien mendapat rujukan untuk melakukan pemeriksaan widal. Ketika seorang analis
melakukan pemeriksaan , didapatkan hasil aglutinasi sampai dengan penambahan 10 µl serum
dan 1 tetes antigen Salmonella.
Berapakah titer pasien tersebut ?
A. 1/20
B. 1/40
C. 1/80
D. 1/160
E. 1/320
64. Seorang pasien datang ke laboratorium dengan membawa surat dari dokter yang meminta
pemeriksaan VDRL, secara kuantitatif didapatkan hasil terjadi flokulasi sampai pada
pengenceran ke-4.
Berapakah titer pengenceran pada hasil pemeriksaan tersebut?
A. 1/2
B. 1/4
C. 1/8
D. 1/16
E. 1/32
65. Adanya gangguan sistim imunologis dapat menyebabkan terjadinya penyakit autoimun, salah
satunya penyakit rheumatoid arthritis. Penentuan jumlah antibodi rheumatoid secara
kuantitatif ditemukan hasil 1/32.
Berapakah konsentrasi faktor pemeriksaan menggunakan reagen latex?
A. 2
B. 4
C. 8
D. 16
E. 32
66. Saat ini penyakit yang menyerang sel T CD4+ dalam tubuh, merupakan salah satu penyakit
menular seksual yang dapat menurunkan respon imun di dalam tubuh. Salah satu parameter
pemeriksaan untuk membantu diagnosa penyakit tersebut adalah dengan menemukan antibodi
pada tubuh penderita.
Jenis pemeriksaan apakah yang digunakan untuk membantu diagnosa penyakit tersebut ?
A. HBsAg
B. HIV
C. KHAN
D. VDRL
E. TPHA
67. Pasien datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan panas naik turun selama 5 hari,
mual, nyeri ulu hati dan didapatkan lidah kotor pada pemeriksaan. Dokter melakukan rujukan
untuk pemeriksaan widal TUBEX. Didapatkan Hasil pemeriksaan +3.
Apakah jenis antibodi yang dapat dideteksi melalui pemeriksaan tersebut ?
A. Ig M
B. Ig G
C. Ig E
D. Ig D
E. Ig A
68. Seorang wanita berumur 56 tahun datang dengan rujukan dokter untuk pemeriksaan RF
(Rhematoid Factor). Hasil RF menunjukkan titer semi kuantitatif 1/16.
Apakah metode pemeriksaan paramater diatas ?
A. CIA
B. Aglutinasi
C. Flokulasi
D. ELISA
E. Presipitasi
69. Seorang pasien atas rujukan dokter diminta untuk memeriksakan sampel serumnya ke
laboratorium. Hasil pemeriksaan didapatkan data bahwa ASTO Positif pada uji kualitatif,
kemudian dilanjutkan dengan uji ASTO semikuantitatif didapatkan hasil positif sampai dengan
1/32 dimana sensitifitas reagen adalah 200 IU/ml.
Berapa kadar konsentrasi serum ASTO pada sampel tersebut?
A. 400 IU/ml
B. 800 IU/ml
C. 1.600 IU/ml
D. 3.200 IU/ml
E. 6.400 IU/ml
70. Seorang analis kesehatan mengerjakan pemeriksaan C-RP semi kwantitatif untuk mengetahui
titernya. Dilakukan pengenceran serum secara serial. Pada label reagen tertulis sensitivitas
pemeriksaan adalah 6 mg/L. Hasilnya menunjukkan positif terakhir pada tabung ke 4.
Berapakah titer C-RP pada pasien tersebut ?
A. 12 mg/L
B. 24 mg/L
C. 48 mg/L
D. 96 mg/L
E. 192 mg/L
71. Seorang ATLM akan mengambil sampel darah seseorang untuk dilakukan pemeriksaan kadar
ASTO, namun sampel tersebut tidak bisa langsung diperiksa.
Apa yang harus dilakukan oleh ATLM terhadap sampel (serum) tersebut agar hasil pemeriksaan
dapat dipercaya?
A. Sampel disimpan pada suhu 2-80C sampai 2-7 hari
B. Sampel disimpan pada suhu -20 0C sampai 4 minggu
C. Sampel disimpan pada suhu kamar sampai 1 minggu
D. Menambahkan pengawet toluene
E. Sampel ditempatkan dalam container
72. Seorang ATLM melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi Rheumatoid Factor (RF)
pada spesimen. Reagen yang digunakan adalah lateks.
A. aglutinasi
B. presipitasi
C. kolorimetri
D. pengendapan
E. reaksi enzim-substrat
73. Seorang pasien datang ke laboratorium dengan membawa surat rujukan dari dokter.
pasien tersebut datang ke laboratorium dengan kondisi yang sangat lemah, mata
berwarna kuning dan kencing seperti air teh. Diagnosis dokter sementara bahwa pasien
mengidap Hepatitis B. Untuk memastikan diagnosis dokter tersebut dilakukan
pemeriksaan HBsAg Kuantitatif.
Apa metode untuk pemeriksaan tersebut?
A. Haemaglutinasi
B. ELISA
C. Imunofloresense
D. RIA
E. Imunopresipitasi

74. Seorang wanita yang terlambat datang bulan, ingin memastikan apakah dirinya hamil
atau tidak. Lewat pemeriksaan urin yang dilakukan sendiri di rumah menggunakan
test pack, didapatkan hasil timbul warna merah pada garis kontrol dan warna merah
pada garis test.
Apa yang terjadi sehingga timbul warna merah pada garis test ?
A. Terjadinya ikatan antara HCG pada urin sebagai antibodi dengan anti-HCG
sebagai antigen.
B. Terjadinya kompleks ikatan antara HCG pada urin sebagai antigen dengan
anti HCG-1 dan anti HCG-2 yang mengaktifkan enzim sehingga terjadi
perubahan warna.
C. Terjadinya ikatan antara HCG sebagai antigen yang terdapat pada urin dengan
anti HCG-1 pada garis T.
D. Terjadinya ikatan antara HCG sebagai antigen yang terdapat pada urin dengan
anti HCG-2 pada garis T.
Terjadinya ikatan antara HCG pada urin sebagai antibodi dengan anti-HCG-1
sebagai antigen.
75. Seorang analis di rumah sakit tipe A mengerjakan sampel serum rujukan dari
laboratorium swasta, serum dipipet 20 mikron kemudian diletakkan pada plate berwarna
putih dan ditambahkan suspense antigen salmonella typhi O, salmonella parathypi (AO,
BO, CO), salmonella typhi H, salmonella parathypi (AH, BH, CH), jika positif maka
titernya adalah 1/80.
Pemeriksaan apakah yang dikerjakan oleh analis tersebut?
A. Widal Test
B. Asto Test
C. RF Test
D. CRP Test
E. Tubex TF

76. Pemeriksaan antigen HIV dengan metode Immunochromatography Test (ICT) tertera
pada gambar dibawah ini:

Berfungsi sebagai apakah garis kontrol (control line) pada pemeriksaan antigen tersebut
A. Sensitivitas pemeriksaan
B. Spesifisitas pemeriksaan
C. Validitas pemeriksaan
D. Presisi pemeriksaan
E. Akurasi pemeriksaan

77. Seorang analis kesehatan mengerjakan pemeriksaan C-RP semi kwantitatif untuk
mengetahui titernya. Dilakukan pengenceran serum secara serial. Pada label reagen
tertulis sensitivitas pemeriksaan adalah 6 mg/L. Hasilnya menunjukkan positif terakhir
pada tabung ke 4.
Berapakah titer C-RP pada pasien tersebut ?
A. 12 mg/L
B. 24 mg/L
C. 48 mg/L
D. 96 mg/L
E. 192 mg/L

78. Pemeriksaan Treponema Pallidum Haemagglutination (TPHA) dikerjakan pada sebuah


mikroplate, pada baris sumuran A berisi diluent dan serum, baris sumuran B berisi
diluent dan serum kontrol positif, baris sumuran C bersisi diluent dan serum kontrol
negatif, pada kolom sumuran nomer 3 ditambah dengan sel kontrol, sedangkan pada
kolom sumuran nomer 4 ditambah sel tes, pereaksi belum kedaluwarsa.

Reaksi yang terjadi pada sumuran baris B kolom 3 pada pemeriksan TPHA tersebut ?
A. Reaksi antara eritrosit dengan antibodi yang terdapat dalam spesimen serum
B. Reaksi antara eritrosit dengan antigen yang terdapat dalam spesimen serum
C. Reaksi antara eritrosit dengan antibodi yang terdapat dalam serum kontrol negatif
D. Reaksi antara eritrosit dengan antigen yang terdapat dalam serum kontrol positif
E. Reaksi antara eritrosit dengan antibodi yang terdapat dalam serum kontrol positif

79. Pasien datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan panas naik turun selama 5
hari, mual, nyeri ulu hati dan didapatkan lidah kotor pada pemeriksaan. Dokter
melakukan rujukan untuk pemeriksaan widal TUBEX. Didapatkan Hasil pemeriksaan +3
Apakah metode pemeriksaan parameter tersebut ?
A. Aglutinasi
B. Inhibisi Aglutinasi
C. Fiksasi Komplemen
D. Flokulasi
E. Inhibition Magnetic Binding Immunoassay

80. Seorang wanita berumur 56 tahun datang dengan rujukan dokter untuk pemeriksaan RF
(Rhematoid Factor). Hasil RF menunjukkan titer semi kuantitatif 1/16.
Berapakah konsentrasi RF pada sampel tersebut?
A. 16 IU/ml
B. 32 IU/ml
C. 64 IU/ml
D. 128 IU/ml
E. 256 IU/ml

81. Seorang analis sedang melakukan pemeriksaan terhadap sampel darah pasien suspect
HIV. Pemeriksaan HIV dilakukan dengan menggunakan strip test. Dari hasil
pemeriksaan diperoleh muncul garis warna pada zona garis test dan tidak muncul pada
zona kontrol.
Apakah langkah selanjutnya yang dilakukan oleh TLM?
A. Mengulangi pemeriksaan dengan menggunakan sampel yang sama
B. Mengevaluasi stick yang digunakan untuk pemeriksaan
C. Meminta kepada pasien untuk pengambilan sampe ulang
D. Mengeluarkan hasil sesuai dengan hasil pemeriksaan
E. Melaporkan hasil kepada supervisor
82. Pada pembacaan mikroskopis VDRL tampak suspensi antigen merata dan tidak ada
agregasi antar partikel antigen. Pada saat yang sama dikerjakan pula kontrol serum
negatif dan positif yang belum kedaluwarsa. Kontrol serum positif menunjukkan tidak
adanya agregasi partikel.
Bagaimana tindakan yang tepat untuk segera menentukan hasil pada spesimen itu?
A. Menyimpulkan hasil VDRL ragu-ragu
B. Menyimpulkan hasil VDRL negative
C. Memutuskan serum tidak bisa diperiksa
D. Mengulang dengan reagen yang baru
E. Mengulang dengan serum yang baru

83. Seorang wanita melakukan pemeriksaan hormon Human Chorionic Gonadotropin dalam
urine yang diperiksa dengan metode imunokromatografi. Pemeriksaan ini akan
dinyatakan valid kalau pada daerah kontrol terbentuk perubahan warna berupa garis
berwarna ungu.
Apa yang menyebabkan terbentuk perubahan warna tersebut?
A. Ikatan alfa HCG dgn anti alfa HCG label enzim
B. Ikatan beta HCG dgn HCG lengkap- alfa HCG label enzim
C. Ikatan antigen antibodi yg dilekatkan pada lateks
D. Ikatan antigen dgn antibodi label enzim
E. Ikatan antibodi dgn antigen label enzim
84. Seorang pasien mendapat rujukan untuk melakukan pemeriksaan widal. Ketika seorang
analis melakukan pemeriksaan , didapatkan hasil aglutinasi sampai dengan penambahan
10 µl serum dan 1 tetes antigen Salmonella.
Berapakah titer pasien tersebut ?
A. 1/20
B. 1/40
C. 1/80
D. 1/160
E. 1/320

85. Hasil tes serologi dari pasien hepatitis mengungkapkan: anti-HBc positif, HBsAg positif,
dan anti-HBs negatif.
Manakah interpretasi yang benar dari Status pasien?
A. Tidak ada lagi menular
B. virus Hepatitis B carrier kronis
C. Immune untuk virus hepatitis B
D. Bukti menerima vaksinasi hepatitis B
E. Tidak mungkin untuk memiliki kedua antigen permukaan dan antibodi inti yang
positif
86. Seorang pasien datang di laboratorium dengan membawa form permintaan dari dokter
untuk pemeriksaan RF. Fasilitas yang ada untuk pemeriksaan tersebut berupa kit yang
berisi antigen latek. Pemeriksaan yang akan dilakukan tujuannya adalah determinasi
semikuantitatif adanya RF secara imunologis.
Apa dasar reaksi pemeriksaan tersebut?
A. Flokulasi
B. Hemaglutinasi
C. Imunokromatografi
D. Aglutinasi
E. Elisa
87. Pemeriksaan TPHA kualitatif dari Omega dikerjakan pada mikroplate sebagai berikut :
lubang sumuran 1, 3 dan 4 diisi dengan diluent sebanyak 25 µl, lubang sumuran 2 diisi
dengan diluent sebanyak 100 µl, lubang sumuran 1 diisi serum sampel sebanyak 25 µl.
Kemudian dari lubang sumuran 1 diambil sebanyak 25 µl dimasukkan lubang sumuran 2.
Dari lubang sumuran 2 diambil sebanyak 25 µl dimasukkan lubang sumuran 3.
Berapakah penipisan serum pada lubang sumuran 3 ?
A. 1/2
B. 1/10
C. 1/20
D. 1/40
E. 1/80

88. Seorang ATLM akan mengambil sampel darah seseorang untuk dilakukan pemeriksaan
kadar CRP, namun sampel tersebut tidak bisa langsung diperiksa.
Apa yang harus dilakukan oleh ATLM terhadap sampel (serum) tersebut agar hasil
pemeriksaan dapat dipercaya?
A. Sampel disimpan pada suhu 2-80C sampai 2-7 hari.
B. Sampel disimpan pada suhu -20 0C sampai 4 minggu
C. Sampel disimpan pada suhu kamar sampai 1 minggu
D. Menambahkan pengawet toluene
E. Sampel ditempatkan dalam container

89. Pasien datang membawa formulir permintaan tes HIV, kemudian di laboratorium
dilakukan dengan Rapid Diagnostic Test. Pada waktu pembacaan hasil ternyata tidak
terlihat garis Test maupun garis Kontrol.
Bagaimana hasil pemeriksaan HIV pasien tersebut?
A. Positif
B. Invalid
C. Valid
D. tidak perlu diulang
E. Negatif

90. Seorang analis kesehatan mengerjakan pemeriksaan ASTO semi kwantitatif untuk
mengetahui titernya. Dilakukan pengenceran serum secara serial. Pada label reagen
tertulis sensitivitas pemeriksaan adalah 200 IU/ml. Hasilnya menunjukkan positif
terakhir pada tabung ke 7.
Berapakah titer ASTO pada sampel pasien ?
A. 160 IU/ml
B. 320 IU/ml
C. 640 IU/ml
D. 12800 IU/ml
E. 25600 IU/ml

91. Seorang wanita menjalani pemeriksaan HBsAg karena mengalami gejala berupa kulit
dan mata berwarna kuning,dari hasil pemeriksaan menggunakan HBsAg rapid test
didapatkan hasil timbul warna merah pada garis test.
Apa yang terjadi sehingga timbul warna merah pada garis tersebut ?
A. Terjadinya ikatan antara HBsAg pada serum sebagai antibodi dengan anti-HBs
sebagai antigen.
B. Terjadinya kompleks ikatan antara HBsAg pada serum sebagai antigen dengan
anti Hbs yang mengaktifkan enzim sehingga terjadi perubahan warna.
C. Terjadinya ikatan antara Anti HBs sebagai antigen yang terdapat pada serum dengan
HBsAg pada garis kontrol.
D. Terjadinya ikatan antara Anti HBs sebagai antigen yang terdapat pada serum dengan
HBsAg pada garis T.
E. Terjadinya ikatan antara Anti HBs sebagai antibody yang terdapat pada serum dengan
HBsAg pada garis T.
92. Seorang analis melakukan pemeriksaan deteksi HIV pada pasien dengan prevalensi
tinggi dan didapatkan hasil negatif dengan menggunakan metode rapid test.
Apakah tindakan yang harus dilakukan selanjutnya ?
A. Melaporkan hasil pemeriksaan kepada supervisor
B. Melakukan pemeriksaan ulang dengan metode pemeriksaan lainnya
C. Meminta kembali pasien untuk pengambilan spesimen
D. Memberikan hasil pemerksaan kepada pasien
E. Mengecek validitas instrumen pemeriksaan

93. Seorang ATLM melakukan uji ASO secara semi kuantitatif. Hasil yang didapat
diinterpretasikan positif .
Berapa kadar titer pemeriksaan tersebut ?
A. 50 IU/ml
B. 80 IU/ml
C. 100 IU/ml
D. 150 IU/ml
E. 200 IU/ml
94. Pasien datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan panas naik turun selama 5
hari, mual, nyeri ulu hati dan didapatkan lidah kotor pada pemeriksaan. Dokter
melakukan rujukan untuk pemeriksaan widal TUBEX. Didapatkan Hasil pemeriksaan
+3.
Apakah jenis antibodi yang dapat dideteksi melalui pemeriksaan tersebut ?
A. Ig M
B. Ig G
C. Ig E
D. Ig D
E. Ig A

95. Seorang TLM melakukan pemeriksaan HBsAg dengan menggunakan metode ELISA,
pada saat inkubasi dia melakukan pencatatan nama-nama pasien.
Langkah apa yang paling tepat sebelum melakukan tindakan diatas?
A. Melepas gloves sebelum pencatatan nama pasien
B. Tetap menggunakan APD lengkap
C. Kegiatan pencatatan nama pasien harus dilakukan diawal tanpa memakai APD
D. Melepas masker pada saat pencatatan
E. Tidak melakukan pencatatan sampai pemeriksaan selesai

96. Seorang ibu datang ke laboratorium dengan membawa surat rujukan dari dokter. Pada
rujukan tersebut dokter meminta ibu tersebut untuk melakukan pemeriksaan kehamilan.
Analis segera menginfomasikan sampel yang harus disiapkan dari pasien tersebut.
Apakah spesimen yang sesuai untuk pemeriksaan tersebut?
A. urin sewaktu
B. urin 12 jam
C. urin 24 jam
D. urin puasa
E. urin pagi
97. Seorang istri mempunyai suami yang pergaulannya bebas. Belakangan suaminya sering
menderita sakit, terlihat semakin lama semakin kurus, nafsu makan berkurang, dan mengalami
sariawan yang tidak sembuh-sembuh. Si istri ingin memastikan penyakit suaminya.
Apakah pemeriksaan yang paling sesuai dengan ilustrasi diatas?
A. Pemeriksaan sel CD 8
B. Pemeriksaan sel CD 4
C. Pemeriksaan Sel limfosit
D. Pemeriksaan Sel monosit
E. Pemeriksaan Sel granulosit

98. Seorang istri mempunyai suami yang pergaulannya bebas. Belakangan suaminya sering
menderita sakit, terlihat semakin lama semakin kurus, nafsu makan berkurang, dan mengalami
sariawan yang tidak sembuh-sembuh. Si istri ingin memastikan penyakit suaminya.
Apakah pemeriksaan yang paling sesuai dengan ilustrasi diatas?
A. HIV
B. SIFILIS
C. TPHA
D. WIDAL
E. CPR
99. Seorang anak yang sedang bermain di halaman. Sebuah jarum yang mengandung bakteri dan
jamur tidak sengaja mengenai kulit seorang anak tersebut. Kulitnya terluka dan berdarah.
Apakah sel imun yang datang ke daerah luka tersebut termasuk dalam sistem imun apa ?
A. Sistem Imun Bawaan
B. Sistem Imun Didapat
C. Sistem Imun Humoral
D. Innate Immune System
E. Natural Immune System
100. Seorang istri yang terlambat datang bulan, ingin memastikan apakah dirinya hamil atau tidak.
Lewat pemeriksaan urin yang dilakukan sendiri di rumah menggunakan test pack, didapatkan
hasil timbulnya warna merah pada garis kontrol dan juga timbul warna merah pada garis test.
Apakah reaksi yang terjadi sehingga timbul warna merah pada garis test ?
A. Terjadinya ikatan antara HCG pada urin sebagai antibodi dengan anti-HCG sebagai antigen.
B. Terjadinya kompleks ikatan antara HCG pada urin sebagai antigen dengan anti HCG-1 dan
anti HCG-2 yang mengaktifkan enzim sehingga terjadi perubahan warna.
C. Terjadinya ikatan antara HCG sebagai antigen yang terdapat pada urin dengan anti HCG-1
pada garis T.
D. Terjadinya ikatan antara HCG sebagai antigen yang terdapat pada urin dengan anti HCG pada
garis T.
E. Terjadinya ikatan antara HCG pada urin sebagai antibodi dengan anti-HCG-1 sebagai antigen.

101. Laboratorium Patoligi Klinik menerima sampel darah, dari hasil form pemeriksaan
laboratorium tercantum catatan dokter pasien tersebut timbul gatal hingga sesak nafas setelah
konsumsi udang. Dokter yang menangani meminta dilakukan pemeriksaan apusan darah dan
tes alergi terhadap pasien tersebut. Hasil pemeriksaan apusan darah ditemukan basofil 10%.
Apakah pemeriksaan immunoglobulin yang spesifik pada kasus tersebut?
A. E
B. A
C. M
D. G
E. D
102. Seorang pasien sedang membutuhkan transfusi darah, pada saat tersebut analis memeriksa
sampel darahnya menggunakan metode slide test. Hasil pemeriksaan anti A dan anti AB
mengalami aglutinasi dan anti D tidak aglutinasi.
Darah yang dapat diterima dengan baik oleh pasien tersebut adalah ?
A. A Rh positif
B. B Rh negatif
C. A Rh negatif
D. O Rh positif
E. AB Rh negatif
103. Analis mendapatkan sampel darah, di form pemeriksaan tertulis catatan dokter pasien
tersebut terdapat keluhan sakit pada saat kencing, timbul ulkus pada kelamin. Hasil swab
mikrobiologi ditemukan bakteri gonococcus, tes skrining VDRL positif. Kemudian
dilakukan pemeriksaan lanjutan yang spesifik dengan metode hema-aglutinasi.
Berapakah sampel yang digunakan dalam pemeriksaan tersebut?
A. 10 µl
B. 15 µl
C. 20 µl
D. 25 µl
E. 50 µl
104. Seorang analis memeriksa sampel darah pasien, catatan di form pemeriksaan dokter
mengalami demam selama 5 hari, mual dan pusing. Hasil pemeriksaan darah lengkap jumlah
leukosit 13000 mm3 darah dan test typoid metode slide test menunjukkan aglutinasi dengan
titer O 1/160.

Alat apakah yang dipakai dalam pemeriksan tersebut ?


A. Slide putih
B. Slide hitam
C. Tabung
D. Mikroplate U
E. Mikroplate V
105. Seorang pasien sedang membutuhkan transfusi darah, pada saat tersebut analis
memeriksa sampel darahnya menggunakan metode slide test. Hasil pemeriksaan anti A
dan anti AB mengalami aglutinasi dan anti D tidak aglutinasi.
Darah yang dapat diterima dengan baik oleh pasien tersebut adalah ?
A. A Rh positif
B. B Rh negatif
C. A Rh negatif
D. O Rh positif
E. AB Rh negatif

106. Pemeriksaan golongan darah yang dilakukan pada seorang pasien diperoleh hasil
adanya penggumpalan (Aglutinasi) setelah pemberian reagen Anti A, Anti AB, dan Anti
D. Sedangkan pemberian Anti B tidak diperoleh adanya penggumpalan (Aglutinasi).
Apakah jenis golongan darah dari pasien tersebut ?
A. A+
B. A-
C. B+
D. B-
E. AB+
107. Seorang pasien pada bagian kulitnya ditetesi cairan alergen yang umum lalu ditusuk
secara halus dan pelan-pelan dengan jarum untuk melihat reaksinya. Setelah kurang lebih
15 menit pada kulit pasien muncul benjolan merah dan gatal.
Jenis antibodi apakah yang paling berperan pada proses penyembuhan penyakit pasien
tersebut?
A. IgG
B. IgA
C. IgM
D. IgE
E. IgD
108. Seorang pasien dalam 1 minggu ini mengalami beberapa gejala klinis berupa demam
hingga mencapai 39-40°C, Sakit kepala, lemas dan tidak enak badan, terkadang mimisan.
Setelah dilakukan uji DL diketahui nilai leukosit melebihi angka normal sedangkan
parameter yang lain menunjukkan nilai normal.
Uji apakah yang lebih tepat dilakukan untuk mendeteksi penyakit pasien tersebut?
A. Uji Widal
B. Uji RA
C. Uji HIV
D. Uji ASTO
E. Uji HCG
109. Seorang anak perempuan berusia 6 tahun telah megalami demam 380 – 390 C kurang
lebih 6 hari, meskipun telah mendapat obat penurun panas. Hasil pemeriksaam darah
menunjukkan hasil lekosistosis, pada biakan empedu ditemukan pertumbuhan koloni
khas Salmonella typhi, pada uji widal slide diperoleh hasil titer O dan titer H masing-
masing 1/320 dan > 1/320.
Dari hasil pemeriksaan darah di atas, menunjukkan hal apa tentang jumlah leukosit?
A. Penurunan
B. Peningkatan
C. Signifikansi
D. Persamaan
E. Perbedaan
110. Seorang bayi baru lahir diperiksa golongan darah. Hasil pemeriksaan laboratorium
menunjukkan bayi bergolongan darah AB sesuai dengan golongan darah ayah, dan ibu
bergolongan darah A dengan ketiganya menunjukkan hasil Rhesus positif.
Antigen apakah yang dimiliki oleh bayi tersebut?
A. A
B. B
C. D
D. A dan B
E. Tidak berantibodi
111. Seorang pria berusia 35 tahun dengan keluhan demam, sakit tenggorokan, kaki, leher
dan kepala, rasa tidak nyaman di tubuh, ditemukan ruam merah di telapak tangan dan
kaki serta bentukan syanker di bagian genetalia. Hasil pemeriksaan TPHA positif.
Prinsip dasar pemeriksaan di atas adalah……..
A. Aglutinasi
B. Presipitasi
C. Flokulasi
D. Hemaglutinasi
E. Enzimatik
112. Seorang perempuan berusia 30 tahun di diagnose adanya infeksi bakteri di dalam
tubuhnya, antara lain ditandai adanya demam dan rasa tidak nyaman di seluruh tubuh
dengan denyut jantung lebih cepat. Adanya indikasi peradangan ditunjukkan dengan
hasil CRP > 48 mg/L.
Pemeriksaan yang digunakan di atas merupakan molekul berbentuk apa?
A. Protein
B. Asam amino
C. Asam laktat
D. Glukosa
E. Karbohidrat
113. Seorang perempuan berusia 30 tahun di diagnose adanya infeksi bakteri di dalam
tubuhnya, antara lain ditandai adanya demam dan rasa tidak nyaman di seluruh tubuh
dengan denyut jantung lebih cepat. Adanya indikasi peradangan ditunjukkan dengan
hasil CRP > 48 mg/L.
Bagaimanakah interpretasi hasil normal dari pemeriksaan di atas?
A. > 6 mg/L
B. 6 mg/L
C. < 6 mg/L
D. 0 mg/L
E. 10 mg/L
114. Pria paruh baya didiagnosa menderita peradangan organ lever ditandai dengan bola
mata dan kuku Nampak ikterik. Hasil pemeriksaan HAV metode ELISA menunjukkan
hasil posistif > 400 IU/mL, setara dengan peningkatan hasil SGOT 250 IU dan SGPT
375 IU.
Ada berapa macam ikatan reaksi Ag-Ab pada metode di atas?
A. 2
B. 3
C. 4
D. 1
E. 5
115. Pada pemeriksaan pasien HIV asymptomatic, pemeriksaan strategi I (A1) hasil
menunjukkan positif. Analis melakukan pemeriksaan strategi II (A2) dan di dapatkan
hasil A2 negatif.
Apa langkah selanjutnya yang dilakukan oleh TLM?
A. Melaporkan bahwa pasien reaktif
B. Melaporkan bahwa pasien non-reaktif
C. Melaporkan bahwa pasien indeterm
D. Melanjutkan pemeriksaan ulang A2
E. Melanjutkan pemeriksaan ulang A1 dan A2
116. Seorang ATLM melakukan pemeriksaan Widal metode tabung. Hasil yang didapatkan
adalah positif pada Salmonella typhii H pada sampel X tabung.

Berapa Titer antibodi pada hasil pemeriksaan Widal tersebut?


A. 1/20
B. 1/40
C. 1/80
D. 1/160
E. 1/320

117. Seorang anak yang sakit demam 39,5°C, pusing dan muntah selama 3 hari hendak
melakukan pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan LED adalah 38 mm/jam dan
hitung sel Lekosit adalah 13.800 sel/mm3.
Pemeriksaan Imunologi apakah yang paling sesuai?
A. Widal
B. RPR
C. HIV
D. HbsAg
E. HBsAb
118. Seorang ATLM melakukan pemeriksaan Widal metode slide secara kualilitatif
dengan bahan analit serum.
Berapakah volume serum yang dibutuhkan untuk pemeriksaan Widal tersebut?
A. 10 µl
B. 20 µl
C. 30 µl
D. 40 µl
E. 50 µl
119. Seorang pria usia 27 tahun mengeluh sakit saat buang air kecil, perdarahan di bagian
dubur dan ada chancre di penis. Seorang ATLM melakukan pemeriksaan laboratorium
dengan menggunakan reagen yang mengandung mikropartikel karbon.
Pemeriksaan laboratorium apa yang digunakan untuk kasus diatas?
A. Widal
B. RPR
C. ASO
D. CRP
E. HBsAg
120. Seorang ATLM melakukan uji skrining pada seorang ABK yang diduga terinfeksi
Treponema pallidum dengan metode flokulasi.
Pemeriksaan apakah yang palig tepat dengan metode tersebut?
A. RPR
B. TPHA
C. VDRL
D. FTAbs
E. Dark Field Microscope
121. Seorang ATLM melakukan pemeriksaan uji skrining RPR. Setelah mendapatkan
serum, ATLM tersebut melakukan pemanasan terhadap bahan serum sebelum dilakukan
pengujian.
Berapa derajat celsius yang tepat untuk pemanasan serum tersebut?
A. 50ºC
B. 52ºC
C. 54ºC
D. 56ºC
E. 58ºC
122. Seorang ATLM melakukan pemeriksaan uji skrining RPR. Setelah mendapatkan
serum, ATLM tersebut melakukan pemanasan terhadap bahan serum sebelum dilakukan
pengujian.
Apakah tujuan dari pemanasan serum tersebut?
A. Aktivasi antibodi
B. Aktivasi komplemen
C. Inaktivasi antigen
D. Inaktivasi antibodi
E. Inaktivasi komplemen
123. Seorang ATLM melakukan pemeriksaan uji konfirmasi Sifilis dengan mendeteksi
antibodi spesifik dan reagennya menggunakan antigen T.pallidum yang dilekatkan pada
eritrosit avian.
Uji konfirmasi apakah yang menggunakan reagen tersebut?
A. RPR
B. TPHA
C. VDRL
D. Dark Field Microscope
E. FTAbs
124. Seorang ATLM melakukan pemeriksaan TPHA metode kualitatif dengan
menggunakan mikroplate. Setelah dilakukan pengenceran serum, pada sumuran kedua
dan ketiga ( well A2-A3) diberi Serum Control Cell (SCC) dan Serum Test Cell (STC).
Berapa volume yang dibutuhkan untuk masing-masing reagen SCC dan STC ?
A. 25 µl
B. 50 µl
C. 55 µl
D. 70 µl
E. 75 µl
125. Imunologi adalah ilmu kekebalan, di mana untuk terjadi kekebalan dibutuhkan reaksi
antara patogen dan respon imun tubuh. Patogen terdiri dari beberapa antigen, sedangkan
respon imun tubuh diperankan oleh sel limfosit B. Limfosit B bila diperkenalkan antigen
dari patogen akan menjadi sel plasma yang akan menghasilkan antibodi sejenis dengan
antigen yang baru dikenalnya. Jadi untuk mengetahui apakah patogen telah menyerang
tubuh, diperlukan alat deteksi untuk mengetahui apakah antibodi spesifik telah terbentuk
dengan metode imunoserologi. Imunoserologi adalah ilmu untuk mengetahui apakah
antibodi spesifik antigen dari patogen telah terbentuk di dalam tubuh.
Metode pemeriksaan Imunoserologi di laboratorium yang hanya terdiri dari molekul
antigen dan antibodi sejenis tanpa diikat dengan partikel disebut metode apa?
A. Metode Direk Aglutinasi
B. Metode Indirek Aglutinasi
C. Metode Presipitasi
D. Metode Complemen Fixation Test
E. Metode Hemaglutinasi

126. Seorang anak kecil mengalami demam selama lebih dari 3 hari. Setelah diperiksakan
ke dokter, anak tersebut didiagnosa mengalami demam tifoid. Setelah dilakukan
pengobatan, 3 hari kemudian anak tersebut sembuh.
Antibodi apa yang muncul saat pertama kali pasien mengalami demam?
A. IgG
B. IgA
C. IgE
D. IgM
E. IgD
127. Seorang pria berumur 47 tahun mengalami luka yang diakibatkan jatuh dari sepeda.
Luka tersebut menyebabkan bakteri masuk ke dalam tubuh dan mengalami infeksi.
Agar luka tersebut segera sembuh, tubuh memproduksi suatu sistem imunitas yang
berfungsi untuk fagositosis.
Bagian sistem kekebalan tubuh yang bertugas sebagai fagositosis adalah?
A. Limfosit T
B. Makrofag
C. Limfosit B
D. IgM
E. Antigen precenting cell (APC)
128. Seorang anak berusia 4 tahun mengalami sesak nafas. Diduga anak tersebut
mengalami sesak nafas karena udara pada saat itu dingin. Antibodi IgE mengalami
peningkatan ketika dilakukan pemeriksaan.
Anak tersebut mengalami reaksi hipersensitifitas tipe?
A. Hipersensitifitas tipe I
B. Hipersensitifitas tipe II
C. Hipersensitifitas tipe III
D. Hipersensitifitas tipe IV
E. Hipersensitifitas tipe V
129. Seorang ibu umur 25th sedang mengandung. Usia kandungan ibu tersebut
menginjak 4 bulan. Ibu hamil harus selalu sehat agar bayi dalam kandungannya sehat
ketika dilahirkan. Antibodi pada tubuh ibu masuk melalui plasenta untuk membentuk
imunitas dalam kandungan.
Antibodi apa yang disalurkan melalui plasenta ibu?
A. IgD
B. IgE
C. IgG
D. IgM
E. IgA
130. Seorang wanita berusia 34th mengalami ruam pada wajahnya dan bentuk ruamnya
seperti kupu – kupu. Wanita tersebut tidak bisa terkena sinar UV. Diagnosa penyakit
yang diderita oleh wanita tersebut adalah Systemic Lupus Erythematosus (SLE).
Pemeriksaan apa yang digunakan untuk mendiagnosa SLE?
A. dsDNA
B. ANA test
C. Anti-sm
D. Antibodi fosfolipid
E. CRP

131. Seorang anak berusia 7 tahun dengan gejala demam 38 oC, pusing, mual, muntah
yang disertai diare dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan. Pada lembar
permintaan pemeriksaan diketahui bahwa anak tersebut sudah mengalami demam
selama 4 hari dan pemeriksaan yang diminta adalah tes Tubex TF. Setelah dilakukan
pemeriksaan didapatkan hasil tes Tubex TF adalah 6.
Apa interpretasi hasil yang tepat sesuai kasus tersebut ?
A. IgM (+), IgG (-)
B. IgM (+), IgG (+)
C. IgM (-), IgG (+)
D. IgM (-), IgG (+)
E. IgM (-), IgG (-)

132. Seorang pasien perempuan berusia 25 tahun datang ke laboratorium untuk


melakukan Pre Marital Screening. Salah satu parameter pemeriksaan yang dikerjakan
untuk Pre Marital Screening adalah tes Anti-Toxoplasma IgG dan Anti-Toxoplsma IgM.
Setelah dilakukan pemeriksaan didapat hasil Anti-Toxoplasma IgG (Negatif) dan Anti-
Toxoplsma IgM (Positif).
Apa interpretasi yang tepat berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut ?
A. Pasien tidak terinfeksi Toxoplasma
B. Pasien baru terinfeksi Toxoplasma
C. Pasien pernah terinfeksi Toxoplasma
D. Pasien sudah lama terinfeksi Toxoplasma

E. Pasien memiliki kekebalan terhadap Toxoplasma


133. Laboratorium Patologi Klinik menerima sampel berupa darah K3EDTA dari seorang
pasien HIV yang sedang menjalani pengobatan Antiretroviral (ARV). Sampel
dimasukkan kedalam tabung yang mengandung antibodi monoklonal berlabel
fluorochrome, kemudian ditambahkan cysing solution dan diinkubasi dalam ruang gelap.
Pembacaan hasil dilakukan menggunakan alat FACS Calibur.
Apakah parameter yang sedang dikerjakan pada kasus tersebut ?
A. IL-2
B. IL-4
C. Viral Load
D. TNF-Alpha

E. CD4 Cell Count


134. Seorang pasien perempuan berusia 25 tahun datang ke laboratorium untuk
melakukan Pre Marital Screening. Salah satu parameter pemeriksaan yang dikerjakan
untuk Pre Marital Screening adalah tes Anti-Toxoplasma IgG dan Anti-Toxoplsma IgM.
Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan kombinasi konjugat ezim dengan deteksi
fluoresence. Substrat yang digunakan adalah MUP 4-Methylumbelliferyl Phosphate.
Apa metode pemeriksaan yang dikerjakan pada kasus tersebut ?
A. IFA
B. RIA
C. RID
D. ELFA

E. ELISA
135. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke klinik Voluntary Counseling and
Testing (VCT). Perempuan tersebut datang Atas Permintaan Sendiri (APS) untk
dilakukan pemeriksaan HIV karena khawatir terinfeksi dari suaminya yang memiliki
riwayat sering bergonta – ganti pasangan.
Apakah metode pemeriksaan yang paling mungkin untuk dilakukan pada kasus
tersebut?
A. Viral Load
B. Western Blot
C. CD 8 Cell Count
D. CD 4 Cell Count

E. Imunochromatografi Test
136. Sebuah pesimen serum dari seorang laki-laki berumur 63 tahun yang mengeluh
bengkak dan nyeri-nyeri pada sendi-sendi tangan. Lelaki tersbut tidak merasa demam,
dan napsu makannya masih baik.
Apakah pemeriksaan yang diminta lelaki tersebut
A. RF
B. CRP
C. ASTO
D. ANA
E. RPR
137. Sebuah laki-laki berusia sekitar 65 tahun datang ke laboratorium dengan membawa
surat permintaan pemeriksaan. Laki-laki tersebut mengeluh persendiannya sakit.
Sebanyak 40 ul serum diteteskan pada slide dan 1 tetes reagen lateks disebelahnya,
kemudian dihomogenkan dan dimiringkan ke depan dan belakang setiap 2 detik selama 2
menit.
Apakah prinsip dari pemeriksaan tersebut
A. Aglutinasi
B. Presipitasi
C. Flokulasi
D. Elisa
E. IHA
138. Sebuah sampel serum diterima oleh ATLM dari bagian sampling.Serum berasal dari
seorang laki-laki yang suka berhubungan intim dengan banyak wanita. Pada pemeriksaan
yang dilakukan ATLM bertujuan untuk mendeteksi adanya Ab terhadap T. Pallidum.
Assay yang mana yang mengandung Antigen spesifik ?
A. Uji VDRL
B. Uji RPR
C. Uji Diferensial Davidson
D. Uji TPHA
E. Uji TPI
139. Seorang wanita usia 30 tahun datang kelaboratorium mau periksa darah. 3 jam
sebelumnya wanita tersebut memakan kepiting mentah, dia merasa mual dan nyeri
bagian perut. Matanya juga terlihat kekuningan.
Apa jenis hepatitis yang mungkin wanita tersebut?
A. Hepatitis E
B. Hepatitis B
C. Hepatitis D
D. Hepatitis A
E. Hepatitis C
140. Sebuah pesimen serum dari seorang laki-laki berumur 63 tahun yang mengeluh
demam. Dokter mendiagnosis pasien tersebut kena demam rematik. Seorang TLM
kemudian melakukan pemeriksaan ASO.
Apa titik akhir untuk uji tersebut?
A. Pengenceran serum tertinggi yang tidak menunjukkan aglutinasi
B. Pengenceran serum tertinggi yang menunjukkan aglutinasi
C. Pengenceran serum terendah yang menunjukkan aglutinasi
D. Pengenceran serum terendah yang tidak menunjukkan aglutinasi
E. Penngenceran serum yang masih menunjukkan aglutinasi

141. Seorang analis melakukan pemeriksaan HIV terhadap salah satu tersangka pemerkosaan.
Sebagai bahan bukti pengadilan memerlukan sampel serum yang diperiksa, sehingga diperlukan
penundaan pemeriksaan dalam waktu sekitar 6 bulan.
Bagaimana cara penyimpanan sampel serum ini ?
A. Disimpan pada suhu -20oC
B. Disimpan pada suhu -10oC
C. Disimpan pada suhu -8oC
D. Disimpan pada suhu -4oC
E. Disimpan pada suhu 2oC
142. Seorang ATLM yang bekerja di puskesmas akan melakukan pemeriksaan screening HIV pada
lokalisasi didekat kawasan kerja puskesmasnya, ATLM menyiapkan reagen yang akan digunakan
dalam pemeriksaan tersebut.
Apa kriteria utama pada reagen yang akan digunakan dalam kasus tersebut?
A. Memiliki presisi tinggi
B. Memiliki akurasi tinggi
C. Memiliki sensitifitas tinggi
D. Memiliki spesifisitas tinggi
E. Memiliki derajat bias tinggi
143. Seorang perempuan berumur 20 tahun datang ke laboratorium membawa surat rujukan dari
dokter untuk dilakukan pemeriksaan HIV. Reagensia untuk pemeriksaan HIV yang dimiliki oleh
petugas laboratorium adalah sebagai berikut:

Metode apakah yang digunakan untuk pemeriksaan HIV tersebut?


A. Flokulasi
B. Aglutinasi
C. Presipitasi
D. Immunoassay
E. Imunokromatografi

144. Seorang perempuan berumur 20 tahun datang ke laboratorium membawa surat rujukan dari
dokter untuk dilakukan pemeriksaan HIV. Setelah petugas laboratorium melakukan
pemeriksaan HIV menggunakan rapid test didapatkan hasil sebagai berikut:

Apakah makna dari hasil pemeriksaan HIV tersebut?


A. Spesimen terinfeksi HIV
B. Spesimen tidak terinfeksi HIV
C. Spesimen terinfeksi HIV tipe 1
D. Spesimen terinfeksi HIV tipe 2
E. Spesimen terinfeksi HIV tipe 1 dan tipe 2
145. Seorang ATLM melakukan pemeriksaan laboratorium dari sampel yang telah dikirim dari
bagian sampling, terdapat 4 reagen berwarna merah dan 4 reagen berwarna biru yang
digunakan dalam pemeriksan tersebut, hasil positif nampak dari gumpalan yang terbentuk, lalu
dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan semi-kuantitatif.
Apa nama pemeriksaan yang dilakukan ATLM tersebut?
A. Widal
B. ASTO
C. VDRL
D. CRP
E. RF
146. Seorang petugas laboratorium sedang melakukan pemeriksaan widal pada spesimen
seorang pasien. Pada pemberian antigen Salmonella B-O diperoleh hasil positif dan setelah
dilakukan pemeriksaan semi kuantitatif didapatkan hasil yang masih menunjukkan aglutinasi
yaitu pada pengenceran ke-empat (lingkaran ke-5 pada kaca slide). Berikut hasil pemeriksaan
widal positif:

Berapakah titer dari antigen Salmonella B-O tersebut?

A. 1/20
B. 1/40
C. 1/80
D. 1/160
E. 1/320

147. Pasien yang mengeluh dengan demam tinggi lebih dari 5 hari diduga terinfeksi Salmonella
tiphi, jika pasien benar terinfeksi bakteri tersebut, pasien akan membentuk antibodi terhadap
bakteri terebut.
Apa pemeriksaan untuk deteksi antibodi tersebut ?
A. Widal
B. Treponema Pallidum Hemaglutination Assay
C. RPR
D. Anti Streptolisin O
E. Rheumatoid Factor
148. Seorang wanita berusia 35 tahun membawa surat rujukan dari dokter untuk dilakukan
pemeriksaan widal, ATLM melakukan pemeriksaan dengan memipet 80µl sampel + 1 tetes
reagen, didapatkan hasil positif, lalu serumnya dipipet sebanyak 40µl, 20µl, 10µl dan 5µl,
masing-masing ditambah 1 tetes reagen, dan didapatkan hasil positif sampai sampel 5µl.
Berapa asumsi titer pada kasus tersebut?
A. 1/40
B. 1/160
C. 1/320
D. 1/512
E. 1/640
149. Seorang ATLM mendapatkan sampel dari ruang sampling untuk dilakukan pemeriksaan
hepatitis. ATLM tersebut mencelupkan beberapa detik stik tes HbsAg ke serum lalu didiamkan
selama beberapa menit. Tidak muncul garis pada (C) tetapi terdapat garis berwarna merah pada
(T).
Apa yang akan dilakukan oleh seorang ATLM dalam kasus tersebut?
A. Mengeluarkan hasil positif
B. Mengeluarkan hasil negatif
C. Mensentrifus kembali serum selama 5 menit
D. Memeriksa kembali menggunakan merk lain
E. Menghubungi bagian sampling untuk sampling ulang
150. Seorang anak yang sakit demam 39°C, lemas, muntah dan kuku berwarna kuning datang ke
rumah sakit dan mendapat rujukan dari dokter untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.
Didapatkan hasil bilirubin, ALT dan AST yang meningkat.
Apa jenis pemeriksaan serologi yang tepat pada kasus tersebut?
A. HIV
B. HCG
C. VDRL
D. Widal
E. HbsAg
151. Seorang laki-laki berumur 34 tahun datang ke laboratorium untuk melakukan pemeriksaan
HBsAg sesuai surat rujukan dari dokter. Pemeriksaan dilakukan menggunakan rapid test dengan
batas pembacaan hasil yaitu 15 menit. Petugas laboratorium meninggalkan rapid test tersebut
hingga lebih dari 30 menit dan baru kemudian membaca hasilnya.
Bagaimana kemungkinan hasil pemeriksaan HBsAg pada spesimen tersebut?
A. Positif
B. Reaktif
C. Negatif
D. Non reaktif
E. Reaktif palsu

152. Seorang laki-laki berusia 47 tahun melakukan pemeriksaan HBsAg ke sebuah laboratorium
swasta dengan membawa hasil pemeriksaan terdahulu dari laboratorium yang berbeda. Hasil
terdahulu menyatakan bahwa serum pasien reaktif sedangkan hasil yang baru menyatakan
serum pasien non reaktif. Dokter menyatakan telah terjadi penurunan kadar antibodi HBsAg
pada serum pasien.
Pada minggu keberapa hal tersebut di atas dapat terjadi?
A. 0-8 minggu
B. 8-16 minggu
C. 16-24 minggu
D. 24-32 minggu
E. 32-40 minggu

153. Seorang petugas labotarorium diminta melakukan pemeriksaan CRP pada beberapa
spesimen serum. Pengerjaan dilakukan sesuai dengan prosedur yang tertera pada brosur
reagen. Setelah dilakukan pemeriksaan, didapatkan hasil pemeriksaan CRP sebagai berikut:
Apakah interpretasi hasil dari pemeriksaan CRP pada spesimen nomor 2?

A. Positif
B. Negatif
C. Non reaktif
D. Positif palsu
E. Negatif palsu

154. Seorang petugas labotarorium diminta melakukan pemeriksaan CRP pada beberapa
spesimen serum. Pengerjaan dilakukan sesuai dengan prosedur yang tertera pada brosur
reagen dan reagen yang digunakan berisi latex.
Metode apakah yang digunakan untuk pemeriksan CRP tersebut?
A. Flokulasi
B. Aglutinasi
C. Presipitasi
D. Immunoassay
E. Imunokromatografi

155. Dokter mencurigai seorang anak laki-laki berumur 10 dengan kelainan jantung, dan
menganjurkan kepada pasien untuk memeriksa darah kelaboratorium. Sampel ditangani oleh
tenaga analis dan dilakukan pemeriksaan. Hasil yang diperoleh adalahleokosit 7000 CRP 96
mg/L, ASTO 200 IU/ml. dilihat dari hasil berarti adanya inflamasi didalam tubuh anak tersebut.
Apa respon imun awal yang paling berperan pada gambaran kasus diatas?
A. Spesifik
B. Spesifik seluler
C. Spesifik humoral
D. Non spesifik seluler
E. Non spesifik humoral
156. Seorang ATLM menerima sampel berupa serum dan blanko pemeriksaan untuk pemeriksaan
RF. setelah sampel diperlakukan lalu dilakukan pemeriksaan dengan mencampurkan 50 µl
sampel dan 50 µl reagen lalu dihomogenkan dan dirotator, didapatkan hasil poritif (+) pada
pemeriksaan RF.
Berapa titer pada pemeriksaan RF tersebut?
A. 6 IU/mL
B. 8 IU/mL
C. 10 IU/mL
D. 12 IU/mL
E. 16 IU/mL
157. Seorang perempuan berusia 21 tahun datang ke laboratorium untuk melakukan
pemeriksaan Rheumatoid Factor (RF) sesuai surat rujukan dari dokter. Petugas laboratorium
melakukan pemeriksaan RF dengan menggunakan reagen RF latex dan diperoleh hasil seperti
tampak pada gambar berikut:

Metode apakah yang digunakan dalam pemeriksaan RF tersebut?

A. Flokulasi
B. Aglutinasi
C. Presipitasi
D. Immunoassay
E. Imunokromatografi

158. Seorang pasien datang ke laboratorium dengan membawa surat rujukan dari dokter. dokter
meminta pemeriksaan RF terhadap pasien. setelah dilakukan pemeriksaan RF secara kuantitatif
didapatkan hasil terjadi aglutinasi sampai pada pengenceran ke-5.
Berapakah titer pengenceran pada pemeriksaan RF tersebut?

A. 1/2
B. 1/4
C. 1/8
D. 1/16
E. 1/32

159. Seorang petugas laboratorium melakukan pemeriksaan ASTO sesuai surat rujukan dokter
pada spesimen pasien laki-laki berusia 34 tahun. Petugas laboratorium melakukan pemeriksaan
tersebut sesuai dengan prosedur yang tertera pada brosur reagen dan diperoleh hasil seperti
tampak pada gambar berikut:

Apakah interpretasi dari hasil pemeriksaan RF tersebut?


A. Positif
B. Negatif
C. Non reaktif
D. Positif palsu
E. Negatif palsu

160. Seorang petugas laboratorium melakukan pemeriksaan ASTO sesuai surat rujukan dokter
pada spesimen pasien laki-laki berusia 34 tahun. Petugas laboratorium melakukan pemeriksaan
sesuai dengan petunjuk dengan menggunakan reagen ASTO latex.
Apa tujuan dari dilakukannya pemeriksaan ASTO pada pasien tersebut?
A. Mendeteksi ada/tidak adanya antibodi streptolisin O
B. Mendeteksi ada/tidak adanya infeksi akibat bakteri Salmonella
C. Mendeteksi ada/tidak adanya antibodi terhadap Staphylococcus
D. Mendeteksi ada/tidak adanya infeksi akibat bakteri Staphylococcus
E. Mendeteksi ada/tidak adanya antibodi Salmonella typhi antigen O

161. Seorang ATLM pada sebuah klinik baru mendapatkan sampel whole blood dari bagian
flebotomi untuk pemeriksaan ASTO, karena sudah jam pulang maka pemeriksaannya akan
dilakukan besok hari.
Apa yang akan dilakukan oleh seorang ATLM dalam kasus tersebut?
A. Menambahkan pengawet tolune
B. Menaruh di rak tabung pada suhu ruang
C. Menaruh di rak tabung pada suhu 2-8 0C
D. Memisahkan serum dari sampel lalu menaruh di suhu ruang
E. Memisahkan serum dari sampel lalu menaruh di suhu 2-80C
162. Petugas puskesmas B sedang melakukan pemeriksaan screening sifilis pada pekerja seks
komersial dilokalisasi wilayah kerjanya. Seorang ATLM melakukan pemeriksaan sifilis dengan
menambahkan sampel dan reagen VDRL pada slide, kemudian di homogenkan dan di rotator
selama 8 menit, didapatkan hasil (+) VDRL.
Apa metode yang digunakan dalam pemeriksaan tersebut?
A. flotasi
B. agregasi
C. aglutinasi
D. presipitasi
E. komplemen
163. Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke laboratorium untuk melakukan pemeriksaan
RPR sesuai surat rujukan dari dokter. Petugas laboratorium melakukan pemeriksaan RPR
dengan menggunakan reagen RPR-VDRL Carbon dan diperoleh hasil seperti tampak pada
gambar berikut:

Metode apakah yang digunakan dalam pemeriksaan RPR tersebut?


A. Flokulasi
B. Aglutinasi
C. Presipitasi
D. Immunoassay
E. Imunokromatografi

164. Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke laboratorium untuk melakukan pemeriksaan
RPR sesuai surat rujukan dari dokter. Petugas laboratorium melakukan pemeriksaan sesuai
dengan petunjuk dengan menggunakan reagen RPR-VDRL Carbon.
Apa tujuan dari dilakukannya pemeriksaan RPR pada pasien tersebut?
A. Mendeteksi ada/tidak adanya autoantibodi
B. Mendeteksi ada/tidak adanya protein fase akut
C. Mendeteksi ada/tidak adanya rheumatoid factor
D. Mendeteksi keberadaan antigen Treponema pallidum
E. Mendeteksi kerusakan sel akibat Treponema pallidum

165. Seorang ibu rumah tangga ingin melakukan pemeriksaan kehamilan. Dokter yang bertugas
meminta kepada ATLM untuk memeriksa HCG pasien menggunakan metode aglutinasi dengan
HCG lateks.
Sampel apa yang harus digunakan oleh ATLM?
A. Wholeblood
B. Serum
C. Plasma
D. Urine
E. LCS

166. Seorang pasien laki-laki berusia 30 tahun mendatangi laboratorium untuk melakukan
pemeriksaan HIV. ATLM kemudian melakukan pengambilan darah vena dan dibuat serum.
ATLM hanya memiliki satu kit pemeriksaan dan hendak mengirim sampel ke laboratorium lain
guna dilakukan uji silang.
Alat yang digunakan untuk mengirim spesimen serum darah ?
A. amplop
B. plastik hitam
C. plastik klip
D. plastik benning
E. ice box

167. Seorang calon ASN melakukan pemeriksaan laboratorium. Menurut prosedur pelaksana
penerimaan ASN, hasil laboratorium langsung dikirimkan kepada panitia. Saat dilakukan
pemeriksaan HIV, hasil menunjukkan sampel reaktif dan pemeriksaan sudah dilakukan
berdasarkan SOP yang ada.
Apa yang harus dilakukan ATLM?
A. Memberitahukan kepada calon ASN bahwa hasil pemeriksaannya reaktif
B. Berkonsultasi pada ATLM senior
C. Berkonsultasi pada dokter patologi klinik
D. Mengubah hasil menjadi non reaktif
E. Mengirimkan hasil kepada panitia pelaksana
168. Pria berusia 35 tahun datang ke laboratorium klinik dengan membawa rujukan dari dokter,
dokter menduga pria tersebut terkena HIV dan meminta seorang ATLM untuk melakukan
pemeriksaan HIV pada pasien tersebut.
Sebagai seorang ATLM, apa metode awal yang akan digunakan pada kasus tersebut?
A. Imunokromatografi
B. Direct aglutinasi
C. Western bolt
D. ELISA
E. PCR
169. Seorang laki-laki berumur 26 tahun datang ke laboratorium membawa surat rujukan dari
dokter untuk dilakukan pemeriksaan HIV. Setelah petugas laboratorium melakukan
pemeriksaan HIV menggunakan rapid test, hasil menunjukkan tidak adanya garis warna merah
muncul pada zona C (control) dan T (test).
Apakah tindakan tepat yang harus dilakukan petugas laboratorium terhadap hasil pemeriksaan
tersebut?
A. Tidak menuliskan hasil
B. Menuliskan hasil “reaktif”
C. Menuliskan hasil “non reaktif”
D. Mengulang pemeriksaan dengan menggunakan reagensia baru
E. Melakukan flebotomi untuk mendapatkan spesimen baru

169. Seorang petugas laboratorium mendapatkan surat rujukan dari dokter untuk melakukan
pemeriksaan kepada seorang pasien perempuan berumur 31 tahun. Adapun pemeriksaan yang
akan dilakukan petugas tersebut menggunakan reagensia berikut:

Apakah tujuan dari pemeriksaan tersebut?

A. Mendeteksi keberadaan virus hepatitis C


B. Mendeteksi ada/tidak adanya infeksi virus
C. Mendeteksi ada/tidak adanya antigen virus hepatitis C
D. Mendeteksi reaksi kompleks antigen-antibodi terhadap virus
E. Mendeteksi ada/tidak adanya antibodi virus hepatitis C penyebab infeksi
170. Seorang ATLM akan melakukan pemeriksaan hepatitis pada sampel darah yang baru diambil,
akan tetapi reagen HbsAg nya sedang habis sehingga sampelnya akan dirujuk ke laboratorium
klinik yang lain, sampel tyang akan dikirim tidak boleh hemolisis.
Apa yang akan dilakukan oleh ATLM supaya mengurangi resiko sampel yang akan dikirim
hemolisis?
A. Menutup seluruh bagian tabung darah menggunakan hipafix
B. Sampel yang dikirim berupa darah pada suhu 2-8 oC
C. Sampel yang akan dikirim berupa serum
D. Darah ditambahkan Na-Citrat 3,8%
E. Darah dibekukan selama 15 menit
171. Seorang wanita berumur 25 tahun datang ke laboratorium untuk pemeriksaan penanda
hepatitis. ATLM melakukan pemeriksaan HBsAg menggunakan metode yang cukup sensitive
dengan hasil cepat. Interpretasi hasil dilakukan dengan cara visual, dengan melihat ada tidaknya
pita berwarna merah pada kertas tes.
Apa metode pemeriksaan penanda hepatitis tersebut di atas?
A. Metode Aglutinasi
B. Metode Flokulasi
C. Metode Presipitasi
D. Metode Hemaglutinasi
E. Metode Imunokromatografi
172. Hasil pemeriksaan widal pada seorang pasien yang menderita demam lebih dari 1 minggu,
dengan gejala lidah kotor, berkeringat dingin.Pada uji ditemukan adanya aglutinasi pada antigen
H penggunaan sampel 10 µl.
Berapakah titer antigen H pada pemeriksaantersebut?
A. 1/40
B. 1/80
C. 1/160
D. 1/320
E. 1/640
173. Seorang laki-laki, 34 tahun, tangan terluka dan besoknya menjadi merah, bengkak, panas dan
sakit. Pasien ke dokter lalu dokter memberi surat untuk pemeriksaan CRP. Di laboratorium
dilakukan pemeriksaan secara kulitatif dan didapatkan hasil terjadi aglutinasi.
Bagaimana hasil pemeriksaan tersebut ?
A. Meningkat, tidak sesuai referensi
B. Meningkat, sesuai klinis pasien
C. Tidak normal, tidak sesuai usia
D. Normal, dan sesuai klinis pasien
E. Normal, tidak sesuai klinis pasien
174. Pasien seorang laki-laki dengan usia 70 tahun datang kepada dokter dengan keluhan sakit
dipersendian jika digerakkan. Dokter kemudian menyarankan untuk pemeriksaan immunologi
pasien tersebut untuk mengetahui adanya autoimun terhadap persendian pasien.
Apakah pemeriksaan yang dimaksud oleh dokter?

A. Rheumatoid Factor
B. Anti streptolisin O
C. C Reactive Protein
D. Human chorionic gonadotropin
E. VDRL
175. Seorang wanita berusia 40 tahun datang ke rumah sakit untuk berkonsultasi dengan dokter.
Wanita tersebu mengalami keluhan berupa bengkak dan sakit pada semua bagian persendian lalu
dokter membuat surat rujukan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.
Apa jenis pemeriksaan yang akan dilakukan pada pasien tersebut?
A. Pemeriksaan RF
B. Pemeriksaan NS1
C. Pemeriksaan CRP
D. Pemeriksaan VDRL
E. Pemeriksaan tubex
176. Seorang perempuan berusia 21 tahun datang ke laboratorium untuk melakukan
pemeriksaan Rheumatoid Factor (RF) sesuai surat rujukan dari dokter. Petugas laboratorium
melakukan pemeriksaan sesuai dengan petunjuk dengan menggunakan reagen RF latex.
Apa tujuan dari dilakukannya pemeriksaan RF pada pasien tersebut?
A. Adanya indikasi penyakit akut
B. Adanya indikasi penyakit kronis
C. Adanya indikasi demam rematik
D. Adanya indikasi penyakit autoimun
E. Adanya indikasi penyakit Rheumatoid Arthritis

177. Seorang ATLM melakukan pemeriksaan ASTO pada sampel x, saat penambahan sampel dan
reagen tidak sesuai dengan standar operasional prosedur pemeriksaan sehingga terjadi post zone
effect.
Apa yang menyebabkan tidak terjadinya reaksi aglutinasi pada kasus tersebut?
A. Terlalu lama waktu inkubasi
B. Terlalu lama waktu homogenisasi
C. Terlalu sebentar waktu homogenisasi
D. Terlalu banyak penambahan sampel
E. Terlalu banyak penambahan reagen
178. Seorang ATLM pada sebuah klinik baru mendapatkan sampel whole blood dari bagian
flebotomi untuk pemeriksaan ASTO, karena sudah jam pulang maka pemeriksaannya akan
dilakukan besok hari.
Apa yang akan dilakukan oleh seorang ATLM dalam kasus tersebut?
A. Menambahkan pengawet tolune
B. Menaruh di rak tabung pada suhu ruang
C. Menaruh di rak tabung pada suhu 2-8 0C
D. Memisahkan serum dari sampel lalu menaruh di suhu ruang
E. Memisahkan serum dari sampel lalu menaruh di suhu 2-80C
179. Seorang laki-laki berusia 40 tahun diduga menderita sifilis. Maka, dokter menganjurkan
untuk dilakukan pemeriksaan VDRL terhadap serum pasien. Setelah diperiksa ternyata hasil
menunjukan positif, ditandai dengan terbentuknya aglutinasi.
Mengapa pada hasil yang positif terbentuk aglutinasi?
A. Antigen VDRL dalam reagen bereaksi dengan bakteri Treponema pallidum dalam serum
pasien
B. Antigen VDRL dalam reagen bereaksi dengan antibodi Treponema pallidum dalam serum
pasien
C. Antigen VDRL dalam serum pasien bereaksi dengan antibodi Treponema pallidum dalam
reagen
D. Antibodi Treponema pallidum dalam serum pasien bereaksi dengan antibodi VDRL dalam
reagen
E. Antigen VDRL dalam reagen bereaksi dengan antigen Treponema pallidum dalam serum
pasien
180. Seorang pasien datang ke laboratorium klinik dengan membawa rujukan dari dokter untuk
pemeriksaan sifilis. Setelah dilakukan pemeriksaan VDRL ternyata didapatkan hasil positif lalu
dilakukan uji lanjutan untuk mengetahui apakah yang pasien tersebut terkena Treponema
pallidum.
Apa tes lanjutan yang paling tepat untuk kasus tersebut?
A. RF
B. CRP
C. ASTO
D. TPHA
E. Tubex
181. Seorang ibu datang ke laboratorium klinik membawa surat rujukan dari dokter untuk
dilakukan pemeriksaan kehamilan, ibu tersebut menampung sampelnya dibotol pemeriksaan,
seorang ATLM memeriksanya dengan mencelupkan stick ke dalam urin lalu menunggu
keluarnya garis berwarna merah.
Hormon apa yang bereaksi pada kasus tersebut?
A. Hormon gastrin
B. Hormon serotonin
C. Hormon melatonin
D. Follicle stimulating hormone
E. Hormone chorionic gonadotropin
182. Seorang perempuan berusia 18 tahun datang ke laboratorium membawa surat rujukan dari
dokter untuk dilakukan pemeriksaan HCG. Petugas laboratorium melakukan pemeriksaan
dengan menggunakan reagensia HCG latex dan diperoleh hasil sebagai berikut:

Apakah interpretasi hasil dari pemeriksaan HCG pada pasien tersebut?

A. Normal
B. Positif
C. Negatif
D. Positif palsu
E. Negatif palsu

183. Seorang perempuan berusia 18 tahun datang ke laboratorium membawa surat rujukan dari
dokter untuk dilakukan pemeriksaan HCG. Petugas laboratorium melakukan pemeriksaan
dengan menggunakan reagensia HCG latex dan diperoleh hasil sebagai berikut:
Metode apakah yang digunakan untuk pemeriksaan HCG pada pasien tersebut?

A. Flokulasi
B. Aglutinasi
C. Presipitasi
D. Immunoassay
E. Imunokromatografi

184. Seorang pasien perempuan atas rujukan dokter minta memeriksakan sedimentasi urin.
Berdasarkan hasil pemeriksaan rutin didapatkan data pemeriksaan urin berwarna kehijauan,
agak keruh, pH 6,3 dan BJ 1.021. sampel urin ditampung dalam tabung sentrifugasi dengan
kecepatan 1500 rpm selama 5 menit. Filtrat dibuang dan sedimentasi dibuat preparat.
Jenis Kristal apakah yang paling banyak ditemukan sampel urin tersebut ?
A. Kalsium oksalat
B. Triple pospat
C. Asam urat
D. Kalsium karbonat
E. Kalsium fosfat

185. Seorang analis melakukan pemeriksaan protein dalam urin pasien atas permintaan
dokteryang didiagnosa menderita Multiple myeloma. Sebagai tes penyaring digunakan metode
carik celup dengan hasil pemeriksaan proteinuri negative, sehingga metode harus dikonversi
dengan metode didih Bang.
Pada kasus tersebut alas an apakh yang paling tepat dilakukan konversi metode ?
A. Metode carik celup hanya sensitive terhadap globulin
B. Metode carik celup hanya sensitive terhadap albumin
C. Metode carik celup hanya sensitive terhadap hemoglobin
D. Metode carik celup hanya sensitive terhadap mukoprotein
E. Metode carik celup hanya sensitive terhadap bence jones protein

186. Seorang analis kesehatan menerima sampel pemeriksaan. Pada blanko order permintaan
pemeriksaan yang diminta adalah pemeriksaan glukosa darah dan urin. Setelah dilakukan
pemeriksaan didapat hasil glukosa darah 90 mg/dl dengan hasil glukosa urin positif.
Dengan hasil seperti itu, tindakan apa yang seharusnya dilakukan oleh analis?
A. Melakukan pemerisaan ulang terhadap urin yang sama
B. Melakukan pemeriksaan ulang terhadap darah yang sama
C. Melakukan pemeriksaan ulang pada darah dan urin yang baru
D. Melakukan pemeriksaan ulang terhadap urin yang baru
E. Mencari informasi pasien, apa yang diminum sebelum melakukan pemeriksaan
186. Seorang petugas laboratorium mendapatkan surat rujukan dari dokter untuk melakukan
pemeriksaan kepada seorang pasien perempuan berumur 31 tahun. Adapun pemeriksaan yang
akan dilakukan petugas tersebut menggunakan reagensia berikut:
Apakah tujuan dari pemeriksaan tersebut?

A. Mendeteksi keberadaan virus hepatitis C


B. Mendeteksi ada/tidak adanya infeksi virus
C. Mendeteksi ada/tidak adanya antigen virus hepatitis C
D. Mendeteksi reaksi kompleks antigen-antibodi terhadap virus
E. Mendeteksi ada/tidak adanya antibodi virus hepatitis C penyebab infeksi

187.