Anda di halaman 1dari 8

JAWABAN UTS PATIEN SAFETY

NAMA : SARWIYAH

KELAS : MAHASISWA PROFESI TAHUN 2021/2022

NIP : P 1337424821038

WAKTU : 100 MENIT

PENGAMPU : SUPARMI .S.Pd,S.S.It.Tr.Keb.M.Kes

1.Apa yang saudara ketahui tentang Patien Safety?

Jawaban Patien Safety adalah :

- Keselamatan Pasien (Patient Safety) Adalah :bebas dari cidera aksidental


atau menghindarkan cidera pada pasien akibat perawatan medis dan
kesalahan pengobatan.
- Keselamatan pasien rumah sakit adalah suatu sistem dimana rumah sakit
membuat asuhan pasien lebih aman.

Yang meliputi :
a. asesmen risiko,
b. identifikasi dan pengelolaan
c. pelaporan dan analisis insiden,
d. kemampuan belajar dari insiden dan tindak lanjutnya serta
e.implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko dan
mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat
melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang
seharusnya diambil.

Sedangkan Insiden Keselamatan Pasien

adalah setiap kejadian yang tidak disengaja dan kondisi yang


mengakibatkan atau berpotensi mengakibatkan cedera yang dapat
dicegah pada pasien, Kejadian Tidak Diharapkan, Kejadian Nyaris
Cedera, Kejadian Tidak Cedera dan kejadian Potensi cedera.

 Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) insiden yang mengakibatkan cedera


pada pasien
 Kejadian Nyaris Cedera (KNC) terjadinya insiden yang belum sampai
terpapar ke pasien.
 Kejadian Tidak Cedera (KTC) insiden yang sudah terpapar ke pasien,
tetapi tidak timbul cedera

 Kondisi Potensial Cedera (KPC) kondisi yang sangat berpotensi untuk


menimbulkan cedera, tetapi belum terjadi insiden
 Kejadian sentinel KTD yang mengakibatkan kematian atau cedera
yang serius
 Pelaporan insiden keselamatan pasien adalah suatu sistem untuk
mendokumentasikan laporan insiden keselamatan pasien, analisis dan
solusi untuk pembelajaran

2.Sebutkan dan jelaskan salah satu diantara tiga sbb :


7 standar Patien Safety atau 7 Langkah Patien Safety atau 6 sasaran
Patien Safety
Jawaban 7 standar adalah :

Tujuh Standar Keselamatan Pasien :

1. Hak pasien

2. Mendidik pasien dan keluarga

3. Keselamatan pasien dan kesinambungan pelayanan

4. Penggunaan metoda-metoda peningkatan kinerja untuk melakukan evaluasi


dan

program peningkatan keselamatan pasien

5. Peran kepemimpinan dalam meningkatan keselamatan pasien

6. Mendidik staf tentang keselamatan pasien

7. Komunikasi merupakan kunci bagi staf untuk mencapai keselamatan pasien

Standar I.
Hak Pasien Pasien dan keluarganya mempunyai hak untuk mendapatkan informasi
tentang rencana dan hasil pelayanan termasuk kemungkinan terjadinya Kejadian
Tidak Diharapkan
Kriteria :
1. Harus ada dokter penanggung jawab pelayanan.
2. Dokter penanggung jawab pelayanan wajib membuat rencana
pelayanan.

Kriteria :
1. Harus ada dokter penanggung jawab pelayanan.
2. Dokter penanggung jawab pelayanan wajib membuat rencana
pelayanan.

Standar II
Mendidik pasien dan keluarga
Standar :
• Rumah sakit harus mendidik pasien dan keluarganya tentang kewajiban
dan tanggung jawab pasien dalam asuhan pasien
• Standar :
-. Rumah Sakit menjamin kesinambungan pelayanan dan menjamin - -.
-
- koordinasi antar tenaga dan antar unit pelayanan.

KRITERIA :
1. Terdapat koordinasi pelayanan secara menyeluruh mulai dari saat pasien
masuk, pemeriksaan diagnosis, perencanaan pelayanan, tindakan
pengobatan, rujukan dan saat pasien keluar dari rumah sakit.
2. Terdapat koordinasi pelayanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien
dan kelayakan sumber daya secara berkesinambungan sehingga pada
seluruh tahap pelayanan transisi antar unit pelayanan dapat berjalan baik dan
lancar.
3. Terdapat koordinasi pelayanan yang mencakup peningkatan komunikasi
untuk
memfasilitasi dukungan keluarga, pelayanan keperawatan, pelayanan sosial,
konsultasi dan rujukan,pelayanan kesehatan primer dan tindak lanjut lainnya.
4. Terdapat komunikasi dan transfer informasi antar profesi kesehatan sehingga
dapat tercapainya proses koordinasi tanpa hambatan, aman dan efektif

KRITERIA :
1. Setiap RS harus melakukan proses perancangan (design) yang baik,
mengacu pada visi,misi, dan tujuan rumah sakit, kebutuhan pasien,
petugas pelayanan kesehatan, kaidah klinis terkini,praktik bisnis yang
sehat, dan faktor-faktor lain yang berpotensi risiko bagi pasien sesuai
dengan”Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien Rumah Sakit”.
2. Setiap rumah sakit harus melakukan pengumpulan data kinerja yang
antara lain terkait dengan :pelaporan insiden, akreditasi, manajemen
risiko, utilisasi, mutu pelayanan, keuangan.
3. Setiap rumah sakit harus melakukan evaluasi intensif terkait dengan
semua Kejadian Tidak Diharapkan, dan secara proaktif melakukan
evaluasi satu proses kasus risiko tinggi.
4. Setiap rumah sakit harus menggunakan semua data dan informasi
hasil analisis untuk menentukan perubahan sistem yang diperlukan,
agar kinerja dan keselamatan pasien terjamin.
Standar V
Peran kepemimpinan dalam meningkatkan keselamatan pasien
Standar :

1. .Pimpinan menjamin berlangsungnya program proaktif untuk identifikasi


risiko
keselamatan pasiendan program menekan atau mengurangi Kejadian
Tidak Diharapkan.
2. Pimpinan mendorong dan menumbuhkan komunikasi dan koordinasi antar
unit dan individu berkaitandengan pengambilan keputusan tentang
keselamatan pasien.
3. Pimpinan mengalokasikan sumber daya yang adekuat untuk mengukur,
mengkaji dan meningkatkankinerja rumah sakit serta meningkatkan
keselamatan pasien.
4. Pimpinan mengukur dan mengkaji efektifitas kontribusinya dalam
meningkatkankinerja rumah sakit dan keselamatan pasien.

KRITERIA :
1. Terdapat tim antar disiplin untuk mengelola program keselamatan
pasien.
2. Tersedia program proaktif untuk identifikasi risiko keselamatan dan
program meminimalkan insiden, yang mencakup jenis-jenis Kejadian
yang memerlukan perhatian, mulai dari “KejadianNyaris Cedera” (Near
miss) sampai dengan “Kejadian Tidak Diharapkan’ ( Adverse event).
3. Tersedia mekanisme kerja untuk menjamin bahwa semua komponen dari
rumah sakitterintegrasi dan berpartisipasi dalam program keselamatan
pasien.

4. Tersedia prosedur “cepat-tanggap” terhadap insiden, termasuk a suhan


kepada pasien yang terkena musibah, membatasi risiko pada orang lain
dan penyampaian informasi yang benar dan jelas untuk keperluan
analisis.
5. Tersedia mekanisme pelaporan internal dan eksternal berkaitan dengan
insiden termasuk penyediaan informasi yang benar dan jelas tentang
Analisis Akar Masalah, “Kejadian Nyaris Cedera” (Near miss) dan
“Kejadian Sentinel’
pada saat program keselamatan pasien mulai dilaksanakan.
6. Tersedia mekanisme untuk menangani berbagai jenis insiden,
misalnya menangani “Kejadian Sentinel” (Sentinel Event) atau kegiatan
proaktif untuk memperkecil risiko, termasuk mekanisme untuk
mendukung staf dalam kaitan dengan “Kejadian Sentinel”.
7. Terdapat kolaborasi dan komunikasi terbuka secara sukarela antar unit
dan
antar pengelolapelayanan di dalam rumah sakit dengan pendekatan
antar
disiplin.
8. Tersedia sumber daya dan sistem informasi yang dibutuhkan dalam
kegiatan perbaikan kinerja rumah sakit dan perbaikan keselamatan
pasien, termasuk evaluasi berkala terhadap kecukupan sumber daya
tersebut.
9. Tersedia sasaran terukur, dan pengumpulan informasi menggunakan
kriteria
objektif untuk mengevaluasi efektivitas perbaikan kinerja rumah sakit dan

keselamatan pasien, termasuk rencana tindak lanjut dan


implementasinya.

Standar :
1. Rumah sakit memiliki proses pendidikan, pelatihan dan orientasi untuk setiap
jabatan mencakupketerkaitan jabatan dengan keselamatan pasien secara
jelas

2. Rumah sakit menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan


untuk meningkatkandan memelihara kompetensi staf serta mendukung
pendekatan interdisiplin dalam pelayanan pasien.
• Kriteria :
1. Setiap RS harus memiliki program pendidikan, pelatihan dan orientasi
bagi staf baru yang memuat topik keselamatan pasien sesuai dengan
tugasnya masing-masing.

Standar VII
Komunikasi merupakan kunci
bagi staf untuk mencapai
keselamatan pasien

Standar :
1. Rumah sakit merencanakan dan mendesain proses manajemen informasi
keselamatan pasien untukmemenuhi kebutuhan informasi internal dan
eksternal.
. Transmisi data dan informasi harus tepat waktu dan akurat.

Kriteria :
1. Perlu disediakan anggaran untuk merencanakan dan mendesain
proses manajemen untukmemperoleh data dan informasi tentang hal-
hal terkait dengan keselamatan pasien.
2. Tersedia mekanisme identifikasi masalah dan kendala komunikasi
untuk merevisi manajemeninformasi yang ada

3. Buatlah Tehnik Komunikasi effektif dengan metoda SBAR


Pilih salah satu dibawah ini

a. Merujuk pasien dari Faskes Layanan Primer ke Layanan


Sekunder
b. Sejawat pergantian jaga
d. Inter collaboration dokter dengan dokter
e. Inter collaboration Bidan dengan dokter
f. Dan Lain lain bebas setting yankes

3. Buatlah Tehnik Komunikasi effektif dengan metoda SBAR

Pilih salah satu dibawah ini


a. Merujuk pasien dari Faskes Layanan Primer ke Layanan Sekunder
b. Sejawat pergantian jaga
d. Inter collaboration dokter dengan dokter
e. Inter collaboration Bidan dengan dokter
f. Dan Lain lain bebas setting yankes

Sedangkan Tehnik Komunikasi Efektif SBAR


JAWABANTA MRMILIH POIN( E) INTER COLLABORATION BIDAN
DENGAN DOKTER
Bidan jaga kordinasi dengan Dokter jaga konsuk kasus di Ruang VK Puskesmas

S ( Situation ) : Selamat sore ,saya bidan ririn bidan jaga sore ini di
Ruang bersalin Puskesams Kembaran II .Hendak
melapor Pasien Pasein Ny I umur 23 tahun ,saat ini
pasein datang ke ruang bersalin jam 11.30
dengan keluhan sejak Tanggal 21 Juni 2021 jam 4 pagi
keluar cairan ketuban di sertai kencang kencang,jadi ini
ketubannya sudah pecah masuk 7 jam.
B. ( Backgruond) : K/u baik, sedang ,kesadaran CM.
TD :120/70/ Nd : 88 kali/mnt,Suhu :36,5 ͦ C. RR: 24x
/mnt.
TFU ; 2 Jari bawah Pusat ,kontraksi 2 x/mnt.lama 10
menit.lama kontraksi 25 detik.
Saat ini pasien di ruangan bersalin .
Hasil pemeriksaan Dalam :
Porsio tbal lunak Ketuban Negatif ,Pembukaan 3 cm.
Sudah di lakukan Tindakan Pemeriksaan dengan Kertas
Lakmus hasil (+) KPD
A (Asessment ) : G1p0a0 hamil 38 mg JTHIU inpartu kala 1 fase laten
dengan KPD 7 jam.
R ( Recommedation) : Mohon maaf pak dokter ,apa yang harus dilakukan,
mohon pak dokter segara datang untuk penangan pasen
dengan :-
G1p0a0 hamil 38 mg JTHIU inpartu kala 1 fase laten
dengan KPD 7 jam.
Laporan ke dokter jaga
Jam 12 Wib,
Dokter jaga Menjawab, Melapor kepada dokter jaga
Puskesemas
Dokter jaga Tidak bisa hadir hanya memberikan Advice
- Berikan infus RL 20 TPM
- Berikan terapi Ampilisin Injeksi 2 gram sambal
memantau kemajuan persalinan,Jika dalam1 jam
Tidak ada Kemajuan Rujuk pasen ke RS.
4.Sebutkan Sahnya dan Fungsi Informed Consent ?

Jawaban sahnya informed Consent adalah

1. Voluntary (suka rela atau tanpa paksaan);


2. Unequivocal (jelas dan tegas);
3. Conscious (dengan kesadaran);
4. Naturally (sesuai kewajaran).

Sedangkan Fungsi dari Informed concent adalah


1. Sebagai bentuk penghormatan terhadap harkat & martabat pasien selaku
manusia
2. Promo terhadap hak untuk menentukan nasib sendiri
3. Untuk mendorong dr lakukan kehati-hatian dalam obati pasien
4. Menghindari penipuan & misleading dr dokter
5. Mendorong diambilnya keputusan yang lebih rasional
6. Mendorong keterlibatan publik dalam masalah yankes(pngws)
7. Sebagai suatu proses edukasi masyarakat dalam bidang yankes