Anda di halaman 1dari 2

PERTANYAAN LEWAT EMAIL SEPUTAR REIKI.

arumsekartaji.wordpress.com/2011/01/26/pertanyaan-lewat-email-seputar-reiki/

January 26, 2011

Siang ini ketika membuka email yang ada di inbox, sehat dengan reiki mendapatkan
pertanyaan dari sahabat tentang praktek reiki dalam kehidupan sehari-hari. Juga
ditanyakan kendala apa yang harus dihadapi seorang praktisi reiki bila mendapatkan
kesulitan dalam praktek reiki dan tentunya sudah berapa tahun mempraktekkan reiki
serta sejarah reiki itu sendiri. Semua pertanyaan yang terangkum itu tampaknya
menyiratkan ketidaktahuan sahabat itu tentang reiki di Indonesia.

Jujur saja sehat berkat reiki jawab email tadi di blog ini. Bahwasanya pada hari pertama
sejak attunement seseorang sudah bisa menyembuhkan diri sendiri lebih dulu tentang
keluhan jasmani yang ia derita bila ia mempunyai penyakit. Bahkan dengan latihan
teratur ia yang semula mengidap misal penyakit tekanan darah tinggi yang
mengharuskan yang bersangkutan berpantang makanan yang mengandung lemak, dapat
menormalkan tekanan darahnya dengan mengukur tensi secara cepat asalkan pola hidup
sehat ala dokter juga ditaati.

Memang seiring berjalannya waktu seseorang tanpa latar belakang apapun dalam
penyembuhan atau spiritualis dapat mempraktekkan reiki dengan mudah. Pengetahuan
reiki akan diketahui lebih dalam seiring dia mempraktekkan reiki secara konsisten. Reiki
sendiri tidak membutuhkan latihan khusus dan rumit dan membebani praktisinya dengan
latihan berat layaknya kita masuk pelatnas bulutangkis. Tidak sahabat sehat berkat
reiki…latihan reiki dapat dilakukan sambil menyalurkan energi melalui kedua telapak
tangan kita yang menempel ke tubuh sendiri atau orang lain tanpa melakukan usaha apa
pun.

Wah tentunya kata “tanpa usaha apa pun” sedikit membingungkan Anda ya? Kalau
begitu apa makna kalimat di atas itu? Baik izinkanlah sehat bersama reiki menjelaskan
bahwa dalam belajar mengenal Reiki kita diarahkan terhubung ke kesadaran yang lebih
tinggi dari kesadaran fisik kita yaitu kesadaran yang menggunakan pikiran logika otak
sebagai panglimanya agar kita mengenal lebih dekat ke kesadaran alam semesta
sebagai bagian dari penciptaan alam semesta oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

Tanpa melakukan usaha apapun lantas siapa yang melakukannya? Tentu saja sebelum
menyalurkan reiki setiap praktisi reiki harus berdoa menurut iman dan kepercayaannya
kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Selepas berdoa niatkan saja dalam hati sebagai niat

1/2
awal untuk menyembuhkan diri sendiri atau orang lain. Secepat proses penyaluran energi
reiki dimulai, praktisi reiki tidak perlu memikirkan bagaimana teknik menarik energi,
menyalurkan energi, membersihkan kotoran energi negative penyakit dalam tubuh
bahkan berusaha untuk lebih bisa menyembuhkan.

Begitu energi mengalir masuk ke chakra mahkota dan keluar lewat chakra telapak tangan
kanan-kiri bersikaplah tetap santai dan pasrah kepada penyelenggara Ilahi. Biarkanlah
Tuhan berkarya dalam penyembuhan dan fisik kita sebagai media energi reiki yang
mengalir melewati nadi-nadi yang ada dalam tubuh energi kita. Seluruh proses
pembersihan kotoran penyakit oleh Reiki berjalan secara otomatis dan membuang energi
penyakit keluar secara otomatis pula.

Energi reiki yang praktisi reiki akses tidak seluruhnya disalurkan ke pasien tetapi tubuh
praktisi juga ikut dibersihkan saat itu juga. Setiap kali menyalurkan energi, energi
penyembuh akan semakin menjadi meningkat secara kualitatif dan kuantitatif. Praktisi
reiki juga tidak perlu kuatir akan tertular dengan energi penyakit milik pasien. Energi
penyakit pasien akan dibuang ke bumi lewat chakra telapak kaki kanan-kiri pasien.

Selama 6 tahun praktek reiki, sehat dengan reiki lebih banyak melakukan healing jarak
jauh melalui komunitas almamater dan juga menyalurkan reiki kepada kerabat di lain
kota. Sekalipun tidak setiap saat mengadakan perjanjian menyalurkan reiki, energi reiki
pun bisa kita atur waktu penyalurannya dengan sistem pemograman reiki jarak jauh.
Melalui sinkronisasi energi dengan Master Reiki dan gabungan sesama praktisi reiki akan
diperoleh jumlah energi yang besar dan disalurkan kepada pasien dalam jumlah tak
terbatas pula.

Untuk penyakit yang cukup berat yang mengharuskan pasien menerima reiki secara
terus menerus dalam waktu panjang, praktisi reiki dapat membuat progam energi reiki
yang ditaruh di tubuh pasien. Melalui progam ini maka penyaluran energi kepada pasien
tetap berjalan dengan sendirinya, kendatipun sehat dengan reiki telah menghentikan
penyaluran energi.

Setiap hari energi yang sedang disalurkan di update dan diperbarui dengan penguatan
tak terhingga kali lipat bersama praktisi reiki lain ataupun praktisi reiki sendiri. Dengan
demikian progam yang telah ditempatkan pada tubuh pasien akan menggantikan tugas
praktisi reiki dalam menarik energi Ilahi. Seorang praktisi reiki yang mahir membuat
progam energi akan mampu membuat progam penyaluran energi selama beberapa hari
sampai beberapa bulan.

Jadi kendala yang sehat dengan reiki hadapi dalam praktek reiki tidak ada. Namun
dengan penyaluran energi reiki secara teratur semua praktisi reiki berharap tetap dapat
hidup sehat, dan reiki saat ini menjadi terapi komplementer di samping terapi kedokteran.
Reiki diharapkan menjadi teknik penyembuhan alternatif setelah metode chikung,
accupresur, prana, akupuntur dan pengobatan dengan herbal.

2/2